Tittle
Dark.
main cast
Cho kyuhyun, kim kibum
suport cast
kai, sehun, lee eunhyuk, lee hara (oc), lee donghae
Warning
GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya.
Don't like Don't read, that SIMPLE.
.
.
.
Happy reading
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun terdiam menatap pemandangan yang sudah terlaku terbiasa di matanya.
" cih...ini menjijikan aku benci mereka, darah mereka kotor dan lengket" jengkel kai seraya mengelap bibirnya yang telah ternoda oleh cairan merah pekat yang terasa sangat kental dan juga sedikit bau itu.
" sudah tau jika mereka iblis menjijikan kenapa kau malah menyerang mereka mengunakan mulutmu bodoh" jawab sehun dengan wajah datar mengusap sisa darah sang iblis yang tanpa sengaja terciprat di pipinya dengan mengunakan sapu tangan.
" aku membencimu oh sehun...Tsk" balas kai merasa sangat sebal dengan jawaban sehun yang di rasa sangat menyebalkan.
" tentu...aku juga mencintaimu kai" balas sehun acuh tak acuh malas seraya berdecih lirih.
" hah...disini busuk, bisakah kalian diam dan kita pergi dari sini, aku ingin mandi" sahut kyuhyun sedikit jengah menatap dua sahabatnya yang kini saling melempar halilintar imajiner di matanya. Tanpa mengacuhkan kedua sahabatnya yang masih saling menatap mesrah dengan sorot ingin membunuh satu sama lain kyuhyun berjalan menjauhi kedua teman kekanakannya itu.
" hei...kyu, tunggu aku" teriak kai yang memutus tatapan tajamnya dan bergegas menyusul langkah cepat kyuhyun.
[~Lizz_L_L~]
Kibum berlari sekuat tenaganya berlomba dengan waktu yang kini tengah mengejeknya dalam diam. saat ini ia bahkan tengah mengutuk adik kecilnya yang bahkan membiarkanya terus tidur dan tak membangunkanya. harusnya sudah tugas ryeowook yang membangunkannya karena dia sedang menginap di apartemenya.
" aisshh...ini semua salah wookie kenapa juga dia malah kesiangan diakan alaramnya bagaimana mungkin bisa dia telat bangun dan membuatku harus berlari sepanjang jalan, ini mengesalkan" runtuk kibum kesal. keringat kini telah sukses membanjiri hampir seluruh seragamnya, nafasnya terdengar semakin memburu dan sedikit tersenggal.
" sedikit lagi kim kibum, gerbang setan itu tak mungkin berlari menjauhimu, sedikit lagi..." racaunya memberi semangat yang hampir padam pada dirinya sendiri, dengan nafas yang mulai tersengal.
"arggghh...sialan..." runtuknya kesal saat melihat pintu gerbang sekolahnya tertutup rapat dengan sempurna. Kibum menegadahkan kepalanya menatap langit berjalan lemas menuju taman belakang sekolahnya berharap ia masih bisa menyelinap masuk. didudukan pantatnya di sebuah bangku memberikan kesempatan pada paru-parunya yang yang hampir jebol karena berlari seperti orang gila di jalanan sepanjang pagi itu. tatapan mata kibum berhenti pada sosok gadis yang tengah berjongkok menghadap semak-semak kibum terpaku sejenak tak lama sebuah seringai tersemat cantik di bibir semerah darahnya.
" ternyata tuhan masih sayang padaku, aku harus berterimakasih pada wookie karena dia aku mendapat hadiah istimewa pagi ini, ternyata terlambat tidak sepenuhnya menyebalkan..." ucapnya riang perlahan kibum mulai melangkahkan kakinya menuju kyuhyun~gadis yang di sukainya itu. tapi langkahnya terhenti mendadak saat ia menyadari kyuhyun tidak sepenuhnya sendiri di tempat itu. cepat kibum menyembunyikan tubuhnya dibalik sebuah pohon besar yang tak jauh dari tempat kyuhyun dan seorang pemuda dengan wajah yang lumayan keren dengan style bagus menurut kibum, sedikit membuat kibum mendengus dan berdecih tidak suka. Kibum merangsek semakin maju dengan gerakan yang penuh kehati-hatian agar dia bisa mendengar dan melihat mereka dengan jelas, sekali lagi kibum mengutuk makhluk tampan yang tengah menatap kyuhyunnya dengan pandangan mengoda. Kibum mengepalkan jemarinya erat, berusaha mengontrol setiap emosinya untuk tidak menyerang dengan membabi buta pada laki-laki itu dan membuatnya terlihat konyol di depan kyuhyunnya nanti.
" kau datang..." ucap kyuhyun dingin masih berjongkok mengelus seekor kucing hitam yang tampak tenang di pangkuannya tanpa menoleh sedikitpun pada si laki-laki yang tersenyum tipis menatap kyuhyun dengan sikap tenangnya.
