Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto
Warning: Miss Typo , Gaje , OOC , OC , Au , dll , dsb , dst
Pair : NarutoxFemHaku (mungkin?)
Don't Like Don't Look
Keep Silent and Keep Reading
Suasana sore di Konoha sangatlah tenang , para penduduk sibuk membereskan jualannya masing-masing , beberapa orang tua pun terlihat menjemput anaknya dari taman bermain , Aman , indah dan tenang itulah gambaran untuk sore hari di Desa Konoha...
Didepan Akademi tampak seorang anak kecil berambut kuning sedang duduk dengan santai diayunan yang tersedia disebuah pohon didepan akademi tersebut . Orang-orang yang melihatnya pasti mengira Naruto sedang melamun atau sudah tidak waras lagi...Well yang terjadi sebenarnya Naruto sedang mendengarkan penjelasan dari Kyuubi atau yang sekarang menjadi Ibu angkatnya , Kyuubi telah memberitahukan tentang Kitsune No Me (Fox's eyes) teknik mata legendaris yang hanya dimiliki Ratu dari Siluman Rubah...bagaimana Naruto mendapatkannya itu karena Kyuubi yang tak lain merupakan Ratu dari para Siluman sendirilah yang dengan sukarela atau bisa dibilang tidak sengaja memberikannya kepada Naruto..Well Ibu Naruto Kushina Uzumaki dan Neneknya Mito Uzumaki yang dulu juga menjadi Host Kyuubi juga memilik teknik mata ini (Bingung? Sama author juga bingung - -) jelasnya para Juubi yang terkurung didalam tubuh seseorang yang menjadi Hostnya secara otomatis membuat darah dan raga mereka bersatu dengan darah hostnya , maka dari itu kekuatan yang dimiliki para Juubi perlahan seiring dengan berjalannya waktu akan menyerap dan bersatu dengan tubuh Hostnya , itulah yang terjadi dengan Naruto..Kyuubi yang merupakan pemilik Kitsune No Me menurunkan kekuatannya kepada Naruto...(masih bingung? - - lewatkan saja yah - -) , Kyuubi juga menjelaskan tentang kelebihan dari teknik mata Kitsune No Me...Katanya dengan mata ini pemiliknya tidak hanya dapat melihat pergerakan lawan atau juga bergerak dengan kecepatan yang luar biasa namun juga dapat menguasai kelima elemen perubahan cakra Katon , Futon , Raiton , Doton dan Suiton atau bisa dibilang Naruto sekarang telah menjadi The leader of the five elements setelah Kyuubi tentunya , terus bagaimana cara mengaktifkannya dan menonaktifkannya , lalu tentang penyerangan yang dilakukan Kyuubi 5 tahun yang lalu yang sebenarnya bukan ulahnya karena saat itu dia dikendalikan oleh salah satu anggota Uchiha bernama Madara Uchiha , lalu tentang kematian Ibunya Kushina Uzumaki yang ternyata meninggal karena terlalu memaksakan diri bertarung dengan Madara Uchiha...fisiknya yang lemah sehabis melahirkan membuat pertarungan menjadi tidak seimbang...Yah walaupun pada akhirnya Madara dapat dikalahkan oleh Kushina menggunakan Jurus terlarang milik keluarga Uzumaki yang entah dari mana dipelajarinya dimana si pengguna jurus menyerangkan nyawanya kepada Buzoku Shushin(The Great Spirit) dan Buzoku Shunshin yang telah mendapatkan nyawanya menyuruh Yami No Seirei (Spirits of darkness) mengambil nyawa orang yang menjadi target dan membawanya menuju Jigoku (Hell)
'Lalu Kaa-san kenapa Tou-san dan Onee-san membenciku?' Tanya Naruto karena dari tadi , Kyuubi tidak menceritakan kenapa Minato dan Naruko membenci Naruto
'Itu karena mereka tidak tau kejadian yang sesungguhnya , mereka hanya tau Kushina meninggal karena telah melahirkanmu dan Minato menyegel ku di tubuhmu , hanya itu yang mereka ketahui , selebihnya tentang pertarungan Kushina dengan Madara hanya aku saja yang menyaksikannya,"
'Aku masih bingung , jika hanya Kaa-san saja yang menyaksikan pertarungan 'Kaa-san' dengan Madara itu , lalu dimana Tousan dan para penduduk yang lainnya? Apakah mereka tidak melihat pertarungan itu atau jangan-jangan...'
