Spy is My love, My life, and My adventure

Disc : Masashi Kishimoto

Spy is My love, My life, and My adventure : Ivera1412

Rated : T

Genre : Romance, family, action, comedy.

Pair : SasuFemNaru, ItaFemKyuu

Warning : FemNaru, OOC, tyopo and miss typo, cerita amburadur, alur acak-acakan.

(Ivera1412)

"Lambat, Kau telat 1 menit 47 detik dari janjimu Naru." Kyuubi berkacak pinggang didepan kantornya.

"Silahkan salahkan orang yang ada disampingku." Tunjuk Naruto pada Kakashi yang cengengesan tak jelas.

"Senior Kakashi daripada Anda berdiri disitu akan lebih baik Anda melapor pada Komandan soal Misi yang baru Senior selesaikan, Aku mau berbicara dengan Naruto, dan itu berdua,"

Kakashi mengendikan bahunya menuju ruangan sang atasan, sementara Naruto dan Kyuubi masuk kedalam ruangan milik Mereka berdua.

"Jadi?"

"Jejak terakhir 'Mereka' ada di daerah Tokyo distrik para elit tinggal. Ini akan sulit, Kau harus menyusup ketempat salah satu kalangan elit." Kyuubi menjelaskan langsung pada inti, Naruto yang sudah mengerti hanya mengangguk faham.

"Dan Bukankah Kau memiliki kenalan elit?" tanya Kyuubi.

"Ahh maksudmu Uchiha? Bicara tentang Uchiha, tadi Aku bertemu Itachi-nii, Dia titip salam pada Nee-san. Kenapa tak coba terima Nii-san saja, Dia tampak serius mengejar Nee-san."

"Dia itu hanya penasaran padaku karena Aku terus menolak ajakan kencannya sampai berkali-kali, Dia pasti akan menyerah beberapa bulan lagi, jangan anggap perkataannya serius. Nah kembali ke misi, Apa yang akan coba Kau lakukan?"

"Mudah, Aku hanya perlu meminta Paman Fugaku untuk memasuki lingkungan keluarga Uchiha dan tentu saja dengan penyamaran. Sisanya akan Aku jelaskan nanti."

"Kau yakin? Kau pasti akan bertemu dengan mantanmu, apa tak apa?" tanya Kyuubi khawatir.

"Tenang saja, Aku bisa kendalikan diri, lagipula sebelum kesini Aku bertemu dengan pria itu di makam Menma." Ujar Naruto dengan nada santai, namun tersirat rasa pilu.

"Apa yang dilakukannya padamu?" tanya Kyuubi

"Dia menyapaku, dan Dia bilang Dia sangat merindukanku. Namun untung ada Kakashi-nii, Aku sedikit kehilangan kendali saat itu, Aku menangis dihadapan Kaka-nii."jawab Naruto.

"jangan Kau tahan emosimu, Kita bukanlah boneka Negara. Kita manusia dengan pekerjaan sebagai Spy. Jangan mencoba menjadi Spy tanpa identitas, Kau akan kehilangan jati diri jika seperti itu terus." Kyuubi menasehati. Bagaimanapun Dia sudah banyak melihat saat seorang mata-mata membuang emosinya, mata-mata itu dalam beberapa waktu kedepan akan kehilangan rasa percaya pada dirinya sendiri hingga berakhir dengan mempertanyakan siapa dirinya, itu hal yang paling menakutkan bagi Kyuubi, seperti patnernya yang dulu yang kini sudah meninggal akibat misi terakhir.

"Jangan khawatir Nee-san, Aku akan selalu menjadi diriku, Aku akan selalu menjadi Uzumaki Naruto, karena jika Aku membuang identitasku maka Aku sama saja membuang Menma, membuang masa laluku yang seorang pembunuh, Menma pasti akan marah jika Aku melakukan hal itu." Naruto menatap langit dari jendela, dan tersenyum kecil membayangkan jika saja Menma ada.

"Ahh. Sial, Naru Aku pergi dulu, Aku lupa harus menghadiri rapat disekolah puteraku Sousuke, Jaa..." Kyuubi melesat pergi meninggalkan Naruto yang masih betah melihat langit dari balik jendela.

