Title : Baby, Boo/ YAOI

Chapter : 3-5

Author : Yoori Michiyo

Pair : Yunjae dan Cast lainnya yang numpang lewat

Genre : ANGST, ROMANCE, FRENDLY, campur-campur dah :-P

Rated : PG 13 –NC 17

Warning : WARNING ! This is a Boy X boy love story so if you don't like it please

Don't read. Leave it to those who like it

.

.

I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you. For a thousand years . I'll love you for a thousand more (Cristina Perri – A Thousand Years)

.

.

Summary : Jung Yunho seorang Presdir berusia 35 tahun jatuh cinta kepada namja berusia 17 tahun. Yunho yang terkenal dengan keangkuhan dan sifat dinginnya ketika berhadapan dengan para kliennya berubah menjadi pribadi yang hangat setelah mengenal Jaejoong. Jaejoong yang manja, ceria bahkan cerewat mampu mengubah Jung Yunho. Bagaimana kisah cinta mereka ?

.

.

"Lihat saja jika ia melakukan sesuatu pada Jaejoong. Aku akan membuat perhitungan padanya" seru Junsu.

Yoochun yang sedari tadi mendengarkan gerutuan Junsu hanya memijat kepalanya yang terasa pusing mendengar pekikkan suara khas lumba-lumba milik Junsu. Ah! seharusnya ia menolak tidak ikut dengan Yunho.

.

.

Saat ini Yunho dan Jaejoong berada di bandara. Hari ini merupakan hari terakhir Jaejoong berada di Jeju. Changmin dan Junsu yang melihat Jaejoong tampak akrab dengan Yunho hanya bisa memutar bola matanya.

"Kenapa dia sangat akrab dengan Yunho?" tanya Changmin entah pada siapa? Beberapa hari di jeju sudah membuat Jaejoong dekat dengan seseorang.

"Hah! Dia yang aku ceritakan kemarin" jawab Junsu.

"Kalo di pikir mereka terlihat cocok, ne" Kyuhyun tiba-tiba ikut pembicaraan.

"Andweeee! Usia Joongie masih terlalu muda, Pabbo" Junsu memukul kepala Kyuhyun.

"Yak! APPOOOO" ringis Kyuhyun memegangi puncak kepalanya.

"Siap-siap pulang ke Seoul, Ahjumma mengintrogasi kita" keluh Changmin.

"Hah!" Junsu dan Kyuhyun menghela nafas panjang.

Ya, Mrs. Kim pasti akan mengintrogasi Junsu, Changmin dan Kyuhyun jika Jaejoong dekat dengan siapapun. Mrs. Kim sama seperti Jaejoong terlalu cerewet. Bahkan ia overproctective dengan Jaejoong. Siapapun yang dekat dengan Jaejoong Mrs. Kim wajib tahu latar belakangnya. Namun siapa sangka, jika anaknya dapat berdekatan dengan seorang Jung Yunho, ehm ?

.

.

'Kepada seluruh penumpang Jeju airlines, harap segera naik ke pesawat. Sekali lagi, kepada seluruh penumpang Jeju airlines, harap segera naik ke pesawat'.

Jaejoong yang sedari tadi bercanda dengan Yunho, seketika terdiam. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. 3 hari bersama membuat mereka mengetahui sifat masing-masing. Yunho tersenyum melihat Jaejoong menundukkan kepalanya.

"Semoga sampai tujuan, Boo" Yunho mengacak-ngacak rambut Jaejoong.

Jaejoong mendongakkan wajahnya. Ada perasaan sedih saat ia haerpisah dari Yunho. "Boo?" tanya Jaejoong bingung panggilan untuk siapa itu? Apa Yunnie sudah memiliki kekasih?

"Panggilan sayangku untukmu" Yunho terkekeh melihat ekspresi dari Jaejoong.

"Apa kita akan bertemu lagi, Yunnie?" Jujur Jaejoong sebenarnya tidak mau berpisah dari Yunho. Tapi ia harus pulang karena liburan musim panas lah usai.

"Tentu saja. Yunnie, akan mengunjungi BooJae" Yunho memegang pundak Jaejoong.