'Kau benar Naruto , aku membuat Genjutsu tingkat tinggi yang hanya dapat dilakukan oleh para Siluman Rubah , Genjutsu ini menyebabkan pertarungan antara Kushina dan Madara tidak terlihat atau bisa dibilang kasat mata~Ehm...maaf Naruto jurus ini sangat rahasia aku tidak bisa memberitahumu lebih banyak lagi,"
Naruto mengangguk 'Aku mengerti Kaa-san , lagi pula aku tidak tertarik mempelajari Genjutsu,"
Hening tidak ada lagi percakapan antara Anak dan Ibu berbeda spesies tersebut , Naruto sudah merasa cukup dengan penjelasan panjang lebar yang dikatakan Kyuubi , Naruto menggerakkan badannya kebelakang dan kedepan sehingga Ayunan yang ia duduki ikut bergerak seiirama dengan gerakan badan Naruto , namun itu tak lama karena 3 orang Ninja yang salah satunya tak asing lagi bagi Naruto menghampirinya.
"Iruka Sensei," Ucap Naruto melihat Iruka beserta 2 orang yang dari pakaiannya merupakan Anbu yang satu berambut hitam panjang dan yang satu lagi berambut perak.
Iruka tersenyum lalau menepuk kepala Naruto pelan "Naruto , Hokage-samamemanggilmu," Ucap Iruka.
"Kenapa Tou-san memanggilku?" Tanya Naruto sambil menggoyangkan badannya sehingga ayunan yang dia duduki ikut bergoyang.
Salah satu anbu yang berambut perak menghampiri Naruto dan berkata "Naruto ikutlah bersama kami , mungkin ada sesuatu yang ingin dikatakan Hokage-sama kepadamu,"
"Baiklah," Ucap Naruto seraya turun dari ayunan yang didudukinya.
Iruka tersenyum kearah Naruto "Naruto , jangan nakal yah," Katanya dan mengelus lembut surai pirang milik Naruto.
"Baiklah Sensei," Naruto berkata dengan riang dan menunjukkan senyuman lebarnya.
Kedua anbu itu tampak saling pandang dan mengangguk lalu Anbu yang berambut hitam panjang menghampiri Naruto dan memegang tangannya , sedangkan yang berambut Perak tampak mengobrol dengan Iruka.
Naruto mendongakkan kepalanya dan berkata "Anbu-nii kenapa Tou-san memanggilku?" Tanya Naruto , Anbu itu menatap Naruto.
"Entahlah Naruto-chan," Jawab Anbu itu.
Naruto menggembungkan kedua pipinya "Jangan panggil aku Chan tapi Kun," Protesnya.
Anbu itu menatap Naruto dan tersenyum dibalik topengnya , lalu mengacak pelan surai pirang milik Naruto "Kau lucu Naruto-chan , seperti adikku," Katanya , 'Dan aku tidak percaya anak lucu sepertimu membunuh 3 Chuunin sekaligus," Pikirnya dan menatap lekat kearah Naruto.
Terus diperhatikan seperti itu , membuat Naruto sedikit bingung "Eh..Anbu-nii kenapa melihat aku seperti itu?" Tanya Naruto.
Tersadar dari lamunannya Anbu itu segera menggeleng "Ti-tidak Naruto-chan , hanya saja kau persis seperti adikku," Katanya berbohong , sedangkan Naruto hanya ber'Oh' ria.
Anbu berambut Perak yang tadi mengobrol dengan Iruka menghampiri mereka "Baiklah kita berangkat," Kata Anbu tersebut lalu berjalan pergi meninggalkan Iruka
Iruka memandang punggung Naruto dengan tatapan sandu "Semoga itu bukan salahmu Naruto," Lirihnya.
