Ketemu lagi dengan Ao di fic ini. Maaf karena sekali lagi Ao telat Update karena masalah di dunia nyata yang makin memusingkan dengan tugas dan tuntutan belajar untuk menghadapi Try Out disekolah Ao (lihat di bio Ao). Dan Ao mungkin akan update setiap akhir minggu jadi harap maklum. Oke sekarang Ao akan buka Header Review ;

Ayu.p. : Hehe, udah lanjut nih. Review lagi, ya !

Fuyuko Katsukawa : Makasih, review lagi, ya..

Lulu-chan : Oke, ini udah lanjut..

RevmeMaki :Huwaa, makasih..

Mizuki Shikitei : Ao nggak bisa janji karena chap. ini pun bisa dibilang lumayan pendek.


...~The Crown Prince~...

.

Chapter 3

.

Kamichama Karin & Chu is Koge Donbo's Mine

The Crown Prince is Ao's Mine

.

Pairing : Jin Kuga x Kazusa Kujyou

.

Chara : Jin Kuga,Kazusa Kujyou,Kazune Kujyou,Hanazono Karin,Himeka Kojyou,Michiru Nishikiori, dlsb.

.

Warning : OOC, miss typo, AU, GaJe, aneh, diskripsi yg nggak jelas, pokoknya ancur deh, dlsb.

.

A/N : Jika terdapat kesamaan nama selain Chara, tempat, dan apapun yang ada diFic ini. Harap maklumi karena semua yang ada disini adalah murni dari kepala Ao. Mungkin Ao hanya sedikit menambahkan sedikit inspirasi dari Fanfic lain (hehehe).

.

Happy Reading, Good Review

.


Chapter Sebelumnya :

"Aku pasti akan segera menaklukkanmu, Ny. Kuga" kata Jin dengan senyum yang seolah meyakinkan bahwa perempuan dalam foto itu akan menjadi pendamping hidupnya.


Keesokan harinya,

Terlihat Jin sudah akan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, sekarang ia akan melangkah keluar kamarnya. Saat ia menutuk pintunya, Michi sudah menyambutnya dengan menu sarapan di meja.

"Ohayou, Pangeran Jin"

"Ohayou, Michi. Hey, jangan kau memanggilku dengan panggilan begitu dong." Kata Jin kecut.

"Oh, sudahlah. Ayo kita makan" ajak Michi cekikikan melihat raut wajah orang yang sedang dilindunginya.

Saat di perjalanan menuju sekolah, mereka-Jin-Michi berpapasan dengan rombongan Kazune-Himeka-Kazusa-Karin.

"Ohayou, Jin-Michi" ucap mereka-Kazune dkk pada Jin dan Michi.

"Ohayou juga," jawab mereka ramah. Mereka pun berjalan bersamaan.

"Hey, apakah kalian sudah mengerjakan tugas bahasa jepang kalian ?" tanya Jin.

"Sudah, memangnya kenapa ? jangan-jangan kau belum mengerjakannya, ya !" tanya balik Kazune penuh selidik yang langsung tepat sasaran.

"Iya, great. Tepat sasaran. Jadi apa boleh aku meminjam bukumu ?"

"Tidak bisa lagi pula aku kan tidak sekelas denganmu, kau dikelas berapa aku dikelas berapa coba." Doong Jin merasa seperti orang bodoh menanyai hal seperti itu. Kazune pun menambahkan,

"Lagi pula yang sekelas denganmu kan cuma Kazusa dan temanmu, Michi." Kata Kazune.

Deg, Deg, Deg, mendengar nama 'dia' saja sudah membuat hati Jin berdebar-debar. Ia pun melihat kearah Kazusa yang sedang sibuk sendiri bercanda bersama Karin, Himeka, dan Michi (?). Entah berapa lama Jin memandang Kazusa, ia tak tahu bahwa Kazune sedang memperhatikannya.

"Hey, jangan bilang kalau kau suka sama adikku, Kazusa !," mendengar itu Jin langsung terkesiap dan berusaha meredamkan debaran cintanya.

"Memangnya kalau iya kenapa ?" kata Jin berani. Mendengar itu, Kazune langsung tertawa kecil (?).

