.

.

.

.

.

.

Sejak kejadian itu, Hak Yeon mencoba untuk tidak terlalu mengeluarkan auranya dan bersikap seperti orang pada umumnya yang selalu bersikap santai dan berpikiran optimis dan dia berharap bahwa mereka tidak menemukannya di apartemennya.

namun, itu sepertinya berbanding terbalik dengan apa yang dia harapkan karena ke-empat ksatria Planet VIXX telah berada di lantai tiga apartemen tempat dirinya tinggal dua lantai lagi maka mereka akan menemukannya.

Akan tetapi sepertinya sang Putra Mahkota ini sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi, jadi dia sudah mempersiapkan pengantinya yaitu boneka yang dia berikan auranya, dia pun berjalan keluar dengan topi dan juga jaket panjang yang menutupi bagian bawah wajahnya dan dia tidak lupa untuk menekan auranya agar tidak keluar dari tubuhnya.

Sedangkan sang ksatria terus menuju lantai dan kamar yang menujukkan adanya aura Putra Mahkota disana. Mereka memasuki apartemen tersebut dengan memakai HandPhone yang sudah direnovasi oleh insyur mesin Kim Won Shik mereka membuka kode kamar tersebut dengan mudah tanpa harus merusak dan menghancurkan mesin yang menjadi pengunci ruangan apartemen itu.

Mereka tidak menyadari sang Putra Mahkota tidak ada disana sampai mereka memasuki ruangan apartemen itu dan hanya menemukan boneka yang memiliki aura sang Putra Mahkota yang ditunjukkan oleh radar tersebut.

.

.

.

.

.

.

Sekarang Hak Yeon sudah berada dikampusnya untuk mengikuti pelajaran yang sama dengan Taek Woon. Tapi, sampai bel berbunyi Taek Woon belum juga muncul.

'Apakah dia sakit?' Pikir Hak Yeon

Saat Hak Yeon sedang berpikir tiba-tiba saja pintu terbuka dengan kerasnya membuat seisi kelas melihat kearah seseorang yang tengah ghos-ghosan seperti dikejar oleh sesuatu dan seisi kelas kembali keaktivitas masing-masing sesaat setelah dia menutup pintu dan berjalan menuju tempat duduknya yang satu baris didepan Hak Yeon.

'Syukurlah dia tidak sakit' batin Hak Yeon

Tidak lama kemudian pelajaran dimulai, seperti biasa Hak Yeon tidak memperhatikan pelajaran didepan malah memperhatikan seseorang yang satu baris didepannya.

Walau begitu setiap kali dia kedapatan tidak memperhatikan pelajaran dia selalu bisa menjawabnya dengan gampang. Tapi, tetap saja dia menjadi mahasiswa yang disayang disana.

Berbeda dengan Taek Woon yang semakin lama semakin tidak menyukainya.

'Cih.. Pencuri perhatian' batin Taek Woon.

Sudah hampir satu tahun kurang 2 bulan lagi Hak Yeon sudah berada di Planet Bumi tapi, sepertinya Hak Yeon bukannya membuat Taek Woon menyukainya tapi lebih seperti membenci Hak Yeon. Tunggu, sepertinya Taek Woon tidak sampai membencinya karena hampir seminggu ini dia merasa ada perasaan lain dihatinya saat melihat Hak Yeon didekatnya maupun saat dia bersama yang lain saat tersenyum, tertawa dan suaranya sepertinya sudah mengangu pikiran untuk fokus dengan apa yang sedang dia tekankan pada dirinya untuk tidak terlalu memperdulikan Hak Yeon tapi, hatinya berkata lain semakin lama dia memandang Hak Yeon entah kenapa hatinya sedikit bergetar tapi Taek Woon lebih baik menyangkalnya dari pada mengakuinya.

.

.

.

.

.

.

