Cerita sebelumnya
"Sejarah asal muasal Chakra. Seperti yang kalian ketahui, 20 tahun yang lalu, 4 asteroid menghujam bumi dari 4 penjuru mata angin."
'Menurut apa yang saya pelajari, pohon inti mempunyai semacam serbuk bunga yang terurai di udara akibat hembusan angin. Dan dengan seiring berjalannya waktu, serbuk ini mencoba beradaptasi dengan oksigen yang biasa kita hirup sehingga menimbulkan sebuah perpaduan magnetic dan menciptakan atmosfernya sendiri, yang saya namai dengan 'chakra'. Dan si chakra inilah yang bisa kita jadikan sebagai sumberdaya baru. Coba bayangkan sebuah bahan bakar yang tidak merusak lingkungan dengan sumber yang bahkan tidak terbatas. Pasti ini akan menjadi alternative yang paling sempurna untuk masa depan kita semua.'
'Yang benar saja, kenapa aku harus bertemu dengan Vandale disaat seperti ini!'
"Aku akan mati,"
"Kau mau menuju ke lokasi itu, 'kan?"
"Ada sesuatu yang harus kulakukan. Aku akan segera kembali saat sudah selesai."
"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, tapi aku harus benar-benar pergi ketempat itu,"
"AAAAAAARRGGHHH….. SAKIIIITTT!"
"Ne, apa kau terluka?"
"Cantik,"
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Story by : Aeon Nyx
Warning : Ooc, many typo, alur gaje
Don't like, Don't read
Chapter 2: Perasaan Baru
Naruto Po'v
Mataku masih terpaku akan sosoknya. Bagai sebuah mantra yang sulit untuk dilepaskan. Dia, gadis semampai yang sedang berdiri menghadapku dengan sorot mata polosnya. Tubuhnya yang dibalut lace dress panjang 5cm diatas lutut berlengan panjang dengan renda di ujung lengannya dan bagian bawah dress bernuansa biru muda dengan corak bunga sakura, sangat serasi dengan kulit putih langsat yang dimilikinya. Dan sepasang sepatu boot untuk perempuan berwarna turquoise yang menambah kesan simple namun elegan.
Kini aku beralih meniliti setiap inci wajahnya, mulai dari mahkota merah mudanya yang menurutku sangat indah, keningnya yang sedikit lebih lebar yang membuatku ingin sekali mengecupnya, dan mata itu. Mata yang sedari tadi menghipnotisku, hijau emerald yang sangat indah.
Benar-benar hal terindah yang pernah kulihat seumur hidupku
GROOOAAAARRR!
Naruto Po'v end
Lamunan Naruto seketika buyar kala suara raungan monster masuk kependengarannya.
"E-eh? Kenapa vandale itu bisa berada disana? Bukankah tadi dia tepat didepanku?" ucap Naruto kebingungan. Pasalnya sesaat sebelum ia menutup mata, vandale itu sedang mengayunkan cakar tajamnya kearah Naruto. Tapi keadaannya sangat berbeda dengan apa yang Naruto lihat saat ini.Vandale itu seperti habis dihempaskan oleh sesuatu yang mengakibatkannya terpental 10 meter dari tempat Naruto berada. Dengan tubuh penuh luka akibat tersayat ranting dan bebatuan, vandale itu mulai bangkit walau tertatih.
ROOOAARRRRRRRR!
"Kukira aku sudah membunuhnya," ucap Sakura beralih melihat vandale itu.
"He? Ma-maksudmu, kau yang baru saja menghajar monster itu?" tanya Naruto pada Sakura dengan wajah terkejut dan jari telunjuk yang mengacung kearah vandale.
"Um," jawabnya dibarengi dengan satu anggukan yang membuat Naruto melotot sejadi-jadinya.
'Apa-apaan gadis ini?!' batin Naruto.
Vandale itupun sudah sepenuhnya bangkit. Tubuhnya sedikit demi sedikit mulai beregenerasi, salah satu kemampuan yang dimiliki vandale. Dengan mata merah memincing dan cakar yang menjadi dua kali lebih besar dari sebelumnya.
