A...Z

Discleimer: Masashi Kishimoto

Sumarry: ALFA DAN OMEGA, YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR, YANG TERAWAL DAN YANG TERKEMUDIAN. Dia yang dulu terlahir dan membangun, akan terlahir kembali untuk mengakhiri dan memperbaiki apa yang rusak dari awal.

Genre: Adventure, Family, Romance, Friendship, Fantasy.

Rated: T

A/N: GAJE, MISSTYPO, PENULISAN KURANG RAPIH.

Awan.

"Apa kita sudah bisa memulainya sekarang?" Tanya seorang pria yang memiliki luka bakar di sekitar wajah bagian kanannya. Obito Uchiha nama pria ini.

"Belum, tunggu sampai Hyuuga mulai memperketat penjagaan." Jawab pria dewasa berambut panjang. Madara Uchiha, ayah dari Obito Uchiha.

"Bukankah kalau kita menunggu Hyuuga bergerak, itu artinya kita memberi kesempatan pada keturunan Uzumaki?" Sanggah sang anak.

"Kita lihat saja nanti, seberapa lama kakak beradik itu dapat bertahan." Ujar Madara di sertai seringai mengerikan sebagai pelengkap.

Madara memejamkan matanya, mengatur napasnya, wajahnya terlihat tenang. Tapi siapa tau di balik wajah tenangnya ada sejuta misteri buruk yang di sembunyikannya di dalam kegelapan.

Matanya terbuka onyx kelam yang tadi sempat ada berubah warna menjadi merah, ada tiga tamoe yang mengitari pupil hitam di tengahnya. Seringainya kembali mengembang, dan aura gelap yang melingkupinya semakin besar dan mungkin tak terbendung lagi.

"Aku juga sudah bosan menunggu." Ujarnya dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Obito di ruangan yang memiliki penerangan sedikit ini.

"Itu hak kita, dan kita akan mengambilnya kembali!" Ujar Obito yang setuju dengan kalimat terakhir ayahnya.

Si Sulung yang dulu hanya mampu melihat di dalam gelap sekarang sudah mampu melakukkan yang lebih dari itu, kebencian yang selama ini mereka pendam mengubah daya tahan tubuh mereka sehingga kekuatan fisik mereka pun ikut meningkat.


Sakura, Sasuke dan Naruto tiba 10 menit sebelum bel. Mungkin ini akan masuk dalam catatan rekor mereka, mereka sudah terbiasa datang 10 menit sesudah bel. Dan sekarang datang 10 menit sebelum bel, ini hal yang langka dan harus di abadikan.

Sakura, Sasuke, dan Naruto merupakan teman sejawat yang selalu bersama kemanapun mereka berada. Ya, walaupun Naruto harus menjadi obat nyamuk akibat adegan-adegan yang lebih di dominasi oleh Sakura dan Sasuke.

"Hei, kudengar hari ini ada anak baru yang akan masuk sekolah ini?"

"Siapa?"

"Aku juga kurang atau, tapi dari berita yang ku dengar. Di merupakan salah satu keturunan bangsawan kerajaan."

"Aku tidak pernah dengar ada kerajaan yang masih berdiri di Jepang saat ini?"

Yah, begitulah awal kegiatan para siswi di sekolah ini selain mengejar Naruto begosip menempati urutan kedua. Mau bagaimana lagi, mana mungkin mereka mengejar-ngejar Sasuke yang sudah di miliki oleh Sakura. Mereka tidak mau mempunyai nasib yang naas akibat berani mengusik hubungan percintaan keduanya.

'Anak baru ya, ku harap aku bisa menjadi temannya. Dari pada aku harus menjadi obat nyamuk Si Teme ini terus.' Haha, ternyata anak gubernurpun ikut memikirkan anak baru yang akan menjadi warga Konoha High School ini ternyata. Ah, tidak ada yang tau pasti siapa dia, dari mana dia berasal, dan apa jenis kelaminnya. Hanya Kami-sama yang tau. Dan semua orang selalu barharap jawaban merekalah yang tepat.


Seorang gadis bersurai indigo melangkah masuk, dia mengenakan kemeja berwarna putih dengan setelan rok pendek berwarna hitam. Dia mengenakan jas almamater yang menutupi punggungnya, mata sewarna dengan warna rembulan di kala bulan purnama menjadi daya tarik tersendiri baginya.

Jika di lihat dari pakaian yang dia kenakkan dia merupakan salah satu siswi di Konoha High School, tapi kenapa dia baru tiba setelah 15 menit bel masuk berbunyi? Dengan langkah yang santai pula? Seakan tidak bersalah.

Dia melangkah menuju ke ruang kepala sekolah, di dalam ruangan itu di sudah di tunggu oleh seorang pria berambut jabrik hitam tak beraturan di hidungnya ada sebuah kain yang menyerupai perban. Dia tersenyum ramah pada gadis indigo di depannya.

"Go-gomen, Kotetsu-san. Aku akan masuk mana?" Tanya sang gadis pada si pria tadi -Kotetsu-

"Ah, soal itu... kau akan masuk di kelas hmmp... Ah! Kelas XII-2. Jika kau sudah masuk kelas itu nanti, temui Namikaze Naruto. Dia yang menjadi ketua murid di kelas itu." Ujar Kotetsu setelah melihat daftar nama siswa yang ada di papan jalan yang dia bawa.

