ONE LOVE

.

.

.

Author : dyanrosdiana

MAIN CAST :

Jeon Wonwoo

Kim Mingyu

Jeon Jungkook

OTHER CAST :

Seventeen & BTS Member

Park Jungsoo

Cho Kyuhyun

PAIRING :

Meanie, KookV, SoonHoon

Genre : Humor, Romance, Friendship

Rating : T

WARNING! BL, Yaoi, Typo

.

.

.

Masih ingat dengan voting yang aku adakan di chapter yang lalu? Ya, pemenangnya adalah Hong 'Joshua' Jisoo. Jadi untuk yang memilih Jun dan Jimin, mohon maaf ya! ^^ Mereka pasti akan muncul, jika diperlukan kok! Jadi jangan khawatir! :D

Dan wooaaah~ Aku ngga nyangka banget, kalau ternyata banyak yang suka sama FF ini! :D

Sebelumnya aku mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pembaca yang sudah bersedia mampir, follow, favorite dan review FF ini! ^^

Special Thanks To :

BSion, gg0098, MIKKIkane, kookies, ByZLN1004xx, SJMK95, kureyrey, Karina,

Ririsasa, alightphoenix, ErllaUji96, mmeanie, AXXL70,

jishuahong, Inne751, NichanJung, Nyanyanyanya, wonwon, Nadya797

.

.

.

HAPPY READING! ^o^

.

.

.

"Arghhh—" Pekiknya. 'Apa lagi ini? Apakah ini balasan atas kaleng soda yang ku tendang tadi pagi? Apakah bocah bernama Mingyu itu pelakunya?' Batinnya. Entah kenapa pagi ini terasa begitu menyebalkan. Jeon Jungkook yang meninggalkannya. Mingyu yang keras kepala sekaligus menyebalkan. Dan sekarang bola yang mengenai kepalanya, hingga terasa pusing seperti ini. 'Sial sekali pagi ini!' Pikirnya. Tapi bagaimanapun juga, seharusnya Wonwoo bersyukur dan berterima kasih. Karena jika bukan karena bertemu dengan Mingyu, ia tidak yakin akan bisa tiba di sekolah ini dengan tepat waktu. Jadi sebenarnya, ini adalah keberuntungan miliknya atau mungkin sebaliknya?

.

.

.

ONE LOVE - CHAPTER 2 (Kekasih Baru? Yang Benar Saja!)

.

.

.

Wonwoo meringis pelan, karena kepalanya yang baru saja terkena tendangan bola itu masih terasa berdenyut. Jika ia boleh mengingat kembali, serangkaian peristiwa yang telah terjadi sejak dirinya mulai berangkat sekolah, hingga kini ia telah tiba di sekolah. Sebenarnya, Wonwoo tidak habis pikir, kenapa hari pertamanya untuk masuk ke sekolah ini terasa begitu sangat err—sial.

"Kau baik-baik saja?" Tanya seorang namja tampan yang sedang berlari kecil menghampiri Wonwoo. Wajahnya terlihat sedikit panik, entah karena ia khawatir atau mungkin takut pada Wonwoo. Tunggu! Takut pada Wonwoo? Untuk apa? Wonwoo kan bukan seekor singa!

"Hanya sedikit sakit" Ucap Wonwoo dengan jujur sambil tersenyum canggung. Hey, memangnya siapa yang tidak merasakan sakit? Jika tiba-tiba saja sebuah tendangan bola yang cukup keras datang menghampirimu dan kau pun tak sanggup bergerak untuk menghindarinya. Sehingga dengan sangat terpaksa, bola tersebut harus mendarat di salah satu bagian tubuhmu. Terutama, kepalamu.

"Maafkan aku ya!" Sahut seorang namja bermata sipit yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana. Ia mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum.

Wonwoo hanya mengerjapkan kedua matanya bingung. Kenapa ada dua orang namja yang menghampirinya? Apa mereka berdua ini adalah tersangka utama atas kasus penendangan bola ini? Tak mau ambil pusing, Wonwoo pun menganggukan kepalanya. Ia segera menjabat uluran tangan namja sipit itu. "Tak apa" Ucapnya sambil tersenyum manis.

"Lihatlah! Ini semua karena kau tidak bisa menangkap bolanya, Soonyoung-ah!" Pekik namja lainnya yang memiliki tubuh paling mungil dibandingkan ketiga orang namja itu. Jari telunjuknya menunjuk kesal ke arah namja bermata sipit yang diketahui bernama Soonyoung itu.