"Menjauhlah dari sini. Aku akan mengatasinya," ucap Sakura memberi aba-aba agar Naruto menjauh darinya.
"Mana mungkin kau bisa mengatasinya hah?! Apa kau tidak bisa melihat betapa besar dan tajamnya cakar itu? Mungkin kau hanya beruntung saja tadi!" bantah Naruto,
"Aku bilang menjauh ya menjauh!" bentak Sakura sambil melempar death glare terbaiknya yang membuat Naruto bergidik ngeri dan langsung ngacir menjauh dari tempat itu.
"Akhirnya dia menjauh juga." Ujar sakura datar. Dia pun kembali memfokuskan atensinya kearah vandale.
"Kurasa aku harus menggunakannya hari ini," ucapnya lalu mengambil sepasang sarung tangan dari sebuah tas kecil yang tergantung di pinggangnya lalu memakainya. Sepasang sarung tangan hitam dengan batu Kristal bening di tengahnya.
Sedangkan Naruto yang kini tengah berada dibalik pohon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat Sakura hanya bisa kebingungan dengan tingkah gadis yang baru beberapa menit saja ia temui.
"Apa yang sedang dilakukannya?" ucap Naruto saat melihat Sakura yang hanya berdiri dan tidak melakukan apa-apa. Ia kira gadis itu akan langsung memukulnya seperti tadi, yah walaupun dia juga tidak melihatnya sih.
Kembali ke Sakura, kini ia sedang menyilangkan tangan didepan wajahnya, merentangkan jari-jarinya dan menutup kedua matanya.
"Chakra charge," perubahan aneh terjadi disekitar Sakura. Atmosfer chakra yang tiba-tiba terfokus pada satu titik yaitu tempat dimana Sakura berdiri.
" sync the ark," gumam Sakura, dan seketika itu juga kristal di kedua sarung tangannya memancarkan sinar yang sangat menyilaukan. Bahkan Naruto pun tak luput dari efek sinar itu.
"Ukh, silau sekali! Sebenarnya apa yang dia lakukan?!"
Lambat laun sinar itupun mulai mereda, sinar itu tidak menghilang melainkan terkumpul keseluruh tubuh Sakura hingga dia terlihat seperti malaikat yang baru turun dari langit. Naruto yang menyadari berkurangnya efek sinar itu lantas membuka kedua matanya dan mencoba mengembalikan fokusnya ke tempat Sakura.
"A-apa itu dia?" tanya Naruto kala melihat tubuh Sakura yang kini diselubungi cahaya.
PRAAANKK!
Suara bak piring pecah menjadi bgm pecahnya cahaya itu dari tubuh Sakura. Kini Naruto harus dibuat kaget untuk yang kedua kalinya, karena apa yang dilihatnya sekarang sungguh berbeda dari apa yang ia lihat tadi. Dress yang tadi melekat ditubuh ramping gadis itu kini bertransformasi menjadi sebuah baju zirah besi berwarna silver yang mengkilap saat diterpa sinar mentari, begitu juga dengan sepatu bahkan kini ada sebuah mahkota kecil yang menghiasi surai pinknya (A/N: armor ingot MH3 tapi warnanya silver) kedua sarung tangannya pun bertransformasi menjadi sedikit lebih besar dan panjang dengan beberapa garis putih yang memijarkan cahaya (A/N: beawolf DMC warnanya silver juga).
"Ark transform complete." Ujar Sakura sambil memasang kuda-kuda bertarung.
"Silver Princess." Ucapnya menyelesaikan tahap akhir transform nya.
Sedangkan Naruto hanya bisa ternganga dengan mata membola. Tubuhnya menegang akibat lonjakan emosi yang berkecamuk antara terkejut dan kagum. "D-dia seorang pengguna ark?!" terkejut bahwa tahu Sakura adalah seorang pengguna ark, dan kagum akan perubahan Sakura yang ia fikir sangat, "Indah,"
Menyadari tingkat ancaman didepannya bertambah, vandale itu berlari kearah Sakura dan menyerangnya secara membabi buta. Untunglah Sakura memiliki reflek yang bagus hingga dia dapat menghindari setiap serangan vandale itu.Vandale itu mengakat tinggi cakarnya lalu mengayunkan kembali tepat didepan wajah Sakura, akan tetapi dengan satu gerakan cepat memutar kebelakang, Sakura berhasil menghindari kuku-kuku tajam itu.
