A/N : GYAAAA!BANYAK BANGET TYPONYA CHAPTER SEMALAM! TYPO! Y U NO MENGHILANG SAJA?!Padahal udah saya cek 3 x kok gak ilang-ilang juga ya T-T
Gelaaaaa!The Raid 2 keren banget~~~~~~ i lop u Eka! *peluk-peluk Eka*
dengerin Mind Heistnya Zack Hemsey membuat jiwa kriminal bergentayangan disini
lalala langsung to the foint...
Hetalia Axis Power (c) Hidekaz Himaruya
.
London Skyline (c) shirokuro hime
warning!
typo berenang dimana-mana,terlalu banyak orang ganteng membuat anda mimisan,alur cerita abal-abal plus gaje
Read at your own risk~
Rintik-rintik hujan menetes di ibukota negara Inggris itu membuat suasana kota menjadi lembab.
lembab berarti dingin.
dan dingin berarti nyaman untuk tidur.
Flat yang tidak besar dan tidak kecil itu berdiri di pinggiran kota dengan corak khas Eropa membuat Flat yang berharga tidak terlalu mahal menjadi incaran seorang pemuda Indonesia.
Ia sendiri sekarang sedang memeluk gulingnya-berhubung orang Eropa tidak memakai guling untuk tidur ia membawanya langsung dari Indonesia.
Pemuda itu tampaknya sangat menikmati saja,perjalanan berkisar 21 jam dan baru bisa kembali ke flatnya ini pukul 10 ketinggalan suasana London yang lembab menjadi salah satu faktor untuk pemuda itu masih stand by di ranjangnya.
Ia tak menyadari fakta kalau seseorang sedang menunggu dengan bersungut-sungut di depan pintu flatnya.
pemuda yang menunggu itu menghentak-hentakkan sepatu kulitnya ke suara antara kulit dan beton beradu.
Berkali-kali ia melihat jam dan menatap tajam pintu berwarna coklat di depannya.
tak tahan ia menunggu ia pun berjalan mendekati pintu itu dan menarik ke bawah kenopnya.
CKLEK
'Perfect sekali...tidak dikunci..kalau aku tau pintu sialan ini tidak dikunci pasti aku sudah membukanya dari tadi '
ia mendongak sedikit untuk melihat ke langsung bergidik melihat ruangan -kertas tampak bertebaran di lantai,tak ketinggalan baju,kaus kaki,kemeja,kaos dan menanggalkan sepatunya dan menaruhnya rapi di samping pintu dan berjalan sedikit langsung memicing tajam saat melihat pemuda berambut hitam itu masih tidur di ranjangnya,dia menghela napas pelan.
"Raka"
tak ada jawaban
"Raka"
tak ada jawaban juga
"Raka.."kali ini ia sedikit membesarkan volume suaranya.
tak ada perubahan.
"Raka!"
Ia baru tahu kalau partner barunya ini seperti orang mati kalau tidur.
"RAKA!"
"GYAAAAAAAA!jangan serang gue!gue cuma punya kereta sekupi!"
.
"Adam!kenapa kau telat sekali?!"
"Maaf Gil,ada sedikit masalah.."
Pemuda berkebangsaan Jerman itu masih bersungut-sungut dan heran kenapa ia tak bisa diam barang sedetik ,ia akan sangat bersyukur kepada siapa saja yang bisa membuat dia diam.
"Oi!kau mendengarku tidak?"Teguran itu sukses membuyarkan lamunan Adam.
"Y-ya?"
Gilbert memukul jidatnya sendiri dengan tidak elitnya "MEIN GOTT ADAM!MEIN GOTT!"
"M-maaf...t-tapi itu sebenarnya itu bukan salahnya...itu salahku karena terlambat."
Gilbert memutar mata merah rubinya ke kanan dan memicingkan matanya ke pemuda yang berwajah tidak familiar di samping Adam.
"Sepupumu?" Tanya Gilbert santai sembari menunjuk ke Raka.
Pertanyaan bodoh—sudah tampak jelas perbedaan fisik mereka dan masih ada yang bisa bilang begini?
GENIUS
Adam menghela napas panjang dan berbisik ke Gilbert
Langsung saja Gilbert tertawa dan menepuk-nepuk punggung Raka-menghiraukan ekspresi terkejutnya.
"Wahahaha!jadi kau si rookie baru itu?salam kenal!aku agen lapangan sekaligus detektif ter-AWESOME sepanjang masa : Gilbert Beilchsmidth! Bahkan J*mes Bond kalah AWESOME-nya dengan aku! Gahahahahaha!siapa namamu,rookie?"Gilbert mengulurkan tangannya.
"R-Raka Almahendra"
Adam berdehem dan melipat tangannya di dadanya "sudah siap perkenalannya?"katanya ketus.
"Iya-iya,kami sudah siap bisa sabar"ejek Gilbert sambil menjulurkan lidahnya dan berpose aneh—kelewat aneh.
"S-siapa bisa sabar!"Tukas Adam cepat.
"lihat ada suami-istri sedang berantem~~"
"kalian tak pernah bisa akur hah?"
"SIAPA YANG SUAMI ISTRI?!"Bantah mereka serempak.
Antonio Fernandez Carriedo dan Francis Bonnefoy berdiri di hadapan mereka.
Lengkaplah Bad Touch Trio Detective ini sekarang.
"Oh ya kudengar kau dapat rekan baru ya Adam?"Tanya Antonio—seperti biasa ceria.
"ya,ini dia"Adam menunjuk ke sebelahnya.
