Daddy? (Chapter 3)
§ Cast: Kim Taehyung, Kim Namjoon, Jeon Jungkook, Kim Seokjin, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Ken ( VIXX) as Lee Jaehwan
§ Rate : T- M
§ Genre : Drama,Action(gagal :v),Romance, M-Preg
§ Length : Chaptered
§ Pairing: KookV, YoonMin, NamJin, slight KenJin, HopeV
~Chapter 3~
Sang penguasa langit malam sudah bersanding di antara kerlipan bintang. Jam di nakas Taehyung menunjukkan pukul 22.00, menandakan waktunya orang-orang tidur mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Namun tidak dengan Taehyung, ia sibuk mengotak-atik laptopnya. Jemarinya bergerak cepat di atas keyboard. Matanya pun terfokus pada layar monitor.
Satu jam kemudian akhirnya layar laptop Taehyung mati. Ia mencabut sebuah chip kecil yang tadinya tersambung pada laptopnya. Ia juga meraih kalung yang biasanya tergantung di lehernya , membuka liontinnya, lalu menyelipkan chip kecil tadi. Setelahnya,ia kembali memakai kalung tersebut di lehernya.
Taehyung mendengar suara pintu rumahnya terbuka. Ayahnya sudah pulang. Darimana ia tahu? Karena hanya Taehyung dan Namjoonlah yang mengetahui Password rumah mereka.
Taehyung dengan cepat berbaring di ranjangnya dan berpura-pura tertidur. Tak lama,pintu kamarnya terbuka. Taehyung bisa mendengar suara langkah kaki mendekati ranjangnya.
''TaeTae-ah.. Ayah mohon, jangan pernah tinggalkan Ayah sendirian…
… seperti Ibumu.'', Namjoon berbisik sambil mengusap kening Taehyung lalu mengecupnya pelan agar putranya tak terbangun.
Setelah merasa sang Ayah sudah keluar, Taehyung membuka matanya.
''Eomma..'', lirih Taehyung.
.
.
Keesokan paginya, Taehyung berjalan di koridor sekolahnya. Namun ,siswa lain terus melihat ke arahnya. Taehyung memeriksa tubuhnya memastikan semuanya rapi. Lalu, ia melihat kerumunan siswa di depan madding. Ia melangkah lebih cepat untuk melihat apa yang dilihat kerumunan itu namun langkahnya terhenti saat ada tubuh tegap seseorang menghalangi pandangannya. Itu Jungkook. Taehyung hendak melewati Jungkook namun lengannya ditahan.
''jangan lihat'',ucap Jungkook yang tak digubris oleh Taehyung. ia nekat mendorong dada Jungkook dan akhirnya ia berhasil mencapai madding.
Tes
Setetes air mata mengalir di pelupuk mata Taehyung melihat fotonya terpampang di madding serta tulisan ' ANAK HARAM' ,' ANAK PELAC*R',' ANAK YANG TAK DIKETAHUI SIAPA IBUNYA', dan masih banyak lagi celaan yang menyertai fotonya. Beberapa siswapun mulai mengejek Taehyung dengan kata-kata kasar.
''Beruntung aku tidak sekelas dengannya''
''aku tidak menyangka dibalik wajahnya yang polos ternyata begini.. haha..''
''apa dia masih sanggup berjalan setelah pekerjaannya semalam?''
''maksudmu jadi mainan ahjussi hidung belang?''
Belum selesai celaan yang ditujukan pada Taehyung, seorang siswa melemparkan telur busuk kearahnya. Awalnya hanya satu orang, namun kemudian bertambah banyak. Jungkook yang melihat itu semua langsung memeluk Taehyung dan melindungi kepala kekasihnya agar tak terluka. Tak memperdulikan dirinya akan ikut kotor terkena lemparan telur.
Tubuh Taehyung bergetar di pelukan Jungkook. Karena tak tahan melihat Taehyung yang menangis di pelukannya, akhirnya…
''HENTIKAN!''
…..Bak mesin waktu, mereka semua berhenti melempari Taehyung. Mereka kaget karena ini pertama kalinya melihat Jungkook yang dingin berteriak marah seperti ini ditambah wajah Jungkook yang menyeramkan seperti hendak menelan mereka hidup-hidup. Lalu dengan sendirinya mereka membubarkan diri mereka.
Namjoon mengepalkan tangannya melihat kejadian di depannya. Ia ingin sekali menggantikan posisi Jungkook dan melindungi putranya namun ia menahannya mengingat ia menyamar disini.
Tak jauh dari sana ada seseorang yang bersembunyi di sebelah loker.