DUUMP!
Suara dentuman keras pun tercipta akibat serangan vandale itu, tapi kelihatannya itu adalah suatu kesalahan, karena kini tangannya terperosok masuk kedalam tanah. Sakura yang melihat kesempatan itu pun tak tinggal diam. Dia melompat kedepan dan dengan satu sentakan ia menginjak tangan itu agar semakin menyangkut di dalam tanah.
GROOOOAAARRR!
Jeritan kesakitan menggema keseluruh hutan hingga membuat burung-burung yang sedang hinggap dipohon berterbangan menjauh.
Belum selesai dengan serangannya, Sakura pun kembali melompat tinggi. Dengan tangan kanan yang mengepal serta tangan kiri yang ia rentangkan seperti sedang membidik, ia kembali berujar, "Ability open, prepared the manuaver,"
Sarung tangan Sakura kembali memijarkan cahaya dan kembali, atmosfer chakra di sekelilingnya terfokus pada dua titik. Yang pertama di tangan kanan Sakura, kristal di sarung tangannya menyerap chakra dan mengalirkannya keseluruh bagian sarung tangannya. Sedangkan yang kedua berada ditelapak tangan kirinya. Ia mengendalikan chakra agar berkumpul di satu titik yaitu tepat diatas sang vandale, saking padatnya, kumpulan chakra itu berubah bentuk menjadi seperti awan mendung yang siap menyambarkan kilat.
"prepared complete," ujar Sakura lalu melompat (baca: terjun) menuju kumpulan atmosfer chakra itu.
"Ark skill,"
SWIIINNGG!
Sakura mengeratkan tinjunya yang semakin membuat cahaya di tangan kanannya terus bertambah terang. Jarakpun semakin dekat antara dia dengan sasarannya, dan Sakura pun siap untuk melepaskan tinjunya, dan-
"Skyfall,"
BRAAKKK!
KRAAK!
Sakura membenturkan tinjunya dan membuat retakan di atmosfer chakra bagaikan memukul sebuah kaca rias berukuran besar.
"Di-dia meninju udara? Tidak, bukan udara tapi kumpulan chakra itu. Ta-tapi, bagaimana bisa?" ucap Naruto, "Jadi, inikah kekuatan seorang pengguna ark?"
SWIIIINGG!
Sakura terus menekan tinjunya, membuat retakan itu semakin membesar,
"HYAAAAAT!"
BRAAK!
Dan dengan satu sentakkan kuat Sakura menghancurkan atmosfer chakra tersebut menjadi berkeping-keping, membuat sebuah lubang dilangit. Bersamaan dengan terciptanya lubang itu, sebuah gelombang dengan daya dorong yang sangat kuat menghantam vandale, dan disusul dengan tekanan chakra silver yang sangat dahsyat
DUUUUAARRRRR!
Ledakkan pun terjadi di tempat itu, memporak-porandakkan pepohonan, melibas segala sesuatu yang disentuhnya. Cahaya silver itu masih terus membesar, Naruto yang berada tidak jauh dari tempat itu pun terkena dampak terpaan anginnya hingga membuatnya terbang menjauh dari tempat itu.
"UWOOOOAAAHHH!"
~*Make It Be Neverland*~
"Leader, sepertinya sesuatu yang buruk sedang terjadi, tingkat kepadatan chakra di tempat tadi meningkat secara drastis."
"Apa kordinatnya sama dengan pesawat Sakura?"
"Ha'I."
"Sakura.."
"Tunggu! Chakra di tempat itu tiba-tiba saja terfokus pada titik Z000301. Itu titik dimana vandale muncul!"
Kening Kakashi semakin mengkerut, dia punya firasat buruk soal ini, "Jangan-jangan!"
"Leader, coba lihat ini, aku akan menampilkannya dimonitor utama."
