Welcome to chap 3 =)

Sebelum cerita di mulai boleh saya bertanya sebentar. Saya agak bingung dengan review cerita ini. Tulisan review nya misal nya ada 36 tapi kenapa waktu di klik ternyata review nya sudah 57? Apakah fic ini yang salah atau apa nya? Kalau mau menjawab silahkan saya berterima kasih jika readers menjawab maklumin ya banyak tanya saya gatau apa hehehe *muka polos ala Kyuhyun*

Ya sudah ayo kita mulai saja Chap 3 ini~


Chapter 3

Changes and Approach

Aku sedikit berlari menuju ruang kesehatan sambil memegang pipi kanan ku yang masih mengeluarkan darah. Aku sedikit takut kalau-kalau beberapa murid di sini yang pasti nya vampire tiba-tiba menerjang ku hanya karena darah ku ini. Setelah sampai di ruang kesehatan aku memanggil perawat di sana dan menyuruh nya untuk mengobati ku.

Dia terus menanyai ku bagaimana aku bisa mendapat kan cakaran ini. Dan dengan santai nya aku menjawab... tidak tau sambil memasang muka lupa ingatan. Tapi seperti nya dia tidak mempercayai ku dan terus menerus menanyai ku. Aku hanya diam saja malas menjawab pertanyaan nya. Setelah luka ku di obati, aku berjalan menuju ke kelas.

"Kyuhyun-ah! Apa yang terjadi dengan mu?"

Baru aku sampai di kelas ku tiba-tiba saja sudah ada empat orang yang menghalangi jalan ku masuk ke kelas siapa lagi kalau buka teman-teman baru ku. Sungmin, Kibum, Seohyun dan Krystal. Mereka menatap ku dengan khawatir karena ada nya bekas cakaran Yoona yang pasti nya takkan ku bilang ini cakaran Yoona. Aku hanya di berikan pengobatan seada nya saja di ruang kesehatan tadi.

"Nah.. aku tidak apa-apa" jawab ku sambil tetap tersenyum walaupun sebenar nya tersenyum saja rasa nya sudah sangat sakit sekarang.

"Apa nya yang tidak apa-apa oppa? Lihat itu" ucap Krystal sambil menunjuk luka ku dan memegang luka ku.

"Aaw... jangan di pegang Krystal" ucap ku sambil menjauh kan tangan Krystal.

"Maaf oppa."

Tiba-tiba saja mereka berempat terdiam dan memasang wajah takut mereka dan entah mengapa mereka tiba-tiba langsung menuju tempat duduk masing-masing dalam diam. Aku hanya bingung menatap mereka tapi aku merasakan ada seseorang di belakang ku jadi aku membalikan tubuh ku dan melihat Siwon hyung berdiri di situ.

Karena kaget tiba-tiba saja aku berlari menuju kursi ku dan duduk. Aku langsung mengeluarkan buku matematika ku untuk menyibukkan diri ku. Aku melirik sekilas ke arah Siwon hyung yang sudah duduk dan sedang asyik memainkan handphone nya sampai-sampai aku tidak menyadari ada secarik kertas di atas meja ku.

Boleh aku minta nomor handphone mu, Miss Cho?

Aku hanya terkekeh melihat surat dari Siwon hyung. Dia ingin meminta nomor handphone dengan cara seperti ya ampun. Aku pun mengambil handphone Siwon hyung yang daritadi di mainkan nya dan menuliskan nomor handphone ku lalu memberikan nya kembali.

"Tidak perlu menggunakan kertas lagi ya" ucap ku sambil tertawa geli. Siwon hyung hanya menunduk malu mendengar perkataan ku barusan. Manis nya. Eh?

Aku pun kembali fokus ke arah papan tulis saat Hangeng Seonsaengnim memberikan materi tapi tiba-tiba saja handphone ku bergetar dan aku mengambil nya. Satu pesan baru. Aku pun membuka pesan itu.

Apa yang terjadi dengan pipi mu, Miss Cho?

Untuk apa mengirim kan sms kalau kau tepat berada di samping orang itu. Aku sedikit mengurut kepala ku sebelum menjawab.

Aku tidak bisa menceritakan nya di sini. Untuk apa mengirim pesan lewat handphone saat pelajaran seperti ini hyung?

