BAEKHYUN

( Remake dari novel Phoebe "CLAIRE" )

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, EXO's member.

Pairing : ChanBaek.

Rate : M.

Disclaimer : ini fanfic remake karya Phoebe "Claire" saya hanya merubah nama tokohnya saja. Sebelebihnya sesuai dengan novel aslinya.

...

Chapter 3

Memory : Third Man

First Love Temptation (after almost Three years latter)

"Baekhyun, cepat pulang! Ibu mengajakmu makan malam bersama tetangga flat yang lain!" suara Yongguk terdengar nyaring di telepon. Laki-laki itu seusia dengannya dan selalu menjadi temannya semenjak Baekhyun memiliki kemampuan yang cukup untuk keluar dari tempat Kangin meskipun ia masih harus melakukan pekerjaan itu untuk beberapa waktu lagi. Ia berhasil membujuk Kangin yang sudah bersikap seperti ayahnya agar Baekhyun bisa tinggal di tempat lain. Sekarang Baekhyun menyewa sebuah flat yang tidak jauh dari lingkungan Kangin untuk mempermudah mobilitasnya. Setelah hampir tiga tahun, Baekhyun akhirnya merasakan udara yang bebas juga.

"Memangnya kennappaa...hh?" Baekhyun mencoba untuk tidak mendesah.

"Kau sedang bekerja?" Yongguk berdecak.

"Ya!"

"Cepatlah selesaikan! Ada tetangga baru yang menyewa flat di lantai empat. Kita akan merayakan kedatangannya. Malam ini kau tidak usah kerja, aku akan mengganti uangnya!"

Mendengar ucapan Yongguk itu, Baekhyun merasa bersemangat. Yongguk seringkali melakukan ini jika ia ingin Baekhyun melakukan sesuatu. "Lima ratus, untuk dua jam?"

"Aku akan membayarmu semalaman! Sekarang juga aku menunggumu di halaman! Sekarang tutup teleponnya. Aku bisa gila mendengar desahanmu!"

Suara Yongguk tak terdengar lagi. Ia meminta Baekhyun menutup telepon tapi Yongguk sudah menutupnya lebih dulu. Baekhyun tertawa menyadari itu, lalu melempar ponselnya ke sisi lain ranjang. Dengan perlahan ia menggenggam bantal dan menatap pelanggannya.

"Cepat selesaikan. Aku punya urusan keluarga!"

Laki-laki itu memandangnya dengan kesal. "Aku membayarmu untuk ini!"

"Kalau kau bisa menyelesaikannya dalam tiga puluh detik, aku akan memberikannya secara gratis!" Laki-laki itu tersenyum, harga yang pantas.

...

Taksi yang segera ditemuinya membuat Baekhyun merasa beruntung. Ia sepertinya memang ditakdirkan untuk menghadiri acara itu. Yongguk sudah menunggunya di depan gedung flat sambil mengetuk-ngetukkan kakinya ke tanah. Ia memandangi Baekhyun yang menyongsongnya dengan tersenyum.

"Aku tidak terlambat, kan?" Baekhyun bergumam manja sambil menyelipkan tangannya ke lengan Yongguk.

"Ya, kau sangat terampil dalam pekerjaanmu, sepertinya! Kau berhasil menyelesaikannya dengan cepat."

Baekhyun tertawa. "Aku melakukan pekerjaan itu selama bertahun-tahun!"

"Harusnya kau sudah berhenti!"

"Beberapa bulan lagi. Aku juga tidak ingin melakukan itu selamanya!" Baekhyun merasakan Yongguk menarik tangannya masuk ke dalam flat. Yongguk adalah sahabat yang baik, Baekhyun harus mengakuinya. "Tentang tetangga kita itu, siapa?"

"Pasangan pengantin baru. Itu yang ibu katakan. Tapi kami belum mengundangnya untuk datang!"

"Bagaimana kalau aku yang memanggilnya?"

Yongguk melepaskan tangan Baekhyun yang digandengnya. "Pergilah! Berteriak saja jika tiba-tiba dia menghisap darahmu!"

