Disclaimer :
Naruto itu.... punya saya!!! *dijitak*
Iya..iya.. punya om Masashi Kishimoto deh.... *lirik-lirik sebel*
Genre :
Romance, Friendship, hm... mungkin sedikit Humor...
Pair :
Neji x FemSasu
Note :
"Talk"
'Think'
THE BLUE RIBBON
~ A Girl???
By : Yuuka Akanaru
- Hitsurama Academy -
'Uwaaahh... Gawat! Gawat!' Sasuke turun dari mobil yang dikendarai oleh ayahnya, Fugaku.
"Sasuke! Tasmu tertinggal!" teriak Fugaku dari dalam mobil.
"Eh?" Sasuke kaget dan langsung berbalik untuk mengamil tasnya.
"Terima kasih, Tou-san!" Ia menutup pintu mobil dan langsung berlari menuju pintu gerbang. Fugaku hanya tersenyum melihatnya.
DONG DONG DONG....
Jam gedung berdentang sebanyak delapan kali, pertanda sudah saatnya jam pelajaran pertama dimulai. Sasuke menaiki anak tangga dengan terburu-buru sambil mengancingkan lengan kemejanya.
'Kak Tachi sialan! Kenapa gak bangun aku sih? Sekarang jadi terlambat deh...' umpat Sasuke dalam hati.
Sesampainya di lantai tiga, ia langsung berlari menuju kelasnya tanpa mempedulikan sekitarnya. Dari arah yang berlawanan, tampak seseorang yang juga sedang berlari.
BRUAGH!
"Huwaaaaaaaaa.........!"
"Kyaaaaaaaaaa..........!"
'Eh? 'kyaa...'...?'
Mereka berdua terjatuh.
"Hey! Kalau jalan pakai mata dong, bodoh!" maki Sasuke kesal. Matanya terbelalak saat melihat orang yang dimakinya.
'H...Hyuuga!'
"Kau yang bodoh! Dimana-mana juga mana orang jalan pakai kaki! Bukan pakai mata!" bentak Neji pada orang yang entah menabraknya atau ditabraknya. Matanya juga terbelalak saat melihat wajah orang yang dibentaknya.
'U...Uchiha!'
Mereka saling bertatapan selama beberapa detik dan langsung memalingkan wajahnya masing-masing.
'Cih! Hyuuga! Kenapa aku harus ketemu dia lagi sih?' pikir Sasuke, ia merasa wajahnya memanas. 'Kenapa aku?' ia memegang pipinya sendiri.
'Uchiha! Tapi... wajahnya itu terlalu manis untuk seorang laki-laki...' pikir Neji, ia merasa sesuatu yang panas menjalar di wajahnya.
Setelah tersadar dari lamunannya masing-masing, mereka langsung berlari menerjang pintu kelas dan....
-
-
-
-
-
"GYAAAAAAA.......!!!!"
BRUGH!Dan lepaslah sebelah daun pintu tak berdosa itu...
Mereka berdua terjatuh lagi. Neji terjatuh dengan posisi mencium lantai. Sedangkan Sasuke berhasil 'mendarat' dengan selamat di punggung Neji. Beberapa helai rambut panjang Neji ,asuk ke mulutnya. Dan Sasuke lebih kaget lagi saat melihat pita yang mengikat rambut panjang Neji.
'Pita itu... warna dan motifnya sama seperti punyaku!' batin Sasuke.
"Snif...snif..." Neji mengendus pelan. 'Kok kayak ada bau parfum cewek ya?' pikir Neji. Ia melirik pita pada pergelangan tangan kanan Sasuke. 'Mau dilihat bagaimanapun juga... warna dan motifnya tetap sama!' pikirnya.
"Ehm! Apa yang kalian lakukan!" tiba-tiba terdengar suara deheman dari belakang mereka.
'Mr. Ebisu!' Neji kaget.
"Heh! Bangun bodoh!" bisik Neji.
"Ini juga mau bangun, bodoh!" sahut Sasuke. Lalu mereka berdua berdiri.
"Maafkan kami !" ujar Neji membukukkan badan. Sasuke hanya mengikuti Neji.
"Cepat duduk di tempat kalian! Pelajaran pertama akan dimulai!" sahut Ebisu ketus. Sasuke dan Neji langsung menuju tempat duduknya tanpa bicara apapun.
"Ah.. ya! Kalian berdua, jam istirahat nanti temui saya di ruang guru!" ujarnya lagi.
"Ba.. baik!"
Jam istirahat, saat dimana seluruh murid datang berbondong-bondong menuju kantin. Tetapi tidak bagi dua orang Hyuuga dan Uchiha itu. Mereka baru saja dari ruang guru menemui Ebisu dan sekarang duduk diam di pojok belakang kelas, tempat duduk mereka.
"Hei... keluar.." kata Sasuke.
"Apa kau bilang?" tanya Neji.
"Aku bilang keluar... kau tidak dengar ya..bodoh!" jawab Sasuke.
"Mengapa tidak kau saja yang keluar, bodoh!" sahut Neji cuek.
"Lagian ngapain sih kamu ngikutin aku terus dari tadi?" tanya Sasuke.
"Heh... jangan ge-er ya... kamunya aja yang ngikutin aku terus, lagian ini memang tempat dudukku kok! Kalau gak suka pindah aja... pendek!" jawab Neji cuek (lagi).
"Mata katarak!" sahut Sasuke kesal. 'Sialan! Dikatain pendek lagi..' batinnya.