Aku baru saja mau menyimpan handphone ku lagi sebelum handphone ku kembali bergetar. Satu pesan masuk. Cepat sekali oh iya aku melupakan kecepatan seorang vampire.

Kau sendiri yang bilang kan Miss Cho tak perlu menggunakan kertas lagi jadi aku kirim saja sms.

Aku hanya bisa tersenyum saja melihat jawaban nya. Entah kenapa rasa nya senang melihat jawaban nya walaupun jawaban nya hanya seperti itu. Akhir nya bel tanda sekolah berakhir pun selesai. Aku berniat ingin langsung cepat pulang untuk melihat keadaan Leeteuk hyung tapi karena Hangeng Seonsaengnim membutuhkan ku di perpustakaan terpaksa aku harus pulang sedikit agak lama.

"Kyuhyun-ssi tolong kau bantu Changmin-ssi menempatkan kembali buku-buku di perpustakaan ini."

"Baiklah seonsaengnim."

Aku pun menghampiri Changmin yang sedang sibuk menempatkan kembali buku ke dalam rak buku yang ada di perpustakaan itu. Mungkin pertamanya dia tidak menyadari keberadaan ku di situ tapi setelah dia mengambil buku lagi akhir nya dia tersenyum kepada ku sebelum senyum itu kembali pudar.

"Itu..." ucap Changmin sambil menunjuk sebentar ke arah pipi kanan ku sebelum memasukan buku itu ke rak nya lagi "kenapa?"

"Hanya luka" jawab ku singkat sambil mengambil beberapa buku dan memasukan nya kembali ke rak nya.

Akhir nya beberapa buku yang tadi ku ambil sudah ku kembali kan ke rak nya. Aku berniat mengambil beberapa buku lagi sebelum akhir nya aku terdiam. Lho tadi kan disini ada setumpuk buku yang belum di kembalikan ke rak nya. Kemana pergi nya? Aku melirik sebentar ke arah Changmin yang masih sibuk mengembalikan buku ke rak nya. Apa mungkin Changmin? Tapi cepat sekali. Apa jangan-jangan dia...

"Kau pulang duluan saja Kyuhyun lagipula sudah tidak ada buku lagi yang perlu di kembalikan" ucapan Changmin barusan membuat ku kembali tersadar. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban dan pergi dari perpustakaan.

Aku masih bingung sampai sekarang kemana ya buku-buku itu pergi? Aku melihat sebentar jam di handphone ku ternyata sudah mulai malam. Aku pun berjalan keluar dan sampai di halaman sekolah. Aku melihat ke segala arah dan aku tidak menemukanmobil Leeteuk hyung. Apa dia benar-benar sakit sampai tidak bisa menjemput ku ya? Dan tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti di depan ku. Mobil itu membuka jendela kanan nya dan menampakan orang yang tidak asing lagi bagi ku. Aku pun masuk ke dalam mobil itu.

"Apakah Leeteuk hyung yang menyuruhmu mengantar kan ku pulang?" tanya ku kepada Siwon. Ya orang yang ku maksud ini Siwon.

"Tidak. Dia tidak menyuruh ku."

Aku hanya mengernyit mendengar jawaban nya. Tidak? Baiklah.

Selama perjalanan aku dan Siwon hyung hanya diam. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan duluan. Karena mulai merasa bosan, aku menghidupkan radio yang ada dalam mobil Siwon. Tidak sopan? Itulah aku. Aku pun mulai mendengarkan musik yang di putarkan radio itu.

Your beautiful eyes

Stare right into my eyes

And sometimes I think of you late night

I don't know why...

Aku mulai memejamkan mata ku. Mendengarkan lagu ini.

I want to be somewhere

Where your are

I want to be where...

Aku pun merasakan mobil ini berhenti kurasa sudah sampai. Dan saat aku membuka mata ku tiba-tiba saja muka ku langsung memerah. Wajah ku dan wajah Siwon hyung benar-benar dekat sekarang. Aku langsung terhipnotis pada mata indah nya yang sekarang sedang menatap mata ku.

You're here

Your eyes are looking into mine

So baby, make me fly...

Tiba-tiba saja tangan Siwon hyung terangkat. Aku memejamkan mata ku kembali. Jantung ku benar-benar berdebar sekarang.