"Hahaha, kau berani juga rupanya. Yah, jika itu perasaanmu yang sebenarnya maka rebutlah ia dan bahagiakan. Berjanjilah padaku." Ucap Kazune dengan stay cool membuat Jin terpana (OMG).

"Baiklah, aku berjanji" Jin pun mengangguk-angguk mengiyakan. Selama beberapa bulan terakhir Jin dan Michi mendapat teman-teman baru seperti Kazune dkk. Dan langsung akrab seperti sekarang ini.

Sesampainya di sekolah,

"Kyaaaa, JIINNN"

"Kyaaaaa, MICHIIII"

"kyaaaaaa, KAZUNEEE," yah, itulah suara teriak yang membahana badai (loh, kok udah kayak syahrini, ya) yang selama beberapa bulan ini terus menyambut mereka saat memasuki area sekolah. Yup, itulah para Jin's, Michirian, dan para Kazuner's. Mereka adalah kelompok fans dari Jin, Michi dan Kazune.

"Huhh, mulai lagi deh" kata Kazune menghela nafas.

"Ahay, para fans-fansku tercinta" seru Michi melambaikan tangannya pada Michirian, yang langsung saja membuat mereka pingsan di tempat (?).

"Hei, Michi. Apakah kau tidak bisa tidak mengabaikan fans-fansmu itu ?" tanya Karin (ini dialognya baru kelihatan).

"Aku tidak bisa. Kan di Ista... eh maksudku sewaktu aku SD kan tidak ada fans kayak gini" kata Michi segera menutup mulutnya dan menutupi kegugupannya lalu melihat kearah Jin yang mengeluarkan deathglare ke arah Michi.

'Dasar, Michi. Selalu saja kelepasan' ucap Jin dalam hati. Ketika mereka telah sampai dikelas masing-masing. Jin memberanikan diri menghampiri meja Kazusa yang tak jauh dari tempat duduknya. Dilihat Kazusa sedang melamun entah apa pikirannya.

"Oh, hai Kazusa" sapa Jin seraya mengambil duduk didepannya. Kazusa terlihat kaget dan cepat-cepat kembali ke alam sadarnya.

"Oh, oh. Hai Jin. Ada apa ?" tanya Kazusa yang langsung memandang matanya. Hening sesaat, mata mereka beradu beberapa saat. Saat mereka tersadar, suasana canggung melimuti mereka. akhirnya Jin pun membuka pembicaraan karena tak tahan dengan suasananya.

"Em, Kazusa. Boleh aku pinjam buku tugas bahasa Jepangmu ? aku tidak tahu bagaimana cara ngerjainnya dan Michi tak mau memperlihatkan bukunya padaku." Jelas Jin panjang lebar.

"Ya, aku tadi mendengarnya juga saat kau berbicara dengan Onii-chan saat menuju sekolah." Jawab Kazusa sambil tersenyum klepek-klepek. Jin kaget apakah ia mendengar percakapannya terakhir dengan Kazune, 'Oh tidak, aku tak tahu kalau ia ada disampingku tadi, apakah ia mendengar tadi, ya?' batinnya.

"Eh, em, apakah kau mendengar percakapanku yang terakhir dengan Onii-chan mu ?" tanya Jin takut-takut.

"Eh, yang terakhir, kayaknya tidak karena tadi sedikit ribut. Jadi aku tidak sempat mendengarnya. Memangnya ada apa dengan itu ?" kata Kazusa mengingat-ingat. Jin pun menghela nafas lega.

"Oh, ini buku tugasku. Tapi cepat kembalikan, ya !" ingat Kazusa, Jin pun mengangguk semangat.

"Oh, Arigatou, Kazusa. Kau baik sekali," seru Jin tersenyum saat berlari meninggalkan Kazusa yang blushing mendengar perkataannya. Kazusa pun menunduk menyembunyikan debaran jantungnya lalu ia menggumam pelan,

"Aku, aku, aku mendengar pembicaraan kalian hingga akhir." gumamnya.


