Love you, touchan…
Rated: M mugyaaa..
Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto
Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto
Genre: romance, family, angst, a little bit humor
Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting…. And maaf kalo bnyak typo ditiap chapter coz authornya males meriksa lagi.. hhehe (yak ketahuan dech…..)#plak di tampar readers
Summary:
Menceritakan kisah tentang seorang duda beranak satu yang menemukan cinta sejatinya pada diri seorang pemuda yang masih berstatus mahasiswa sebuah universitas kedoteran terkenal. Bagaimanakah hubungan mereka, akankah cinta mereka dipersatukan oleh takdir? Dan bagaimana dengan sang anak?
# chapter 3
"hei, ryuu kau sedang menggambar siapa?
"ahh,, lyuu lagi gambal touchan sama sasuke dan yang ditengah ini lyuu"
"wah, sasuke itu apamu ryuu?"
"hehe sasuke itu akan jadi tousannya lyuu,"
"ehh? Lalu touchanmu kemana?"
"hehe, touchan akan jadi kaachanku, lalu sasuke akan jadi tousanku"
'wah, wah aku rasa ryuu jadi punya harem saat ini, chk naru anakmu itu benar-benar menarik' batin gaara melihat anakku yang tengah di kerumuni oleh teman-teman wanitanya.
"ne, ne.. kalau begitu sasuke itu untukku ya ryuu"
"tidak boleh, sasuke itu milik touchanku yang akan jadi kaachanku" ujarnya dengan tatapan mata sengit menatap para gadis yang sangat mengharapkan sasuke.
"uuhhh.. ryuu curang, ryuu kan sudah punya touchan yang tampan dan manis jadi kami rasa sasuke untuk kami saja ya, ya, ya."
"tetap tak boleh sasuke itu tousanku. Sasuke akan jadi 'lovelnya lyuu' huh" ucapnya yang kini dengan tatapan mata semakin sengit menatap para gadis. (khukhukhu.. anakku benar-benar lucu, ia kan thor? #author:hm yo, yoi..)
"hei.. ryuu.. keluargamu itu aneh tau!" ucap seorang bocah yang sejak tadi kesal karena mereka terus membicarakan tentang pemuda tampan yang belakangan ini sering menjemput ryuu, dan hal itu membuat bocah yang bernama jirou ini kesal, lebih tepatnya cemburu..
"uh jilou? Apanya yang aneh dengan touchan? Lyuu ga ngelti"
"keluargamu itu aneh, mana ada laki-laki yang menikahi laki-laki, dan juga bisa-bisanya kau memanggil touchanmu kaachan sedangkan sasuke tousan, tch"
"ya benar,, keluargamu aneh ryuu… kaachan itu kan harusnya wanita, tapi kau bilang tadi kaachanmu itu touchanmu…"
"ya..ya..yaa.. keluarga ryuu aneh… " kata-kata mereka serempak didepan ryuu.
"hiks.. kelualga lyuu ga aneh.. hiks.. kalian yang aneh hiks" isaknya sambil mengusap air mata yang mulai mengalir dipipinya
'eh, ada apa dengan mereka? Tch aku harus menghentikan mereka' batin gaara yang melihat ryuutarou dikerubuti temannya dan menangis.
"anak-anak sudah, sudah kembali ketempat kalian.." ucap gaara menenangkan murid muridnya itu.