Baekhyun tertawa lagi. Yongguk memandangnya yang berlarian menuju lantai teratas flat empat lantai itu. Kamar yang diujung itu, selama ini kosong. Sekarang sudah ada penghuninya. Baekhyun bertanya-tanya tentang seperti apa mereka. Tetangga yang baik atau tidak. Baekhyun tersenyum sambil menggerai rambutnya yang sekarang berwarna pirang lalu mengumpulkannya ke samping, ia selalu mengganti warna rambutnya beberapa bulan sekali. Baekhyun sudah tiba di depan pintu flat itu dan segera mengetuk pintu.

"God dag (selamat pagi)! Ada orang di rumah?" Baekhyun menunggu, tidak ada orang yang menjawab. Ia menunggu beberapa saat lalu mengulangi kata-katanya. Kali ini segera dijawab. Baekhyun mendengar jawaban samar itu dan meyakini kalau seorang wanita yang akan segera membuka pintu. Tidak salah lagi, begitu pintu terbuka, Baekhyun mendapati seorang gadis manis, bermata bulat dengan rambut panjangnya yang kecoklatan menatapnya heran.

"Anda siapa?" itu kata-katanya yang pertama.

"Aku?" Baekhyun mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah senyuman. "Aku Baekhyun. Tinggal di flat bawah. mengajakmu makan malam di flatnya, kau belum makan, kan?" seharusnya gadis itu tau kalau adalah pemilik flat ini. Seharusnya ia menyambut baik ajakan itu. Tapi Baekhyun mendengar jawaban yang sebaliknya, membuat ia merasa sedikit kecewa.

"Aku tidak bisa. Aku memang lapar, tapi aku sedang menunggu suamiku."

Baekhyun menggeleng tak mengerti. "Dia bisa menyusul nanti. Marilah, mengobrol dengan tetangga yang lain. Kau tidak takut sendirian dalam suasana gelap seperti itu?" Baekhyun memandang ke dalam ruangan flat. Mereka bahkan belum memiliki lampu padahal hari sudah malam.

"Aku sangat ingin, tapi tidak bisa. Aku harus menunggunya pulang."

"Baiklah." Baekhyun mendesah. "Kau tunggu di sini, aku akan membawakan lampu lalu kita mengobrol. Tunggu, ya?" Baekhyun tidak mau mendengar alasan apa-apa. Jika gadis itu tidak mau berkunjung ke flat , maka Baekhyun yang akan mengunjungi tempatnya. Anggaplah sebagai wujud keperduliannya terhadap tetangga. Sesampainya di bawah, Baekhyun melapor kepada atas penolakan gadis itu dan segera maklum. Ia menyuruh Yongguk membawakan galon air ke lantai atas. Baekhyun juga sempat mampir ke flatnya mengambil lampu lalu Yongguk membantunya memasangkan benda itu di flat yang baru berpenghuni. Sayangnya Yongguk tidak ingin berlama-lama, ia meninggalkan Baekhyun dan tetangga barunya.

Baekhyun sangat senang berbincang-bincang dengan gadis itu. Namanya Kim Kyungsoo, seorang gadis yang kelihatannya sangat polos. Ia bahkan menceritakan kalau dirinya -sama seperti Baekhyun- melakoni kawin lari dengan suaminya tanpa beban. Baekhyun baru sadar kalau Kyungsoo sudah bersuami. Wajahnya masih sangat remaja. Usianya baru dua puluh tahun dan sedang menjalani dongeng melarikan diri itu dengan penuh harapan yang datang bersama dengan kecemasan. Baekhyun tersenyum getir saat mendengar cerita itu, ia teringat akan Sehun dan kembali mengulas nasibnya hingga saat ini. Apakah Kyungsoo akan berakhir sebagai pelacur juga seperti dirinya? Tapi Baekhyun sama sekali tidak ingin mengungkit cerita itu dan menakut-nakuti Kyungsoo. Ia berusaha untuk tertawa seolah-olah semua yang diucapkannya adalah lelucon. Di pertengahan obrolan mereka tiba-tiba pintu dibuka dan Baekhyun terdiam lama. Seorang laki-laki yang dikenalnya masuk dan duduk di sebelah Kyungsoo. Ia menahan napasnya beberapa lama dan membuang wajahnya dari laki-laki itu sejenak. Kim Jongin.

...

