Vongola Academy Love Story

Rate : T+?

Pairing : 6927, D18, 8059, XS, BF

Warning : Mengandung typo, gaje, OOC, Shonen ai (BL) dan hanya diperuntukkan Fujoshi sejati dan diharapkan untuk pemula siap-siap mengalami gatal-gatal hidung yang tidak biasa *BLETAK

Akari: YAY~~~akhirnya chapter 3 updated!XD

Yuki: ….(melihat kertas2 review)

Akari: duh, Yuki-kun! Lama banget sih! Sini aku aja yang bacain! (ngambil kertas2 berisi review dari Yuki)

Yuki:….(ngutuk Akari dalem ati)

Akari: yosh! untuk CursedCrystal, ciocarlie, marmarinii, Kurea Cavallone,, Nakyo Hibasawa,, Penguin Hikikomori,,and Marionette-M,, thanks for reviewnya...aq dan Yuki akan berusaha untuk menjadi seperti keinginan kalian!.(cielah, lebay!~~) XD tapi kalo masih nggak sesuai harapan harap maklum y! X3

Summary: Tsuna dan Gokudera adalah murid SMA baru di Vongola Academy yang terdiri dari Chuugakkou, Koukougakkou dan Daigakko. Mereka bisa dibilang murid pindahan karena kebanyakan murid disana berasal dari SMP Vongola Academy jadi sudah mengenal satu sama lain. Dengan Tsuna yang sekamar dengan si mesum Mukuro dan si kepala mangkuk Hibari,dan Gokudera yang sekamar dengan yakyuu baka Yamamoto,gimana kelanjutan nasib mereka berdua? O.o

Akari: Warning! Shonen ai alias BL ,DON'T LIKE DON'T READ... yang penting DON'T FLAME!

Ok,Happy Reading! X3

CHAPTER III : First Meeting

Di Daigakkou Vongola Academy….

'Hmm… ototooku yang kawaii baik-baik saja nggak, ya?apa mungkin dia dijahili anak-anak sana karna dia anak baru?' pikir Dino gelisah yang sedang memikirkan Tsuna. "Hei, Dino! kalau kamu tidak berminat belajar dengan saya, silahkan keluar." Kata dosen yang menegur Dino. "Hehehehe… Gomen ne, Sensei." 'teng tong teng teng'. Bel berbunyi menandakan mata kuliah hari ini selesai. Mendengar itu Dino segera menuju kookoogakkoo untuk menemui adiknya tercinta. 'Tsuna di kelas mana, ya? Gimana teman sekamarnya?' pikir Dino yang masih gelisah. BRUUUK! Dino yang berjalan tanpa berpikir menabrak seseorang. Entah jodoh atau apa (maksud loe?) Dino bertabrakan dengan Gokudera di koridor. "CHE! SIAPA YANG BERANI MENABRAKKU?" teriak Gokudera yang nggak terima dirinya ditabrak. "Lho? Gokudera-kun? Mana adikku yang manis? Kok tidak bersamamu?" tanya Dino yang bukannya minta maaf. "Haneuma? Hhh... Baru saja aku dari kamarnya, tapi dia nggak ada di sana…" seru Gokudera dengan muka kesal. "Ooh… Ya udah, kamarnya nomor berapa?." tanya Dino."…nomor 27. che, cepat menghilang dari hadapanku, Haneuma!" kata Gokudera yang yang masih kesal. Dino pun segera meninggalkan Gokudera yang lagi PMS *ditabok Gokkyun* dan mencari kamar nomor 27.

Setelah melewati 'Rintangan' berupa 12 kali terpeleset, 7 kali terantuk dan 21 kali terjatuh, Dino pun menemukan kamar nomor 27. Belum sempat ia mengetok pintu, tiba-tiba keluarlah kepala mangkuk dari sana.*author di kamikurosu hibari* "ehm…gomen. Kamu teman sekamarnya Tsuna, ya? Aku Dino, anikinya Tsuna. Salam kenal,ya." Kata Dino dan mengeluarkan angelic smile yang sama seperti Tsuna dengan berlatarkan bunga-bunga kayak di komik shoujo. "…." Hibari yang hanya stay cool dan cuek dengan perkenalan Dino pun segera meninggalkan Dino. Dino yang gak terima dikacangin Hibari pun menarik tangan Hibari. "hei, tungg…" belum sempat menyelesaikan kata- katanya, tiba-tiba kaki Dino tersandung. Mau tak mau, ia pun jatuh dengan gak elit sambil menutup matanya.

