fandom : GRAVITATION by Murakami Maki
pairing : Taki x female!Tatsuha | Eiri x female!Shuichi
warning! OOC alert. Genderbender alert.
Matahari bersinar cerah namun nampak ditutupi kabut menyelimuti Tokyo pagi itu. Orang-orang mulai membuka pintu rumah dan jendela yang mereka tutup rapat-rapat di malam hari. Menutupi dan melindungi diri dari para halfter liar yang berkeliaran di malam hari mencari mangsa. Ketika di malam hari begitu mencekam dan ketakutan yang menyelimuti, kini semua orang bisa merasa aman dan lega selama matahari bersinar di luar sana. Meski di malam hari nanti mereka harus menutup diri kembali dari para halfter liar yang tak bisa menahan nafsu mereka menikmati daging dan darah para manusia.
Tatsuha telah siap dalam seragam putih dengan aksen garis hitam tebal pada tiap ujung pakaiannya, serta turtle-neck hitam yang menutupi lehernya. Ia mengambil scarf biru gelap untuk melindungi dirinya dari udara dingin di luar.
Sepanjang jalan kecil di area apartemen Tatsuha, orang-orang nampak sibuk membuka toko-toko maupun menjalankan aktivitas mereka di pagi hari. Para pekerja dan pemilik café mengeluarkan bangku dan meja serta menata dengan taplak dan vas bunga di depan café mungil mereka, kaca yang tertutupi embun dibersihkan dengan kain sehingga menunjukkan kilauan serta pemandangan suasana dalam café mereka. Para bakery tengah selesai memanggang roti-roti berwarna keemasan dari oven mereka. Wangi roti dan kopi tercium sepanjang jalan membuat para pekerja yang hendak ke kantor berhenti untuk membeli dan menikmatinya dalam perjalanan mereka ke tempat kerja masing-masing. Para penjual bunga mengeluarkan pot-pot serta keranjang-keranjang yang dipenuhi bunga warna-warni yang begitu harum dan segar. para pedagang surat kabar menawarkan berita-berita yang terjadi, berita buruk maupun baik. Termasuk berita mengenai korban para halfter liar yang membuat warga resah dan semakin berhati-hati.
Tatsuha berjalan menuju akademi NG. Co dengan sekantong roti isi serta susu kopi panas di tangannya. Headline bernada dingin dan nampak begitu sadis nan mencekam pada tiap surat kabar sudah menjadi sarapan sehari-hari bagi para penduduk biasa dan para hunter, baik profesional maupun calon hunter muda seperti Tatsuha.
Dari sepanjang jalan yang dilalui gadis itu mulai nampak di ujung seberang jalan besar yang ramai sebuah gedung megah dan modern berdiri kokoh berdampingan dengan bangunan bergaya Eropa kuno di belakangnya. Tatsuha memasuki gedung kaca yang paling megah di antaranya. Gedung pusat NG. Co yang juga menjadi jembatan antara kantor, laboratorium, rumah sakit, serta akademi di bawah nama Night Gaze. Co.
Hanya orang-orang tertentu seperti hunter, karyawan, dan para murid yang bisa keluar-masuk ke gedung tersebut dengan tanda pengenal khusus yang harus di-scan terlebih dahulu pada komputer yang terdapat di bagian depan gedung beserta meja bagian informasi yang berjejer bagai gerbang dengan para karyawan dan karyawati yang duduk menyambut orang-orang yang datang memasuki gedung, termasuk Tatsuha.
"Selamat pagi, Tatsuha-chan…!"
Tatsuha tersenyum ramah pada wanita yang menyambutnya dan menunjukkan kartu identitasnya pada komputer yang berdiri tegap di atas meja information center untuk di-scan terlebih dahulu.
"Selamat pagi, Mizuki-san… Apa kakakku sudah kembali dari tugas malamnya?"
"Sudah, seperti biasa… kembali dengan mengomel masalah hukuman yang diberikan padanya…,"
"Hukuman apa kali ini?"
"Kau tahu kakakmu bukan orang yang penyabar menghadapi halfter… Semakin para halfter liar itu melawan mempertahankan hak mereka, dia bisa semakin bawel soal undang-undang kependudukan legal dan keamanan para manusia serta halfter lain… dan kakakmu itu tak pernah absen dari hukuman atas sikap kasarnya jika menghadapi halfter yang keras kepala…,"
"Kurasa tak hanya halfter liar yang menjadi korban emosi abangku, manusia-manusia lain juga kena… seperti kakak perempuanku… Onii-chan dan Mika-nee-chan tak pernah absen berdebat dan mempertahankan kekeras-kepalaan mereka masing-masing…," Tatsuha menghela napas mengingat kedua kakaknya itu kerap kali berdebat, meski mereka memang sebenarnya selalu khawatir satu sama lain.