"JAEEEE! PALIIWAAAA!" panggil Junsu.

"Kau sudah di panggil. Hati-hati di jalan. Aku akan menghubungimu setelah sampai di Seoul" Yunho mendekatkan tubuhnya.

Cup

Ia mencium kening Jaejoong, sementara Jaejoong memejamkan matanya. Baru kali ini ia merasakan jantungnya selalu berdebar-debar padahal orang itu tidak melakukan apapun pada mencium keningnya. Oh, my god Kim Jaejoong kau tahu itu namanya jatuh cinta.

Jaejoong hanya menggangguk kemudian berjalan mundur sambil melambaikan tangan pada Yunho. Senyum manis mengembang di bibir merahnya. Ia berbalik untuk masuk ke dalam ruang tunggu. Sesekali ia berbalik lagi untuk melihat Yunho yang masih setia berdiri di tempat semula.

Kisah mereka akan di mulai dari sini.

.

.

Jae Joong Kim

'Perasaan yang selalu menyiksaku setelah melakukan perpisahan itu. Hah, aku merindukannya'.

1 menit yang lalu.

Jaejoong hanya bisa menghela nafas setelah ia membuka media jejaring sosial miliknya. Sudah 3 hari ia berada di Seoul dan melakukan liburan di kediamannya. Tidak ada kabar sama sekali dari Yunho.

Jaejoong tidur-tiduran diatas sofa. Ia sama sekali tidak mood untuk melakukan apapun. Bahkan Jiji yang merupakan kucing kesayangannya tidak ia hiraukan. Sebegitu pentingkah Jung Yunho untukmu, Jae?

"Lihat saja, kalo Joongie bertemu dengan dia akan Joongie cabut bulu-bulu yang ada di kakinya" monolog Jaejoong.

Jaejoong kembali menekan handphonenya lalu membuka jejaring sosial miliknya. Ia terkejut saat melihat seseorang membalas pesan miliknya.

Jae Joong Kim

'Perasaan yang selalu menyiksaku setelah melakukan perpisahan itu. Hah, aku merindukannya'.

1 menit yang lalu.

Seseorang membalas pesan milik Jaejoong.

U-Know Jung

'Apakah kau merindukanku, eoh?'

5 menit yang lalu.

Jaejoong mulai membalasnya.

Jae Joong Kim

'Aku tidak mengenalmu'.

Beberapa detik yang lalu

Tak lama kemudian

U-Know Jung

'Benarkah kau tidak mengenalku?'

Beberapa detik yang lalu.

"Hah! Orang ini sungguh menyebalkan" gerutu Jaejoong.

Jae Joong Kim

'Kau sungguh menyebalkan'.

Beberapa detik yang lalu

U-Know Jung

'hahahahah… Aku merindukanmu, Boo'

Beberapa detik yang lalu.

Blusshhhh

Wajah Jaejoong tiba-tiba menghangat. Bukankah yang hanya memanggilnya Boo adalah Yunnienya. Apakah U-know adalah Yunnienya? Jaejoong tersenyum saat membacanya. "Ah, berarti Yunnie sudah bertemanan denganku. Yeeiiiyyyy!" pekiknya girang sambil meloncat-loncat di atas sofa

"YAKKK! Apa yang kau lakukan?" teriak seseorang.

Jaejoong menoleh dan menatap sang Umma dengan tatapan horror," Umma!" seru Jaejoong.

"Apa yang kau lakukan, Jae?" tanya Mrs. Kim yang berjalan mendekati anaknya.

Jaejoong berlari mendekati sang Umma, " tidak ada,Umma" seru Jaejoong.

Cup

Ia mencium pipi Mrs. Kim dan berlari pergi meninggalkan Mrs. Kim yang hanya terdiam melihat kelakuan anaknya. Ia hanya menggelengkan kepalanya. "Ah! Sepertinya Jung Yunho membawa efek yang bagus untuk Jaejoong" guman Mrs. Kim.

Mrs. Kim sudah mengetahui kedekatan sang anak dengan pengusaha kaya itu. Bukankah, Mrs. Kim menyuruh seseorang untuk mengikuti sang anak, ehm ?