Di inner world Dino… 'uggh…ini udah ke22 kalinya aku terjatuh…tapi kok nggak sakit,ya? Dan lagi…rasanya hangat…'pikirnya. Ia pun membuka matanya perlahan-lahan. Ia pun terkejut melihat dirinya berada di atas Hibari dan bibir mereka saling bertemu. "!" Hibari yang tadinya stay cool pun terkejut dan segera berdiri dari posisi 'uke' nya sambil memegang bibirnya. "..." Merekapun sama-sama terdiam selama beberapa menit. Brugh!Tiba-tiba, ada bunyi sesuatu yang terjatuh. Dino dan Hibari pun terkejut dan melihatnya. Rupanya, ada Tsuna dan Mukuro yang tadi pergi membeli bahan untuk makan malam nanti, yang barusan dijatuhkan Tsuna dan melihat semua adegan itu. "Kufufu, Kyoya-kun…Tak kusangka kamu punya jiwa uke seperti itu… padahal sama aku garangnya minta ampun…hiks..." kata Mukuro pura-pura nangis gaje sambil memeluk Tsuna. Tsuna pun hanya bisa sweatdrop melihatnya. Melihat itu, Dino yang brother complexnya keluar merasa kesal dan segera melepaskan Tsuna dari 'cengkraman' Mukuro. "lho, aniki? Kok ada disini…AH! BERARTI YANG TADI MENCIUM HIBARI-SAN ADALAH ANIKI?" tanya Tsuna yang terkejut dan mengeluarkan muka horror. Tsuna sebenarnya tidak terlalu melihat laki-laki yang tadi meng'kissu' Hibari. Betapa terkejutnya ia mengetahui bahwa kakaknya-lah yang telah memperlihatkan adegan tidak senonoh di depan kamar Tsuna. Dino dan Mukuro yang melihat ke'telmi'an Tsuna pun hanya bisa sweatdrop. " Bukan, Outotou-ku yang cute, sugoi,manis en kawaii! Itu nggak sengaja! Aniki tadi tersandung, jadi…" belum sempat melanjutkan kata- katanya, tiba- tiba dibelakang Dino, Tsuna dan Mukuro ada aura 'mematikan'. Sambil sweatdrop mereka bertiga-pun membalikkan badan. Rupanya, Hibari telah mengeluarkan deathglare sampai tingkat 'ultimatum' dan segera mengarahkan tonfanya ke arah Dino. "…..Kau…KAMIKUROSU!"teriak Hibari sambil mengejar Dino yang telah lari meninggalkan Tsuna dan Mukuro berdua."GYAA!~~~" teriak Dino gaje dan berlari mengitari asrama yang luasnya minta ampun (dengan beberapa kali 'rintangan' lagi yang menantinya). Tsuna pun cengo melihat mereka berdua. Tiba-tiba, tangan Mukuro merayap ke pundak Tsuna." Kufufu, Tsunayoshi-chan.. lebih baik kamu tidak melihat adegan-adegan yang nggak baik ditiru itu." Kata Mukuro yang memindahkan tangannya dari pundak ke mata Tsuna untuk menutup matanya dari adegan-adegan berbahaya itu, dan segera menarik Tsuna masuk ke dalam kamar.

