Naruto The Psycho in Magic World
Crossover: NARUTO/ナルト,.Beelzebub/べるぜバブ,.High School DxD/ハイスクール DxD
Pair: [Namikaze Naruto,.?] Beelbo/Kaiser de Emperana Beelzebub IV [Lee,.?][Cao Cao,.?]
Genre: Fighter,. School,. Magic, Slash Fighter, Drama, Action, Adventure.
Episode 3:
"Inikah kemampuan orang yang mendapatkan nilai terendah saat ujian masuk" ucap mereka ucap mereka tak menyangka.
"Dia,,,, Dia berkembang secepat itu bagaimana mungkin" ucap mereka tak menyangka.
Gumaman gumaman itu terdengar dibelakang Ibiki, ia harus mengakuinya bahwa kemampuan salah satu anak didiknya meningkat drastis hingga mengimbangi kemampuan berpedang Arthur pemuda yang merupakan anak emas devinisi Knight, tapi yang menjadi pertanyaan kapan dan bagaimana bisa seorang pecundang bisa berkembang dengan cepat.
Arthur side.
Terlihat Arthur sedang memandangi cermin yang ada di ruang pemulihan, berikutnya ia membuka sedikit pakaianya terlihat jelas luka memar melintang dan dalam ukuran yang 3 kali lebih besar dari pedang kayu yang digunakan di tubuhnya, ia juga meringis ketika menyentuh lukanya, Seolah ia mengalami retak tulang.
"Ugh" secara tiba tiba darah berceceran ditubuh Arthur, saat Arthur menatap kembali kecermin betapa kagetnya dia melihat tubuhnya seperti terkena sayatan pisau tajam sebanyak empat puluh sayatan darah mulai menetes di sekujur tubuhnya dan ia menatap kembali pakaiannya terlihat baju Traningnya mengalami banyak sobekan dimana mana.
"Bagaimana bisa aku terluka seperti ini,,,, Namikaze itu dia memiliki skill yang tak bisa diremehkan" gumam Arthur, beruntung lukanya tidak langsung terbuka, entah terkena serangan apa dirinya, luka itu bahkan lebih perih dari pada luka yang terkena tebasan pisau dapur.
"Kekuatan kenjutsu miliknya sungguh mengagumkan aku tidak menyangka kalau ia bisa memberikanku luka seperti terkena benda tajam" gumam Arthur sambil membenarkan kacamatanya.
Naruto side.
"Heh ku kira dia akan jalan jalan, ternyata masih saja berada di perpus" gumam Naruto.
"Dabuaik"
"Apa kau ingin menemuinya juga Beelbo?" tanya Naruto dengan nada santai
"Da"
Akhirnya Naruto menemui Sona lagi dan saat itu tanpa Naruto sadari kalau ia sedang diperhatikan seorang perempuan berambut pirang, namun meski ingin menemui Sona Naruto tidak langsung ke perpustakaan ia memutuskan untuk jalan jalan ketempat lain dulu, lagian, dia bukan pengguna sihir jadi tidak ada untungnya membaca buku tentang mana, ia juga tidak bisa menemukan buku tentang Kido karena sekolah ini adalah sekolah sihir bukan Shinigami atau Queenshi.
Karena terus terusan merasa diikuti membuat Naruto tidak tahan lalu menatap ke arah belakang dan {cling} Naruto menghilang dengan cepat.
"Eh dia hilang huf sial, aku harus mencarinya lagi" gumam seorang gadis misterius itu lalu pergi ke tempat lain, sedangkan Naruto sekarang sudah ada di depan pintu perpustakaan.
"Dabuda" ucap Beelzebub pada saat itu.
"Haaah, sebaiknya aku masuk saja kedalam" gumam Naruto. Lalu ia pun masuk sambil membawa bayi Beelzebub yang sekarang memegang erar kepalanya. "Yo Sitri-san" sapa Naruto dengan santai.
"Hn ada apa Namikaze-san, hey, kenapa kau sampai kotor begitu?" sapa dan tanya Sona ketika melihat penampilan Naruto dan Beelbo yang terlihat seperti bermandikan debu di tubuh mereka berdua, begitu yah berantakan.
"Hm waktu itu aku ada Sparring dengan seseorang yang kuat sekali" ucap Naruto sambil menatap santai Sona.
