Author : "Yo, wecome back!"

Bel : "Shishishi.. Author payah! Kenapa porsi tampilku sedikit sekali."

Author : "Pst.. nanti aku bikinin fic khusus buatmu dah. Ini spoiler lho!"

Bel : "Shishishi.. okelah." *ngeloyor pergi*

KATEKYO HITMAN REBORN!

Akira Amano

Varia HQ Musical

Story by Reni-is-Ishida

Pair : XS

Warning : OOC, shonen-ai, dan ke-geje-an lainnya..

Theme song : Oh teganya by mas- mas and mbak- mbak Tangga

Pregnant

PRANG!

Terdengar suara gelas wine yang pecah karena dilempar di ruangan Xanxus. Lussuria yang memasak di dapur seketika itu juga langsung berlari menuju lemari barang pecah belah, memeriksa apakah tikus- tikus di dapur sudah beani menerobos lemari dan memecahkan barang- barang di dalamnya. Bel yang daritadi bermain dengan tiara kesukaannya menghentikan permainannya.

"Shishishi, ada badai akan datang di sini," komen Bel sambil cengengesan. (hah?)

Levi yang sedang bersih – bersih langsung menjatuhkan sapunya begitu mendengar suara gelas pecah dari ruangan bossnya. Diapun langsung berlari menuju ruangan Xanxus.

Tok.. Tok..

"Bos, apakah kau baik- baik saja?" Tanya Levi dari depan pintu ruangan Xanxus.

"Kau pikir aku lemah, hah? Cepat bereskan pekerjaanmu, stronzo!" jawab Xanxus dingin dari ruangannya.

Levi dengan muka lesu melanjutkan pekerjaannya, Bel yang sedari tadi hanya cengengesan *ketawa ketiwi* langsung menghampiri Levi, "Jangan masuk kandang singa kalau dia lagi gak mood."

Seminggu setelah kejadian kemarahan Xanxus, Dino pamit pulang pada Xanxus (dan tentu saja Dino tidak tahu kalau Xanxus marah padanya karena tanpa sengaja Dino jatuh menindih Squalo).

"Oi, Xanxus. Jaga tuan putri ini baik- baik. Hahaha.. dia suka melamun akhir- akhir ini," kata Dino sambil menepuk bahu Squalo.

"VOI! SIAPA YANG TUAN PUTRI, HAH?" sahut Squalo emosi.

"Jangan marah- marah, Squalo! Nanti kau cepat tua dan rambutmu *sambil memegang rambut Squalo dan tersenyum* akan cepat rontok," kata Dino pelan.

Squalo yang dari tadi sudah bermuka merah karena emosi sekarang jadi bertambah merah karena malu.

Xanxus yang melihat keakraban atau lebih tepatnya kemesraan mereka berdua mengrenyitkan dahi.

"Cepat kau enyah dari sini, brengsek!" kata Xanxus dingin.

"Baiklah, baiklah! Bel, Levi, Lussuria.. aku pamit!" pamit Dino sambil melambaikan tangan ke arah Bel, Levi dan Lussuria.

Sepersekian detik setelah peninggalan Dino, tangan Squalo ditarik oleh Xanxus. Menyeretnya ke ruangannya.

"Voi! Apa yang mau kau lakukan, brengsek!" umpat Squalo.

Xanxus diam. Sampai akhirnya Squalo diseret ke ruangannya dan ditatapnya dengan tajam.

"Apa yang kau lakukan dengan sampah berngsek itu di hutan?" kata Xanxus serak.

"Itu bukan urusanmu!" Squalo menjawab sambil membalas tatapan membunuh Xanxus.

Tangan Xanxus pun meraih paksa dagu Squalo, menatap Squalo lalu melepaskannya.

"Enyah kau dari hadapanku, sampah!" perintah Xanxus sambil memalingkan tubuhnya dan berjalan menuju meja kerjanya.

Squalo yang emosi sekaligus kebingungan, keluar dari ruangan Xanxus sambil mengumpat dalam hati.

"Eh, Squally, kenapa kau tidak memakan sarapanmu? Wajahmu pucat sekali, kau sakit?" kata Lussuria sambil memegang dahi Squalo.

Squalo menepisnya, dia merasa perutnya sangat- sangat tidak enak.

"Aku ke toilet dulu," kata Squalo pelan.