(1412)

"Dan kenapa Kau ada disini keriput menyebalkan?!"

"Konichiwa Kyuu, Kudengar ada rapat orangtua, karena Kau sepertinya terlambat makanya Aku datang menggantikanmu. Tak apa bukan?" Itachi tersenyum dengan ramahnya yang tentu saja Kyuubi menganggap acuh tak acuh.

"Lalu dimana Sou?"

"Ahh Dia tadi pamit untuk mengerjakan tugas kelompok dirumah temannya,"

"Ck anak itu, Lalu apa hasil rapatnya?" tanya lagi Kyuubi.

"Ah, Bagaimana Kita membicarakannya di Kafe," ujar Itachi dengan penuh harap.

"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan. Tapi demi puteraku baiklah Kita bicara di kafe."

" Kita kencan?" dengan penuh semangat Itachi menggiring Kyuubi kedalam mobilnya dan memang kebetulan Kyuubi ke sekolah tadi menggunakan taxi.

"Dalam mimpimu." Tanggap Kyuubi

"Bagaimana kalau Kita makan di Kafe Naruto?" Itachi memberi saran.

"Naruto sedang tidak ada di kafe,"

"Aku tahu, Kita kesana sebagai pengunjung,"

"Hn. Baiklah."

Hening. Percakapan berhenti sampai disitu, sebenarnya Itachi ingin berbicara banyak dengan Kyuubi namun sepertinya Kyuubi tak ingin mengobrol dengannya. Selalu seperti ini, Kyuubi terlalu menjaga jarak.

"Naruto bertemu adikmu di makam Menma."

Entah keajaiban apa Kyuubi membuka percakapan dengan dirinya.

"Aku tahu, Aku yang memberitahu Sasuke jika hari ini Naruto pasti akan datang ke rumah sakit itu."

'Kenapa Kau lakukan itu?" tanya Kyuubi tak suka dengan tindakan Itachi.

"Ayah mengingnkan Naruto hidup normal. Dia ingin Naruto menjadi menantunya, karena hanya Naruto yang bisa membuat Sasuke berekspresi, dan Ayah memang selalu menyukai Naruto, wanita pintar dan banyak talenta. Dan Aku mencoba menyatukan kembali Mereka."

"Berlebihan, Ayahmu hanya beberapa kali bertemu Naru, tak mungkin langsung menyukainya,"

"Kau tak pernah tahu Kyuu. Uchiha selalu menilai orang saat pertama mereka bertemu. Menilai keseluruhan orang tersebut, dan Ayah sudah menilai Naruto sama sepertiku saat melihat Naruto pertama kali Aku sudah menyukai sifatnya yang ceria, kupikir Dia cocok dengan Sasuke yang beraura gelap dan pendiam."

"Hn. Terserah Kau mau bilang apa,"

"Dan kesan pertamaku saat melihatku adalah Aku kagum, terpesona sekaligus jatuh cinta untuk pertama kalinya. Kau membuatku gila Kyuu,"

"Dan Kau mengatakan itu pada semua wanita yang Kau temui."

"Tidak, Aku mengataknya hanya padamu,"

"Itachi Kita sudah sampai, Ayo keluar."

Itachi menghela nafas, sulit sekali menaklukan wanita ini, harus Dia apakan agar wanita ini meliriknya. Belum cukup Dia mendekati putera dari wanita yang membuatnya jatuh cinta.

"Apa yang Kau lakukan keriput, cepat keluar." ajak Kyuubi yang tengah merapihkan rok kerjanya yang sedikit kusut. Siapa yang akan menyangka jika wanita dengan pakaian kantor itu sebenarnya agen Spy Jepang yang tak akan ragu membunuh jika memang itu diperlukan dalam misi. Dan Itachi menyukai wanita yang berbahaya ini.

(1412)

"Ayah, Apa Kau tahu tentang Naruto yang ada di Tokyo?"

"Kau datang berkunjung kesini hanya untuk menanyakan hal itu. Tak bisakah Kau rubah sifat jelekmu itu Sasuke?" Fugaku menutup buku yang dibacanya menatap sang putera dari balik kacamata bacanya.

