WARNING! Before you read, make sure you would be okay with it. This chappie probably a M-Rated one.

Klo emg yakin, selamat membaca readers~


"Kau curang…"

"Curang? Jangan bercanda, Frost. Aku sedang tidak mood dengan lelucon bodoh." Pitch berkata dingin.

"Tidak, aku tau kau curang.. Jangan mengelak Pitch. Dan ini sama sekali bukan lelucon!" Jack menggeram pelan, tatapannya yang tajam tertuju pada bogeyman berdiri di depannya. Muka Jack sekarang merah karena dua alasan.

Pitch tidak menjawab, sebaliknya, dia kembali berjalan meninggalkan Jack.

"Pitch! Jangan kabur! Jawab aku!" Jack berdiri, tapi raja mimpi buruk itu seperti sengaja tidak mau mendengarkan, Jack kehilangan kesabaran.

"Aku tidak punya apapun untuk dijawa-"

Sebelum Pitch bisa menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Jack menerjangnya dari belakang, seperti singa kalau baru dapat makanan. Kaget dengan serangan mendadak, Pitch langsung ambruk dengan bunyi 'gubrak' yang keras diikuti Jack menimpanya sekarang.

Pitch mendengus kesal karena posisinya yang tidak nyaman lalu berbalik menghadap Jack. "Jack.. Beri aku satu alasan yang bisa kuterima agar aku tidak harus mencincangmu sekarang."

"Harusnya kau yang beri alasan padaku! Kenapa? Apa pedulimu!?"

"Peduli? Di mana kau simpan otakmu? Apa kau sadar kau sedang berbicara dengan siapa? Dan lagi tadi kau bilang aku curang?"

"Aku baru sadar tadi, kau menggunakan fearlings-mu itu yang kubilang curang!"

Pitch diam, menunggu penjelasan lebih lanjut dari Jack.

"Tadi kau bilang, 'bermain dengan fearlings sama saja bermain dengan diriku sendiri', berarti kau bisa melihat apa yang mereka lihat! Kau curang! Harusnya aku sadar lebih cepat!"

Pitch memutar matanya. "Kau ingat waktu insiden sepuluh tahun lalu? Untuk apa aku mengirim pasukan nightmares untuk mengawasi kalian? Itu bukti aku tidak bisa melihat apa yag mereka lihat kan?"

"Kau bilang tadi fearlings! Bukan nightmares! Mereka berbeda! North pernah cerita padaku! Karena kau sendiri adalah fearling!" Jack mempererat cengkramannya pada bahu Pitch yang sekarang terpojok, trik-nya ketahuan. Dia tidak menyangka Jack akan menyadarinya.

"Tapi kenapa?" Jack berkata lirih. " Kenapa kau malah sengaja kalah? Apa pedulimu?"

Pitch terdiam, sebetulnya tidak ingin Jack mengetahui kalau memang itu yang dia lakukan. Akhirnya Pitch hanya mendesah dan memberi alasan. "Aku tidak berniat melihat musuhku sendiri menunjukan pemandangan 'seperti itu'."

"Kau.. tidak mau?"

Pitch membeku. "Apa?"

"Eh? Ah! Maksudku jangan bohong! kau sengaja kalah! Mana mungkin kau mau sengaja kalah untuk musuhmu?!"

Berkedip, Pitch tidak berkata sepatah katapun. Bukan karena dia kehabisan kata-kata, dia malah punya ratusan pertanyaan di kepalanya. Dan tiba-tiba, sebuah ide melintas di kepala Pitch, dia memberi Jack sebuah seringai.

"Itu karena kau terlalu manis sampai aku tidak tega melihatmu harus menjalankan hukuman yang terakhir itu, Jack."

"..Hah...?" Rahang Jack seperti mau copot, mukanya benar-benar jadi merah padam. "Ka-Kau ber-canda, kan?" Suara Jack terputus-putus.

"Oh, padahal aku ini sangat serius, lho." Pitch berkata dengan nada tersinggung.

