What Happend In School?

by

Agnes Raisya

a.k.a

Yunjae Child

cast : dbsk/tvxq , exo , dll

main pairing : yunjae, taoris

rating : T - M

warning : gaje , yaoi , typo , boyxboy , bad summary ,dll

genre : ?

desclaimer : this story is mine , but yunjae and taoris are belong to theris parents

summary : apa yang terjadi di sebuah sekolah yang didominasi namja?

PREVIEW

"ah.. jung sajang memang orang yang baik.. kita tidak perlu repot memindahkan semua barang ini.." ujar jaejoong kemudian memakan soup yang ia buat, sebuah senyuman kecil terlihat dari bibir namja cantik tersebut.

CHAPTER 3

"gegeeee... dimana kaus kakiku?" teriak tao dari dalam kamarnya

'sigh... anak itu selalu saja...' gerutu jaejoong dalam hati

"ada di laci paling bawah tao-ie.." jaejoong balas berteriak karena ia juga sedang sibuk membersih kan piring sehabis mereka sarapan.

Tao keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tas berukuran sedang yang jaejoong yakini berisikan uku-buku pelajaran dan tentu saja berseragam lengkap dengan dasi berwarna merah garis garis biru ciri khas dari SMHS

"gege... mengapa tidak bersiap-siap?" tanya tao sambil duduk disofa memakai kaus kakinya

"arraseo.. aku hanya ingin beres-beres sebentar untuk yang teraakhir kalinya di rumah ini tao-ie.. mulai besok akan ada pekerjaan yang lebih berat yang harus aku lakukan disetiap paginya.." celoteh jaejoong panjang lebar kemudian meletakan piring itu pada tempat yang seharusnya dan bergabung dengan tao memakai kaus kaki dan sepatu mereka masing-masing

"ge... siapa sebenarnya jung sajang? Apakah dia orang jahat ge? " tao menatap jaejoong dengan tatapan penuh rasa ingin tahu, tapi tao hanya mendapat gelengan kepala dari jaejoong

"mollayo tao-ie.. sepertinya dia orang yang baik.." itu yang perasaan jaejoong katakan saat pertama kali melihat jung sajangnim di tempat latihan bela diri mereka. Tao hanya bisa mengangguk dan mengikuti jaejoong yang sudah keluar dari rumahnya menuju sekolah baru mereka

-AKTF-

FLASHBACK

Jaejoong dan tao merupakan murid dari sekolah bela diri yang terkenal dikorea, awalnya saat jaejoong berumur 5 tahun ia ditinggal oleh orang tuanya di sebuah taman bermain, saat itu ada seorang namja yang berumur sektiar 34 tahun yang datang menghampiri jaejoong yang sedang menangis karena tidak bisa menemukan orang tuanya.

"hikss.. hikss.. e..eomma.. a..appa..." tangis jaejoong kecil menarik perhatian para pengunjung yang ada di sekita taman bermain tersebut. Tetapi tidak ada seorang pun yang datang menolong jaejoong sampai pada akhirnya

"adik kecil.. apa yang kau lakukan disini?" adaseseorang namja yang kebetulan lewat dan melihat jaejoong menangis sendirian. Dengan memeluk boneka kelinci yang berukuran setengah dari badannya ini jaejoong memberanikan diri menatap namja yang sedang berjongkok didepannya

"j..joongie tidak hikss.. menemukan hikss.. eommaaa.." ujar jaejoong dengan air mata yang tak henti-hentinya mengucur (?) *adoh bahasa -_-* dari mata doenya yang bulat dan besar itu.

"ah.. apa joongie hilang?" tanya namja tersebut. Jaejoong hanya bisa mengangguk-angguk karena ia sendiri juga takut pada namja dihadapannya ini.

"a..ahjussi s..siapa?" tanya jaejoong memberanikan diri menatap mata namja itu

"ah.. annyeong joongieya.. Tan Hankyung imnida.." namja tadi memperkenalkan dirinya pada jaejoong

"a..apakah ahjussi o..orang baik?" jaejoong bertanya lagi

"eum.. tentu saja joongie.. ahjussi akan membantu joongie mencarikan appa dan eomma joongie ne?" tawar hankyung kemudian mencubit pelan pipi gembul jaejoong kecil

