Tittle : LIFE

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Minho, Shim Changmin, Choi Siwon, Kim Kibum, Lee Jonghyun, others.

Genre : Brothership and Family.
Warning : Typos, OOC, No Yaoi.

Summary : "Serahkan uang dan motormu"/ "Menikmati udara pagi, tidak buruk juga." / "Tidak bisakah kau berhenti?" / "Tapi aku merasa menjadi beban untuknya."

Chapter 2

Sebelumnya

CKITTT

Sebuah bunyi rem yang ditekan secara mendadak memenuhi sunyinya malam saat itu. Tubuh Kyuhyun pun sedikit terhuyung ke depan akibat ulahnya sendiri. Sebuah mobil sedan hitam tiba-tiba berbelok dari sebuah gang dan berhenti tepat beberapa meter di depan Kyuhyun.

"Shit!" Umpat Kyuhyun pelan.

Selanjutnya.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung memutar motornya ke arah berlawanan, dan sekali lagi beradu kecepatan dengan mobil hitam yang sudah mulai membuntutinya. Kyuhyun terus melajukan motornya seperti orang gila, kecepatannya terus bertambah.

Menyadari bahwa jalanan yang ia lewati bukanlah jalan menuju rumahnya, Kyuhyun langsung berbelok ke sebuah gang yang cukup sempit untuk mobil. Perlahan ia mulai mengendurkan kecepatannya dan menghentikan motornya ketika sudah menemukan tempat yang dianggapnya tepat untuk sembunyi.

"Fiuhh." Kyuhyun mengembuskan nafas lega setelah yakin mobil yang mengikutinya tidak berhenti di gang yang Kyuhyun masuki. Ia menunggu sekitar beberapa menit untuk menunggu kemungkinan mobil tersebut kembali lagi.

Setelah beberapa saat menunggu, Kyuhyun langsung melajukan motornya lagi ke arah rumahnya.

"Siapa yang berada dalam mobil itu?" Tanyanya pada diri sendiri. Sesekali ia menengok ke belakang memastikan tidak ada lagi yang mengikutinya.

Minho POV

"Aish! Sudah lewat tengah malam dan Kyuhyun belum pulang. Kemana dia?" Tanyaku pada diri sendiri. Kulihat jam dinding yang bertengger di tembok, sudah menunjukkan pukul 1 dini hari dan tidak ada tanda-tanda Kyuhyun datang.

Kuacak rambutku gusar. Ini tidak seperti biasanya, Kyuhyun biasa pulang sebelum tengah malam. Sudah kucoba telfon cafe tempat ia bekerja, namun tidak ada yang menjawab. Itu artinya semua pegawai cafe sudah pulang termasuk Kyuhyun.

"Apa dia balapan lagi? Tapi tidak ada jadwal balapan hari ini." Aku sibuk mondar-mandir sambil menggerutu tidak jelas.

Kyuhyun bekerja di sebuah café untuk menghidupi aku dan dirinya, namun karena biaya hidup yang mahal, dia memutuskan untuk menjadi seorang pembalap liar. Sejak kecil dia memang sudah bercita-cita untuk menjadi pembalap, dia selalu berlatih dengan motor yang dimiliki panti asuhan saat itu. Walaupun bukan motor sport tapi dia tetap menggunakannya untuk latihan. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari panti dan memilih untuk mandiri. Sampai akhirnya Kyuhyun bekerja dan sedikit demi sedikit ia bisa mengumpulkan uang untuk membeli motor sportnya.

BRUM BRUM

Aku langsung berlari ke arah pintu setelah mendengar bunyi deru motor dari arah luar, dan benar saja Kyuhyun yang datang. Aku mengerutkan dahiku heran ketika ia langsung memasukkan motornya ke dalam.

"Tumben." Ucapku. Ia menatap sebentar ke arahku dan langsung berjalan ke kamar kami.

"Hei. Kau dari mana saja? Mengapa baru pulang jam segini? Dan mengapa kau menaruh motormu di dalam? Tumben sekali." Aku menyerangnya dengan berbagai pertanyaan. Ia nampak tidak perduli dan justru langsung merebahkan tubuhnya di kasur miliknya.

