SHIROIYASHA KOUTAN : SHIRUBA YAMI

DISCLAIMER : Masashi Kashimoto & Ichie Ishibumi

Semua Chara yang terlibat dalam Fanfiction ini milik pengarangnya masing-masing atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

AUTHOR : GORILLA

WARNING : MASIH PERLU SARAAN DAN KRITIKAN READER

Fanfic ini masih berhubungan dengan fanfic saya yang satunya,

Karena ada yang bilang Gorilla dari pada seperti ini lebih baik buat crossover dan berhubung saya mendapatkan ide jadi silahkan dinikmati, jika ada kesamaan dalam cerita hanyalah kebetulan semata dan untuk sementara fanfic saya yang satunya saya hentikan untuk sementa.

SUMMARY : Kehidupan Naruto Setelah Perang Dunia Shinobi ke 4 tidaklah cocok disebut kehidupan,kehidupan tanpa adanya kematian bukanlah kehidupan.

"Aku hanya mencari sebuah kematian ku."

Naruto P.O.V

"Aku Pulang Oyajii." Ucap Ku,sambil melepas sepatu ku di rak sepatu dekat pintu masuk rumah ku.

"Selamat datang. Karin dan Nobume mana apa kalian tidak pulang bersama-sama ?" tanya Oyajii.

"Mereka ada kegiatan Klub. Mungkin?" jawab Ku sambil mengangkat bahu.

"Oyajii semalam aku berrmimpi..." ucap Ku tapi terpotong.

"Aku Pulang." Ucap Karin sambil membuka pintu.

"Selamat Datang, Naruto apa yang akan kau ceritakan tentang mimpi mu?" jawab Oyajii sekaligus bertanya pada ku.

"Sudah, tidak jadi." Jawabku malas.

"Karin! Sialan! Kau memotong ucapan ku." Ucap ku marah.

Siapa yang tidak marah jika ucapannya terpotong bahkan bocah usia 10 tahun pun akan marah jika ucapannya terpotong.

"Apa maksud mu memarahi ku Naruto?!" tanya Karin pada ku dengan sedikit menaikan nadanya.

"Tentu saja bodoh! Kau datang disaat aku belum selesai bicara dan memotong ucapan ku Kau Kurang Ajar sekali!" ucap ku.

"Naruto-kun... Apa maksudd mu berkata 'Kau Kurang Ajar Sekali' pada Karin. Apa maksud mu aku sebagai Ayah kurang mengajari dia sopan santun?" tanya Oyajii sambil menahan marah pada ku.

"Oyajii bukan seperti itu." Jawab ku grogi.

"Kau Terlalu capat 100 tahun untuk berkata seperti itu!" ucap Oyajii sambil bersiap manyalentik dahi ku.

"Tunggu Oyajii bukan seperti itu!" ucap ku ketakutan.

Tik...

Ketika jari Oyajii bersentuhan dengan dahiku sensasi ini sangat mengerikan. Aku merasa ada sesuatu yang mementalkanku kebelakang.

Bush...

Duakh...

Sepertinya punggung kue menaberak pintu. Tidak sampai disitu .

Blarr...

Dan terakhir Aku tertancap di pagar tembok di depan rumah.

"Ohok... Apa Kau mencoba membunuh ku? Baka Oyajii." Ucap ku marah.

"Ho... Naruto apa kau masih kurang?" tanya Oyajii lembut tapi berbeda dengan Aura di sekitarnya.

"Aku pulang." Ucap Nobume-nee datar saat memasuki halaman rumah.

"Woah... Naruto apa yang kau lakukan di situ?" tanya Nobume-nee melihat aku tertancap di pagar tembok dengan nada datar tentunya.

"Selamat datang." Jawab Oyajii dengan senyuuman di wajahnya.

"Ayah apa yang terjadi? Kenapa Naruto terancap di pagar? Dan apa yang kalian laku kan hingga pintu rumah rusak?" tanya Nobume-nee tanpa jeda sambil masuk ke rumah sambil melepas sepatunya kemudian menaruhnya di rak sepatu.

"Aku hanya mengajari sopan santun pada Naruto." Jawab Oyajii sambil mununjuk ku.

"Jika kalian mengucapkan hal seperti itu lagi di depan ku. Naruto kau bisa membayangkan hal mengerikan apa yang akan terjadi jika kau mengulangi perbuatan mu itu?" ancam Oyajii sambil menunjukan senyuman Horror miliknya.

'Hiiii mengerikan sangat mengerikan dia pasti bukan manusia. Apa dia Oga? Oga Tatsumi?' Pikir ku.

'Hoi Naruto itu acara yang berbeda!' tegur Nobume-nee dengan nada datar dalam hati.

'bagaimana kau bisa membaca pikiran ku?' tanya ku dalam hati sambil memberi tatapan tajam pada Nobume-nee.

'Jangan Khawatir Naruto hal seperti ini terkadang sering terjadi di Cerita-cerita Comedy ini bukan yang pertama kali terjadi.' Jelas Nobume-nee dalam hati.

'Ini tidak masuk akal apa ini yang di maksud hati setiap orang terhubung?' tanya ku dalam hati.

