Title : it just to be you

Cast : oh sehun, park jinri

Genre : sad, romance

Author ; white2doh

DON'T BE A PLAGIATOR

"Mengajukan syarat." Sehun menempelkan tangannya di dinding sebelah jinri.

"Kau mau apa?" Jinri memalingkan wajahnya agar tidak melihat sehun.

"Tidur denganku malam ini."

"Apa?!" Jinri membulatkan matanya.

"Hatiku sangat tidak nyaman." Kata sehun dengan wajah sedihnya. Jinri tidak tega.

"Baiklah. Aku akan tidur denganmu."

"Jinjja, kau mau?"

"Ya. Aku masak ramyeon dulu."kata jinri berusaha keluar dari jeratan sehun.

"Ah… aku bantu."

"Jangan. Mungkin beberapa bagian tubuhmu masih sakit. Duduk saja."

Sehun duduk di kursi meja makan. Memperhatikan bagaimana jinri memasak.

'Tuhan, kenapa dadaku berdetak seperti ini?' Tanya jinri dalam hati.

'Tuhan, apa kau mengirimkan seseorang seperti jinri ini untuk membantuku melupakan sunmi? Jika itu benar aku sangat berterimakasih!"

"dipanti asuhan itu pasti banyak yang menyukaimu."

"Haha.. beberapa anak kecil menyukai makanan yang kubuat untuk mereka. Mungkin nanti aku harus berkunjung kesana."

"Sepertinya kau punya banyak rencana."

"Tentu saja. Dan besok aku akan mencari pekerjaan."

"Pekerjaan?"

"Kau lupa? Aku harus membayar sewa rumah ini."

"Ah… kau tidak perlu seperti itu."

"Aniya. Kau sudah berbuat banyak untukku."

"Arraseo.. tolong jaga ramyeonnya. Nanti gosong."

"Ah! Aku lupa hehe."

Sesudah makan,

"Woah! Kamarmu sangat besar!" Kata jinri ketika memasuki kamar sehun.

"Menonton film?"

"Boleh."

Akhirnya sehun dan jinri menonton film kesukaan sehun yaitu 'In time'.

"Wah… ternyata seperti ini rasanya."

"Apa?" Tanya sehun.

"Aku tidak pernah menoton film sebelumnya. Ini pertama kalinya."

"Ini juga pertama kalinya aku menonton film bersama wanita di kamarku."

"Ah haha… aku tidak mengerti maksud film ini…"

"Kalian tidak butuh uang. Kalian hanya butuh simpanan waktu untuk hidup. Jadi kau punya waktu hidup sampai 70 tahun itu akan bagus sekali."

"Bagaimana dengan kebutuhan sehari2? Beli makanan dan minuman? Bukankah butuh uang?" Tanya jinri.

"Mereka membayarnya dengan waktu hidup mereka. 2 menit, 9 menit. Bahkan 2 bulan untuk menyewa hotel."

"Wah… daebak…"

"Terkadang aku ingin hidup seperti itu. Dan punya waktu sampai jutaan tahun agar orang yang kusayangi tidak hilang."

"Ne?" Tanya jinri tidak mengerti.

"Aku kehilangan hyungku. Tahun lalu. Andai aku bisa, aku akan memberinya separuh waktuku atau bahkan semua waktuku."

"Sehun-ah.."

"Kau tahu alasanku berkelahi tadi? Kami diserang geng taemoo. Geng yang juga membunuh hyungku. Aku tidak tahu kenapa mereka melakukan ini. Bahkan kyungsoo dan baekhyun terluka."

"Apa?"

"Mereka dipukul dan ditendang. Untung aku, jongin, dan chanyeol berhasil membuat mereka pergi. Jika tidak aku akan kehilangan hyungku lagi."

"Hyung?"

"Aku sudah menganggap mereka hyungku. Mereka menemaniku ketika aku bersedih? Yang lain? Mengacuhkanku.. dan joon myeon hyung yang paling bisa membuatku tenang. Namun akhirnya dia harus mati ditangan taemoo. Aku tidak bisa memaafkannya." Mata sehun tidak bisa membendung air matanya. Akhinya sehun menangis.

Jinri bingung lalu memeluk sehun. Sehun menangis di pundak jinri.

"Untuk sunmi, dia wanita yang sangat kusayangi. Aku bahkan memberikan segalanya untuknya. Tapi dia akhirnya memilih Kwang Hee. Kisah kami selama 2 tahun hilang begitu saja."

"Menangis lah… itu akan membuatmu tenang."kata jinri.

"Sehun? Sehun-ah? Sehun-ah!" Kata jinri ketika tangisan sehun kian tidak muncul. "Astaga ternyata kau tertidur."