"Hei jawab pertanyaanku. Atau setidaknya kau ke kamar mandi dulu." Protesku.

"Aku lelah Minho." Ucapnya pelan. Ia mulai memejamkan matanya, aku yang tidak tega melihatnya seperti itu hanya bisa pasrah. Perlahan aku mulai merebahkan diriku di kasur milikku, kupandangi wajahnya yang terlihat tenang saat tidur. Tanpa sadar aku tersenyum mendengar dengkurannya.

"Jaljayo Kyu. Aku menyayangimu." Ucapku pelan. Kini saatnya aku yang menyusul Kyuhyun ke alam mimpi.

"Eungh.." Sebuah dengungan membuat tidurku terusik. Namun ku coba abaikan, rasa kantuk yang sangat sudah menyerangku.

"OUCH!" Bunyi yang lebih nyaring membuatku terpaksa membuka mataku. Kupicingkan mataku dan mencoba melihat keadaan kamar.

"Kyu." Panggilku sambil mencoba mendekatinya. Kulihat ia menggumam tidak jelas dan tubuhnya sudah penuh dengan keringat.

"Kyu..." Tubuhnya aku guncangkan, mencoba membangunkannya. Tapi ia tidak bereaksi, ia terus bergumam dan terlihat sangat gelisah.

"KYU!" Teriakku. Kini aku sudah mulai panik melihat keadaannya seperti ini. Ku raba keningnya dan betapa kagetnya saat merasakan rasa panas yang menjalar di tanganku saat memegang keningnya.

"Kyu... Tenanglah." Ucapku sambil mengelap keringatnya dengan tanganku.

Kulepas baju seragamnya yang sudah basah oleh keringatnya sendiri, dan segera ku ganti dengan baju yang kering. Tidak lupa ku seka dulu keringatnya yang terasa dingin. Kutengok jam dinding di kamarku dan ternyata masih pukul 3 pagi, itu berarti aku baru tertidur selama 2 jam.

Kyuhyun kini sudah mulai tenang walaupun masih terlihat gelisah. Aku berjalan ke arah dapur dan menuang air dingin dalam baskom kecil tidak lupa dengan handuk kecil untuk mengompresnya. Aku berjalan ke arah tempat tidurnya dan berjongkok di sampingnya. Kusampirkan handuk kecil yang sudah ku peras sehabis dicelupkan ke dalam air dan ku taruh tepat di dahinya.

Ku lakukan kegiatan itu secara berkala. Sesekali aku menguap sampai mengeluarkan air mata. Karena rasa kantuk yang amat sangat aku mulai melipat kedua tanganku di sisi ranjang milik Kyuhyun dan kuletakkan kepalaku di atasnya. Tanpa terasa aku mulai memejamkan mataku dan mulai melanjutkan tidurku yang sedikit tertunda.

Author POV

Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Ia pegang kepalanya yang sedikit terasa berdenyut. Dirinya kaget ketika menemukan sebuah handuk kecil yang bertengger di dahinya.

"Minho.." Gumamnya ketika ia melihat Minho tertidur di samping ranjangnya dengan posisi yang kurang nyaman.

"Hei.." Kata Kyuhyun sembari mengguncang tubuh Minho pelan. Minho pun perlahan mulai bangun dan melihat sekitarnya. Matanya ia kerjapkan perlahan untuk melihat pemandangan di hadapannya.

"Kau sudah bangun Kyu?" Tanya Minho sambil mengucek-ucek matanya. Perlahan tangannya ia taruh di kening Kyuhyun, dan tersenyum senang ketika tidak dirasakannya rasa panas yang menjalar.

"Syukurlah." Katanya. Kyuhyun mengerutkan keningnya heran melihat perilaku Minho. "Ada apa Min? Kenapa kau tidur di sampingku? Dan mengapa ada handuk di dahiku?" Tanya Kyuhyun beruntun.

"Kau semalam demam, tidurmu sangat gelisah dan baju seragammu basah kuyup oleh keringatmu sendiri. Jadi aku mengganti bajumu dan mengompresmu. Tapi aku malah ketiduran semalam." Jelas Minho. Kyuhyun terlihat berpikir dan mencoba mengingat sesuatu.