"Benarkah dengan siapa kau melakukan itu?" tanya Sona sambil membaca bukunya ia tidak terlalu memperdulikan Naruto yang terus memandanginya.
"Hm aku dan Beelbo bertarung melawan pemain pedang yang kuat sekali dan ia bangsawan Pendragon, namanya Arthur" jawab Naruto dengan santai sambil berjalan menuju sebuah rak buku, ia kelihatan seperti mencari sebuah buku yang sangat penting karena Naruto terlihat seperti mencari cari judul yang membuatnya tertarik.
"Hooh, pantas kau berantakan, kau pasti dihajar habis habisan olehnya" ucap Sona menebak nebak, yah mau bagaimana lagi Naruto sudah dianggap sebagai Knight terlemah karena tidak memiliki Mana.
"Hm Kejam sekali kata katamu padaku" ucap Naruto sambil mengambil sebuah buku dengan sampul bertuliskan Mana.
"Tapi memang begitukan kenyataannya" ucap Sona lagi. Naruto hanya tersenyum mendengarnya sedangkan Bayi Beel Fokus menatap buku yang Naruto buka.
"Tapi bagaimana kalau aku bilang kalau aku dan Arthur imbang dalam permainan pedang?" tanya Naruto pada Sona.
"Heh aku rasa itu mustahil, karena meskipun Knight tidak menggunakan sihir, bukan berarti mereka tidak bisa menggunakan Mana untuk memperkuatkan serangannya sedangkan kau sama sekali tidak memiliki Mana, apa kau yakin bisa menang" ucap Sona meremehkan, "Bukan aku meremehkanmu tapi aku hanya bicara soal teori, kalau Arthur hanya mengunakan teknik pedang biasa kau memang memiliki kemungkinan untuk menang, tapi beda halnya jika Arthur menggunakan Mana miliknya" tambah Sona dengan penjelasan
"Dengar Sitri-san di dunia ini tidak hanya ada satu jenis energy saja" ucap Naruto.
"Terus?" tanya Sona.
"Aku berhasil menemukan jenis energy baru selain Mana dan aku menggunakannya" jawab Naruto.
"Hoooh, energy macam apa itu, dan apa bedanya dengan Mana?" tanya Sona yang tidak begitu tertarik ia menganggap bahwa Naruto itu bohong.
"Cinta bedanya datang dari harti" jawab Naruto dengan wajah polos yang dibuat buat, yah seorang Psycho seperti Naruto jelas bisa mengatur emosinya seperti apa yang ia inginkan. Sona cengo mendengar jawaban Naruto.
"Hoy jangan bercanda denganku, Naruto, cinta tidak akan menang dalam pertandingan dasar baka" ucap Sona dengan wajah tak percaya.
"Hm kenapa kau memanggil dengan namaku biasanya kau hanya menyebut margaku, hm misterius, inikah namanya cinta" goda Naruto sambil menatap Sona dengan pandangan datar lalu kembali fokus pada buku yang ada ditangannya. Seandainya Naruto menatap Sona terlihat wajah Sona memerah dan kepalanya mengeluarkan asap, lagian ia tidak menyangka kalau ia sampai memanggil Naruto dengan namanya.
"Ba, buaaaka, sebaiknya jawab saja pertanyaanku, bagaimana kau bisa imbang dengan Arthur?!" ucap panik Sona, Naruto dan bayi Beelzebub itu saling pandang lalu menatap Sona dan beralih lagi ke buku yang ada ditangannya, "Ketika ia menyiapkan jurusnya aku mengganggu konsentrasinya dengan mengatakan aku mencintainya sebagai laki laki dan konsentrasinya buyar ia ingin muntah saat itulah aku menyerangnya" jawab Naruto, ia sedikit berbohong akan cara kemenangannya pada Sona.
"Namikaze-san aku hanya bisa berharap kau tidak dianggap sebagai penganut LGBT" ucap Sona pada Naruto, Naruto hanya menanggapinya dengan pandangan datar dan sedikit mengangkat bahu.
"Maaf aku bukan orang yang seperti itu, tapi aku lebih tertarik dengan manga legendaris yang katanya sangat horor" jawab Naruto.
"Manga? Apa itu?" tanya Sona pada Naruto.
"Buku cerita bergambar?" jawab Naruto pada Sona.
"Oh, apa judulnya dan se horor apa itu?" tanya Sona pada Naruto.