Ia juga mengintrogasi sahabat-sahabat anaknya. Membuat Mrs. Kim yang awalnya khawatir menjadi tersenyum melihat tingkah ajaib sang anak yang berubah. Mrs. Kim akan menyetujui apapun keputusan Jaejoong jika itu menyangkut masalah kebahagiaan sang putera. Ia tidak ingin ikut campur tentang masalah percintaan Jaejoong. Yang jelas ia sebagai seorang ibu akan membimbing sang anak jika Jaejoong melakukan kesalahan.

Ia tidak mau menjadi ibu yang pemaksa untuk membuat sang anak menyukai sesuatu. Ia ingin Jaejoong berkembang sesuai dengan apa yang diinginkan anaknya bukan apa yang ia inginkan? Mrs. Kim adalah ibu yang bijaksana dan mengetahui apa yang di mau sang anak. Ia merupakan ibu yang terbaik.

.

.

Kriiiiiinggggggg

Pagi ini Jaejoong membuka jendela dunianya. Liburan musim panas sudah usai saatnya untuk memulai kegiatan dengan sekolah. Jaejoong mendudukkan dirinya sambil mengucek-ngucek matanya. Merenggangkan otot-otot yang terasa kaku.

Blusshhh

Tiba-tiba saja wajahnya memerah saat mengingat semalam ia sedang berbicara dengan Yunho lebih tepatnya mereka chatting. Sebenarnya Jaejoong mau menghubungi Yunho, tapi ia terlalu gengsi untuk melakukan sesuatu tersebut duluan.

Jaejoong segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, ia ingin segera bersiap ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya. Pembelajaran semester genap akan segera dimulai, ehm?

.

.

Berbeda dengan namja tampan kita satu ini. Saat ini ia sedang berada di tempat tidur, rasanya ia enggan untuk membuka matanya. Tiba-tiba saja dalam tidurnya ia tersenyum. Mengingat kejadian tadi malam membuatnya ingin segera bertemu dengan Jaejoong.

Perlahan-lahan ia membuka jendela dunianya. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ah! Ia sangat merindukan namja cantik yang telah mencuri separuh hatinya.

Yap, Yunho telah mengakui jika ia jatuh hati kepada Jaejoong. Mungkin ia belum mengatakannya pada Jaejoong. Satu minggu berpisah dari namja cantik itu membuatnya ingin segera bertemu dengan Jaejoong.

Kesibukkannya sebagai Presdir-lah membuatnya tidak dapat menemui Jaejoong. Jadwal yang pada dengan rapat dan mengecek proyek pembangunan bahkan ada saja dokumen yang harus ia tandatangan.

Beberapa waktu lalu Yoochun mengatakan padanya, jika ia harus segera memberitahu perasaannya pada Jaejoong. Tapia pa mungkin Jaejoong memiliki perasaan yang sama terhadapnya?

Yoochun juga mengatakan jika tidak di coba mana mungkin tahu hasilnya. Itulah yang saat ini berada di pikiran Yunho. Sepertinya ia harus secepatnya bertemu dengan namja yang telah mencuri hatinya.

Ia seperti ingin gila merindukan senyuman Jaejoong, tawanya, bahkan segala celotehan namja berusia 17 tahun itu. Ia memang baru berumur 17 tahun tapi Jaejoonglah yang berhasil mencuri sebagian perhatiannya dan juga hatinya.

Cleck

"Hyung…" panggil Yoochun menyembulkan kepalanya di balik pintu kamar Yunho. "Astagaaaa! Hyung, ini masih pagi dan kau sudah senyum-senyum sendiri" ucap Yoochun.

Yunho memang tinggal bersama dengan Yoochun. Yoochun sudah tidak memiliki keluarga, sementara Yunho selalu di tinggal ke oleh orang tuanya untuk berbisnis. Akhirnya Yunho memutuskan untuk tinggal bersama di sebuah apartement yang sangat mewah.

"Kau, mengganggu saja" desis Yunho.

"Pagi ini ada rapat, Hyung. Jadi segeralah mandi" saran Yoochun.