Kwon Soonyoung, namja bermata sipit itu pun mendelik kesal ke arah namja pendek yang kini berdiri dihadapannya itu. "Kau sendiri yang menendang bolanya tidak benar! Kenapa malah menyalahkanku, Jihoon-ah?" Gerutunya kesal.

Namja tampan yang sejak tadi hanya diam sambil menonton kedua namja yang tengah bertengkar itu pun menggelengkan kepalanya. Mungkin ia merasa malu dengan tingkah kekanakan kedua temannya itu. "Teman-teman, bisakah kalian hentikan?!" Tanyanya sekaligus memerintah.

"Tapi Soonyoung yang memulainya duluan, hyung!"

"Enak saja! Kau duluan yang memulainya! Jisoo hyung bahkan melihat kalau kau menendang bolanya terlalu keras!"

Wonwoo bingung. Kedua namja dihadapannya ini saling berdebat hanya karena sebuah bola telah mendarat di kepalanya dengan sangat keras. Ia jadi kembali teringat tentang pertengkaran kecil atau mungkin sebenarnya pertengkaran besarnya dengan seorang namja bernama Mingyu tadi pagi. Tak ingin melihat kedua namja dihadapannya itu berdebat lebih lanjut. Wonwoo pun mulai membuka suaranya. "Hey, sudah hentikan! Jangan berdebat lagi! Lagi pula aku baik-baik saja" Pinta Wonwoo dengan sedikit berteriak.

Setelah mendengar teriakan Wonwoo, kedua namja itu pun langsung terdiam. Kedua namja itu pun menatap Wonwoo dengan perasaan khawatir. "Apa kau yakin?" Tanya namja pendek bersurai pink lembut itu.

Wonwoo yang di tatap seperti itu pun langsung menganggukan kepalanya, lalu tersenyum. "Iya. Aku baik-baik saja"

"Kau dari kelas mana? Sepertinya aku tidak pernah melihat wajahmu sebelumnya" Ujar Soonyoung yang merasa asing terhadap wajah Wonwoo.

"Itu karena selama ini, kau hanya melihat Jihoon saja. Lain kali perhatikan sekitarmu juga, Soonyoung-ah!" Sahut namja tampan bername tag Hong Jisoo itu. Ia pun terkekeh pelan, saat Soonyoung mulai menatapnya tajam. Mereka tak sadar bahwa namja mungil bernama lengkap Lee Jihoon itu sedang tersipu malu.

"Sebenarnya aku siswa baru di sekolah ini" Ucap Wonwoo yang membuat ketiga namja itu sedikit terkejut. "Jadi bisakah aku bertanya dimana letak ruang guru?" Lanjutnya lagi. Wonwoo harus segera pergi ke ruang guru. Karena yang ia ingat, pamannya atau ayah kandung dari adik sepupunya Jeon Jungkook, menyuruhnya untuk segera menemui Park Seonsaengnim setelah dirinya tiba di sekolah. Sebetulnya, tadi pagi sebelum berangkat sekolah, pamannya itu menyuruh Jungkook untuk menemaninya. Tapi pada kenyataannya, ya kalian tahu sendiri kan?

"Tentu saja. Aku akan mengantarmu!" Ucap Soonyoung sambil merangkul bahu Wonwoo. Keduanya baru akan berjalan, namun sesuatu menghalangi mereka. Sebelah tangan milik Jisoo, memegangi kerah baju seragam milik Soonyoung dari arah belakang (karena rasanya tidak mungkin jika itu adalah tangan Jihoon). Hal itu tentu saja, membuat namja bermata sipit itu menoleh dengan terpaksa ke arah pelaku. "Mau kemana kau?" Tanya Jisoo.

"Tentu saja mengantarnya" Sahut Soonyoung sambil melirik ke arah Wonwoo.

"Hanya berdua saja?!" Sahut Jihoon dengan tenang namun terdengar menyeramkan bagi yang mendengarnya. Soonyoung pun hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk surainya yang tak gatal itu.