My heart has never felt this way before

I'm looking through your

I'm looking through your eyes...

"Hey kau tidak tidur kan?"

"Hah?"

Aku pun membuka mata ku dan melihat tangan Siwon hyung yang melambai-lambai di depan wajah ku ini. Padahal ku pikir tangan Siwon hyung akan menyentuh pipi ku tapi ternyata hanya untuk membangunkan ku. Karena gugup aku pun mematikan radio.

"Aku tidak tidur" jawab ku sambil menunduk malu. Siwon hyung hanya tertawa melihat tingkah laku ku barusan. Dan tiba-tiba saja ada suara panggilan masuk dari handphone Siwon hyung.

"Kau masuk duluan saja Kyu, aku ada urusan sebentar" ucap Siwon hyung sebelum mengangkat panggilan itu.

Aku keluar dari mobil itu dan berjalan masuk ke rumah ku. Saat aku membuka pintu rumah aku terlonjak kaget. Aku melihat beberapa bingkai foto dan vas hancur di lantai. Ulah siapa ini? Apa ada yang merampok rumah ini?

"Hyung. Leeteuk hyung!"

Aku berteriak memanggil Leeteuk hyung dan berlari ke dalam. Lari ku terhenti saat aku melihat Leeteuk hyung berada di ruang tamu sambil berjongkok dan menutup wajah nya. Aku melihat ruang tamu ini dengan heran. Sofa di ruang tamu itu sudah tidak berbentuk lagi. Pecahan bingkai dan vas bunga berserakan di lantai. Dan yang paling membuat ku bingung adalah Leeteuk hyung.

"H...hyung..." panggil ku kepada Leeteuk hyung sedikit gugup dan perlahan berjalan mendekati Leeteuk hyung.

"Jangan mendekat Kyuhyun. Kumohon."

Aku pun menghentikan langkah ku. Aku makin di buat bingung oleh hyung ku yang satu ini. Tapi aku malah kembali berjalan perlahan mendekati Leeteuk hyung dan saat itu juga Leeteuk hyung menampakan wajah nya. Aku kembali berjalan mundur sampai aku menabrak tembok di belakang ku. Aku benar-benar terkejut melihat hyung ku sekarang. Sekarang tubuh nya benar-benar pucat dan... matanya berubah menjadi merah.

"Arghhhhhhh..."

Tiba-tiba saja Leeteuk hyung berteriak sambil memegangi kepala nya. Lalu dia berdiri dan mengambil kursi yang tergeletak di samping nya. Dia menatap ku dengan tatapan yang tidak dapat ku mengerti. Ada apa dengan nya? Dan tiba-tiba saja dia melemparkan kursi itu ke arah ku. Kekuataan Leeteuk hyung benar-benar berubah sekarang. Aku memejamkan mata ku. Tak ingin melihat kursi itu melayang ke arah ku.

Beberapa saat aku tidak merasakan hantaman kursi sama sekali terhadap ku. Aku pun membuka mata ku dan ada seorang namja berada di depan ku sambil memegang kursi yang tadi Leeteuk hyung lempar. Ini bukan Siwon hyung. Siapa namja ini? Namja ini melirik sebentar ke arah ku sebelum menyimpan kursi itu di samping ku. Lalu aku melihat Siwon hyung masuk ke dalam rumah dengan raut wajah panik dan dia pun menghampiri ku.

"Kyuhyun, kau tidak apa-apa?"

Entah kenapa lutut ku terasa goyah dan tiba-tiba saja aku jatuh terduduk. Bulir-bulir air mata pun tiba-tiba saja jatuh dari kedua mata ku. Siwon hyung pun membantu ku berdiri dan merangkul ku menuju ke kamar ku. Lalu aku di dudukan nya di kasur ku.

"Siwon hyung hiks... apa yang hiks... terjadi pada hiks... Leeteuk hyung?" tanya ku sambil terisak.

"Maafkan aku Cho Kyuhyun."

Aku dan Siwon hyung pun melihat ke arah pintu kamar ku yang terbuka. Namja tadi yang menyelamat kan ku sedang berdiri di depan pintu itu sambil tertunduk.

"Maafkan aku karena aku telah mengubah Leeteuk... menjadi vampire."