"Kau tidak ingat?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Minho.

"Aish! Bagaimana bisa? Kau terlihat seperti orang yang sekarat semalam. Untung saja kau sudah lebih baik pagi ini."

"Benarkah?" Tanya Kyuhyun. " Tapi kenapa aku tidak mengingat apapun?" Lanjutnya.

"Mana aku tahu. Yang penting kau sudah baikan saat ini." Ucap Minho.

"Terima kasih." Kata kyuhyun tulus. Minho tersenyum dan mengangguk.

"Apa kau semalam bermimpi buruk? Maksudku kau terlihat sangat gelisah dalam tidurmu. Biasanya hanya orang yang bermimpi buruk yang bertingkah seperti itu." Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan Minho, ia pejamkan matanya mencoba untuk mengingat apa yang di impikannya semalam.

Kyuhyun merasa dirinya berada di sebuah ruangan yang gelap dan pengap. Dapat ia dengar suara-suara seperti orang berkelahi, Kyuhyun ingin melihat namun seluruh badannya terasa sangat sulit digerakkan. Semakin keras suara itu terngiang di telinga Kyuhyun, semakin ia menutup telinganya mencoba meredam suara-suara tersebut, namun nihil. Suara-suara tersebut justru makin terdengar jelas di telinganya. Kyuhyun mencoba berteriak namun lagi-lagi terasa sulit seperti ada sebuah tangan yang membekap mulutnya erat, sehingga ia tidak bisa mengucap sepatah kata pun.

"Kyu...Kyu..." Minho menggoyang-goyangkan telapak tangannya di hadapan wajah Kyu.

"KYU!" Teriaknya sambil memukul bahu Kyuhyun cukup kencang.

Kyuhyun terkesiap dan reflek membuka matanya, nafasnya tersengal seperti habis dikejar sesuatu. Ia menatap Minho dengan intens.

"Kau kenapa?" Tanya Minho pelan sambil mengelus bahu Kyuhyun lembut. Kyuhyun langsung memejamkan matanya dan menggeleng pelan. "Hanya mimpi buruk." Gumamnya.

Kyuhyun beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi, membuat Minho tidak bisa bertanya lebih lanjut. Ini pertama kalinya Minho melihat Kyuhyun dalam keadaan seperti itu, sepanjang hidupnya, Kyuhyun tidak pernah bermimpi buruk hingga mengakibatkan demam.

Minho mencoba tidak perduli dan mulai membereskan peralatan yang semalam ia gunakan untuk mengompres Kyuhyun. Tidak lupa ia bereskan tempat tidur miliknya dan milik Kyuhyun juga.

DRRT DRRT

Minho merasakan suatu getaran di tempat tidur milik Kyuhyun. Ponsel Kyuhyun yang tergeletak di bawah bantal terlihat menyala. Tanpa canggung Minho langsung mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah pesan masuk.

"Siapa min?" Tanya Kyuhyun yang kini sudah berada tepat di belakang Minho. Minho sedikit kaget dengan kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba, tapi matanya kini tengah asik membaca deretan huruf yang terusun rapi di layar ponsel milik Kyuhyun.

"Lee Jonghyun ingin menantangmu berduel lagi malam ini." Ucap Minho sambil melirik ke arah Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun yang kini tengah mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk.

"Oh." Hanya itu yang terdengar dari mulut Kyuhyun. Minho mendengus sebal dan melempar ponsel Kyuhyun sembarang ke tempat tidur.

"Kau sakit Kyu. Lebih baik tidak usah menerima tantangannya malam ini." Ucap Minho memelas. Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan menatap Minho datar. "Dan aku akan di cap sebagai pecundang olehnya." Ucap Kyuhyun dingin.

"Tapiii.." Perkataan Minho terhenti ketika sebuah handuk basah mendarat mulus di wajahnya.

"Sudah cepat mandi." Perintah Kyuhyun. Minho mendengus sebal dan memeletkan lidahnya ke arah Kyuhyun. Dan tanpa membuang waktu, Minho langsung berjalan menuju kamar mandi.

...

"YA!"