FLASHBACK

Waktu itu, Kazusa berada disamping Jin karena Michi mengambil posisi disamping Karin dan Himeka lalu Onii-channya sedang asyik mengobrol dengan Jin. Awalnya, Kazusa hanya ingin mencuri-curi topic pembicaraan Jin dan Onii-channya tapi ia terkaget-kaget sendiri ketika mendengar suatu hal yang seharusnya tak ia dengar.

"Hey, jangan bilang kalau kau suka sama adikku, Kazusa !,"

"Memangnya kalau iya kenapa ?"

"Hahaha, kau berani juga rupanya. Yah, jika itu perasaanmu yang sebenarnya maka rebutlah ia dan bahagiakan. Berjanjilah padaku"

"Baiklah, aku berjanji."

FLASHBACK END


~SKIP TIME~


"Huf, cape'nya." Seru Jin sambil menghempaskan dirinya ditempat tidur empuknya. Ia pun segera mengambil remote speaker-nya dan menyalakan lagu kesukaannya.

Taisetsu na hitobito sono yasashisa ni

dikelilingi dengan segala kebaikan dari orang terkasih,

Tsutsumarete ayumidasu Anata e to

aku mulai berjalan ke arahmu,

Kagayakashii omoide Kizamareta mama

dengan kilauan memori yang terukir di dalam hatiku

Kaze wa aoru minato e tsuzuku michi

hempasan angin mendorongku menuju ke dermaga,

Itoshii sono hito wo omou

aku memikirkan orang terkasih itu,

Kimochi wa fuyu wo koeteyuku

perasaanku akan terus bertahan meski sampai musim dingin

Azayaka na kisetsu Aa Hana ga saku no wo

di musim yang cerah, ah. tanpa menunggu bunga mulai bermekaran pun,

Matsu koto naku fune wa yuku Mada minu basho e

kapal ini mulai berlayar,

Shizuka ni moeru honoo wa

menuju tempat yang tak pasti,

Dare ni mo kese wa shinai kara

api yg mulai terbakar secara diam2 ini,

Umi wo wataru kobune wa tooku

tak ada seorangpun yang bisa menghentikannya.

Negai wo komete daichi wo motomeru

kapal kecil ini mulai berlayar di lautan,

Sou watashi no kokoro wa hitotsu

berharap dengan segenap hatinya untuk menemukan pulau nun jauh di seberang,

Eien no chikai wo sono te ni yudanete

ahh, keinginanku hanya satu, yaitu menjaga janji kekal ini dengan kedua tanganku

Ima Watashi ni sadame no toki wo

saat ini, denting suara lonceng memberitahuku bahwa takdirku sudah tiba,

Tsugu kane no ne ga narihibiiteiru

ahh anemone, anemone-ku..

Aa anemone Aa anemone

seiring bunga2 bermekaran memenuhi bukit dengan warna merah

Ano oka wo akaku someyuku koro ni wa

aku berjalan menuju ke arahmu

Anata e to

ahh menuju dirimu...

Tabidatteiru

Anata e to Tabidatte Aa

Anata e to

ahh menuju dirimu...

Entah kenapa, ketika mendengar lagu ini pikiran Jin melayang membayangkan wajah Kazusa yang manis, hiasan kelinci yang selalu dipakainya dan tutur katanya yang sopan yang membuat Jin selalu berdebar-debar. 'Ah, apa ini yang dinamakan cinta, ya? Tapi aku belum siap mengatakannya didepannya' batin Jin. Akhirnya ia tertidur dengan posisi tangan memegang dadanya.

"Aku pasti akan mendapatkan hatimu itu" kata Jin. Perlahan-lahan matanya tertutup mengalahkan kesadarannya dan pada akhirnya membawanya pada alam mimpi.


~TBC~


Akhirnya selesai, Ao sengaja masukin lagu biar rame ficnya dan juga buat nutupin kekurangan Ao. Judul lagunya "L'Arc en Ciel - Anemone" gomen, karena Ao translate artinya asal-asalan. kyaaa, Ao memang cieler's banget jadi nggak apa2kan kalau Ao masukin lagu penyanyi kesukaan Ao, kan ?. dengan sangat mohon, Ao butuh dukungan lewat Review supaya bisa semangatin Ao baik didunia nyata maupun didunia per-fanfic-an.


R

E

V

I

E

W