Kai itu bukanlah namanya yang sebenarnya. Nama aslinya adalah Kim Jongin. Ia menjadi seorang yang ditakuti sejak ia berada ditingkat akhir junior high school. Saat itu ia tanpa sengaja berhasil menghajar seorang lelaki yang ternyata merupakan siswa senior yang ditakuti.

Ia bukan orang yang peduli akan sekitarnya, sejak kecil ia terbiasa hidup mandiri sehingga menimbulkan sikapnya yang cuek dan dingin. Ia tak punya teman sejak dulu hingga beberapa orang merengek untuk menjadikannya pengikutnya. Awalnya ia menolak akan hal-hal merepotkan seperti itu tapi kegigihan dan kesetiaan para pengikutnya berhasil membuka hatinya yang sudah sekeras batu.

Seseorang yang benar-benar ia anggap teman adalah Sehun, Oh Sehun. Pria itu merupakan teman sekelasnya dan juga teman SMPnya dulu. Selain Sehun orang yang tak banyak bicara sepertinya, ia memiliki suatu kenangan yang membuatnya tak bisa untuk mengabaikan lelaki itu. Padahal dulu mereka tak sedekat sekarang bahkan tak saling kenal. Yang jelas Kai punya hutang yang belum ia bayar kepada Sehun.

Kai bukan seseorang yang mudah tertarik akan suatu hal. Hanya berkelahi dan membuat orang-orang takut padanya saja yang berhasil memenuhi pikirannya. Ayahnya tak peduli akan kelakuannya selama ini dan ia pun tak ambil pusing dengan itu. Sejak dulu ia memang tak terlalu dekat dengan keluarganya.

Tapi sejak kejadian sore itu, ia terus saja mengingat lelaki mungil itu. Sang lelaki senja.

Dan ia tau jika rasa ketertarikannya tergelitik akan suara lembut lelaki tersebut.

oOo

I Want Your Heart

Story by: Gengie

KaiSoo's Fanfiction

oOo

"Tapi kau bahkan belum mengetahui namanya Kai." Sehun berucap remeh saat melihat Kai yang kembali melamun. Sejak kemarin lelaki itu terus saja melamun dan terkadang tersenyum sendiri seperti orang tak waras atau bahunya yang kadang mengayun seperti menikmati musik padahal ruangan sepi dan tak ada headset ditelinganya. Dan Sehun tau ada yang tak beres dari temannya itu hingga tadi ia berhasil membuat lelaki itu menceritakan masalahnya.

"Memang," Ia mengangkat kakinya ke atas meja, "Tapi aku tak bisa berhenti untuk mengingat suaranya."

"Eoh?" Sehun mengangkat alisnya merasa aneh dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Katanya itu awal dari sebuah obsesi." Sehun semakin kaget saja mendengar penuturan Kai.

"Kata siapa?" tanyanya berusaha menanggapi.

Kai menatap Sehun serius seakan merendahkan pria itu. Ia tersenyum miring.

"Google." Kali ini Sehun sudah tidak bisa lagi menahan untuk tidak menjatuhkan dagunya. Ia menatap Kai tak percaya.

Bahkan Sehun tak tau jika Kai bisa menggunakan internet, ya tuhan.

"Kau bahkan mencarinya diGoogle?"

"…"

"Pfftt."

BRAKK

"Yah! Kau mentertawakanku?" Kai menendang meja didepannya tak terima saat melihat gerak-gerik Sehun yang berusaha menahan tawa. Mukanya tiba-tiba memerah entah marah atau malu.

"Kau bodoh."

Oke Kai mulai emosi mendengar penuturan Sehun yang kurang ajar. Ia bangkit dari duduknya untuk mencengkeram kerah kemeja Sehun dan menatapnya garang.

"Apa maksudmu?" Desisnya marah.

"Wo, tenang Kai, tenang." Kai menghempaskannya dengan kasar dan kembali duduk dikursinya. Ia menatap teman-teman sekelasnya sengit saat semua mata menatap kearah mereka.

"Jadi kau sepertinya menyukainya."

Kai mengedikkan bahunya, "Entahlah."

Sehun mengangguk-angguk tak peduli. Kai itu orangnya tertutup, tak mudah untuk membuatnya menceritakan apa yang ada dipikirannya dan Sehun juga bukan tipikal orang yang pemaksa atau suka ikut campur masalah orang, jadi ia memilih diam menanggapi Kai yang mulai kembali melamun.

Hingga tiga orang siswa berjalan mendekati bangku mereka. Sehun mendongak dan mengenalinya sebagai pengikut Kai. Tiga anak itu melirik Sehun sinis. Sehun tau jika pengikut-pengikut Kai tidak menyukainya, mungkin karena ia bisa begitu dekat dengan pemimpin yang mereka hormati.