Beberapa saat kemudian, setelah mendapat telepon dari sasuke akupun berlari menuju kearah sekolah anakku, kutinggalkan kelasku yang masih tersisa sekitar 30 menit untukku mengajar,aku berlari secepat mungkin menuju tk anakku. Dan sesampainya disana, tiba-tiba anakku menerjangku dan langsung memeluk kakiku, aku heran, kalau biasanya ia seperti ini pasti ada sesuatu yang terjadi. Kutatap gaara dan juga sasuke yang juga tengah menatap kearahku, kulirik sepintas wajah anakku yang membuatku sedikit tersentak, ryuu menangis, matanya merah dan hidungnya sembab tanda-tanda bahwa ia baru saja menangis, tapi karena apa? Kulirik gaara untuk minta penjelasan dan ia hanya mengatakan,"Tadi ryuu dikatai teman-temannya karena punya keluarga yang aneh, mereka bilang kau akan dipanggil kaachan dan pemuda ini(menunjuk sasuke) tousan oleh ryuu, dan karena itu iapun menangis, lebih jelasnya tanyakanlah pada ryuu, dan kurasa bawalah ia pulang dulu" ucap gaara yang membuatku sedikit tercengang dengan jawaban yan ia berikan padaku. Kualihkan pandanganku pada sasuke, ia hanya menatapku sambil menggelengkan kepalanya.
"touchan,, lyuu mau pulang hiks.." bisik ryuu ditelingaku.
"baik, kita pulang sekarang. Teme kau juga ayo" kataku tapi kurasakan genggaman erat dari arah celanaku, genggaman tagan mungil putraku saat aku mengajak sasuke pulang bersama. Kulihat juga sasuke hanya menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa ia tak akan pulan bersamaku saat ini. Dadaku terasa sesak saat melihatnya menolak ajakanku, pikiranku juga mengatakan hal yang buruk akan terjadi.
Akupun mengangkat ryuu dan menggendongnya dipelukanku, aku berjalan keluar tk itu setelah mengucapkan terimakasih dan pamit pada gaara dan sasuke.
Sesampainya aku dirumah, ryuu masih bungkam pada ku, namun tak beberapa lama kemudian ia menangis dan menceritakan semuanya padaku. Dadaku semakin sesak mendengar penuturan anakku. Aku tak tahu jika ia akan diledek oleh temannya karena hubungan ku dengan sasuke, aku bingung aku harus memilih siapa karena keduanya sangat penting bagiku, baik itu sasuke maupun ryuu. Kali ini aku dikagetkan oleh suara telepon yang bordering, itu dari sasuke, handphone yang berada dekat ryuu itu ingin kuraih tapi ryuu lebih cepat dariku, diambilnya handphone itu kemudian direjectnya panggilan dari sasuke, aku kesal tapi tak bisa karena dia adalah putraku, ryuu kini hanya menanggapi ku dengan tangisnya kemudian berlari menuju kamarnya tanpa menghiraukan panggilan ataupun teriakan yang aku keluarkan.
Air matakupun kini ikut mengalir, membayangkan rasa sakit sang putra yang dihina karena dirinya, rasa sesak semakin menjalar didadanya dan juga perasaan menyesal karena ialah penyebab sang putra dihina seperti itu.
Tiba-tiba handphone itu berbunyi, dari sasuke. Ku angkat telepon itu setelah mengusap airmata yang mengalir, ia menanyakan keadaanku dan juga ryuu, ku jawab bahwa kami tak apa-apa, tapi aku tahu ia juga pasti khawatir pada kami, lagi aku merasa sangat bersalah pada keduanya, pada anakku dan juga sasuke, pikiranku saat ini kalut tak bisa berpikir dengan jernih, kukatakan padanya agar kami tak bertemu dulu beberapa hari ini kujelaskan aku hanya butuh waktu, tapi aku tahu ia hendak protes akan keputusan sepihakku ini tapi apa boleh buat hanya hal itu yang saat ini terpikirkan oleh ku. Perlahan kututup layar ponselku, menutup percakapanku dengannya. Dapat kurasakan air mataku kini mengalir semakin deras, aku tak sanggup jika aku harus berpisah dengannya, walaupun hanya menghindar dari dirinya itu adalah hal yang sangat susah untukku lakukan, tapi tak ada pilihan lain aku harus melakukannya demi anakku, walaupun aku harus menyakiti diriku. Tangisanku semakin kencang, namun tak ada suara satupun yang aku keluarkan, aku hanya bisa menagis dalam diam.