-=You made me know the actual pain=-
|Hokage Room|
Di Ruang Hokage tampak Yondaime Hokage-Minato Namikaze- dan juga Sandaime Hokage-Sarutobi Hiruzen- sedang terlibat adu mulut ,3 Civillian Council dan 2 Shinobi Council yang berada disana tidak berani memisahkan mereka.
"For Kami-sama Minato dia anakmu!" Bentak Hiruzen kepada Minato yang sedang duduk di kuris hokage.
Minato menatap datar seniornya tersebut "Jika dia memang terbukti bersalah kita harus menghukumnya bukan?" Ujar Minato santai dan itu membuat Hiruzen geram.
"Aku kecewe kepadamu Minato sangat kecewa , aku ingin tau bagaimana perasaan Kushina di sana melihat anaknya diperlakukan buruk oleh orang yang disebut 'Ayah'," Hiruzen berkata dengan menekankan kata 'Ayah' , lalu dia mengambil cangkir yang berisi teh hijau yang sudah disiapkan dimeja Hokage dan meneguknya sampai habis , Haus? Yah dia sangat haus mengingat sudah hampir satu setengah jam dia beradu argumen dengan juniornya tersebut.
'Tok' 'Tok' 'Tok'
Pintu ruang Hokage diketok , membuat semua mata tertuju kearah pintu tersebut
"Masuk!" Perintah Minato
Pintu itupun terbuka dan menampilan dua orang anbu berserta Naruto yang berada ditengah-tengahnya.
Salah satu Anbu berambut perak maju dan menghadap Minato "Lapor Hokage-sama sesuai perintah Naruto-san sudah kami bawa," Ucap Anbu itu dan dibalas sebuah anggukan oleh Minato , lalu Anbu itu melangkah mundur.
"Tou-san kenapa memanggilku?" Tanya Naruto polos
Minato yang mendengar pertanyaan itu , mendelik tajam kearah Naruto "Kenapa katamu? Dasar anak bodoh kau sudah membunuh 3 ninja dan kau masih bertanya kenapa? Dimana otakmu Huh?" Bentak Minato kepada Naruto.
Shinobi Council yang berasal dari Clan Nara-Shikaku- dan Yamanaka-Inoichi- , Hiruzen berserta 2 anbu yang tadi menjemput Naruto tampak kaget mendengar Minato membentak Naruto , sedangkah Civillian Council tampak tersenyum puas.
"M-mereka yang salah , mereka ingin membunuhku," Naruto berkata dengan suara sedikit bergetar karena kaget tiba-tiba Minato membentaknya.
Hiruzen yang mendengar itu langsung menatap Minato "Kau dengar sendiri Minato , mereka yang ingin melukai Naruto!" Ucapnya.
"Tapi bagaimana pun yang dibunuhnya adalah Ninja Konoha , itu berarti sama saja dengan membunuh teman sendiri dan menurut hukum yang berlaku orang yang melakukan itu harus dihukum mati," Ucap salah satu Civillian Council berbadan gemuk dan dibalas anggukan setuju oleh Civillian Council lainnya
"Kalian tidak dengar...mereka yang ingin membunuh Naruto," Ucap Inoichi , tidak setuju dengan apa yang dikatakan Civilian Council berbadan gemuk tersebut.
Hiruzen mengangguk "Itu benar , Naruto hanya membela dirinya saja entah bagaimana caranya dia berhasil mengalahkan para Choonin tersebut yang pasti Naruto tidak bersalah,"
"Dia pasti menggunakan kekuatan Monster yang ada didalam tubunya itu," Seru Civillian Council lainnya.
Hiruzen mendelik tajam kepadanya "Jaga mulutmu," Ucapnya.
"Naruto bisakah kau menjelaskan kejadian yang sebenarnya," Shikaku yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara.
Naruto mengangguk "Tadi saat aku sedang mengobrol dengan Kaa-san , Tiba-tiba-"
"Apa maksudmu?!" Minato memotong kalimat Naruto , merasa bingung saat Naruto berkata 'mengobrol dengan Kaa-san.
