Secret Love

Cast : Luhan , Oh Sehun

Rating : T

Genre : romance , drama, school life,lit bit hurt(?), comedy

WARNING!

BOYxBOY , BL, YAOI, GAJE, TYPO, ANEH:v, KATA-KATANYA ANCUR, SINETRON MODE ON, CERITA PASARAN.

Summary :

Luhan sangat menyukai seseorang yang berbeda kelas dengannya, tetapi ia mencintai dalam diam. Apakah Luhan akan mengutakan perasaannya kepada orang tersebut?

ZzzxHan

.

.

Luhan sangat bosan di rumahnya, tidak ada yang perlu di kerjakan di kamarnya. Ia mengecek ponselnya, ada sebuah pesan masuk dan luhan segera membukanya, ia berdecak malas dan tidak berniat untuk membalasnya.

From : Byun Bee~

Baby hyungie.. jangan lupa untuk berkencan nanti.. persiapkan dirimu~^o^9

"Apa-apaan dia, memaksaku berkencan," luhan mengerucutkan bibirnya, masalahnya baekhyun memaksanya untuk berkencan hari minggu ini, dan parahnya ia sudah menentukan tempat dan waktunya.

FLASHBACK

"Eum.. Lu, aku menyuruhmu ahh ani MEMAKSAMU , untuk berkencan dengan seseorang!" ujar baekhyun dan menekan kata 'memaksa' itu.

"EH?!" mata rusa luhan melebar , dan mulutnya menganga.

"Aku menuryuruhmu untuk berkencan dengan pilihanku," ujar baekhyun gemas sambil memakan kripik kentang yang sudah berada di tangannya.

"Berkencan?" luhan masih tidak paham dengan ucapan sahabatnya ini.

"IYA! Pokoknya besok lusa kau harus berkencan dengannya! Tempatnya di Rouru cafe, pukul 3 sore." Ujar baekhyun tenang, "A-aku..-" belum menyelesaikan ucapannya baekhyun langsung memotong pembicaraannya dan berkata "Tidak ada penolakkan! Titik!"

Luhan hanya bisa pasrah, dan menghela nafas panjang.

FLASHBACK END

.

.

.

Sudah pukul 3 sore, luhan sudah bersiap-siap untuk pergi kencan-terapksa- dengan seseorang pilihan baekhyun. Ia memakai celana jeans, kaos berwarna putih yang bergambar beruang pink/yang kek logo SM/ugh sangat imut sekali. Luhan menggunakan bus umum, saat luhan ingin keluar dari bus ia melihat sehun di cafe yang akan di kunjungi.

Saat ia akan masuk ia melihat sehun keluar dari cafe tersebut sambil menggumamkan sesuatu yang ia tidak mengerti. Tidak ingin di ketahui oleh sehun bahwa ia sedang melihatnya, ia bersembunyi di balik tembok cafe. Saat luhan akan keluar sehun sepertinya menyadari bila ada orang yang memperhatikannya, dan akhirnya sehun pergi menggunakan mobilnya.

"Hahh.. untung saja tidak ketahuan," ujar luhan senang, ia memasukki kedalam cafe untuk menemui teman kencannya.

Saat luhan masuk, ia melihat di sekeliling tempat duduk untuk mencari keberadaan teman kencannya. Hampir semua lelaki yang ia lihat di cafe duduk bersama kekasihnya, AH! Ia tidak tahu siapa teman kencan pilihan baekhyun, apa teman kencannya lelaki atau wanita. Tetapi ada seseorang gadis yang duduk sendirian, saat luhan ingin kesana ia mendapatkan pesan masuk dari baekhyun

From : Byun Bee~

Dia duduk di nomor 20. Kau pasti bingung mencarinya, HWAITING!^o^

Luhan langsung mengunci ponselnya, dan pergi ke meja 20. "Ehm.. chogi-yo, apa kau teman byun baekhyun?" luhan bertanya sambil mengertutkan keningnya. Ia takut salah orang!

"Aahh.. rupanya kau yang menjadi teman kencanku, silahkan duduk." Ujar gadis itu sambil tersenyum, luhan tertegun saat gadis itu tersenyum ia mengingatkan kepada sehun. Luhan kau terlalu rindu sehun sampai begini!

"Mari kita pergi ke taman bermain," ajak gadis itu dan di beri anggukan oleh luhan.

.

.

.

