TITLE : MAGICALLY IN LOVED
AUTHOR : LEE EUN SAN
GENRE : ROMANCE, ACTION (maybe ^^)
LENGTH : CHAPTERED
MAIN CAST :
*Choi Siwon
*Kim Kibum
*Lee Donghae
*Lee Hyukjae or Eunhyuk
Annyyeeoonng yeorobeun,,,, oremaneyeo,,,,,
Mian,, aku updatenya lelet bin lemot. Abis aku bener-bener gak ada waktu buat posting, sebenernya ini chap udah kelar dari kapan hari cuman aku belum ada waktu buat postingin,, sooooo,, buat para readers yang pada nungguin aku benar-benar minta maaf ne,,,, T_T
Semoga pada puas ama chap yang aku bikin ini ne,,,,
Happy reading guys,,,,,
Disclaimers
Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel karya karla m nazhar dengan judul hate, love and hocus pocus. Tapi epep ini milik aku. Thanks.
" I wish I never meet him again" kata kibum sambil memunguti barang-barangnya dan memasukkannya lagi ke kardus.
"sayangnya itu tidak mungkin, jaksa kim. Suka atau tidak kalian pasti akan sering bertemu. Karena kalian ada dalam satu divisi.
"what.." pekiknya keras
.
.
.
Chapter two.
Kibum memekik kaget saat eunhyuk mengatakan padanya bahwa ia dan orang yang baru saja menabraknya akan berada dalam satu devisi.
"are you serious, jaksa Lee..?" ulang kibum masih berharap pendengaranya salah tadi.
"yeah,, kalian ada dalam satu devisi tepatnya dalam departemen pelanggaran hukum berat." Jelas eunhyuk.
"god damn shit!" umpat kibum dalam hati.
"ayo kubantu kau membawa ini semua sampai keruanganmu." Eunhyuk tersenyum tulus sambil mengulurkan tanganya untuk membantu kibum berdiri.
"thanks, jaksa Lee." Kibum balas tersenyum ramah
"ah,, jangan terlalu kaku denganku, saat diluar kantor kau bisa memanggilku eunhyuk eonnie, arraseo."
"eh,, oke."
Keduanya sama-sama menyunggingkan senyuman cantik yang penuh dengan ketulusan. Setelah memastikan tak ada barang kibum yang tercecer, mereka berdua berjalan beriringan menuju ruangan kibum yang ada di lantai tiga.
"hhh,, akhirnya sampai juga,, aaiigoo,, barangmu ini kenapa berat sekali,eoh. Sebenarnya apa saja sih yang kau bawa.." keluh eunhyuk saat mereka akhirnya sampai di ruangan kibum
"heheh,, sorry for bothering you with my stuff, jaksa Lee. Apa tadi kau tak lihat saat kau membantuku memungutnya?" Tanya kibum balik
Eunhyuk hanya menggeleng.
"memangnya apa..yang kulihat hanya buku-buku ?"
"memang hanya buku-buku,," jawab kibum enteng
"mwo,,,? Jadi dua kardus ini isinya hanya buku…? Oh astaga,,,kau pasti bercanda?" eunhyuk mentap kibum tak percaya.
"Unfortunately it's true jaksa lee,," jawab kibum dengan wajah dinginnya.
Eunhyuk membulatkan matanya lebar.
"hhh,, terserah kau sajalah jaksa kim,,, sudah ya aku harus kembali ke ruanganku. Kalau ada hal yang tak kau mengerti kau bisa menghubungiku. Tanyakan saja nomor ruanganku pada asistenmu,ne."
"yes, jaksa Lee."
Eunhyuk kemudian berjalan meninggalkan ruangan kibum. Setelahnya kibum sibuk dengan semua barang-barang miliknya. Ia menyusun semua koleksi bukunya denga rapi di rak-rak yang disediakan. Jam sudah hampir menunjuk angka 1 siang namun belum ada tanda-tanda kibum selesai menyusun bukunya.
"jaksa kim,, sebaiknya anda istirahat saja dulu,, sekarang sudah saatnya istirahat siang." Min young mengingatkan kibum yang nampak masih berkutat dengan buku-bukunya.
"ah,, really,,? Aku sampai tidak sadar."