"Lebih baik kita dengar dulu penjelasannya Minato , untuk yang tadi bisa kita tanya saat Naruto menyelesaikan penjelasannya," Tegur Hiruzen tidak senang penjelasan Naruto dipotong Minato , ia lalu melirik Naruto "Nah Naruto lanjutkan penjelasannya," Ucapnya.
Naruto mengangguk "Tadi saat aku sedang mengobrol dengan Kaa-san , tiba-tiba ada 4 Ninja yang menghampiriku dan salah satu di antara mereka berniat membunuhku , Ninja tersebut sudah hampir berhasil membunuhku untung ada Kaa-san yang memberiku kekuatan yang menakjubkan , lalu aku berhasil membunuh 3 di antara 4 ninja itu," Naruto berkata dengan riang seolah kata membunuh dan dibunuh sudah biasa diucapkannya.
Hiruzen menatapnya bingung "Kekuatan? Kalo boleh tau kekuatan apa itu Naruto , apakah kekuatan Kyuubi?"
Naruto menggeleng "Tidak..kata Kaa-san ini kekuatan mata , Em-um apa tadi namanya Kitune No Mo..bukan...bukan ,Ehm...~Ah...aku ingat namanya Kitsune No Me (Fox's eyes)"
Dan saat itulah semua orang yang berada dikantor Hokage terkejut mendengarnya , apakah yang dimaksud Naruto adalah Dojutsu , tapi itu mustahil mengingat hanya ada 3 Dojutsu yang pernah ada Byakugan , Rinnegan , dan Sharingan , lalu apakah itu Dojutsu baru?.
Hiruzen yang pertama kali berhasil keluar dari keterkejutan (Ah..lebay benar) bertanya kepada Naruto "Bisahkah kau mengaktifkannya Naruto?"
Naruto mengangguk "Bisa karena Kaa-san sudah memberitahuku bagaimana cara mengaktifkan dan menonaktifkannya,"
"Hey..dari tadi kau terus menyebut kata Kaa-san...siapa yang kau maksud Kaa-san itu?" Tanya Minato yang membuat Hiruzen menatapnya dingin.
"Dia memiliki nama! Namanya Naruto itu nama yang diberikan Kushina dan juga 'Minato' kepadanya ," Sindir Hiruzen kepada Minato , Minato melirik Hiruzen sebentar dan kembali menatap Naruto.
"Aku bingung , tadi Jiji menyuruhku mengaktifkan Kitsune No Me ,sekarang Tou-san menyuruhku menjelaskan tentang Kaa-san , itu membuatku bingung," Naruto berkata sambil menggembungkan kedua pipinya.
Melihat itu Hiruzen , kedua anbu , Shikaku dan Inoichi berusaha keras untuk tidak mencubit pipi tembem Naruto (A : Hahahahah , R : Author gila nih , A : Upss..) , sedangkan Minato dan ketiga Civilian Council hanya mendengus kesal namun juga berusaha untuk tidak mencubit pipi tembem Naruto ( A : Ea..Jaim nie , Naruto : Hahahahah , A : ?).
Hiruzen yang pertama kali berhasil keluar dari ke-OOCannya tersenyum kearah Naruto "Baiklah sekarang perlihatkan kepada kami teknik matamu itu," Katanya.
Naruto tersenyum lebar dan mengangguk "Baiklah..." Ia pun menutup kedua matanya dan...
"I-itu,"
"Bya-byakugan?"
"tidak mungkin,"
Semua tampak bingung begitupun Minato , sedangkan Naruto yang sudah mengaktifkan Kitsune No Me-nya hanya tersenyum lebar "Kenapa?" Tanyanya.
Hiruzen menggeleng 'T-tidak , jadi itu Kitsune No Me?'
Takjub? Yah semua orang yang melihat itu tampak takjub dengan teknik mata milik Naruto atau tepatnya pemberian Kyuubi , urat-urat yang timbul disekitar matanya membuat orang yang pertama kali melihatnya akan meranggapan bahwa itu adalah Byakugan namun saat Naruto membuka matanya disitulah jelas terlihat perbedaanya.
