CHAPTER 3
YOU'RE MY IDOL AND I'M YOU'RE PARTNER
Pairing : Levi x Eren
Rate : T
Warning : AU, OOC, OOT, GaJe hahaha :P, Alur ga beraturan [lompat-lompat], Typo & Typo(s) bertebaran dimana-mana
Disclaimer : Shingeki no Kyojin © Hajime Isyama
Pagi harinya Levi terbangun akibat mendengar ponselnya berbunyi nyaring. Levi mengambil ponselnya dan melihat siapa yang berani-beraninya menelpon dirinya pagi-pagi subuh seperti ini. Dia menatap layar ponselnya yang sedang menunjukkan nama seorang pria tinggi dengan nama Eren Jaeger.
'Mau apa dia menelponku pagi-pagi.' Batin Levi dan mereject panggilan itu.
Tak lama kemudian, Ponsel milik Levi bergetar menandakan adanya sebuah pesan masuk. Levi membaca pesan itu dengan malas.
From : Eren Jaeger
"Help me.. *hiks* Aku takut Levi.. Mereka mengepungku.. Ada 5 orang disini dan aku terpojok."
Tak perlu lama bagi Levi. Dengan segera dia menaiki mobil sedannya dan mengebut sampai dimana tempat Eren berada. Levi berlari memasuki sebuah gang sempit dan mendapati Eren yang sedang pingsan dengan baju seragam yang terbuka dan celana dengan kancing yang rusak.
"Eren.. Bangunlah.. Oi.. Bocah!" Levi mengguncang tubuh Eren dan berusaha untuk menyadarkan anak itu.
"Le.. vi.." Jawab Eren lemas dengan membuka sedikit matanya. "A.. ku.. ta..kut.." Sambung Eren dengan air mata yang tumpah dengan sendirinya.
"Tch. Apa yang mereka lakukan padamu? Mengapa kau tidak melawan?"
Eren menggelengkan kepalanya dan memeluk tubuh kecil Levi. "Mereka Fansmu yang tidak setuju jika aku berduet denganmu." Eren berkata lirih.
Mendengarnya Levi menjadi naik pitam dan langsung menghubungi anggotanya yang lain untuk menyusul dirinya dan Eren ke rumah sakit Shingansina. Levi langsung menggendong Eren menuju mobilnya dan merebahkan dirinya di kursi penumpang depan. Sesekali Levi menatap Eren yang terbujur lemas akibat ulah fans fanatiknya itu.
Sesampai Eren di rumah sakit, Levi langsung membawa Eren ke ruang UGD dan langsung mendapatkan perawatan intensif. Dokter yang menangani Eren pun menyuruh Levi untuk menunggu di ruang tunggu dengan tenang.
"Tch… Kenapa mereka lama sekali.. Tidak tahukah ini sangat darurat." Cibir Levi dan menghubungi Erwin yang merupakan manager dari Wings of Freedom.
Setelah menunggu selama 20 menit, datanglah seluruh anggota Wings of Freedom bersama sang Manager.
"Levi apa yang terjadi? Kau menelpon kami seperti itu dan kau membuat kami semua panik." Jawab Berthold dengan panik.
"Jangan banyak tanya dan tunggu dokter keluar. Dan Erwin besok aku ingin ada jumpa fans dengan semua media datang." Jawab Levi dengan melipat tangan di dadanya dan menatap kesal kepada setiap orang yang lewat. Tanpa banyak bertanya Erwin mengijinkan dan akan melakukannya di lobby apartemen milik Eren.
"Tuan Levi Ackerman." Panggil dokter yang menangai Eren itu. Levi mendongak dan menatap dokter itu tanpa bertanya keadaan Eren sekalipun.
"Tuan Eren Jaeger baik baik saja. Tapi sepertinya ada tekanan batin yang jika di perdalam akan merusak mentalnya." Jelas dokter itu.
"Tunggu jadi maksudnya. Jika Eren terus mengingat kejadian itu dia bisa gila?" Tanya Armin dengan kemampuannya saat pelajaran biologi. Dokter itu hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Armin.