"jinjjayo ahjussi?" mata jaejoong berbinar-binar mendengar perkataan hankyung

"nee.. tapi karena sekarang sudah malam.. kita pulang ke rumah ahjussi dulu ne?" kemudian hankyung mengendong jaejoong yang tampak kelelahan karena menangis terus, dan entah mengapa jaejoong hanya mengangguk kemudian memeluk leher hankyung dengan tangan kiri dan memegang boneka kelincinya erat-erat dengan tangan kanan dan mengistirahatkan kepalanya di pundak hankyung. Hanykung hanya bisa tersenyum melihat jaejoong dan pergi dari taman bermain itu dan menuju mobilnya agar bisa pulang. Di dalam mobil hankyung terus memandangi jaejoong dengan tatapan kasihan. Terlihat sekali wajah jaejoong yang kelelahan, dia tertidur dengan sangat nyenyak. 'joongie.. ahjussi janji akan merawat mu dan menganggapmu sebagai anakku.. tega sekali eomma dan appa mu meninggalkan anak kecil seimut dirimu..' hankyung berjanji seperti itu karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri orang tua jaejoong meninggalkan jaejoong yang sedang bermain memasukan gelang ke dalam botol karena jaejoong sangat menginginkan boneka kelinci tersebut. Saat jaejoong mendapatkan bonekanya ia berbalik dan tidak menemukan kedua orang tuanya. Disaat itulah.. jaejoong menangis dan hankyung datang menghampirinya. Dan mulai saat itu jaejoong tinggal di rumah hankyung yang kebetulan dia juga membuka usaha sebuah sekolah bela diri dan jaejoong mengikuti sekolah tersebut.

-AKTF-

1 tahun 2 tahun 3 tahun berlalu.. kini jaejoong sudah berumur 8 tahun dia terbiasa bangun pagi dan memasak untuk 'appa'nya tetapi pagi ini berbeda dari pagi-pagi biasanya. Pada hari minggu ini saat jaejoong sedang menyiapkan roti di dapur dan hankyung duduk di meja makan menunggu roti buatan jaejoong, bel pintu rumah mereka berbunyi

TENG NONG TENG NONG

"appa akan membukanya.. joongie masak saja ne.." ujar hankyung

"ne appa.." dan jaejoong pun kembali sibuk memoleskan selai stoberi pada roti yang ia buat

Saat hankyung membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat seorang anak laki-laki dengan wajah yang memar-memar dengan secarik kertas ditangannya. Segera saja ia mengendong anak kecil tersebut dan membawanya masuk kedalam rumah dan mendudukannya disofa

"hei..." sapa hankyung "siapa namamu?" tanyanya pada anak kecil yang terlihat bingung

"huang zi tao.." jawab anak tersebut dengan wajah datar

"tao-ie.. apa yang kau lakukan didepan rumah ahjussi?" tanya hankyung dengan nada yang dibuat selembut mungkin agar tao tidak terkejut

"ini.. kata appa tao harus tinggal di alamat ini.." tao menatap hankyung kemudian menyerahkan secarik kertas pada hankyung. Disitu benar tertuliskan alamat rumahnya. Hankyung membolak-balikan kertas tersebut dan menemukan sebuah nomor telepon. Nanti ia berniat ingin menelepon nomor tersebut

"appa.. sarapan sudah si-.. eh?" kata-kata jaejoong terhenti kemudian dia meletakan roti yang telah ia buat di atas meja makan dan menghampiri ayahnya. Jaejoong bingung melihat anak kecil bermata seperti pandan pipi yang chuby dan rambut yang terlihat halus duduk di sofa rumahnya

"nuguya?" tanya jaejoong pada appanya kemudian menatap tao dengan tatapan bingung. Tao hanya bisa menundukan kepalanya dan menggerakan kaki-kakinya kedepan kebelakang karena gugup dan ada sedikit rasa takut dalam dirinya

"ah.. joongie.. ini tao.. dia akan tinggal bersama kita mulai dari sekarang.." jelas hankyung kemudian mengelus kepala jaejoong dan tao secara bersamaan. Tanpa diduga jaejoong meraih tangan mungil tao dengan tangan mungil miliknya dan mengajak tao berkenalan

"annyeong tao-ie.. kim jaejoong imnida.." sapa tao dengan senyuman khas seorang anak kecil, tao menatapnya dengan tatapan bingung dan kemudian tersenyum lebar

"annyeong ge.. huang zi tao imnida.." balas tao menyapa

"eoh.. kau bersalah dari china ne? Sama seperti appa.. hehehehe.." tawa jaejoong . kemudian tao ikut tertawa karena melihat wajah jaejoong sementara hankyung hanya tersenyum dan menggelenglkan kepalanya pelan

"sekarang joongie ajak tao kekamar dan berikan tao bajumu yang sudah kekecilan dan ajak tao makan bersama kita ne?" perintah hankyung kemudian jaejoong menarik tangan tao pelan dan membawanya menaiki tangga menuju kamarnya, sedangkan hankyung berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan sebuah roti lagi untuk tao.

JAEJOONG ROOM

Tao sedang duduk dikasur yang ada di kamar itu, meperhatikan jaejoong yang sedang membongkar lemarinya untuk menemukan baju yang pas untuk tao.