"Iya," Jawab Naruto singkat dan menonaktifkan Kitsune No Me-nya
"Hey , sekarang beritahu siapa yang kau sebut Kaa-san itu?" Tanya Minato , walau ia kagum dengan teknik mata milik Naruto tapi dia berhasil meyembunyikannnya.
"Naruto apakah keuntungan Kitsune No Me itu?" Anbu berambut hitam panjang bertanya kepada Naruto sedangkan Minato mendelik tajam kearahnya , Anbu itu pun menundukkan kepalanya "Ma-maf Hokage-sama," Ujarnya sambil membungkuk hormat.
Naruto tersenyum "Maaf Anbu-nii aku tidak bisa memberitahukannya , karena Kaa-san pasti memarahiku,"
Minato yang geram karena pertanyaannya tak kunjung di jawab , bangkit berdiri dan menatap Naruto dengan tatapan dingin dan menusuk "Hey..anak pembawa sial , sekarang jelaskan kepadaku siapa yang kau maksud Kaa-san itu , Huh? Apakah kau sudah menemukan Ibu baru setelah berhasil membunuh Ibu kandungmu? Cih...kau memang tak pantas kuanggap anak,"
Hiruzen tak dapat lagi menahan kekesalannya mendengar Naruto disebut pembawa sial dan pembunuh Kushina "Jaga mulutmu Minato! Naruto bukan anak pembawa sial dan bukan dia yang membunuh Kushina , kau harus tau itu...orang sepertimu tidak pantas disebut Ayah , mana ada seorang Ayah yang menyebut anaknya sendiri pembawa sial! Cih...sadarkah kau dengan ucapanmu Minato , Kushina yang mendengarnya pasti sangat kecewa kepadamu,"
Kemarahan Minato bertambah saat mendengar perkataan Hiruzen "Dia memang anak pembawa sial! Kelahirannya didunia hanya membawa kesedihan terhadap Konoha!"
Naruto tampak bergetar matanya mulai berkaca-kaca "DIAM!" Teriaknya "Kumohon diam..." Lirihnya air mata perlahan turun dan membasahi pipinya.
"Na-Naruto," Hiruzen menatap iba kearah Naruto begitupun dengan Shikaku , Inoichi , walau tertutup topeng kedua Anbu yang berada disanapun menatap Iba kearah Naruto , sedangkan Minato hanya menatap datar kearah Naruto begitupun para Civilian Council.
"A-aku bukan pembawa sial *hiks* kenapa? Kenapa kalian terus menyebutku begitu *hiks* apakah dimata kalian aku hanyalah anak pembawa sial dan aku...aku tidak pernah membunuh Kaa-san!...*hiks* aku tidak pernah membunuh Kaa-san aku-"
"Hentikan omong kosongmu itu! Sekali pembawa sial kau tetaplah pembawa sial , sekarang kau membunuh 3 orang ninja lalu berikutnya kau pasti akan membunuh kakakmu sendiri kan dan terus kau pasti akan membunuhku!" Tanpa rasa kasihan Minato terus membentak Naruto , hal ini tentu membuat Hiruzen bertambah kesal dia menghampiri Minato dan mendaratkan sebuah pukulan tepat mengenai pipi Minato , Inoichi dan Shikaku serta kedua anbu yang melihat itu tidak mampu berbuat apa-apa.
"Hentikan Minato!" Bentak Hiruzen "Kau memang tidak pantas disebut Ayah!" Bentaknya sekali lagi.
Minato mengusap darah yang mengalir dari mulutnya lalu menatap Hiruzen dan kemudian melirik Naruto , ia berjalan mendekati Naruto dengan tangan yang terkepal.