Tanpa babibu Kakashi langsung melihat kesebuah monitor besar yang tergantung disana. Setelah menunggu beberapa detik, monitor itu menyala dan menampilkan 4 garis yang lama kelamaan bergerak bergelombang tidak beraturan. Mata Kakashi membola, keringat sebesar biji jagung menetes sempurna dari pelipisnya kala melihat animasi abstrak tersebut.
"Gelombang ini,"
"Ya, tidak diragukan lagi. Ini milik silver princess!"
'Cih, apa yang sedang kau coba lakukan kali ini Sakura?' batinnya. Sepertinya firasatnya benar, sejak tadi Kakashi sudah curiga, pasalnya Sakura bukanlah tipe orang yang akan mudah bereaksi terhadap sesuatu yang tidak berhubungan dengannya. Apalagi kali ini hanya karena satu vandale yang tiba-tiba muncul. Ini benar-benar sangat aneh, itulah yang dipikirkan Kakashi saat ini.
'Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, tapi aku harus benar-benar pergi ketempat itu,' saat ia sedang berfikir, tiba-tiba ia teringat dengan perkataan Sakura sebelum pergi. Sesaat melintas sebuah kemungkinan dikepala Kakashi, 'Jadi begitu ya, kau menemukan sesuatu. Ne, Sakura?'
"Shikamaru, Kiba, segera bersiap. Kalian akan ikut denganku, kita akan menjemputnya." Titah Kakashi kepada dua orang pemuda. Yang satu adalah seorang laki-laki berambut layaknya bentuk buah nanas, dengan tampang malasnya yang sesekali menguap. Sedangkan yang satu lagi adalah seorang laki-laki dengan tato segitiga terbalik berwarna merah dengan penampilan agak urakan, berambut coklat dan dilehernya tergantung sebuah kalung anjing.
"Haahh.. merepotkan,"
"Yosh! Aku selalu siap kapan saja!"
Sungguh jawaban yang sangat berlawanan dari keduanya, membuat sang leader hanya bisa geleng-geleng kepala. Sifat para anak buahnya memang selalu aneh dan unik.
Kembali ketempat Sakura. Kini cahaya silver itu sudah menghilang dan hanya menyisakan Sakura yang sedang berdiri disana.
"Adududuh… sepertinya aku kan terkena osteoporosis kalau begini terus," ucap Naruto ketika ia berhasil keluar dari pohon yang berjatuhan disekitarnya. Dan kala iris safir itu menatap kedepan, sepertinnya Naruto akan dibuat jantungan kali ini. Matanya membola sejadi-jadinya dengan tatapan tak percaya, dia pun jatuh terduduk saat kakinya tak mampu menopang bobot tubuhnya lagi karena terlalu gemetar. Keringat bercucuran dari tubuhnya, lidahnya terlalu kaku barang untuk mengucap satu atau dua kata. Karena apa yang ia lihat kali ini bukanlah sebuah hutan seperti tadi, yang dihadapannya kali ini hanyalah sebuah kawah berdiameter 1km dengan Sakura yang kembali mengenakan dress birunya berada di tengah-tengah kawah tersebut. Bahkan vandale yang awalnya menjadi target serangan Sakura pun tak kunjung tertangkap dalam penglihatan Naruto, vandale bagaikan lenyap di telan bumi.
~*Make It Be Neverland*~
"Hei, apa kau yang melakukan semua ini?" tanya Naruto yang kini berada dibelakang Sakura,
"Um," jawab Sakura singkat, padat, jelas.
"Ahahaha… apa ini nyata? Ne, coba cubit aku," Naruto tertawa dengan nada monoton, masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Baiklah," Sakura pun langsung menuruti perkataan Naruto dan mencubitnya dengan lembut (baca: dengan tenaga).
"ITTAAAII! Baik baik, aku menyerah aku menyerah!" pekik Naruto. Tadi minta dicubit sekarang malah menjerit kesakitan, dasar labil-_-
"APAA! Ini memang Sakit bodoh! Hoo.. Bagaimana kalau kau juga merasakannya sendiri *smirk"
"Sakura, cepat lakukan hal yang sama kepada author nista ini!"