Sesampainya di taman bermain, mereka duduk di kursi dengan membawa dua cup es krim vanilla, dan membawa dua boneka beruang dan rusa. Sepertinya mereka kelelahan bermain wahana yang berada di taman bermain.

"Oppa, kau tahu tahun ini aku akan masuk ke sekolahmu." Ujar gadis itu sambil memakan es krimnya dengan imut. "Oh ya? Wahh aku senang kau akan bersekolah disana. Yak! Kau makan es krim seperti anak kecil." Luhan yang tersenyum lalu membersihkan noda es krim di dekat mulut gadis itu.

Luhan dan Sasa-gadis itu- bertatapan lalu mereka mengalihkan pandangan. Sasa yang melihat luhan terdapat noda es krim juga membersihkannya. "Oppa, kau ini juga seperti anak kecil. Lihat noda es krim-mu lebih banyak dari padaku," Sasa yang membersihkan noda es krim menggunakkan tisu, dan berdecak malas. Pasalnya luhan mengatakan dia seperti anak kecil, tetapi luhan sendiri yang lebih seperti anak kecil yang baru masuk tk. Dan akhirnya mereka berdua tertawa karena kelakuan mereka.

.

.

.

Setelah berkencan luhan pergi ke apartemen baekhyun, ia akan memberikan oleh-oleh untuk baekhyun saat di taman yaitu sekotak cupcakes red velvet dan stroberi.

TING TONG

Luhan memencet bel apartemen baekhyun, ia akan menceritakan kencannya dengan sasa. Tetapi baekhyun tidak kunjung membuka pintu. 'Dimana anak itu? Apa ia pergi?' Pikir luhan. Luhan menelfon baekhyun, tetapi tidak ada jawaban.

Akhirnya sekian lama menunggu baekhyun yang tak kunjung datang, luhan pergi menuju apartemennya. Saat luhan sudah berada di lobi apartemennya, ia melihat sehun disana. 'APA YANG IA LAKUKAN DISINI?!' Pikir luhan, kau tidak tau saja lu. Bahwa sehun tinggal di apartemen yang sama denganmu.

Luhan memasuki lift dan ia buru-buru menekan tombol, saat pintu akan ditutup datanglah sehun lalu membuka paksa lift yang akan ditutup. Sehun masuk dan memejamkan matanya, saat luhan ingin menekan tombol tiba-tiba sehun ikut menekan tombol itu juga. Pipi luhan memanas, ia membutuhkan oksigen sekarang. Apalagi di lift mereka hanya ada mereka berdua! Luhan melihat kearah mata sehun, lalu ia memutuskan kontaknya. Luhan menunduk malu, dan sekarang jarak mereka berdua sangat dekat karena sehun memajukan wajahnya kearah luhan.

CHUU~

Tanpa sehun sadari, ia telah mencium bibir pink luhan yang rasanya manis. Luhan shock oleh perbuatan sehun, tetapi akhirnya ia pun menutup mata. Dan saat sehun dan luhan sedang berciuman seperti menyalurkan perasaan mereka, pintu lift terbuka dan menampilkan seorang BYUN BAEKHYUN dengan mata yang melebar sangat sempurnya.

"WHAT THE HELL?!" Teriakan baekhyun yang membuat acara berciuman tadi terlepas.

Ini pasti akan ada pidato sepanjang tembok China yang akan luhan dengar dari mulut baekhyun. Siap-siap saja telinga luhan dibawa ke rumah sakit.

.

.

.

Sekarang Luhan dan Sehun sudah berada di kamar Luhan, mereka sudah mengira akan di introgasi oleh seorang Byun Baekhyun.

"Jadi... jelaskan apa yang kalian lakukan di lift tadi, hah?!" Ujar Baekhyun dengan suara lantang dan menatap Hunhan dengan sinis.

Mereka berdua tidak ada yang menjawab, Sehun melihat Baekhyun malas tetapi ia takut sedari tadi. Tiba-tiba Luhan berdiri, "Ahh, aku akan membawakan min-"

"Luhan, kembali duduk." Baekhyun yang memotong pembicaraan Luhan, karena ia pasti akan kabur. "Jadi jelaskan apa yang kalian lakukan tadi!"

"Eum, hyung. Ini bukan salah Luhan," Sehun angkat bicara, "Aku tidak sadar mencium Luhan." Jelas Sehun.

"Tetapi mengapa kalian menikmati ciuman kalian, hah?! Dan Lu, kau menutup mata! Astaga!" Ujar Baekhyun tidak mau kalah.