" kau terlihat semakin cantik dari saat terakhir kali kita bertemu, heryza..." ucap laki-laki itu tersenyum tipis menatap kyuhyun yang sama sekali tak terlihat berubah sikapnya masih dingin dan terkesan angkuh.
" kuanggap itu pujian, apa maumu samael? tidak mungkin kau menemuiku hanya untuk mengatakan omong kosong di hadapanku" ucap kyuhyun berdiri dan menatap sosok laki-laki itu dengan tatapan tak suka. bagaimanapun laki-laki itu adalah abdi setia lucifer iblis memuakan yang sangat di bencinya itu.
" tepat seperti dugaanmu, heryza" ucap samael mulai memperlihatkan seringai iblis miliknya.
Kibum melihat gelagat aneh laki-laki itu yang hendak menyerang kyuhyun, tanpa pikir panjang kibum keluar dari persembunyiannya dan berlari menangkap dan menarik tubuh kyuhyun membungkus tubuh gadis mungil itu dalam dekapannya sementara tangan kirinya menangkap seraya mengengam erat tangan samael yang hendak menyentuh tubuh gadisnha dan menghentikan tangan laki-laki itu di udara tepat sebelum menyentuh kyuhyunnya.
" jangan pernah berani menyentuh milikku, siapapun kau aku tak akan tinggal diam jika kau menyentuh kyuhyunku barang sedikitpun" ucap kibum dingin memberikan tatapan menusuk pada laki-laki kurang ajar yang ada di depannya, sementara samael menatap kibum dengan tatapan tak suka terkesan meremehkan. Kyuhyun menatap wajah kibum dengan ekspresi terkejut entah sejak kapan laki-laki itu datang dan tiba-tiba memeluknya erat. menjadikan dirinya tameng agar kyuhyun tidak terluka. Kibum melindunginya. tiba-tiba saja rasa hangat dan senang yang membuncah entah datang darimana dan mulai merasuki hatinya entah kenapa hatinya kembali berdebar tak terkendali tatkala kibum datang dan mengklaim dirinya sebagai milik laki-laki berwajah datar itu. ditatapnya wajah kibum sendu. senyum tulus tampak tersunggih dibibirnya. Kyuhyun menundukan wajahnya merasakan aliran darah yang mulai menaiki wajahnya dengan cepat membuat sebuah bias merah memancar di kedua pipi putih mulusnya, kyuhyun mengamati pisisinya kini dan tiba-tiba membuatnya kembali merasa sensasi terbakar di sekujur tubuhnya saat dirasa tangan besar kibum menyentuh tubuhnya, sementara tanganya sendiri tepat berada di dada bidang laki-laki itu.
" berani sekali kau, kuharap ini sepadan dengan tingkah kurang ajarmu itu. tidak tahukah kau siapa aku...?!" tanya samael mulai mengintimidasi kibum. Kibum mendengus sebal bahkan ia tak merasa terintimidasi sama sekali dengan tatapan tajam terlihat mengancam yang di lontarkan samael ke arahnya.
" siapapun kau tuan sok penting aku tidak perduli sama sekali, aku bahkan akan melupakan namamu dalam waktu tiga detik karena eksistensimu tidak berarti bagiku, lagipula aku tak berniat untuk mengenalmu lebih jauh, sialan" sungut kibum dingin dengan nada sing a songnya seraya mengengam pergelangan tangan samael lebih erat. samael meronta mencoba melepaskan tanganya yang berada dalam cengkeram kibum yang tiba-tiba terasa seperti terbakar.
" lepaskan tanganku sekarang juga, brengsek" ucap samael dingin sesekali dia mengernyit menahan sakit di tanganya yang terasa seperti melepuh, benar saja tak berapa lama kepulan asap putih mulai terlihat menyembul keluar dari cengkraman tangan kibum, melihat raut kesakitan samael, kibum menyeringai iblis.
" apa kau suka? bagaimana rasanya, menyenangkan bukan" tanya kibum sarkastis dan menyeringai lagi menatap laki-laki yang mulai terlihat pucat itu yang tengah melempar tatapan menusuk pada kibum.
" lepaskan tanganku brengsek" teriak samael menyentak keras tangannya yang ada di cengkeram tangan kibum, kibum melepaskan tangan samael yang kini terdapat luka bakar mengerikan di bekas cengkraman tangan kibum tadi, bahkan tangannya benar-benar melepuh dengan kulit yang terkelupas sempurna yang terlihat daging putih yang terekspos seperti daging bakar. tak berapa lama sebuah percikan api kecil terlihat menyembul dan berubah menjadi api besar yang membakar tangan kiri kibum tapi anehnya tangan itu tidak terluka atau gosong layaknya benda yang terbakar pada umumnya. Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya menatap kejadian ganjil yang di tunjukan oleh kibum di depan matanya.
