Sudah satu minggu lebih ia habiskan membantu Newt di ladang atau membantu memotong kayu. Thomas sangat bosan, ia ingin sekali melangkah keluar dan menelusuri dinding yang membuatnya setengah mati penasaran. Minho boleh keluar, kenapa dia tidak?

Tapi Thomas berjanji kepada Newt, dia tidak akan masuk ke dalam Maze. Tapi banyak yang belum ia ketahui, seperti... Griever dan stung. Lalu ia pernah tidak sengaja mendengar Alby dan Newt berbicara tentang Crank? Sepertinya begitu, kenapa ia tidak boleh tahu?

Mungkin Chuck tahu, pasti dia tahu, Chuck di sini lebih lama dari Thomas. Thomas harus bertanya.

"Hey Chuck!" Chuck tersenyum simpul, ia sedang mengerjakan sesuatu dengan dedaunan, Thomas pun duduk di sampingnya.

"Ada apa Thomas? Kau mau bertanya tentang Newt lagi?" Thomas terdiam, dia mungkin sedikit bersemu tapi tingkahnya yang tidak nyaman membuat Chuck tersadar ia salah berbicara.

Tapi kalimatnya benar, Thomas sering bertanya tentang Newt mulai hal kecil seperti kegiatan yang ia suka atau waktu luang Newt dan sebagai macam lainnya. Chuck terkadang tak punya jawaban dan sempat bertanya kenapa, Thomas tak bisa mendapat kalimat yang bagus saat itu.

"U-uh, aku hanya penasaran? S-seperti aku penasaran tentang Minho uh dan Alby."

"Tapi seseorang tak akan penasaran tentang hobi dan kesukaannya kau tahu? Kau juga hanya bertanya tentang Minho soal Runner!" Chuck tertawa tapi ia meminta maaf, Thomas hanya mendengus ia juga heran kenapa dirinya tertarik dengan Newt.

Ia tertarik kenapa Newt berbeda dengan lainnya, menurutnya Newt paling mudah diajak bicara tapi misterius, banyak kisah yang ia tak tahu, sebaliknya ia juga tidak tahu dengan jati dirinya.

Thomas kini menepis pikirannya tentang kejadian itu, lalu ia mulai bertanya mulai dari Griever. Ekspresi Chuck tidak lain hanya memasangkanraut kecewa, ia hanya tahu dikit. Soal dari penampilan buruk Griever dan bahaya stung, ia bilang jika terkena Stung maka kau akan menjadi Crank. Thomas mulai mengerti, seseorang yang terkena sengatan Griever berarti ia terkena stung, dan bagi pengidapnya adalah Crank.

"Apa kau pernah lihat Crank?" Chuck menggeleng, ia tidak mau bertemu dengan salah satunya, terlalu sayang kepada nyawanya.

"Aku hanya penasaran tahu, tapi bagaimana dengan Maze?" Chuck menghela napas.

"Thomas, kau bertanya tentang Maze dua kali lebih banyak dari pada kau bertanya tentang Newt." Thomas pura-pura tersedak, iya kah? Ia hanya merasa bertanya satu atau dua kali.

"Bertanya tentang siapa?"

Lalu semuanya terdiam, Chuck tersenyum tepatnya, sedangkan Thomas kagetnya ia gugup sekali. Barusan itu suara Newt, dan parahnya ia mungkin mengetahui apa yang mereka bicarakan. Ia tak mau Newt mengira dirinya aneh seperti stalker!

"H-hai Newt!" sapa Thomas, gugup sekali sampai-sampai gagap.

"Oh hai Thomas!" Newt tersenyum dan bertanya apakah Thomas ingin membantunya lagi, Thomas mengangguk lalu ia berpamit kepada Chuck.

"Berjuang bung!"