"Ah, terimakasih! Aku permisi." Ujar sang gadis -Hinata- berlalu pergi tanpa berbicara apapun pada sang kepala sekolah.

"Siapa anak itu?" Tanya seorang perempuan dewasa yang tengah menatap gedung belakang sekolah melalui jendela yang tak jauh dari meja kerjanya.

"Ah dia, dia itu anak dari pengusaha batu bara yang ada di kepulauan Hokkaido bagian utara. Ku dengar juga dia merupakan salah satu dari keturunan istimewa yang ada di Jepang." Ujar Kotetsu sambil menatap daftar nama murid yang ada padanya.

"Keturunan istimewa rupanya, mereka masih ada rupanya. Ku kira hanya legenda." Wanita ini hanya dapat terkekeh menyadari siapa murid didik baru yang masuk di yayasan miliknya.

"Ku dengar juga keturunan istimewa itu hanya tersisa 2 golongan, yang pertama dan yang kedua. Mereka dari keturunan ketiga tidak dapat mewariskan kehebatan mereka pada keturunannya dan lama-lama mereka musnah." Kini Kotetsu menatap sang kepala sekolah -Tsunade- dengan tatapan yang kurang dapa di pahami.

"Tidak!"

"Mereka masih lengkap! Dan zaman kita adalah saksinya." Ujar Tsunade meninju jendela yang ada di depannya hingga retak. Untung saja jendela itu tidak pecah.

"Mereka ada di sini, baik sang Raja maupun Putra Mahkota, ataupun Si Misterius. Mereka semua berkumpul di sini. Dan waktunya tidak lama lagi." Ujar Tsunade melangkah keluar dari ruangannya.

'Sejarah adalah satu, namun sang pelakulah yang berbeda. Baik atau buruk, semuanya sudah tercatat dari awal, dan semuanya akan kembali terulang. Sampai sejarah itu berhenti bergerak,'


"DIAM!" Ujar Naruto di depan kelas seraya menenangkan anggotanya.

"Jangan mentang-mentang Anko-sensei tidak bisa hadir kalian jadi bisa ribut seenakknya, tidak boleh!" Ujarnya terengah-engah setelah berteriak di depan kelas.

SREEKKKK!

Sosok gadis bersurai indigo muncul dari balik pintu geser ruang kelas XII-2, kulitnya bak porselen dan rembun menjadi penghias netranya. Naruto yang sibuk berteriak demi menenangkan seisi jelasnya sekarang hanya mampu bengong si tempatnya, bagaimana tidak. Saat gadis ini masuk tanpa di beri aba-aba seisi kelas langsung terdiam, termasuk ketua kelas yang masih bingung. Siapa orang ini datang seenaknya di kelas ini? Guru, tapi kalau di lihat lagi. Dia murid. Baru, apa mungkin?

"Siapa kau?!" Tanya Naruto tanpa tedeng aling-aling lagi.

Gadis itu melangkah masuk berdiri tepat di samping Naruto, dan menyapa seisi kelas dengan senyuman hangat miliknya.

"Ohayou, minna-san. Watashi wa Hyuuga Hinata." Ujarnya tersenyum lalu membungkuk tanda penghormatan pada teman-teman barunya.

"Mohon bantuannya." Ujarnya lagi setelah bangun dari posisi bungkuknya tadi.

"Dia manis ya?"

"Dia cantik!"

"Apa dia masih single?"

Terdengar beragam pertanyaan aneh dari beberapa teman-teman barunya.

"Ah, oke! Kau akan duduk dengan,,,"

"Kotetsu-sensei bilang aku akan duduk bersamamu?" Ujar Hinata memotong kalimat Naruto.

Naruto tampak berpikir, dia kan duduk dengan Kiba sekarang. Mana mungkin dia menyuruh Kiba pindah ke tempat lain?

"Yasudah, jika Kotetsu-sensei yang menyuruh. Aku akan duduk bersama dengan Shikamaru, lagi pula aku sudah bosan duduk denganmu." Ujar Kiba langsung bangun dan membawa tasnya menuju ke tempat Shikamaru duduk -lebih tepatnya tidur-

"Ya, kau akan duduk denganku." Ujar Naruto kembali ke tempat duduknya. Di ikuti Hinata yang mengekor di belakangnya.

'Jika dia sudah berhenti, hal seindah apapun yang pernah kau rasakan akan lenyap bersamanya. Tapi berharaplah!'

To
Be
Continued

Tak ku sangka sudah sampai chapter 2, di sini masih belum berasa ya? Padahal ada something yang aku rencanakan pada fic ini. Entah hasilnya bagaimana? Aku ga tau, tapi Suna berharap fic ini di sukai oleh kalian.

Yak! Inilah babak terakhir dalam membaca sebuah fic, sesi review. Silahkan isi kolom kosong yang ada di bagian bawah cerita dengan unek-unek kalian pada fic ini. Mohon gunakan bahasa yang baik juga sopan.