XXXXXXXX

Setelah puas meng-Kamikurosu Dino yang telah dirawat di RS karena luka- lukanya yang cukup parah, Hibari- pun segera pergi ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi. Ngapain tuh? Ya mandi, lah! *author dihajar readers yang mengamuk dan masuk RS yang sama dengan Dino.*

Hibari POV

Aku segera melepaskan bajuku dan merebahkan diriku ke bathub yang telah berisi air hangat. "…dia….seenaknya saja menempelkan mulutnya ke mulutku…" kataku yang nggak akan sudi menganggap inseden itu sebagai ciuman-atau apalah itu sambil memegang bibirku. 'tapi…kenapa rasanya hangat, ya?' pikirku, tapi tak menemukan jawaban atas peryataan itu. "Tapi, herbivore memang seenaknya aja! Kalo ketemu lagi akan kubunuh dia!" teriakku yang tanpa sadar berdiri dari bathub dan mengagetkan Hibird, burung manis peliharaannku yang sejak tadi bertengger di sebelahku. Aku pun segera merebahkan kembali badanku dan segera mengelus-elus kepala ,,Biar sajalah…anggap saja itu mimpi buruk….pikirku dan segera menutup mata, menikmati air hangat ini karena aku lelah banget hari ini.

End of Hibari POV

Dino POV

"Dino-san, anda harus segera minum obatnya, kalau tidak anda tidak akan sembuh…" kata suster yang merawatku karena aku tidak meminum obat-obat yang paling kubenci. " AKU NGGAK MAU!" Teriakku kayak anak kecil sambil mengambil obat-obat dari tangan suster itu dan membuangnya ke luar jendela. "AHH! Apa yang anda lakukan?" seru suster itu dan segera keluar dari kamarku untuk mengambil obat yang kubuang tadi. Aku pun mengadahkan kepalaku ke bantal Rumah Sakit yang empuk ini. "ah…apa-apaan anak yang bernama Hibari Kyouya itu…bisa- bisanya dia melukaiku dan membuat Tsuna khawatir! Tapi, dia manis juga…dan bibirnya juga…lembut.." aku pun blushing setelahmengatakan itu. "ahh! Apa-apaan aku ini! Bisa-bisa aku dituntutnya karena mikirin hal-hal yang nggak senonoh! Ya udahlah…lebih baik aku tidur!" teriakku dan menutup diriku dengan selimut. Tapi entah kenapa, aku senyum-senyum gaje di dalam selimut dan segera menutup mataku.

End of Dino POV

XXXXXXXX

Di dalam kamar nomor 27...

"Syukurlah, sepertinya Aniki baik-baik saja..." kata Tsuna dan duduk di sebelah Mukuro setelah menjenguk Dino di RS."Oya-oya, Tsunayoshi-chan...jangan khawatir. Si Haneuma itu tahan banting kok..." kata Mukuro sambil menghibur Tsuna dan mengelus-elus rambutnya."Eh? Mukuro-san kenal Aniki?" tanya Tsuna dan melihat ke arah Mukuro."Yah,,kenal lah...dia kan mantan ketua OSIS disini dulu." "EH? ANIKI MANTAN KETUA OSIS?" kata Tsuna yang shock karena tidak pernah tahu hal itu."Oya-oya. Kamu tidak tahu ya, Tsunayoshi-chan. Si Haneuma memang sengaja merahasiakannya. Sebenarnya, sejak dulu ketua OSIS itu tidak pernah dipublikasikan karena dipilih secara rahasia oleh kepsek. Jadi, nggak ada yang tahu siapa ketua OSIS yang terpilih itu. Ketua OSIS tahun ini pun nggak ada yang tahu siapa." Jelas Mukuro sambil mencomot coklat Silverqueen simpanan Hibari yang ada di bawah bantalnya. "oh...kok Mukuro-san bisa tahu aniki ketua OSIS?" tanya Tsuna."kufufu. aku mendapatkannya dari informan terpecaya." Kata Mukuro sambil melihat daftar Blacklist milik Hiruma Youichi, sang Akuma sejati dari Eyeshield 21.(author:Akuma sialan kok bisa ada disini! *author ditembak Hiruma dengan shotgun barunya*) Tsuna yang melihat daftar Blacklist itu pun sweatdrop. 'Krek.' Bunyi pintu kamar mandi pun terbuka dan keluarlah Hibari dari tempat persembunyiannya.*author dikamikurosu Hibari* maksudnya dari kamar mandi itu. Ia melihat Mukuro yang mencomot coklat miliknya tanpa izin. "D**n! Woi, Mukuro! Loe tu gak tau penderitaanku hari ini,ya! Udah mulutku tadi kena kotoran gaje, sekarang lo ngambil coklat gue! Balikin sekarang, atau KAMIKUROSU!" teriak Hibari kesal, bahasa gaulnya udah nggak bisa dikontrol lagi dan segera mengambil tonfanya. "nggak mau!." Kata Mukuro kayak anak kecil dan lari ke luar kamar sambil berteriak:" WOI! SI KEPALA MANGKUK UDAH JADI UKE SEJATI DIA! UDAH BESAR DI SEKARANG,EUY!MARI SEMUANYA BERI TEPUK TANGAN YANG MERIAH UNTUK KEBERHASILANNYA!". Kontan semua penghuni asrama yang mendengar teriakan gaje Mukuro itu pun keluar. Hibari yang melihat itu blushing dan mengeluarkan deathglarenya yang nggak bisa terkontrol lagi, dan segera mengejar kepala nanas itu." F*ck! KESINI KAU, KEPALA NANAS GAJE SIALAN! ATAU KUBUNUH KAU!" teriak Hibari dan mengeluarkan kata makian yang gak biasa dibilangnya. Mukuro yang tahu lari-atau-menyerahkan-diri sama aja, lebih memilih lari dan bersembunyi di WC guru wanita, meninggalkan Hibari yang memburunya. ( untungnya gak ada guru disana XD)