" siapa kau sebenarnya?!" tanya samael mulai waspada menatap laki-laki yang ada di depannya itu dengan tatapan curiga. Samael merasa laki-laki di depannya itu bukan laki-laki biasa.
" hanya manusia biasa, juga bukan urusanmu" jawab kibum enteng sambil terkekeh pelan dengan tatapan mengancam.
" tapi aku akan berubah menjadi dewa kematianmu jika kau berani menyentuh gadisku" ucap kibum tajam melempar tatapan membunuh pada laki-laki di depanya. senyum telah hilang dari wajahnya yang kini berubah menjadi dingin.
" menarik...aku hanya akan menyampaikan pesan padamu heryza, tak lama lagi kami akan datang menemuimu ditempat ini, persiapkan dirimu dengan baik" ucapnya menatap kibum dan beralih menatap kyuhyun dengan seringai iblisnya dan berlalu pergi begitu saja. tanpa mereka sadari ekor mata samael masih mengawasi mereka tertarik, terutama pada laki-laki manusia yang bisa mengeluarkan elemen api dari tubuhnya.
" kau baik-baik saja, kyu?!" tanya kibum menatap kyuhyun dengan ekspresi khawatir.
" iya...aku baik-baik saja terima kasih sudah menolongku" balas kyuhyun menatap kibum tepat di manik gelapnya.
mereka terdiam sejenak saling meneliti bentuk wajah masing-masing sampai akhirnya keduanya tersadar dan saling melepaskan diri secara mendadak tanpa sengaja kaki kyuhyun tergelincir membuatnya limbung sejenak dengan cepat kibum menangkap tubuh gadis itu dan mendekapnya lagi dengan posisi mereka sama seperti sebelumnya, perlahan di lepasnya tubuh kyuhyun pelan dengan sikap sedikut canggung. menyadari kebodohanya kedua orang itu saling menatap dan tersenyum aneh kemudian. entah kenapa saat berhadapan dengan kyuhyun, kibum merasa tak bisa menjadi dirinya sendiri. bahkan tak jarang ia bersikap layaknya seorang idiot yang tak bisa menempatkan dirinya sendiri dengan benar. Terlihat sangat bodoh sekali. Kibum mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal berusaha mengurangi rasa gugup yang dirasakan sedari tadi, sedikit dia berdehem untuk melegakan tenggorokanya dan membebaskan dirinya dari kecanggungan yang membuatnya tidak nyaman.
" apa kau terlambat juga sama sepertiku" tanya kibum memulai berusaha mencairkan suasanya yang beraura aneh itu.
" ne...aku terlambat karena telat bangun" jawab kyuhyun memperlihatkan cengiran polosnya yang seketika membuat kibum serasa meleleh menjadi jeli, terpesona pada kecantikan seorang cho kyuhyun untuk yang kesekian kalinya.
" cantik..." gumam kibum tanpa sadar mengeluarkan pemikirannya yang sontak membuat pipi kyuhyun bersemu merah tanpa bisa di cegah.
" maaf..." balas kibum cepat. melihat ekspresi kibum senyum kyuhyun terkembang semakin lebar.
" apa tanganmu tidak apa-apa" tanya kyuhyun tersadar karena sedari tadi pikirannya melayang entah kemana dan tiba-tiba memikirkan tangan kibum yang terbakar.
Kibum menatap tangannya jengah. ini adalah topik pembicaraan yang sama sekali tak disukainya, keanehan tentang dirinya yang mendapat perlakuan berbeda dari lingkungannya karena ketidaknormalannya yang sangat menggangu hidupnya. Bahkan kibum berusaha dan mencoba untuk bersikap normal serta berusaha menyembunyikan bahwa dirinya bisa membakar atau meledakan apapun dengan mudah mengunakan kemampuannya untuk mengendalikan kakuatan api yang bisa muncul di sekitar tubuhnya kapan saja.
" tanganku baik-baik saja, bahkan meski seluruh tubuhku terbakar aku tetap akan baik-baik saja kyu, karena api tak mungkin bisa melukaiku, kau bisa menganggapku aneh karena itulah kenyataannya. aku memang aneh sudah sejak lahir" jelas kibum terdengar sekali nada getir di setiap kata yang di lontarkannya bahkan tanpa sadar ingatannya kembali saat dirinya mendengar penuturan pria asing yang mengaku sebagai ayahnya.
Kibum mengacak kepala kyuhyun sayang membuat perasaan aneh semakin kuat mengelitiki perutnya. Kyuhyun menundukan kepalanya berusaha menyembunyikan rona merah yang mulai menjalari pipinya lagi hanya karena sentuhan ringan tangan kibum di kepalanya. menyadari kebungkaman kyuhyun, kibum menatap sendu kepala gadis itu, kibum tau jika kyuhyun pastilah takut pada keabnormalanya sama seperti orang tuanya yang menatapnya dengan pandangan aneh setiap hari saat menatapnya
" aku pergi" ucap kibum pada akhirnya melangkahkan kakinya meninggalkan kyuhyun dengan tatapan sedih, sementara kyuhyun masih terpaku dengan kepala menunduk tapi tak berapa lama langkah kibum terhenti tatkala ia merasakan sentuhan hangat yang mencengkeram pergelangan tangannya.