"8 tahun Kau membohongiku Ayah. Kenapa? Yang kuinginkan hanya hidup bersama Naruto seperti dulu."ujar Sasuke.

"Hahaha. Sasuke, Kau terlihat sangat menyedihkan nak. Apa Kau sangat mencintai wanita itu. Sudah 8 tahun Kau tak bertemu dengannya. Bagaimana Kau lupakan saja Dia dan mencari wanita lain."

"Jangan bercanda Ayah, Aku hanya ingin Naruto."

"Baiklah. Aku akan memberi tahu semua tentang Naruto, maka dari itu hentikan permintaan konyolmu pada Shikamaru. Kau terlalu menyusahkan orang lain."

"Jangan memandangku seperti itu, Aku Ayahmu Aku tahu tabiat baik dan burukmu."

"Aku pamit undur diri Ayah." Pamit Sasuke, tak mau berdebat hal seperti itu dengan Ayahnya yang sama keras kepalanya dengan dirinya.

"Ya. Besok kembalilah, Aku akan menceritakan tentang Naruto padamu, lebih baik Kau istirahat yang cukup, Kau terlihat lebih kurus." Sasuke mengganguk dan berjalan keluar perpustakaan pribadi milik Fugaku.

(1412)

Drrt. Drrt.

Handphone milik Fugaku berdering, melihat nama yang tertera di ponselnya Fugaku tersenyum kecil, mungkin benar Dewi Fortuna selalu berada disampingnya, kapanpun dan dimanapun.

"Moshi-moshi..." Fugaku mengangkat teleponnya.

'Ah Paman, bagaimana kabar Paman?" tanya orang yang diseberang telpon yang ternyata adalah Naruto, calon menantunya dimasa yang akan mendatang.

"Ah Naru-chan. Kabarku baik, ada apa? Tidak biasanya Kau menelpon. Ada yang bisa Aku bantu?" tanya Fugaku.

Yang disebrang telpon tertawa canggung, ketahuan jika Dia mau meminta bantuan dari pria yang merupakan kepala klan Uchiha itu.

'Ettoo.. Begini paman, Aku ada sebuah misi dari kantor, Misi ini cukup sulit, misi ini ada dikawasan elit, Aku tak bisa masuk begitu saja kedalam kalangan atas. Aku ingin paman membantuku."

Ahh Misi lagi. Memangnya wanita diseberang sana tidak ada fikiran untuk berhenti dari pekerjaannya yang berbahaya itu? Lebih enak menjadi menantu dari Uchiha. Semua yang diinginkan wanita itu pasti akaan terkabul.

Tunggu dulu. Menantu? Ahh sepertinya Dia memilki ide yang cukup gila.

"Hmm. Itu cukup sulit, tapi sepertinya ada satu cara..." Fugaku berbicara sedikit ragu, meski itu akting namun cukup meyakinkan ditelinga milik Naruto.

'Apa itu paman?" tanya Naruto antusias.

"Kau harus masuk kedalam keluarga Uchiha, dan untuk meyakinkan para elit kenalanku Kau harus menjadi orang terdekat, misalnya calon menantu."

Tak ada respon. Fugaku yakin jika wanita itu tengah membeku kaku. Kenapa Naruto harus menelpon, kenapa tidak menggunakan video call saja, agar Dia bisa melihat ekspresi wanita yang amat sangat dicintai putera bungsunya.

"A-ah, maksudnya pura-pura menjadi calon isteri Itachi-nii?" tanya Naruto memastikan.

'Bukan Itachi. Tapi Sasuke."

Hening kembali, Ahh bolehkah Dia tertawa mendengar suara helaan nafas Naruto yang terdengar seperti ingin mati itu. Oke tapi itu OOC sekali, jadi Dia tak akan melakukan hal itu.

"Akan kufikirkan, A-Ah sepertinya Komandan mencariku, Jaa paman, Aku akan menghubungi Paman lagi.

Tuut. Tuut. Tuut.

Fugaku tersenyum kecil, mendengar suara panik Naruto ternyata cukup menghibur.

(1412)

Naruto menatap telpon genggamnya. Dia tahu Fugaku sangat meninginkan Naruto kembali pada Sasuke. Awal pertemuannya dengan Fugaku adalah saat dirinya masih tinggal bersama Kakashi 6 bulan setelah menghilang dari kehidupan Sasuke.