Suster memindahkan Eren yang sudah sedikit sadar itu kedalam ruang rawat VVIP yang dijaga ketat oleh bodyguard milik Levi. Levi dan yang lainnya mengikuti dari belakang dan setelah sampai di kamar itu, Levi membawa kursi di samping Eren saat melihat Eren sudah membuka mata sepenuhnya.
Eren menoleh dan mendapati Levi yang sedang duduk melipat tangan menghadapnya. "Aku menyusahkan kalian lagi ya?"
"Ya kau menyusahkan. Dan sekarang katakan padaku apa yang terjadi." Perintah Levi yang absolut dan tidak bisa di jawab dengan kata 'Tidak', 'Tidak mau', 'Bukan apa-apa', atau 'itu rahasia'.
Eren menelan ludah dan memulai ceritanya. "Tadi pagi saat aku mau pergi ke sekolah. Aku berniat naik bis karena motorku mogok. Lalu di persimpangan jalan aku di tarik oleh beberapa pria dan wanita. Aku bertanya apa mau mereka dan mereka menjawab 'Aku tidak terima jika kau mendekati Levi. Kau anak baru untuk apa kalian berfoto bersama saat berada di sekolah.' Dan setelah itu aku di pukuli dan setelah itu aku tidak ingat apa apa sampai kau membangunkanku, Levi."
Levi mendengarkan dengan baik dan tenang. Berbeda dengan anggota yang lain. Mereka terkejut dengan cerita Eren dan bertanya tanya siapa yang berani-beraninya berbuat seperti itu.
"Eren kau ingat bagaimana mereka?" Tanya Erwin.
"Aku tidak terlalu jelas Erwin-san. Yang ku ingat beberapa dari mereka memakai seragam SMA Trost Academy. " Jawab Eren lirih.
"Anak trost?" Reiner dan Jean melebarkan matanya saat mendengar pernyataan Eren.
"Ada apa?" Tanya Levi.
"Levi apa kau berpikir ini adalah ulah milik Petra? Kau taukan Petra sangat menggilaimu." Jelas Jean.
"Aku juga berpikir begitu."
"Petra? Dia siapa?" Tanya Eren bingung.
"Petra Ral. Dia salah satu anggota SnK45. Dia adalah mantan kekasih dari Levi. Dia akan menghancurkan siapa saja yang mendekati Levi karena dia masih sakit hati dengan Levi." Jelas Armin.
Levi menunduk dan berdiri dari kursinya. Semua yang melihatnya terkejut dan bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh Levi.
"Kau mau kemana Levi?" Tanya Erwin dengan lembut.
"Kemana lagi. Tentu saja menemui penyihir itu." Jawab Levi acuh dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
Melihatnya Eren hanya menunduk dan menimang pemilihannya untuk masuk kedalam Wings of Freedom. Apakah itu pilihan terbaiknya atau tidak. Sampai Armin menepuk pundaknya dan mencoba menenangkan Eren dengan kata katanya.
Eren mendengarkan kata-kata Armin dan memilih menatap jendela ruangannya itu. Bahkan siaran di TV yang merupakan film kesukaannya pun tidak menarik di matanya. Sampai Eren bernyayi sebuah lagu yang menurut para temannya itu sangat indah.
Ai ni iku yo ima hoshi wo tadotte
Yoru no yami ni shizumu kimi no machi made
Darenimo naisho de tsurete iku no sa
Futari dake no sekai kimi no te wo hiite
Saa
Kimi to boku wo tsunagu saishuu ressha ga
Kinou to kyou no aida wo toorisugite ku
Mado no soto nagareru minarenu keshiki ni
Munasawagi nando mo nagameru tokei
Yubiori kazoete
Kono yoru wo mattetanda aa
Selesainya, Eren tersenyum miris mengetahui bahwa untuk mendapatkan hati seorang Levi Ackerman sang Leader dan siswa paling disegani oleh seluruh orang karena sifatnya yang dingin dan berbicara kasar itu sangat sulit.