"Huekkkk… huuekkk…"

Lussuria yang cemas dengan keadaan Squalo mengikutinya sampai di kamar mandi.

Lussuria pov

"Squalo sakit? Kenapa dia muntah- muntah? Apa dia alergi dengan sarapan hari ini? Hmm.. aku rasa bukan. Apa mungkin dia masuk angin? Tidak. Aku rasa Squalo tidak sepucat itu kalau hanya masuk angin. Tapi sebentar, Bel pernah bercerita padaku kalau Squalo pernah berada di ruangan Bos semalaman. Apa jangan- jangan dia HAMIL?"

End of Lussuria pov

Pintu kamar mandi terbuka, Squalo keheranan melihat wajah Lussuria yang kaget setengah mati. Bukan karena melihatnya, tapi karena hasil pemikirannya.

"Ada apa?" tanya Squalo.

"Eh, tidak ada apa- apa Squally, sebaiknya kau istirahat saja," kata Lussuria terburu- buru meninggalkan Squalo yang keheranan.

"Tak usah kau suruh juga aku mau ke kamarku," kata Squalo sambil berjalan terhuyung menuju kamarnya.

Lussuria kembali ke ruang makan dengan wajah yang pucat.

"Ada apa Lussie?" tanya Bel.

"S-Squally, muntah- muntah di kamar mandi. Aku rasa dia- er.. *sambil melirik Xanxus*" Lussuria menghentikan perkataannya.

"Shishishi.. aku tahu maksudmu," kata Bel sambil menepuk bahu Lussuria.

Xanxus yang mendengar percakapan itu langsung berdiri dan meninggalkan ruang makan.

"Shishishi… Bos ternyata tahu maksud kita,"

Xanxus pergi menuju kamar Squalo, sesampainya di depan pintu. Dia ragu untuk masuk, tapi akhirnya dia membuka pintu. Xanxus berjalan menuju ranjang Squalo. Disana tergeletak Squalo dengan wajah pucatnya memejamkan mata. Xanxus menatapnya tajam.

"Kau sakit, sampah?" tanya Xanxus pelan.

Squalo membuka matanya, "Apa kau tidak lihat? Pergi kau dari sini, aku tidak.. hueekkk.." Squalo merasa mual.

"Apa kau hamil?" tanya Xanxus sekali lagi.

Squalo terdiam. Lebih tepatnya melongo.

"Berarti selamat! Itu adalah hasil dari hubungan kalian." Kata Xanxus sambil mendengus pelan.

"Voi! Apa maksudmu?" Squalo jadi bingung.

"Kau dan Dino! Mengerti, sampah?" kata Xanxus dengan tatapan mengerikan.

"Voi! Sudah kubilang aku tidak ada apa- apa dengannya. La- lagi pula dia tidak 'melakukan apa- apa' seperti kau 'lakukan' malam itu! Dan aku tidak hamil!" jawab Squalo emosi.

"Oh, begitu? Tapi, aku sudah melihat kalian. Sampah! Enyah kau dari sini, aku sudah tak butuh kau lagi!" perintah Xanxus.

"VOI! Kau mengusirku? Baiklah, aku akan pergi dari sini. Aku berjanji saat makan malam nanti aku sudah tidak di sini," balas Squalo kesal.

Brakk…

Bunyi pintu kamar Squalo yang dibanting oleh Xanxus.

Terdengar suara Televisi dari ruang tamu yang volumenya di besarkan oleh Lussuria.

"Shishishi, apa kau tuli, Luss? Sampai membesarkan volume seperti itu," ejek Bel.

"Oh diamlah! Ini lagu favoritku," kata Lussuria.

Akhirnya kau pun pergi, biarkan ku disini

Ternyata kau juga tak punya hati

Di hati tak terperi, sedih kutelan sendiri

Mau marah tapinya sama siapa

Kini aku disini, cuma sendiri

Tiada yang mencari

Sampai hati, sampai begini

Kau tak peduli, oh teganya

Apakah salah dan dosaku

Mengapa semua tinggalkan ku

Mau marah tapinya sama siapa

Kini aku disini, cuma sendiri

Tiada yang mencari

Sampai hati, sampai begini

Kau tak peduli, oh teganya

============================ TBC ==============================

Author : "Kasihan si Squalo."

Squalo: "Voi! Aku tak butuh belas kasihmu, author sialan!"

Author : "Reader-sama, review pliz"