Secret of Dreamer
BY:MITSUHARA99
cast:
- Oh sehun
- XI Luhan
- Byun baekhyun
- Park Chanyeol
- Do Kyungsoo
- Kim Jong in
genre :romance,Friendship,Mystery,Hurt
Warning: banyak typo(s) authornya masih baru jadi minta maaf. ff hunhan GS(gender switch) semua cast milik tuhan orang tua mereka dan SM, ini asli karya saya jadi klo ada kesamaan kata, alur cerita, atau apapun di luar tanggung jawab saya.
I HOPE YOU LIKE IT...
PREVIEW...
"Terima kasih, aku harus pergi hari mulai gelap, belilah es krim atau minuman dingin untuk mengompres bibirmu,aku minta maaf,aku sungguh-sungguh minta maaf." Setelah itu tanpa berkata apapun lagi ia berlari pergi menjauh dengan tangis yang sudah ia tahan sedari tadi.
Di lain sisi anak laki-laki yang baru saja menjadi korban Luhan kembali menatap saputangan yang baru saja di berikan tangan berwarna cokelat dengan gambar rusa di tepinyaa dan inisial 'L' terukir di sana.
_HUNHAN_
"Lu? LUHAN!" Entah Luhan yang terlalu sibuk melamun(?), atau suara Baekhyun yang terlalu kecil hingga harus berteriak.
"Ya! Ada apa sih sampai harus berteriak begitu?" Luhan mengusap telinganya karena teriakan Baekhyun.
"Tidak aku hanya ingin tanya,jika kau memang masih lapar Kyungsoo bilang ia membawa bekala dari rumah."
"Iya, awalanya aku siapkan ini untuk di makan saat latihan di klub vokal nanti, tapi aku sudah terlanjur lapar sekarang, bagaimana?"Kyungsoo meletakkan kotak bekal ukuran sedangnya di atas meja yang di sambut mata berbinar,entah itu binar kelaparan (?) atau kagum dari kedua sahabatnya itu.
"Cha! Mari makan!"
Mereka bertiga makan dengan khidmat dan dalam keadaan kelas yang cukup sepi karena seluruh penghuninya berada di kafetarian.
TAP!TAP!TAP!
Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo mendengar suara langkah kaki mendekati kelas ketiga gadis itu tidak peduli dan sibuk dengan kegiatan masinh-masing. Tapi, kertika Baekhyun mendongak untuk meraih botol menangkap sesosok tinggi, berhidung lancip dengan mata bulat besar dan rambut merah menyalanya berjalan masuk ke kelas mereka refleks gadis mungil ber eyeliner melesatkan tangannya menutup mata Luhan yang duduk diantara dirinya dan Kyungsoo. Karena firsatnya mengatakan akan ada sesuatu hal yang buruk akan terjadi.
"Yak! Apa yang kau lakukan Baek?! Aku sedang makan." Luhan protes dengan apa yang Baekhyun lakukan.
"Kau diam saja dan makan!"
"Bagaimana caranya aku bisa makan ji..." Omelan Luhan terpotong ketika.
"Permisi." Suara baritone yang cukup keras memenuhi ruangan.
Kyungoo mendongak dari ponselnya, dan beralih pada Luhan yang matanya sudah di tutup Baekhyun. Sedikit lega, namun iya tetap harus waspada.
"A... ada apa?"Tanya Kyungsoo yang pertama kali sadar dari kepanikannya.
"Oh, aku hanya ingin mengembalikan ini, yang terjatuh saat kalian pergi tadi." Chanyeol berkata dengan meletakan sebuah buku catatan di atas meja. Kyungsoo menatap lawan bicaranya yang tidak datang sediri diikuti oleh Baekhyun. Di sana ada Kai dan Sehun yang berdiri di belakang Chanyeol.
"Ah, terima kasih." Ucap Baekhyun yang memang itu bukunya yang tertinggal saat dengan panik menyeret Luhan kabur ke kelas.
"Yak! Singkirkan tanganmu Baek! Dan siapa yang bicara dengan kalian di depan sana?!"
Luhan berteriak dan mencoba melepaskan tangan Baekhyun yang kini sudah di bantu Kyungsoo untuk menutupinya pandangannya. Kai dan Chanyeol yang melihat pertengkaran ketiga gadis itu terkekeh, bagaimanapun mereka terlihat seperti bertengkar memperebutkan sesuatu. Tapi Sehun tidak menunjukan reaksi apapun.
"LEPASKA...Teriakan Luhan berhenti ketika ia behasil menyinkirkan tangan kedua sahabtnya. Tapi, sekerika ia membeku melihat siapa yang berada di hadapannya dan siapa yang di tangkap oleh matanya.
Luhan meneguk ludahnya dengan susah payah. Tangan Kyungsoo dan Baekhyun yang masih dalam genggamannya di remasnya sukat-kuat hingga kedua saahbatnya meringis kesakitan dan mengira tangan mereka bisa hancur jika Luhan tidak juga melepaskannya. sindrom itu datang lagi. Dan dengan sialnya untuk yang ke sekian kalinya ia tidak bisa melawannya sama sekali. Matanya tak berkedip, wajahnya sudah mulai memerah dan keringat mengalir di pelipisnya.
Luhan Side
Luhan melangkah maju keluar dari mejannya, dan dengan cepat menghampiri Sehun yang diam bak patung dewa yunani yang indah di depannya. Gadis itu menangkup wajah Sehun dan tanpa berkata apapun menciumnya kasar yang ternyata di sambut cepat oleh pria dingin itu. Dengan cepat Luhan berhasil membawa Sehun ke dalam permainannya, namja berkulit putih pucat itu membalas ciumannya dengan tak kalah kasarnya.
Sehun memeluk pinggangnya memiringkan kepalanya, dengan tangan langsing Luhan di kalungkan di lehernya dan jari-jari lentik yang mungil itu meremas rambut hitamnya Sehun merasakan gairahnya tak dapat di tolong lagi.
Lidah Sehun bergelut dalam rongga mulutnya, menggelitik langit langit mulut Luhan dengan ldahnya yang lentur dan basah yang terus mengajak lidah Luahan bermain di dalam sana dan menyatakan sebagai si dominan ketika Luhan bersuara.
"AAHhhnn..."Luhan memperkuat remasan jari-jari lentiknya di rambut Sehun.
Sehun melepaskan bibir Luhan dan beralih mengecupi pipi Luhan dan rahang gadis itu. Tidak hanya mencium tapi Sehun menjilatnya seakan akan pipi dan rahang Luhan adalah es krim yan tak boleh ia lewatkan.
Kegiatanya berlanjut hingga ia mendapati leher putih mulus milik gadis rusa itu. Kali ini Sehun mulai menghisapnya,mengigit yang membuat desahan Luahan semakin keras.
"AAAHHHHhhNnnhhhH..."
Reality...
Mata Kyungsoo dan Baekhyun yang mendengarnya membulat sempurna, tak tahu apa lagi yang dapat mereka lakukan selain meringis karena di genggam kuat-kuat oleh Luhan. Ketiga namja yang berda di hadapan mereka sama mematungnya tak terkecuali Sehun yang sebenarnya sudah seperti patung sungguhan.