.
.
.
YOU'RE MY IDOL AND I'M YOU'RE PARTNER
.
.
.
Didepan Trost Academy terlihat Levi sedang menunggu didepan gerbang dengan bersandar di mobil mewahnya. Setelah 15 menit menunggu, Bell tanda pulang sekolah berbunyi dan beberapa siswi ada yang mendekati Levi hanya untuk sekedar menyapa yang berujung diacuhkan oleh Levi.
Levi melihat sekeliling dan menemukan wanita dengan rambut berwarna madu yang dipotong pendek sebahu. Dengan langkah sedikit menghentak, Levi mendekati wanita itu dan menariknya dengan kasar.
"Apa yang kau lakukan pada Eren, Penyihir tua!?" Tanya Levi dengan kasar.
"Ara.. Lihat siapa yang datang. Ada apa Levi? Kau rindu padaku?" Goda wanita itu.
"Rindu padamu? Kau bermimpi apa? Dan kutanya sekali lagi, Petra. Apa yang kau lakukan kepada Eren!?" Tanya Levi geram.
"Eren Jeager? Anak barumu itu? Dia pantas mendapatkannya. Dia tidak boleh bersanding denganmu karena hanya aku yang pantas disisimu." Wanita yang bernama Petra itu mengubah mimik wajahnya menjadi sinis dan licik.
"Kau yang tidak pantas, wanita gila! Dan akan ku sampaikan ke produser kau dan anggotamu yang lain tidak akan pernah muncul bersama dengan anggotaku yang lain! Dan kau harus membayar semua ini." Levi melepaskan tangan Petra dengan kasar dan meninggalkan bercak kemerahan pada pergelangan Petra karena cengkraman tangan Levi yang terlalu kuat.
Levi meninggalkan Petra yang masih berdiam diri bersama dengan teman temannya itu dan langsung masuk kedalam mobil mewahnya itu. Dengan segera dia mengendarai mobil itu dan kembali ke rumah sakit dimana hanya tinggal Eren dan Erwin disana.
Levi memarkirkan mobilnya di parkiran khususnya dan langsung menaiki lift untuk sampai di kamar VVIP milik Eren. Dilihatnya Erwin yang tertidur pulas di sofa dan Eren yang sedang bersenandung sendu menghadap jendela kamar rumah sakit itu.
Levi berjalan pelan mendekati Eren dan menepuk kepalanya lembut setelah merasa Eren menyelesaikan lagunya.
"Sudah selesai bernyanyinya?" Tanya Levi dengan nada datarnya yang hanya di jawab dengan anggukan kepala milik Eren.
"Mengapa makananmu belum kau sentuh?"
"Aku sedang tidak lapar Levi. Jika kau, mau kau bisa memakannya." Jawab Eren dan menatap kosong makanan di atas trolly itu.
"Makan bocah. Kau masu selamanya di tempat bau seperti ini?"
"Mungkin ya. Mungkin tidak. Jika aku pulang, maka aku akan tinggal bersamamu dan semakin banyak orang yang akan berusaha membunuhku bahkan membunuhmu." Jawab Eren yang menahan napasnya.
Levi yang mendengarnya hanya menghela napas dan mengusap pelan rambut Eren. Dengan segera dia mengambil makanan di trolly itu dan membawanya kehadapan Eren. Levi duduk lagi di sebelah Eren dan mengambil sesendok bubur itu.
"Buka mulutmu, bocah." Perintah Levi.
"Aku tidak mau makan."
"Dasar anak keras kepala." Levi mencibir.
Levi yang merasa di acuhkan mencubit paha Eren dengan keras dan menyebabkan Eren berteriak keras. Dengan cepat Levi memasukan bubur itu kedalam mulut Eren. Mendengar adanya suara teriakan, Erwin terbangun dari tidurnya dan langsung mendatangi asal suara. Di sibakkannya tirai yang menutupi tempat tidur Eren dan mendapati Levi yang sedang duduk di samping Eren dengan tangan kiri memasuki selimut yang menutupi kaki Eren.