Berkali-kali layar handphoneku bergetar, panggilan dari dirinya. Namun tak kuangkat juga, aku takut jika aku mendengar suaranya aku tak akan sanggup untuk menghindarinya saat ini. Dan tanpa kusadari sejak tadi putraku mengintipku dari balik pintu, ia menangis merasa bersalah padaku, karenanya ia membuatku menangis. Perlahan ryuu menghampiriku dan hal itu membuatku sedikit tersentak, karena aku merasakan ada tangan mungil yang kini berusaha untuk memelukku, kupalingkan wajahku kearahnya dan aku lihat ryuu juga tengah menangis.
"touchan.. hiks.. hiks.. maafkan lyuu hiks.. hiks"
"….."
"touchan jangan nangis huweee.. hiks.. hiks"
"ryuu… ryuu juga jangan nangis,, touchan hanya kelilipan hhehe"
"bohong.. hiks.. touchan bohong… hiks.. lyuu jahat sama touchan dan sasuke.. hiks.. maaf"
"tidak, tidak ryuu ngga salah.. tak ada yang salah disini.. jadi jangan nangis ya.."
"tapi kalna lyuu.. hiks.. touchan jadi pisah sama sasuke.. hiks..hiks"
"tidak, tidak.. bukan salah ryuu,,, sudah jangan nangis ya…"
"huhuhu… touchan jangan pisah sama sasuke ya,, lyuu sayang kalian,, lyuu sayang touchan juga sasuke… jadi.. hiks.. jadi lyuu ga mau touchan pisah sama sasuke.. huhuhu"
"tapi…"
"lyuu ga apa-apa… asalkan touchan ga pisah sama sasuke… lyuu akan baik-baik aja touchan hiks"
"….. terimakasih ryuu,, touchan sangat sayang ryuu.. terimakasih" ucapku yang kini memeluk erat tubuh mungil putraku, berharap agar rasa terima kasihku tersalurkan padanya.
Setelah perbincangan kami, aku dan ryuu kini tengah berada didepan apartement sasuke… aku ingin menjelaskan semuanya,, minta maaf dan mengucapkan bahwa aku sangat mencintainya dan tak ingin berpisah dengan dirinya.
Kutekan tombol bel yang ada di depan apartementnya itu
'ting tong'
'tuk.. tuk.. tukk'
'cklek'
"naru..to.. ryuu?"
"sasuke. Ada yang ingin kami bicarakan denganmu."
"apa?"
"nee, ryuu kau saja yang mengatakannya, ayou.."
"sasuke, lyuu mau minta maaf, maafkan lyuu ya.. lyuu salah.. lyuu juga sayang sekali sama sasuke.. ini tadi siang lyuu membuatnya saat pelajalan menggambal.." ucap ryuu sambil berjinjit berusaha menyerahkan gambar pada sasuke.
"i.. ini?"
"hehe,, sasuke maukan jadi tousannya lyuu?"
"tch, dasar bocah tentu saja." Ucap sasuke yang kini memeluk erat anakku sambil menatapku dan mengatakan 'I love you'. Akupun hanya tertawa menanggapi ucapannya itu. Sungguh, aku sangat bersyukur memiliki dua orang ini sebagai belahan jiwaku.
Tsuzuku…..
Yeiyyy tinggal lagi 4 chapter…. Yosh semangka.. ups semangat maksudnya..
Umhh….. maaf yang nunggu kelanjutan ficku sebelumnya, saat ini dikepala saya masih belum menemukan ide yang tepat untuk melanjutkan ficnya,, sekali lagi maafkan saya yak… hehehehe makasi… ^ ^
Buat yang review, ngasi kritik or saran terimakasih banyak.. maaf ga bisa ngasi apa apa,, aku ngasi cium aja dah kalo gtu xexexex #ditabok readers..
Akhir kata….
Jaa.. neee….