Chuck mengancungkan jempol dan mengedipkan matanya, Thomas tidak tahu maksudnya apa dan dia hanya mengangguk entah itu jawaban bagus atau buruk. Lalu di sinilah dia, bersama Newt mencangkul dan menanam bibit tumbuhan, kadang mereka berbincang pendek soal tanaman, Newt sepertinya menyukai tanaman bunga.

"Kenapa kita tak tanam bunga?" Newt menggeleng sedih, Gladers tidak dikirimkan bunga, kadang kalau ia beruntung ia menemukan bunga liar.

"Bagaimana kalau kau ambil air di sumur? Sepertinya tanaman satu ini membutuhkan Zat Hara lebih banyak daripada lainnya, kau bisa kan? Atau aku suruh Scott menemani mu?"

Thomas mungkin sudah seminggu tapi ia tak mengingat Scott, mungkin akan canggung jika ia pergi bersama orang tak dikenal, jadi ia menggeleng pelan dan tersenyum.

Sepanjang perjalanan, Thomas berpikir... kritis. Entah kenapa ia sering melakukannya, paling banyak tentang Newt- maksudnya The Maze. Ia selalu berpikir, seseorang berkata Maze akan berubah setiap malam dan tak ada seseorang yang hidup setelahnya. Apa yang terjadi jika ia yang terjebak? Apakah ia hidup? Apakah ia akan selamat dari Griever? Bagaimana dengan yang terkena stung? Apa mereka di dalam Maze atau dimakan Griever?

Sejuta pertanyaan di pikirannya dan pada akhirnya ia tersesat di sebuah hutan, ia tak terlalu mengenal jalan ini mungkin jika ia terus berjalan ia menemukan sesuatu menarik. Tapi bukankah ia harus mengambil air? Nah, nanti saja.

Thomas berjalan, menelusuri pepohonan yang menjulang tinggi, lalu... ia berpikir sekali lagi. Apa di dalam hutan ini ada binatang buas? Kalau ia diserang bagaimana? Apa dia harus melawannya? Dan pada saat itu, ia mendengar sesuatu.

Seperti erangan..? Erangan manusia kah? Tapi raungannya seperti serigala yang kelaparan. Hidungnya pun mengkerut, bau busuk menusuk indra penciumannya, Thomas pun harus menjepit dengan tangannya tak kuat dengan bau... daging?

Dengan bodohnya, Thomas melangkah lebih maju dan berhati-hati, kepalanya mengadah melihat penyebabnya. Dan saat itulah, ia merasakan ketakutan yang hebat.

Ia melihat Ben sedang memakan... mayat.

Thomas mundur kebelakang dan tersandung, suaranya cukup berisik hingga Ben? Hingga Ben mendengarnya. Ia mengaung, dan menggeram. Matanya yang buas menatap Thomas di sebrang sungai kecil. Thomas gemetar, ia tak tahu harus berbuat apa tapi pikirannya memaksa badannya untuk lari.

Lari dari makhluk itu.

Thomas membenarkan dirinya lalu berlari dengan kencang disusuli oleh Ben yang ganas. Thomas ingat sekali dengan penampilan Ben, giginya yang bersimbah darah dan matanya yang menyalak lalu saraf di dalam badannya menonjol keluar cukup membuat Thomas takut.

Ia harus berteriak meminta tolong, suaranya tercekat di tenggorokan tak sanggup untuk bersuara. Thomas rasanya ingin menangis, tapi ia tahu itu bukan hal yang tepat untuk sekarang. Di belakang, Ben terus menggeram dengan suara inhuman seolah-olah ia ingin sekali menerkam Thomas.

Kabar baiknya Thomas melihat sebuah cahaya terang di depannya, ia sedikit lega dan ia dengan sekuat tenaga yang tersisa ia berteriak.

"TOLONG! SESEORANG TOLONG DIRIKU!" teriakannya menggema.

Orang yang pertama kali ia lihat adalah Newt.

Newt tak jauh dari tiga meter terbelalak melihat Thomas yang ketakutan, Thomas senang melihat Newt sekaligus khawatir, dirinya terlihat sekali seperti pengecut. Tapi kasus yang satu ini? Ia bertaruh siapapun akan kencing di dalam celananya.