XXXXXXXX

Sementara itu, di kamar Gokudera dan Yamamoto...

"Woi, yakyuu baka! Apa ini?" kata Gokudera sambil menenteng kardus bertuliskan Danger. Di dalamnya, ada seekor kucing kecil lucu dan mempunyai bulu warna putih. "oh, itu.. lucu, kan?"kata Yamamoto yang baru pulang dari kegiatan klub baseballnya."CHE, BUKAN ITU, BAKA! MAKSUDNYA KENAPA ADA KUCING DISINI?" tanya Gokudera sambil menunjuk-nunjuk kucing itu. "oh,,hehehe. Kemarin aku nemuin di belakang ruangan baseball, badannya kurus banget, kasihan,kan? Jadi aku rawat aja disini. Lagian Gokkyun juga suka kucing, kan?" kata Yamamoto dan langsung membuat Gokudera blushing."SI,SIAPA BILANG AKU SUKA KUCING, HAAH?" teriak Gokuderayang masih blushing." Lho, nggak suka, ya? Bukannya gambar wallpaper hape-mu gambar kucing? Terus, mug-mu juga gambar kucing. Baju-bajumu juga kebanyakan ada kucingnya. Jadi, aku pikir kamu suka kucing..." kata Yamamoto heran. Gokudera pun makin blushing karena semua pernyataan Yamamoto yang tepat sasaran."Kalo nggak suka, biar kubalikin ke tempat asalnya.." kata Yamamoto dan mengambil kardus berisi kucing itu dari tangan Gokudera. Gokudera pun segera menghentikan Yamamoto."e-eh! Si-siapa bilang aku nggak suka! sini!" ujar Gokudera sambil mengambil kardus itu kembali dan mengeluarkan kucing putih yang imut itu. "kalo gitu...mulai hari ini namamu Uri! Tapi karena dia imut, akan kupanggil dia Jyuudaime!" seru Gokudera yang mengelus-elus bulu Uri sambil tersenyum manis. Yamamoto yang melihat Gokudera pun segera menutup hidungnya.'gawat, aku bisa nosebleed dibuatnya.' Pikir Yamamoto dan tersenyum melihat Gokudera kayak anak kecil yang dapat mainan baru.

*To be continued…*

Akari: yosh. Arigatoo karna udah baca fanfic gaje ini sampe sini, minna-san! XD ok, sampe disini aja chap 3 nya. Sampe ketemu lagi di chap brikutnya!XD

Yuki: ...Pliz Reviewnya, minna san...T.T