Baekhyun ingin menghindar. Ingin menjauh. Tapi Kyungsoo mungkin merasa kalau Baekhyun adalah tetangga terdekatnya sehingga Kyungsoo sangat rajin mendekati Baekhyun. Lama kelamaan Baekhyun tidak bisa lagi menghindar. Ia sudah telanjur menyayangi Kyungsoo meskipun cerita romantis Kyungsoo tentang suaminya selalu membuat Baekhyun sangat iri. Ia bahkan beberapa kali bicara dengan Jongin dan berusaha menganggap kalau sekarang mereka hanya teman meskipun tidak dapat dipungkiri kalau Baekhyun mulai kembali membangun harapan. Jongin adalah suami dari sahabatnya, Kyungsoo dan ia tau membangun harapan seperti itu akan menyakiti dirinya sendiri. Karena itulah Baekhyun berusaha keras untuk bisa bersahabat dengan Jongin. Selama ini itulah yang terjadi. Jongin bahkan meminta Baekhyun menjaga Kyungsoo dan Baekhyun selalu berusaha membantu apapun yang mereka perlukan. Hingga suatu ketika, harapan itu datang lagi. Kim Jongin yang tampaknya mengetahui tentang profesi Baekhyun datang ke flatnya dan menunjukan keperduliannya. Baekhyun benar-benar tidak bisa menahan diri lagi dan ia memulai semuanya. Sebuah ciuman mesra diberikan dengan sepenuh hati untuk laki-laki pertama yang dicintainya itu. Baekhyun tidak pernah menyangka kalau Jongin akan menerimanya. Jongin bahkan melakukan lebih dari itu. Mereka bercinta lagi.

Tangisannya tidak mungkin bisa membayar semua itu meskipun ia sudah membasahi dirinya dengan air dingin selama semalaman. Baekhyun merasa kalau dirinya adalah wanita yang paling jahat di dunia. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal itu? Bagaimana mungkin ia tertarik untuk bercinta dengan suami sahabatnya? Jika saja Jongin tidak menyebut nama Kyungsoo, mungkin Baekhyun tidak akan sadar dengan kesalahannya. Mungkin saja ia dan Jongin akan terus melakukan kesalahan itu berkali-kali. Tapi semalam adalah hari tersial dalam hidupnya belakangan ini. Bukan karena ia bercinta dengan laki-laki yang bukan suaminya, Baekhyun sudah terbiasa untuk tidur dengan banyak laki-laki karena itu memang pekerjaannya. Tapi karena Kyungsoo memergoki mereka sedang bercinta, memergoki Baekhyun yang sangat menikmati saat-saat bercinta dengan Kim Jongin. Ia benar-benar merasa bersalah.

Seharusnya Kyungsoo masuk dan menarik rambutnya. Seharusnya Kyungsoo mencaci maki betapa jalangnya Baekhyun karena sudah berusaha menggoda suaminya. Jika Kyungsoo melakukan itu, Baekhyun tidak mungkin memendam rasa bersalah yang berlipat-lipat. Tapi Kyungsoo malah memilih untuk lari meninggalkan mereka, Kyungsoo mengurung dirinya semalaman tanpa berkata apa-apa meskipun Baekhyun berdiri di depan pintu flatnya sehingga suasana flat empat lantai itu menjadi gaduh. Baekhyun sudah lelah berteriak, ia lelah meminta apapun atas kesalahannya. Anggaplah bahwa Kyungsoo butuh waktu membuat Baekhyun menunda keinginannya sampai pagi. Ia hanya mampu meratapi kesalahannya sampai saat ini. Tiba-tiba Baekhyun merasa dirinya kotor. Lebih kotor bila dibandingkan dengan melayani banyak laki-laki selama ini.

"Baekhyun , kau bisa sakit kalau seperti ini!"

Baekhyun memandangi Yongguk sekilas, laki-laki itu putra pemilik flat yang selama ini bersikap baik kepadanya. Tapi semalam sikap dan semua orang berubah kepadanya, kecuali Yongguk. Ia dan Yongguk sudah berteman cukup lama, hanya Yongguk lah satu-satunya yang tidak mencaci makinya atas keributan yang terjadi di flat ini semalam. "Tinggalkan aku!"