Kibum menoleh didapati tangan kyuhhun yang tengah mengengam tangannya erat.
" aku juga sama sepertimu, kim kibum..." ucap kyuhyun pada akhirnya yang membuat kening kibum berkerut tak mengerti apa maksud dari kata "sama" yang di maksud kyuhyun padanya.
"tetaplah bersamaku, aku tak yakin bisa menghindarimu setelah ini, kurasa aku menyukaimu, ini aneh tapi rasanya hatiku berdebar terus sejak tadi, jadi jangan pergi dan tetaplah bersamaku" ucap kyuhyun yang mulai mengangkat wajahnya perlahan. mendengar pengakuan secara langsung dari kyuhyun dengan tampang imut yang menggoda dengan sikap malu-malu rasanya membuat kibum ingin pingsan, bahkan dadanya terasa bagaikan tersengat oleh ribuan volt listrik, bahkan kibum tidak pernah membayangkan jika kyuhyun akan membalas perasaannya dan melontarkan secara langsung dan terang-terangan seperti ini.
mereka terdiam saling menatap merasakan setiap sensasi aneh yang sejak tadi mengambang mengitari mereka namun terasa menyenangkan. kini tak hanya wajah kyuhyun saja yang terlihat memerah bahkan wajah kibumpun sama merahnya dengan wajah kyuhyun.
tanpa sadar kibum menutupi wajah merahnya malu dan senyum bahagia tersunggih di bibirnya semerah darahnya tanpa bisa di cegah.
" katakanlah sesuatu agar aku tidak terlihat seperti idiot, aku malu sekali..." ungkap kyuhyun salah tingkah dan sesekali menunduk gelisah.
melihat ekspresi kyuhyun yang begitu menggoda menurutnya perlahan di lepaskan gengaman tangan kyuhyun dan di tarik tubuh mungil gadis itu, kibum memeluk tubuh kyuhyun erat serta senyum ceria sukses terbit begitu saja dari bibir seksinya.
" aku tak tau apa yang harus kukatakan, tapi kau tak terlihat seperti idiot, karena di mataku kau adalah gadis tercantik yang pernah kutemui, aku mencintaimu Cho kyuhyun" bisik kibum seduktif di telinga kyuhyun sementara kyuhyun mulai membalas pelukan hangat kubum. entah kenapa ia bisa menjadi gadis seromantis ini dan sekarang dia benar-benar malu, dia juga tak tau tapi yang jelas kyuhyun sangat bahagia perasaanya terasa mengelepar liar di dalam dadanya yang terasa penuh, dibalasnya pelukan kibum erat.
" aku juga mencintaimu, kim kibum" bisiknya hangat dengan senyum yang tersunggih cantik di bibirnya. perlahan di lepasnya pelukan itu dan dengan lembut di ciumnya bibir kyuhyun yang terlihat merah mengoda hanya ciuman singkat yang terasa lembut dan hangat setelah itu di lepaskan tautan bibir mereka, keduanya saling memandang dengan wajah merah merona yang tak bisa di sembunyikan dan kemudian saling melempar senyum bahagia. kini seorang cho kyuhyun bisa merasakan yang namanya cinta meski pasangannya adalah manusia yang jelas kebahagiaanya terasa begitu luar biasa bagaikan bom yang meledak hebat di dadanya.
Kyuhyun bahkan tidak keberatan dengan status kibum yang manusia, entahlah kyuhyun tak bisa mendefinisikan jenis manusia apakah kibum itu, apa mungkin kibum adalah makhluk setengah sama sepertinya, kyuhyun tidak ingin tau dan tidak ingin peduli yang jelas saat ini dia bisa merasakan kehagiaan.
" papa... mungkin dia tak sebaik atau tak setampan papa, tapi aku yakin aku bisa mendapatkan kebahagian sama sepertimu dan mama" bisik kyuhyun dalam hati senyum bahagia terlihat tebit dari bibirnya. di lepaskan pelukan itu dan mereka saling melempar senyum bahagia yang tak bisa terlukiskan sampai sebuah teriakan nyaring mengagetkan mereka memanggil dari seorang pemuda yang berada tak jauh dari mereka.
" kai~kun, sehunna kenapa dengan kalian? tanya kyuhyun setelah menyadari bahwa teriakan nyaring itu berasal dari kai yang kini sedang menatapnya dengan pandangan cemas dan khawatir. sementara sehun mengikuti kyu dengan raut wajah tegang dan terlihat lebih dingin dari sebelumnya.
