Akira Dragneel
Disclaimer of Fairy tail is
Hiro Mashima
Warning : (semua Akira Pov)
Cerita lanjutan 'From Future'
.
.
.
Anak-anak guild Fairy tail
"Eh akira?"
"Ui…?"
Sepertinya pepatah 'bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian' itu benar, setelah bersakit-sakit di kejar sama anak perempuan berkuncir dua yang tidak waras, aku bertemu dengan sumber kebahagiaanku! (*Lebay deh -_-") Ui! Lihat rambut biru mudanya yang di ikat , apa namanya? Ikat satu? Um… kencur kuda? Kuncir kuda! Ahaa! Iya,.. hmmm… matanya yang hitam, bibirnya yang mungil~ Di dalam hidupku ada tiga perempuan yang paling berarti dalam hidupku! Pertama adalah mamaku, kedua adalah Luna eh tunggu… Ui kedua…? Um… tidak Luna kedua, Lalu Ui ketiga ? Tidak! Baiklah kuulangi hanya ada dua! Yang pertama mamaku, dan yang kedua Luna dan Ui !
"Akira ada apa denganmu? " Ui melambaikan tangannya didepanku. Tanpa sadar aku terlalu banyak memandangnya. Ugh~ malu~
"Ti-tidak,.. hanya saja…. Kau manis hari ini.." Blush. Aaaaah ! tidaaaak pipiku memanas! Jangan sampai Ui melihat ini! Aku harus menjadi lelaki yang kuat , seperti apa yang dikatakan paman Elfman! Eh? Apa sih yang aku katakan! Pelajaran 'menjad pria sejati' Paman Elfman telah meracuni otakku!
Ui menatapku, sebelum tersenyum manis "Arigato, Akira-kun… eto… um…aku menemui mamaku dulu ya" , aku melongo apa aku salah dengar? Ui memanggilku Akira-kun? Akira-kun! Mungkin aku salah dengar, apa dia tadi mengucapkan … kata kun? Mungkin rukun? Kalkun? Pikun? Akhh! Aku mengacak-nacak rambut pink ku, frustasi! Senang sih kalo benar Ui memanggilku Akira-kun, tapi… bagaimana jika pendengaran ku salah? Apa kata dunia! Walau aku seorang Dragon Slayer sekali pun, kan bisa saja salah.
Braaaak !
"Ouuuuch!" Sesuatu menghantam kepalaku, kubalik badanku, ternyata kepalaku dihantam pintu masuk guild yang terbuka menandakan akan ada seseorang yang masuk. Aku ingin marah bagi siapa saja yang membukanya secara tiba-tiba, semburat api sudah keluar dari tangan kananku, siapa saja yang masuk pintu itu pertama kali, akan ku beri pelajaran!
Bayangan orang itu semakin dekat ! Ahaaaaa! Rasakan! "Nii-chan?" Eh? Luna!
"Ada apa Nii-chan? Kenapa kau terlihat marah begitu, apa Luna membuatmu kesal?" Luna menatapku dengan sedih. Oh tidak! Jangan sedih Luna! "Lu-Luna! Tidak… aku tadi… um… marah sama pintu ini! Iya,… dasar pintu kurang ngajar! " aku tertawa gugup, jangan sampai Luna tahu aku ingin menyerangnya tadi, jangan sampai ada air mata di wajah manisnya. Luna menatapku bingung sebelum tersenyum lembut "Ooooh! Okeyh Nii-chan!" Luna pun berlari ke bar meminta segelas susu kepada Bibi Mira. Fuuuuh…..
Lalu papa dan mamaku masuk kedalam guild. Papaku langsung berlari kearah Paman Gray, aku tak perlu melihat apa yang akan terjadi… pasti sebentar lagi akan ada ejekan…
"Oi Underwear Prince!"
Lalu paman Gray membalas.
"Apa maumu Flame-Head?"
Setelah itu mereka kembali bertarung… hah… ck… Apa ia tidak pernah tahu ia sudah tua? Masih bertingkah seperti anak kecil. Kulirik mamaku , menuju ke tempat Bibi Levy ,Bibi Juvia dan…. Hoooaah~Ui…. Betapa manisnya!