Seakan tau apa yang akan dilakukan Minato , Hiruzen dengan cepat menarik kedua tangan Minato dan menguncinya kebelakang "Jangan termakan emosi Minato , dia anakmu..anak kandungmu," Ucapnya tepat ditelinga Minato , Minato seolah tidak mendengarkannya dan dengan secepat kilat dia berhasil terlepas dari dekapan Hiruzen dan melumpuhkannya beserta Inoichi dan Shikaku juga para Civilian Council yang tak tau apa-apa (A : Miris!) Minato berdiri tepat dihadapan Naruto dengan sebuah Kunai ditangan Kananya , Hiruzen membelalakkan matanya "Kakashi , Itachi tahan Minato!" Teriak Hiruzen.
Anbu berambut Perak dan Hitam panjang sempat terkejut karena Hiruzen memanggil mereka dengan nama aslinya namun sesaat lalu mengangguk dan berusaha menahan Minato.
Mereka memang Anbu namun kekuatannya tak sepadan dengan Minato yang merupakan seorang Hokage , dengan mudah kedua Anbu yang bernama Kakashi dan Itachi dilumpuhkan dengan Minato dan bernasib sama dengan keenam orang lainnya
Hiruzen berusaha bangkit namun kembali terjatuh ia merasa kakinya tidak dapat digerakkan begitupun dengan tangannya 'Sial kau Minato , kau menutup titik pergerakan kami,' Batinnya , ia melirik Inoichi dan Shikaku mereka juga bernasib sama.
"Minato hentikan dia anakmu!" Seru Hiruzen namun Minato seolah tak medengarnya
"Hokage-sama , Kushina-san akan kecewa melihat anda yang seperti ini," Ucap Shikaku
"Itu benar Hokage-sama , betapa kecewanya Kushina-san melihat anda melakukan hal yang buruk kepada Naruto," Inoichi ikut membantu.
Minato yang sudah berdiri tepat dihadapan Naruto menjatuhkan Kunainya , melihat itu Hiruzen , Shikaku , Inoichi , dan kedua anbu yang bernama Kakashi dan Itachi bernafas legah namun itu untuk sesaat mereka kaget saat tiba-tiba Minato mengambil kembali Kunainya tersebut.
"Huwaaa...Kaa-san kumohon keluarlah...Kaa-san *hiks* kumohon," Tangis Naruto.
'Naruto! Rasakan Rasa sakit itu Naruto , rasakan biarkan Rasa sakit dan kebencian itu menguasai dirimu,'
'Kaa-san,'
'Lakukan Naruto..rasakan rasa sakit itu kau bukan orang yang lemah tunjukkan kepada mereka bahwa kau bukan orang lemah Naruto , Kau kuat dan kau hebat biarkan mereka merasakan rasa sakit yang pernah kau dapat Naruto,'
'Kaa-san , Kaa-san , KAA-SAN!'
"HUWAAAAAAA...!" Naruto berteriak dengan suara yang cukup keras , cakra hitam pekat perlahan menyelimuti tubuh mungilnya , Kitsune No Me telah aktif urat-uratnya muncul hingga leher , matanya tampak liar menatap penuh kebencian kearah Minato,
Minato yang kaget langsung mundur dan memasang sikap siaga "Cih...lihat monster telah berubah menjadi Monster," Cibirnya .
"HENTIKAN MINATO!" Hiruzen berteriak berusaha menghentikan Minato yang akan memperburuk suasana,
1 ,2 , 3 Ekor muncul dibelakang Naruto , Hiruzen dan yang lainnya mulai panih begitupun para Civillian yang berusaha kabur dari tempat itu.
'Bagus Naruto..rasakan kebencian dan rasa sakit itu.."
Cakra hitam telah sepenuhnya menyelimuti Naruto , 3 ekor telah muncul...matanya menatap tajam dan penuh kebencian kepada orang-orang yang berada disana , ia melirik para Civillian yang berusaha kabur.
"TIDAK SEMUDAH ITU SAMPAH!" Geram Naruto , suaranya telah berubah menjadi Demonic , membuat orang yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Katon : Karyƫ Endan,"
Semburan Api keluar dari mulut Naruto dan melesat dengan cepat menuju para Civillian yang berusaha kabur.
'Blaaarrr!"