" kau tidak apa-apa, apa dia melukaimu" tanya kai mulai meneliti setiap jengkal bagian tubuh kyuhyun mencoba memastikan tidak ada luka atau cacat yang menempel di kulit putihnya.
" samael...dia datang, apa yang dia lakukan padamu, apa dia melukaimu" tanya sehun akhirnya yang melakukan tindakan sama seperti yang kai lakukan dan terlihat di wajahnya raut wajah khawatir.
" tenanglah dia tak melakukan apapun padaku karena kim kibum melindungiku tadi" ucap kyuhyun tersenyum dan mengusap kepala kedua sahabatnya dengan sayang.
melihat kyuhyun mengelus kedua kepala pemuda itu membuat kibum mendegus sebal seraya melempar tatapan jengah-cemburu- tentu saja. mendengar nama kibum di sebut sontak mata mereka berdua menatap pemuda itu yang memperlihatkan ekspresi aneh menatap mereka yang sedari tadi yang tak mengacuhkan keberadaanya.
" terimakasih kim kibum, karena sudah menolong heryza kami" ucap sehun mewakili memecah keheningan yang terasa membeku, sementara kai melihat kibum dengan pandangan tak suka yang terlihat jelas di mata kibum.
" siapa pria tadi, kenapa kalian memanggil kyuhyun, dengan sebutan heryza" tanya kibum seduktif menatap kedua pemuda yang berdiri di depannya dengan acuh tak menghiraukan raut membunuh kai yang sedari tadi telah menelanjanginya.
" itu bukan urusanmu" sentak kai dingin sembari menyeret tubuh kyuhyun menjauh dari kibum.
" hanya teman lama dan itu panggilan akrab kami untuk kyuhyun, maaf untuk sikap kai" ucap sehun lagi-lagi mewakili untuk bagian kai juga.
" sampai jumpa lagi, oppa" teriak kyuhyun sambil melambaikan tangannya dan tersenyum kearah kibum, entah apa yang dipikirkan kibum saat ini hatinya mencelos melihat gadis yang baru beberapa menit menjadi kekasihnta diseret paksa dan hebatnya lagi gadis itu seolah tak keberatan dan rela di seret pergi oleh kau. Kibum mengacak surai kelamnya kesal.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun diam saja diseret paksa oleh kai sementara sehun mengikuti pergerakan mereka dalam diam, sesekali dilihatnya sehun melirik cengkraman tangan kai yang menggengam tangan kyuhyun erat dengan tatapan mata tajam yang sulit diartikan. Kyuhyun tau jika kai dan sehun sedang dalam mood buruk.
mereka berjalan cepat melewati koridor panjang dan memasuki ruang kelas mereka yang terlihat sepi tak ada seorangpun keberadaan teman sekelasnya karena saat itu memang bertepatan dengan jam istirahat siang.
dilepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan kyuhyun, kai mendengus sebal, terlihat sekali wajah kai sangat gusar. Kyuhyun tau jika kai tengah merajuk mempertanyakan kedekatanya dengan kibum, pemuda yang baru beberapa menit menjadi kekasihnya dan dengan bodohnya malah kyuhyun tinggal begitu saja. rasa menyesal kini mulai mengerogoti hatinya, kyuhyun berjanji akan menebusnya nanti.
" kenapa...ada apa denganmu kai bukankah kyuhyun baik-baik saja sekarang" ucap sehun memecahkan kebekuan dengan suara rendah bernada dingin yang terdengar menusuk telinga.
" kenapa kau bersamanya heryza?!" tanya kai menatap kyuhyun dingin mengacuhkan ucapan sehun. Sehun mendengus sebal mendengar pertanyaan bernada dingin yang jelas-jelas tak menghiraukan dirinya yang bersuara lebih dulu.
" berhentilah merajuk kai" ucap kyuhyun mendekati kai serta menatapnya intens.
" cih...aku bahkan sedang mengkhawatirkanmu kau bilang aku merajuk" ucapnya memalingkan wajahnya sambil memperlihatkan senyum mengejek.
" tidak...aku tau kau mengkhawatirkanku tapi yang ku lihat sekarang kau bertingkah seperti anak kecil yang merajuk meminta perhatian ibunya," ucap kyuhyun semakin mendekat seraya melingkarkan kedua tangannya di leher kai intens. Sehun gemetar menahan semua perasaan sakit yang berkecamuk di hatinya melihat kedua orang terdekatnta berada di ruangan yang sama sekali tak mengangapnya ada serta mengacuhkan eksistensinya sejak tadi. Sehun mengeraskan rahangnya berusaha untuk tidak menyerang mereka berdua seraya membuang mukanya menatap lapangan yang di penuhi murid-murid yang tengah asyik bermain basket.