'Hal semacam itu tidak akan terjadi di dunia ini apa kalian sudah selesai dengan perdebatan konyol kalian?' tanya Oyajii dalam hati.

Dan ku sudahi pertengkaran batin ku dengan Nobume-nee dan mulai menjawab pertanyaan Oyajii.

"Ha'i." Jawab ku dengan wajah pucat dan keringat dingin.

"Tenanglah, Akan terjadi hal yang lebih mengerikan dari yang kau bayangkan." Ucap Oyajii setelah mendengar jawaban ku tidak lupa senyuman Horror di wajahnya.

"Anu... Oyajii bisakah kau membantuku untuk keluar dari sini?" tanya ku yang masih tertancap di pagar tembok.

Ring a Ding Dong... Ring a Ding Ding Dong... Ring a Ding Dong... Ring a Ding Ding Dong... Hp Oyajii bergetar tanda panggilan masuk.

Sementara kami bertiga sweatdrop mendengar nada panggilan masuk Hp Oyajii 'Kenapa,kenapa harus Kaela!' teriak ku dalam hati.

"Otou-san, Nada panggilan masuk mu. Kenapa,Kenapa harus Kaela?!" tanya Karin sambil berteriak setelah sadar dari sweatdropnya.

"Tou-san Apa kau mau di tuntut oleh Kaela-san hah?" tanya Nobume-nee.

"Heh apa salahnya aku hanya menarik sponsor ah maksud ku promosi lagu milik Kaela-san apa salahnya." Balas Oyajii dengan wajah Innocent. Kemudian ia mengangkat telepon tersebut.

"Moshi,moshi Uzumaki Minato disini?" tanya Oyajii pada Orang yang meneleponnya.

"Minato-kun~ sudah waktunya kau kembali dari liburanmu. Bisakah kau datang kemari, ah dan jangan lupa bawakan aku oleh-oleh dari Tokyo D*****land." Ucap perempuan dalam telepon.

"Tunggu Oba-san." Jawab Oyajii pada penelepon itu.

"Oba-san?!" tanya penelepon itu dengan sedikit marah pada Oyajii karena panggilan itu dirasa terlalu tua untuknya.

"Onee-san, apa maksudmu D*****?!" tanya Oyajii dengan keringat bercucuran.

'Apa ini akan baik-baik saja pertama di Fanfic ini Gorilla menyebut Kaela dan sekarang ia menuliskan D*****, semoga tidak kena pelanggaran hak cipta' batin ku keringat dingin.

"Minato-kun jangan kau lupa,jika kau melupakannya kau tahu akibatnya jaa." Jawab orang itu sekaligus mengaancam kemudian menutup teleponnya.

"Ano... Kalian! Cepat bantu aku!" perintah ku pada Nobume-nee,Karin,dan Oyajii.

"Gomen Naruto aku terburu-buru." Jawab Oyajii sambil membetulkan pintu dan kemudian ia berjalan menuju kamarnya mempersiapkan barang yang akan dia bawa besok lusa.

"Nee-san,Karin." Panggil ku pada Nobume-nee dan Karin tapi mereka mengabaikan ku dan masuk ke dalam rumah.

"Aku di kacangin!" teriak ku 'Aku tokoh utama disini hiks hiks.' Lanjut ku dalam hati terisak.

Hari ini aku berakhir tertancap di pagar dengan keadaan jauh dari kata baik.

Pembaca yang budiman jangan katakan 'Kurang ajar pada Kakak,Adik,Sepupu mu di depan orang tua mu karena itu menyakiti hatinya. Dan hal paling buruk mungkin akan mengalami hal seperti ku.

Naruto P.O.V END.

Time Skip 2 Hari Kemudian.

Tokyo Airport. 08.30 pm.

Terlihat Keluarga Uzumaki sedang mengantar keberangkatan Minato. Saat ini Minato mengenakan pakaian hitam khas Exorcist [ memudahkan pembaca membayangkan pakaian Minato silahkan mensearch Fujimoto Shiro Ao no Exorcist.]

Naruto,Karin dan Nobume mengenakan Seragam Kuoh Gakuen.

"Naruto, tolong jaga Nobume dan Karin selama aku pergi." Pesan Minato pada Naruto.

"Menjaga Mereka?, Memangnya siapa yang beranai mengganggu kedua wanita kekar ini?" beo Naruto malas sambil mengupil dengan kelingkingnya dan tidak peduli linggkungan sekitar.

"Naruto apa maksudmu dengan wanita kekar?" tanya Karin dengan wajah tertutup poninya dan disertai aura gelap yang meluap dari tubuhnya.

"Apa-apaan mereka?" tanya salah seorang pengunjung Bandara berbisik pada teman di sebelahnya.

"Sudah biarkan saja sepertinya mereka sedang ada masalah." Jawab temannya.

"Kalian menjadi pusat perhatian lho." Tegur Minato pada Naruto dan Karin.

"Naruto dunia ini bukan lah tempat yang aman." Jelas Minato pada Naruto dengan Serius.

"Tak usah Khawatir semua akan baik-baik saja." Jawab Nobume sengan nada datar.