Sudah 3 hari Taek Woon tidak melihat Hak Yeon, dan besok adalah keempat harinya dia tidak melihat Hak Yeon dikelas yang lain maupun dihalaman universitasnya. kemana perginya Hak Yeon? Tunggu, tunggu, apakah Taek Woon merindukan Hak Yeon? Apakah dia sudah mulai menyukainya?. Masih mistery... (Karena author juga tidak tahu)

Masih dengan lamunannya Taek Woon tidak menyadari ada seseorang yang berjalan mengendap-endap dibelakangnya.

"Dorr" ucap Hak Yeon mengagetkan dan menepuk pundak Taek Woon yang sedang melamun sedari tadi.

"Huwaa.." Teriak Taek Woon kaget

BRUKK

Dan terjatuh dari duduk yang sedari tadi dia memang duduk dipinggir kursi itu.

"Ups, ma'af" ucap Hak Yeon seperti orang yang merasa salah.

"KAU..." Geram Taek Woon seperti ingin memakannya. Hak Yeon yang mengerti situasi kalau Taek Woon marah dengan cepat lari menjauhi Taek Woon.

"Aku kan sudah minta ma'af" ucap Hak Yeon sambil berteriak dan berlari menjauhi Taek Woon.

Setelah Hak Yeon menjauh darinya, tanpa dia sadari sebuah senyuman kecil terukir diwajahnya.

Dan juga tanpa Hak Yeon sadari auranya tertempel dibelakang baju Taek Woon saat dia mengagetkan Taek Woon dengan menepuk pundaknya walau hanya sebentar. Bagaimana nasib Taek Woon selanjutnya?.

.

.

.

.

.

.

Sudah hampir 4 bulan lamanya para ksatria VIXX ini tidak kunjung juga menemukan sang Putra Mahkota, ini lebih seperti terlihat ada magnet yang membuat mereka melakukan sesuatu kearah yang sebaliknya.

Tidak seperti biasanya para ksatrua VIXX mencari seseorang sampai selama ini biasanya mereka pasti hanya butuh seminggu saja. Tapi, ini? Mereka hanya mencari seorang Putra Mahkota saja. ingat hanya PUTRA MAHKOTA. Tapi, ini sudah hampir 4 bulan lamanya mereka tidak mendapatkan keberadaan yang pasti tentang sang Putra Mahkota.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah radar mereka salah? Tidak, radar mereka benar hanya saja mereka kurang memperhatikan seseorang yang menurut radar itu adalah sang Putra Mahkota.

Padahal 2 hari yang lalu mereka baru mengejar seseorang yang selalu saja lari dan menghilang ketika mereka mengejarnya sesuai dengan yang radar itu tunjukkan.

Tapi, mereka selalu saja kehilangan jejaknya. apakah Putra Mahkota mereka memiliki kekuatan teleportasi? Atau menghilang? Mungkin saja kedua-duanya dimiliki sang Putra Mahkota pasalnya seminggu yang lalu mereka baru saja mendapatkan info dari sang Raja bahwa Putra Mahkota mempunyai kekuatan untuk berpindah tempat dalam sekejap dan memiliki kekuatan telepati seperti Hong Bin dan juga dia bisa memakai mantra yang sudah kuno di Planet VIXX yaitu mantra penghapus ingatan dan mantra membingungkan lawannya. Namun, mantra itu juga bisa dipakai kepada sesama anggota kerajaan dan pasalnya Planet VIXX sudah tidak lagi memakai mantra seperti itu.

Itu sejak Raja VIXX yang sekarang menglarang bukan lebih tepatnya menghapus pengunaan mantra kepada sesama anggota kerajaan. Jadi, sepertinya Sifat Sang Putra Mahkota ini lebih seperti ibundanya dari pada sang Ayahandanya.

.

.

.

.

.

.

Para ksatria VIXX sekarang sedang berdiri didepan sebuah kampus. Mereka kesini bukan untuk belajar okay, karena misi mereka membawa kembali sang Putra Mahkota. Dan karena radar yang mereka bawa, membawa mereka kesini.

