Terimakasih untuk semua yang sudah membaca. dan spesial terimakasih untuk "Byakugan no Hime" karena sudah me-review tentang song fic. saya sudah membaca 'Guidelines' Ffn. maka dari itu saya ganti song fic nya dengan draf lagu dari band saya yang masih perlu dirombak dan belum pernah dipublish jadi pasti berubah kalau saya buat fiksi lagi dan ada song fic nya, karena saya yang membuat liriknya jadi gak ada masalah dalam hak cipta karena saya penciptanya. Hadeeehhh...
hah.. ada-ada aja. saya kira peraturannya cuma seperti rasis, sara, jiplak, hal yang terlalu eksplisit, dll. ternyata bukan cuma itu. -_-
"Actions not allowed:
1. ...
2. ...
3. Copying from a previously published work (including musical lyrics) not in the public domain.
chap. selanjutnya mungkin malam ini saya up.
.
.
.
Cerita sebelumnya.
Suara bel berbunyi mengundang senyum laki-laki bersurai pirang dan bermata biri sebiru samudera. Ia memikirkan tentang kencannya nanti. Sahabat anak laki-laki itu yang bersurai raven melihatnya seperti orang gila karena tersenyum sediri. Ia menyeringai.
"Kalau kau hanya tersenyum sendiri seperti ini. Akulah yang akan berkencan dengan Hinata" bisik Sasuke di telinga Naruto.
"TEMEEEE!" Naruto terkejut. "Awas saja kalau itu terjadi!" ucap Naruto kesal walau tahu sahabatnya itu hanya bercanda.
"Sudahlah. Aku akan pulang, aku mau mengantar Sakura membeli hadiah untuk ayahnya. Semoga sukses." Ucap Sasuke sambil tersenyum tipis dan Naruto membalas dengan cengiran rubahnya.
Pandangan Naruto berpaling menuju gadis yang telah mengisi pikirannya dan hatinya –Hinata. Hinata menoleh kearah Naruto dan tersenyum malu-malu. Naruto segera menghampiri Hinata.
"Hinata, ayo" ajak Naruto sambil menarik tangan Hinata, membuat Hinata kembali bersemu merah di pipinya.
.
.
.
Sesampainya di parkiran Naruto dan Hinata segera menghampiri motor sport milik Naruto.
"Na-naruto-kun. ki-kita akan ke-kemana?" Tanya Hinata gugup.
"Aku akan mengajakmu ke tempat yang paling indah dan aku pastikan kamu menyukainya." Jawab Naruto sambil tersenyum lembut.
.
.
.
Our Story
Masashi Kishimoto
Pair: NaruHina / Slight SasuSaku, SaiIno, ShikaTema
Warning: AU, OOC, Typo, no EYD, Pasaran, ABAL
Rate : T
Friendship/Romance
Chapter 3
Naruto melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju perbukitan di pinggiran kota Konoha. Naruto melajukan motornya dengan diam dan Hinata hanya diam sambil menahan debaran jantungnya yang kian memacu karena sudah hampir setengah jam Ia memeluk Naruto, sangat berbeda dengan perjalanan dari sekolah ke rumahnya yang hanya memakan waktu tidak sampai sepuluh menit dengan kecepatan sedang '50 Km – 60 Km per jam'.
Lalu mereka sampai pada sebuah taman yang tidak ada orangnya. Taman itu adalah taman pekarangan milik Ibu Naruto –Kushina.
Hinata heran kenapa Naruto mengajaknya ke taman karena dekat sekolah mereka juga ada ataman dan taman itu lebih luas.
"Na-naruto-kun kenapa kita ketaman yang jauh ini?" Tanya Hinata yang heran.
"Karen taman ini sangat berbeda. Taman ini adalah taman milik Ibuku. Didekat sini ada rumah Kakekku, dia paman dari Ayahku. Kalau kita bertemu dengannya kau jangan terlalu dekat dengan ya." Ucap Naruto.
Naruto langsung menarik tangan Hinata menuju sebuah gerbang yang tidak terlalu besar. Naruto langsung membuka gerbang itu dan mengajak Hinata masuk.
.
.
.
Sesampainya di dalam. Hinata terkejut dengan apa yang Ia lihat. Disana ada taman bunga seperti bunga lavender, mawar, lilly dan beberapa macam yang lain, taman yang tidak terlalu besar namun sangat rapih dan terurus. Di taman itu juga ada beberapa ekor kelinci yang berlari-larian. Hinata begitu senang dan langsung berlari bahagia ke taman meninggalkan Naruto yang tersenyum melihat kebahagiaan Hinata.