"Levi apa yang kau lakukan disana?" Tanya Erwin panik.
"Aku hanya menyuruhnya makan."
"Tanganmu Levi." Jelas Erwin dan wajah Eren berubah menjadi merah.
"Oh.. Aku mencubitnya agar dia mau membuka mulutnya." Jawab Levi santai.
Erwin yang mendengarnya hanya menggeleng dan mendekati kedua anak didiknya itu. Erwin mengusap kepala Eren yang sedang bersusah payah menelan bubur dengan rasa tawar tersebut.
"Besok kau sudah boleh pulang Eren." Jelas Erwin yang di balas dengan anggukan kepala Eren.
"Aku akan pulang ke apartemenku bukan?" Tanya Eren dengan nada polosnya yang dibalas dengan kekehan pelan mendengar pertanyaan itu.
"Tentu saja kau pindah ke rumah ku, bocah polos."
.
.
.
YOU'RE MY IDOL AND I'M YOU'RE PARTNER
.
.
.
Keesokan harinya, Levi menjemput Eren setelah pulang sekolah. Levi membantu Eren membereskan pakaiannya dan barang barangnya yang lain.
Setelah itu, Levi mengendarai mobilnya yang diikuti oleh mobil bodyguardnya itu menuju apartemen Eren dan mengemasi pakaian dan barang – barang milik Eren.
"Kau sudah selesai?" Tanya Levi yang dibalas dengan anggukan kepala Eren. "Kalau begitu kita pergi dari sini. Kita tidak menjualnya jika kau ingin. Dan nanti tepat pukul 5 sore aku akan mengadakan jumpa pers di lobby apartemenmu ini."
"Eh? Untuk apa?" Tanya Eren bingung.
"Untuk kasusmu." Dan setelah mendengarnya, Levi dan Eren berjalan keluar kamar itu menuju lift. Barang – barang Eren sudah di bawakan oleh bodyguard Levi yang mengikuti mereka dari belakang.
"Apakah perlu melakukan itu?" Tanya Eren saat mereka berada di dalam lift.
"Tentu saja. Agar manager dari SnK45 tahu salah satu anggotanya melakukan tindak criminal terhadap asset berhargaku." Jelas Levi dengan seringai tipisnya yang hanya bisa di lihat jika kau berada sangat dekat dengan wajah Levi.
"Tapi bukankah itu keterlaluan, Levi?"
"Dari pada aku melaporkannya kepolisi atas tuduhan penganiayaan dan dia di penjara selama 15 tahun." Jawab Levi dengan tenang.
Lift berdentang menunjukan lift berhenti di lantai yang dipilih. Lobby dimana semua orang sudah berkumpul dari para fans Levi dan fans dari Eren. Bahkan sudah banyak wartawan yang duduk santai di sofa yang terpasang rapi di lobby tersebut. Sesekali Eren menarik lengan baju Levi karena takut dengan kumpulan fans dari Levi. Dan dengan cepat Levi menarik tangan Eren untuk masuk kedalam mobil dan mengebut sampai di mansion besar milik Levi.
Levi memarkirkan mobil mewahnya itu di depan pintu dan memindah tangankan kunci mobilnya kepada pelayan rumahnya. "Parkirkan dengan rapih." Perintah Levi mutlak.
"Apa aku perlu ikut dalam jumpa persmu itu Levi?" Tanya Eren.
"Tentu saja! Kau korban dari pencabulan dan penganiayaan itu."
"Baiklah. Boleh aku tahu kamarku? Aku ingin mandi."
"Dilantai dua di sebelah kiri tangga itu kamarku." Jawab Levi yang mengecek ponselnya dan sosial media miliknya. Dan benar saja dugaan Levi. Banyak paparazii yang mengambil foto Eren dan dirinya sedang bergandengan tangan dengan berita yang tidak masuk akal.