''Mianhae Tae…'', lirihnya lalu beralih dari sana.
.
.
Saat ini Taehyung dan Jungkook sedang berada di kamar Taehyung. Setelah meminta izin pada Namjoon, mereka memutuskan untuk membersihkan diri di rumah Taehyung dan Namjoon. Mereka berdua hanya duduk di tepian ranjang Taehyung.
''Tae.. aku tahu ini menyakitkan untukmu, tapi.. bisakah kau ceritakan padaku? Semua tentangmu, mulai dari ibumu sampai alasan kenapa kau dalam bahaya seperti yang dikatakan Namjoon Ahjussi . trust me Tae..'', Jungkook menggenggam jemari Taehyung.
Taehyung terdiam sejenak sebelum akhirnya mulai bicara.
''saat aku memenangkan olimpiade sains beberapa bulan yang lalu.. aku bertemu , ia menunjukkan kode peluncuran Nuklir yang hanya dia yang membukanya. Dia memintaku menghafalnya dan aku berhasil. Tapi…''
''Profesor Kang meninggal beberapa hari setelah itu'', Jungkook memotong pembicaraan Taehyung.
''.. ya.. dan saat ini..''
'' hanya kau yang bisa membuka dan meluncurkan Nuklir itu..''
''Benar sekali'', Taehyung terkekeh kecil . entah mengapa ia merasa kehidupannya terlalu lucu.
''dan mengenai ibumu?'', Tanya Jungkook
''aku tidak pernah melihatnya.. Saat aku bertanya pada Ayah, dia tampak sedih… dan setelah itu aku memutuskan untuk tidak bertanya lagi mengenai ibuku..'', mata Taehyung sudah siap menjatuhkan cairan bening kembali.
Tes
Jungkook kembali melihat Taehyung nya menangis. Jungkook membawa Taehyung kedalam dekapannya.
.
.
Yoongi duduk di tepi jendela yang ada di koridor Seongguk HS. Dia bisa melihat sisa robekan kertas menempel di madding menampilkan foto Taehyung dan kata 'Tanpa ibu' disana. Lalu untuk apa Yoongi ada disini? Tadi Namjoon menghubunginya dan memintanya datang kemari.
Sembari menunggu Namjoon, Yoongi melihat-lihat ke sekeliling koridor dan tak sengaja ia melihat seorang siswa yang tampak terburu-buru. 'Bukankah harusnya tidak ada yang boleh keluar saat jam pelajaran seperti ini?', pikir Yoongi.
Karena penasaran, ia memutuskan untuk mengikuti siswa tadi. Ternyata siswa tadi menuju taman belakang sekolah yang sepi. Dan di sana ada seorang pria berpakaian serba hitam namun wajahnya yang tampan tampak jelas terlihat oleh Yoongi. Setelah melihat pria itu dengan teliti, Yoongi tersentak kaget.
"Jung Hoseok?",gumamnya pelan. Ia melihat pria yang ia sebut Hoseok tadi berbicara lalu menyerahkan amplop kepada siswa yang ia ikuti, lalu setelahnya Hoseok melenggang pergi. Siswa tadi pun juga berjalan meninggalkan tempat itu. Saat siswa tadi berada di dekatnya, Yoongi langsung menahan lengannya. Yoongi melihat nametagnya, dan tertera nama Park Jimin disana. "a-apa yang anda lakukan ahjussi?", suara Jimin mengalihkan fokus Yoongi. Yoongi menatap wajah Jimin.
'manis..', batin Yoongi.
"bisa anda lepaskan tanganku? Siapa anda sebenarnya?", Yoongi baru sadar kalau ia masih memegang lengan Jimin.
"Apa hubunganmu dengan Jung Hoseok, Park Jimin-ssi?", Jimin tersentak kaget oleh pertanyaan Yoongi.
.
.
"terima kasih atas kerjasamamu, Jimin-ssi. Ini hadiahmu, dan biaya rumah sakit ayah dan ibumu sudah kulunasi", Ujar Hoseok sambil menyodorkan sebuah amplop ke Jimin.
Dengan tangan gemetar Jimin mengambil amplop yang disodorkan padanya. Setelah Jimin mengambil amplopnya, Hoseok langsung melenggang tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Sedangkan Jimin? Ia tertunduk menatap amplop di tangannya. Ia merasa jahat. Kalian pasti bertanya kenapa? Karena yang menempelkan kertas di mading dan membuat Taehyung dibully adalah dirinya. Miris memang, namun apa daya. Ia membutuhkan biaya untuk pengobatan kedua orangtuanya yang terbaring lemah di rumah sakit pasca kecelakaan yang menimpa mereka.