Tatsuha melambaikan tangannya pada wanita berambut coklat lurus pendek seleher bernama Mizuki itu setelah mengobrol sedikit. Belum sampai gadis itu melewati gerbang scan tubuh menuju gedung akademi di sebelah kanan meja informasi, nyaris perhatian semua orang tertuju pada Eiri yang berjalan masuk dari pintu depan gedung yang terbuka otomatis mempersilahkan sang hunter yang nampak asyik berdebat dengan kucing hitam yang bertengger di bahunya, meski kucing itu hanya mengeong menanggapinya.
Tatsuha ingin sekali menutupi wajahnya dengan ember melihat orang-orang yang menganggap sinting abangnya karena tak pernah tak terlihat sedang berbicara sendiri dengan seekor kucing yang terus menanggapinya dengan ngeongan.
"Coba saja kalau dia mau melawan melalui jalur hukum! Siapa di sini yang memang lebih mengerti hukum, hah?"
"Meong…"
"Aku bukan bersikap semena-mena, Shuu! Mereka saja yang tak bisa menghormati orang lain!"
"Meong…"
"Apa maksudmu aku darah tinggi?"
Mizuki berdiri dari bangkunya dan menunduk menyambut Eiri serta kucing hitam yang melompat membuat nyaman dirinya di atas meja kerja Mizuki. Sementara Eiri menerima beberapa lembar kertas dari sang karyawati yang murah senyum itu.
"Selamat pagi, Eiri-san… dan Shuu-chan…"
"Meong…"
"Pagi. Aku tak mau mengurusi lagi para pelanggar ilegal itu. Aku mau langsung pulang setelah mengisi absensi…!"
Mizuki dan Shuichi saling memandang dan wanita itu melempar senyum pada sang kucing. Shuichi sendiri melingkarkan tubuhnya dan membiarkan Mizuki mengelus lembut kepalanya.
"Yah… justru itu tugas anda, Eiri-san… menghadapi para halfter liar ilegal. Silakan, Shuu-chan…,"
Tatsuha selalu heran melihat Mizuki-san yang dengan santai memberikan mesin scan jari pada Shuichi dan membiarkan kucing itu mengescan telapak kaki depannya seperti Eiri mengescan tangannya untuk mengisi absensi. Bahkan kucing itu nampak memiliki kartu lisensi seperti layaknya partner dari Eiri. Entah mungkin Mizuki hanya senang bermain-main dengan si kucing yang selalu membuatnya tersenyum dan membiarkannya mengelus bulu-bulu lembut hitam pekat miliknya sehingga membiarkan Shuichi melakukan apa yang dilakukan majikannya setiap absen di NG. Co.
Tatsuha bergegas menuju gedung bergaya Eropa klasik di bagian belakang main building NG. Co yang merupakan area akademi dan perpustakaan bagi para calon hunter dan para halfter yang menimba ilmu secara legal di situ. Nantinya para calon hunter ini akan memiliki partner seorang halfter jika keduanya sudah lulus pendidikan dan lulus ujian serta mendapat ijin dan sertifikat sebagai partner berpasangan bekerja di bawah nama NG. Co.
Tatsuha menyapa teman-temannya di kelas. Ia langsung duduk di bangkunya dan menghabiskan sarapan yang ia bawa tadi. Pelajaran dimulai begitu bel berbunyi dan para guru telah siap di dalam kelas.
Terlihat jelas keseriusan gadis itu dalam menerima pelajaran. Inilah yang memang menjadi impian sang gadis sejak dahulu…
Setelah berpikir panjang atas cita-citanya yang tak jelas ketika ia lulus SMP, akhirnya Tatsuha memutuskan untuk mengikuti jejak abangnya sebagai hunter. Tatsuha yang sama sekali tak tahu apa yang harus ia lakukan jika telah lulus SMA nantinya kini akhirnya memiliki tujuan yang pasti setelah melihat beberapa temannya mengalami kejadian buruk yang berhubungan dengan penyerangan halfter liar. Diselimuti ketakutan setiap harinya membuat gadis itu memiliki keinginan untuk setidaknya bisa melindungi diri sendiri, hingga akhirnya ingin melindungi orang lain juga.