"Kau gila! A-ku tidak akan termakan bualan konyol begitu!" Jack menjawab cepat sambil melepaskan cengkramannya pada bahu Pitch. Dan ketika Jack(akhirnya) sadar bahwa dia dan Pitch sama-sama telanjang dada, Jack langsung panik, lalu segera mencoba menarik diri.

Tapi tidak bisa.

Salah satu tangan Pitch menahan lengan atas Jack.

"…Pitch..?" Jack gugup.

"Mau ke mana, Jack manis? Aku belum selesai denganmu." Pitch menggoda lagi.

"Apa-apaan sih?!" Jack makin panik mendengar goda-godaan tidak biasa dari seorang bogeyman."Pitch, jangan main-main! Lepaskan aku!" Jack mencoba menarik diri lagi, tapi gagal, tangan Pitch lebih kuat menahannya.

Tanpa aba-aba, Pitch langsung menarik dan memeluknya erat supaya Jack tidak kabur, Jack berusaha melawan tapi hanya bisa menggeliat kecil karena ketatnya pegangan Pitch dan Jack sendiri tenaganya terkuras mendadak karena malu setengah mati.

"Jack, aku punya satu pertanyaan, apa kau benar meng-claim dirimu sebagai seorang pelindung?" Pitch tiba-tiba bertanya.

"Kalau iya, memangnya kenapa?"

"Ck Ck.. Jack Frost, Kalau begitu, seorang pelindung itu pasti adalah orang baik, kan'? Orang baik tidak akan berbohong, jadi bagaimana kalau kau yang jujur sekarang? Bilang saja kalau kau mau aku melakukan ini padamu.." Pitch membisikan kata-kata manis tapi berbahaya lalu menjilat telinganya, Jack langsung mengigil.

"Pitch! Aku Tidak-"

"Kalau kau berani berbohong lebih lanjut, akan kulepas celanamu sekalian lalu kukirim kau langsung ke Santoff Clausen."

Jack malah terpengaruh, mulutnya langsung dikunci rapat-rapat. Pitch menyeringai lebih tajam. Jack tidak sadar rahasianya baru terbongkar dua sekaligus.

Pitch menyeringai lalu mendengkur memeluk(sebenarnya menahan lebih tepatnya) Jack. Jack merengek kecil ketika tangan Pitch mulai membelai setiap inci tubuh putihnya yang halus tapi tidak berani membantah apalagi melawan. Reputasinya bisa langsung hancur dalam sekian detik kalau sampai salah tingkah. Jelas dia tidak akan membiarkan itu terjadi, sekalipun dia tau bahwa itu artinya dia mengotori diri sendiri. Bahkan dia tau kalau Pitch hanya memanfaatkan kesempatan ini.

Ya, ini hanya demi menjaga reputasi.

Begitulah yang Jack pikir.

Sungguh?

"Jack.." Terdengar panggilan lembut dari Pitch.

Tidak ada jawaban, Jack tetap diam menerbenamkan wajahnya pada leher Pitch. Walaupun dia takut dan keringatnya sudah mulai berjatuhan, dia tetap tidak sudi menjawab. Mungkin kalau dilihat sendiri, cara Jack ini lebih mirip pura-pura tidur.

Sayangnya, Pitch cukup pintar untuk mengatasi ini. Dia memindahkan tangan kirinya (yang dari tadi dipakai untuk memainkan rambut putih Jack) ke dekat pinggul lalu tanpa peringatan menekan jarinya di sana. Jack langsung naik sambil memekik kaget karena serangan mendadak barusan. Matanya menatap langsung roh kegelapan di depannya.

"Oh kukira kau tidur?" Pitch tersenyum sadis.

Muka Jack menunjukan ekspresi seperti sedang ingin bertanya. Tapi Pitch tidak peduli, ketika Jack tidak bisa merespon apa-apa, dia mencium pipi Jack, yang jelas membuat pelindung itu memerah lagi. Belum sempat menyesuaikan diri, Pitch langsung pindak ke leher Jack, kemudian bahu. Tapi tidak berhenti sampai di situ, setelah selesai dengan bahu, Pitch menjilat jemarinya lalu menempatkannya pada tempat-tempat yang sensitif bagi Jack. Hal itu dilakukannya berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama.