Fugaku tiba-tiba datang ke apartemen milik Kakashi diiringi dengan Itachi yang menatapnya penuh permintaan maaf. Sepertinya Itachi ketahuan menyembunyikan dirinya.

'Aku selalu memonitor kedua puteraku. Entah itu Itachi maupun Sasuke. Dari mulai keuangan, sampai kehidupan pribadi Mereka. Dan Itachi adalah orang yang sangat sulit untuk dimonitor, Dia lebih licin,. Namun Dia ceroboh, pengeluarannya tiap bulan tak seperti biasanya,dalam 6 bulan terakhir Dia cukup boros dan Aku curiga kemana uang itu pergi. Mungkinkah Itachi memiliki seorang wanita yang membuatnya bertekuk lutut. Dan hasilnya cukup mengejutkan. Wanita itu ternyata uzumaki Naruto, gadis yang dicari putera bungsuku. Katakan, Apa Kau memanfaatkan Itachi?"

'Jika Aku bermaksud memanfaatkan Itachi-nii mungkin itu sudah kulakukan dari dulu Uchiha-san . Saat pertemuan pertama kami. Daripada memilih Sasuke yang menjauh dari Uchiha dan mencoba mandiri mungkin Aku akan berpaling pada Itachi-nii yang sudah terlihat mapan. Namun Aku tak akan melakukan hal yang menjijikan seperti itu.'

Dan untuk pertama kalinya Itachi melihat Fugaku tertawa.

"Kau menarik nak. Perkenalkan Aku Uchiha Fugaku. Semoga saja Kau bisa menjadi menantuku.'

Dan Naruto hanya bisa melongo mendengar penuturan Fugaku yang tiba-tiba.

Mengingat pertemuan pertamanya dengan sang Kepala klan uchiha membuat Naruto menggelengkan kepala. Kenapa para Uchiha itu keras kepala dan tak mau menyerah? Ahh dan sialnya Misi ini penting. Haruskah dia menerima tawaran Fugaku menjadi menantu pura-pura? Arrgghh... Dia tak bisa membayangkan hal itu.

Tuhan sepertinya membenci dirinya. 8 tahun kejayaannya yang tak pernah sekalipun bertemu dengan sang mantan harus berakhir karena misi konyol namun penting ini? Takdir sepertinya mentertawakannya.

(1412)

"Kyuu-ne Aku mau mati saja..." rengek Naruto dari seberang telpon.

Kyuubi menatap Itachi yang tengah tersenyum sambil melihat handphonenya.

"kenapa? Ceritalah." Ujar Kyuubi.

Naruto menceritakan percakapannya di telpon dengan Fugaku, Kyuubi hanya mendengarkan tanpa menyela.

"Kau kemarilah. Aku ada di kafe dengan Itachi." Perintah Kyuubi yang langsung menutup telponnya.

Kyuubi menatap Itachi dengan pandangan menusuk dan menyelidik., " Apa?" tanya Itachi dengan wajah polos yang sangat tak cocok menurut Kyuubi.

"Kau pasti sudah tahu dari Ayahmu" ujar Kyuubi.

Itachi mengendikan bahu, "keriput, Aku serius!" desis Kyuubi berbahaya.

'Ituurusan Mereka. Meski Aku tahu Aku tak bisa melakukan apapun, Jika Ayah sudah memutuskan satu hal itu sulit dirubah dan sifat itu menurun pada Kami. Contohnya sasuke, Dia sudah bersabar 8 tahun dan hanya mencintai satu wanita dan itu tak bisa dirubah, termasuk Aku yang akan terus mengejarmu dan membuatmu menjadi Uchiha Kyuubi, itu tak akan pernah berubah Kyuu," ujar Itachi serius.

Kyuubi cukup tertegun dengan pernyataan Itachi, namun wajahnya kembali normal dan menatap tak suka pada Itachi, "Dalam mimpimu, lagipula kenapa Kau memilihku? Kau tak tahu Aku sudah memiliki seorang putera berusia 13 tahun? Menyerahlah, lagipula tak ada ruang dihatiku untukmu."

"Aku akan merubah hatimu."