" apa kau menyukaiku kai" tebak kyuhyun yang membuat kai membeku, lidahnya bahkan telah keluh seolah tak bisa berkata-kata. harusnya dengan lantang kai bisa menjawab pertanyaan mudah itu tapi entah kenapa tiba-tiba dia merasa ragu dengan perasaanya sendiri, dia juga merasa tak yakin jika perasaan yang ia miliki ini adalah cinta, entahlah kai bingung disaat yang tak tepat.
" tidak...kurasa tidak, kau tak menyukaiku kai~kun masihkah kau tidak menyadarinya, haruskah aku mengatakanya sehunna" tanya kyuhyun pada sehun yang tersentak memandangnya dengan tatapan tak percaya.
" hentikan sekarang juga heryza" ucap sehun jengah melangkahkan kakinya menjauh beranjak pergi meninggalkan mereka berdua, sekarang keadaan terasa memuakan untuk sehun.
" tetaplah ditempatmu oh sehun" ucap kyuhyun yang terdengar seperti perintah yang tak terbantahkan di telinga sehun. Sehun diam menurut sementara tangannya terlihat mengepal erat, sehun membatu di tempat.
Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya kearah wajah kai tidak berniat mencium hanya bermaksud berbisik di telinga pemuda siluman~yokai itu.
" sadarlah kai bukan aku orang yang kau sukai, kau hanya merasa terlalu nyaman bersamaku bukan berarti kau menyukaiku harusnya kau sudah sadar itu, aku tau sangat tau siapa kau kai, sebaliknya kau terlalu tidak peka dengan sekitarmu berhentilah menyiksa dirimu buka matamu masih ada orang yang menginginkanmu dan yang kauinginkan" ucap kyuhyun sambil melihat kearah sehu
" benarkan sehun~ah?!" tambahnya lagi memandang penuh arti kepada sehun yang terlihat menghela nafas pasrah.
[~Lizz_L_L~]
" kemana saja kau kenapa baru terlihat, jangan bilang kau bolos lagi" tanya eunhyuk yang menghempaskan pantatnya di sebelah kibum yang tengah menikmati makan siangnya atau bisa di sebut sarapannya di atap sekolah bersama dua sahabatnya.
" lebih hebat lagi, aku ketiduran karena begadang kemarin malam dan sialnya wookie malah ikut-ikutan kesiangan juga" ucap kibum menjelaskan tanpa melirik pada eunhyuk yang mulai tertarik dengan bekal yang di bawa oleh kibum, kibum heran, entah kenapa wookie masih sempat membuatkan bekal makan siang untuknya, memang adiknya itu adalah seorang jenius dalam hal masak-memasak. tanpa meminta ijin kibum, eunhyuk mencomot telur dadar yang terlihat sangat mengiurkan itu, dengan cepat diambilnya atas tindakanya itu eunhyuk di hadiahi tatapan membunuh dari kibum yang sangat tidak suka bila acara makan siangnya di ganggu. sementara eunhyuk hanya membalasnya dengan cengiran dengan wajah tak berdosanya. tak berapa lama eunhyuk menghela nafas berat memandang langit seperti merenung.
" menjauhlah dariku jika kau terus-terusan menghela nafas seperti itu kau bisa saja menularkan kesialanmu padaku" ucap kibum acuh tanpa melihat ke arah eunhyuk yang kini menatapnya dengan pandangan tak suka.
sementara dongahe mengigit roti melonnya sambil nyengir mendengar ucapan kibum.
" apakah kesialan bisa menular, lucu sekali...kalaupun bisa pasti akan kutularkan semuanya padamu dasar manusia menyebalkan" sungutnya sebal dan disambut oleh kekehan kibum yang terdengar sangat meremehkan di telinga eunhyuk.
" ada apa denganmu, hyukie kau sensitif sekali akhir-akhir ini, kau lagi kedatangan tamu bulanan ya, cih...perempuan sekalu" ucap donghae ngawur sambil cengengesan tak jelas.
" otakmu bahkan lebih idiot dari wajahmu dasar siluman ikan, berhentilah mengatakan hal bodoh dan omong kosong, menyebalkan" jawab eunhyuk dengan nada sing a songnya dan dibalas oleh cengiran watados donghae.
" jangan salahkan donghae jika dia beranggapan seperti itu habis wajahmu aneh sekali, ceritakan pada kami apa masalahmu, pasti akan kutertawakan" jawab kibum masih terkekeh dengan wajah menyebalkan namun tetap memusatkan perhatian pada sahabatnya yang terlihat mengalau di sampingnya.
" ckckck dasar sialan kalian, hah... kurasa aku lebih sial karena punya teman seperti kalian berdua" ucap eunhyuk malas sambil menatap sebal kearah kibum dan donghae yang berhigh five ria, sementara kibum masih asyik mengunyah makanannya sambil menyeringai lucu.