Seolah mengerti dengan keadaan ini atau mungkin sebenarnya tidak sama sekali, Wonwoo pun melepas rangkulan namja bernama Soonyoung itu. Ia pun tersenyum canggung. "Beritahu saja dimana letaknya! Aku bisa pergi sendiri"

Melihat Wonwoo seperti itu, sebenarnya Jihoon agak sedikit merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi? Soonyoung itu agak sedikit tidak waras dan juga sedikit genit. Sedangkan Jihoon, namja pendek itu mudah sekali marah dan juga mudah cemburu. Apalagi setelah melihat wajah siswa baru itu, Jisoo sangat tidak yakin kalau Soonyoung tidak akan err—menggodanya. "Kau denganku saja" Sahut Jisoo sambil tersenyum kalem.

Wonwoo pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum kecil. "Ah... Baiklah!" Kedua namja itu pun mulai melangkahkan kakinya menuju ruang guru.

"Antarkan dia sampai ke ruang guru, hyung!" Teriak Jihoon. Membuat Jisoo dan Wonwoo terkekeh pelan. Lalu melanjutkan perjalanannya menuju ruang guru.

"Oh iya, siswa baru. Kurasa kita belum berkenalan. Uhm... Namaku Hong Jisoo dan siapa namamu?" Tanyanya sambil merangkul bahu Wonwoo.

.

.

.

"Mustahil! Mana mungkin kau tidak mengetahui nama kekasihmu sendiri?" Tanya Seokmin sambil menatap tidak percaya pada seorang namja yang tengah duduk dihadapannya itu. Ketahuilah, kini kedua namja itu sedang berada di dalam kelasnya. Dan sejak tadi, Seokmin terus saja melontarkan berbagai macam pertanyaan tentang namja manis, yang menurut Mingyu sangat tidak penting itu.

Mingyu memutar bola matanya malas. "Bukankah sudah ku katakan berulang kali? Dia itu bukan kekasihku!"

"Begitukah?"

"Lagi pula aku tidak mengenalnya sama sekali" Sahut Mingyu sambil menopang dagu dengan sebelah tangannya itu.

"Kau pasti bercanda! Jika kalian tidak saling mengenal, lalu kenapa kalian bisa berangkat ke sekolah bersama?" Tanya Seokmin sambil menatap Mingyu dengan tatapan menyelidik. Ia sangat penasaran rupanya.

"Hey! Yang berangkat bersamanya kan bukan hanya aku saja! Tadi, kau sendiri juga berangkat bersamanya kan? Lalu apakah kau sendiri mengenalnya?" Sahut Mingyu gemas sambil menahan emosi.

Seokmin menggelengkan kepalanya santai. "Tidak. Dia itu kan datang bersamamu. Jadi kupikir dia adalah temanmu atau mungkin kekasihmu"

Mingyu mendesah frustasi. Seokmin itu kelewat bodoh atau bagaimana sih? Sudah Mingyu katakan berulang kali, bahwa dirinya tidak mengenal namja gila yang ia temui di jalanan tadi. Tapi sepertinya, Seokmin tidak percaya dan tetap berusaha keras untuk menyelidiki kasus menyebalkan ini. "Bisa kita ganti topik yang lain?"

"Tidak"

"Kenapa? Apa mungkin kau tertarik pada namja itu?" Tanya Mingyu sambil terkekeh geli. Yang langsung saja di sambut oleh sebuah tatapan tajam sahabatnya itu. "Tidak"

"Lalu kenapa?" Tanya Mingyu lagi.

"Aku hanya penasaran. Kau kan belum punya pacar, Mingyu-ya! Kupikir kalian berdua telihat cocok jika bersama" Sahut Seokmin sambil terkikik geli.

Mingyu membulatkan kedua matanya. Ia terkejut dengan ucapan namja yang sudah ia kenal sejak mereka masih duduk di bangku kelas 7 itu. Ia pun segera menggulung sebuah buku tulis yang berada di atas mejanya itu, lalu memukulnya keras ke arah kepala Seokmin. Membuat namja yang tengah terkikik geli itu meringis kesakitan. "Kau sendiri bagaimana? Apakah usahamu untuk mendekati bocah smp bernama Boo Seungkwan itu sudah berhasil?!"

"Jangan bahas itu! Dia sudah memiliki kekasih. Bocah bule itu sungguh beruntung!" Ucap Seokmin miris. Wajahnya langsung kusut, berbanding terbalik saat dia sedang menjahili Mingyu tadi.

