Thank being Born Yixing!

Seburuk atau sekejam apa pun kalimat yang ditujukan dari sahabatmu, tidak akan menambah rasa sakit hatimu, karena hati ini telah sakit sebelumnya. Luhan menatap jauh keluar jendela apartemen Sehun. Walau yang hanya terlihat adalah barisan awan dan kokohnya gedung-gedung sekitar, pikiran Luhan jauh mencapai kehidupan masa lalunya di panti. Waktu yang banyak dihabiskan nya dari bully-an para penghuni panti lainnya, ataupun hukuman yang tidak adil kadang didapatnya dengan alasan ibu panti sedang PMS. Hanya Lay, satu-satunya yang datang mengulurkan selimut ketika ia dihukum tidur dibasement. Hanya Lay, yang berani mencuri sepotong roti untuknya karena ia selalu merasa lapar.

Luhan sangat menyayangi Lay, karena hanya Lay yang menerima dia apa adanya. Pertama kali Luhan mengenal apa itu kasih sayang adalah dari Lay. Luhan sanggup mengorbankan apa saja demi Lay. Ia bahkan tidak rela bila Lay menerima hukuman dari panti. Karena dia tahu bagaimana rasanya di hukum. Luhan tidak mau Lay merasakan luka yang sama sepertinya. Luhan teringat ketika darah Lay tidak kunjung berhenti akibat teriris pisau dapur panti. Ia menangis memohon ibu panti untuk memanggilkan dokter. Tapi, tidak cukup dana untuk mereka mengakibatkan dokter tidak dapat memeriksa keadaan Lay. Dengan tekat yang kuat Luhan pergi ke perpustakaan kota, mencari tahu alasan kenapa darah Lay tidak kunjung berhenti dan menemukan jawabannya. Lay memang harus dijaga. Luhan tidak akan membiarkan Lay mengeluarkan darah lagi setetes pun. Janji Luhan.

Tidak seharusnya Luhan menuruti kemauan Lay dan Sehun untuk pergi meninggalkan tempat tinggalnya bersama Lay. Tempat yang pertama kali bisa dia sebut rumah, Lay membeli rumah itu dengan uang tabungannya selama menjadi penulis. Ia membiarkan Luhan mendekor dan menghias rumahnya semaunya. Membiarkan Luhan membuat daftar makanan yang terkadang sengaja ditelan Lay terpaksa karena Lay tidak suka. Lay benci wortel, tapi Luhan menganggap wortel bagus untuk Lay yang terus menatap layar laptopnya. Setiap Luhan memasak wortel, ia akan menunggu Lay untuk menelan wortel itu di depannya.

Luhan sangat rindu dengan sahabatnya yang sudah dianggapnya menjadi adiknya itu. Dia harus berbicara dengan Sehun untuk meminta pulang kerumah Lay.

...

Masih di balik laptopnya, Lay bahkan tidak sadar lagi ini sudah jam berapa. Kebiasaannya menulis dirumah hingga berganti hari, juga karena posisi duduknya di kafe adalah di sudut yang tenang. Membuatnya lupa akan tempat dan waktu.

" Kerja keras." Sapa JunMyeon sambil duduk di kursi depan Lay tanpa permisi.

" Oh. Apakah kalian akan tutup? Maafkan aku jadi lupa waktu begini." Kata Lay menatap sekelilingnya yang sudah sepi.

" Tenanglah. Kami akan buka sampai pagi untukmu jika kau masih betah disini. Kau penulis?." Ujar JunMyeon memakan balok gula di depan Lay.

" Ti-Tidak maksutku iya aku penulis. Tapi sepertinya aku akan pulang saja. Boleh minta bill nya?." Lay mengemas peralatannya dengan perasaan malu.

" Baiklah kalau kau ingin pulang. Kembali besok baru bill mu kuberikan. Kuanggap hari ini kau berhutang denganku." JunMyeon berdiri hendak mengantarkan Lay hingga ke pintu dengan senyuman nya.

Lay menatap aneh manusia di hadapannya. Bagaimana bisa masih ada orang yang lebih polos darinya, percaya memberi hutang pada orang yang baru dikenalnya tadi siang.

" Baiklah jangan salahkan aku jika bos mu marah padamu. Aku tidak berjanji besok akan kembali lagi." Kata Lay sambil keluar dari kafe tersebut

Lelaki yang ditinggalkan Lay tidak sedikitpun memudarkan senyumnya. Membiarkan Lay pergi dengan jawaban ketus. JunMyeon menatap tertarik pada Lay yang perlahan menjauh, manusia yang kesal karena tidak bisa membayar kopinya hari ini.

" Bos apa kami sudah boleh pulang?." Tanya seorang pemuda yang menunjukan wajah lelahnya pada JunMyeon

" Tentu Minseok hyung. Mari kita closed dan pulang." Jawab JunMyeon.

...

" Bisa kau beri alasan yang lebih rasional untuk ku terima?." Sehun berusaha menahan amarahnya.