"Francis Bonnefoy"
"Antonio Fernandez Carriedo"
"Raka Almahendra"
"ok,kita semua sudah lengkap…kalau begitu ayo masuk"
.
.
.
.
.
"A-anu.."
"Ya?"
Raka menggaruk pipinya sembari melihat tempat kejadian itu "kalau gak salah tempat ini bukannya sudah diperiksa?kenapa harus diperiksa lagi?"tanyanya.
"kau betul,mon ami…tapi.."
"tapi?"ulang Raka.
"itu cuma tim forensik yang memeriksa dan ada sedikit gangguan semalam makanya dilanjutkan hari ini"sambung Antonio.
Gilbert mendekati sebuah meja di situ—yang terdapat cipratan noda darah di kursi hadapannya terdapat plester-plester yang berbentuk orang.
"Ia tergeletak dengan kepala dipukul tepat di dahi"Gilbert menunjuk dahinya sendiri dan mengelus darah yang sudah kering di meja itu."pendarahannya hebat"
"Ia?"
"Kepala kepolisian Inggris"ucap Adam.
"Senjatanya?"
"Pipa karatan yang sudah diamankan tim forensik semalam"kata Gilbert lagi "ada sedikit lekukan di pipanya—pelakunya pasti orang berbadan besar atau kurang lebih 175 cm sampai 185 cm"Gilbert mengayunkan tangannya layaknya ia sedang megenggam
"ya saking kuatnya pak kepala kepolisian mati di tempat"
"motif?"
Francis menggeleng "masih misteri"
"Tapi entah kenapa aku punya firasat kalau yang ngelakuin itu mafia dari Russia itu loh..ng…siapa namanya…."kata Gilbert sembari memejamkan matanya—siapa tahu bisa membantu ingatannya untuk kembali
"maksudmu Solntsevskaya Bratva?" "ah itu dia,Antonio!Solntsevskaya Bratva!Organisasi Mafia terbesar di Russia!" "setahuku mereka terakhir kali terlihat di Malaysia dan Singapur kan?" "siapa tahu mereka mau selfie-selfie dulu di depan Big Ben atau mau bertemu dengan Ratu Elizabeth?" "kau saja sana pakai hastag asem-asem gak jelasmu itu" "AWESOME!bukan 'asem' Adam!"
TOK TOK
"Masuk"logat British yang kental dan khas langsung terdengar dari dalam.
"Ah kalian rupanya..."Arthur duduk di kursinya seperti biasa—ya,semua tampak biasa di ruangan pemuda yang mengaku gentleman itu kecuali ada luka dan bekas darah di sela mulutnya,vas bunga pecah,plus kertas-kertas bertebaran di karpet bercorak bendera Inggris.
"Bloody Hell,Arthur! Apa yang terjadi?!"pekik Gilbert terkejut melihat atasannya.
Arthur menghela nafas pelan dan mengambil sapu tangan yang juga bercorak bendera Inggris dan membersihkan darah itu dari mulutnya.
"Seperti datang"
"ooh…kirain apa.."kata Gilbert lega.
BUK!
"Apa maksudmu,Git?"seringai pemuda berambut merah yang masih menaruh kepalannya di kepala Gilbert.
"Dafuk!lo masih disini?!"
"siapa yang bilang kalau aku sudah pergi,Bloody Bastard?"ia kemudian mencengkram leher Gilbert dan mencekeknya dengan kedua tangannya.
"biwbbwihciwhbcuwgvuuwcugu (AMPUN!GUE KEHABISAN NAFAS!)"
"eh…"Raka berkata ragu-ragu sebelum Adam menyetopnya "biarin aja kaya' gitu,itu 2 orang gilak tiap hari emang kaya' gitu"
"Adam,itu…kata-katamu barusan..apa maksudnya?"sosok Allistor muncul tepat di belakang Adam yang sudah mulai menunjukkan gejala sweatdrop.
2 mayat sudah lengkap di ruangan itu—yang satu mati kehabisan nafas,yang satu lagi mati gara-gara penyet ditimpa.
"Jadi ada laporan baru?"Tanya Arthur kalem.
"gak ada sih…tapi kemungkinan..kemungkinan aja nih..kalau yang ngelakuin sih, Solntsevskaya Bratva yang dari Russia"Balas Francis.
"Kebetulan sekali.."Arthur bangkit dari tempat duduknya dan mengambil remote tv yang berada di meja kayu kecil di dekat jendela "lihat ini"
Tv dihidupkan dan nampaklah foto seorang pria bermata violet
"Ivan Braginski sedang berada di London"
.
.
To be continued…
.
.
OMAKE
"ARTHUR!"Allistor Kirkland—kakak dari Arthur Kirkland masuk ke ruangannya.
"ada ap-"
PRANG!
Entah karena apa pemuda berambut merah itu tiba-tiba terjatuh dengan elit—tangannya menepis piring teh tepat di meja sebelahnya membuat sebuah cangkir sukses pecah mengenai sisi mulut pemuda berambut blonde itu.
Kakinya menyentuh vas bunga disebelahnya dan membuatnya pecah,dan tangannya menarik beberapa lembar berkas yang dikerjakan Arthur.
"Sorry.."
"I'm Fine.."
.
.
A/N: Ah….akhirnya siap juga chapter setelah beberapa kali di rewrite…btw kalian ada yang bingung gak kenapa si Gilbert mengatakan : 'BLOODY HELL'?
Bikes….biarpun sya buat dia lahir di Jerman tapi ia tumbuh besar di Inggris..membuat dia berbicara dengan logat British dan kadang kala menyelipkan bahasa Jerman
Akhir kata…
Don forget to review okei?