"Batalkan seluruh kegiatanku, Chun. Aku ingin menemui seseorang" Yunho bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.

"Yak! Mana bisa seperti itu" keluh Yoochun.

"Aissshhh! Aku ingin menemui seseorang. Kau tahu, aku lama-lama bisa gila karena merindukannya"Yunho menatap Yoochun.

"Baiklah, akan aku atur kembali jadwalmu. Hah! Kim Jaejoong, kau membuat seorang Jung Yunho sedikit gila" gerutu Yoochun keluar dari kamar Yunho.

Yunho yang mendengarkan gerutuan Yoochun hanya tertawa. Ah! Sepertinya begitu. Itulah yang ada di pikiran Yunho.

.

.

Click

Jae Joong Kim

'Bersama dengan Ahra Nunna'.

Beberapa detik yang lalu

Saat ini Jaejoong sedang berada di taman sekolahnya. Ia sedang berkumpul bersama dengan teman-temananya. Atau bisa di bilang geng-nya yang terdiri Ahra, Jessica, Taeyoen dan Yoona.

"Ya Tuhan, Joongie kenapa upload foto ini?" tanya Ahra tidak percaya.

"Kan di situ Joongie tampan Nunna, bagaimana sih Nunna ini" jawab Jaejoong dengan imut.

"Hahahahaha… lihat foto bodohmu ini, Ahra-yah" tawa Yoona.

"Diam, kau" kesal Ahra.

"Kau terlihat lucu" seru Taeyoen.

"Lucu dari mana, eoh?" Ahra melipat kedua tangannya di depan dada.

"Ihhh, Nunna ini pabbo sekali. Jelas lucu lihat wajah Nunna dengan mata yang sipit, lalu bibir Nunna yang di naikkan ke atas" jelas Jaejoong membuat Ahra mendelikkan wajahnya.

"Junsu dan Changmin kemana, eoh?" tanya Jessica.

"Mereka sedang sibuk" Jaejoong tengah asik mengutak-atik handphone miliknya.

"Joongie, fotonya hapus" seru Ahra.

"Tidak mau! Weakkk Nunna jelek" Jaejoong menjulurkan lidahnya.

Dan sepertinya aka nada perdebatan anatara Ahra dan Jaejoong. Sementara Jessica sedang asik membersihkan kukunya, Yoona yang sibuk dengan majalahnya, dan Taeyoen sibuk dengan membaca komik. Mereka merupakan teman-teman Jaejoong yang aneh bukan.

Seorang namja melangkahkan kaki masuk ke dalam sebuah sekolahan. Dengan menggunakan pakaian casual dan menggunakan kacamata hitam miliknya membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan jatuh hati.

Banyak siswa siswi yang sedang melakukan aktivitasnya menghentikannya, ketika namja dengan tubuh tinggi tegap berjalan melewati mereka. Sekolah Jaejoong beberapa hari ke depan belum dapat melakukan kegiatan belajar mengajar karena mereka dalam satu minggu ini harus menyesuaikan kelas mereka.

Junsu yang saat itu berdiri di depan kelasnya, membelalakkan matanya. Melihat siapa yang datang ke sekolahnya. Bahkan ia terdiam beberapa saat melihat teman-temannya berbisik-bisik.

'Bukankah itu Jung Yunho'.

'Ia sangat tampan sekali'.

'Beruntung sekali kekasihnya mendapatkan Jung Yunho'.

'Untuk apa ia datang kemari?'

Itulah bisik-bisik dari beberapa siswa yang dapat di tangkap oleh Junsu. Yunho yang melihat Junsu berdiri di depan kelasnya segera menghentikan langkahnya. Namja tampan itu membuka kaca mata hitamnya.

"Bukankah kau adalah teman Jaejoong?" tanya Yunho dengan sopan.

"Ne.." Junsu hanya dapat mengganggukkan kepalanya.

"Bisakah kau mengantarkanku menemui Jaejoong?" suara bass itu membuat Junsu sekali lagi menganggukkan kepalanya.

Akhirnya Junsu mengantarkan Yunho untuk menemui Jaejoong yang saat itu sedang berada di taman sekolahnya. Junsu dan Yunho menghentikan langkahnya. Melihat Jaejoong sedang mengganggu salah satu temannya.