Dikampus yang memuat banyak orang (menurut mereka ya) yang ingin belajar seperti layaknya Planet VIXX. tapi, di Planet VIXX mereka tidak memakai buku atau pun bolpoin lebih seperti komputer yang bisa dibawa kemana-mana dan itu berbentuk seperti gelang, kalung, cincin maupun anting.

Okay, kembali ke cerita.

Dengan keberanian penuh mereka memasuki halaman universitas itu dan berjalan sesuai arah yang ditunjukkan radar tersebut dan kalian tahu? Mereka menuju arah tempat duduk dimana Taek Woon sedang membaca bukunya.

Setelah melihat seseorang yang ditunjukkan radar, Kapten Lee Jae Hwan dengan memantapkan hati berbicara dengan orang itu sambil berlutut layaknya menghadapi sang Raja.

"Putra Mahkota pulanglah bersama kami" ucap sang Kapten Lee Jae Hwan

Dan orang yang merasa panggilan itu ditunjukkan padanya langsung berpaling dan memberikan tatapan bingung.

"Siapa yang kamu maksud Putra Mahkota?" Tanyanya bingung.

Dan mereka kaget bukan main kalau orang yang didepannya akan bertanya seperti itu dan melihat satu sama lain seperti orang kebingungan.

Dan dengan keberanian yang menciut Kapten Lee Jae Hwan bertanya lagi.

"Apakah kau bukan Putra Mahkota yang kami cari?" Tanya Kapten Lee Jae Hwan lagi dengan nada berharap bahwa dia akan menjawab 'dialah Putra Mahkota'

"Aku bukan Putra Mahkota" jawab orang itu

Dan harapannya hancur saat mendengar jawaban dari orang yang didepannya itu.

Acara kaget-kagetannya tidak berlangsung lama sampai sebuah suara mengalihkan perhatian mereka darinya.

"Taek Woon-ssi, kelas akan dimulai" panggil Hak Yeon

Yang namanya dipanggil hanya menatapnya dan berjalan kearahnya.

Dan alangkah Terkejutnya mereka saat radar mereka kembali berbunyi menunjuk ke arah Hak Yeon orang yang memanggil Taek Woon.

Hak Yeon yang tidak jauh dari sana mendengar suara radar itu langsung terdiam.

'Apakah itu mereka? Haruskah aku lari sekarang?' Pikirnya

Saat Taek Woon sampai didepannya Hak Yeon membuka suara untuk bertanya.

"Siapa mereka?" Tanya Hak Yeon ke Taek Woon

"Sekumpulan orang aneh yang mencari Putra Mahkota" jawab Taek Woon masih dengan wajah datarnya.

Deg..

Mendengar perkataan Taek Woon, Hak Yeon merasa dia harus lari. Tapi, hatinya berkata dia harus kembali ke Planet VIXX tapi, dirinya masih ingin di Planet Bumi.

Kembali ke para ksatria VIXX

Melihat seseorang yang ditunjukkan pada radar mata ke-empat ksatria itu memandangnya dengan memohon bahwa dialah orang yang mereka cari.

Hak Yeon yang melihat menjadi kasihan dengan mereka yang sudah mengejar dan mencari dirinya selama 4 bulan ini dan juga dia merasa dia tidak harus melibatkan Taek Woon ke dalam hidupnya. oleh karena itu dia mengirimkan telepatinya ke Hong Bin

'Tunggu aku di kafe StarLight didepan toko buku, aku akan menemui kalian disana jam 1 siang' perintah Hak Yeon melalui telepati

Hong Bin yang mendapatkan telepati dari Hak Yeon menganguk setelah mendengarkan perintahnya.

"Mari kita pergi Kapten." Ucap Hong Bin

Ke-tiga orang yang mendengarnya menjadi bingung dan memandang Hong Bin dengan pandangan bertanya.