Teriakan dari seorang Shim Changmin membahana seantero kelas. Dilihatnya seseorang yang telah berani mengambil bukunya secara paksa, sementara sang pelaku terlihat tidak perduli, ia sibuk menyalin tulisan-tulisan dari buku milik Changmin.

"Apa yang kau lakukan semalam hingga tidak mengerjakan PR kyu?" Tanyanya sebal. Ia semakin mendecak ketika sahabatnya itu tidak menjawab pertanyaannya.

"Ia pulang lewat tengah malam, jadi tidak sempat membuat PR." Sahut seseorang lainnya yang baru saja masuk ke dalam kelas.

"Memangnya dia kemana Minho?" Tanya Changmin pada Minho. Yang ditanya menggendikkan bahunya tanda tidak tahu.

"Ia tidak memberi tahuku. Lagipula semalam ia juga..."

"Berisik Minho! Aku sedang berkonsentrasi." Kyuhyun –yang sedang asik menyontek- memotong perkataan Minho. Minho yang mengerti kalau Kyuhyun tidak ingin Changmin mengetahui bahwa ia demam semalaman hanya bisa diam.

"Juga apa?" Tanya Changmin penasaran. Minho menggelengkan kepalanya dengan tatapan 'jangan tanya apapun lagi' pada Changmin. Changmin menatap Minho kesal dan memilih untuk melihat Kyuhyun yang sedang serius menyalin pekerjaan rumahnya. Tidak lama kemudian bel berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai. Kyuhyun mengembalikan buku Changmin sambil menggumamkan kalimat Terima Kasih pada sang empunya.

Shim Changmin POV

"Kau yakin akan tetap berduel malam ini Kyu?" Minho bertanya pada Kyuhyun sambil membereskan peralatan tulis miliknya. Jam pelajaran telah usai dan kini saatnya aku untuk pulang, tapi tidak dengan Kyuhyun yang masih harus bekerja setelah ini.

"Berduel lagi? Kali ini dengan siapa?" Tanyaku. Minho sontak menoleh ke arahku dan melotot ke arahku. Salah satu alisku terangkat melihatnya berexpressi seperti itu.

"Lee Jonghyun." Desisnya pelan.

Pletak

Kyuhyun mengetuk kepala Minho cukup keras, hingga membuatnya meringis kesakitan. Aku tidak dapat menahan tawaku melihat Minho.

"Aku akan menemanimu nanti malam, Kyu. Kalian beritahu aku dimana tempatnya dan jam berapa." Ucapku. Minho menganggukkan kepalanya dengan senang hati, sementara Kyuhyun hanya menatapku tajam.

"Tatapanmu tidak berarti untukku. Aku akan tetap datang. Dan kau Minho, awas kalau kau tidak memberti tahuku." Ancamku serius. Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat dan berjalan keluar kelas.

"Tenang saja, Min. Pasti akan kuberi tahu." Ucap Minho. Aku mengacak rambutnya dan berjalan keluar kelas menuju parkiran.

"Ya! Shim tunggu! Kyuhyun akan langsung bekerja, jadi kau harus mengantarku terlebih dahulu." Teriak Minho sambil berjalan menyusulku.

"Makanya, minta Kyu untuk membelikanmu motor juga." Sahutku ketika kami sudah sampai di latar parkiran "Aku harus tahu diri. Aku yang memintanya untuk membawaku keluar dari panti itu. Sudah cukup aku menyusahkannya dengan membuatnya bekerja keras." Ucap Minho. Aku memandangnya dengan prihatin. Sudah pernah aku memintanya untuk tinggal bersamaku, namun Minho dengan tegas menolak.

"Sudahlah. Ayo naik." Perintahku. Ia menurut dan langsung memegang ujung jaketku.

Perjalanan menuju rumah kontrakannya lumayan lama akibat jalanan lalu lintas yang cukup padat sore ini. Kudengar Minho terus saja mengeluh di belakang.

"Jangan lupa nanti malam Chang." Ucap Minho setelah sampai di rumahnya. Aku menganggukkan kepalaku dan langsung pergi dari kontrakannya setelah memastikan ia masuk ke dalam. Jarak antara rumahku dan rumah mereka tidak terlalu jauh, jadi tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumahku.