"Holy shank! SESEORANG BANTU DIA!" Newt berteriak menarik Thomas yang sudah mendekatinya ke belakang lalu mengambil cangkulnya dan lima sampai tujuh orang datang membantunya.

Semua berekspresi sama, ketakutan dan kebingungan. Ben terkena stung pastinya, dan sepertinya mereka terkejut Ben yang tadinya berlari ganas langsung mundur ketakutan.

"T-tolong a-aku..!" Ben meronta kesakitan, dan menangis, ia berteriak untuk diselamatkan tapi semua orang tak tahu harus berbuat apa.

Thomas contohnya yang entah kenapa berharap Ben menghilang, ia terlalu takut menghadapi Ben, katakan ia pengecut tapi itu hal yang tak terduga dan tak ada yang bisa menyalahkannya.

Alby datang bersama Minho yang sudah balik, mereka berdua sepertinya sedih dan mengerti apa yang harus dilakukan. Ben ditangani 6 orang, mengikatnya dan mengancam untuk tidak berbuat seenaknya. Di lain sisi, Ben masih meraung dan menangis, kondisinya mulai tersadar tapi saat Alby menyuruh membuka kausnya, tanda-tanda Crank tercetak jelas.

Thomas menghela napas, dibawa oleh Jeff lalu diberi teh hangat, Jeff berpamitan untuk melihat kondisi Ben dan meninggalkannya sendirian. Thomas mengangguk, ia juga butuh waktu sendiri akibat tadi, tapi ia juga ingin seseorang menemaninya dan memberi kalimat-kalimat manis. Ia butuh seseorang.

"Merasa tidak nyaman?"

"Shuck!" dirinya terkejut, tak berespektasi seseorang akan datang mengejutkannya lagi adalah Newt.

Newt datang dengan senyuman khasnya, Chuck bilang Newt jarang tersenyum tulus dan lebih menampilkan senyuman simpatinya entah untuk hal baik atau buruk tapi ia selalu menolak apapun.

Newt duduk di sebelah Thomas tanpa mengajukan pertanyaan, lalu keheningan melanda mereka berdua. Thomas menyukainya entah kenapa, terasa nyaman sekali daripada canggung. Newt juga nyaman dengan keheningan ini.

"Bagaimana kondisi mu?" Thomas terkejut sedikit, lalu tersenyum, ia juga heran kenapa selalu tersenyum kepada Newt.

"Buruk..? A-aku tidak tahu Newt, entah kenapa Ben terlihat sangat mengerikan..." sahutnya jujur, Newt mengerti, Thomas tidak pernah melihat Crank sebelumnya.

"Jangan khawatir, kau mempunyai kami."

Kami.

Thomas kecewa, ia kecewa, sangat kecewa. Lubuk hatinya mengatakan kecewa sekali. Ia sedikit berharap Newt mengatakan hal lain entah apa itu, rasanya kalimat Newt terasa hambar.

"Mungkin... dan aku ingin memberi mu sesuatu?" Newt menoleh, matanya tepat berhadapan dengan Thomas.

"Bolehkah aku menjadi Runner?"

Lalu mereka berdua diam. Thomas tidak pernah bertanya soal Runner dan Maze semenjak mereka duduk di bawah pohon rindang, lalu kejadian Ben tambah mengusiknya. Ia ingin sekali membuka rahasia Maze di luar sana.

"Tidak! Jangan oke?" mengejutkan sekali Newt tetap bersih kukuh menolak permintaan Thomas, tapi dilihat-lihat ia seperti meminta izin kepada Ibunya?

"Tapi Newt, apa masalah mu? Aku sangat penasa-"

"Tolong Tommy jangan!"

Deg.

Semuanya seperti slow motion, kalimat barusan keluar secara mulus dari Newt, barusan ia bilang apa?