'Heh?! Berani ngelawan juga nih anak??' batin Neji. "Rambut ayam...." tidak seperti Sasuke, Neji menyahutnya dengan kalem. Tapi tetap saja itu membuat Sasuke tambah kesal.
'Hoh...? mau nyari ribut ya?' batin Sasuke. "Benchis kolong jembatan...." balas Sasuke, dingin.
JLEB!'Hegh! Apa dia bilang???' Neji kaget setengah idup.
"Bocah SD.." sahut Neji tidak mau kalah. (Ket (lagi) : Sasuke lebih pendek dari Neji tapi untuk ukuran cewek dia paling tinggi)
'Grrrhhh... orang ini benar-benar membuatku kesal!!!!' jerit Sasuke dalam hati.
Sementara itu terdengar ribut-ribut dari luar. Sasuke mengintip ke jendela yang ada di samping Neji.
"Hei! Bisa kau turunkan dia?" seorang gadis berambut biru menunjuk seekor kucing kecil yang sedang ketakutan di atas pohon di dekat jendela kelasnya. Sasuke dapat melihatnya dengan jelas dari jendela.
"Meooong..." kucing itu mengeong ketakutan.
"Tidak bisa, pohon itu terlalu tinggi." ujar seorang gadis berambut pink, Sakura.
"Tapi kasihan kan kalau tidak cepat-cepat diambil." Ujar seorang gadis berkuncir empat, Temari.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Neji yang sedari tadi merasa diperhatikan. (Ket : Tempat duduk Neji di samping jendela.)
"Siapa yang melihat ke arahmu, bodoh? Minggir!" Sasuke melompat duduk di pinggiran jendela.
"Hey! Mau apa kau? Ini lantai tiga!" seru Neji.
"Cerewet! Diam saja kau!" bentak Sasuke. Ia melompat dari jendela menuju salah satu dahan.
"Kyaaaaaaa...!!!!" anak-anak cewek di bawah pohon itu menjerit ketakutan saat melihat Sasuke terjun dari lantai tiga.
"Dia sudah gila!" gumam Neji. Ia bergegas menyusul Sasuke dengan tangga.
Sementara itu Sasuke sudah bertengger di salah satu dahan pohon dan mencari-cari sang kucing.
"Dimana kucingnya?" teriak Sasuke dari atas pohon.
" Itu! Disana!" tunjuk Sakura. Sasuke langsung menuju dahan yang ditunjuk Sakura dan menyelamatkan kucing kecil itu. Kemudian ia langsung melompat turun.
TAP!
Sasuke menyerahkan anak kucing itu pada Sakura. Hal itu membuat Sakura blushing.
"Te..terima kasih, Sasuke-kun.."
'Eh? Kenapa dia memanggilku Sasuke-kun?' pikir Sasuke.
"Kyaaa!! Sasuke-kun hebat!" Ino memeluk lengan Sasuke. Anak-anak perempuan yang ada disana memuji-muji Sasuke, ada yang meluk-meluk, ada yang ngedipin mata dengan genitnya, dll. Sedangkan Sasuke hanya memandang mereka dengan bingung. Tepat pada saat itu Neji telah sampai di tempat Sasuke.
PLOK!
Sasuke kaget saat seseorang menepuk bahunya.
"Eh? Ada apa?" Sasuke menoleh dan melihat beberapa tiga orang laki-laki yang lebih tinggi darinya. Salah seorang di antara mereka memakai pierching.
"Ikut kami!" laki-laki berpierching itu menyeret tangan Sasuke dengan paksa. Tepat saat itu, Neji sudah sampai di halaman tempat Sasuke berada. Ia melihat tiga orang tersebut menyeret Sasuke dengan paksa.
'Pein, Kisame, Zetsu.... anak-anak basket rupanya...' batin Neji. Neji mengikuti ketiga orang tersebut diam-diam.
Orang-orang itu membawa Sasuke ke gedung bagian belakang sekolah yang biasanya selalu sepi dan jarang ada orang disana. Orang berpierching tersebbut mendoromg tubuh Sasuke hingga membentur tembok.
"Hey! Jangan main kasar dong!" ujar Sasuke.
"Kamu itu yang seharusnya tahu diri!" ujar orang berpierching, menarik kerah kemaja Sasuke.
"Apa maksud kalian!?" Sasuke mulai kesal.
"Anak baru aja udah belagu! Padahal baru beberapa hari... udah sok populer! Sampe berlagak sok pahlawan lagi di depan para cewek" kata orang berambut biru. Ada beberapa bekas luka sayatan di pipinya.
"Jadi.... enaknya kita apain ya?" kata orang berpierching dan berambut biru.
"Heran deh! Padahal tampang kayak perempuan begitu! Apa bagusnya sih!" kata orang berambut hijau.
'Tampang kayak perempuan? Apa maksudnya?' batin Sasuke.
"Aku memang perempuan..." kata Sasuke.
"HAH!!!" orang berpierching tersebut terbelalak, kaget.
'Ekh??' Neji yang ikut menguping kaget.
~ To Be Continued.... ~
Nyehehehe..... akhirnya bisa apdet juga!
Kyaaa!! Senangnya! –teriak gaje- *dilemparin tomat busuk*
Balesan review nya ntar aja ya... lagi males ngetik!
Huweeeeee... T_T keriting jariku...
.
.
Kalo gitu....
Mohon Review, kritik, dan sarannya!
~ Yuuka Akanaru~