"Apa kau menyukainya Hinata-chan? Disini memang banyak kelincinya. Dulu waktu aku SD aku pergi kesini bersama Karin Nee-chan dan sebelum ke taman ini, aku dan Karin Nee-chan sempat membeli sepasang kelinci. Dan ternyata kelinci disini sudah sebanyak ini. Pasti Kakek merawat kelinci-kelinci ini juga seperti merawat taman ini." ucap Naruto sambil menahan debar jantungnya.
"Uhm. Aku suka" Jawab Hinata mengangguk. Lalu menunduk malu demi menyembunyikan rona merah di pipinya. Naruto hanya tersenyum tak menanggapi lagi karena gugup.
Lama mereka melihat-lihat taman, bermain bersama kelinci-kelinci dan mengobrol dan tentunya obrolan di kuasai oleh Naruto, Hinata tertawa saat Naruto menceritakan lelucon-leluconnya. Hinata merasa sangat bahagia bisa bersama Naruto. "apa Naruto-kun akan bisa selalu bersamaku seperti ini Kami-sama? Aku sangat bahagia bila bersama Naruto-kun. aku harap Kami-sama mengizinkan aku untuk bersama Naruto-kun" batin Hinata
.
.
.
Naruto dan Hinata sedang duduk bersebelahan diatas rumput milihat matahari terbenam dari taman. Naruto akhirnya ingin menuntasakan tujuannya ke taman ini. Naruto menoleh kearah Hinata yang sedang menatap matahari terbenam. 'Deg' "kami-sama, jantungku sangat berdebar. Kenapa Hinata sangat cantik?" Batin Naruto. Akhirnya Naruto mencoba menenangkan jantungnya dan menyelesaikan agresinya.
"Hinata" panggil Naruto
"I-iya?" jawab Hinata sambil menolehkan wajahnya.
Naruto memegang tangan Hinata. Hinata yang terkejut hanya mampu menunduk dan menenangkan jantungnya yang seperti ingin meloncat keluar dari tubuhnya.
"Aku menyukaimu Hinata." ucap Naruto dengan rona merah di pipinya yang memiliki tiga garis tipis seperti kumis kucing. "Aku tidak tahu kenapa, setiap melihatmu aku merasa jantungku berdebar-debar. Aku bahagia saat bersamamu. Hinata, maukah kau jadi kekasihku?" ucap Naruto.
Mata Hinata membulat karena terkeut, perasaannya terbalas oleh Naruto. Tak terasa mata Hinata berkaca-kaca karena terharu. Perlahan Hinata menjawab.
"A-a-aku ju-juga menyukai Naruto-kun" jawab Hinata dengan suara pelan.
Naruto langsung memeluk Hinata, ternyata usahanya hari ini tidak sia-sia dan ucapan Kiba kemarin terbukti benar. "aku tidak akan pernah meninggalkanmu Hinata, kau sudah memendam perasaanmu untuk waktu yang tidak sebentar. Aku akan selalu membahagiakanmu Hinata, membuatmu selalu tersenyum." Batin Naruto.
Hinata yang dipeluk Naruto membenamkan kepalanya pada dada bidang kekasihnya –Naruto. "Kami-sama kau sangat baik. Harapanku terkabul hanya dengan hitungan menit. Kami-sama Arigato." Batin Hinata.
Naruto melepaskan pelukannya dan menatap Hinata yang matanya berkaca-kaca karena air mata harunya.
"Dimana pun kamu, aku akan selalu membahgiakanmu Hinata." ucap Naruto dengan suara pelan.
Perlahan Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah Hinata. semakin dekat, semakin dekat. Hinata yang mengerti apa yang akan diinginkan Naruto hanya memejamkan matanya. Perlahan lalu-
Chupp..
Bibir mereka bertemu. Hanya saling kecup dan tanpa menuntut dari sesuatu yang dijuluki 'nafsu' hanya ciuman yang saling menghangatkan hati mereka. Ciuman yang terjadi tak lebih dari sepuluh detik namun sangat membahagiakan bagi keduanya.
Perlahan mereka agak menjauh dan saling menatap. Mereka sama-sama bisa melihat rona merah di pipi masing-masing.
"EHKHEM.." Sebuah suara menginterupsi mereka.
"Kau sudah besar ya Naruto, sudah berciuman. Tak kusangka cucuk kesayanganku yang mesum sudah memiliki kekasih" Ucap Kakek Naruto. Pria berbadan tinggi besar dengan rambut yang sudah memutih yang panjang a.k.a Jiraiya sambil terkekeh melihat cucuknya yang pucat karena kepergok olehnya dan kekasih cucuknya yang menunduk malu dengan wajah sudah merah seperti jus tomat kesukaan Sasuke.