Yongguk mendesah berat. "Aku kemari bukan untuk diusir, Baek. Aku ingin memberitahu padamu kalau Kyungsoo sudah keluar dari flatnya. Dokter Suho sudah datang dan kelihatannya berhasil membujuknya."

Baekhyun menatap Yongguk dengan perasaan heran. Dokter Suho? Ya, Baekhyun mengingat laki-laki itu. Suho adalah dokter yang menangani Kyungsoo saat wanita itu mengalami kecelakaan di rumah sakit. Saat di rumah sakit, Suho memang terlalu memperhatikan Kyungsoo, mereka sepertinya sudah saling mengenal sejak lama. Baekhyun segera beranjak dari kamar mandi flatnya dan keluar tanpa pakaian ganti. Penampilannya mungkin sangat kacau, tapi ia tidak sempat memperbaiki penampilannya. Baekhyun harus menemui Kyungsoo segera. Langkahnya berusaha menguak selebar mungkin demi sampai di lantai atas dengan cepat. Dari kejauhan Baekhyun bisa melihat Kyungsoo. Ia bersembunyi di balik punggung Suho, bersembunyi dari semua orang yang ingin melihatnya. Entah dari mana datangnya, Baekhyun menambah kecepatannya untuk berlari hingga ia berakhir dengan bersimpuh menghadapi Kyungsoo yang terhalang tubuh Suho. Baekhyun mengintip sedikit dan Baekhyun berusaha menggapai tangannya.

"Kyungsoo!" dan Baekhyun harus kecewa karena Kyungsoo kembali menenggelamkan dirinya lebih dalam di balik punggung Suho. "Kyungsoo maafkan aku. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Kami melakukan itu diluar kendali. Aku tidak berpikir panjang saat itu."

"Kita bisa bicarakan semua ini, kan?" Jongin juga ikut membujuk. Suaranya terdengar serius untuk Kyungsoo. Hanya Kyungsoo. "Aku tau kalau aku bersalah atas semua ini, tapi aku mencintaimu. Aku hanya mencintaimu bukan orang lain!"

"Apa yang terjadi?" Suho bergumam, pemilik flat empat lantai itu berdesis kesal lalu menunjuk Jongin dan Baekhyun bergantian. "Kyungsoo memergokinya bercinta dengan perempuan ini. Kau tau betapa sakitnya dia? Suaminya berselingkuh dengan orang yang setiap hari bersamanya. Aku tidak pernah mempermasalahkan pekerjaan wanita ini sebagai pelacur, karena itu aku menerimanya tinggal di sini. Tapi kejadian ini pasti membuat Kyungsoo sakit hati, akupun yang melihatnya juga sakit hati."

"Astaga, Kyung." Suho terdengar mengerang. Dirinya sama sekali tidak menyangka dengan apapun yang terjadi saat ini. Kyungsoo pasti sangat kecewa. "Aku pernah bertanya padamu, apakah kau bahagia atau tidak. Kau mengatakan ya, aku harap kebahagiaanmu sebanding dengan apa yang kau tinggalkan. Tapi kalau begini tidak ada yang bisa dibilang sebanding..."

"Siapa kau sebenarnya?" Jongin memotong ucapan Suho dengan nada heran.

"Aku Kim Suho. Jika bukan karenamu, Baekhyun adalah calon istriku."

Baekhyun tidak pernah mengerti tentang hubungan rumit mereka, yang diketahuinya adalah masa lalunya dengan Jongin. Mereka sepasang kekasih, lalu berpisah. Setelah bertahun-tahun, mereka bertemu lagi sebagai tetangga di flat ini. Dan Jongin ternyata sudah menikah dengan Kyungsoo yang sudah dekat dengan Baekhyun sejak awal pertemuan mereka. Baekhyun merasa kalau dirinya sangat sial dan seharusnya tidak hidup di dunia ini. Ia kecewa karena Sehun meninggalkannya setelah mereka melarikan diri ke Denmark. Sekarang ia nyaris saja membuat Jongin melakukan hal yang sama kepada Kyungsoo.

"Sekarang, apa yang akan kau lakukan?" Suho melanjutkan ucapannya lagi sambil menoleh kepada Kyungsoo yang bersembunyi di belakang tubuhnya. "Kau akan pulang? Aku akan siap mengantarkanmu pulang!"