"Hmmmm, kalau tidak salah judulnya Boku no Pico, katanya sih menceritakan tentang pertarungan pedang yang hebat, sakin hebatnya aku tidak bisa membelinya karena manga itu khusus dewasa, aku sendiri tidak ngerti kenapa, padahal Manga Atack on the Titan, yang isinya adalah kisah manusia bertahan hidup dari bangsa Titan atau raksasa, dengan banyaknya pertarungan berdarah masih bisa aku beli, tapi khusus untuk manga itu aku tidak bisa mendapatkannya" jawab Naruto pada Sona.
Sedangkan Sona yang mendengar jawaban Naruto hanya geleng geleng kepala, karena ia malah mendengar informasi yang tidak penting baginya dan kembali menatap buku tebalnya sambil sedikit menahan tawa, mendengar cerita Naruto tentang bagaimana ia mengganggu konsentrasi Arthur.
Naruto tiba tiba mendekati Sona dan mulai bertanya pada gadis di depannya dengan nada tenang. "Nee, Sitri-san boleh aku bertanya?" tanya Naruto pada Sona dengan nada datar sambil membawa buku yang tadi ia ambil, dengan santai Sona menatap Naruto kembali dan membenarkan letak kacamatanya.
"Hn ada apa?" tanya Sona lagi, ia benar benar tidak senang terus terusan diganggu, lagian Naruto juga dari dulu tidak ada yang datang ke perpus, hal aneh apa yang ia lihat ini secara tiba tiba bocah yang sangat tidak berbakat ini datang dan terus terusan datang ke perpustakaan.
"Maaf jika aku mengganggumu" ucap Naruto seolah tau apa yang Sona pikirkan.
"Oh kalau begitu kau boleh pergi" ucap Sona lagi.
"Kalau boleh tau, apa air Mana itu akan berfungsi pada orang yang tidak memiliki aliran mana?" tanya Naruto, pertanyaan yang Naruto buat itu benar benar membuat Sona terkejut lalu menatap Naruto.
"Untuk apa kau menanyakan itu?" tanya Sona pada Naruto dengan nada dan pandangan serius.
"Jujur saja, aku masih ingin memiliki Mana meskipun kemampuanku cukup tinggi, namun tetap saja Mana sangat diperlukan untuk Knight dan Wizard dalam menggunakan sebuah skill dan sihir yang hebat, iya kan Beelbo?" jawab Naruto dibarengi dengan pertanyaan pada bayi berambut hijau yang menempel di bahunya.
"Da" itu adalah jawaban singkat bayi itu.
"Aku tidak tau, kemungkinan berhasilnya adalah 50:50, lagian harganya sangat mahal sebaiknya kau pakai cara berlatih saja, itu cukup aman" ucap Sona, seolah ia khawatir pada Naruto.
"Sitri-san aku sudah sering melakukannya namun hasilnya ya tetap nol, jadi aku ingin nekat" jawab Naruto.
"Tapi harganya itu tidak ketulungan, harga air mana itu bisa untuk membeli sebuah desa hanya untuk satu botol kecil ukuran 3 mili" ucap Sona pada Naruto yang menandakan bahwa hanya orang kaya yang bisa beli benda sakral itu.
"Hm mungkin bergabung dengan Magical Beast itu adalah yang paling tepat" ucap Naruto lagi, Sona langsung kaget mendengar ucapan Naruto yang satu itu, sungguh diluar dugaan dan sangat tidak masuk diakal, seolah hanya orang gila yang mau melakukan hal yang Naruto ucapkan, tidak mungkin sintinglah kata kata yang lebih tepat, untuk menggambarkan kelakuan Naruto di mata Sona.
"Ka kau gila!, bergabung dengan magical beast katamu, Namikaze, jangan pernah bercanda! Jika kau melakukannya maka nyawamu dalam bahaya besar!" ucap Sona ia benar benar emosi mendengar ucapan Naruto.
"Lah kenapa kau yang harus khawatir, bukankah aku ini hanya silemah tak berguna, lagi pula kehilangan satu Knight tidak merubah apa apa kan pada kondisi sekolah ini" ucap Naruto pada Sona dengan santainya sedangkan bayi di belakang tubuh Naruto hanya mengangkat sebelah alis matanya karena ia tidak paham maksud Naruto ia juga tidak terlalu paham arti kata kata Naruto, namun Naruto adalah ayah angkatnya setelah Oga Tatsumi jadi ia akan ikut ikut aja.
