Previous Chap -2-

"bagaimana kalau kau pergi dengan Kibum saja" ucap minnie sambil melirikku dan siwon yang langsung menoleh ke arahku. Aku benar – benar salah tingkah kali ini –ayo kim Kibum pasang wajah biasa saja- aku mencoba menyemangati diriku sendiri

"aku ada urusan" jawabku dengan datarnya

"siapa juga yang mau pergi dengan gadis sepertimu" ucap siwon dengan juteknya

-apa? Seorang Kim Kibum di tolak? Apa aku enggak salah dengar-karena jengkel aku dengan sikap siwon, aku putuskan untuk keluar kelas saja dari pada aku makin gila berada di samping siwon dan sungmin yang asyik dengan dunia mereka sendiri.

.

.

.

"aku mulai bingung dengan perasaan ini"

RATE / GENDER : T / ROMANCE

THE SPOILED GIRL

CAST : KIBUM + SIWON

Dan banyak Lainnya . . .

Semua nama pemain memang kesengajaan yang saya buat, namun untuk karakter semua murni buatan saya,,,hehehe

Saya hanya pinjam nama saja . . .

.

.

.

Chapter 3

"aaahhhhhhhh . . . . , bagaimana ini bisa terjadi"

Buag

Buag

Buag

Prak

"aku benci keadaan ini" teriak Kibum bertubi – tubi dan tak terkendali. Itulah Kim Kibum yang selalu melampiaskan kemarahannya dengan melempar semua barang – barang yang ada di hadapannya, dan sekarang yang menjadi sasaran kemurkaan seorang Kim Kibum adalah bantal, guling, seprai yang di obrak – abrik, jam beker, make up rias dan tak terkecuali kaca rias juga menjadi sasaran gadis cantik ini.

"ayolah nona kim . . . tenanglah" nasihat park ajeomma terus menerus seraya mengikuti kemanapun kibum pergi

"hikz . . . hikz . . . hikz . . ." kibum akhirnya berhenti di tepi tempat tidurnya "Bummie kenapa jadi pencundang begini ajeomma . . ." ucapnya dengan di iringi isakan yang mulai mereda

"ajeomma ngerti nona . . . tapi semua bisa di perbaiki . . ." nasehat park ajeomma sambil memeluk anak majikannya itu dengan lembut

"BUMMIE . . . " teriakan menggema di dalam kamar

"bummie gwechanayo?" tanya sungmin setelah berada di samping kibum

"sudahlah bummie . . . " ucap wookie sambil mengusap air mata yang mulai kering dari manik indahnya

"minnie, wookie . . . kalian tahu kan . . . seorang Kim Kibum tak pernah kalah?" sungmin dan wookie hanya mengangguk tanda membenarkan ucapannya "tapi . . . hari ini aku mengalaminya . . . "

"bukankah itu bagus bummie . . ." kibum dan ryeowook hanya mengangkat satu alisnya tanda tak mengerti dengan ucapan sungmin "itu bagus bummie . . . dengan begini kau akan menemukan saingan yang benar – benar tepat" wookie hanya tersenyum dan mengangguk sebagai tanda membenarkan apa yang di ucapkan sungmin

"tapi . . . choi siwon itu mengalahkanku di segala hal . . ."

" tidak di semua hal kok . . . nyatanya Bummie punya penggemar banyak, dia tidak . . . " sanggah wookie

"gomawo minnie . . . wookie . . ." kibum memeluk kedua sahabatnya dengan erat

"ne . . . sekarang bummie tidur ne . . ." perintah sungmin dan mendapat anggukan dari kibum

"Tidurlah bummie . . . semoga mimpi indah" ucap wookie sebelum mereka keluar dari kamar berwarna biru tosca milik Kim Kibum

.

.

.

"sebenarnya ada apa nona" tanya park ajeomma setelah melihat sungmin dan wookie berada di dapur untuk mengambil minum

"hanya ketidakpuasan saja ajeomma" jawab wookie sambil meminum air di genggamannya

"bisakah nona ceritakan . . . "

Flashback on

"hari ini kita akan menerima hasil semester pertama kita" girang wookie

"siapakah yang akan jadi yang pertama"

"tentu saja bummie, . . . siapa lagi" ucap wookie semangat

"aku rasa juga begitu . . ."yakin kibum

"baiklah anak – anak hari ini kalian akan menerima hasil evaluasi belajar semester pertama . . . dan untuk yang mendapat juara pertama adalah . . . " ucap han seonsaengnim dengan menggantung kata – katanya. Semua siswa hanya diam tidak ada yang berani menebak karena memang sangat sulit sekali menebak siapa yang menjadi juara pertama pada kelas yang hampir semua muridnya mempunyai kepintaran yang hampir sama.

"dan juaranya adalah . . . CHOI SIWON . . ." ucap han seonsaengnim dengan lantangnya, dan seketika kelas menjadi ryuh memberi ucapan selamat kepada sang bintag kelas. Kecuali 3 gadis cantik yang masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang mereka dengar

-bukan Kim kibum juaranya-

-bukan kim kibum yang pertama-

-bukan aku sang bintang kelas, tapi laki – laki mempesona itu yang telah meraihnya-

Mereka terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Hingga tak memperdulikan keramaian yang tercipta karena kegembiraan seorang Choi Siwon

Bruuug . . .