TIN TIN

Kubunyikan klakson motorku setelah sampai di depan pagar rumahku. Seorang pelayan datang dan langsung membukakan pagar untukku. Kata terima kasih terucap dari bibirku saat berpapasan dengannya.

Kulangkahkan kakiku masuk ke dalam rumah setelah menaruh motorku di bagasi. Suasana rumahku sangat sepi dan aku sudah terbiasa dengan hal itu. Walaupun tinggal di rumah yang cukup besar, namun itu tidak membuatku senang. Hanya kesepian yang selalu menemaniku setiap hari. Kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan urusan mereka. Bekerja, menghadiri rapat, tugas ke luar negeri, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Saat aku bangun, mereka telah pergi bekerja dan saat aku tidur mereka baru pulang. Tidak ada waktu untuk sekedar makan bersama, apalagi untuk liburan. Beberapa pelayan membungkukkan badannya padaku saat berpapasan, namun aku tidak perduli dan terus berjalan menuju ke kamarku.

"Hahh.." Kuhempaskan tubuhku di kasur kamarku. Mataku tertuju pada sebuah figura foto yang terpajang di dindingku. Aku tersenyum sendiri melihat tiga orang laki-laki yang terdapat dalam foto tersebut. Hanya mereka berdua yang perduli padaku, melebihi orang tuaku.

"Choi Minho...Cho Kyuhyun.." Gumamku.

DRRT DRRT

Getaran terasa di kantung celanaku. Sebuah pesan singkat dari Minho terpampang di layar ponselku. Dia memberi tahuku tempat race Kyuhyun nanti malam.

"Bagaimana caraku menghentikannya?" Tanyaku entah pada siapa. Sudah berulang kali aku menyuruhnya untuk berhenti balapan liar, namun ia selalu memberikan berbagai macam alasan. Sia-sia bicara dengannya kalau sudah bersangkutan dengan hidup.

Balapan Kyuhyun akan dimulai setelah ia pulang bekerja, jadi aku gunakan waktu untuk tidur terlebih dahulu karena dipastikan aku akan pulang pagi. Ku atur jam weker di kamarku untuk berbunyi pada jam sembilan malam. Tanpa mengganti baju seragamku aku mulai memejamkan mataku dan perlahan mulai masuk ke alam mimpiku.

Author POV

"GAGAL?!"

Keempat orang berbaju seperti pengawal langsung menunduk mendengar teriakan seorang pemuda kisaran 27 tahun di hadapannya.

"Maafkan kami. Kami kehilangan jejak karena ia masuk ke dalam sebuah gang kecil, tuan muda." Sahut salah satu dari empat pengawal tersebut. Sang pemuda menatap geram keempat pengawal di hadapannya. Tangannya terkepal guna menahan emosi. Ia kemudian berbalik membelakangi keempat pengawalnya dan menghembuskan nafasnya kasar.

"Gunakan kesempatan terakhir kalian dengan baik. Kalau tidak maka angkat kaki dari hadapanku selamanya." Ucapnya dingin.

"Baik tuan muda." Ucap keempat pengawal kompak. Mereka membungkukkan badan dan langsung pergi dari hadapan sang tuan muda.

"Bodoh." Umpat sang pemuda pelan.

"Sajangnim, anda mempunyai jadwal makan malam bersama salah satu klien pada jam 7 nanti malam." Seorang wanita berpakaian formal memasuki ruangan sang pemuda tersebut.

"Aku tahu. Siapkan baju yang sesuai untukku." Perintah sang pemuda. Sang wanita yang berprofesi sebagai sekretaris itu mengangguk mengiyakan dan berjalan keluar dari ruangan.

...

#Arena Balapan Liar

"Hei kemana bocah itu huh?" Pertanyaan sombong keluar dari mulut seorang pemuda yang dengan santai duduk di atas motor sport miliknya.

"Cih. Kyuhyun itu bekerja, jadi wajar kalau ia sedikit terlambat." Sahut Minho tidak mau kalah.

"Kau bersabar saja Lee Jonghyun." Lanjut Changmin yang berada di sebelah Minho. Kepalanya sibuk mencari-cari keberadan sahabatnya tersebut.