"Jabu aik!" ucap bayi di punggung Naruto.
"Itu memang benar tapi, bagaimana dengan orang tuamu!, sebaiknya kau memikirkan perasaan mereka ketika mendengar kabar kematianmu atau hal buruk tentangmu! Hanya karena ingin bergabung dengan monster sihir!" omel Sona pada Naruto, jujur hal ini membuat Naruto cukup terkejut lalu sedikit menampakan senyumnya.
"Ya tinggal tidak usah dikabarkan" ucap Naruto pada Sona "Lagian aku juga tidak punya orang yang berarti di sini"
"Lalu bagaimana dengan bayi itu?! Dia kan membutuhkan kasih sayangmu!" bentak Sona lagi, sedangkan Naruto.
"Pif jika bayi ini yang membuatmu peduli padaku, kenapa tidak kau saja yang merawatnya lalu aku melakukan niatku" jawab Naruto pada Sona sambil melirik lirik wajah Sona untuk melihat reaksinya, Sona malah membenarkan kacamatanya sekali lagi.
"Apa kau serius ingin melakukannya apapun resikonya?" tanya Sona lagi.
"Sitri-san, sebenarnya kau itu kenapa selalu meragukan kemampuanku?" tanya Naruto.
"Tidak apa apa, aku hanya khawatir saja kalau Perpustakaan ini ditutup kalau aku lulus nanti karena kohaiku yang suka menggunakan Perpustakaan ini telah tiada hingga akhirnya Perpustakaan ditutup karena sudah tidak ada pengunjungnya" jawab Sona lagi, sambil mengalihkan pandangan dari wajah Naruto, kalau dilihat dengan jelas terlihat kedua pipi Sona sedikit bersemu.
"Haaaah bilang saja kalau kau tidak ingin kehilangan orang yang selalu datang kemari bukan" ucap Naruto pada Sona, dan ucapan datar Naruto itu sukses membuat wajah Sona memerah total karenanya, namun hal itu dapat Sona kendalikan wajahnya langsung kembali normal.
"U, u u u urusai baka yaro!" umpat Sona.
"Hn" gumam Naruto dan Beelbo, yah meskipun sifat Naruto dan Oga Tatsumi berbeda 180 derajat namun ada satu hal yang membuat Baby Beelzebub tidak ingin berpisah dengan Naruto adalah aura yang Naruto pancarkan sama seperti Oga meskipun sifat mereka berbeda namun dengan aura gelap dan kekejaman yang dimiliki Naruto, membuat Beelbo menyukainya meskipun dari Sifat Naruto sangat kalem dan santai lalu pikiran Naruto yang ini sebenarnya terlalu realistis dan juga kosong, yah Naruto hanyalah kekosongan, hatinya sama sekali tidak menggambarkan ekspresi dan sifatnya yang sebenarnya, wajahnya selalu memasang ekspresi palsu, dewa akting, Naruto, orang yang perasaan dan wajahnya adalah kepalsuan, ia merasa hanya menjalankan kehidupannya sesuai peranan yang diberikan, dengan bayaran uang kau bisa menyuruh Naruto menjadi body guard atau pembunuh bayaran, yah itulah Uzumaki Naruto dari dunia awalnya, namun saat pindah ke dunia baru milik Namikaze Naruto, membuat Uzumaki Naruto sang Psycho menjalankan tugas dan perannya sebagai dirinya dengan sifat yang di tentukan dari catatan.
"Pergi sana aku tidak mau diganggu" ucap Sona mengusir Naruto.
"Kau yakin mengusirku?" tanya Naruto pada Sona, kali ini alis mata Sona kembali berkedut gara gara Naruto yang terus mempermainkannya.
"Sudah pergi sana!" perintah Sona.
"Sebelum itu aku ingin tanya sesuatu lagi" ucap Naruto.
"Apa lagi yang ingin kau tanya Namikaze?" tanya Sona, sambil memasang wajah sebel karena Naruto terus mengganggunya.
"Apa kamu percaya kalau ada jenis energy lain selain Mana?" tanya Naruto pada Sona.