Walaupun mencium secara cara tak langsung, ini sangat mengganggu Jack. Kepalanya menjadi pening dan sekarang tidak hanya wajahnya, tapi seluruh badannya menjadi panas dan merah karena semua serangan brutal dari Pitch. Jack berkeringat lebih banyak dan matanya mulai kosong, hampir pingsan.

Tapi dia harus tetap terjaga! Maka dia berusaha bertahan walaupun sudah sekarat.

Pitch tau benar keadaan Jack yang semakin sekarat. Kelihatannya hadiah penutup sudah harus diberikan sekarang. Jadi, Pitch menaikkan tubuh mungil Jack sampai mukanya tepat berhadapan dangan muka Pitch.

"Kau tau Jack? Merah muda terkadang warna yang cocok untuk wajah manismu itu." Pitch berbisik lembut. Membuat jantung Jack berdegup makin kencang.

"Aku merasa kasihan pada Toothiana, dia bahkan tidak pernah melihat wajah manis seperti ini dari pacarnya sendiri.."

"A-apa?" Jack tersedak. "Kami tidak pacaran."

Pitch menyeringai. "Maka aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Tepat setelah menyelesaikan kalimatnya, Pitch menekan bibirnya pada bibir Jack.

Jack sangat shock, terlalu shock. Jantungnya seperti mau meledak. Ciuman pertamanya! Dia bersumpah tidak pernah mencium seorang gadis pun (atau pria pun) sejak dia lahir bahkan sampai tiga ratus tahun setelah dia mati dan menjadi seorang Jack Frost. Dan dia sama sekali tidak menyangka kalau Pitch, (mantan) musuh besarnya sendiri, akan menjadi yang pertama!

Awalnya, Jack berpikir untuk melawan lidah yang masuk ke mulutnya. Tapi karena terlalu lemas dan tidak bisa bertahan lebih lama, dia hanya diam bertahan sebentar, dan akhirnya membalas ciuman tersebut sebelum fisinya benar-benar menjadi gelap total.


Jack perlahan membuka matanya. Kepalanya pusing, dan badannya kaku. Dia mencoba fokus dan melihat sekelilingnya. Mengetaui dia masih semi-telanjang di markas Pitch, dia langsung memaksakan dirinya untuk benar-benar bangun tapi malah membuatnya meringis kesakitan karena gerakan tiba-tiba setelah bangun tidur.

"Tidak perlu panik begitu, aku sudah selesai denganmu."

Jack membeku beberapa detik dan tersentak ketika menyadari Pitch sedang duduk di sampingnya. Penampilan mereka berdua masih sama sejak mereka selesai bermain kartu. Setelah kaget Jack menjadi canggung, tidak tau harus berkata apa dengan situasi seperti ini.

Wajah Jack memerah lagi mengingat kejadian sebelum dia pingsan. Dia menyentuh bibirnya, dia masih bisa merasakan kehangatan bibir pria itu saat menciumnya.

"Hey Pitch?" Jack akhirnya punya topik untuk dibicarakan.

"Ya?"

"Apa maksudmu kau tidak akan membiarkan Tooth jadian dengaku tadi?" Muka Jack sedikit lebih memerah lagi.

Pitch mengangkat sebelah alisnya. "Sudah jelas, aku hanya mau kau menjadi miliku seorang."

"Tapi kita pernah jadi musuh." Jack mencoba menyangkal tapi dalam hatinya berharap Pitch punya jawaban untuk pertanyaannya.

"Itu adalah alasan konyol yang menghalangimu mencintaiku."

"Apa?"

"Jack, kau yang yang bilang pertama, aku hanya senang perasaanku terbalas." Pitch berkata santai sambil tersenyum.

Senyum Pitch sangat membuat jantung Jack berdebar kencang. Sebentar, dia berpikir dia harus menyangkal lagi, tapi itu tercegah. Pitch yang kelihatannya muak dengan semua basa-basi Jack, menariknya dan menidurkannya di pangkuannya. Dan Jack langsung kena amnesia. Sekarang dia terlalu lelah untuk berdebat. Lagipula, dia ingin mencoba tenang sedikit.