"Kasihan sekali hidupnya." Ejek Jonghyun. Minho sedikit tersulut emosi mendengarnya. Ia hendak menyerang Jonghyun namun tangan Changmin menghalanginya. "Sudahlah." Ucap Changmin. Minho mendengus dan menatap tajam Jonghyun. Sedangkan yang ditatap hanya bersmirk ria.

Setelah lewat dari 10 menit dari jam perjanjian yaitu pukul 11, akhirnya Kyuhyun tiba dengan motor sport putih kesayangannya. Ia memarkirkan motornya tepat di dekat Changmin dan Minho.

"Maaf aku terlambat. Pelanggan cafe sedikit lebih banyak hari ini." Ucapnya sambil melepas helm yang terpasang di kepalanya.

"Kurasa waktu 10 menit terlalu lama untuk lawanmu itu Kyu." Ucap Changmin sambil menunjuk ke arah Jonghyun yang tengah menatap Kyuhyun tajam.

"Apa kau tidak lelah terus-terusan menantangku?" Tanya Kyuhyun turut memandang Jonghyun. Jonghyun tersenyum meremehkan dan menggelengkan kepalanya. "Tidak akan. Sebelum kemenangan berada di tanganku." Desisnya.

"Hahhh. Terserah kau saja. Lalu apa yang mau kau pertaruhkan malam ini?" Tanya Kyuhyun.

"Aku tidak perduli tentang barang taruhannya, kau bisa meminta apapun dariku kalau kau menang."Ucapnya santai. "Aku tidak akan meminta apapun darimu kalau kau yang kalah. Aku tidak akan mengambil apapun, karena sebuah kemenangan darimu, sudah lebih dari cukup untukku." Lanjutnya. Matanya tidak ia alihkan dari mata Kyuhyun.

"Kalau begitu kalian bersiap di posisi." Seorang wanita berpakaian seksi berkata sambil menggoyang-goyangkan bendera di tangannya. Baik Jonghyun dan Kyuhyun langsung memposisikan diri serta motor mereka di tempat yang sudah ditentukan. Keduanya telah siap dengan kendaraan mereka masing-masing lengkap dengan jaket dan helm untuk keselamatan.

Mata keduanya menatap lurus jalanan lurus di depan. Bunyi deru gas motor dan teriakan pendukung dari masing-masing pembalap bercampur menjadi satu. Berbagai perkataan keluar dari mulut para penonton, baik sebuah pujian maupun celaan. Sementara Changmin dan Minho hanya diam memperhatikan Kyuhyun yang akan mempertaruhkan nyawa. Dalam hati mereka terus berdoa untuk keselamatan Kyuhyun.

Tepat ketika sang wanita sexy mengibarkan benderanya, motor Kyuhyun dan Jonghyun melesat cepat bak angin. Keduanya terus menambah kecepatan tunggangannya, tidak perduli dengan angin malam yang terasa menusuk.

Jonghyun memamerkan smirknya ketika berada lebih depan dari Kyuhyun, ia terus memblock jalur Kyuhyun sehingga Kyuhyun sulit untuk menyalipnya. Namun berkat jam terbang dan skill yang dimiliki Kyuhyun, ia berhasil menyalip Jonghyun setelah mengecohnya. Jonghyun mengumpat kasar dan langsung melajukan motornya menyusul Kyuhyun.

Kedua kuda besi itu kini saling bersebelahan, Jonghyun berhasil menyamai Kyuhyun. Berkali-kali Jonghyun mencoba menjatuhkan Kyuhyun dengan terus menendang motor Kyuhyun di sampingnya. Namun dengan keseimbangan yang sempurna, Kyuhyun sama sekali tidak terjatuh. Merasa kesal dengan tindakan Jonghyun, kini Kyuhyun melesat lurus meninggalkan Jonghyun yang terus mengumpat.

"KURANG AJAR!SIAL!"

Umpatan-umpatan kasar keluar dari mulut Jonghyun sambil melempar helmnya sembarang. Ia baru sampai beberapa detik setelah Kyuhyun. Tatapan mematikan ia lemparkan pada Kyuhyun, namun sayangnya Kyuhyun tidak perduli. Berbagai teriakan pujian keluar dari penonton yang mendukung Kyuhyun bahkan Changmin dan Minho pun ikut berteriak senang.