Keduanya bertatapan serius.

"Anoo... Kalian mau pesan apa?" tanya Konohamaru yang ternyata sudah berdiri sedari tadi disana.

"Seperi biasa yaa Konohamaru-kun." Ujar Kyuubi ramah.

"Kalo Itachi-nii?" tanya Konohamaru.

"Aku samakan saja dengan Kyuubi." Jawab Itachi yang masih tetap menatap Kyuubi.

"Kenapa Kau bisa ramah pada orang lain sedangkan padaku Kau selalu ketus?" tanya Itachi.

"karena Kau menyebalkan dan Aku tak suka padamu."

"Benarkah. Wahh terima kasih atas sanjungannya Kitsune-chan."

Deg.

Kata-kata itu seperti...

"Kyuu-ne..." Naruto datang tiba-tiba memeluk Kyuubi hingga lamunannya buyar.

"Naru..."

"Itachi-nii maukah Kau menjadi calon suamiku dan agar Aku bisa menjadi menantu pura-pura Paman dan masuk kedalam kangan elit."

Pernyataan Naruto membuat Itachi mengerutkan keningnya, dan membuat Kyuubi melongo.

"Maaf Naru, Tapi calon isteriku hanya Kyuubi seorang. Kau sudah kuanggap sebagai adikku." Itachi sok mendramatisir.

"Oii.. pernyataan sepihak macam apa itu." Ujar Kyuubi tak terima.

"Uggh Misi ini penting, tapi Aku juga tak mau menerima tawaran paman yang pasti banyak memiliki tipu muslihat dan jebakan." Naruto membenamkan kepalanya kebawah meja, frustasi sepertinya.

"Ah. Naru-nee, okaeri. Mau kusiapkan sesuatu untuk dimakan?" tanya Konohamaru yang membawa pesanan Itachi dan Kyuubi.

"Tidak, Terima kasih. Ah tunggu, Aku mau Black coffe. Tanpa gula seperti biasa." Pesan Naruto.

Itachi sangat menyukai jika Naruto memiliki ekspresi. Jarang-jarang Dia melihat wajah Naruto seperti ini. Biasanya gadis 25 tahun ini akan tersenyum palsu jika ada hal yang tidak dia sukai, atau bahkan tak berekspresi seperti boneka, namun karena ini berkaitan dengan Sasuke, Naruto sepertinya tak bisa menyembunyiakan ekspresinya.

Ahh iya, Sasuke juga akan berekspresi jika ada kaiatannya dengan Naruto. Sifat keduanya ternyata ada yang mirip.

"Kau sudah gila keriput, senyum-senyum tak jelas."

"Oh iya. Kenapa kalian bisa bersama? Yang kutahu Kyuu-ne mau menghadiri rapat Sou-kun."

"Kami sedang kencan." Jawab Itachi dengan semangat.

"Jawaban macam apa itu. Tidak, Hanya saja Itachi yang menghadiri rapat disekolah, sepertinya Sousuke menelpon Itachi saat tahu Aku akan terlambat. Anak itu memang seenaknya."

"Hooo... calon Ayah yang baik,"

"Naru!" Kyuubi menetap Naruto tak suka.

"Ha'i. Ha'i. Aku tak ingin mengganggu Kalian, Silahkan nikmati waktu berdua Kalian. Itachi-nii Semangat." Naruto mengepalkan tanganya memberi semangat.

"Konohamaru, pesananku bawa saja ke ruanganku," Teriak Naruto dekat konter dapur dan masuk kedalam ruangannya.

(1412)

Brakk.

"Rencana yang kususun gagal semua. Ck, cari siapa yang berkhianat. Aku tak mau uangku hilang lagi. Bunuh saja saat Kalian tahu siapa pengkhianat itu."

TBC.

A/N : huahahaha... Semakin ngawur kawan. Dan Aku baru sadar wordnya 2k haha. Apa mungkin karena tengah bersemangat. Well apapun itu Aku tak peduli. Yang penting updatenya ngga harus nunggu berbulan-bulan lagi. Mumpung tugas kuliahnya sudah selesai semua *bangga* Oke, semoga cerita ini tak membosankan. Thanks for reviews , Jaa matta nee~~~