Luhan akhirnya angkat bicara, "Baek, kami yang berciuman. Kenapa malah kau yang marah? Seharusnya kan aku yang marah, lagian aku menyukainya." Ujar Luhan polos dan mengecilkan suara menyukainya, tetapi Baekhyun dan Sehun mendengarnya mereka pun melebarkan matanya. Sehun tidak percaya apa yang Luhan katakan, ia sangat senang. Berbeda dengan Baekhyun, ia malah kesal dan bingung. Baekhyun ingin Luhan dengan seseorang yang sabar, lembut. Bukan Oh Sehun, yang sangat jauh dari sabar, dan lembut.

"Apa kau bilang? Lu! Kau... ah, sudahlah aku ingin pulang saja," final Baekhyun, ia kesal dan malu. Akhirnya Baekhyun keluar dari apartemen Luhan dan membawa kotak cupcakesnya dari Luhan.

Suasana pun menjadi canggung, akhirnya Luhan pun pergi ke dapur untuk membawakan minum untuk Sehun. Sehun mencuri pandang kearah Luhan yang sedang membuat minum, mereka sering bertatapan sebentar dan membuat pipi Luhan merona. Luhan pun kembali ke tempat duduk sambil membawa minuman untuk Sehun.

"Eum, tidak usah repot-repot. Aku disini tidak lama," ujar Sehun.

"Tidak apa-apa. Pasti kau haus kan? Silahkan diminum, Sehun-ssi." Ujar Luhan.

Akhirnya Sehun meminum minuman buatan Luhan, "Luhan-ssi, maafkan aku saat di lift tadi." Ujar Sehun canggung, sambil menggaruk tengkuk yang tiba-tiba menjadi gatal.

Luhan menundukan wajahnya, "Ahh... aku juga maaf karena lancang menyukai itu," tidak sadar bila Luhan berkata seperti itu membuat Sehun senyum selebar lima jari.

"Luhan-ssi, kalau begitu aku pulang dulu. Terima kasih atas minumannya." Ujar Sehun berdiri, dan disusul oleh Luhan dari belakang, "Tak usah sungkan, kau boleh kemari lain kali." Ujar Luhan sambil tersenyum manis.

Akhirnya mereka sampai di pintu, saat Sehun akan pergi Luhan menahan tangan Sehun. Luhan merapihkan rambut Sehun yang berantakan, "Rambutmu berantakan. Nah sekarang sudah rapi," perlakuan Luhan membuat detak jantung Sehun berdetak diatas normal. Mereka seperti pengantin baru, yang suaminya akan pergi bekerja. Ahh indah sekali~

.

.

.

Saat sampai di apartemen Sehun teriak sangat keras seperti orang gila. Ia masih tidak percaya, bahwa Little deer-NYA menyukai ciumannya. Pasti bila Luhan menyukai ciumannya, ia juga suka dengannya.

PLAK

Tiba-tiba sebuah botol deodorant mengenai kepala Sehun, benda sialan itu sangat menggangu acara teriak di dalam apartemen. Sehun menatap seorang yang melempar benda sialan itu dengan sangat kesal. Dan yang melempar botol deodorant itu-Saehyun- menatap wajah Sehun dengan malas.

"Oh Saehyun! Kau dasar bocah sialan. Kau membuat moodku rusak bodoh," Teriak Sehun kepada adiknya ini.

"Kau sangat berisik oppa, kau ini mengerti tidak? Huh, masa bodoh dengan moodmu." Ujar Saehyun dan kembali memainkan ponselnya.

Sehun pun masuk ke kamarnya, ia membuka ponselnya lalu mengetik sebuah pesan untuk seseorang. Setelah mengirim pesan ia pun tertidur dengan keadaan sangat senang.

.

.

.

Tebece~

Haiiii!

Maaf gw baru lanjutin ni ff:v apa masih ada yang nunggu ni ff?:" terima kasih sekalii:*

Kita sibuk banget bulan ini, dari pas daftar SMA trus ngurus2in buat MPLS ampe pulang sore. Dan sedihnya laptop buat kita nulis ama publish dibawa kaka kita buat kuliah:") ahh syedih diriku~ /Lah napa malah curhat?/ maapin yaa:"))) yodah sekian cuap-cuap gaje ini~

Sampai bertemu di chap depan gaes^^ lopyuu

Review?

Thank You ^o^