"Mungkin, tapi sangat sulit untuk mencari jenis energy baru, jadi untuk sekarang ini aku hanya akan percaya kalau energy sihir itu adalah Mana, lalu kalau masalah, energy lain selain Mana sih ada, cuman tidak berasal dari dalam tubuh manusia, ini namanya Senjutsu atau jurus menarik energy alam, tapi katanya ini juga memiliki resiko jika ingin melakukannya, karena kalau kau tidak bisa mengontrol energy asing itu kau akan berubah wujud menjadi sesuatu yang mengerikan dan tidak bisa kembali lagi, itu jauh lebih menyakitkan dari pada kematian" ucap Sona.
Naruto nampak tidak begitu peduli akan penjelasan dari Sona lalu ia memutuskan untuk pergi keluar, namun sebelum ia benar benar keluar dari perpustakaan ia kembali menatap ke arah Sona yang kembali fokus ke bukunya, lalu dengan tampang datarnya ia kembali melanjutkan langkahnya, Naruto memutuskan untuk pergi ke kantin disana.
"Jabu aik" gumam bayi di bahu Naruto yang kembali memanjat dan menempel di kepala Naruto, Naruto hanya diam ia tidak begitu peduli dengan apa yang dilakukan Beelzebub kecil itu, selama tidak mengganggu kehidupannya atau selama Beelzebub tidak menangis ia tidak mempermasalahkan kelakuan bayi Beelzebub itu.
"Hoy Beelbo kamu mau makan apa?" tanya Naruto ketika sudah sampai di kantin.
"Em da" sahut Beelbo sambil menunjuk bubur nasi yang ada di kantin itu, dengan santai Naruto pun menuju kesana, yang sebenarnya itu adalah kantin khusus wizard, yang entah kapan kalau kantin juga dibagi bagi, namun Naruto tidak peduli melanggar batasan, asalkan Beelbo senang dan tidak rewel baginya sudah cukup, tanpa Naruto sadari banyak pasang mata yang menatapnya, dan salah satunya adalah orang orang dari kelas wizard karena berani beraninya seorang pecundang seperti Naruto datang ke toko mereka, bahkan Arthur saja tidak datang kantin milik mereka. Bukan hanya para Wizard biasa, namun para pegawai kantin dan juga guru guru klas Wizard yang datang ke kantin kaget melihat seorang murid berpakaian Knight datang ke toko yang di khususkan untuk para penyihir.
"Pesan buburnya satu porsi untuk bayi ini" ucap Naruto dengan santainya.
"Em, tapi sebelum itu kenapa kau datang kemari?" tanya pegawai kantin.
"Emang tidak boleh, lagian di sana tidak ada bubur, lalu Beelbo juga pengen makan disini, makanya aku kemari karena aku tidak punya pilihan" ucap Naruto
"Da" ucap bayi itu sambil mengangguk, sang pegawai pun terdiam akhirnya membuatkan pesanan Naruto lalu memberikannya.
"Nah Beelbo duduk sini" ucap Naruto lalu mendudukan bayi Beel di meja makan lalu dengan cekatan Naruto meniupkan bubur panas itu dan memasukannya ke mulut Beelbo dengan menggunakan sendok "Aaaaak amu" ucap Naruto saat Beelbo membuka mulut dan memakan bubur itu dengan lahap, Naruto pun menyuapi bayi itu dengan telaten dan juga lihai, seperti seorang ayah yang sedang mengurus anaknya, semua pegawai hanya bisa tersenyum melihat Naruto yang terlihat begitu lihai memberi makan seorang bayi.
"Jabu aik" celoteh bayi itu ketika menatap para Wizard yang kelihatannya berniat buruk pada Naruto, Naruto merasakan sebuah ancaman berada di belakangnya langsung dengan santai menyiapkan sebuah jurus yang mungkin berguna.
"Berani sekali yah kau datang ketempat ini, apa kau tidak tau batasan tempatmu hah?" tanya para wizard dibelakang Naruto dengan nada dingin dan disertai lingkaran lingkaran sihir yang siap ditembakan ke arah Naruto.
"Hoy! jangan mengancam pelangganku!" ucap pegawai kantin itu.
"Dia seorang Knight harusnya kalian tau kalau Knight tidak di ijinkan makan disini" ucap mereka tak peduli bahwa Naruto membawa seorang bayi.
"Haaaaah, diskriminasi sampai ke tempat makan" gumam Naruto lalu mengangkat Beelbo meletakannya di pangkuannya lalu meletakan uangnya dan mengambil mangkok bubur yang belum di habiskan Beelbo.
"Fire ball, Socked bolt" dan banyak sihir lainnya yang mereka lancarkan ke arah satu meja makan dan {Blaaaaaaaarrrrrrrrrrrr!} meja makan itu hancur.