"Aku mau mandi di kamarku Levi."
"Kamarku adalah kamarmu, bocah." Jawab Levi acuh. Dan dengan segera Eren berjalan menuju kamar itu dan mandi dengan tenang.
[Foto displayed]
"Levi Ackerman menggandeng tangan milik Anggota baru bernama Eren Jaeger dengan erat!"
"Diduga memiliki hubungan khusus dengan Eren Jeager sang anggota baru dari Wing of Freedom, Itulah penyebab mengapa Levi yang di duga sebagai leader dari Wings of Freedom itu sangat marah saat mengetahui ada yang mencelakai Eren Jaeger kekasih barunya itu."
Levi membookmark berita - berita itu dan mengunci kembali ponselnya setelah melihat Eren dengan pakaian rumahnya turun dari tangga. Levi mengerutkan dahinya melihat model pakaian yang di pakai oleh Eren. Bayangkan saja Eren di depan sang Leader hanya memakai kaus lengan buntung dan celana pendek yang mengekspos pahanya.
"Sekarang aku tahu mengapa mereka mencabulimu." Jawab Levi yang mendekati Eren. "Kakimu indah juga. Dan apa kau mencoba menggodaku?" sambung Levi dan menarik pinggang pria yang lebih tinggi 10 cm itu mendekat kepadanya.
"A-aku tidak menggodamu! O-oi! Levi dimana kau menyentuhku!" Gertak Eren yang merasakan tangan Levi mulai mengerayangi bokongnya.
"Mengecek apa kau masih perawan atau tidak. Dan sepertinya masih." Jawab Levi dengan berbisik di telinga Eren.
"K-kau tidak jadi pergi?" Tanya Eren dengan lembut dan memisahkan diri dari Levi.
"Ganti pakaianmu dengan pakaian yang sedikit formal, Eren."
"Aku hanya perlu mengganti celanaku dan memakai jaket saja." Jawab Eren santai dan berlari kembali ke kamar untuk mengganti celananya dan memakai jaket kesayangannya.
Setelah melihat pria bruneet itu kembali, Levi berjalan menuju mobilnya. Kali ini dia akan memakai supirnya untuk sampai di apartemen Eren.
Sesampainya di apartemen itu, Levi dan Eren keluar dengan perlahan dari mobil dan banyak wartawan yang bertanya kepada Levi dan Eren bahkan ada yang mengambil foto mereka berdua. Eren semakin merapatkan diri kepada Levi karena masih risih dengan perlakukan orang banyak itu.
Levi duduk di kursi yang disediakan dan disebelahnya Eren duduk dengan kikuk. Tak lama seluruh anggota Wings of Freedom yang lain datang dan duduk sejajar bersama Levi dan Eren. Bahkan Erwin sang menager datang dan langsung duduk di sebelah Levi.
"Baik kita mulai acara hari ini. Dan aku tidak mau pertanyaan yang basa basi. Karena aku memiliki banyak hal untuk di bicarakan disini dan semua menyangkut WOF dan juga Eren Jeager. Yang akan protes atau tidak senang dengan adanya jumpa pers ini silahkan pergi sebelum Security yang menyeret kalian keluar dari gedung ini." Jelas Levi dengan nada sinisnya.
Semua wartawan dan fans yang datang langsung diam dan duduk dengan rapih di bangku yang disediakan. Erwin yang melihatnya mencoba menenangkan anak didiknya yang satu itu. Erwin tahu bahwa Levi menanam perhatian kepada Eren hanya saja dia tidak tau sebatas apa perhatian itu. Anggota? Atau lebih?. Lain cerita dengan Eren. Dia menenangkan Levi dengan mengusap paha Levi lembut. Dia tidak ingin hanya karena kasus ini, Levi menjadi memiliki banyak haters.
Levi mengerti maksud dari kdua orang itu dan menghela napas untuk menenangkan dirinya. "Jadi kita mulai pertanyaannya."
"Levi.. Apa yang ingin kau jelaskan kepada kami semua?" Tanya wartawan dari majalanhfashion ternama itu.
