Fingertips
Cast:
• Yoon Jeonghan (girl)
• Choi Seungcheol (boy)
• Hong Jisoo (girl)
Warn:
Gs, alur membingungkan, TYPOS
Enjoy~
Hai it's me the most ganteng boy di keluargaku. Hehehehe, aku emang ga bisa bahasa Inggris jadi mian~ Sekarang aku mau kasih tau kalian tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Penasaran? Yuk check it out!
27 September 2009
Wassup boys and girls. Hari ini aku si ganteng Choi Seungcheol yang paling disayang yeoja-yeoja cantik di Daegu akan pindah ke ibu kota negaraku tersayang yaitu Seoul~ *YAY* *pasang petasan* *masih siang oi!*
Back to Choi house teman-teman. Soooo... hari ini anak ganteng ini bakal diantar appaku yang cool, eommaku yang cantiknya melebihi Ha JiWon, juga hyungku yang jelek ke rumahnya hani bani switiku yang cantiknya kaga ketulungan yang udah taken ama kuda di... Seoul!
"Choi Seungcheol! Sampai kapan kamu mau dikamar terus?!"
Duh ngapain sih hyung teriak? Sebel deh.
"Tunggu napa hyung. Aku kan masih ngaca dulu biar bisa ngalahin si kuda rabies ituuu!"
"Seungcheol cepetan!"
Waduh ratu besar udah memanggil nih.
"Iya eomma yang cantiknya melebihi yeoja-yeoja diluar sana." Kataku sambil turun tangga membawa tas dan koper-koperku yang sedikit.
"Ppalli nanti ditunggu sama Jisoo. Emang beneran eomma cantiknya melebihi yeoja-yeoja diluar?" Kata eommaku sambil mengibaskan rambut coklatnya.
"Iya eomma... kecuali nona Hong. Hahaha!" Kataku sambil memeluk nyonya besar kesayangan appaku.
"Yak Tuan Besar Choi! Liat kelakuan maknaemu ini!" Ucap perempuan kesayanganku juga sambil mengerucutkan bibirnya.
"Chup~ Eomma cantik banget kok. Dimata appa... hahahaha!" Ucapku setelah mencium pipi eommaku dan menaik-turunkan alisku lalu kurangkul dia.
"Appa~ ppalliwaaaaa..."
"Bentar Cheol-ah. Yak! Kamu sebagai hyung bawain koper adikmu ke mobil!"
"Mwol?! Bukannya dia yang harusnya masukin kopernya sendiri?!"
"Sudahlah hyung lakuin saja nanti singanya marah terus hyung diterkam loh. Haung~"
"Seungcheol! Awas kamu ya!"
"Udah cepet masuk ke mobil!"
"Iya eomma."
"Nah gini dong cepet. Masa udah eomma tunggu satu jam pada molor semua?"
"Aku juga udah nunggu eomma. Cuma anak eomma yang kegantengan aja yang lemot."
"Hyung juga lama!"
"Kamu itu yang lama mandinya. Masih mau ngaca segala lagi."
"Kalian bisa diem atau appa turunin disini?"
"Oke appa!" Jawab kita bertiga
Appapun melanjutkan perjalanan kami ke stasiun. Diperjalanan aku melihat jalanan yang dulu aku pernah lewati dengan teman kecilku itu. Kita bertiga sama Jeonghan juga kita selalu jalan dengan format aku-Jisoo-Jeonghan, dan Jisoo selalu ditengah-tengah kita karena takut dia hilang lagi.
Sebentar lagi udah sampai di Seoul yeah! Ga sabar ketemu sama Jisoo sama si kuda itu. Kata Jisoo dia udah bertemu Jeonghan yeoja malas itu. Tidak terasa sudah 9 tahun ga bertemu Jeonghan. Gimanabya kabarnya? Tambah males ga ya? Atau... ah lupakan.
"Seungcheolie~"
"Seungcheol-ah."
"CHOI SEUNGCHEOL!"
Aku terkejut gara-gara teriakkan eomma.
"Apa sih eomma teriak teriak? Telinga Cheolie sakit..." Aduku sambil mengerucutkan bibirku.
"Kamu kapan dewasanya coba? Pantes Jisoo lebih memilih adik kelasnya yang menurut eomma lebih dewasa dari anak eomma yang manja ini."
"Kalau eomma lebih suka si kuda itu, eomma mending angkat dia jadi anak eomma aja." Ujarku sambil merajuk.
"Ide bagus itu yeobo." Usul appa.
"Appa~"
"Setuju aku sama appa!"
"Hyung!" Aku memprotes perkataan hyungku.
"Apa sih Cheol rese deh kamu!" Protes hyungku
Akhirnya kita semua terdiam di mobil. Aku benar-benar penasaran dengan Yoon Jeonghan yang sekarang. Apa dia masih mengingatku ya? Secara aku kan tambah ganteng sekarang ga seperti dulu hihihi.