"Kyaaaaaaaaaaa, meja makanku!" teriak para pegawai kantin dan terlihat Naruto menghilang dan berada di kantin Knight dengan makanan dari kantin Wizard, lalu melanjutkan acara menyuapi Beelbo.
Para Wizard tercengang melihat Naruto sudah berada di seberang dan mereka harus pasrah dimarahi dan dimintai ganti rugi oleh kepala kantin kalau memang masih ingin dapat jatah makan.
"Awas kau deat lasst!" umpat para Wizard yang dihukum para guru karena merusak fasilitas kantin.
Di luar kantin kemudian.
"Kyaaaaaaa ada Kurami-Neesama.
"Wah benar cantiknya" berbagai pujian lain dilancarkan pada seorang gadis yang terlihat mengejar pemuda pirang yang baru saja keluar dari kantin.
Naruto berencana pergi ke kantor kepala Sekolah namun ia di cegat oleh seorang Wizard berambut pirang panjang tergerai lurus, lalu mata hijau emerladnya yang bersinar membuat siapapun terpana yah dia adalah Wizard keturunan Senju, Senju Kurami anak dari kepala Sekolah Tsunade Senju dan Seorang petapa gunung yang memiliki kekuatan tinggi dan terkenal mesum dia adalah Jiraya.
"Tunggu!"
"Iya ada apa?" tanya Naruto dengan datar.
"Dabu ai" tambah Beel yang ada di punggung Naruto sambil mendaki dan menempel lagi dibahu kiri Naruto lalu menatap gadis yang menahan perjalanan mereka.
E hem gadis itu tersenyum lalu menatap ke arah Naruto dengan pandangan yang sulit dipahami apa maksudnya.
"Apa kau adalah Namikaze Naruto?" tanya gadis itu.
"Hn terus?" tanya Naruto pada gadis dihadapannya.
"Aku Kurami Senju, ingin kau jadi bawahanku" ucap gadis itu sentak semua murid murid yang ada di sekitar Naruto tercengang mendengarnya, Naruto hanya diam dan akhirnya bersamaan dengan Beelzebub kecil ia meludah ke samping
{Cui!}
"Mana sudi aku mau jadi bawahanmu, yang benar saja" ucap Naruto pada saat itu di barengi dengan wajah tak suka bayi di bahu Naruto "Dabu dabudah!"
"Ka, kau bilang apa tadi?!" tanya Kurami tak menyangka.
"Baka, ona, sudah jelas aku menolak permintaanmu, karena aku sedang mengurus bayi raja" jawab Naruto yah bayi raja, sayangnya itu bayi raja iblis.
"Daaa!"
"Hah! Bayi raja?" tanya Kurami.
"Dabuda" ucap bayi di kepala Naruto sambil manggut manggut mengang dagu dengan tangan kanan.
"Sudahlah aku dan Beelbo sudah sangat sibuk, aku tidak bisa melayani dua orang sekaligus" tambah Naruto sambil pergi meninggalkan Kurami yang sedang melongo tidak menyangka, kalau Naruto lebih memilih mengurus bayi berambut hijau ketimbang dirinya bangsawan elit, ia tidak menyangka ada yang berani meolak perintahnya dan juga permintaannya hanya karena seorang bayi, wajahnya memerah karena marah dan tak terima akan hal yang baru saja terjadi.
"Hey kau berhenti sekarang!" teriak Kurami, Naruto menghentikan langkahnya dan menatap ke arah orang yang memanggilnya, Naruto menatap ke arah Kurami namun ia seperti tidak melihat orang lalu tatapannya berubah ke kiri dan ke kanan.
"Beelbo kau dengar sesuatu yang memanggil kita?" tanya Naruto, sedangkan gadis bangsawan besar dan seorang Wizard dihadapannya yang bernama Kurami Senju, langsung naik pitam wajahnya memerah.
"Jabu aik"
"Hoy! Jangan pura pura tak melihat bodoh!" teriak Kurami pada Naruto.
"Hn Beelbo, aku rasa cuman perasaan kita ayo pergi" ucap Naruto dan dibalas anggukan serta ucapan Da dari Beelzebub ke empat itu, akhirnya Naruto pergi dengan berlari kencang.
"Awas kau Namikaze Narutooooooooooooooo!"
Bersambung