Keduanya hanya terdiam selama beberapa saat. Kesunyian sangat membuat Jack semakin cepat pulih. Akhirnya Jack mulai berkata lagi.

"Pitch, terima kasih kau sudah mau menemaniku bermain."

"Ya, tentu saja. Tapi lain kali, aku lebih memilih permainan yang kita lakukan tadi dari pada permainan kartu. Hanya setengah jam, tapi lebih seru." Pitch menyeringai. "Untuk berikutnya, akan kulakukan yang lebih terbuka."

Jack tersipu, tapi membalas kalimat Pitch dengan tertawa ceria yang pelan. Dia merasa senang bisa akrab dengan Pitch sekarang, bahkan lebih dari akrab. Seorang Pitch Black ternyata tidak seburuk yang dia pikirkan.

Setelah beberapa lama mereka dalam posisi duduk dan tiduran, akhirnya mereka berdiri. Kemudia Jack mengambil tongkatnya.

"Oh ya, Pitch, sudah berapa lama sejak kita selesai bermain kartu?"

"Hmm.. Sekitar tiga jam yang lalu.. Kira-kira."

"… Bisakah aku memakai pakaianku lagi? Aku mau pulang." Jack berkata canggung.

"Tidak."

"Lho?"

"Setelah kupikir dua kali, Bagaimana kalau aku dapat sedikit kenangan dari tem- bukan- pacarku?" Pitch menyeringai lagi ketika melihat wajah Jack kembali memerah.

Jack kemudian tertawa kecil. "Pitch, aku akan ke sini lagi, tidak perlu ada kenangan segala."

"Yah, tapi mungkin ini bisa jadi kenangan untuk mengingatkan kita pada hari ini. Ini hari yang istimewa kan'? Aku mau mengenangnya."

"Tapi.. Mana mungkin aku jalan-jalan dengan penampilan-"

"Sebagai gantinya, kuberikan jubahku, kita tukaran saja.. Cukup adil kan'?" Pitch menjawab sambil mengambil jaket biru Jack dan melipat rapi jaket tersebut. Dia melakukan hal yang sama pada celana coklat Jack. Selesai melipat pakaian Jack, dia mengambil jubah hitamnya dan menyondorkan itu pada Jack.

"Ambillah, ini milikmu sekarang."

Sebentar, Jack ragu-ragu untuk menerimanya. Tapi akhirnya dia terima juga. Dia mengenakan jubah Pitch. Seperti yang diduga, ukurannya kebesaran, tapi dia tidak peduli, toh cukup untuk menutupi tubuhnya. Lagipula percuma kalau minta jaketnya kembali.

Plus, dia sebenarnya senang dengan kenangan kecil ini.

Melihat rasa senang dari pelindung kecil di depannya, Pitch sekali lagi memberinya ciuman manis di bibir Jack.

FIN.


*Author cengo*
Akhirnya… Ugh- AKHIRNYA! GW TULISS! GW TULISSSSSSS! GW BEHASIL MENYELESAIKAN FIC INIII! HUZAAH! SETELAH SEBULAN KENA WRITTER-BLOCK AKHIRNY BISA SELASAAII! Yah, walaupun mungkin adegannya kurang panjang dan Manis y? ;w;a Adegan 'ini-itu'nya juga sangat g biasa..

... Because seme at the top is too mainstream! *like a boss* #dor

Oya bwt kak Shirasaka-Konoe.. tuh, Jack is on the top! *CLOSE ENOUGH* #diblender

Lalu seperti biasa mohon maap soal bahasa kacau-balau, plot g karuan, typo dan terutama soal sikap Jack & Pitch yg OOC d sini.. ._. Mohon dimaklumin dan diabaikan aj y? Nih author emg newbe..