Tiba-tiba aku mendengar keributan di bar, itu seperti suara Luna? Aku mengalihkan pandanganku ke bar, sial! Luna di ganggu oleh tiga pangeran kodok itu! Kuberitahu ya… menjaga Luna adalah misi terberat dalam hidupku, Luna di sukai tiga anak lelaki di guild, pangeran kodok pertama adalah Hoshi ! ia adalah anak dari Bibi Levy dan Paman pemakan besi(*taukan siapa :p) ia memiliki kekuatan Iron Dragon Slayer, umurnya baru 5 tahun rambutnya hitam dan matanya biru. Yang kedua adalah satome, ia anak dari Bibi Erza dan Paman Jellal, ia memilki kekuatan apa namanya? Entah … pokoknya ia selalu mengeluarkan peralatan dapur, seperti pisau, atau apalah yang tajam-tajam seperti Bibi Erza, umurnya 6 tahun, rambutnya berwarna merah dan spyke, matanya cokelat. Yang terakhir adalah Len ia anak dari Bibi Mira dan Paman Freed, kekuatannya adalah… um..satan soul~ seperti Bibi Mira,.. umurnya baru 5 tahun, rambutnya berwarna hijau dan matanya berwarna biru. Tidak ada yang aku suka dari mereka! Mereka tidak cocok dengan adik perempuan ku yang manis dan imut!
"Heeey! Apa yang kalian lakukan dengan adik perempuan ku huh?" Aku memberikan mereka tatapan sinis. Menarik tangan Luna, mendekatkannya kebadanku.
"Hoaaah, dia lagi… Bodyguard si tuan putri…" Tunjuk Hoshi. Aku bersumpah akan menjitaknya jika tidak ada Bibi Levy disini.
"Ugh~ Luna main denganku~" Rengek Len. Cih, tak akan kuserahkan Luna padamu. Rambut lumut.
"Luna mau jadi pacarku?" Tanya Satome menggenggam tangan Luna. Aku melirik Luna, wajahnya merona? Akh! Apa yang dilakukan si kodok ini dengan Luna!
"Tidak, akan kuserahkan Luna pada siapa pun!"
"Ara.. ara.. ara.. kalian bertiga memperebutkan Luna lagi?" Bibi Mira berjalan mendekati kami, aku melihat adanya aura tak biasa keluar dari tubuhnya. "Tapi.. pasti Luna ingin bermain dengan Len kan?"
Cih, aku lupa kalau Bibi Mira juga terobsesi menjadikan Luna dekat dengan anaknya. Mendengar kata-kata itu. Hoshi dan Satome berlari menuju Bibi Erza dan Bibi Levy.
Oh.. tidaak… ini tidak bagus… aku menarik Luna menjauh dari bar… firasatku buruk…
Dan firasatku benar…
"Mira!" Teriak Bibi Erza dan Bibi Levy. Bibi Mira menoleh. "Ya…?"
"Jika Luna ingin bermain pasti dengan Hoshi!" Teriak Bibi Levy, menunjuk tepat kearah Hoshi.
"Apa? tidak ! pasti dengan Satome! Mereka sangat cocok!" Protes Bibi Erza.
"Ara.. ara.. kalian… pasti salah … Luna ingin bermain hanya dengan Len…" Bibi Mira merubah dirinya menjadi demon. Ini tidak bagus. Wajah manis Luna membutakan semuanya.
"Luna cocok dengan Satome!" Bibi Erza mulai mengeluarkan pisau dapurnya. * -_-" maksudnya pedang.
"Tidaaaak! Aku dan Lu-chan bersahabat, sudah pasti anak kami juga!" Bibi Levy mulai membuat barang-barang dengan magicnya. Mamaku sempat melirik kearah bar setelah mendengar namanya di sebut, lalu ia hanya menghela nafas panjang, sebelum kembali lagi mengobrol dengan Bibi Juvia.
"Kalian tidak melihat jika Len cocok dengan Luna?"
Dengan itu mereka para wanita bertarung demi mendapatkan Luna, adikku yang malang … jika yang bertarung si tiga pangeran kodok itu aku dapat menghentikannya tapi, jika yang bertarung seperti mereka… aku hanya dapat menyaksikan… terlihat paman Gajeel, Jellal dan Freed yang menggelengkan kepala mereka , melihat tingkah istri-istrinya. Haaaah… untung mamaku tidak segila itu… tiba-tiba Luna menarik ujung kaos ku. "Ada apa Luna?" aku membungkuk.
"Boleh Luna bermain dengan Saki?" Luna meminta izin kepadaku, Ummm~ betapa baikanya~ tentu saja boleh bermain dengan Saki. Saki putri dari Paman Elfman dan Bibi Eve, Umurnya sama dengan Luna, Rambutnya putih dan pendek, anaknya manis… tapi tidak ada yang semanis Luna! Dan Ui…. Hehehe….