"Kau berhasil Kyu." Ucap Minho sambil mendekati Kyuhyun. Kyuhyun hanya memberikan smirk andalannya sebagai respon.

"Lalu apa yang kau inginkan dari Jonghyun itu?" Tanya Changmin. Kyuhyun terlihat berpikir sambil memandang ke arah Jonghyun.

"Bagaimana dengan berhenti mengganggu hidupku?" Tanya Kyuhyun serius.

Jonghyun merasa kesal dan langsung berjalan mendekati Kyuhyun dan temannya. Tangannya ia gunakan untuk mencengkram kerah jaket Kyuhyun. "Hanya dalam mimpimu Cho." Desisnya sambil melepaskan cengkaramannya kasar.

"Kau bilang aku boleh meminta apapun. Kau seseorang yang suka ingkar janji ternyata." Sahut Kyuhyun sambil membenarkan kerah jaketnya.

"Apapun, tapi tidak dengan menyerah padamu." Geram Jonghyun. Kyuhyun tersenyum meremehkan dan memilih untuk memakai helmnya dan menstarter motornya. Minho pun tanpa basa-basi langsung naik ke jok belakang dan berpegangan pada jaket Kyuhyun.

"Terima kasih Chang." Ucap Kyuhyun sebelum melajukan motornya menjauh dari arena balapan liar tersebut. Changmin tersenyum dan kemudian memilih menyusul Kyuhyun meninggalkan arena dan menunggangi motornya menuju rumahnya.

Jonghyun menggeram kesal melihatnya, ia merasa dilecehkan karena Kyuhyun tidak mengambil apapun darinya. Padahal ia sudah kalah dalam pertandingan.

BRAKK

Ditendangnya helm miliknya yang sudah ia lempar ke tanah dengan keras. Membuat beberapa penonton yang masih setia perlahan membubarkan diri, takut-takut Jonghyun akan ngamuk dan itu dapat membahayakan mereka.

"Cho Kyuhyun." Desisnya sambil menggertakan giginya. "Kubunuh kau." Lanjutnya sambil menyeringai.

Tanpa menggunakan helmnya yang sudah tidak berbentuk, Jonghyun pun meninggalkan arena balap tersebut dan melesat membelah angin malam. Entah kemana ia akan pergi setelah ini, hanya ia yang tahu.

...

Seorang namja tinggi masuk ke dalam rumah megahnya dengan santai. Lampu-lampu sudah sepenuhnya mati, menandakan bahwa sudah tidak ada yang terjaga di rumahnya. Ia langkahkan kakinya menuju kamar, matanya sudah sangat terasa berat.

"Kau dari mana saja, Shim Changmin."

Suara berat seseorang membuat langkah Changmin berhenti. Dilihatnya bayangan seseorang tidak jauh dari tempatnya. Tanpa menyelidik lebih jauh, Changmin sudah tahu siapa yang menghentikan langkahnya.

"Sejak kapan kepulanganku menjadi urusanmu." Sahut Changmin dingin. Tanpa melihat lawan bicara lagi, Changmin langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya cukup keras. Meninggalkan seseorang yang berstatus sebagai ayahnya diam dan hanya menatap kepergian Changmin dengan lirih.

Changmin langsung merebahkan dirinya di kasur kesayangannya, rasa kantuk yang sudah maksimal membuatnya tidak ingin mengganti pakaian yang masih melekat di badannya. Tanpa menunggu waktu lama Changmin mulai merasakan indah dan buruknya sebuah mimpi.

TBC

Updateeeee!

Maaf ya kalo lama. Soalnya saya lagi gantiin orang cuti, jadi kerjaan saya double. Huhu

Bahkan buat Fangirl-ing aja susah.. #abaikancurhatansaya

Aninkyuelf : Yup. Ga ada terus2an kebahagiaan dalam hidup. Sekuelnya sabar ya, karena akan masih sangat lama..hehe thanks reviewnyaaa.