"bagaimana kalau kita makan di kantin bersama, jaksa kim?" ajak dong joon semangat
"ah,, itu ide yang bagus dong joon-ssi." Balas min young tak kalah bersemangat
Melihat kedua asistenya tampak sangat antusias kibum akhirnya mengiyakan ajakan keduanya.
"hhhmm,, that's sounds good. Lets' go..!"
Hari pertama kibum sebagai jaksa hanya diisi dengan merapikan ruanganya juga perkenalan sana-sini dengan semua jaksa dan staff yang ada di departemen kejaksaan korea. Belum ada kasus yang mampir ke ruanganya untuk di pecahkan. Begitupula pada hari-hari berikutnya. Pekerjaannya selama beberapa hari ini hanya mengikuti jaksa lee dalam mengusut kasus yang sedang ia tangani.
"hhhh,,," kibum menghela nafasnya bosan.
Eunhyuk yang sedang duduk di depannya rupanya merasakan perubahan mood kibum
"wae,,?" tanyanya.
Kibum menoleh kearah eunhyuk
"Nothing… I just getting bored," Jawabnya jujur
Eunhyuk tersenyum. Ia paham, pasti kibum merasa kesal karena selama hampir seminggu ini dia hanya berjalan kesana kemari mengikutinya tanpa ada satu kasuspun yang benar-benar mampir padanya.
"kau kesal karena belum mendapatkan kasus perdanamu,eoh.." tebak eunhyuk langsung.
Kibum tak nampak terkejut dengan pertanyan eunhyuk padanya. Dia tahu eunhyuk adalah seorang yang jeli menilai orang. Penilainya sangat tajam. Bersama dengannya hampir seminggu ini membuat kibum makin mengenal sosok jaksa cantik nan cerdas bermarga Lee ini. "you know it,,," jawab kibum tanpa ekspresi.
"hahhaha,, tenanglah,, dulu aku juga mengalami masa-masa sepertimu. Menyebalkan memang, tapi semua yang kau lakukan sekarang bukanlah pekerjaan yang tanpa tujuan. Semua hal butuh proses jaksa kim." Papar eunhyuk
"I know,, jaksa Lee,,,hhhh but…."
"sudahlah,, aku yakin tak lama lagi kasus perdanamu akan segera tiba. Melihat dari kempuanmu aku yakin waktunya tak akan lama lagi." Eunhyuk menepuk pundak kibum untuk menyemangati juniornya itu
"thanks.. eonnie." Jawab kibum sambil tersenyum jahil
"yak! Ini bukan diluar kantor anak nakal..! panggil aku jaksa Lee,, tsskk,, anak ini,,, aiigooo,,," eunhyuk pura-pura mendelik marah saat kibum memanggilnya eonnie tanpa embel-embel jaksa di depannya.
Kibum hanya tertawa renyah melihat sikap eunhyuk yang menurutnya lucu.
.
.
.
.
Hari ini tepat seminggu sudah kibum resmi menjadi seorang jaksa. Seperti biasa ia sudah siap dengan stelan hitam-hitam khas para punggawa kejaksaan. Setelah memarkirkan mobilnya di pelataran lahan parkir yang terletak di depan kantornya, ia segera turun dan memasuki area kantor dengan langkah yakin dan mantab. Tak lupa ia menyunggingkan senyuman saat beberapa orang jaksa lainya menyapanya saat mereka berpapasan.
"selamat pagi jaksa kim,," sapa seorang staff yang ia kenal bernama Kang Hae dong.
Kibum tersenyum sebelum membalas " selamat pagi hae dong-ssi…"
Lima menit kemudian kibum sudah sampai di ruangannya. Saat ia membuka pintu kedua asistenya sudah duduk manis di meja mereka masing-masing.
"good morning jaksa kim…" sapa keduanya bersamaan.
"morning..,,," jawab kibum singkat kemudian berlalu menuju mejanya. Ia meletakkan tasnya diatas meja dan mendudukkan tubuhnya di kursi empuk miliknya. Baru sekitar semenit dia duduk pintu ruanganya diketuk dan munculah seorang yang datang dengan tumpukan berkas.
"selamat pagi, jaksa kim kibum, perkenalkan nama saya Jang hae bin, saya datang kemari untuk mengantarkan berkas kasus yang harus anda tangani." Kata perempuan itu.
Senyuman tak bisa kibum sembunyikan dari wajah cantiknya setelah ia mendengar bahwa ia akan menerima kasus pertamanya.
