Berulangkali pemuda berusia 26 tahun itu melirik jam tangan Alexandre Christie-nya yang seharga 1 mobil mewah dengan perasaan campur aduk. Ia merasa beberapa hari ini waktu begitu lama berlalu. Ia ingin malam segera tiba dan berganti pagi lagi hingga hari ini datang. Hari ini, malam ini, ia akan bertemu dengan sosok yang sangat ia rindukan. Sosok yang selama ini hanya mampu ia jamah melalui foto-foto masa kecil mereka dan juga foto-foto yang beredar didunia maya mengenai kesuksesan sosok itu. Seperti ada kembang api yang menyala di hatinya, ramai, keras, dan bergetar. Ia sampai takut jika hatinya mengalami suatu penyakit.
Senyum sumringah selalu ia tunjukkan kepada seluruh pegawai kantor Choi Commpany –tempat dimana ia menjadi seorang Direktur-. Memang tidak ada yang aneh, sang Direktur tersebut selalu ramah kepada semua orang namun saat ini kuantitas senyumnya selalu bertambah sejak satu minggu yang lalu membuat kadar ketampanan pemuda tersebut menjadi lebih berkali-kali lipat. Satu minggu yang lalu sejak ia mengetahui bahwa adik kecil yang selalu ia cintai akan kembali ke Korea membuat kehidupannya semakin berwarna dan menyegarkan. Ohh come on, sosok itu belum datang saja sudah membawa perubahan besar kepada pemuda tampan ini apalagi jika sosok itu sudah ada dihadapannya, kembali lagi menjadi salah satu pemeran utama dalam kehidupan seorang Direktur Choi Commpany.
Lihat saja sekarang ini, berkas dan dokumen yang biasanya selalu menumpuk diatas meja besarnya sudah tidak ada lagi. Padahal saat ini waktu masih menunjukkan pukul 17.00, dimana seharusnya ia masih mengerutkan keningnya dan membereskan semua dokumen yang ada. Tapi hari ini entah kekuatan apa yang merasuki dirinya, ia sudah menyelesaikan seluruh berkas yang ada sejak 15 menit yang lalu. Jemari besar yang terihat kuat itu mengeluakan Iphone keluaran terbaru dari dalam saku celananya. Dengan cepat ia membuka Gallery yang menyimpan seluruh kenangan masa lalunya, kenangan yang akan selalu tersimpan dengan rapi dan indah dihatinya. Terlihat 3 orang anak kecil difoto itu dengan latar belakang Bandar Udara Incheon, 2 anak lelaki yang walapun masih kecil sudah menujukkan aura ketampananya mengapit sosok mungil yang begitu manis tersenyum lebar menampilkan gigi putih bersihnya dan pipi chubbynya yang semakin terlihat mirip dengan bakpau . Pemuda itu ingat sekali jika foto ini adalah foto terakhir mereka sebelum malam naas itu menimpa keluarga Cho. Malam dimana adik kecilnya yang polos itu tidak seharusnya melihat kejadian mengerikan didepan mata kepalanya sendiri. Dan setelah malam tragis tersebut, adik manisnya itu berubah. BabyKyu-nya yang menggemaskan menjadi sosok yang tidak bisa ia jangkau.
….
20 Oktober 1998
Choi Siwon masuk ke kediaman keluarga Cho dengan langkah cepat, ia baru pulang sekolah dan ia ingin segera bertemu dengan adik kecil manisnya. Rumah itu terasa begitu berbeda. Jika dulu Siwon masuk kerumah ini dengan disambut suara tawa merdu dua anak keluarga Cho atau aroma kue yang begitu harum dari arah dapur buatan Nyonya Cho, kini yang menyambutnya hanya beberapa maid yang tersenyum lesu dan aura yang begitu dingin dan mencekam. Membuat Siwon ingin segera pergi dari rumah itu dan membawa adik imutnya ikut serta. Choi Siwom segera melangkahkan kaki jenjangnya kelantai dua tempat dimana kamar Kyuhyun berada. Ia berhenti tepat didepan kamar Kyuhyun, melihat sosok laki-laki lain berdiri di kaca depan kamar adiknya.