Kali ini Mingyu yang terkikik geli. Ia tahu betul, bahwa Seokmin sedang naksir seorang namja kelas 9. Tapi sayangnya, ia langsung menyerah begitu saja. Ketika ia tahu, bahwa Boo Seungkwan telah memiliki kekasih seorang bule tampan. Sebenarnya, Seokmin bisa saja menjadi orang ketiga dan merebut Seungkwan dari namja bule bernama Choi Hansol itu. Tapi tidak pada kenyataannya. Seokmin kan tidak sekejam itu. "Lebih baik kau urusi saja dulu urusanmu itu!"

Jeon Jungkook, namja yang berstatus sebagai teman sebangku Kim Mingyu itu baru saja tiba di kelasnya. Ia meletakan tas hitam miliknya itu di atas meja. Lalu menempati bangkunya yang berada di paling pojok ruangan itu. Jungkook menatap ke arah luar jendela dengan perasaan gelisah. Membuat kedua temannya, Mingyu dan Seokmin yang sedari tadi menatapnya itu pun bertanya-tanya.

"Kau kenapa?" Tanya Mingyu sambil menepuk pelan bahu Jungkook. Yang di tanya hanya diam saja.

"Apa kau sakit? Atau mungkin kau sedang bertengkar dengan hyung manismu itu?" Sahut Seokmin.

Jungkook menggeleng pelan. Jungkook baik-baik saja. Jungkook tidak sakit, apalagi bertengkar dengan hyung manisnya itu. Ia hanya sedang mencari keberadaan seseorang. Seseorang yang telah ia tinggalkan sendirian di tengah jalanan. 'Apa Wonwoo hyung sudah tiba ya?' Pikirnya. Jungkook kembali mendesah frustasi, ketika ucapan Taehyung kembali terngiang di kepalanya. Di perjalanan tadi, Taehyung menceramahinya habis-habisan. Taehyung juga mengatakan bahwa nanti ia tidak mau pulang sekolah bersama Jungkook. Ia bilang ini adalah hukuman karena telah meninggalkan Wonwoo, hyungnya itu. Dan yang lebih parah, Taehyung mengatakan bahwa ia akan pulang bersama Park Jimin, sahabatnya. Mungkin ini terdengar sedikit berlebihan. Tapi Jungkook benar-benar iri atau mungkin cemburu ya?

"Lalu kau kenapa?" Tanya Seokmin dan Mingyu bersamaan.

Jungkook menatap malas kedua temannya itu. "Aku baik-baik saja. Memangnya menurut kalian, aku ini kenapa?"

Di saat mereka bertiga tengah berbincang-bincang tidak jelas. Tiba-tiba saja, dua orang yeoja masuk ke kelas itu. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat menarik perhatian ketiga namja itu. "Yoora-ya, apa namja yang tadi bersama sunbae favoritmu itu adalah kekasihnya?" Tanya seorang yeoja bernama lengkap Park Jihan pada yeoja bersurai hitam pendek disebelahnya itu.

Yeoja bername tag Kim Yoora itu hanya menggedikan bahunya. "Entahlah. Aku tidak tahu" Ucapnya. Kini keduanya menempati tempat duduk mereka yang berada di sebelah kanan tempat duduk Jungkook dan Mingyu.

"Rasanya sulit di percaya, jika namja itu benar-benar kekasihnya" Sahut Jihan.

Yoora menganggukan kepalanya. "Bahkan aku tidak mengenali sama sekali wajah namja itu"

Mingyu yang mendengar jelas percakapan keduanya pun tampak sedang berpikir keras. Ia tahu betul, siapa sunbae favorit yang dimaksudkan oleh mereka berdua. Hanya saja, siapa namja yang bersamanya itu? 'Aku harus bertanya langsung pada Jisoo hyung!' Batinnya penasaran. Karena seingat Mingyu, namja itu tidak pernah dekat dengan seseorang secara khusus.

Berbeda dengan Mingyu yang bertanya-tanya tentang seorang namja yang bersama Jisoo. Jungkook justru bersikap seakan-akan ia telah mengetahui siapa namja yang sedang dibicarakan itu. 'Aku yakin. Itu pasti Wonwoo hyung!' Batinnya. Ia pun tersenyum kecil.

.

.

.

Saat ini, Wonwoo sedang berada di ruang guru. Ia tengah duduk sambil menghadap ke arah seorang pria tampan yang saat ini sedang melihat data pribadi miliknya itu. "Jadi kau yang bernama Jeon Wonwoo? Kakak sepupu dari Jeon Jungkook?" Tanyanya tanpa melihat Wonwoo. Ia masih fokus pada kertas di depannya itu.