"Baik."
GULP!
Sebaiknya saya undur diri dulu, Hiraishin!
SRIIING!
"Cih dasar author keparat! Tapi tidak apa, masih ada chapter lain untuk membalasnya *smirk."
OKE, BACK TO STORY!
"Aduduh.. kau tidak perlu mencubitnya sekencang itu," rintih Naruto sambil mengelus-elus lengannya yang memerah.
"Kalau begitu aku minta maaf." Ucap Sakura masih dengan nada tadarnya dan wajah yang sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah. Naruto hanya bisa menghela nafas lalu kembali melanjutkan kalimatnya, "Oke, sekarang aku percaya kau yang melakukan semua ini. Kau salah satu pengguna ark, 'kan?" tanya Naruto kepada Sakura,
"Ya," jawab Sakura yang lagi-lagi sangat singkat. Ia mengangkat kedua tangannya, memperlihatkan keudua sarung tangan yang masih terpasang yang merupakan ark miliknya. "Ini adalah ark milikku, princess. Itulah namanya." Jelas Sakura.
"Tapi bagaimana bisa sekuat itu? Dan- "
"Kau… Siapa?" belum sempat Naruto selesai bicara, kalimatnya telah dipotong duluan oleh Sakura yang kini wajahnya sangat dekat dengan Naruto, "Kita belum pernah bertemu, 'kan?" bahkan hembusan hangat nafas Sakura bisa ia rasakan. Naruto tentu saja langsung blushing hebat karena perlakuan Sakura yang tiba-tiba. Dengan gerakan salting Naruto mencoba menenangkan dirinya dan degup jantungnya yang menggebu-gebu.
"Eh e-etto.. tentu saja kau tidak mengenalku dan aku juga tidak mengenalmu, ma-maksudku kita baru saja bertemu beberapa saat yang lalu, 'kan? A-ah.. dimana sopan santunku, seharusnya aku memperkenalkan diri dulu. Na-namaku Namikaze Naruto. Etto.. kalau kau?" Naruto bicara dengan terbata-bata tapi ia memberanikan diri mengulurkan tangan untuk menawarkan sebuah perkenalan.
"Sakura. Namaku Haruno Sakura." Ucap Sakura yang kini sudah menjauhkan wajahnya lalu menerima uluran tangan Naruto.
"Haruno Sakura, ka. Benar-benar yang indah. Senang berkenalan denganmu Haruno-san,"
"Sakura."
"Iya iya, aku ingat kok," jawab Naruto dengan senyum 5 jarinya.
"Sakura."
"Ah.. iya iya, Sakura-san,"
"Sakura."
Oke, Naruto mulai jengkel dengan gadis ini,
"Panggil aku Sakura. Semua temanku juga memanggilku begitu." Ucap Sakura yang membuat Naruto speechless sendiri.
"A-ah.. benar juga, biar semakin akrab ya hehe.. baiklah kalau kau tidak keberatan Sakura," Naruto terkekeh pelan sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Dan soal pertanyaanmu tadi, itu memang salah satu kemampuan ark milikku. Dan ditambah ini adalah area pohon inti, jadi kekuatanku meningkat," jelas Sakura, "Tapi, bukankah kau lebih kuat dariku?"
Pertanyaan Sakura membuat Neruto sedikit memiringkan kepalanya, lebih kuat? Tadi saja ia hanya bisa terduduk pasrah saat diserang vandale. "Aku? Kurasa kau salah paham. Aku hanya seorang muda biasa, aku bukan seorang pengguna ark. Yang aku bisa hanyalah mengendarai skyboardku." Tangannya melambai-lambai meremehkan,
"Kau kuat. Um, tidak diragukan lagi. Itulah alasan Kurama memilihmu," Sakura kembali mendekat dan menempelkan telapak tangan kanannya kedada bidang Naruto.
BADUMP!
Jantung Naruto kembali berpacu, darahnya mendesir naik ke kepala dan membakar wajah tan itu. 'kyaaa! Ternyata dia semakin cantik saat dilihat dari dekat!' batinnya kegirangan akan perlakuan Sakura.