Luhan seperti yang ia sudah perkirakan Sehun, pasti meminta izin untuk kembali pulang kerumah Lay. Sehun lelaki yang tumbuh dari keluarga bahagia, penuh dengan kasih sayang dan harta. Ibunya adalah orang pertama yang menerima hubungan Sehun dan Luhan. Merasa tidak tega melihat rengekan Sehun ketika akan membawa Luhan untuk diperkenalkan kepada ayah dan ibunya. Sehun tidak pernah tidak mendapatkan apa yang di inginkan. Ayahnya menerima keputusan Sehun karena dasar cinta nya kepada ibunya.

Sehun tidak habis pikir mengapa Luhan tidak juga menyadari bahwa Lay tidak menyukai hubungan mereka berdua. Jika Sehun bisa meyakinkan orangtua yang melahirkan dan membesarkannya kenapa Luhan tidak sedikit berkorban untuk hubungannya. Bukankah Lay tidak ada hubungan darah dengannya. Apa masalalu yang kelam selalu menjadi alasan Luhan tetap setia disamping Lay dan menerima apa yang Lay lakukan padanya. Sehun sangat mencintai Luhan, dia tidak akan sanggup melihat orang yang dicintainya tersakiti. Oleh siapapun itu.

" Sehun, memang aku merindukan nya. Bahkan malam ini aku masih bertanya apa dia sudah makan atau tidak. Kumohon Sehun biarkan aku pulang." Isak Luhan

" Luhan, dia akan baik-baik saja tanpamu. Tolong pikirkanlah kita. Aku tidak mau kelahi denganmu." Kata Sehun memohon pada Luhan.

Luhan luluh melihat Sehun memohon padanya seakan hanya Luhan tumpuan hidupnya kini. Mungkin lain kali Sehun yang akan luluh padanya. Pikir Luhan. Luhan jatuh di pelukan Sehun membawa semua risauan hatinya tentang hubungannya dengan Sehun, tentang Lay dan tentang kehidupan yang dia tidak tahu esok akan seperti apa.

...

Keesokannya, Lay entah dengan langkah terpaksa atau langkah kakinya sudah mengarah kesini. Ia menuju kafe yang sama dengan kemarin. Membawa peralatan menulisnya.

" Berapa hutangku?." Tanya Lay ketus

" Hai kau kembali." Sapa JunMyeon dengan senyumannya

" Daripada aku di lapori ke polisi karena 2 cangkir kopi. Berapa?." Tanya Lay masih ketus

" Duduklah dulu. Sini tempat favoritmu aku sudah bookingkan." JunMyeon menarik tangan Lay menempatkan Lay pada tempat duduk kemarinnya.

" Nah. Menulislah dulu. Aku ambilkan kopi buatanku." Kata JunMyeon dan meninggalkan Lay yang menatapnya dengan gemas.

Lay membuka laptopnya menatap sekelilingnya dan mulai menulis. Secangkir, dua cangkir dan tiga cangkir tak terasa banyak kopi dihabiskan Lay hari ini. Ia terus menulis tanpa berhenti. Hanya berhenti sejenak melihat sepasang remaja yang mungkin dulunya saling jatuh cinta sekarang saling menatap benci satu sama lain dan berteriak menunjukkan amarah masing-masing. Cinta memang memiliki seribu satu corak, cinta yang sanggup mengasihi, cinta yang saling setia, cinta yang bertahan, cinta yang membuat benci. Dan cinta yang masih banyak lagi, tapi hanya satu cinta yang tanpa pamrih dan tulus. Seketika Lay teringat sahabatnya Luhan. Cinta Luhan padanya merupakan salah satu cinta yang tulus. Luhan tidak pernah meminta balasan atas cinta kasih sayangnya. Luhan hanya ingin Lay mengerti dengan dirinya. Tanpa Luhan beritahu seharusnya Lay sadar akan keinginan sahabatnya itu. Lay jatuh terperosok dalam kesedihan nya sendiri. Baru ia sadar atas apa yang dilakukannya pada sahabatnya itu.

" Ngelamun?. Apa aku harus menunggumu menyelesaikan lamunanmu atau tulisanmu?." Tanya JunMyeon tepat di depan mata Lay

" Iya! Kenapa harus berbicara tepat di depan wajahku ini. Mana bill nya? Hari ini kalau tidak aku dapatkan aku tidak akan kesini lagi." Ancam Lay sambil merapikan peralatannya.

" Iya iya galak. Ini bill nya. Apa yang kau tulis? Fiksi remaja? Novel erotis? Atau dongeng?." Tanya JunMyeon penasaran.

" Kenapa kau penasaran? Aku menulis fiksi remaja yang isinya erotis dan penuh khayalan. Puas? Ini uangnya. Aku pulang." Lay pergi meninggalkan JunMyeon yang malah tertawa bahagia mendengar jawaban Lay.

Dasar sinting. Desah Lay dalam hati mendengar tawa JunMyeon yang besar.

...

TBC

Huaa udah chapter 3 saja. Semoga kalian masih tabah membaca tulisanku ini haha..

kasih reviews dong biar semakin semangat bikin nya (ngarep ^^ )

makasih buat reviews baru demiapa,ByeolBaek, anson ( yang reviews nya cuma kebaca di email) makasih ya makasih ^^

makasih juga yang udah follow dan fav kan kalian luaar luaar biasaa ^^