Ledakan kecil terjadi dan para Civillian itu telah berubah menjadi Abu , Hiruzen dan lainnya mulai panik.
Minato melempar Space-Time Kunainya kearah Naruto . Melihat itu Naruto dengan mudah menghindarinya Kunai tersebut menancap didinding , Minato yang ada dihadapan Naruto menghilang dan seketika muncul dibelakang Naruto dengan sebuah Rasengan ditangannya.
"Rasengan," Seru Minato dan mengarahkan Rasengannya kepunggung Naruto , melihat itu Naruto dengan cepat mengibaskan salah satu ekornya.
'Duagh..'
Minato tidak dapat menghindari Ekor Naruto , menyebabkan dirinya terpental dan menabrak dinding dengan cukup keras menyebabkan dinding tersebut retak.
"Roaaaarrrrrrr..." Naruto berteriak dengan cukup keras menyebabkan kaca-kaca yang ada diruang Hokage pecah.
Hiruzen yang melihat itu tidak tinggal diam , masih dalam posisi telungkup di lantai di melakukan Handseals.
"Doton: Doryuu Taiga,"
Pijakan Naruto berubah menjadi lumpur dan itu membuatnya kehilangan keseimbangan , tapi Naruto dalam Mode Darkness tidak semudah itu dikalahkan , dia melompat dan keluar dari jutsu milik Hiruzen dan melesat keluar dari ruang Hokage.
Hiruzen serta yang lainnya mulai panik melihat Naruto keluar dari ruang hokage
"Sial kau Minato lihat apa yang kau lakukan , buka kembali titik bergerakan kami," Suruh Hiruzen , Minato mengangguk dan membuka titik pergerakan Horuzen serta keempat orang lainnya.
Setelah memastikan kaki dan tangan telah dapat digerakkan dengan sempurna Hiruzen memberi aba-aba kepada yang lainnya dan melesat keluar dari ruang Hokage untuk mengejar Naruto yang lepas kendali.
-=Feel the hatred and pain that I experienced=-
Hiruzen dan yang lainnya serta para penduduk berdiri mematung , kini pandangan mereka tertuju kepada sesosok anak kecil yang dalam mode Kyuubi sedang berdiri diatas patung Hokage ke-2 , Sosok itu yang tak lain adalah Naruto menghadap langsung kearah Konoha , seringai yang menyeramkan terukir diwajahnya , Cakra bewarna Hitam yang sedikit tercampur dengan Cakra Orange masih setia menutupi tubuhnya , 3 ekornya bergerak dengan Random.
'Lihatlah desa yang indah ini Kaa-san,'
'Aku melihatnya Naruto , lalu apa yang akan kau perbuat?" Tanya Kyuubi dalam pikiran Naruto.
Naruto tertawa pelan 'Tentu saja menghancurkannya Kaa-san,'
'Naruto sepertinya kau memang pantas menjadi anakku..' Kata Kyuubi.
Naruto menyeringai 'Tentu saja..karena aku memang anakmu,' Matanya terus tertuju kearah Desa Konoha yang terlihat kecil dari tempatnya berdiri.
'Naruto umurmu masih 5 Tahun,'
'Kaa-san aku bosan...setelah ini kita tinggalkan Konoha dan membentuk sebuah organisasi,'
Kyuubi tertawa 'Hahahahahha , Naruto pikiranmu itu terlalu tinggi , tidak mudah membentuk sebuah Organisasi,'
'Jika tidak dicoba bagaimana bisa tau?'
'Terserah kau saja , nah sekarang apa yang akan kau lakukan,'
Naruto menyeringai 'Kaa-san sebelum aku melakukannya bisahkah kau keluar dari tubuhku,'
'Seusai permintaanmu anakku,'
Setelah mengatakan itu Cahaya putih muncul dihadapan Naruto dan perlahan redup meninggalkan sesosok wanita cantik berambut merah , wanita itu menghampiri Naruto dan mengelus rambut Naruto yang tertutup oleh Cakra Hitam.