Suara itu mampu membuat mereka menghentikan suara bising di dalam kelas dan membuyarkan lamunan sungmin dan ryeowook dengan cepat

"Ya . . . Kim Kibum . . . " reflek siwon langsung berjongkok untuk mengangkat Kibum

Tak ada yang tahu awalnya bagaimana, mereka hanya tahu bahwa gadis seputih salju itu tiba – tiba pingsan di lantai dengan wajah yang sangat pucat sekali"

"YA BUMMIE IREONA . . ." teriak wookie

"Choi Siwon tolong bawa Kibum ke UKS" perintah han seonsaengnim dengan segera

Kepanikan pun terjadi di kelas mereka karena kejadian yang sangat tiba –tiba itu, sungmin dan wookie tak mengantar Kibum ke UKS karena mereka memang masih dalam keadaan terkejut

Flashback end

"begitulah ajeomma . . . dan kami juga tak tahu ada kejadian apa di UKS itu, saat kami kesana bummie sudah tidak ada dan begitu juga dengan choi siwon, mereka sepertinya pulang lebih awal dari pada kami" terang sungmin dengan sejelas – jelasnya

"owh . . . mungkin nona hanya kaget, karena nona memang tak pernah mengenal kekalahan"

.

.

.

"ach . . . hari yang indah untuk mengawali semester baru"

"ach . . . kalau ingat sekolah aku jadi ingat laki – laki itu"

"aku juga jadi ingat dengan nilai semesterku yang berada di bawahnya"

"ach . . . aku membencinya . . ."

Gerutu seorang gadis cantik dan berkulit seputih salju sebelum menjalani kehidupan sekolahnya yang sudah tidak masuk beberapa hari ini karena memang sekolah dalam keadaan non aktif dalam kegiatan belajar mengajar

"pagi nona kim"

"pagi ajeomma"

"minum susunya nona . . ."

"aaa. . . roti di olesi selai strowberry nona" kibum hanya menurut saja saat park ajeomma melayaninya seperti anak kecil. Tapi memang itulah kebiasaannya tak pernah mau makan kalau tidak di suapi. Bukannya Kim kibum tidak bisa melakukannya sendiri, namun dia selalu berdalih bahwa makan sendiri itu rasanya sangat hambar dan membuat perutnya mual. Mungkin terkesan sangat manja namun tak pernah ada yang mempermasalahkannnya termasuk 2 sahabatnya -sungmin dan ryeowook- serta sepupunya.

"Annyeonghaseo . . . Bummie chagi . . ."

"tanpam sekali hari ini . . ." ucap kibum yang masih sibuk dengan sarapannya

"ya . . . kim Kibum . . . masih saja kau menyusahkan park ajeomma" hanya di tanggapi senyuman oleh park ajeomma

"kajja bummie . . . nanti kita telat"

"ne yesung oppa . . ."

.

.

.

Saat Kibum memasuki kelasnya dia sudah melihat seorang choi siwon duduk manis dengan membaca buku yang sangat tebal. Tapi ini bukan pemandangan langka untuknya karena memang sudah menjadi rutinitasnya melihat siwon selalu membaca buku sebelum jam pelajaran di mulai. Dia –siwon- memang bukan orang yang banyak bicara serta banyak teman, dari yang kibum tahupun siwon hanya dekat dengan sungmin. Dan sudah menjadi rutinitas seorang gadis cantik bernama Kim Kibum ini untuk selalu menanyakan buku apa yang sedang di baca choi siown, tapi entah kenapa pagi ini dia terlalu malas untuk menanyakannya, jangakan menanyakan, melihatpun kibum bener – bener tidak mau melakukannya. Dia hanya melewati siwon begitu saja membuat objek yang terlewati merasa aneh

"kenapa dia tak menanyakan buku yang aku baca . . . ada apa denganya . . . apa dia sakit . . . atau dia sudah tak terpesona denganku . . . ach, apa yang baru saja aku pikirkan . . . untuk apa aku memikirkan gadis playgirl ini . . . terserah dia sajalah . . . tapi, aku kok merasa aneh kalau dia bersikap sedingin ini padaku . . ." tanya siwon pada dirinya sendiri dengan tak melepas pandangannya dari kibum

"kenapa kau melihatku seperti itu . . ."

"aku hanya ingin saja"

"terserahlah"

"kenapa kau membenciku?"

".."

"kenapa kau diam saja? Aku ingin tahu alasannya"

".."

"apa kau tak punya mulut untuk menjawabku?"