"Tapi, Hong Bin..." Jawab Kapten Lee Jae Hwan terpotong oleh telepati dari Hong Bin

'Dia menyuruh kita pergi ke kafe StarLight didepan toko buku' kata Hong Bin mengirim telepati ke-tiga orang didepannya.

"Baiklah mari kita pergi" lanjut Kapten Lee Jae Hwan diikuti yang lainnya meninggalkan kampus itu menuju tempat yang disebutkan oleh Putra Mahkota mereka.

.

.

.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan jam satu siang tapi Putra Mahkota mereka tidak kunjung datang juga. Mereka masih setia menunggu disana, menunggu Putra Mahkota mereka datang. Saat mereka sedang khawatir jikalau Putra Mahkota tidak datang tiba-tiba saja Hak Yeon (Putra Mahkota) sudah ada disamping Dr, Han Sang Hyuk membuat mereka kaget dengan tiba-tiba saja ada suara lain ditempat mereka duduk.

"Ups, ma'af" ucap Hak Yeon selaku Putra Mahkota VIXX

"Nama ku di Planet Bumi Hak Yeon dan nama ku di Planet VIXX N dan aku Putra Mahkota kalian" lanjutnya memperkenalkan dirinya layaknya seorang yang baru berkenalan dan tersenyum sangat manis.

Mereka yang tidak pernah melihat Putra Mahkota terkagum-kagum dengan kharisma yang dipancarkan Hak Yeon.

Pasalnya selama mereka mengejar tidak pernah sekalipun mereka dapat melihat wajah Putra Mahkota mereka. Hak Yeon yang merasa tidak direspon melambaikan tangannya ke depan wajah mereka satu persatu. Tetapi, aktivitas melambaikan tangannya didepan wajah para Ksatria terhenti saat sebuah suara terdengar seperti membatukkan diri.

"Ehem.." Batuk Kapten Lee Jae Hwan

"Putra Mahkota N" ucap Kapten Lee Jae Hwan memanggil Putra Mahkota.

"Ya?" Jawab Hak Yeon

"Pulanglah bersama kami kembali ke Planet VIXX" lanjut Kapten Lee Jae Hwan.

"Aku tidak mau pulang" jawab Hak Yeon memalingkan wajahnya dan melipat tangannya kedepan.

"Tapi, Putra Mahkota bagaimana dengan ayahanda Raja VIXX? Apakah Putra Mahkota tidak merindukan rumah? Dan juga ibunda Ratu?" Tanya Dr. Han Sang Hyuk.

"Tidak masalah, karena mau tidak mau kami tetap akan membawa anda kembali ke Planet VIXX" ucap Kapten Lee Jae Hwan tegas sambil menutup matanya.

"Itu kalau kau bisa menangkapku" jawab Hak Yeon.

"Tidak masalah karena kami sudah menyiapkannya" jawab insyur mesin Kim Won Shik

Hak Yeon yang melihatnya membulatkan matanya. Sedangkan Hong Bin yang sedari tadi diam memperhatikan perubahan wajah Hak Yeon dan tertawa keras saat insyur mesin Kim Won Shik memperlihatkan hasil karyanya membuat Hak Yeon terdiam ditempatnya.. Semua yang disana memandangnya dengan pandangan seperti mengatakan 'apa kau gila?'

"Hahahaha... Ma'af" ucap Hong Bin meminta ma'af saat dirasakannya semua mata tertuju padanya yang sepertinya masih menahan tawanya.

"Anda mempunyai dua pilihan Putra Mahkota. Pertama pulang dengan damai atau kedua pulang dengan sedikit paksaan" ucap Kapten Lee Jae Hwan membuat Hak Yeon harus memilih salah satu dari dua pilihan tersebut

.

.

.

.

.

.

TBC or END

Sorry Late, I Hope U Like It!

#bow bersama Leo dan N

Kami mengucapkan "Gamsahamnida"