Kai diam menunggu apa yang akan dikatakan anak buahnya. Salah seorang dari mereka merendahkan tubuh mendekati Kai dan memberikan gestur berbisik padanya. Hingga akhirnya Kai tersenyum miring membuat Sehun tergelitik untuk mengetahui pembicaraan rahasia mereka.

"Hmmm… Do Kyungsoo ya?" Lalu ia berdiri, menepuk bahu anak buahnya ringan sebelum berlalu keluar kelas.

"Hey, Kai! Setelah ini pelajaran Choi saem. Kalau kau membolos lagi kau akan mati!" tapi teriakan Sehun yang bermaksud menegur itu tak sedikitpun digubris oleh kai. Sehun mendesah lelah saat Kai sudah hilang dari pandangannya.

"Semoga ia tak membuat masalah lagi~" Desah Sehun khawatir.

.

.

Jadi disinilah lelaki tan itu. Berdiri disamping kelas, menatap lelaki yang duduk didalamnya dengan pandangan penasaran. Tak ada yang salah sebenarnya dengan seorang anak lelaki yang tengah serius mendengarkan pelajaran yang diterangkan gurunya. Yang salah justru Kai yang berdiri dengan wajah menakutkan, seorang siswa dengan rambut pirang, memilih untuk berdiri bagai orang bodoh di kelas orang lain dibandingkan duduk baik di kelasnya sendiri. Setidaknya tidur dikelas masih lebih baik dibanding dengan apa yang dilakukannya sekarang.

Tapi masa bodoh, kai bahkan tak peduli dengan pandangan takut siswa yang tepat duduk disamping jendela yang tengah jadi tongkrongannya. Ia hanya peduli dengan lelaki manis yang tengah menautkan alisnya serius. Entah mengapa itu terlihat lucu ketika lelaki itu membesarkan matanya untuk menatap papan tulis atau bibirnya yang kadang bergerak imut sambil mencatat sesuatu pada bukunya.

Ah~ Kai bagai anak aneh dengan senyum idiot yang tengah ia tampilkan.

Dan itu jadi sangat absurd karena Kai yang melakukannya.

Jadi seharian itu ia pergi untuk mengekori si manis yang bahkan tak menyadari keberadaannya. Padahal jelas sekali jika siswa-siswa yang menyingkir saat melihatnya berjalan didaerah sekolah yang jarang ia lewati. Misalnya saja, saat ia tengah duduk dengan angkuh disalah satu kursi di perpustakaan untuk melihat Kyungsoo yang tengah sibuk menulis sesuatu. Sesekali ia akan mendelik kesal saat pengunjung perpustakaan menatapnya ingin tahu.

Memang apa salahnya sih?

Ia juga siswa disekolah ini, tentu saja ia boleh untuk berkunjung di perpustakaan.

Saat jam istirahat kedua ia mengabaikan panggilan beberapa pengikutnya dan memilih untuk kembali menguntit Kyungsoo yang tengah duduk ditaman sekolah untuk memakan bekal yang ia dapatkan tadi dari salah satu temannya.

Ah, ia kadang tersenyum sendiri saat Kyungsoo yang tengah menengok kanan dan kiri sebelum membuang beberapa brokoli yang ada didalam bekalnya. Astaga lelaki itu sungguh lucu.

Hingga jam pulang sekolah ia kembali ke kelasnya hanya untuk mengambil tasnya yang ringan tak terisi satu bukupun.

"Oi, kau dari mana saja?" Sehun menatapnya penuh curiga saat ia hendak keluar kelas.

Tapi ia menatapnya tak peduli dan melengos pergi menyisakan Sehun yang mendengus kesal.

Tak banyak hal yang terjadi hari ini. tapi satu catatan yang Kai dapatkan.

Kyungsoo tak suka brokoli, begitupun dengannya.

Sepertinya mereka akan cocok.

Jadi dengan pemikiran naif itu Kai melangkah ringan menuju apartmennya.

.

.

Hari Jum'at merupakan hari favorit bagi Kai. Entahlah setelah beberapa minggu menguntit Kyungsoo ia tau jika hari Jum'at merupakan hari dimana Kyungsoo mengikuti kegiatan klub, yang itu artinya ia akan mendapatkan kesempatan untuk mendengar Kyungsoo bernyanyi walau hanya satu lagu.

Jadi hari ini lagu apa yang akan Kyungsoo nyanyikan?

Kai melamun sendiri didekat ruang klub tanpa sadar anggota klub yang melewatinya takut-takut.

BRUKK.

Kai tarjatuh. Pantatnya sakit dan ia akan memberi pelajaran kepada siapapun yang menabraknya. Ia memicingkan mata karena tulang ekornya yang ngilu.

Menarik napas untuk mengeluarkan sumpah serapah yang sudah ada diujung lidahnya.

"YAH!"

Kai mengedip kesal, kenapa malah orang ini yang marah? Lelaki itu benar-benar ingin dihajar rupanya.

"Kenapa kau tiba-tiba berdiri ditengah jalan sih?!"