"Hae-hyung…" Siwon memanggil pelan sosok itu ketika sudah mengetahui siapa yang ada dihadapannya sambil menghampiri lelaki berusia 16 tahun itu.
Anak lelaki yang dipanggil 'Hae-hyung' itu tidak menjawab. Ia masih disibukkan memandang kedalam kaca yang ada dikamar Kyuhyun. Siwon menghampirinya dan menghela napas setelah melihat pemandangan dihadapannya. Lagi-lagi begini. Dongsaeng manisnya kini meringkuk dipinggir kasur dengan kedua tangan memeluk lutut dan menopangkan dagunya dikedua tangannya. Rambutnya terlihat sangat berantakkan, bibirnya yang selalu merah merekah kini berganti warna menjadi sangat pucat seakan tidak ada darah yang mengalir. Siwon rasanya ingin menceburkan dirinya kelaut ketika ia melihat mata indah adiknya yang selalu memancarkan sinar kebahagian itu kini terlihat kosong. Tubuh mungilnya tidak bergerak sama sekali seakan tak punya tenaga untuk menggerakkannya. Ini sudah memasuki minggu keempat atau sebulan sejak kejadian iu terjadi. Dan Kyuhyun tetap seperti ini. Tidak mau didekati oleh siapapun, ia akan berteriak minta tolong atau melemparkan barang-barang yang ada disekitarnya begitu mengetahui ada seseorang yang mendekati dirinya. Selama itu pula Kyuhyun tidak pernah keluar kamar ataupun menemui oranglain. Tak jarang Kyuhyun akan jatuh pingsan karena tidak menyentuh makanan yang diletakkan dipintu kamarnya. Bahkan Kyuhyun sempat hampir kehilangan nyawanya karena kekurangan nutrisi dan dehidrasi.
Siwon dan hyung-nya Jung Yunho yang selalu menjaga Kyuhyun, selalu berada disisinya walaupun tak jarang pula Siwon dan Yunho akan pulang dengan lebam atau luka gores akibat benda-benda yang dilemparkan oleh Kyuhyun ketika mereka berusaha mendekatinya. Tapi sikap Kyuhyun tersebut tidak mengurangi sedikitpun rasa cinta dan kasih yang mereka miliki untuk sosok mungil tersebut. Mereka mengerti bahwa adiknya mengalami pengalaman yang sangat buruk dan mereka akan berusaha menyembuhkan Kyuhyun bagaimanapun caranya.
"Kyuhyun akan dibawa pergi." Suara serak yang Siwon tau berasal dari sosok disampingnya segera mengalihkan atensi kepada asal suara itu.
"Apa maksud hyung?" Siwon mulai merasakan gelisah dihatinya, mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Dokter mengatakan bahwa Kyuhyun mengalami trauma yang sangat hebat sehingga membuatnya mengalami katakutan yang amat sangat kepada sesuatu yang mengingtakannya akan kejadian tersebut. Dan rumah inilah salah satunya. Untuk itu Kakek dan nenek Kyuhyun menginkan Kyuhyun untuk pergi ke tempat mereka." Tubuh Siwon menegang mendengar penjelasan dari Lee Donghae.
Kyuhyun akan pergi? Pergi meninggalkannya? Ia akan menjalani hari tanpa sosok yang diam-diam sudah mencuri segala perhatiannya itu? Ia tidak akan melihat wajah manis itu lagi? Ia tidak akan melihat tingkah dan ekspresi menggemaskan dari sosok mungil itu? Siwon tidak tau harus berseikap seperti apa. Seakan sebagian nyawanya terlepas begitu saja tanpa mampu ia pertahankan. Siwon ingin sekali menjerit, mengatakan kepada semua orang untuk tidak memisahkannya dengan sosok 'malaikat'nya itu, Siwon tidak sanggup. Ia akan melakukan apapun untuk kesembuhan Kyuhyun tapi tidak dengan berpisah dengan Kyuhyun. Tapi memang ia bisa apa? Ia hanya bocah kecil berusia 12 tahun yang tidak punya hak apapun untuk mengentikan niat nenek dan kakek Kyuhyun.