Aku membelalakan mata ku mendengar perkataan namja itu. Namja ini... telah mengubah hyung kesayangan ku jadi vampire?

"Kau apa?"

Aku pun berdiri dan menghampiri namja itu. Dan...

BUKKKKK...

Aku memukul pipi namja itu dengan keras. Aku meluapkan emosi ku dengan pukulan yang menurut ku keras kepada namja ini. Tapi aku tidak melihat namja ini kesakitan sama sekali. Mungkin karena vampire tidak pernah merasakan sakit. Lalu aku memegang kerah baju namja itu.

"Kenapa?! Kenapa kau mengubah nya?! Dia hyung kesayangan ku!"

Aku berteriak-teriak keras di hadapan namja ini sebelum akhir nya Siwon hyung menarik ku kebelakang dan mendudukan ku kembali ke kasur ku. Lagi-lagi bulir air mata tidak bisa kutahan.

"Lebih baik kau tenang kan Leeteuk" ucap Siwon hyung kepada namja itu. Namja itu pun akhirnya turun ke bawah ke tempat Leeteuk hyung yang tidak dapat ku mengerti keadaan nya.

Siwon hyung kembali menatap mata ku dan menghapus beberapa air mata ku dengan tangan nya. Aku masih belum bisa berhenti menangis.

"Siapa... namja itu?" ucap ku berusaha menormalkan kembali cara bicara ku.

"Dia itu namjachingu nya Leeteuk. Apakah Leeteuk belum pernah memberitahu mu?"

Aku hanya menggelengkan kepala ku sambil mengusap air mata ku.

"Kau harus bisa bersabar beberapa hari ini Kyu karena Leeteuk pasti belum bisa mengendalikan emosi nya."

"Tapi bagaimana jika dia akan menyakiti ku seperti tadi?"

Siwon hyung hanya terdiam mendengar pertanyaan ku barusan. Aku ini lemah tidak seperti para vampire jadi jika Leeteuk hyung menyakiti ku pasti nya aku bakal kesakitan. Tiba-tiba saja Siwon hyung memeluk dengan sangat erat.

"Aku akan melindungi mu Miss Cho. Aku berjanji."

Aku pun melepaskan pelukan Siwon hyung dan menatap mata nya. Aku berusaha mencari kebohongan di mata itu. Apakah dia benar-benar akan menepati janji nya itu?

"Kau tau Miss Cho jika seorang vampire sudah berjanji dia tidak akan mengingkari nya."

Aku tersenyum mendengar jawaban Siwon hyung dan tiba-tiba saja dia mencium pipi kanan ku selama beberapa detik. Muka ku seperti nya sudah berubah menjadi tomat sekarang.

"Lihat lah ke cermin."

Aku bingung mendengar perintah Siwon hyung tadi tapi akhir nya aku berjalan ke arah cermin dan aku benar-benar kaget melihat pantulan wajah ku di cermin itu. Pipi kanan ku yang tadi ada bekas cakaran Yoona tiba-tiba saja menghilang. Aku memegang pipi kanan ku dengan tatapan tidak percaya. Pipi kanan ku kembali mulus seperti semula.

"Bagaimana kau suka?"

Aku melihat dari cermin kalau sekarang Siwon hyung sedang berada di belakang ku. Aku memejamkan mata ku masih sambil memegangi pipi kanan ku.

"Hasil karya yang bagus" ucap ku sambil terkekeh pelan.

Siwon hyung mengacak rambut ku pelan dari belakang sebelum menuju pintu kamar ku.

"Lebih baik kau tidur sekarang besok kan kita sekolah."

Ucapan itu. Mirip sekali seperti ucapan Leeteuk hyung untuk menyuruh ku tidur. Aku berjalan menuju tempat tidur ku dengan murung. Dan melambaikan tangan ku pada Siwon hyung yang masih berada di dekat pintu itu sebagai ucapan selamat malam.

"Oh iya jangan kaget kalau namja itu besok pagi ada di rumah mu. Dia masih harus mengurus Leeteuk" ucap Siwon hyung sambil menutup pintu kamar ku.

Aku pun menarik selimut untuk menutup badan ku yang mulai kedinginan. Aku menatap langit-langit kamar ku. Sekarang hyung kesayangan ku sudah berubah menjadi vampire. Apakah suatu saat aku juga akan berubah menjadi vampire ya? Ah sudahlah lebih baik sekarang aku tidur. Jadi aku memejamkan mata ku.