Shizuku m : Hub Kyu sama kibum bakal ada di chap depan, kibumnya disimpen dulu. Thanks udah reviewww.

ElfSparkyu1302 : Iya mobil sama orangnya sama. 2 orang yg identitasnya masih di sembunyikan itu belum ada di sini, bakal ada di chap depan. Thank you reviewnyaaa.

Kyuzi : Hmmm siapa ya yang ngikutin Kyu? Belom keungkap di chap ini. Bakal muncul di chap depan. Thanks udah reviewww.

Princess Kyunnie : Iya saya lagi suka kyu-line.. ya yang ada kyu kyunya pasti seneng lah. Hohohoho makasih ya udah reviewww ^^

Cho sahyo : Yang pasti yg ikutin kyu bukan orang jahat kok.. kkkk makasih reviewnyaaa.

Gyu1315 : Iya semuanya umur sama 17 tahun, tapi beda-beda bulan. Thank you udah reviewww.

Fikyu : Yeaa semangat! Mksudnya kurang gmna..kurang greget ya,,hehe makasih reviewnyaa.

Heeehyun : Bukan ortunya kok, pkoknya salah satu dari 2 orang misterius itu,,kkk makasih reviewnyaa.

misskyuKYU : Thank you… iya aq sering liat Kyu care sm junior-juniornya,,jadi ya terinspirasi dr situ juga, walaupun kliatannya di cuek tapi dia perhatian banget,,dan semoga mubank MC-nya bukan kyu..lol supaya ada alasan biar ga datang *dihajarsparkyu* thank you udah review…

Bella : Jonghyun nya nongol tuhh..kkk Semangat! Thank you udah reviewww

Kadera : Thank you udah review ^^

3002marya : identitasnya masih disembunyiin dulu ya..hehehe makasih reviewnyaa..

Choyeonrin : Salam kenal juga.. maaf ya kalo publishnya agak lama. Hmm btw itu babykyu ku . *hugkyu* lol.. makasih udah review ^^

Shinminkyu : ayo utamain ujian dulu ya… tapi pas ujian jangan galau juga..kkkk makasih udah reviewww.

Kyukyu712 : Lanjutt.. thank youuuu reviewnyaa.

AngeLeeteuk : Semoga bisa lebih menegangkan dari cerita 3 dtktf kmrin. Karena saya sedang memikirkan buat sedikit sad ending..hohoho makasih udah reviewww..

Blackyuline : yang ngejar belum ketauan siapa di chap ini, tapi yang pasti bukan ortunya kyu. Thank you udah reviewww ^^

Jmhyewon : Berhubung kyu saya udah kontrak seumur hidup, jadi saya hanya bisa pake jasa dia disetiap fic..lol.. sekuelnya harap menunggu ya..saya masih semedi buat mikirin kasusnya..hohoho makasih udah reviewww ^^

Namecece : Lanjutannya agak lama..maaf ya.. Makasih reviewnyaaa.

Aisah92 : kalo greget silahkan gigit kyu.. *sodorinKyu* hehe mkasih reviewnyaa ^^

Angput02 : Oiya aku belum jawab pertanyaan kamu. Enaknya jadi author,,apa ya,,saya juga bingung..lol tpi saya memang suka menulis, dan menulis sambil membayangkan apa yg kita tulis itu menyenangkan untuk saya. Hehe kalo mau jdi author d ffn ini gampang kok..tnggal buka situs ffn trus kamu sign up.. cara daftarny cukup mudah kok, saya langsung bisa pertama kali. Kalo kamu masih bngung, kmu bisa cntumin nma twit kamu..nanti saya coba bantu.

Iyagi7154 : Yaaa! Author fav ku review ffku..hohoho *goyangitik* thank youuu.. ah btw aq blom smpet bca ff kamu gara2 sibuk kerja . ktnggalan bnyak.. ini Cuma bsa publish doang. Itupun Nyuri-nyuri waktu kerja *ditabokbos*..Thank you reviewnyaa ^^

Maaf ya kalo chap ini banyak kekurangannya.

Makasih buat yang udah review. Saya tunggu reviewnya lagi..

Gamshaaa *dadahbarengchangmin*