"nah.. baju ini cocok untukmu tao-ie.." kata jaejong kemudian menyerahkan sebuah piyama untuk tao. Piyama tersebut bercorak panda yang sangat mirip dengan wajah tao

"pakai piyama ini lalu turun ne? Appa pasti sudah menyiapkan sarapan untukmu.. ppali nee.." kata jaejoong sambil tersenyum kemudian keluar dari kamarnya

Tao tampak bingung , tapi ia juga senang. Keluarganya tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Ayah dan ibunya selalu bertengkar bahkan tao sering dipukuli oleh ayahnya. Dia menangis dalam diam di kamar jaejoong, kemudian dia sadar sekarang sudah ada dua orang yang baik padanya dan sebuah rumah yang nyaman penuh dengan kasih sayang dan canda tawa itu saja sudah cukup bagi tao. Dia kemudian menghapus air matanya dan memakai piyama yang jaejoong berikan

'tao tidak boleh bersedih, mulai dari sekarang tao akan hidup bersama joongie ge dan tao tidak akan sendirian..' tao berjanji dalam hatinya kemudian dia tersenyum dan keluar dari kamar jaejoong menuruni tangga menuju meja makan dimana hankyung dan jaejoong telah menunggunya.

Kemudian tao kecil duduk di meja makan dengan posisi jaejoong berada di seberangnya dan hankyung berada di sebelah kirinya

"taoiee.." panggil hankyung

"nee? " sahut tao

"apakah kau suka bela diri?" tanya hankyung

"eum.. tao belum pernah coba tapi sepertinya menarik.." jawab tao kemudian melahap rotinya

"neee tao.. bela diri itu memang sangat menyenangkan.." kali ini jaejoong kecil yang berbicara

"apakah kau berniat untuk sekolah bela diri?" tawar hankyung

Tao kecil mengangguk dengan semangat "nee ahjussi.." jawab tao dengan mata yang berbinar-binar

"panggil saja appa ne? Karena mulai sekarang tao akan tinggal bersama dengan appa.." kata hankyung kemudian mengelus rambut tao dengan sayang

"khkh.. nee appa.." ujar tao dengan wajah yang mulai memerah

"jadi.. tao akan bersekolah bersama joongie kan appa?" kata jaejoong yang tampak sangat senang, ditambah dengan hankyung dan tao yang mengangguk bersama membuat jaejoong semakin senang

"asssaaa.. joongie punya teman dan juga adik.. hehehe.." tawa jaejoong kecil.. karena wajah jaejoong yang lucu saat tertawa membuat tao dan hankyung juga tertawa. Pagi menjelang siang ini diiringi dengan banyak kejutan dan banyak kebahagiaan baru bagi orang orang di rumah ini.

Dan mulai saat itulah tao dan juga jaejoong mengikuti sekolah bela diri yang didirikan oleh hankyung selama 7 tahun mereka tekun berlatih bela diri hingga mereka banyak mendapatkan piala entah itu lomba atau tampil di panggung panggung, membuat hankyung yang sudah tidak muda lagi menjadi bangga akan keduanya, tetapi kebahagiaan mereka harus tergantikan olah duka yang mendalam.

TBC

hayoooo apa yang terjadi nih sama jaejoong tao dan hankyung? tunggu di chapter depan ya, sepertinya changmin bakal muncul di chapter 5 hoho~ mian ne :D makasih juga chingu buat saran sama riviewnya ^^ mohon riview lagi ne? :* :* /ciumin readers/ *di tampar reader* (?)

DarkLiliy : nee makasih banyak ya sarannya :D ini harunya rated T dulu tapi lupa dan ga ngerti cara gantinya :D bakal lebih perhatiin eydnya kok :D riview lagi ya chingu ^^

Wu Zi Rae KTS : sip :D ini udah dipanjangin kok :D riview lagi ya :D

gwansim84 : tentu aja dong ada changkyu.. mereka couple favorite aku juga kok :D riview lagi ne ^^

huangxitao7 : aigoo.. arraseo chingu :D nanti aku buat satu chapter khusus yunjae , satu chapter khusus taoris gitu kok :D mohon riview lagi ya :3

YasKhun : gomawo udah mau setia sama ff ini :D nee bakal aku banyakin kok ^^ btw on the busway nih (?) itu semua rahasia :p aku bakal apdet cepet kok :D tunggu aja ne~ tapi bocorin satu deh, yunho changmin kris itu bersaudara cuman beda marga karena appa yunho dan eomma kris yang bersaudara otomatis eommanya kris nikah sama laki-laki yang marganya wu makanya kris pake marga wu dah yunho tetep pake marga jung :D manggil agnes/ nes juga boleh biar akrab ^^ riview lagi ya chingu :D

mian ne kalo masih banyak kesalahan maklum ini ff pertama yang aku post^^ tunggu chap selanjutnya ne? /love sign/ 3