"EHH.." Naruto terkejut. ERO JIIII-SAAAANNN! KENAPA KAU MENGINTIP-'TTEBAYOOOOO" teriak Naruto saking malunya ketahuan oleh kakeknya.
Bletak!
Sebuah sandal kayu bakiak sukses mencium kening Naruto.
"Cucuk macam apa kau memanggilku sepeti itu hah!?" ucap Jiraiya setelah melemparkan sandalnya pada kepala Naruto yang kini ada sedikit benjolan.
"Ehehe.." Naruto kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Hinata menunduk sambil memainkan jarinya tanda sudah sangat malu.
"Ayo, kerumah makan malam dulu, setelah itu kau langsung antar kekasihmu pulang. Aku rasa Hiashi tidak suka putrinya diantar pulang terlalu malam oleh laki-laki mesum sepertimu." Ucap Jiraiya sembil terkekeh.
Hinata yang bingung kenapa kakek Naruto mengenal ayahnya hanya berdiam saja karena sangat malu ketahuan berciuman. Ada rasa senang karena ciuman pertamanya telah diambil oleh orang yang dicintainya dan ada rasa malu karena ketahuan oleh kakek orang yang yang dicintainya.
.
.
.
Sesampainya dirumah kakek Naruto yang hanya berjarak 50 meter dari taman Naruto, Hinata dan Jiraiya langsung menuju meja makan dan memakan makanan mereka sambil mengobrol tentang hubungan Naruto dan Hinata sampai pada Hinata yang bertanya kenapa kakek Naruto mengenal ayahnya.
"A-apa Jii-san mengenal ayahku?" Tanya Hinata.
"Aku mengenal ayahmu karena aku adalah dosennya sewaktu ayahmu kuliah di Suna. Tidak cuma itu, ayahmu juga berteman dengan keponakanku, ayah Naruto. Minato." Jelas Jiraiya. Naruto dan Hinata hanya ber'oh' dan mengangguk.
.
.
.
Naruto dan Hinata sudah berada di depan gerbang rumah kakek Naruto. Rumah dengan gaya tradisional yang pekat dan sedikit goresan modern.
"Jii-san kami pulang dulu ya." Ucap Naruto. Hinata membungkuk hormat. Dan mereka segera pulang. Saat di motor, Hinata agak canggung untuk memeluk Naruto tentunya dengan rona merah di pipinya, karena pertama kalinya Ia memeluk Naruto tanpa dipaksa oleh Naruto.
.
.
.
Sesampainya dirumah Hinata, Naruto langsung melihat jam yang ternyata sudah pukul 19.30 berpamitan karena Ia ingin ganti baju seragamnya dengan baju bebas dan pergi ke Akatsuki Caffe untuk tanda tangan kontrak. Naruto menghampiri Hinata.
"Aku pamit dulu ya Hime. Besok aku jemput kau untuk berangkat bersama ya?" Ucap Naruto dengan senyum lembutnya. Lalu mencium kening Hinata. Hinata yang dipanggil 'Hime' dan diperlakukan dengan lembut hanya bisa memerah pipinya.
"Uhm" Hinata mengangguk sebagai jawaban 'iya'
Naruto langsung berangkat menuju rumahnya.
Hinata langsung masuk kedalam rumahnya.
"Tadaima" ucap Hinata lalu melepas sepatunya.
"Okaerinasai" ucap suara cempreng Hanabi –adik Hinata.
"Nee-sama tadi pacarnya yah?" Tanya Hanabi dengan seringai jahil. Karena dia tau selama ini kakaknya tidak pernah diantar pulang oleh laki-laki selain ayahnya dan Neji kakak sepupunya.
"Hanabi!" pekik Hinata dengan wajah memerah.
.
.
.
Sesampainya Naruto di Akatsuki Caffe, Naruto langsung bertemu personil bandnya yang lain.
"Bagaimana? Tanya Kiba. Yang dibalas dengan cengiran rubah Naruto.
"Sepertinya berhasil." Ucap Sai sambil tersenyum. Naruto hanya diam dan mengangguk.
"Hn. Ayo kita langsung bertemu dengan manager Akatsuki Caffe.
Mereka langsung bertemu dengan manager Akatsuki Caffe yang sudah duduk di salah satu meja VVIP di caffe itu. Naruto yang merasa familiar dengan wajah sang manager perempuan bersurai biru itu langsung terpekik kaget.