"Tunggu, siapa itu Kurama?" tanya Naruto yang telah terbangun dari dunia khayalnya.
"Itu adalah aku, gaki."
DEG!
"Are? Apa itu tadi?" tanya Naruto kebingungan dengan suara berat yang tiba-tiba terdengar dikepalnya, "Itulah Kurama," ujar Sakura yang semakin menambah kebingungan Naruto.
"Kurama?" Naruto memegangi kepalanya, meremas surai pirangnya saat sakit yang tiba-tiba datang menghujami kepalanya layaknya dibebani setumpukkan karung berisi pasir yang sangat berat. "Are? A-ada apa ini? Kesadaranku.. kenapa aku merasa sangat lelah?" perlahan-lahan kelopak mata itu mulai mengerjap lambat seiring kesadarannya yang perlahan menghilang. Sayup-sayup ia dapat mendengar suara Sakura bicara padanya, "Tenang saja. Kurama akan menjelaskan semuanya padamu," begitulah kata-kata yang masih sempat Naruto dengar sebelum akhirnya mata itu tertutup sempurna.
Tubuh Naruto tumbang, tapi dengan sigap Sakura menangkapnyanya agar tidak membentur tanah. Dengan perlahan ia mendudukkan tubuh itu lalu merebahkan kepala Naruto di atas pangkuannya.
"Semoga Kurama akan bersikap baik padamu," di elusnya rambut pirang yang sedikit kasar itu. Disentuhnya 3 goretan dimasing-masing pipinya, 'ternyata ini asli, bukan tato seperti milik kiba." Sakura tersenyum lembut melihat saat Naruto mendengkur halus.
"Sepertinya Kurama benar-benar membuatmu kelelahan," ucap Sakura sedikit terkekeh. Tapi menurutnya ini adalah hal yang bagus, entah mengapa Sakura sangat menyukai wajah damai Naruto saat dia tertidur. Padahal ia sering melihat teman-temannya tertidur, tapi ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. 'perasaan ini… sangat...'
"Nyaman."
To be continue~
Yoyoyo minna.. apa kabar?
Gomen, baru bisa update sekarang. Cause, belakangan ini kerjaan kantor entah mengapa semakin berkembang biak-_-
Tapi tenang aja, walaupun rintangan menghadang, saya akan tetap berjuang untuk melanjutkan cerita absurd ini^_^7
Well, mungkin chapter ini lebih ancur lagi daripada yang kemarin. Tapi semoga tidak teramat ancur hingga bisa-bisa menyebabkan penyakit mata baru. Bisa-bisa saya dituntut nantiO_o
Hahahahaha just kidding, hehehe
Krik..
Krikk…
Kriiiiikkkkkk….!
Oke, saya tau ngga lucu, tapi tidak perlu menekan efek suara jangkriknya kan!
"Heh, itu hanya balasan kecil dariku author stress, *smirk
Oi oii, sopanlah sedikit dengan authormu ini. Dan lagi, sejak kapan kau jadi sering menyeringai hah?
"Cih! Dasar norak. Ini lagi trend tau!
"Trend gundulmu hah? Yang ada kau seperti orang yang lagi struk pea!
"APA!
"Sudah-sudah lupakan hal itu. Sekarang kan waktunya kau yang memberikan salam penutup.
"Cih! Wakatta! Tidak perlu diberitahupun aku sudah tau!
"Yasudah kalau begitu kuserahkan padamu, aku mau ke eropa dulu, mau mincing, okey kalo gitu, jaa~ Naru-chan (Lompat ke getek bertenaga jet) wuussshh!
"Semoga aku masih menyimpan boneka santet yang kubuat di klub menjahit.
Okey minna, jangan pedulikan orang setengah kaya dia, Cuma bikin sakit pala aja.
Yossh! Kalo gitu Naru mau ngucapin terima kasih sebanyak banyaknya kepada kalian yang sudah mau memberi review. Dan semua pertanyaan sudah terjawab di atas,
Oke, sekali lagi terima kasih telah membaca dan review,
Semoga kita bertemu lagi di chap selanjutnya, Jaa~