Ga terasa ya udah sampe di rumahnya bunnyku Jisoo. Rumahnya masih sama seperti dulu tapi catnya berubah warna sih. Udah ah aku mau ketemu sama bunnyku tersayang. Aku segera turun dari mobil dan memanggil Jisoo.
"NONA HONG! AKU SUDAH SAMPAI!"
"IYA IYA! SABAR KENAPA!"
Kulihat gadis imut yang masih memakai piyama pink yang berhoodie telinga kelinci sambil menunjukkan wajah bangun tidurnya. Langsung ku peluk gadis itu dan mencium pucuk kepalanya seperti yang sering kulakukan dulu. Tiba-tiba dia langsung jatuh dipelukanku. Ternyata dia ketiduran lagi. So kuputuskan untuk menggendongnya ke kamarnya.
"Eomma Cheolie menaruh Jisoo di kamarnya dulu ya!" Ijin ku kepada eomma.
"Cepet ya Cheol!"
"Iyaaaaa~"
.
Kulihat di ruang tamu ada orang tua Jisoo dan aku menyapa mereka.
"Annyeong eomma appa~ Cheolie menaruh Jisoo ke kamar dulu ya..."
"Iya sayang hati-hati ya naik tangganya." Ujar eommanya Jisoo
"Jangan sampai jatuh lo Cheol. Nanti appa akan memukulmu." Sahut appanya Jisoo juga.
"Siap eomma appa." Jawabku sambil menaiki tangga.
Kulihat kamar berpintu biru laut itu dan membukanya lalu menaruh Jisoo diranjang queen sizenya. Kupandang wajah yang ku kenal sejak kecil ini. Mata kucingnya yang lucu, bibir tipisnya yang pink, hidung mungilnya yang imut banget. *lebih imut Uji kali Cheol* *apaan sih thor* Setelah melihat wajah kyut sahabatku, aku mencium kedua matanya, hidungnya, juga kedua pipinya, tapi ga bibirnya. Kalo ketahuan aku pasti dibunuh kedua orang tuaku dan kedua orang tua Jisoo.
"Seungcheol-ah! Cepat turun"
Kudengar panggilan appaku dibawah. Jadi aku langsung kebawah dan memeluk eommanya Jisoo erat-erat seperti meluk Nyonya Choi yang kucinta.
"Appa tidak kau peluk juga?" Tanya mantan calon mertuaku.
"Iya appa." Segera kupeluk appaku yang hampir menjadi mertuaku itu.
Aku rindu sekali suasana ini. Tapi rasanya ada yang kurang. Kurang keluarga Yoon yang lucu hehehehe. Biasanya kami bertiga langsung bermain bersama. Ada hyungku yang selalu menggoda kami juga adik Jeonghan yang sering menggangu Jeonghan yang menyebabkan Jeonghan selalu kalah.
Diantara kita bertiga memang Jeonghan yang seperti diktator sedangkan yang paling lemah itu Jisoo jadi kami berdua sangat menjaga gadis yang terlihat sangat rapuh itu.
Jisoo dan Jeonghan itu seperti anak kembar yang berbeda jauh sifatnya. Wajah mereka mirip sangat mirip malah. Banyak yang mengira Jeonghan itu Jisoo jika dia lagi mood baik dan Jisoo itu Jeonghan jika dia marah.
Sebenarnya mereka itu gampang di bedakan. Yang satunya tomboy dan satunya lemah lembut. Yang satunya tukang perintah satunya jiwa hambanya kuat. Satunya temperamen dan satunya penyabar. Sebenarnya aku juga bingung mereka berdua kok bisa akur banget.
Sekarang aku jalan menuju kamarku sama hyungku sambil membawa koperku dan tasku.
"Cheol."
"Apa hyung?"
"Hyung kok kangen sama Jeonghan ya?"
Kulihat wajahnya dengan tatapan malas
"Kimbab be kidding hyung? Jebal..."
"Memang kenapa dengan Jeonghan? Terakhir kali hyung liat dia cantik kok."
"Kapan hyung liat dia?"
"Sebulan yang lalu."
"Dimana?" Tanyaku tidak percaya.
"Di Cafe deketnya tempat kerja hyung."
"Ooooo... Emang secantik apa dia sekarang?"
"Tambah mirip sama Jisoo. Cuma... ya kamu tahu dia kayak apa kan?"
"Maksud hyung tomboy?"
"Agak sih. Lebih feminine kok sekarang"
"Masa sih? Ga percaya."
"Iya Cheol. Jisoo aja agak tomboy sekarang."
"Iya sih hyung."
"Udahlah mending kamu beresin kamarmu sama menata barangmu. Nanti kalau udah selesai langsung turun ya."