Jimin menghela nafas lalu memutuskan untuk pergi dari sana dan kembali ke kelas. Namun langkahnya tertahan saat ada yang menahan lengannya.
"a-apa yang anda lakukan ahjussi?",tanyanya dengan suara bergetar pada pria berkulit putih pucat yang terlihat lebih tua darinya. Namun tak digubris oleh pria yang saat ini menatapnya dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
"bisa anda lepaskan tanganku? Siapa anda sebenarnya?", Jimin bertanya kembali. Pria itu melepaskan pegangannya pada tangan Jimin. Namun bukannya menjawab, pria itu justru bertanya dan sukses membuat Jimin kaget oleh pertanyaannya.
"Apa hubunganmu dengan Jung Hoseok, Park Jimin-ssi?". Jimin hanya bisa menunduk diam. Melihat Jimin hanya diam,Yoongi menghela nafas pelan.
"temui aku di gerbang sepulang sekolah nanti. Sekarang kembalilah ke kelas", ujarnya sambil mengusap pucuk kepala Jimin. Jimin mendongak menatap wajah Yoongi yang harus ia akui ehem tampan,apalagi saat tersenyum seperti saat ini. Jimin mengangguk pelan sebelum mulai melangkah pergi.
"O iya, Namaku Min Yoongi.. ",ujar Yoongi yang sukses membuat pipi Jimin memerah.
.
.
"darimana saja kau?",tanya Namjoon saat melihat Yoongi memasuki ruangannya. "hanya..sedikit berkeliling..", ujar Yoongi agak ragu.
"ada apa kau memanggilku kemari?", lanjutnya setelah duduk di salah satu bangku di Ruangan Namjoon. Namjoon mulai berbicara.
"aku baru ingat kalau beberapa bulan lalu, Taehyung bertemu Profesor Kang Joohyuk, yang memegang kode peluncuran Nuklir. Lalu setelahnya, Profesor Kang meninggal tanpa sebab. Aku rasa.."
"Taehyung mempunyai kode itu",ujar mereka berdua bersamaan.
"kau tahu Namjoon-ah.. Tadi aku tidak sengaja melihat Jung Hoseok di taman belakang sekolah. Saat aku kesana dia sudah menghilang.", Yoongi memutuskan untuk merahasiakan mengenai Jimin.
"Apa menurutmu kasus Taehyung ini ada hubungannya dengan Hoseok?",lanjut Yoongi
"Seingatku Jung Hoseok tidak tertarik dengan Nuklir dan dia hanya seorang Pencuri dan Penculik.", Namjoon tampak berpikir.
"Berarti dia diminta orang lain untuk menculik Taehyung",ujar Yoongi yang langsung disambut gebrakan meja oleh Namjoon.
"Beritahu yang lain. Tingkatkan pengawasan dan lacak Jung Hoseok itu. Aku akan menanyakan tentang kode nuklir itu pada Taehyung.", setelah mendengar ucapan Namjoon, Yoongi langsung bergegas menghubungi anggota yang lain.
.
.
"Mereka meningkatkan pengawasan. Akan sulit untuk membawa target kemari", ujar salah satu ajudan Jaehwan, yakni Hakyeon.
"Suruh Hoseok menunda pekerjaan. Tunggu hingga mereka mulai lengah", perintah Jaehwan langsung dilaksanakan oleh Hakyeon.
.
.
Isakan Taehyung mulai berhenti. Jungkook melepaskan pelukan mereka lalu menghapus sisa air mata di pipi Taehyung.
"Jangan menangis lagi,ne? Kau punya aku Tae.. Aku mencintaimu..sangat.."
"aku juga mencintaimu Kookie.. Terima kasih atas semuanya", Taehyung merasa semua darah mengalir di pipinya yang kini bersemu merah. Jungkook memegang pipi Taehyung, dan kini tatapan nya teralih menuju bibir kissable Taehyung.
Tanpa sadar, Jungkook mendekatkan wajahnya, dan menempelkan bibirnya ke bibir Taehyung sambil melumatnya. Perlahan Taehyung memejamkan matanya menikmati cumbuan Jungkook sambil membalasnya. Kabut nafsu mulai menyelimuti mereka berdua. Lidah Jungkook sudah melesak masuk ke belahan bibir Taehyung. Kedua lengan Taehyung pun mengalung indah di leher Jungkook. "Can i?",tanya Jungkook disela ciuman mereka yang disambut anggukan oleh Taehyung. Selanjutnya mulai terdengar erangan,desahan,dan suara ranjang berderit riuh di kamar Taehyung.
.
.
TBC