"Tentu saja~" dengan itu ia melesat berlari ketempat Saki yang sedang duduk bersama dengan Bibi Lisanna. Bibi Lisanna kini tengah mengandung anak pertamanya, aku harap jangan Lelaki, kalau tidak ia harus berurusan denganku jika ingin mendekati Luna!
Aku melihat sekeliling guild, ramai… seperti biasa… Um… lalu seekor kucing kecil berbulu putih terbang masuk kedalam guild. Semua anak bersorak atas kehadirannya. Itu adalah Tami ! panggilannya Tam-tam ia anak dari paman Happy dan Bibi Charle, Tam-tam masuk diikuti keduanya. Paman Happy dan Bibi Charle,tinggal di sebuah pondok kecil dibelakang guild yang ia buat sendiri. Sangat kereatif pamanku ini! Walau aku tahu pasti itu idenya Bibi Charle~
Tam-tam melesat terbang kearahku, dan menghantam wajahku. "Wuuuah! Tam-tam!" aku tidak dapat menjaga keseimbanganku, dan terjatuh. Ugh~ itu tidak sakit kok! Cuma merah pantatku. Kugosok pantatku, Tam-tam hanya cekkikan , si kucing kecil ini…. Seperti Papa dan Happy, aku dan Tam-tam adalah partner ! yep! Entah mengapa keluarga kami selalu berpartner dengan seekor kucing.
"Kalian sangat akrab, Ne Akira-kun" Aku tahu itu suara siapa, kutoleh kepalaku kebelakang, Ui! "Ayeeee!" Tam-tam berteriak.
"Eh, anoo, etoo… um.. haha…" Duh ! kenapa aku jadi seperti ini! Aku gugup banget!
"Hai~ Akira sangat menyukai Ui !" Sahut Tam-tam. Akhhh! Apa-apaan kucing kecil ini, aku mengejar Tam-tam yang terbang mengelilingi guild, Kulirik Ui, ia tertawa geli, Puuft~ Manisnya~
"Akira menyukai Ui~ !" Tam-tam teriak , kini semua anggota guild menatapku, Ugh~ pipiku sudah seperti kompor! Lalu aku mendengar adanya sahut-sahut dari anggota guild.
"Ah~ Cinta anak muda~"
"Akira? Wah kau hebat~ Mama bangga!" Apa-apaan mamaku ini!
"Hah! Ilmu kuberhasil pada anakmu Natsu! Ia menjadi pria sejati!" Paman Elfman berteriak, tapi tak ada satupun yang mendengarkan.
Aku tak kuat , kubiarkan saja si kucing itu terbang menuju bar tempat Paman Happy dan Bibi Charle duduk, palingan ia ingin meminta ikan. Aku berjalan kembali menuju Ui, ia menatapku… Ugh….
"Ui…." Baru saja aku ingin berbicara. Paman Gray sudah menyahut nama papaku,tepatnya panggilannya.
"Oy ! Flame Heaaad! Jauhkan anakmu dari putriku!" Ah…. ! kenapa hidupku sesulit ini!
"Huh? Jauhkan putrimu dari putraku Underwear Prince!" Papaku datang menarik tanganku, aduuuh~ aku jadi terlihat memalukan, aku takut Ui tersinggung atas ucapan papaku. Tapi ternyata tidak, ia malah tertawa kecil… Um~ betapa baiknya ~
Lalu, Mama, Bibi Juvia dan Luna datang menghampiri kami berempat. Mama datang menjitak kepala papaku. Hihihi…. Mamaku ini,punya Hobby kok aneh sih…. Pantes otak papa jadi gak berkembang, di jitak terus.
"Ouuuuch Luce!" Papaku memengangi kepalanya.
"Natsu jangan begitu! Bagaimana kalo kita makan diluar?" Mamaku memberikan usul.
"AHAA! Itu bagus! Dari pada bersama dengan Underwear Prince!" Papa menunjuk paman Gray. Paman Gray bersiap ingin membuat es nya. Tapi Bibi Juvia menahan tangannya.
"Ne, Natsu… Kalian akan pergi bersama kami… Lucy dan aku yang memutuskan…" Pergi dengan keluarga Ui? Owwwwh! Ini bagus! Aku harus berterima kasih dengan mamaku, ketika pulang nanti!
Mata Papa dan Paman Gray membesar, sebelum mereka berteriak. "APA?"
.
.
.
Maaf di chapter ini tidak ada adegan Nalu :o
Tapi yang selanjutnya , kuusahakan ada ^^ hehe