Jinri menidurkan sehun di ranjangnya. Lalu pergi mematikan televisi. Lalu kembali untuk menyelimuti sehun.

"Tidurlah." Namun ada sebuah tangan yang menahan lengannya.

"Patuhi janjimu."

"Ne?"

"Jebal…"

Jinri akhirnya tidur di samping sehun. Sehun menatap Jinri lekat.

"Kau kenapa?"tanya jinri yang risih.

"Kau tahu? Entah kenapa didekatmu aku merasa tenang."

"Kau mengarang saja."

"Ani. Tidak semua orang bisa membuatku nyaman. Hanya joon myeon hyung. Bahkan sunmi tidak bisa membuatku tenang seperti ini." Kata sehun.

"Baiklah aku tahu." Kata jinri tersenyum lalu menutup matanya.

Sehun pov

Tuhan… kenapa hati ini damai sekali ketika aku berada di dekatnya? Aku bahkan baru mengenalnya. Bukan hanya wajahnya yang membuatku nyaman. Tapi juga suara dan senyumnya.

Oh, lihat cara dia tidur. Sangat tenang. Bahkan seperti tanpa hambatan.

Kurasa ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku eum.. mungkin jatuh hati.

Jinri pov

Dia terus2an menatapku. Aku malu jadi aku memutuskan untuk pura2 tidur.

Aku bingung kenapa hati ini terus berdebar ketika berada di dekatnya. Apa maksudnya ini?

Author pov

Jinri mendapati dia sendirian di kamar sehun ketika dia bangun.

'Kemana anak itu?' Batin jinri.

"Sehun-ah.. kemana ka-" kata2 jinri terpotong ketika melihat sehun sudah berpakaian rapi. "Kau mau kemana? Ini baru jam 6.30."

"Bukankah jika mau melamar kerja kau harus datang awal?"

"Melamar kerja? Ah! Aku ingat, tunggu aku!" Jinri berlari ke kamarnya.

Jam 09.00

"Haha kau memakai baju ibuku?"

"Hanya ini yang ada. Lagipula kupikir dress milik ibumu ini cocok untukku. Sepertinya ini baju ibumu waktu muda."

"Benar. Kau jadi sangat mirip dengannya." Sehun memperhatikan jinri dari atas kebawah."Kemana kita?"

"Hm… aku ingin melamar di kedai kopi. Apa bisa mereka mempekerjakan orang sepertiku?"

"Kupikir bisa. Ah! Disana ada kedai kopi! Ayo kesana!" Sehun menarik tangan jinri.

"Permisi." Kata sehun. Seorang wanita yang sepertinya pegawai kedai itu menghampiri mereka.

"Silahkan duduk, tuan dan nyonya."

"Kami tidak memesan. Apakah ada pekerjaan yang kosong disini?" Tanya Sehun. Jinri memegangi lengan sehun karena gugup takut ditolak.

"Hm… ah! Kemarin ada beberapa pekerja yang mengundurkan diri. Aku pikir bosku akan menerima kalian. Tunggu!" Pegawai itu melesat ke dalam dan seorang pria menghampiri sehun dan jinri.

"Kalian yang ingin melamar pekerjaan?"

"Iya." Kata sehun semangat.

"Kami memerlukan beberapa barista. Apa kalian bisa?"

"Ne." Jawab Jinri.

"Kau pernah melakukannya?" Tanya sehun.

"Waktu aku sekolah disana aku pernah diajari. Lalu aku sering mencobanya di panti."

"Kau bisa? Sepertinya kau harus merangkap pekerjaan seperti yang lainnya. Kau barista dan pengantar makanan."

"Ne. Aku bisa." Jawab Jinri.

"Hanya kau? Namja ini tidak?"

"Ah.. ani.. dia hanya mengantarkanku kesini."

"Siapa bilang? Aku juga ingin bekerja disini." Kata sehun pada pria itu.

"Baguslah. Kalian masih sekolah?"

"Ne. Jadi kami akan mengambil part malam."

"Oke. Akan kuatur semuanya. Kalian bekerja mulai besok."

"Gamsahamnida." Ucap sehun dan jinri sambil menundukkan kepala mereka.

"Ah! Senangnya! Akhirnya aku dapat pekerjaan." Kata jinri. Sehun yang berjalan disampingnya hanya tersenyum melihatnya.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"

"Hm.. apa ya?"

"Ah! Kita belanja."

"Apa?"

"Kau mau terus2an memakai baju ibuku? Ayo kita belanja." Sehun memberhentikan sebuah bus. Lalu menarik jinri masuk ke dalamnya. Mereka duduk di kursi belakang pojok.

"Tapi aku belum punya uang."

"Tenang saja… aku bisa membantumu." Tawar sehun. "Kau bahkan tidak punya baju untuk jalan2."