" entahlah aku merasa aneh saja saat hara tak berada disampingku untuk mengangu seperti dulu, aku merasa jika dia tak mengikuti dan merecokiku hidupku pasti akan tenang tapi entah kenapa aku malah merasa aneh saat tak melihatnya mengikutiku atau mengagguku dengan renggekannya yang sangat menyebalkan itu" jelas eunhyuk meski pada akhirnya dia akan tau reaksi kibum dan donghae seperti apa, seperti yang di duga tawa keras keluar dari bibir mereka berdua yang sukses menyambutnya dan semakin membuatnya merasakan kenistaan tiada akhir dari teman-temanya itu yang berhati batu seperti kibum dan donghae, eunhyuk mendesah pasrah merasa tidak ada gunanya marah-marah pada kedua sahabatnya yang memang autis sejak lahir. jika saja eunhyuk bisa mengirimkan guna-guna rasanya ingin sekali membuat kedua pemuda di sampingnya itu mati dengan cara yang mengelikan agar eunhyuk bisa balas meneetawainya juga.
" jangan bilang kau mulai memperhatikannya atau jangan-jangan kau mulai menyukainya hyukie" tebak kihum pada akhirnya masih menunjukan cengiran yang menurut eunhyuk terlihat sangat menyebalkan dan bodoh.
" entahlah...ah sudahlah percuma aku cerita pada kalian, kalian bahkan tak mengerti sama sekali, teruskan saja tertawa semoga kesialan juga datang pada kalian berdua dasar setan" sungut eunhyuk emosi dan berniat meninggalkan mereka berdua yang masih setia tertawa nyaring, kibum berdiri dan memeluk eunhyuk yang terlihat sebal, sesekali mereka masih terus mengodanya. mereka bertiga beriringan keluar dari atap dan berjalan menuju kelas kyuhyun dan hara.
" baiklah, aku akan membantumu kali ini" putus kibum pada akhirnya.
" cih..." eunhyuk berdecih ria mendengar pengakuan kibum yang di rasa tak ada tulus- tulusnya.
" ya lee hyuk jae berhentilah merajuk atau kubatalkan keputusanku untuk membantumu" ucap kibum kemudian eunhyuk menunjukan ekspresi cemberutnya lagi.
" baiklah tepati janjimu kim kibum" ucap eunhyuk pada akhirnya bagaimanapun ia tetap membutuhkan bantuan saat ini.
saat pintu itu terbuka terdengar ucapan dingin yang terdengar menusuk gendang telinga mereka. ketiga pemuda itu diam terpaku melihat pemandangan romantis yang tersaji di depan mata kepala mereka. Bahkan kibum sempat melebarkan matanya menatap kedua manusia yang sedang berpelukan romantis. jujur ia sangat syok melihat kekasihnya berpelukan dengan kai si manusia hitam yang sangat dibencinya.
" hentikan sekarang juga, heryza" ucap sehun dengan wajah datar terkesan dingin. Sehun berniat untuk pergi dari ruangan itu saat sebuah suara menghentikanya terasa memerintah dan terdengar sedikit angkuh di telinga kibum, seperti bukan kyuhyun yang di kenalnya.
" tetaplah di tempatmu oh sehun" ucap kyuhyun menatap sehu tanpa sengaja tatapanya bertemu dengan manik gelap kibum yang menatapnya dalam diam dengan ekspresi wajah terluka. Kyuhyun diam, bahkan terkesan acuh mendapati kibum yang menatap dengan ekspresi tidak percaya padanya melihat kejadian yang di lakukanya saat ini adalah hal wajar dan memang seharusnya dilakukanya dan untuk yang kedua kalinya kibum merasa perasaan kecewa, hatinya mencelos terasa sangat sakit dan perih, kibum bahkan tak percaya jika ini kenyataan, terlalu menyakitkan...
dia terpaku di tempat melihat kyuhyunnya tengah mendekatkan wajahnya pada kai. berbisik di telinga kai menoleh pada sehun yang masih bungkam dengan senyum penuh makna.
" benarkan sehun-ah" ucapnya lagi kembali menatap kai dan memcium pipi pemuda tan itu sekilas. melihat kejadian itu mata kibum membulat sempurna. bahkan ia tak mempercayai penglihatannya. melihat kyuhyunnya mencium laki-laki lain di depannya mata kepalanya sendiri seolah meremukan hatinya hingga tak berbentuk belum hilang rasa sakitnya kyuhyun berjalan kearah sehu yang terpekur di tempat dengan wajah keruh seolah menahan beban berat yang sangat sulit untuk ditanggungnya
" berusahalah, sehun~ah jangan biarkan semua menjadi sia-sia oh..." ucap kyuhyun tersenyum mengusap pipi kelewat putih milik sehu pelan dan mengecup puncak kepalanya dengan sayang.
" kau memberikanku masalah heryza" ucap shu seraya tersenyum membalas kyuhyun.
" terimakasih, heryza" tambahnya lagi dengan tatapan sendu.
" aku pergi" ucap kyuhyun berjalan meninggalkan kai dan sehu yang masih terdiam di tempat.