"Aku sudah keluar Naruto , sekarang apa yang kau lakukan," Tanya Wanita itu yang tak lain adalah Kyuubi
Naruto kembali menyeringai "Tentu saja menunjukkan kepada mereka Rasa Sakit yang sesungguhnya,"
Dengan cepat Naruto melakukan HandSeals , Kyuubi yang tau akan apa yang dilakukan Naruto hanya tersenyum.
"Katon : Fenikkusu-en (Phonix Flame) (Karangan Author ini - -)
Setelah mengucapkan nama jurusnya tersebut , semburan Api yang cukup besar keluar dari mulut Naruto , perlahan Api tersebut terpecah menjadi ukuran-ukuran kecil dan membentuk Ribuan~tidak puluhan ribu Burung Phonix dan melesat dengan cepat menuju Desa Konoha tercinta.
"Aku tidak tau bagaimana caramu mempelajari jurus itu Naruto , Fenkkusu-en jurus Api yang terkuat yang pernah ada di dunia Shinobi , Rikudou sennin hanya dialah yang mampu melakukan Jurus legendaris itu," Ucap Kyuubi terkesima melihat Jurus yang dikeluarkan Naruto , walaupun dia sudah pernah melihatnya.
Naruto tersenyum "Mungkin karena aku Reinkarnasi Rikudou Sennin itu," Lalau ia menatap kearah jurus yang baru saja dikeluarkannya tersebut.
Burung-burung Phonix itu cukup indah jika dilihat oleh Naruto , namun merupakan Bencana jika dilihat oleh Hiruzen , Minato serta para penduduk yang ada dibawah sana.
'Blarrrr...' 'Blarrrr...' 'Blarrrr...' 'Blarrrr...'
Walau beberapa Shinobi berusaha menghalaunya dengan Jutsu Tanah ataupun Air tingkat tinggi ataupun sedang , namun percuma Api-api berbentuk Phonix itu dapat menembusnya dan inilah yang sekarang terlihat.
Konoha telah berubah menjadi lautan Api , kebarakan terjadi dimana-mana suara teriakan bergema diseluruh pelosok Konoha , Naruto yang melihat itu hanya menatap datar lalu melirik Kyuubi yang berdiri disampingnya.
"Sekarang mereka sudah tau Rasa Sakit yang sebenarnya , bukan begitu Kaa-san," Ucap Naruto
Kyuubi mengangguk "Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Kyuubi
Naruto tampak berpikir "Tentu saja meninggalkan Desa ini Kaa-san," Ucapnya riang , dan saat itu pula Cakra Hitam yang tadi menyelimuti tubuhnya menghilang , Kitsune No Me-nya pun telah Dinonaktifkan "Nah...Kaa-san ayo pergi!" Seru Naruto dengan nada suara yang sudah kembali seperti biasa.
"Tadi kau bertingkah seperti Orang Dewasa dan sekarang bertingkah seperti anak kecil , Hahahahahahaha..."Kyuubi tertawa dan menepuk kepala Naruto pelan.
Naruto menggembungkan pipinya dan melipat tangannya didada "Karena aku memang masih anak kecil Kaa-san," Protesnya.
Kyuubi tersenyum lalu menggenggam tangan kanan Naruto "Baiklah Naruto-chan," Katanya dan membuat Naruto cemberut.
Lalu merekapun pergi meninggalkan Konoha yang telah berubah menjadi Lautan Api dengan santainya , dan dari sinilah akan dimulai lembaran baru tentang perjalanan yang akan dilakukan Naruto bersama Ibu Barunya-Kyuubi No Yoko- , dan dari sini pula akan muncul sebuah Organisasi gelap yang lahir dari Rasa Sakit yang pernah dirasakan Anggota-anggotanya.
.
.
TBC
Sorry yah Author ganti jalan ceritanya , Soalnya aneh jika melihat Naruto jadi baik bukan begitu?
Hhahahaahhaha Madara disini tetap mati dan Akatsuki akan ada tapi bukan Pein yang menjadi pemimpin serta pembuatnya..tapi...
Tau kan siapa?
Haku keluar di Chapter 4
Yaudah gitu aja Review di tunggu
See Ya!