"Tapi aku khawatir pada kedua putri ku yang manis. Menjadi korban Om-om mesum atau anak berandalan." Ucap Minato dengan nada kekanak-kanakan.

"Oyajii apa maksudmu dengan 'Dunia ini bukanlah tempat yang aman'?" tanya Naruto serius.

"Kau akan mengerti nanti Jaa na." Jawab Minato sambil melangkah menuju pesawat yang akan berangkat dengan membawa koper.

"Ayo kita pulang." Ajak Nobume pada kedua adiknya.

"Hm." Jawab Naruto dan Karin bersamaan.

Time Skip

Kediaman Uzumaki 09.00 pm.

"Naruto, persediaan makanan di kulkas habis bisakah kau membeli di Mini Market di dekat stasiun?" tanya Karin pada Naruto dari dapur.

"Aku malas kau saja sana." Jawab Naruto pada Karin.

"Apa kau menyuruh seorang gadis manis seperti ku belanja selarut ini?" Tanya Karin pada Naruto.

"Laki-laki macam apa kau ini? Potong saja chin*o mu!" timpal Nobume dengan nada datar.

"Oi Onee-san! apa yang barusan kau katakan chin*o,seorang gadis tidak boleh berkata chin*o jika belum cukup umur!" tegur Naruto.

"Urusai! Sudah cepat sana!" suruh Karin pada Naruto.

Kemudian Naruto melangkah ke dapur dan menyadongkan tangan pada Karin.

"Apa makudmu?" tanya Karin.

"Anak TK juga tahu jika mau membeli sesuatu pasti menggunakan uang." Jawab Naruto dengan nada dan wajah mengejek.

"Aku berangkat." Ucap Naruto kemudian keluar rumah dan pergi ke Mini Market.

Saat di perjalanan menuju ke Mini Market

"Ah malam ini dingin sekali." Gunam Naruto pada suhu dingin yang menusuk sampai ke tulang-tulang.

Terlihat seorang pria dewasa mengenakan Kimono putih berambut ikal acak-acakan dengan mata tertutup poni berada di depan Naruto.

'Dia dari jaman apa?' batin Naruto melihat orang tersebut.

Saat orang itu melangkah melewati Naruto dan pas berada di belakang Naruto orang itu bergunam sangat pelan tapi masih bisa di dengar Naruto.

"Kau harus segera membangkitkannya atau kau akan terbunuh."

Kemudian Naruto membelakkan matanya dan saat menoleh ke belakang ia tidak melihat Orang itu tapi hanya melihat bulu-bulu gagak yang berjatuhan.

'Apa maksudnya tadi?' batin Naruto.

Saat pulang dari Mini Market Naruto membawa sekantong belanjaan berisi sayur,daging,roti dan susu. Ketika ia melewati pabrik bekas ia mendengar sebuah raungan kesakitan dan berinisiatif mengeceknya.

Blizzz.

Sebuah petir menghujam sesosok monster berbentuk Visor yang tergletak di lantai.

"Ara-ra Kelihatannya kau masih bisa bergerak. Jadi bagaimana dengan ini?" Tanya psikopat seorang gadis dengan gaya rambut ekor kuda dengan pita orange dan mengenakan Seragam khas Kuoh Gakuen dan muncul aliran petir di kedua telapak tangannya.

Blarrr...

Petir itu menyambar Iblis Liar itu.

'Dia tertawa setelah menyiksa Makhluk itu.' Batin Naruto.

"Dia tertawa setelah menyiksa Iblis Liar itu." Batin seseorang dengan Sesuatu berwarna merah di tangan kirinya.

"Dia bidak terkuat setelahku. Bidak Ratu dia disebut Ultimate Sadist Akeno." Ucap Gadis Berambut merah.

"Sudah cukup Akeno." Lanjutnya kemudian ia melangkah mendekati Iblis Liar itu.

"Ada Kata-kata terakhir." Tanya Gadis Berambut merah tadi pada Iblis Liar yang sedang sekarat.

"Kau Jalang!" sebuah Kalimat hinaan keluar dari Iblis Liar yang sedang sekarat pada Gadis berambut merah itu.

"Benarkah? Kalau begitu matilah kau Checkmate." Ucap Gadis itu kemudian muncul lingkaran aneh dan menembakkan sebuah energi berwarna hitam dan di sisi pinggirannya berwrna merah.

Kemudian energi itu mengenai Iblis Liar yang tergeletak di lantai setelah energi itu menghilang iblis itu lenyap.

"Mustahil dia melenyapkan Monster itu dengan mudahnya." Ucap Naruto kemudian Naruto melangkah mundur.

"Aku mencium Aroma Manusia dan beberapa Iblis kecil disini." Sebuah suara berat muncul di belakang Naruto.

Lesson 02 : Trouble

To Be Continued.

Siapa Pria yang tanpa sengaja di temui Naruto?

Apa yang terjadi selanjutnya?

AN.

Kaela Kimura adalah seorang penyanyi. Lagu yang berjudul Ring a Ding Dong juga lumayan bagus.

Sampai jumpa di Lesson selanjutnya.