OoO

TOK TOK TOK

"Engh..."

Aku pun membuka mata ku karena suara ketukan pintu dan berjalan ke arah pintu sambil mengucek mata ku. Dan saat aku membuka pintu itu rasa nya mood ku langsung berubah.

"Pagi Kyuhyun-ah. Leeteuk hyung menyuruh ku untuk membangunkan mu."

Namja itu tersenyum ke arah ku. Senyum nya benar-benar membuat ku mual. Tanpa membalas nya aku pun menutup pintu kamar ku kembali dengan keras dan menuju ke kamar mandi. Aku masih kesal kepada namja ini yang mengubah Leeteuk hyung menjadi vampire. Aku masih belum bisa menerima nya.

Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian aku berjalan menuju ruang makan. Tapi seperti nya aku datang di saat yang salah. Karena sekarang namja itu sedang meminumkan sesuatu kepada Leeteuk hyung dan minuman itu berwarna merah. Aku berjalan menuju mereka bedua dan merebut minuman itu sampai-sampai beberapa tetes minuman itu jatuh ke baju Leeteuk hyung.

"Apa ini?" tanya ku sambil menghirup aroma minuman itu. Dari bau nya aku bisa merasakan kalau ini darah. Tapi darah manusia kah?

"Kau tidak perlu khawatir itu darah hewan bukan darah manusia."

Aku mendelik kearah namja itu. Jawaban nya benar-benar santai.

"Bisa kau kembalikan itu?"

Aku melihat ke arah Leeteuk hyung yang menundukan kepalanya. Terdengar dari suara nya tadi kalau Leeteuk hyung sedang menahan emosi. Benar kata Siwon hyung, aku harus sedikit bersabar sekarang. Aku pun mengembalikan gelas itu kepada Leeteuk hyung dan duduk berjauhan dengan Leeteuk hyung untuk memakan sarapan ku. Setelah aku selesai sarapan aku berdiri dari kursi ku dan tiba-tiba namja itu ikut berdiri.

"Kau mau kemana?" tanya ku sinis.

"Aku mau mengantarkan mu ke sekolah tentu nya."

"Apa kau yang mengantarkan ku? Jangan pernah berharap aku mau!"

Seru ku sambil menunjuk wajah nya yang menjijikan itu tapi tiba-tiba saja namja itu menghampiri ku.

"Kau tak mau dia emosi kan?"

Bisik namja itu dan aku langsung melihat ke arah Leeteuk hyung dengan iba. Dia benar-benar terlihat tidak semangat sekali untuk melakukan kegiatan apapun dan raut wajah nya tetap terlihat emosi. Warna mata nya pun masih merah. Kenapa tidak kembali warna nya seperti vampire lain yang bisa mengembalikan warna mata nya. Ah! Aku tak mengerti. Aku pun hanya diam menuju mobil sebagai persetujuan agar namja itu yang mengatarkan ku menuju sekolah.

Selama perjalanan aku hanya diam saja sambil memainkan game yang ada di handphone ku. Aku merasakan kalau namja di samping ku ini sesekali melirik ku. Kenapa fans?

"Perkenalkan nama saya Kangin."

Siapa yang peduli dengan nama nya? Sebagai jawaban nya ya aku hanya diam. Aku sangat malas untuk menanggapi nya. Mood ku benar-benar rusak oleh namja ini sampai-sampai aku melihat satu pesan masuk di handphone ku.

One New Message From

Aku tersenyum melihat pesan masuk itu. Ya sebenar nya itu pesan dari Siwon hyung tapi aku sengaja mengubah nama kontak nya menjadi MrVampire. Terasa lebih elegan kan? Aku pun membuka pesan itu.

Hai Miss Cho. Kau sedang berada dimana? Kelas akan di mulai sebentar lagi.

Entah kenapa hati ku rasa nya sedikit bahagia melihat Siwon hyung yang menanyakan dimana aku sekarang. Apa dia khawatir ya? Hahaha terlalu berkhayal.

Aku sedang dalam perjalanan. Tidak perlu khawatir.