"Kami akan membawa Kyuhyun besok dengan membiusnya."
"Be-besok?" Siwon sekan lupa bagaimana caranya bernapas, sekan oksigen tidak mau masuk kedalam paru-parunya. Terasa sangat menyesakkan dan sangat menyakitkan.
Donghae mengarahkan wajahnya kearah samping tempat dimana Tuan Muda Choi menatapnya dengan raut wajah tidak percaya dan kesedihan yang sangat kentara. Donghae sangat mengerti apa yang anak lelaki ini rasakan. Ketika ia mengatakan hal yang sama kepada Yunho pun, anak berusia 14 tahun itu terlihat sangat marah. Yunho mencengkram kerah Donghae dan mengatakan bahwa Donghae berbohong. Choi Siwon dan Jung Yunho memang tidak akan bisa lepas dari Cho Kyuhyun.
Donghae hanya menganggukan kepalanya menaggapi pertanyaan Siwon. Tangan kananya mencengkram lembut bahu kiri Siwon. "Ini semua demi Kyuhyun. Ia akan kembali lagi pada kalian. Percayalah." Donghae tersenyum lembut dan meniggalkan Siwon sendirian didepan kamar Kyuhyun dengan wajah pucat.
Keesokan harinya, Siwon, Yunho, Tuan dan Nyonya Choi, serta Tuan dan Nyonya Jung hanya bisa melihat Kyuhyun yang meronta hebat ketika beberapa suster akan menyuntikan obat bius kedalam tubuh ringkihnya. Dan melihat tubuh mungil tak berdaya itu berada dipelukan Lee Donghae yang akan membawanya ke New York tempat dimana kakek dan neneknya berada. Choi Siwon hanya bisa melihatnya dan tidak mampu membawa tubuh itu kembali kedekapannya.
….
Choi Siwon mengusap kasar wajahnya, bukannya ia tidak berusaha untuk menemui Kyuhyun. Namun kakek dan nenek Kyuhyun selalu menghalanginya dengan alasan Kyuhyun belum sanggup mengingat semua yang terjadi di Korea. Siwon dan Yunho pun selalu berusaha menghubungi Kyuhyun secara diam-diam, namun entah bagaimana caranya nenek dan kakek Kyuhyun selalu berhasil menggagalkan niat mereka. Dan sekarang nenek dan kakek Kyuhyun sudah meninggal karena penyakit yang sudah lama mereka derita, dan sebut saja Siwon jahat karena jujur ia sangat senang mendengar kabar ini. Tak jauh berbeda dengan Yunho, ia sangat bahagia mengetahui penghalang terbesarnya untuk menemui adik manis-nya sudah tidak ada lagi. Akhirnya keluaga Choi dan Jung meminta Kuhyun untuk kembali ke Korea, lagipula ke-4 orangtua itu juga sangat merindukan Kyuhyun. Dan Siwon semakin merasakan kebahagiaan ketika mengetahui bahwa Kyuhyun menyetujuinya.
Choi Siwon selalu mengikuti perkembangan ataupun berita yang berkaitan mengenai dengan Kyuhyun. Ini sudah 14 tahun, dan Kyuhyun sudah tumbuh menjadi pemuda yang sangat mempesona. Ia tidak tau bagaimana nanti akan berhadapan dengan Kyuhyun, apakah ia bisa dengan bebas memeluk Kyuhyun, mencium pipi berisinya? Ahh Siwon tidak mau banyak menduga-duga, bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun saja sudah merupakan berkat yang berkelimpahan dalam hidupnya.
Drrt drrrtt drrrtt
Handphone Siwon bergetar, menarik kembali Siwon kedalam dunia nyata. Siwon tersenyum sekilas saat melihat nama yang tertera dilayar handphone-nya
"Yoboseyo hyung"
"…"
"Ahh aku masih dikantor hyung, aku akan segera berangkat."
"…."
"Tentu saja. Hati-hati hyung. Sampai bertemu dirumahku."
Siwon memutus sambungan telepon itu dan segera berdiri untuk pergi menuju rumahnya. Kurang dari 1 jam lagi ia akan bertemu dengan BabyKyu-nya. Siwon tersenyum tulus.