Tentu saja ia tak mendapat restu dari kedua kakaknya ketika Tatsuha mengutarakan cita-citanya. Namun kegigihan sang gadis membuat ayahnya yang pendeta kuil meminta agar anak sulung perempuan beserta suaminya menjaga sang anak bungsu yang berkeinginan keras. Mika dan Tohma menyanggupi. Bahkan pada awalnya Tohma menawarkan kamar asrama VIP sebagai tempat tinggal Tatsuha agar gadis itu tak perlu berjalan kaki ke akademi serta penjagaan ketat bila terjadi apa-apa. Tatsuha menolak dengan kesungguhan ingin memulai segalanya tanpa bantuan lebih dan perlakuan istimewa. Mika menghela napas namun tersenyum membiarkan adik bungsunya itu mengambil putusan sendiri. Di lain pihak, Eiri yang tak kunjung hilang perasaan cemasnya tetap saja berusaha membuat Tatsuha kembali pulang ke Kyoto mengambil pendidikan di SMA biasa.
"… Katanya ada yang melihat Aizawa Taki berkeliaran, loh!"
Tatsuha menaruh jari telunjuknya di depan bibir meminta temannya mengecilkan volume suara dalam perpustakaan. Gadis berambut panjang lurus nyaris sepinggang di hadapannya spontan menutup mulut begitu beberapa siswa berbisik memintanya untuk tenang.
Tatsuha menaruh beberapa buku tebal di samping meja sambil membuka catatan. Ia memilih bangku yang dekat dengan rak-rak buku yang tersusun rapi nan megah dalam perpustakaan di akademi. Sementara gadis yang menemaninya bertugas membuka-buka data pada komputer untuk menyusun tugas dari guru mereka. Begitu ada nama 'Aizawa Taki' muncul pada layar komputer, gadis itu kembali menggeser bangkunya menuju Tatsuha yang duduk di sebelahnya.
"Lihat… halfter satu ini begitu berbahaya… nampaknya ia tak pernah absen dalam setiap berita yang terjadi…," sang gadis berbisik memelankan suaranya. Tatsuha hanya menghela napas, "Ayaka, semua orang tahu 'Aizawa Taki' adalah halfter ganas… masalahnya, dia bukan pokok bahasan tugas kita…,"
"Kadang aku berpikir bagaimana kalau Hiro-kun berhadapan dengan halfter ganas… pasti menyeramkan… dia pernah cerita ketika berpatroli dengan K-san, mereka harus kejar-kejaran dulu…," Tatsuha menggeleng sembari membiarkan sahabat sejak kecilnya itu mengoceh. Namun sebelum ocehan Ayaka semakin panjang, Tatsuha mengutarakan hal yang membuatnya penasaran sejak lama mengenai sahabatnya itu.
"Ayaka-chan… kau… tak apa-apa… berpacaran dengan seorang werewolf…?" tanya Tatsuha penasaran. Ayaka mengangkat alisnya lalu tersenyum.
"Yah, pada awalnya aku ragu ketika dia mengutarakan perasaannya, tapi begitu ia menunjukkan kesungguhannya dengan mendaftarkan diri sebagai halfter legal dan sudah disuntik hormon… terlebih ia menjadi hunter dan melakukan tugasnya dengan baik… aku membuka hatiku untuknya…,"
Tatsuha takjub pada kebesaran hati Ayaka sahabatnya sejak kecil itu. Tak hanya ia berjuang meyakinkan kedua orang tuanya bahwa hubungannya dengan Hiro begitu serius, ia bahkan turut memutuskan mengikuti pendidikan hunter begitu tahu bahwa kekasihnya telah lulus menjadi seorang hunter berlisensi. Akhirnya kedua orang tua Ayaka merestui hubungan anaknya dengan halfter yang dicintainya.
"Kalau aku sudah lulus nanti, aku ingin mendaftar untuk menjadi partner Hiro…!"
"Ssssssst...!" Ayaka kembali buru-buru menutup mulut ketika para pengunjung perpustakaan memintanya tenang.
Ayaka cekikian canggung pada Tatsuha yang tersenyum kecil di sampingnya.
Partner…
Nyaris semua para calon hunter telah menemukan sahabat-sahabat yang bisa mereka ajak bekerja sama mendaftarkan diri menjadi partner pada tahun ke tiga mereka. Tatsuha sendiri belum menemukan orang yang bisa dan mau menjadi partnernya nanti. Meski semua orang mengatakan tak apa-apa, Tatsuha sendiri merasa khawatir dan sedih jikalau nantinya ia tetap tak menemukan partner sebagai hunter berlisensi.
TBC
