Attack On Titan bukan punya saya

"Bicara"

Bicara dalam hati

Pagi harinya Eren bangun dengan rasa berat di tubuhnya, ia pun membuka matanya perlahan dan mengerjapkanya beberapa kali

Kayanya gw mimpi aneh semalam, gw ketemu naga jadi jadian, aduhh kayanya gw udah mau gila kata Eren dalam hati sambil tersenyum tipis tetapi senyumanya hilang seketika karena ia merasakan sesuatu memeluk dirinya yang hampir saja membuatnya berteriak

"E-Eren" ternyata Levi muncul dari dalam selimut Eren dan memandangnya dengan tatapan ingin tau

Holy SH*T gw kaga mimpiiiiiiiii teriak batin Eren keras keras, rasanya Eren ingin menangis saat itu juga

"Eren ?" panggil Levi kembali kebingungan melihat Eren yang membeku di tempat tidak bergerak, seertinya Levi sudah bisa memanggil nama Eren dengan benar dan lancar

"L-Levi ?!" panggil Eren yang kelihatanya masih belum percaya dengan apa yang ia lihat dan akhirnya Eren menyesali perbuatanya karena setelah memanggil nama Levi, Levi langsung saja menjilat wajah Eren membuat sang pemuda bermata hijau keemasan terlonjak kaget dan jatuh dari tempat tidurnya di tindih oleh Levi yang kebetulan ikut jatuh dari ranjangnya

"Levi...! jangan pernah menjilat wajahku lagi" kata Eren sambil berdiri dan menggosok gosokan pipinya menggunakan lengan baju tidurnya, sedangkan Levi hanya memandangnya sambil terduduk di tanah dan terbungkus selimut yang jatuh bersamanya, Levi pun mencoba berdiri tetapi karena kakinya masih lemah ia pun jatuh, untung saja Eren sempat menangkapnya

"Oi, kau tidak apa apa ?" kata Eren sambil memandangnya kawatir sedangkan Levi semakin kencang berpegangan pada Eren dengan tanganya yang gemetar karena takut keseimbanganya hilang, karena tidak mendapat jawaban Eren menggendong Levi kembali ke meja makan

Eren telah memasak sarapan untuk mereka ber dua dan mereka duduk bersebelahan karena Levi menolak jauh jauh dari Eren, Eren juga memutuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini karena harus mengurus Levi, jadi ia menghubungi armin dan mengabari bahwa ia sakit hari ini

"Levi, ini namanya makanan" kata Eren sambil memandang Levi yang tingginya lumayan jauh darinya

"Makanan ?" tanya Levi kebingungan tapi Eren merasa senang karena Levi sudah bisa berbicara dengan lancar

"Buka mulutmu" kata Eren sambil menyuapkan sesendok nasi goreng andalan Eren ke dalam mulut Levi , Levi yang menyukai masakan Eren menarik narik lengan baju Eren untuk minta di suapi lagi dan Eren pun mempunyai ide untuk mengajari Levi berbicara yaitu jika ia berhasil mengucapkan kata tersebut ia akan mendapatkan hadiah sesuap nasi, Eren terkejut melihat kemampuan belajar Levi yang luar biasa jenius dan dalam sekejap sepiring besar nasi goreng Eren lenyap

"Bagus Levi" kata Eren sambil mengusap usap kepala Levi, Levi yang di elus kepalanya hanya menggeram geram pelan bagaikan kucing yang manja pada majikanya

Eren yang mulai bosan berada di rumah karena sebenarnya ia bukanlah tipe anak yang betah tinggal di rumahnya sendiri memilih untuk duduk di sofa dan menonton tv, sedangkan Levi senantiasa menemaninya dan sesekali menoleh ke arah Eren dengan perasaan tidak nyaman dan akhirnya Levi menarik pergelangan baju Eren untuk menarik perhatianya

"Eren.. mandi" kata Levi dengan pelan, walaupun hanya dua patah kata tapi Eren mengeri betul apa yang Levi maksut dan menuntunya berjalan perlahan lahan menuju kamar mandi

Seperti yang Eren lakukan kemarin ia membanu Levi membuka kaos putihnya yang kebesaran dan menyadari ada sesuatu yang janggal di sana