…..
Jung Yunho mengendarai mobil mewahnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman keluaraga Choi. Yunho sudah sangat menungu hari ini, dimana ia akan bertemu langsung dengan Kyunnie-nya setelah 14 tahun waktu dengan tega memisahkannya dengan cintanya. Yunho tidak sabar melihat sosok itu secara langsung. Apakah ia sama dengan foto yang sudah banyak ia kumpulkan dihandphone? Atau bahkan lebih mempesona? Ahhh Yunho benar-benar sudah tidak sabar. Kurang dari 20 menit lagi ia akan sampai dikediaman keluarga Choi dimana Ayahnya, Ibunya serta Tuan dan Nyonya Choi mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Kyuhyun. Yunho mengambil hanphonenya untuk menelepon seseorang.
"….."
"Siwon-ah, kau sudah dimana? Hyung sebentar lagi sampai dirumahmu."
"…."
"Ahh nde, baiklah. Jangan sampai telat Siwon-ah."
"…."
"See you."
Yunho kembali memasukkan hanphonenya. Ia segera menancapkan gas menuju rumah keluarga Choi.
….
Tubuh Cho Kyuhyun masih tetap terdiam ditempatnya, tak menyadari bahwa ke-6 orang tersebut telah melangkah menuju kearahnya dengan wajah berbinar. Kyuhyun merasakan seseorang merengkuh tubuhnya, membawa Kyuhyun kedalam sebuah pelukan yang sudah lama tidak dirasakannya. Namun tubuh itu tetap tidak bereaksi, ia tidak membalas pelukan yang sarat akan kerinduan tersebut. Seolah rohnya tidak berada didalam raga mengagumkan itu.
Nyonya Jung yang tidak merasakan respon apapun dari Kyuhyun segera melepas pelukannya dan melihat kearah Kyuhyun. Mata indah Kyuhyun memang mengarah kepada Nyonya Jung, tapi seperti tidak melihatnya. Tatapan itu tidak fokus, ia seperti melihat tembus pandang.
"Kyu.." Nyonya Jung mengangkat tangannya ingin menyentuh pipi Kyuhyun namun sebelum itu terjadi sebuah tangan yang terasa dingin menghentikan kegiatannya dan membawa tangan itu seperti semula. Nyonya Jung sangat terkejut karena pemilik tangan tersebut adalah Cho Kyuhyun. Begitupun ke-5 orang lainnya dan Lee Donghae yang sedari tadi hanya diam menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya.
"Selamat malam, maaf bila saya datang terlambat. Jalanan sedikit macet tadi." Kyuhyun membungkukan badannya hormat kepada 6 orang dihadapannya. Kalimat yang terdengar formal dan diucapakan dengan nada datar tersebut sangat menyakitkan telinga bagi yang tidak terbiasa mendengarnya.
"Kyuhyun… Kamu kenapa chagi? Kenapa bersikap seperti ini kepada kami? Kami keluargamu.." Nyonya Choi mencoba mendekati Kyuhyun, suaranya terdengar begetar. Sedih melihat pemuda yang ia anggap seperti anaknya sendiri memperlakukan mereka seperti orang asing. Namun hal itu malah membuat Kyuhyun mundur 1 langkah.
Tubuh Kyuhyun bergetar. Ia merasa bahwa ada yang salah. Salah satu dari mereka. Senyum salah satu dari mereka terlihat begitu mengerikan. Cho Kyuhyun dapat merasakannya, ada aura kejam yang seakan ingin menghabisinya saat ini juga. Ia merasa limbung dan ia merasa seseorang menopangnya dari belakang.
T B C
Huaa maaf ya kalau ada yang kecewa dengan ceritanya agak-agak aneh emang.
Dan tau kok emang ini ga begitu panjang juga. Tapi memang jatah cahpter awal segini-segini dulu. Biar pemenggalan ceritanya teratur hehe
Dan buat meimeimayra ini gak pure brothership kok, ada boyslove nya :)
Terimakasih banyak yang sudah mereview, mem-favorie, dan mem-follow ff aneh ini ^^
Gomawo sudah membaca and... Mind to Review? ^o^