"I—Iya. Benar"

Pria itu mengalihkan pandangannya dari kertas itu, kemudian menatap Wonwoo. "Sebelumnya, perkenalkan! Namaku, Park Jungsoo. Aku sudah mendengar semuanya dari pamanmu itu. Dan dia menitipkanmu padaku, ya walaupun sebenarnya aku bukan wali kelasmu. Melainkan wali kelas adik sepupumu itu. Tapi aku bertanggung jawab padamu" Ucapnya sambil tersenyum.

Wonwoo menganggukan kepalanya mengerti. "Jadi siapa wali kelasku?"

Jungsoo menunjuk ke arah seorang pria muda yang sedang duduk di pojok ruang guru. "Apa kau bisa melihat seorang guru muda yang sedang duduk di sana?" Wonwoo menatap pria muda yang di maksud oleh Park Seonsaengnim. Lalu menganggukan kepalanya. "Cho Kyuhyun, dia adalah wali kelasmu. Dia itu guru yang sulit sekali ditebak. Jadi, kusarankan agar kau tidak bertingkah macam-macam! Sekarang pergilah, temui dia!" Lanjutnya.

Wonwoo pun segera bangkit dari tempat duduknya itu. "Baiklah. Terima kasih, seonsaengnim"

Kini Wonwoo pun mulai berjalan menghampiri seorang pria muda tampan bernama Cho Kyuhyun itu. "Jeon Wonwoo. Seorang siswa pindahan dari Changwon. Merupakan kakak sepupu dari siswa kelas 10 yang bernama Jeon Jungkook. Dikeluarkan dari sekolah lamanya, karena sering tidak mengerjakan PR, sering membolos beberapa pelajaran, bahkan membolos sekolah" Ucap Kyuhyun sambil menatap Wonwoo. Wonwoo yang mendengar penuturan lengkap dari wali kelasnya itu pun terkejut. Ia mengerjapkan kedua matanya bingung. 'Darimana dia tahu semua itu?' Pikirnya.

Kyuhyun yang menyadari tingkah Wonwoo pun tersenyum. "Tidak usah terkejut seperti itu Wonwoo-ssi. Sebagai wali kelas yang baik. Bukankah sudah seharusnya, aku mengetahui siapa itu calon siswaku?" Ucapnya seolah mengetahui apa yang baru saja dipikirkan oleh Wonwoo.

"I—Iya" Sahut Wonwoo gugup.

"Sekarang mari kita pergi ke kelas!"

.

.

.

Suasana di kelas yang cukup ramai itu tiba-tiba saja berubah menjadi sangat hening. Ketika seorang guru muda masuk ke dalamnya bersama dengan seorang siswa yang tampak asing bagi sebagian besar penghuni kelas ini.

"Anak-anak duduklah dengan tenang! Hari ini, kita kedatangan teman baru" Ucap Kyuhyun pada seluruh muridnya itu.

Seluruh siswa dan siswi kelas itu pun menatap ke arah Wonwoo yang kini berdiri tepat di sebelah Kyuhyun. Mereka seperti sedang berbisik sesuatu mengenai siswa baru itu. Mungkin mereka sedang menilai penampilan Wonwoo yang saat ini terlihat sangat manis sekaligus tampan itu.

Wonwoo yang diperhatikan oleh seluruh isi kelas itu pun tersenyum ramah. Tidak mungkin kan, jika ia menunjukan wajah menyebalkan di depan teman-teman barunya itu? Yang ada bisa dijauhi, kalau ia memasang wajah seperti itu. Wonwoo terkejut ketika kedua matanya menangkap keberadaan sosok dua namja yang telah ia temui di lapangan tadi.

"Silahkan perkenalkan dirimu!" Ucap Kyuhyun.

"Hi, perkenalkan! Namaku Jeon Wonwoo. Aku adalah siswa pindahan dari Changwon. Aku harap kalian bisa menerimaku dengan baik. Dan kuharap kita bisa menjadi teman" Ucap Wonwoo sambil tersenyum.

"Baiklah. Kau bisa duduk di sebelah Jun" Ucap Kyuhyun. Soonyoung pun melambaikan tangannya ke arah Wonwoo. Lalu menunjukan tempat duduk Jun yang berada tepat di belakang tempat duduknya dan Jihoon.