"anggap saja aku tak pernah mengatakannya"

"tapi kau pernah mengatakannya"

"sejak kapan kau jadi cerewet"

"sejak kau bilang kau membenciku"

"apa kau memikirkan kata – kataku . . . atau kau tak terima aku membencimu"

"aku terima"

"kalau begitu tak usah kau tanyakan alasannya"

"harusnya kau bilang terima kasih saat aku membawamu ke UKS tapi saat kau sadar kau malah berteriak dan mengatakan membenciku . . . sangat tidak masuk akal"

"kau terlalu banyak bicara"

"karena memang perlu banyak bicara"

"diamlah"

"kalau kau menjawab aku akan diam"

Mereka terus saja melontarkan kata – kata yang tak ada satu dari merekapun yang mau mengakhiri percakapan pagi mereka walau tanpa saling memandang sampai seorang guru memasuki kelas mereka dan menghentikan perdebatan yang tak akan pernah berujung.

.

.

.

"kenapa tadi aku berbicara banyak sekali dengannya . . . aneh sekali . . . padahal aku tak pernah berbicara sebanyak itu sebelumnya . . . termasuk dengan sungminpun aku tak pernah bercakap – cakap sebanyak itu" siwon tersenyum sendiri mengingat percakapan paginya dengan kibum yang terlihat sagat konyol

"ech . . . kenapa tubuh ini berdesir saat mengingatnya"

"dasar pikiran bodoh . . . "

"sedang apa gadis itu di taman sendirian . . . " tanya siwon pada dirinya sendiri dan melangkahkan kakinya menuju taman tempat gadis yang di lihatnya

"kau sepertinya kurang sehat . . ."

"kenapa hari ini kau menyebalkan sekali" jawab gadis itu yang ternyata adalah kibum

"aku hanya bertanya"

"apa kau mengkhawatirkanku choi siwon,ssi?" tanya kibum dengan memutar arah pandangnya ke arah siwon dengan tajam

"a . . . a . . . an . . . "

"Ya . . . choi siwon apa yang kau lakukan?" belum selesai siwon mengucapkan kata – kata untuk menanggapi ucapan kibum, sudah ada suara yang mengintruksinya

"ne . . ."

"kau membuat kibum sedih ne?" tanya laki – laki itu dengan berjalan perlahan ke arah mereka –siwon dan kibum-

"aniya"

Bug

"aw . . ."

Pukulan tepat di perut siwon

Bug

Bug

Pukulan tepat di pipi kiri dan kanan siwon

-kibum beranjak dari tempat duduknya namun hanya menyaksikan tanpa berniat menghentikan kegiatan salah satu penggemarnya yang tak rela melihatnya di sakiti oleh orang lain-

Pukulan bertubi- tubi menghantam perut dan wajah siwon

"ki . . . kibum" ucap siwon dengan mengulurkan tangannya, tanda dia membutuhkan pertolongan namun Kibum hanya melihatnya tanpa berniat menghentikannya –lagi-

"Ya . . . Lee Jihun apa yang kau lakukan?" teriak seorang gadis yang mampu menghentikan kegiatan laki – laki itu yang ternyata bernama Lee Jihun

"kau tak apa "

"gomawo wookie"

"Kibum apa yang kau lakukan?"

"kau lihat kan minnie dari tadi aku disini"

"tapi harusnya kau bisa menghentikannya" tutur sungmin dengan lembutnya

"kenapa kau jadi jahat begini bummie . . . bukannya kau mencintainya?"

Deg

Jantung siwon tiba – tiba berdetak lebih kencang saat dia samar – samar mendengar ucapan sungmin.

-apa aku enggak salah dengar . . . gadis sepopuler kibum menyukai laki – laki sepertiku?-

"ach . . . kepalaku bener – bener pusing" guman siwon sebelum dia benar – benar tak punya tenaga lagi untuk mengangkat tubuhnya dan membuka matanya

"Ya . . . choi siwon . . . iroena . . ."

Sungmin dan kibum berlari ke arah siwon saat mendengar wookie berteriak. Namun langkah kibum terhenti saat sungmin menginterupsinya

"berhenti disitu Kim Kibum dan jangan melangkahkan kakimu walau hanya 1cm pun . . . kau benar – benar keterlaluan kali ini"

-tbc-

Bagaimana chapter 3 ini? Apakah terlihat membosankan?

Mw ngucapin terima kasih buat semuanya yang menyempatkan diri untuk mengunjungi FF ini.

Aku juga mau minta maaf yang sebesar – besarnya jika ada kata-kata/kalimat yang ada di tulisan saya yang tidak sesuai dengan EYD

Dan apabila ada yang menemukan tanda baca yang tak semestinya, dan penulisan yang salah mohon koreksinya.

One more again . . . thank you so much

Thank to :

snower0821(bisa di pertimbangkan,,,hehehe) - Choi Hye Won (he"em . . . pesona choi siwon memang tak di ragukan) - kang hyun yoo (its ok) – fardil (siwon jangan di tabok donk . . . kasihan)- RistaMbum - wulandarydesy, Kikibummiesiwonnie (hanya tertarik bukan berarti suka,hehe) - Choi See Won - mitade13 – kimshippo (its ok) - zakurafrezee – All Guest – Terima kasih atas partisipasinya "Gamshahamida"

-frosyita-