Jinri hanya diam. Dia bingung kenapa sehun bertingkah sangat baik padanya. Padahal mereka hanya kenal tidak terlalu lama.

"Wae? Kau terlihat sedih." Tanya sehun menyadari raut wajah jinri yang berubah.

"Ani. Kau sangat baik padaku. Ini pertama kalinya aku mendapatkan pertolongan yang begitu besar seperti ini." Setetes airmata jatuh dari matanya.

"Uljima… kau dilihat orang." Kata sehun. Jinri langsung menghapus airmatanya.

Di department store,

"Kenapa harus disini? Kita bisa belanja di pasar."

"Aku punya kartu member jadi tidak usah khawatir."

Sehun memilihkan beberapa baju untuk jinri. Jinri hanya diam melihat sehun.

"Berapa semuanya?" Tanya jinri ketika sehun selasai membayar.

"Tidak banyak."

"Beritahu aku. Jadi nanti aku bisa menggantinya."

"Nanti ketika sampai di rumah akan kuberitahu." Kata sehun. "Aku lapar. Tiba2 ingin makan mie cina."

"Mie cina? Aku suka itu."

"Ayo kita makan."

Hari pertama bekerja,

"Sehun dan Jinri, ini seragam kalian." Kata manajer kedai kopi.

"Gamsahamnida." Kata sehun dan jinri bersamaan.

Sehun merapikan seragamnya saat jinri keluar dari ruang ganti.

"Woah… kau cantik." Puji Sehun.

"Kau juga tampan. Haha. Bersemangatlah Oh Sehun. Ini hari pertama kita."

"Ya. Kau juga."

Sekarang, sudah hampir sebulan mereka bekerja di kedai kopi itu.

"Sehun-ah. Sesuai janjiku, aku akan mentraktirmu." Kata jinri ketika mereka sedang istirahat.

"Jinjja? Ah… kita gajian kemarin."

"Iya. Hm.. aku akan membelikanmu daging!"

"Tidak mau! Aku mau mie cina!"

"Oh? Daging lebih mahal tapi kau memilih mie cina yang murah?"

"Aku sedang tidak bersemangat makan daging. Lain kali saja. Traktir aku mie cina."

"Arraseo… besok malam."

"Bukankah kita punya jadwal kerja besok?" Tanya sehun.

"Besok kita mengambil jadwal siang. Kau yang mengusulkan kau yang lupa."

"Ah benar…"

"Sehun!" Panggil Chanyeol. Chanyeol dan teman2nya menghampiri Sehun dan Jinri.

"Aish! Kalian ini.. apa yang kalian lakukan hanya pacaran?"omel baekhyun.

"Oppa!" Teriak jinri.

"Sehun-ah… ayo kita bicara." Kata chanyeol. Dia berjalan ke arah yang agak jauh dari yang lainnya. Sehun mengikutinya dengan bingung.

"Ada apa, hyung?"

"Tae Moo tidak terima atas yang kau lakukan kemarin. Dia mungkin tidak mengganggu kita lagi. Tapi dia akan mengganggu orang yang kau cintai." Chanyeol berhenti lalu menatap Jinri yang sedang mengobrol dengan Baekhyun, Kyungsoo, dan Jongin. "Kau mencintainya, bukan?"

"Apa yang harus kulakukan?" Tanya Sehun.

"Jaga dia. Taemoo akan mencari saat2 kau tidak ada disampingnya. Kau tahu, dia nekat."

Sehun menunduk lemas. Chanyeol memegang bahunya. "Jaga dia jika kau tidak mau kehilangan lagi." Lalu chanyeol kembali ke tempat jinri dan yang lainnya.

"Sehun kenapa?" Tanya jinri.

"Tanyakan sendiri pada dia."

"Ah! Kami akan mampir ke kedai tempat kalian bekerja." Kata kyungsoo.

"Jinjja?"

"Iya. Sepertinya Baekhyun akan mentraktir kami."

"Ah ani! Kyungsoo-ya! Aku tidak pernah bilang akan mentraktir kalian." Kata baekhyun protes.

"Hahahaha!" Kyungsoo, jinri, dan Chanyeol tertawa bersama sedangkan Baekhyun hanya merengut kesal.

Sementara itu, sehun menyaksikannya dari balik pohon lalu bersandar pada pohon yang ada di sampingnya dan memikirkan kata2 Chanyeol tadi. Tapi ada satu kalimat yang membuat Sehun bingung. 'Kau membuatnya menunggu, sepertinya dia menyukaimu, sehun-ah.'

'Apa aku harus menyatakan cintaku padanya? Sebelum waktu benar2 akan merengutku?' Batin Sehun.

To be continued