Yunho menghampiri Jaejoong yang sedang membelakanginya. Yoona yang awalnya melihat Yunho langsung menghentikan kegiatannya berbicara dengan Jessica. Jessica yang merasa tidak di perhatikan oleh Yoona, mengikuti arah pandang Yoona. Ia kemudian terdiam. Lalu, Ahra yang sedang sibuk dengan handphonenya menghentikan kegiatannya saat Yoona menyiku lengannya dan memberika kode kepada Ahra.

Taeyoen, ah wanita bertubuh mungil itu sedang asik bergosip ria dengan Jaejoong, namun ia menghentikan pembicaraannya saat Yunho berada di belakang Jaejoong. Taeyoen membuka bibirnya sedikit, karena terkejut dengan kedatangan seseorang.

Siswa-siswi yang berada di taman pun tak luput memperhatikan pesona seorang Jung Yunho. Kepala sekola dan guru-guru pun berbondong-bondong untuk menyambut kedatangan seorang Jung Yunho. Sebegitu terkenalkah seorang Jung Yunho?

"Nunna, benarkan apa yang aku bilang?" ujar Jaejoong yang merasa Taeyoen tidak memperhatikannya. "Nunna! Yakk! Nunna…" Jaejoong menggoyang-goyangkan tangan Taeyoen.

"Kim Jaejoong…" suara seseorang yang sangat ia kenal. Jaejoong terdiam terpaku. Jaejoong memang mengakui ia merindukan Yunho, tapi apakah sampai seperti ini? Suara namja tampan itu memanggil namanya.

"Kim Jaejoong" sekali lagi Yunho memanggil nama Jaejoong.

Perlahan Jaejoong membalikkan tubuhnya. Matanya langsung membulat siapa yang ada di hadapannya. "Yunnie…." lirih Jaejoong.

"Aku datang untuk menjemputmu " senyum Yunho pada Jaejoong.

Jaejoong langsung menghambur ke pelukkan Yunho. Ia sungguh merindukan Yunho bahkan sampai terbawa dalam mimpi. "Bogoshipo" Jaejoong menenggelamkan kepalanya ke dada bidang milik Yunho.

Yunho mendekap tubuh mungil Jaejoong dengan erat seakan-akan ia tidak mau berpisah dari Jaejoong. "Nado, bogoshipo" Yunho terkekeh.

Orang-orang yang melihat mereka berdua hanya bisa melongo, berbeda dengan Junsu, Kyuhyun dan Changmin mereka tersenyum melihat keduanya bertemu kembali.

"Ah! Setidaknya ia tidak banyak mengeluh" kata Junsu memandang Jaejoong dan Yunho berpelukkan.

"Eum, benar sekali membuat kepala ku pusing" Kyuhyun menyetujui perkataan Junsu.

"Ah! Sepertinya nanti kita akan di traktir oleh Jaejoong" kata Changmin.

Kedua sejoli itu melupakan dimana mereka berada. Yunho memeluk Jaejoong dengan posesif. Sementara si cantik tidak ingin Yunho pergi meninggalkannya.

.

.

Yunho menggandeng tangan Jaejoong. Setelah menjemput Jaejoong, Yunho mengajak Jaejoong untuk berkeliling taman. Udara panas, bergandengan tangan dan memakan es krim. Eum, mereka membuat beberapa pasang mata yang melihatnya terlihat cemburu.

"Yunnie, tahu sekolah Joongie dari mana ?" tanya Jaejoong tiba-tiba.

"Apapun aku selalu mengetahui tentangmu, Boo".

"Eummm…." Jaejoong hanya mengangguk.

"Trus kenapa Yunnie menjemput Joongie?"

Yunho menghentikan langkahnya saat Jaejoong bertanya kepadanya. Jaejoong yang melihat Yunho menghentikan langkahnya pun berbalik melihat namja bermata musang itu. Yunho berjalan mendekati Jaejoong kemudian tersenyum.

"Aku datang menjemputmu untuk menjadi kekasihku" .

.

.

TBC