"Pertama kasus penganiayaan anggotaku yang berakibat dirinya masuk rumah sakit dan menjalankan terapi psikologis karena gangguan mental. Kedua, masalah foto yang beredar di Timeline Facebook, Path, Twitter, Skype, Instagram, dan lainnya yang berujung kesalah pahaman dari semua anggotaku termasuk managerku." Jawab Levi cepat.
"Apa kau sudah mengetahui siapa dalang dari penganiayaan dari Eren Jeager." Tanya wartawan lain.
"Sudah dan kalian tidak akan percaya siapa." Jawab Jean dengan sinis.
"Jika boleh tahu siapa dia?"
Seluruh anggota Wings of Freedom –minus Eren dan Erwin- menunjuk wanita dengan potongan rambut sebahu berwarna karamel yang berdiri di belakang dan bersandar di dinding. "WANITA ITU!" Dan dengan segera seluruh wartawan serta fans yang datang menoleh kearah wanita yang ditunjuk.
"Petra Ral!? Iya itu benar Petra Ral." Teriak salah satu wartawan dan Fans berbarsamaan.
"Dia lah wanita yang membuat Eren Jeager terpaksa masuk rumah sakit. Dan berkatnya konser kedatangannya anggota baru Wings of Freedom di batalkan pada sabtu ini!" Jelas Levi.
"Tunggu.. apa!?" Teriak seluruh anggota WOF bersamaan.
"Kau tetap ingin bernyayi walau kau sedang sakit bocah? Kau saja belum melakukan persiapan sama sekali. Jika kami, kami sudah berlatih selama satu minggu penuh." Jawab Levi.
"Tapi aku ingin."
"Tidak."
"Levi.." Rengek Eren.
"Sekali tidak. Tetap tidak, bocah." Jawab Levi dengan penekanan disetiap kata tidaknya. Eren hanya menunduk takut dan setuju dengan perkataan mutlak Levi.
"Dan untukmu Ral! Sekali lagi kau melakukan kesalahan itu! Kupastikan keluargamu dan keluargaku putus hubungan. Walau aku senang semua itu terjadi sehingga aku tidak perlu menikah paksa denganmu, wanita jalang." Jelas Levi.
Petra yang berdiri di belakang hanya bisa diam dan menunduk saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Levi tadi.
"Tunggu!" Teriak Petra. "Bukan aku yang melakukannya. Aku hanya bilang kepada teman sekolahku bahwa aku tidak suka jika Eren dengan denganmu. Jadi bukan aku yang melakukannya." Jelas Petra.
"Eren. Katakan apa kau melihat wanita ini bersama temannya yang lain? Temannya berambut kuning panjang dan bertubuh kecil dan juga ada wanita berambut kuning juga dan di ikat seperti Hanji." Tanya Erwin dengan lembut.
"Itu... Aku lupa Erwin-san."
"Jangan berbohong padaku bocah atau kau tidur di luar bukan di kamar atau di sofa. Melainkan di garasi rumahku."
"I-Iya mereka bertigalah orang yang kukatakan memakai seragam Trost Academy." Jawab Eren dengan suara yang dipelankan tetapi cukup keras untuk di dengar semua orang. "Aku tidak melihat wajahnya tapi jika dari penjelasan Erwin-san, semuanya sama persis."
"Apa? Aku ti-"
"Cukup! Petra! Mulai sekarang jangan harap kau menginjakan kaki di rumah keluargaku. Termasuk keluargamu!" Sergah Levi dengan Emosinya. "Dan untuk kalian yang mengambil foto Aku dan Eren bergandengan tangan, Hapus secepatnya atau ku buat kalian menghapus foto itu sekarang juga dengan kuku-kuku jari kalian terlepas dari tempatnya." Sambung Levi dan menarik Eren untuk meninggalkan tempat itu.