Wonwoo pun terkekeh pelan. Lalu berjalan menuju tempat duduknya yang berada di baris pojok, nomor dua dari belakang.

"Kenalkan! Namaku Wen Junhui" Bisik seorang namja yang kini telah menjadi teman sebangku Wonwoo.

Wonwoo pun menganggukan kepalanya, lalu tersenyum kecil. "Aku Wonwoo. Senang bisa berkenalan denganmu"

"Aku tidak menyangka kalau kita bisa sekelas" Sahut Soonyoung dan Jihoon bersamaan.

"Oh iya. Namaku Kwon Soonyoung. Dan si pendek di sebelahku ini adalah Lee Jihoon" Bisiknya sambil melirik Jihoon.

Jihoon yang merasa disebut namanya itu pun menatap tajam ke arah Soonyoung. "Kau bilang apa barusan?"

Soonyoung menggelengkan kepalanya. Lalu mengalihkan pandangannya dari Jihoon "Tidak ada"

Kyuhyun yang menyadari kelakuan kedua namja itu pun berdehem pelan. "Soonyoung-ssi, Jihoon-ssi, apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanyanya dengan nada tenang, namun terdengar begitu menyeramkan.

"Tidak ada—"

.

.

.

Setelah mendengarkan ceramah dan juga penjelasan materi yang cukup panjang lebar sekaligus membosankan itu. Akhirnya bel tanda jam istirahat dimulai itu pun berbunyi cukup keras. Membuat seluruh siswa dan siswi di kelas itu pun tampak bersorak gembira, karena telah melewati pelajaran guru muda yang cukup menegangkan itu.

"Akhirnya selesai juga" Ucap Jun sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku itu.

"Wonwoo-ya, ingin ke kantin bersama kami?" Tanya Jihoon sambil memasukan semua peralatan sekolah miliknya itu ke dalam tas.

Sebenarnya Wonwoo ingin sekali ke kantin. Tapi, ada seseorang yang harus ia temui dengan segera. Ya, siapa lagi jika bukan adik sepupunya itu. "Aku ingin ke kantin. Tapi kalian duluan saja! Aku harus menemui seseorang dulu" Ucapnya.

"Siapa?" Sahut Soonyoung penasaran.

"Adik sepupuku"

"Mau kuantar?" Tanya Jun.

Wonwoo ingin menerima ajakan itu. Tapi, ia tidak mau merepotkan teman barunya. Jadi ia hanya bisa menggeleng pelan. "Tidak usah. Aku akan mencarinya sendiri. Kalian ke kantin saja!"

.

.

.

"Huh! Kelas 10-A, 10-B, 10-C. Kenapa banyak sekali? Yang mana ya kelasnya? Aku kan tidak tahu dimana ruangan kelas Jungkook. Apa aku harus bertanya pada seseorang?" Gerutu Wonwoo saat ia melihat begitu banyak sekali ruangan kelas 10 dihadapannya itu. Rasanya ia sedikit menyesal, karena telah menolak tawaran bagus dari seorang namja bernama Wen Junhui itu. Seharusnya, ia membiarkan Jun menemaninya untuk mencari kelas Jungkook. Seharusnya, ia membiarkan dirinya untuk merepotkan Jun. Lagi pula, sekarang Jun itu temannya kan? Bukankah Wonwoo juga sudah biasa merepotkan orang lain? Seperti tadi pagi misalnya.

"Wonwoo-ya!" Sapa seseorang dari arah belakang Wonwoo.

Wonwoo yang merasa terpanggil itu pun langsung menoleh ke asal suara. Dan betapa terkejutnya ia, ketika mendapati seorang namja yang sudah berbaik hati mengantarnya ke ruang guru tadi pagi, tengah berjalan menghampirinya. "Sunbae?"

"Sudah kukatakan jangan seformal itu padaku! Panggil saja aku hyung!" Ucap Jisoo.

Wonwoo pun terkekeh pelan. "Iya, baiklah. Kau mau kemana hyung?"

"Aku ingin ke kantin. Kau temani aku ya?" Sahut Jisoo sambil merangkul akrab namja yang usianya tujuh bulan lebih muda darinya itu.