Kibum menatap kosong kyuhyun yang berjalan kearahnya, mungkin sekarang rohnya sudah melayang pergi meninggalkan raganya sejak tadi. entah mendapatkan kekuatan dari mana dengan kokohnya dia masih berdiri tegak, dirasanya hatinya sangat sakit, apa ia terlalu berlebihan mengangap kyuhyun memiliki perasaan yang sama sepertinya, tapi ia tak salah dengar bahwa kyuhhun mengatakan dia juga menyukainya, gilakah dia sekarang atau sekarang ia sedang berilusi tentanv kyuhyunnya. belum sadar dari rasa syok yang menguncangnya kyuhyun berdiri tepat di depannya menampilkan senyum ceria yang ditunjukanya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
" kibummie..." ucap kyuhyun, menyadarkan kibum dari keterkejutannya dan melemparkan tatapan penuh kesakitan ke arah gadis itu, entah sejak kapan kibum berubah menjadi melankolis seperri ini dan dia sama sekali tidak perduli yang di perdulikan saat ini hanya kyuhyunnya. Kibum diam tak menyahut bahkan untuk bertanya kibum tak berani, ia sangat takut mendengar jawaban kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas lelah dia mengerti apa yang sedang dipikirkan kibumnya tanpa berfikir kyuhyun mengengam tangan kibum dan menyeret pemuda itu ke atas atap, donghae dan eunhyuk terpaku di tempat, diam...dan sesaat kemudian mereka berlari mengikuti kyuhyun dan kibum. setelah sampai kyuhyun mendesah keras melihat wajah kibum seperti itu jelas ia merasa sangat bersalah karena telah menyakiti pemuda yang entah sejak kapan telah berhasil mencuri hatinya.
" kibummie maaf, sudah membuatmu kaget tadi" ungkap kyuhyun yang di sambut tawa kibum yang terdengar menyakitkan.
" kenapa kau melakukanya Cho kyuhyun, kita bahkan baru memulainya apa kau sengaja mempermainkanku oh.." tanya kibum pedih terlihat air mata mengenang disana, demi tuhan yang sama sekali tak pernah ia sembah kyuhyun mengumpat kesal ini tidak seperti yang terlihat.
" kau salah paham kubummie, aku dengan kai tak ada hubungan apa-apa aku hanya membantunya dan sehun untuk bersama" ucap kyuhyun berusaha menjelaskan.
" jangan membohongiku cho kyuhyun," tanya kibum merasakan dadanya semakin terasa peri.
" yang benar saja apa kau mengangapku bodoh, dia laki-laki begitu juga dengan sehu mana mungkin mereka bisa bersama" sentak kibum kasar tanpa terasa airmatanya jatuh mengalir tanpa bisa dicega, melihat kibum menangis rasa sesak seolah merajam hatinya. diraihnya wajah kibum membingkai wajah laki-laki itu dengan tangannya sendiri, kyuhyun melihat wajah itu sekilas ia yakin sangat yakin jika ia sangat mencintai laki-laki itu. perlahan dikecupnya bibir kibum lembut berniat membungkamnya mencoba menyalurkan rasa cintanya pada kibum.
Kibum terdiam terkejut mendapat ciuman dari kyuhyun.
" kibummie...oh sehun itu wanita bukan seorang laki-laki seperti dugaanmu, aku hanya membantu kai untuk menyadari perasaannya, jangan marah ya dan berhentilah menangis, maafkan aku kibummie" ucap kyuhyun menjelaskan dengan raut wajah sedih.
mendengar pengkuan kyuhhun, kibum melonggoh. hal omong kosong apa lagi yang ia dengar.
"APA?!...wanita, sehun...tidak mungkin" teriak donghae dan eunhyuk secara bersamaan yang menguping pembicaraan kyuhyun dan kibum.
akhirnya kyuhyun menceritakan semua tentang latar belakang seorang oh sehu yang tak ingin menjadi seorang wanita yang selalu di anggap lemah oleh sebangsanya maka dari itu dia menyamar menjadi seoranf laki-laki karena harga dirinya yang terlalu tinggu.
" jadi begitu, harusnya kau menceritakan padaku kau tau aku benar-benar merasa patah hati saat melihatmu mencium si hitam pesek itu" ucap kibum manja kepada kyuhyun terlihat sangat out of caracter sekali.
" maafkan aku, lain kali aku akan mengatakan apapun padamu oh" balas kyuhyun sambil menunjukan senyum manisnya.
" ngomong-ngmong sejak kapan kalian jadi akrab, apa kalian sedang berkencan?!" tanya eunhyuk heran melihat perubahan sikap kyuhgun dan kibum.
" sejak tadi pagi" ucap keduanya bersamaan sambil nyengir.
" dasar pasangan bodoh" gumam donghae cuek dan tersenyum melihat cinta konyol si datar dingin berubah menjadi kenyataan.
TBC