Mendengar perkataan Suho itu, Kyungsoo berusaha untuk menghentikan tangisannya. Tapi kelihatannya ia kesulitan melakukan hal itu sehingga Kyungsoo memutuskan untuk terus menangis beberapa lama. Setelah merasa lebih tenang, Kyungsoo sedikit bergeser untuk melihat wajah suaminya dan ia bertindak seolah-olah Baekhyun tidak ada di sana. Baekhyun merasa semakin pedih.

"Katakan sesuatu!" ujarnya kepada Jongin. "Katakan sesuatu yang bisa mempertahankanku untuk tetap berada sisimu. Satu hal saja, dan aku akan tinggal!"

Jongin kelihatannya tak percaya karena Kyungsoo masih bersedia bersamanya. Tapi dia sudah membuat Kyungsoo sangat menderita. Baekhyun tidak mengerti apa yang sedang Jongin pikirkan. Tapi kata-kata Jongin selanjutnya membuat Baekhyun akan memembenci hidupnya selama-lamanya.

"Pulanglah, kau akan lebih bahagia dengan hidupmu yang seharusnya." Jongin berujar dengan kata-kata putus asa.

Baekhyun membenci Jongin saat itu. Sangat! Terlebih saat menyaksikan Kyungsoo pergi dan dia, sebagai suaminya tidak bisa mencegah. Baekhyun membenci Jongin yang melepaskan Kyungsoo, padahal Kyungsoo jelas-jelas masih ingin bersamanya. Melihat Kyungsoo berjalan di belakang Suho dengan kikuk membuat Baekhyun sedih. Apakah ada sesuatu hal yang bisa dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya? Ia tidak bisa membiarkan Kyungsoo dan Jongin berpisah. Baekhyun menoleh kepada Jongin sejenak hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengejar Kyungsoo menuju lantai terbawah. Langkahnya sangat lemah, ritual menyiksa diri semalaman menghambat langkah-langkahnya untuk mengejar Kyungsoo. Baekhyun masih berusaha sekuat tenaga hingga ia berhasil menggenggam tangan Kyungsoo sebelum wanita itu masuk ke mobil. Ia menatap Kyungsoo dan berharap Kyungsoo mau memandangnya. Sayangnya tidak, Kyungsoo berontak untuk melepaskan tangannya dari genggaman Baekhyun dan memutuskan untuk segera menghilang ke dalam mobil. Kyungsoo tidak perduli meskipun Baekhyun memanggil-manggil namanya.

"Sudahlah, Baek. Dia tidak mau bicara denganmu sekarang!" Yongguk berusaha menenangkan. Baekhyun bahkan tidak sadar kalau laki-laki itu terus mengikutinya sejak tadi. Ingatannya hanya berfokus pada Kyungsoo dan rasa bersalah yang mendesak di dadanya. Baekhyun memandang mobil milik Suho, lebih berharap. Tapi mereka terlalu segera memutuskan untuk pergi. Baekhyun putus asa.

"Kyungsoo!"

"Baekhyun!"

"Aku tidak bisa membiarkannya pergi. Aku sudah bersikap terlalu buruk kepadanya. Hidupku sudah buruk dan semakin buruk setelah ini. Hanya Kyungsoo satu-satunya yang ku miliki..."

"Kau masih memilikiku!" Yongguk memotong kata-kata Baekhyun dengan ucapan tegas. Saat melihat Baekhyun terpaku menatapnya, Yongguk berusaha meraih tubuh Baekhyun dan memeluknya erat-erat. "Masih ada aku, Baek! Aku saja sudah cukup, kan? Kau tidak perlu orang lain jika ada aku. Aku berjanji!"

Baekhyun mengangguk. Ya, masih ada Yongguk. Baekhyun merasa lebih baik bersama Yongguk hingga akhirnya, Yongguk pun pergi meninggalkannya.

TBC...

Terimakasih udah ngasih review..

Chapter 1, 2, dan 3 itu hanya buat 'MEMORY' atau masa lalunya Baekhyun,,

Cerita yang sebenarnya baru dimulai di Chapter 4.

ini ChanBaek kok jdi nanti Chanyeol pasti muncul, tunggu aja..