Drabble 3: Jeehyun x Doyoung
"Hyung, kau tampan," ucap Jaehyun dengan senyum konyol pada Doyoung disebelahnya. Doyoung tersedak minumannya, menatap Jaehyun aneh.
"Ada apa denganmu?" Doyoung mengerjap lucu sambil mengerucutkan bibirnya. Membuat pemuda disebelahnya makin tersenyum konyol melihat kelakuan hyungnya. Kemudian Jaehyun ber-kya ria karena ditatap Doyoung. Doyoung bergidik ngeri melihat Jaehyun yang aneh hari ini. Ya maksudnya bukan hari ini saja, tiap hari ia selalu aneh, tapi hari ini ia lebih aneh.
"Kau aneh," ujar Doyoung meninggalkan Jaehyun yang masih saja tersenyum. Jaehyun yang menyadari jika Doyoung sudah hampir keluar dari ruangan langsung mengejarnya. "Hyung~ kemana?"
"Mau mengambil script," Jaehyun mengernyit. "Kenapa?" Tanya Doyoung melihat perubahan ekspresi Jaehyun.
Jaehyun menundukkan kepalanya. Doyoung merengut kesal karena waktunya terbuang percuma hanya untuk meladeni pemuda bongsor didepannya. Tiba-tiba Jaehyun mengangkat kepalanya dengan ekspresi sedih.
"Jangan pergi," bisiknya pelan, dramatis.
Doyoung mencebik kesal. "Aku hanya ke ruangan staff sebelah. Kau ini kenapa, sih?"
"Aku takut sendirian, Hyung," desis Jaehyun yang dihadiahi jitakan dari Doyoung. "Kau kejam, Hyung,"
"Aku memang kejam. Sudahlah, kalau begitu ayo ikut aku," ajak Doyoung sambil menarik tangan Jaehyun, tapi ia menahan tarikan tangan Doyoung.
"Tapi aku tidak mau keluar, Hyung," rengek Jaehyun membuat Doyoung menggeram kesal. "Terus maumu apa, hah? Kau tidak mau kerja? Mau enak-enakan tidur disini, begitu?"
Doyoung marah. Jaehyun diam.
Semenit sudah mereka diam, saling menatap satu sama lain. Jaehyun menghela napas pelan, ia benar-benar tidak mood untuk bertengkar dengan Hyungnya -yang katanya soulmate- saat ini. Niatnya hanya ingin menggoda Doyoung yang hari ini memang kelihatan berbeda. Ia terlihat lebih menawan di mata Jaehyun. Padahal Doyoung berpakaian seperti biasa, tidak ada aksesoris apapun yang membuatnya berbeda dari hari-hari sebelumnya. Jaehyun sendiri bingung dengan pikirannya.
Entah dorongan dari mana ia memeluk Doyoung yang berbeda beberapa senti dibawahnya. Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Doyoung, ia berbisik pelan, "Aku hanya ingin bersamamu, Hyung. Itu saja,"
Doyoung merinding mendengarnya. Tubuhnya menegang, panas menjalar ke pipinya. Saat ini ia ingin sekali memukul pemuda satu tahun dibawahnya ini dan kemudian ia akan lompat dari balkon saking malunya. "A-Apa maksudmu?" gagap Doyoung yang masih dipeluk Jaehyun. Jaehyun diam saja, malah makin mengeratkan pelukannya.
"Aish, lepaskan, Jaehyun!" tegas Doyoung karena risih dengan perlakuan Jaehyun yang tiba-tiba memeluknya. Jaehyun melepaskan pelukannya, ia kembali menatap Doyoung dengan senyuman konyolnya. Doyoung mendengus kasar.
"Aku mau mengambil script," ucap Doyoung cepat. Jaehyun tersenyum menggoda karena ia melihat pipi Doyoung yang merona. "Kau lucu, Hyung,"
Doyoung menoleh menahan amarah yang sudah diubun-ubun. Ia menjerit kesal, kemudian memukuli badan Jaehyun tanpa ampun.
"Ya! Hyung, sakit!"
END
Drabble ketiga!
Any JaeDo shipper? Let's be friend~
Request pairing? Review.
Love,
Tinkxx