Trus, klo para readers ad yg mikir ini cerita mirip ama cerita lain.. mohon maap lagi.. walau ane cari inspirasi, itu cuma bwt bagaimana cara menulis dan menyampaikanny doang, tp g niru yg lain kok. Klo ide & plot mah udh disilapin lengkap dari awal.. lama apdate cuma gara2 bingung cara panjanginny & takut nulis aj.. ._.a;

Ok bacotannya males dipanjangin lagi.. langsung aj kita ke:

SPECIAL THANKS:
(penulisan copy-paste dari kak Chima yay #plak)

Saint Chimaira: Thank you sooo much bwt Ratu Obeng(?) tercinta yg ngadain Festival Literasi ini, menjadi tungku d tengah2 fandom RotG Indo terutama bagi kita para fujoshiii! Jg org pertama ramein kotak review dgn berbagai lelucon n komentar yg meledak2 tp bikin terharuu! pffff XDDD Lalu terakhir karna udh setia menagih fic-kuu! Sebenerny aku seneng! Kk masi berminat bacaaa 8'DDD Lav u kk! Arigatoo for everything!
(A/N: Tungku itu hangat kan?)

Flaremaiden: Makasi karna sudah bersedia menjadi org ke-2 yg mengisi kotak review kk-yg-bahasany-aku-kasih-nilai-100! \Q7Q/ Sekaligus sumber inspirasi seme Pitch (Susah loh cari Pitch versi seme yg pas ;A;) & adegan 'ini-itu'~

Clash-Guadians: Arigato kk-ke-2-yg-bahasany-aku-kasi-nilai-100 karena sudah menjadi org ke-3 yg ramein kotak review plus bela2in nyari & ngasi tw typo2 bejimbun d chappie sebelumny dgn lengkap! QwQd Jg review kk yg walau-bikin-serem-tapi-aku-seneng-bacanya! #bahasa apaan sih #'au deh pokokny thank chu!

Kai: Guest yg walau kritik-ny sama kyk Clash-chan tp sangat membantu saya dlm bekerja! Saya jd makin hati2 menggambarkan sikap Jack walau ujung2ny tetep OOC.. #duh #tp yg penting makasih bgt udh bela2in berpatisipasi memberikan review! ;v;

Shirasaka Konoe: SESAMA PITCH'S HUGE FANGIRL! Dan senpai tukang manipulasi selera org.. AKU SAYANG KK! LAIN KLI AKU COBA BIKIN PITCH YG UKE! #salah surat
Euh.. ok.. Entah kalau g ad kk mungkin nih fic selamany g bakalan selesai.. Aku seriusan sebenerny sama sekali g berani nulis adegan2 'manis-ini-itu'.. TAPI setelah chatting, curhat & baca fic2 DASYAT kk, aku jadi terbuka matany! #haiyah..
Ternyata makin g tw malu makin seru! Itu yg kupelajarin! Thank u berat kk! Lav u foevah! :'DDD #btw masi nunggu apdatan fic nih.. #dibuang

Pii: Walau lu baru review sekali d chappie 2, lu tetep temen-3sum-gila-yg-paling-berani gw! Thank u berat atas ke-bejatan lu yg bikin gw jd lebi berani nulis adegan 'ini-ituuu'! \=7=/

Deluja: BLACKICE BUDDY! Susah cari fans RotG indo yg OTP-ny BlackIce, karena rata2 OTP-ny BunnyJack semua… :')) Makin byk kenal org yg ber-OTP BlackIce, ane makin semangaaat! Thank u karna udh menambah motivasi ane lanjutin nih fic! Kk nge-fav plus follow fic ini bener2 bikin ane terharuuu!

Alice-Tertarossa: Temen sekelas yg ngasi berbagai ide keren! Kyaaa you emg jagony romance bro! lav u and arigatoooo! *terjang-peluk-cium* #ditabog

Shirayuki-Hime & Roozen-Vanilla: Trims buat 2 sodaraku yg tabah diterror ama pertanyaan "Permainan kartu ada apa aj y?"

nekophy: APDATE FIC BEGINI AJ LAMA BANGET?! #dor#dor#dor#lewatin

Terakhir buat para readers yg tidak menampakkan diri d kotak review tp membaca cerita ini: Thank you very much sudah mau baca!

See u next time!

Love,

PT Jeglek