Jawaban ku pada Siwon hyung hanya seperti itu. Dan aku kembali menatap keluar jendela. Syukurlah Siwon hyung dapat membuat mood ku sedikit lebih baik sekarang. Setelah beberapa menit di perjalanan akhir nya aku tiba di sekolah ku. Aku pun berlari keluar dari mobil menuju kelas ku. Aku sebenar nya mendengar namja itu. Kangin. Mengucapkan sesuatu pada ku tapi aku langsung keluar dari mobil dan berlari menuju kelas. Aku tak mau terlambat.

"Kyuhyun-ah."

Sapa seseorang kepada ku padahal aku baru saja sampai kelas dan sekarang aku sedang mengatur nafas ku karena tadi berlari menuju kelas. Kulihat orang yang menyapa ku tadi ternyata Kibum. Aku pun tersenyum saat melihat nya.

"Luka mu sudah sembuh?" tanya nya dengan muka yang tidak percaya.

"Begitulah."

"Tapi bagaimana bisa?" tanya nya lagi sambil menggaruk pipi nya.

Aku hanya terkekeh sebentar sebelum melambaik-lambai kan tangan ku di depan wajah Kibum. Kibum hanya bingung melihat ku.

"Magic" jawab ku sambil mengedipkan mata ku dan berjalan ke tempat duduk ku karena ku lihat Hangeng Seonsaengnim sedang membuka pintu kelas.

Ternyata pelajaran sekarang adalah pelajaran IT atau bisa di bilang belajar teknologi. Jadi kami semua di suruh menuju ke ruang komputer. Hangeng Seonsaengnim menyuruh setiap satu komputer di isi dengan dua orang murid. Pertama nya aku ingin mengajak Sungmin tapi kulihat dia sudah bersama dengan Kibum. Jadi aku melihat-lihat ke arah teman-teman ku yang bangku nya masih kosong sampai aku mendapatkan tatapan-tatapan aneh dari para vampire di kelas ku. Aku di buat merinding karena hal itu.

Aku melihat seseorang melambai kepada ku dari belakang ternyata itu Siwon hyung. Dia sendirian. Syukurlah. Jadi aku segera menuju ke tempat Siwon hyung duduk sebelum makin di tatap oleh vampire-vampire aneh itu.

"Hai hyung" sapa ku ceria.

"Hei Miss Cho, setiap hari kau bertambah manis ya."

Aku hanya memutarkan mata ku mendengar gombalan nya barusan. Aku menghidupkan komputer dan melihat apa saja yang ada di dalam nya. Aku melihat ke arah Siwon. Dia benar-benar tidak terlihat ingin belajar sekarang.

"Ada apa? Tak mengerti cara nya menggunakan ini?" tanya ku kepada Siwon hyung sambil menunjuk komputer ini.

"Aku tak mengerti cara nya."

"Hahaha... memang nya kau kelahiran tahun berapa sampai-sampai menggunakan komputer saja tidak bisa?" tanya ku berusaha menahan tawa. Ada-ada saja dia ini. Padahal dia kan keren tapi masa menggunakan komputer tidak bisa.

"Aku lahir tanggal 7 April 1901."

Aku menatap ngeri kepada Siwon hyung saat dia mengucap kan tahun kelahiran nya. Aku mengorek kuping ku sebentar. Mungkin aku salah dengar tapi aku lupa kalu dia vampire tentu saja tahun kelahiran nya 1901.

"Hei Miss Cho, aku bosan di sini. Bagaimana kalau kita keluar?"

Aku menatap Siwon hyung dengan tatapan menyelidik. Keluar? Maksud nya keluar dari sekolah untuk em... bermain begitu?

"Sudahlah. Kau diam saja oke."

Siwon hyung tiba-tiba menarik tangan ku menuju ke meja Hangeng Seonsaengnim yang sedang memerika beberapa tugas siswa.

"Permisi Hangeng Seonsaengnim" ucap Siwon dengan sopan "Kyuhyun bilang dia tidak enak badan. Apa aku boleh mengatarkan nya ke ruang kesehatan?"

Hangeng Seonsaengnim melirik ku sebentar. Aku berusaha memasang wajah sakit agar semua ini tidak ketahuan. Semoga saja.

"Baiklah. Kalian berdua boleh pergi."