Kai mengedip.

Mengedip lagi

Dan lagi.

Lelaki itu tampak mengatur napasnya seakan berusaha meredakan amarah.

"Hey, kau tak apa-apa?" uluran tangan itu hanya Kai tatap dengan bingung sebelum menggenggamnya karena melihat lelaki itu yang tak sabar.

Kai tak menyangka ia bisa menjadi sebodoh ini.

Lelaki itu tengah memunguti lembaran kertas dan kaset yang berserakan di lantai. Tangan kai terulur untuk menarik kardus yang tergeletak tak jauh dari tempat ia terjatuh tadi. Membantu memunguti barang-barang yang berhamburan sambil melihat lelaki itu yang mengerucutkan bibirnya.

Bolehkah Kai memekik?

"Maaf karena menabrakmu dan terima kasih atas bantuannya. Lain kali jangan berdiri ditengah jalan seperti orang bodoh, kau mengerti?"

Kai mengangguk bagai anak anjing yang penurut dan lelaki itu pergi dengan tergesa memasuki ruang klub.

Ini pertama kalinya ia membantu seseorang.

Dan ya tuhan, ini pertama kalinya ia tak mengamuk karena dikatai bodoh.

Mungkin karena itu Kyungsoo.

Ya, Kyungsoo.

.

.

A/N:

Entah kenapa karakter Kai jadi bodoh banget disini. Tapi, saya suka buat dia jadi orang dungu saat berhadapan dengan Kyungsoo. Terlihat manis bukan? Ah, itulah yang namanya jatuh cinta~

Chapter ini menjelaskan kejadian sebelum insiden Kai yang nembak Kyungsoo saat di kantin.

Oya, terima kasih untuk saran dan komentar dichapter sebelumnya. Saya akan perbaiki masalah kalimat yang tak bakunya.

Maaf karena saya updatenya lama dan isi tiap chapternya yang pendek-pendek. Itu memang udah jadi kebiasaan saya XD.

Btw, untuk kalian yang suka sama cerita fluff KaiSoo, saya punya rekomendasi ff yang bener-bener fluff. Ff yang berhasil buat saya berbulan-bulan nggak berhenti senyum habis baca ff itu. Beneran ini ff fluff bikin muntah gula.

Dan saya berhasil menyelesaikan membacanya hari ini. 60 chapter mennn~

Judulnya Knocked Up. Authornya Xiuman-d-o. Cari aja di AFF atau Google. Mungkin sudah ada yang tau?

Tapi ini ff bahasa inggris. Pair Kaisoo dan Lumin yang gilak sekali manisnya. Dan ini ff M-preg.

Tapi dijamin nggak bakal nyesal bacanya. Semoga ada yang niat buat translate-kan ke bahasa Indonesia.

.

.

Omake:

Sehun terheran-heran saat melihat Kai yang masuk kedalam kelas sore itu. Meneliti apa yang salah dengan lelaki yang tengah duduk dengan senyum lebar dan mata yang seakan dipenuhi dengan serbuk peri. Aura disekitarnya juga terlihat seperti dikelilingi dengan bunga-bunga yang bertaburan dan bermekaran. Bahkan kulit lelaki itu terlihat lebih bersinar dari biasanya.

Mungkin ada yang salah dengan mata Sehun.

"Oi, kau kenapa?"

Tak salah memang Sehun bertanya seperti itu. Pasalnya ini pertama kalinya dalam kehidupan sekolah Kai lelaki itu mau mengikuti pelajaran tambahan yang sebentar lagi akan dimulai.

"Sehun!"

Sehun mengerutkan keningnya saat mendengar Kai yang memanggilnya dengan senyum tarlampau luas hingga menampilkan deretan giginya.

"Ya?"

"Apa sebaiknya aku ikut klub vokal saja?"

"Uhuk.. uhuk…"

Sehun tersedak karena ludahnya sendiri dan melotot horror kepada Kai yang menatapnya bingung.

Kai dan grup vokal.

Sungguh tak pernah sekalipun kalimat itu terbayang dalam benak Sehun. Dan jangan pernah sekalipun membuat Kai memegang mike, karena ia bernyanyi seperti burung yang akan menghadap kematian.

Tak ada bagusnya.

Suaranya bahkan tak pernah sinkron dengan nada.

Seseorang tolong bunuh Sehun sekarang.

"Bagaimana menurutmu?" Sehun tak tega untuk mengatakan kebenarannya saat melihat wajah Kai yang begitu riang.

"Seterahmu saja Kai."

Jawaban itu sukses membuat Kai tertawa senang.

Memang apa yang lucu?

Ingatkan Sehun untuk memberikan peringatan kepada guru penanggung jawab klub vokal.

Dan jangan salahkan Sehun untuk mengatakan Kai yang tengah jatuh cinta seribu kali lebih menakutkan dibanding Kai yang bersikap seperti brengsek.

.

.

TBC