Sebenarnya Wonwoo ingin menolak, karena belum menemukan Jungkook. Tapi, mengingat namja di sebelahnya ini sudah begitu baik padanya dan juga perut Wonwoo yang mulai terasa lapar. Ia pun segera menyetujui ajakan Jisoo. "Baiklah"

Namun, di saat keduanya baru akan berjalan menuju kantin. Tiba-tiba saja, Wonwoo melihat sesosok namja jangkung menyebalkan yang ia temui tadi pagi. Ya, siapa lagi kalau bukan Kim Mingyu. Namja itu baru saja keluar dari salah satu ruangan kelas 10. 'Hey, apa dia masih kelas 10? Tapi kenapa dia tinggi sekali?' Pikirnya. Sepertinya Mingyu akan berjalan ke arahnya. Tidak, tidak, tidak! Wonwoo harus segera pergi, sebelum bocah bernama Mingyu itu melihatnya. "Hyung, sepertinya aku harus kembali ke kelasku" Ucap Wonwoo yang langsung membalik badannya. Membelakangi Jisoo dan juga Mingyu.

"Kenapa? Apa ada yang tertinggal?" Tanya Jisoo sambil menatap Wonwoo heran.

"Uhm itu... Sebenarnya aku harus—"

"Jisoo hyung!" Sapa Mingyu. Terlambat! Kau tidak akan bisa kabur lagi, Jeon Wonwoo! Mingyu sudah berada di belakangmu sekarang! Dan yang lebih parahnya lagi, sepertinya Mingyu dan Jisoo sudah saling mengenal satu sama lain. Apa mereka itu kakak beradik? Sama seperti dirinya dan Jungkook?

Jisoo yang disebut namanya itu pun menoleh. "Mingyu? Kenapa kau disini?"

"Harusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau ada disini hyung?"

"Kau sungguh ingin tahu?" Tanya Jisoo.

"Tidak juga. Uhm... Ingin ke kantin bersamaku, hyung?" Tanya Mingyu. Sungguh, saat ini Wonwoo berharap sekali, agar Jisoo menolak ajakan namja itu.

"Kau mau mentraktirku ya? Tumben sekali" Sahut Jisoo sambil terkekeh.

"Apa maksudmu hyung? Aku sering mentraktirmu!" Ucap Mingyu sambil mempoutkan bibirnya. "Oh iya. Siapa dia?" Tanya Mingyu sambil menyikut lengan Jisoo. Kedua matanya melirik ke arah Wonwoo yang masih berdiri membelakanginya.

'Kena kau, Jeon Wonwoo!' Batinnya pasrah. Kali ini, Wonwoo hanya bisa berharap agar namja itu tidak membuat emosinya kembali memuncak.

.

.

.

TBC

.

.

.

Semua ide yang melintas di otak, langsung aku ketik di word. Dan jadilah seperti ini. Tapi, aku berharap kalian ngga kecewa dengan chapter ini! :D

Oh iya. Mungkin ini akan sedikit panjang, karna aku mau menjelaskan beberapa hal tentang FF ini! Jadi kalau males baca ocehanku, bisa langsung pergi ke kolom review ya! :v

Satu. Masalah hubungan Jungkook dan Taehyung. Pairing mereka itu KookV! Dan bukan VKook! Kenapa KookV? Karna yang dibutuhkan untuk menjadi sepupu Wonwoo itu seorang seme/? Sebetulnya ide awal FF ini, castnya itu bukan Meanie. Melainkan Park Minjung, OC seorang yeoja yang aku buat, Park Jimin yang menjadi sepupunya, dan Kim Taehyung yang saat ini diperankan oleh Mingyu. Jadi ya begitulah~ Lagipula, aku itu lebih suka V Uke! Dengan seme seluruh member BTS, kecuali Suga :v Jadi aku minta maaf untuk VKook shipper, karna di FF ini Jungkook menjadi seme! :D

Dua. Kenapa Wonwoo dapet peran jadi cowok badung? Padahal biasanya dapet peran cowok dingin kayak es. Itu karna menurutku, Wonwoo itu serba guna/? Dia itu cocok dapet peran jadi cowok yang dinginnya kayak es kutub. Dan dia juga cocok dapet peran jadi cowok yang manja, nakal, ngeselin, sampe ga bisa diem kayak cacing kepanasan/? Pas di Special Video Mansae Part Switch. Menurutku Wonwoo lucu banget disitu. Terlebih, di saat yang lain teriak mansae bareng-bareng, dia malah misah sendirian kayak bocah ilang :D

Ah... Sudahlah! Maaf kepanjangan! :D

Masih bersedia membaca FF ini? Sampai jumpa di next chapter! :D