"ah,, baiklah. Silahkan masuk dan taruh berkasnya di meja saya, hae bin-ssi." Jawab kibum sopan dalam bahasa korea meski sedikit terdengar kesan kaku dan aneh saat kibum menggunakannya untuk menjawab hae bin.
"baik, jaksa kim." Hae bin berjalan masuk diiringi dengan tumpukan berkas perkara yang ia letakkan di sebuah rak dorong mini.
"ini semua berkas yang harus anda periksa sebelum menangani kasus ini, jaksa kim." Terang hae bin
"terima kasih, aku akan membacanya."jawab kibum.
"baiklah kalau begitu, saya pamit sekarang. Selamat bekerja jaksa kim." Kata hae bin ramah. Kibum mengangguk paham. Setelah kepergian hae bin kibum langsung mengambil berkas tadi dan mulai membacanya.
Berkas itu di salin menjadi tiga file. Satu untuknya dan yang dua untuk asistenya. Ketiganya tampak sangat serius sekali membaca berkas-berkas itu sampai-sampai mereka tak sadar dua jam sudah berlalu begitu saja.
"hhh,, ternyata ini kasus tentang dugaan penggelapan pajak, eoh.." kata kibum mulai berkomentar.
"benar jaksa kim,, perusahaan milik seorang wanita." Kata min young.
"hhh,,, Starship. Corp di duga menggelapkan pajak pendapatannya. Laporan pajaknya selalu bermasalah. Dia mengatakan bahwa perusahhanya tengah pailit jadi tidak bisa membayar pajak yang dulunya di bebankan pada perusahaanny, bahkan dia meminta keringanan pajak.. hhmm,….."
" Namun pihak dinas perpajakan mencurigai adanya kecuranngan yang perusahhan itu lakukan agar mereka bisa mengurangi pajak." Kibum mencoba menganalisis kasus yang sedang ia tangani.
"benar sekali jaksa kim. Kerena kasus ini sudah sampai di kejaksaan mulai besok anda sudah dapat memanggil pihak yang bersangkutan untuk di mintai keterangan sebelum kasus ini disidangkan di pengadilan.
"ya, aku tahu. Dong joon-ssi, tolong buatkan surat pemanggilan pada pemilik perusahaan itu. Suruh dia datang besok jam 10.
"baik jaksa kim." Jawab dong joon paham.
"min young-ssi, bisakah aku meminta bantuanmu untuk meminta daftar kekayaan dan salinan pajak dari pemilik perusaahan ini di kantor perpajakan?"
"tentu saja saya bisa jaksa kim" min young langsung mengiyakan permintaan kibum tanpa ragu.
Kibum tersenyum senang melihat sikap min young "thank you so much, min young-ssi."
Setelah min young pergi, dong joon menyusul setelah menyelesaikan surat perintah pemanggilan yang kibum perintahkan padanya. Tinggallah kibum sendiri dengan semua berkas kasusnya yang berceceran di atas mejanya. Tak lama terdengar ada sebuah e mail masuk di komputernya. Saat ia buka ternyata itu adalah laporan pajak dan daftar kekayaan yang tadi ia minta dari min young. Tanpa buang waktu kibum mulai memeriksa daftar panjang itu dengan cermat dan teliti
Ia menghabiskan hampir seharian memandangi daftar dan deretan angka-angka itu sampai tiba-tiba Seringai di bibir kibum tersunging mengerikan. Sepertinya ia sudah menemui titik terang dalam kasus ini "baiklah,, nyonya Baek Ah jung,, kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan dengan semua kebohonganmu." Monolognya sambil tersenyum puas.
Setelah yakin dengan dugaannya. Kibum mulai menyusun semua data yang ia butuhkan untuk makin memperkuat dugaannya. Semua hal yang ia anggap penting ia kumpulkan jadi satu. Tak terasa hari mulai gelap.
"ahh,, sudah gelap rupanya. Sebaiknya aku pulang sekarang dan melanjutkannya lagi di rumah." Kata kibum sendiri. Dia mulai berberes, memasukkan semua file dan berkas penting di dalam tas besarnya. Ia melepas kaca mata ber frame hitam yang biasa ia gunakan sehingga kini mata indahnya terekspos jelas.
Kibum berjalan perlahan menyusuri lorong kantornya yang mulai sepi.