"Yes hyungnim!"
Jadi aku pun melanjutkan kerjaan dan kalau sudah selesai aku mau tidur ah.
Skip~
4 Oktober 2009
Pagi dunia! Choi Seungcheol is here~ Hari ini aku, Jisoo, si kuda, sama Jeonghan mau ke Lotte World. Sebenarnya hari ini Jeonghan ultah tapi kata Jisoo mending kita ga bilang apa-apa dulu sampai minggu depan. Lumayan lah dulu kita sering dikerjai Jeonghan sekarang gantian kita yang ngerjain Jeonghan hehehehe...
"CHOI SEUNGCHEOL! CEPAT TURUN!"
Duh! Pagi-pagi kok teriak-teriak sih. Sakit telingaku.
"Bentar Jisoo-ya."
"Cepetan nanti hujan!"
"Tunggu aku mandi dong!"
"What the?! KAMU BELUM MANDI?!"
"IYA!"
"GILA KAMU CHEOL! PANTES GA ADA YANG MAU SAMA KAMU!"
"KALIAN BERDUA BISA DIAM TIDAK?!"
"MIAN EOMMA! JISOO YANG MULAI!"
"WHUT?! AWAS KAU CHOI!"
Udah lah biarin aku mandi aja.
15 menit kemudian
"CHOI SEUNGCHEOL! GARA-GARA KAMU KELAMAAN KITA GA JADI PERGI!" Teriak Jisoo.
Apa lagi nih anak. Kulihat jendela ternyata hujan deras. Pantes batal yang betul aja kalau masih mau lanjut.
"Mianhae Jisoo ya." Ucapku sambil menuruni tangga.
"Kebiasaan!" Cibirnya sambil melotot.
"Udah dong noona, nanti dia juga yang menyesal week~"
What the?! Berani banget tuh anak?! Awas kamu kuda. Kamu ga bakal aku restuin sama my honey bunny Jisoo. Liat aja waktu kalian tunangan.
Selesai mencibir si kuda dalam hati, aku pun pergi menuju dapur. Dan didapur ada eommanya Jisoo. Enaknya aku apain ya supaya kaget? Ihihihi peluk dari belakang aja deh biar romantis. Lalu kupeluk dari belakang dan mencium pipi eomma keduaku yang cantik juga seperti anaknya.
"Eo! Pagi Cheolie sayang."
"Pagi eomma! Eomma..."
"Kenapa sayang?"
"Jisoo pagi-pagi udah naik darah tuh. Masa Cheolie dimarahin mulu sama dia. Lagi PMs ya dianya?"
"Jisoo ga PMS kok sayang. Cuma kamunya yang doyan bikin orang naik darah."
"Ngga mungkin eomma. Cheolie kan anak baik."
"Kalo Cheolie masih sayang nyawa mending Cheolie lepasin eomma dulu deh."
"Ndak mau eomma." Ujar ku sambil merajuk
"Kalo Cheolie ngga lepasin eomma, Cheolie mau diterkam singa jantan?"
"Apa sih eomma? Emang ada singa disini? Eomma kok ga bilang?! Kalo Cheolie tau Cheolie ga mau tinggal disini. Nanti Cheolie dimakan sama singa. Cheolie takut huhuhu..." Ucapku sambil memeluk eommanya Jisoo lebih erat.
"Tuan muda Choi. Bisa tolong lepaskan pelukan tuan muda dari istri saya?"
Mati aku! Appa kok tiba-tiba datang sih? Ganggu...
"Hehehehe... Mian appaku sayang~ Cheolie cuma mau ucapin selamat pagi buat eomma kok hehehehe..." Belaku sambil memeluk pundak appanya Jisoo.
Waduh! Kok dipelototin kaya gitu. Cheolie takut eomma ㅠㅠ.
"Choi Seungcheol..."
"Iya appa?" Jawabku takut.
"Lain kali jangan eomma doang yang di ucapin selamat pagi. Juga awas kamu kalo cium-cium eomma lagi. Appa bakal buang kamu ke kandang singa. Ga peduli nanti eomma-eomma cantikmu ini menangis, pasti appamu juga setuju."
Ok I'm dead now.
Aku lanjutin lain kali ya gaes~ Dadah! /lambai-lambai ala miss unipers/
Note:
Hai yeoreobun~ Mian update lama banget hehehehe... Jwisonghabnida /bow/ otakku macet banget dari waktu setelah UAS huhuhu...
Gimana perasaannya kalo inget tanggal 20? Sedih ga? Aku sedih banget huhuhu...
Oh ya aku juga ganti unname Kkkkkkk... lucuya yaungie~ yaung~ /niruin kucing/
And last...
Thank you udah mau baca ff abal abal ini. Kritik dan sarang selalu aku terima. Sekian terima kasih (ㆁωㆁ*)