Setelah menerima persetujuan dari Hangeng Seonsaengnim kami berdua langsung melesat ke luar ke tempat Siwon hyung memarkirkan mobil nya.

"Kita mau kemana hyung?" tanya ku riang setelah masuk ke dalam mobil Siwon hyung.

"Kita lihat saja nanti."

Siwon langsung menjalankan mobil nya. Entah kenapa jantung ku berpacu sangat cepat sekarang. Bukan karena takut di culik oleh Siwon hyung tapi ini pertama kali nya aku melanggar peraturan sekolah dengan bolos. Aku sekarang sudah merasa seperti seorang gangster.

Selama perjalanan em... entah kemana tujuan kami ini, aku dan Siwon hyung terus tertawa di dalam mobil. Kami saling bertukar lelucon yang lucu dan aku lah yang paling banyak tertawa di sini. Bukan tertawa karena lelucon Siwon hyung sebenar nya lelucon nya tidak terlalu lucu tapi yang membuat ku tertawa adalah raut wajah nya saat menceritakan lelucon itu. Aku melihat ke luar jendela mobil sambil belum bisa berhenti tertawa ternyata kami sudah sangat jauh dari sekolah.

Mobil yang kami tumpangi sekarang sedang melewati jalur di sebuah gunung yang berkelok-kelok dan akhir nya Siwon hyung memberhentikan mobil nya di depan beberapa rentetan pohon yang menjulang tinggi ke atas. Aku keluar dari mobil Siwon hyung dan melihat ke atas. Setinggi apa ya pohon ini?

"Hyung sebenar nya kita di..."

Kata-kata ku terhenti saat aku tidak melihat Siwon hyung. Aku benar-benar panik sekarang. Aku melihat ke dalam mobil dan tidak ada seorang pun di sana. Aku melihat ke sekitar dan tidak ada siapa pun juga. Kemana Siwon hyung?

"Miss Cho... ayo kejar aku."

Aku melihat ke dalam hutan ini ya aku menyebut nya hutan saja dari pada ku sebut rentetan pohon kan? Aku melihat nya. Siwon hyung, dia sedang menyeringai kepada ku. Apa kata nya tadi? Kejar dia? Oh... jadi dia ingin bermain dengan ku ya? Baiklah ku ladeni kau Choi Siwon. Aku berlari mengejar nya tapi seketika dia menghilang seperti di telan angin. Aku sedikit terhenti sebelum akhirnya aku melihat nya mengintip dari salah satu pohon.

Aku tersenyum dan berlari ke arah pohon itu. Tapi lagi-lagi dia hilang lagi setelah aku sampai di pohon itu. Vampire memang pandai bersembunyi tapi naluri ku tidak bisa di kalahkan nya. Aku merasakan semilir angin yang menerpaku. Angin itu seperti berkata padaku. Ikuti aku dan kau akan menemukan nya. Jadi tanpa pikir panjang lagi aku mengikuti arah angin itu.

Angin itu semakin membawa ku masuk ke dalam hutan. Sesekali aku melirik ke belakang entah kenapa aku merasa kalau ada yang membuntutiku tapi kurasa itu hanya halusinasi ku saja. Langkah ku pun terhenti saat di depan ku terdapat hamparan padang rumput yang benar-benar indah. Padang rumput itu di penuhi dengan banyak sekali tumbuhan yang indah. Aku benar-benar merasa hidup sekarang.

Tapi sekarang aku harus masih mencari Siwon hyung. Kaki ku tiba-tiba berjalan menuju tengah padang rumput itu. Kaki ku bersentuhan dengan beberapa bunga yang indah ini. Rasa nya seperti seorang putri sekarang hahaha mungkin... Snow White? Setelah aku sampai di tengah padang rumput aku memejamkan mata ku.

"Baiklah. Aku menyerah hyung. Keluarlah."

Aku pun membuka mata ku kembali. Merasakan angin yang menerpaku. Aku malas mencari nya. Bukan karena aku pasti akan kalah dan tidak akan menemukan nya tapi aku ingin berada di padang rumput ini dulu sekarang bukan bermain petak umpet. Tiba-tiba saja seseorang menabrak ku dari depan. Aku pun terjatuh dengan orang yang menabark ku itu berada di atasku. Siwon sekarang sedang berada di atas ku. Wajah kami benar-benar dekat sekarang.