"Ka-kau? Konan Nee-chan kan?" Tanya Naruto dengan ekspresi kaget. Prihalnya Naruto pernah bertemu dengan Konan yang dikenalkan oleh Nagato sebagai kekasihnya saat malam tahun baru tahun kemarin.
"Naruto ya? Lama tidak bertemu, kau semakin tinggi ya. Tak aku sangka band yang akan aku kontrak adalah band adik kekasihku" ucap Konan dengan senyum.
.
.
.
Sesudah tanda tangan kontrak mereka hanya mengobrol seperti teman.
"Apa kalian ingin mencoba panggungnya sekalian menunjukan padaku performa kalian kalau diatas panggung?" Tanya Konan dengan senyum.
"Boleh juga. Bagaimana kalian mau kan?" Ucap Naruto dengan cengirannya.
Yang lain hanya mengangguk dan tersenyum kecuali sang Bassist yang sedang menguap.
.
.
.
Mereka langsung naik panggung yang sudah dikosongkan.
"Selamat malam semua. Kami band baru yang akan mengisi Caffe ini selama setahun kedepan akan sedikit meramaikan suasana Caffe yang agak hening ini" ucap Naruto dengan cengiran rubahnya. Mereka sudah memasangkan diri pada posisi masing-masing.
"sebelumnya perkenalkan Kami adalah 'Shinobi'. Kami terdiri dari saya Uzumaki Naruto sebagai vocalist dan rhythm-guitarist, yang berambut reven itu, Uciha Sasuke lead-guitarist,yang dikuncir itu Nara Shikamaru bassist, Sai keyboardist, Inuzuka Kiba durmmer" ucap Naruto memperkenalkan personil bandnya.
"Baiklah, ayo kita mulai." Ucap Naruto dengan semangat.
Sai memulai dengan dentingan keyboardnya lalu disambut dengan ketukan drum oleh Kiba dan petikan senar bass Shikamaru dan petikan gitar Sasuke dan Naruto.
Naruto mulai menyanyikan lirik lagu yang berjudul "Untitled"
Will you know this feeling?
Will you find this mean?
Will you do this thing?
Will you...
Naruto berhenti bernyanyi lalu Sasuke sebagai second-vocalist ikut bernyanyi.
You knew it.
You found it
You did it.
You did...
Sasuke berhenti bernyanyi dan Naruto kembali menyanyikan lirik lagunya.
My heart still go on you
My mind always thinking of you
My tears falling about you
Have you ever seen this story before?
.
It's all not about you.
It's all not about me.
But now it's all about us.
Because I love you.
Sasuke mulai menjadi second-vocalist menyanyikan lirik "You've been waiting me for along time" saling bersautan dengan Naruto.
You've been waiting me for along time
I will love you
You've been waiting me for along time
I will guard you
You've been waiting me for along time
And I will be the only one
You've been waiting me for along time
And you will be the only one
Naruto kembali bernyanyi sendiri.
I love you
Your smile was saved me
From my darkest hour
You are my savior
Sasuke berhenti menjadi second-vocalist dan memainkan perannya sebagai lead-guitarist. Tanpa melihat grip gitarnya Sasuke memainkan melodinya membuat orang yang melihatnya kagum padanya.
Naruto kembali menyanyikan lirik lagunya dan Sasuke mengisi sedikit melodi untuk memberi warna pada lagu yang mereka mainkan.
My heart still go on you
My mind always thinking of you
My tears falling about you
Have you ever seen this story before?
.
I'll confess my feeling with this song
I'll prove my feeling with this song
If tomorrow never come
Is not problem, because you know how much I love you.
Sasuke kembali menjadi second-vocalist menyanyikan lirik "You've been waiting me for along time" saling bersautan dengan Naruto.
You've been waiting me for along time
I will love you
You've been waiting me for along time
I will guard you
You've been waiting me for along time
And I will be the only one
You've been waiting me for along time
And you will be the only one
Sasuke berhenti menjadi second-vocalist dan memainkan perannya sebagai lead-guitarist memainkan melodi pada gitarnya sampai lagu berakhir.
Lagu pun berakhir dan tepukan tangan memeriahkan Akatsuki Caffe. Banyak yang berdecak kagum kepada kelima remaja itu.
"Arigato gozaimasu" ucap Naruto sambil sedikit menunduk.
"Si Dobe itu, sangat menghayatinya. Sepertinya gadis pemalu itu telah memberi semangat padanya secara tidak langsung" batin Sasuke sambil tersenyum kearah orang-orang yang menonton mereka.
TBC
silahkan review untuk yang mau review. -_-