"tsskk,, why is so quite here,,,, what time is it, by the way,,?" kibum lagi-lagi bicara sendiri. Ia menengok jam tangan putih yang ada di pergelangan tanganya. "ah, it's 8 pm now,, I have to hurry."
Kibum langsung berjalan tergesa menuju mobilnya agar ia bisa segera sampai dirumah dan menyelesaikan pekerjaannya. Langsung setelah ia sampai dirumah kibum kembali disibukkan dengan berkas kasus perdananya itu. Kibum hampir begadang semalaman untuk menyelesaikan semua bukti dan menyusunya menjadi satu.
"hhooaamm,,," kibum menguap lebar sebelum jatuh tertidur di atas meja kerjanya.
"kkrriiiinngg,,,,," bunyi alarm yang memekakkan telinga membangunkan kibum yang sedang terlelap di alam mimpi.
Dengan malas ia mengucek matanya sambil meembiasakan mata lelahnya menangkap bias-bias cahaya mentari yang mulai memasuki apartemennya.
"ennghhh,,,,have it morning already,,,?"
Ucapnya pelan lalu menyeret langkahnya menuju kamar mandi. Tak perlu waktu lama untuk kibum dalam urusan mandi karena dia bukanlah sosok wanita yang mengutamakan penampilan. Selasai mandi ia lalu berpakaian dan sedikit berdandan. Selesai dengan urusan fisiknya, ia kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil sereal untuknya sarapan. Jam mununjuk angka 8 saat kibum sudah siap berangkat.
Butuh waktu sedikit panjang untuk kibum sampai di kantornya karena jarak anatara apertemnt dan kantornya yang sedikit jauh. Sekitar setengah jam kemudian ia baru sampai. ia menjalankan mobilnya pelan sambil mencari tempat parkir untuk mobilnya. Dia sudah menemukan sebuah tempat kosong namun tiba-tiba dari arah sampingnya muncul sebuah mobil hitam yang melaju kencang dan mengambil alih tempat parkir yang tadi kibum incar. Saking kagetnya kibum sampai harus mengerem mobilnya keras.
"Shit!" umpat kibum kesal melihat kelakuan bar-bar pengemudi itu.
"Who the hell are you idiot!" imbuhnya lagi.
Kibum segera menghampiri mobil itu masih dengan menyumpah-nyumpah kesal. Ia makin terlihat geram saat melihat siapa yang keluar dari dalam mobil.
"hei! Can you drive with your eyes..! you almost hitting me, you know!" kibum langsung mengumpat kesal pada pengemudi itu saat dia baru saja turun dari mobilnya.
"hhhh,,, apa maksudmu gadis tak nasionalis..?" jawab pengemudi itu cuek
"hhhh,, kau,, itu tempatku,, tapi kau mengambilnya" kibum berusaha menahan emosinya. Ia tak mau memulai harinya dengan emosi pagi ini.
"what,,? Me..?" jawab si pengemudi menirukan logat inggris yang biasa kibum gunakan untuk bicara
"hhhh,,," kibum mengehela nafasnya berkali-kali untuk meredakan amarahnya yang sudah hampir menyentuh titik rawan.
"hhuuuuffttt,,, relax kibum,, relax,,, don't let him destroy your day,,,, relax,,,, hhuuhhh,,," kibum lagi-lagi berusaha menahan emosinya.
"hhh,, whatever…. Choi" Jawab kibum lalu pergi berlalu meninggalkan pengemudi yang disapanya choi itu.
Jaksa choi atau siwon tampak begitu puas setelah melihat raut wajah kibum yang kesal. Ia memang sengaja mengganggu kibum tadi. Ia tahu kibum sedang mengincar tempat parkir itu, makanya ia segera memacu Gabriel untuk mengambil tempat incaran kibum
"hahahaha,,, asik juga menggangu anak TK macam kau ternyata…." Kata siwon sambil tersenyum senang.
TBC
HAHAHAHHHAA,,, aku cut sampai sini ne,, takut kepanjangan kalau di terusin. Lanjutan kasus yang lagi kibum pegang akan aku terusin di next chap.
Jangan lupa kasih repiu kalian ne,, kalau repiuannya banyak aku bakalan usaha buat update cepet bin kilat ne,,,, # buing-buing ala Tao
See you next chap
Sign
Lee Eun San
(EunhyukLegalWife)
