Chapter 3
My Love Is Pain
Summary : Bagaimana rasanya mencintai seseorang tetapi seseorang itu tidak mencintai kita? Itulah yang kini dirasakan Sasuke, seorang lelaki yang memendam perasaannya pada seorang putri yang cantik namun dingin,hidupnya penuh dengan kemewahan,dan selalu memandang rendah orang lain yang tidak sederajat dengannya.
Disclamer : Masashi Kishimoto
Genre : Hurt/Comfort, Romance (Slight Humor)
Pairing : Sasuke and Sakure
Rated : T
Di kediaman Sakura
HENING.
Bahkan suara langkah semut pun bagaikan suara beribu speaker yang menyetel lagu "Heros Come Back-Nobonyknows"
Sakura merupakan murid teladan,dia rajin sekali rajinnya sampe gaada satu pelajaran pun yang masuk ke dalam otaknya *eh
"Huftt lelahnya membaca semua buku ini,kurasa aku lebih baik tidur saja, kali-kali tidur siang tak apalah aku lelah."Gumamnya sambil menjatuhkan diri ke kasur.
Namun tiba-tiba ada yang mengagetkannyaa.
"DORRRRR!"
"Uwaaa….siapa itu?"
"Aku Hinata."
"Uhhh,Hinata ini membuat ku syok saja huh."
"Hehe gomen , aku ingin memberikanmu sesuatu."Ujar Hinata sambil mengodok-ngodok kedua sakunya.
"Ini dia coklat baru saja ke Swiss,dan dia membelikan ini untuk mu."
"Makasih."
"Sama-sama,eh main yukkkkk…"
"Ga ah aku lelah,"Ucapnya sambil merebahkan diri ke kasur.
"Ih, padahal aku mau curhat loh." Ucap Hinata sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh!" Tanggap Sakura tak peduli.
"Curhat tentang gebetan baruku nih." Sambung Hinata sambil tersenyum malu.
"Haah? Lalu Kiba dikemanain?bukanya kau suka dia juga yah?" Tanya Sakura bingung.
"Lupakan sajalah." Jawab Hinata sambil tertawa GaJe.
"Oh! Back to gebetanmu, memang dia siapa?" Tanya Sakura.
"Tebak saja!"
"Haah, ayolah aku malas menebak siapa dia?"
"Huh,kau tak tuh murid pindahan dari Otogakure."
"Oh!"Sahutnya sambil mengambil beranjak dari kasur lalu menyimpan novelnya ke lemari buku.
"Ihhhh jahat dahhhhh.."
"Oh!"
"Hmm.. kau ini ga bisa di ajak bercanda ya, yang aku suka itu Sasuke."
.
.
.
.
DEGGGGGG
.
.
.
Serentak saat Sakura mendengar kata 'Sasuke' ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi suram.
"Untuk apa kau menyukainya?"
Hinata sontak kaget mendengar respon sahabatnya itu,belom pernah ia mendengar sahabatnya berkomentar seperti itu.
"Emangnya ga boleh?"
.
"Bukannya gitu sih tapi.."Sakura menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal,sambil berpikir.
"Udah ah nunggu kamu mikir mah,sama aja kaya nunggu sapi bertelur." Jawabnya sambil cemberut
.
"Eh Sakura,kita jalan-jalan yukk."Ajak Hinata.
"Ayoo kau tunggu dulu di luar yak aku mau ganti baju ku dulu."Ujarnya sambil mendorong Hinata keluar,
.
.
"Sakura lama sekali."Gumam Hinata sambil melihat jam, sudah 15 menit ia menunggu di tempat itu,dan akhirnyaa.
"Selesai ayo pergi,bagaimana menurutmu?"Tanya Sakura, dia memakai baju over all celana pendek berwarna pink,berkaos putih,menggunaka kalung berbentuk kunci,dan menggunakan sepatu sneakers berwarna pink,dan kaos kaki putih.
"Astaga,kau membuatku silau pink semua,"
.
"Biasanya yang bikin silau itu kuning, kan?"
"Hehe,tunggu-tunggu kenapa kau memakai sneakers tidak biasanya kau memakai itu?"
"Tidak apa-apa,ayo katanya mau jalan-jalan."
"Baiklah ayoo. "
Mereka pun meninggalkan tempat kediaman Sakura,menggunakan mobil. Mereka berencana untuk pergi ke salah satu mall yang terkenal di desa Konoha,mall itu sangat besar dan juga banyak toko baju-baju ternama seperti ninety deegres,guess,burberry,dll.
Tiba-tiba handphone milik Hinata berdering.
'Hallo.'
'Hallo,benarkah ini dengan Hinata?'
'Iya ini saya sendiri,maaf ini dengan siapa?'
'Aku Naruto, hanya mau meberitahu bahwa Sasuke barusan tiba-tiba pingsan,tapi tidak tau kenapa,tadi aku sedang menonton film.'
'Hahh kenapa bisa begitu sekarang dimana Sasuke.'
'Dia sedang di bawa ke rumah sakit,sekarang cepat kamu ke rumah sakit.'
'Baiklah'
.
.
"Siapa yang menelfonmu?"Tanya Sakura,yang sedari tadi memperhatikan Hinata selama dia menelfon.
"Naruto."
"Ada apa?"
"Sasuke sakit,dan dia sekarang sedang dibawa kerumah sakit."Jawab Hinata dengan nada panik.
"Ahh biarlah kita sudah sedikit lagi untuk menuju mall yang akan dituju."
"Sakura,jangan begituu kita harus menjenguknya."
"Untuk apa?lagian dia miskin kan?untuk apa aku mempedulikannya?"
"Sakura, kau ini kenapa?ayo coba lah untuk peduli."
"Untuk apa?lagian jika aku peduli juga aku tidak akan mendapat apa?"
Perdebatan antara mereka pun terus berlangsung handphone Hinata pun berbunyi lagi,
'Hinata cepat ke rumah sakit,keadaan Sasuke semakin parah,detak jantungnya melemah.'
'Hinata'
'Hinata'
Konoha Hospital
"Aduh Hinata kau kemana?kenapa telfonya di tutup"Gumam Naruto.
Naruto terus menerus mencoba untuk menelfon Hinata namun hasilnya selalu sia-sia yang menjawab adalah operator yang menyatakan :
Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkawan cobalah beberapa saat lagi.
"AHHH HINATAAAAA KAU KEMANA?"
Saat Naruto sedang teriak-teriak gajelas,dia mendengar langkah kaki dari arah belakang hatinya mulai senang,bak di traktir 100 mangkuk ramen, namun pada saat dia berbalik…
-To Be Continued-