"Tommy..?" Newt terkejut lalu menutup mulutnya, wajahnya mulai bersemu merah dan membuatnya semakin imut.

Tunggu imut? Sejak kapan Thomas berpikir Newt itu imut? Bukan kah ia laki-laki?

"M-maafkan aku! Aku t-tak sengaja!" Newt tergagap, matanya terarah sudut yang lain, tangannya gemetar.

Thomas awalnya terdiam tak tahu apa yang terjadi dan selanjutnya ia tertawa lepas, baru saja Newt gugup? Dan malu? Kenapa ia terlihat sangat menggemaskan. Tunggu, menggemaskan? Kenapa otaknya berkata Newt menggemaskan? Apa itu hal yang biasa dikatakan seorang teman?

Lalu tangan kanan terkutuknya yang tak sengaja sekali, mengacak-acak rambut Newt dengan tawanya kian mereda. "T-Thomas?"

Thomas membeku, baru saja ia mengubris rambut Newt. Oh my shucking goodness, apakah teman akan melakukan seperti ini?

Thomas menarik tangannya, kini ia yang malu dan wajahnya bersemu merah padam. Newt menatapnya, bagus sekali, sekarang Newt mengira dirinya aneh. Atmosfir di antara mereka berdua semakin menipis, kecangunggan membuat mereka enggan berbicara, keduanya hanya terdiam dan tersenyum malu. Tapi Thomas? Mengacak-acak rambut Newt? Itu baru definisi sangat malu.

"T-tidak apa-apa. A-aku menyukainya." Newt berbicara, lebih tepatnya seperti keceplosan.

Reaksi tubuhnya juga syok mendengar suaranya sendiri, barusan ia mengatakan kalau ia suka? "M-maksudnya aku suka k-kau tak memikirkan t-tentang p-pertemanan kita."

Pertemanan ya? Thomas menghela napas, tentu saja Newt mengatakan teman, ia juga merasa Newt merupakan sahabatnhya.

"Aku juga tak masalah dengan nama Tommy." Newt mengadah, ia menatap Thomas dengan tatapan tak percaya.

Thomas menyukai panggilan Tommy-nya? Yang benar? Tunggu, ia kan tak berkata menyukainya, mungkin Thomas hanya tidak terlalu risih.

"Aku akan memanggil mu Thomas jika kau tak keberatan." kalimatnya terdengar aneh, bagus sekali Newt.

"Tidak! Tidak! M-maksudku, kau bisa memanggil ku Tommy jika kau suka. A-aku menyukainya kok."

Thomas baru saja berkata ia menyukai panggilan Tommy. Jantung Newt pun berdetak lebih cepat daripada biasanya, perutnya seperti ada kupu-kupi berterbangan, dan ia tak bisa menahan senyumannya.

"O-oke, Tommy!" ucapnya terlalu bersemangat, untuk kedua kalinya ia ingin mengutuk dirinya.

Thomas tertawa sekali lagi dan tangannya masih ia simpan, dalam hati Newt. Ia merasakan sesuatu yang aneh saat Thomas menyentuh- Thomas mengelus rambutnya, seperti sengatan yang menyenangkan. Ia ingin merasakannya lagi, tapi dengan apa? Ia merasa hanya Thomas yang membuatnya seperti itu.

Mungkin saja persahabatan mereka semakin erat dan Newt menyukainya sebagai sahabat. Sahabat yang baik, sahabat yang dapat dipercaya, dan harus dilindungi.

Tapi dalam kenyataan, dirinya lah yang tak bisa melindungi dirinya sendiri. Newt terasa... menyedihkan.

"Kalau begitu, ayo kita lihat Ben..."Thomas tersenyum dan berdiri dari tempatnya.

"Tommy."


a/n: akan terasa nyaman jika kalian membaca chapter selanjutnya di Wattpad saya dengan nama pena 'Kagsrai' karena saya sudah publish chapter ke-12.