Cuman perasaan gw doank atau emang sayapnya makin lebar kata Eren dalam benaknyatapi eren cepat cepat menepis pikiranya itu karena ia takut kalau Levi akan sakit jika ia biarkan seperti itu terus, Eren sendiri tidak mengerti kenapa ia sangat peduli pada Levi yang jelas jelas baru ia temui dua hari yang lalu tapi ia merasa seperti ada ikatan istimewa di antara mereka berdua

Setelah memandikan Levi, Eren mengeringkanya dengan handuk nya sendiri karena Levi menolak untuk memakai handuk baru mungkin karena aroma kahas Eren menempel di sana

Eren kembali duduk di sofa dan menonton tv di temani Levi yang duduk di dekatnya, tapi kali ini Levi tidak menunjukan adanya tanda tanda ketidak nyamanan Levi sangat menyukai kebersihan batin Eren dalam hati dan meneruskan menontonya, baru beberapa menit Eren menonton tv tiba tiba pintunya di ketuk membuatnya terlonjak kaget

"Eren..." kata seseorang di sana yang ternyata adalah Armin membuat Eren diam mematung

"Oy, kampret lu sakit apa sih sampai sampai gak bisa bukain pintu" teriak Jean dari balik pintu, pikiran eren pun melayang pada Levi yang masih duduk di sofa dengan pandangan kebingungan, Eren yang panik langsung membopong Levi dan menurunkanya di dalam lemari

"Levi jangan keluar dari sini dan jangan bersuara sedikitpun" kata Eren serius sedangkan Levi hanya menggangguk patuh dan Eren pun menutup pintu lemari tersebut, Eren pergi secepatnya ke pintu dan membukakanya menampakan dua wajah sahabatnya yang sudah menggigil kedinginan di luar

"Lama sekali" kata Jean yang langsung masuk ke dalam rumah Eren di susul oleh Armin dan Eren sendiri lalu mereka duduk di sofa dengan posisi eren berada di tengah armin dan Jean

"Kau sakit apa Eren" tanya Armin kawatir karena biasanya Eren memiliki fisik baja yang tidak mudah sakit

"Ahaha... perutku hanya tidak enak tadi pagi" kata Eren sambil tertawa tawa bohongan dan tiba tiba Jean merangkul bahunya

"Kau membuat kami kawatir Eren" kata Jean sambil menghela nafas dan menyandarkan kepalanya pada bahu Eren

"Kau menghawatirkanku Jean" kata Eren sambil menyeringai membuat wajah Jean memerah dan memalingkan wajahnya

"T-tidak siapa yang mau peduli dengan bocah berengsek sepertimu" kata Jean buru buru membuat Eren tertawa kecil, tetapi tawa Eren berhenti ketika mendengar suara geraman kecil dari lemarinya Oh ou batin Eren dan tiba tiba saja Levi keluar dari lemari dan menerjang Jean yang masih dalam keadaan merangkul Eren dan mencengkram kerah bajunya

"Menjauh... dari... Eren" kata Levi dengan marahnya matanya telah berubah warna menjadi hitam pekat membuat Jean panik sedangkan Armin hanya mematung melihat kejadian itu

"LEVI ! STOP" teriak Eren dan Levi pun membeku di tempat, mata Levi sedikit demi sediit berubah menjadi normal dan ia menoleh memandang Eren yang marah

"Eren..." kata Levi pelan sambil berangsur angsur berdiri sambil menunduk

"Duduk" kata Eren dengan sura berat yang membuat orang merinding termasuk Armin dan Jean yang kaget mendengar suara Eren, Levi hanya menurut dan duduk di sofa

"Hah... sudahlah lain kali jangan kau ulangi lagi, menyakiti orang itu tidak baik" kata Eren sambil mengelus elus kepala Levi dengan penuh kasih sayang membuat Levi memandangnya dengan mata terbuka lebar dan menunduk sekali lagi

"Eren siapa dia ?" tanya Armin yang kelihatanya belum melihat sayap Levi

"Ini temanku Levi, aku menemukanya di hutan, ia adalah seorang naga" kata Eren sambil menatap Armin serius dan Levi mengepakan sayapnya beberapa kali untuk membuktikan ucapan Eren

"Ap- na- tap-" kata Armin dan Jean sambil megap megap tidak percaya, dan akhirnya setelah beberapa jam eren berhasil menenangkan kedua temanya yang panik dan shock tersebut dan menceritakan segalanya tentang Levi, Armin dan Jean berjanji akan merahasiakan hal tersebut dan akhirnya pulang meninggakan Eren dan Levi sendirian yang berakhir tidur di sofa berdua