"Menyerah?" tanya nya.

Aku hanya tersenyum simpul dan mendorong tubuh nya menjauh dari ku. Kami berdua sekarang duduk di tengah hamparan padang rumput yang indah ini. Siwon hyung mengambil setangkai bunga dan memakaikan bunga itu di telinga kiri ku. Aku merasa kalau kami seperti sedang berkencan sekarang.

"You're look beautiful" ucap nya sambil membenarkan poni ku. Wajah ku benar-benar sudah memerah sekarang.

"Jadi..." aku membetulkan bunga yang tadi Siwon hyung pakaikan "kau menculik ku dan membawa ku kesini untuk apa?"

"Menculik? Aku tidak menculik mu."

"Tentu saja kau menculik ku tadi kan aku tidak menyetujui mu untuk mengajak ku bolos" seringai ku pun muncul.

Tiba-tiba saja aku merasakan tangan ku di sentuh oleh tangan Siwon hyung. Tangan nya sangat dingin. Entah kenapa tiba-tiba tangan ku yang satu nya langsung menggeliti ki Siwon hyung dan berlari menjauhi nya. Aku melihat nya tersenyum sebentar sebelum dia mengejar ku. Berlarian di tengah padang rumput ini benar-benar terasa romantis.

Aku pun berlari dengan cara yang aneh. Aku berlari dengan menghadap ke arah Siwon hyung yang sedang mengejar ku. Karena tidak melihat ke depan aku pun jatuh karena sesuatu. Siwon hyung yang melihat aku terjatuh langsung berlari mendekati ku dan membantu ku berdiri kembali.

Niat jahil langsung muncul dalam kepala ku. Aku sudah berdiri karena bantuan dari Siwon hyung dan aku pun dengan kasar mendorong Siwon hyung sampai dia terjatuh ke tanah. Tapi entah mengapa jadi begini. Sebelum Siwon hyung jatuh, dia memegang tangan ku dengan kuat sampai-sampai aku ikut terjatuh dan sekarang aku sedang berada di atas Siwon hyung.

Wajah kami lagi-lagi sangat dekat. Aku bisa merasakan nafas hangat Siwon hyung dan juga aku dapat merasakan tubuh nya yang berotot. Selama beberapa saat kami terdiam karena hal itu masih dengan Siwon hyung yang setia aku jatuhi seperti itu. Lihat lah wajah sempurna nya itu dari sini. Wajah vampire nya saat di terpa sinar matahari benar-benar indah. Mata ku pun tertuju pada bibir nya.

Tanpa pikir panjang lagi aku memejamkan mata ku dan mulai mendekatkan wajah ku pada Siwon hyung sampai akhirnya bibir kami bertemu. Aku merasakan kedua tangan Siwon hyung yang memegang pinggang ramping ku ini. Siwon hyung semakin memperdalam ciuman nya dengan ku sebelum aku melepas ciuman kami sebentar dan kembali mencium bibir nya yang sudah terasa seperti candu bagi ku. Siwon hyung dan aku benar-benar menikmati ciuman kami ini. Karena terlalu menikmati ciuman ini kami berdua tidak merasakan ada nya sepasang mata yang dari tadi menatap kami. Menatap dengan tatapan paling dingin di dunia ini. Menatap dengan rasa jiji. Dan menatap dengan tatapan ingin membunuh.

Bersambung...


Ciattttt... saya kembali dengan chap 3 *tebar mawar*

Bagaimana ini apakah cerita ini makin gaje? Makin menghancurkan alam semesta(?) Lupakan=="

Menurut saya sih chap 3 ini lg chap-chap nya WonKyu romnatis deh hehehe. Bagian rame nya mulai chap depan~

Oh iya itu lagu yang di denger waktu di radio judul nya Beautiful Eyes dari Taylor Swift mungkin kalian mau denger *promo

Terima kasih ya buat yang sudah review saya sangat bahagia *ciumin satu persatu readers*

Tapi tetap saya akan menunggu review-review dari readers tercinta... -3- Oh iya tolong ya readers jawab pertanyaan saya yg di atas~('.'~)

Terima kasih sudah membaca fic ini.

Tunggu saja chap 4 nya dan tetap REVIEW!^^