Acara yang di selenggarakan secara live itu membuat semua orang tercengang dengan perkataan frontal Levi. Dia tidak mengira Levi akan memutuskan hubungan dengan keluarga Ral yang terkenal sangat intim itu.
Didalam mobil, Eren hanya menunduk dan menahan tangisnya saat mendengar Levi berteriak marah karena dirinya mengucapkan kebenarannya. Levi yang melihat Eren menunduk mencoba menenangkan diri bocah itu dengan mengusap lembut punggung tangannya.
"Tenang aku tidak marah karenamu. Aku memang udah muak dengan wanita itu." Jawab Levi menenangkan.
"Maafkan aku." Jawab Eren dengan suara yang bergetar.
"Untuk apa?"
"Karena aku, keluargamu dan Petra-san putus hubungan." Jawab Eren yang berlari keluar mobil saat mobil yang ditumpangi oleh Levi dan Eren itu berhenti karena macet.
Levi kaget saat Eren tiba tiba saja melepaskan genggaman tangan Levi dan berlari keluar mobil dengan air mata di pipinya. Pria raven itu mencoba mengejar Eren dengan keahlian larinya. Namun Eren lebih unggul. Siapa sangka Eren Jeager, murid paling malas disekolah dengan prestasi tinggi dapat memenangkan lomba lari 100m dalam waktu 22.28 detik saja.
"Eren!" Panggil Levi yang tidak di jawab oleh sang empunya nama.
Levi yang mulai lelah berlari berhenti mengejar sang anggota baru itu dan menelpon Erwin dan anggota yang lainnya untuk mencari Eren diseluruh kota ini. Bahkan Levi rela membuang pulsanya untuk bertanya pada Marco dimana tempat biasa Eren ada saat sedang sedih. Dan beberapa saat kemudian, Levi teringat sesuatu. Eren sering menemui kedua orang tuanya saat sedang sedih ataupun ada masalah hanya untuk bercerita.
Levi berlari bersama ketiga anggota Wings of Freedom yang lain menuju makam kedua orang tua dan adik tiri dari Eren. Dan sesuari dugaan Levi, Eren sudah berada di depan makam itu dengan duduk memeluk lutut dan terisak.
Sang leader dari grup itu berjalan lebih dulu dan mengusap kepala Eren. Dia berjongkok agar sejajar dengan Eren dan menghadap kemakam kedua orang tua anggota baru itu.
"Dengar Eren. Semua yang kulakukan itu untukmu. Aku tidak menyukai Petra. Aku menyukai orang lain." Jawab Levi lembut.
"Tetap saja karena kesalahanku. Karena perasaanku terhadapmu. Kau menjadi seperti ini. Aku akan pergi darimu. Jika kau memang membutuhkan anggota baru silahkan tapi aku tidak akan mendekatimu lebih dari sepasang partner kerja." Jawab Eren sedikit terisak.
"Eren. Apa yang dikatakan oleh Levi-san benar. Sebaiknya kau jangan pikirkan. Kami semua kana mendukungmu." Jelas Armin.
"Dasar cengeng. Dengar jika ada yang berani denganmu, kita semua akan menghajar orang itu karena kita satu team, baby face." Ejek Jean.
"Diam muka kuda." Jawab Eren yang masih terisak. "Bagaimana jika aku menambak keadaan menjadi lebih buruk."
"Maka kami akan membantumu untuk memperbaikinya." Jawab Berthold dengan senyumnya. Dan setelah itu Eren berhenti terisak.
Tanpa disadari, ada tiga sosok wanita yang memperhatikan mereka berlima dari jauh. Levi yang merasakan ada orang yang datang langsung melepaskan pelukannya dan menyembunyikan Eren di belakang tubuhnya.
"Kau!"
"Ara.. pemandangan yang bagus sekali Levi Ackerman. Memutus hubungan denganku dan sekarang menjalin hubungan dengan anggota baru?" Jawab Petra yang bertepuk tangan melihat Eren bersembunyi takut di belakang Levi.
"Hey Petra-san. Bagaimana jika kita melakukan sesuatu kepada anak baru itu?" Jawab salah satu gadis kecil dengan rambut kining panjang yangs erupa malaikat itu.
"Christa. Jangan ikut campur." Larang Berthold yang melihat teman semasa kecilnya bersama Reiner itu datang dengan seringai iblis di wajahnya.
"Aku juga akan membantu." Jawab wanita yang muncul di belakang gadis bernama christa itu.
"Ymir." Jawab Armin sdikit terkejut melihat Ymir teman saat Taman kanaknya dulu datang setelah sekian lama menghilang.
"Dan bukan hanya mereka tapi semua haters kalian Levi dan Eren." Jelas Petra dengan seringai di wajahnya. "Merekalah penolak Rivaere di kota ini."
Setelah Petra mengucapkan kata kata itu, para haters itu langsung datang dan mengerubungi Levi dan Eren dalam satu lingkaran dan memisahkan ketiga anggota yang lain dalam lingkaran yang lain. Beberapa oorang berusaha mengambil Eren dari Levi dengan menarik seragam sekolah milik Eren.
"Berhenti kalian semua!" Teriak Hanji dan Erwin bersamaan.
Levi tetap mempertahankan Eren di pelukannya dan berniat membawa lari Eren disaat ada kesempatan.
"Petra! Apa yang kau lakukan?" Tanya Hanji yang merupakan manager dari SnK45 itu.
Tak disangka, Salah satu haters yang membenci Eren melayangkan tinjunya kewajah Eren dan sukses membuat sang empunya wajah tersungkur. Levi yang terkejut langsung membulatkan mata melihat Eren tersungkur dan terbatuk.
"Eren!" Panggil Levi dan menoleh cepat keasal pria yang memukul wajah Eren itu. "Apa kau sudah gila!" Levi melayangkan tinjunya ke pria itu dan dengan mudahnya pria itu menangkapnya dan memukul kuat perut Levi.
Erwin dan anggota yang lain menatap tidak percaya akan siapa yang memukul Eren dan Levi tersebut.
"Reiner." Panggil Berthold pelan.
Semua anggota Wings of Freedom itu menoleh dan mendapati Reiner yang sedang tersenyum melihat Levi dan Eren tersungkur.
"Oi.. Reiner.. Apa yang kau lakukan. Dia temanmu." Teriak Jean yang mencoba menerobos hadangan para haters itu.
Petra yang melihatnya hanya tertawa dan bertepuk tangan melihat kedua personil itu tersungkur. Levi mencoba bangkit berdiri dan menghampiri Eren sebelum Eren ditarik paksa oleh salah satu haters yang di ikuti oleh beberapa orang.
"Lihatlah. Ini makam keluarga Jeager rupanya. Tenang saja Tuan dan Nyonya Jeager. Anak kesayanganmu akan datang bersamamu."
Setelah itu. Terdengar suara jeritan yang keras dari ujung jalan dimana arah Eren di seret oleh anggota haters itu. Levi membulatkan mata dan memukul wajah orang orang yang menghalanginya.
"Eren!" Levi berlari cepat setelah berhasil melepaskan diri dari orang orang itu.
Setelah sampai di tempat itu. Levi merasakan tubuhnya memanas. Dia membulatkan mata tidak percaya akan apa yang telah terjadi pada personil baru pilihannya itu. Dan setelah itu, Levi jatuh terduduk menyaksikan semua hal yang ada di depan matanya itu.
"Eren..." Panggil Levi pelan yang tidak mungkin terdengar oleh semua orang disana bahkan oleh Eren sekalipun.
.
.
.
.
.
Continued~
Hoyaaaaaa...
setelah sekian lama saya menghilang (HIATUS) saya kembali...
Bagaimana? Ada kesan kesan yang ingin dilimpahkan kepada saya?
Monggo... saya terima kecuali Flame... ada Flame mati lah kalian hahaha
Note :
Dalam Chapeter ini lagu yang dipakai saat Eren bernyanyi adalah Hoshiai - Amatsuki
