JONGIN VS SHREK HYUNG

KaiHun!Chibi

KAI (4yo) x SEHUN (4yo)

KaiHun Chibi story datang lagi. Hohohoo~~ Dibuat diselea-sela pengetikan ff genre hurt. Jadi mungkin ini tidak seseru cerita sebelumnya.

Sehun and Jongin at Playground

"Jonginnie, ayo main sama Hunnie." Rengek Sehun sambil menggesek-gesekkan pipinya pada lengan Jongin.

"Tunggu sebentar Hunnie, gambar Jongin belum selesai." Balasnya.

Sehun mengangkat pipinya dari lengan Jongin. "Jonginnie tidak menyukai Hunnie lagi, kalau begitu Hunnie mau menyukai Yeollie hyung saja." Gerutunya, ia beranjak dari duduknya dan berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya.

Jongin membulatkan matanya. Yeollie, Chanyeol, Shrek, pria tinggi bergigi banyak yang selalu merebut perhatian Hunnie-nya jika mereka berdua sedang bermain. Jongin tidak mau Sehun bermain bersama Chanyeol itu, dia tak ingin Hunnie-nya diculik lalu digigit oleh Chanyeol.

Gigi Chanyeol sangat banyak dan juga besar-besar, bibirnya lebar dan tubuhnya juga sangat tinggi, pasti dia suka memakan anak kecil sperti Shrek. Begitu penilaian Jongin terhadap Chanyeol.

Jongin langsung berlari mengejar Sehun. Pensilnya sudah tak tau berada di mana, ia hanya ingin menyelamatkan Hunnie-nya. Ia berlari saat melihat Sehun yang masih berjalan menghentak-hentakkan kakinya tepat di dekat pintu.

Jongin berhenti di samping Sehun dan langsung menahan tangannya.

"Hunnie, mainnya sama Jongin saja ya." Bujuknya.

Sehun memasang pout-nya. "Tidak mau. Jonginnie tidak menyukai Hunnie lagi."

"Hunnie kan kekasih Jongin, jadi Jongin menyukai Hunnie." Jelas Jongin.

Sehun menunduk. "Tapi Jonginnie tidak mau main sama Hunnie~"

"Jongin mau kok. Hunnie mau main apa?"

Sehun menatap Jongin senang. "Benarkah? Kalau begitu ayo Jonginnie." Ajaknya, tanpa menunggu jawaban Jongin Sehun langsung menariknya.

"Nah, Hunnie mau main apa?" Tanya Jongin lagi setelah mereka sampai di sudut lain ruangan itu.

"Hunnie mau main rumah-rumahan. Jonginnie jadi appa dan Hunnie jadi eomma. Hunnie memasak nanti Jonginnie pergi kerja." Jelas Sehun antusias.

Jongin menatap heran pada Sehun. "Tapi Hunnie, err Jongin kerja apa?"

"iiishh Jonginnie~ Hunnie kan eomma jadi Hunnie tidak tau." Gerutunya.

"Yasudah, Jonginnie pergi kerja sekarang, Hunnie memasak." Lanjut Sehun.

"Baiklah."

Jongin memegang kedua bahu Sehun, lalu memberikan kecupan kilat di dahi, dan kedua pipi Sehun.

"Jonginne kenapa mencium Hunnie?" Tanya Sehun malu-malu, ia menunduk dan menggigiti bibirnya.

"Karena sebelum pergi bekerja appa akan melakukan itu pada eomma." Jawabnya

"Kalau begitu, Jongin pergi kerja dulu ya Hunnie." Pamit Jongin.

Sehun melambaikan tangannya pada Jongin yang kini sudah berjalan menjauh.

"Cepat pulang ya." ... "Aa~ Hunnie kan harus memasak."

Sehun pun berkeliling ruangan mencari alat untuk memasak.

Jongin hanya memandangi temannya yang lain yang sedang bermain. Ada yang bermain perosotan ada yang bermain di kolam penuh bola-bola dan lain-lain.

Baiklah, karena tidak tau harus bekerja jadi apa, Jongin memutuskan untuk menjaga temannya yang bermain saja. Ia mengambil kursi plastik kecil berwarna merah, menyeretnya menuju tempat yang pas, yang dapat melihat seluruh penjuju ruangan.

Lima menit berlalu dan Jongin sepertinya mulai bosan dengan pekerjaannya, ia sesekali menguap dan mengusap matanya.

"TOLOOONGGG BAEKKIE DIKEJAR RAKSASA GIGI JELEK HUWEEEE..."

Suara teriakan seseorang mengalihkan Jongin dari rasa kantuknya, ia mengedarkan pengelihatannya ke seluruh penjuru ruangan. Ia kenal suara ini, Baekhyun.

Jongin melihat Baekhyun tengah berlari sekuat tenaga menuju ke arahnya dengan seorang bocah lain di belakangnya.

"BAEKHYUN YIFAN BERHENTIIIIIII." Teriak Jongin dengan lantang. Ia berdiri dari kursinya dan merentangkan tangannya.

Baekhyun yang pendek, tetap berlari melewati lengan Jongin dan bersembunyi di belakangnya.

Yifan refleks menghentikan langkah seribunya saat mendapati seorang penghalang di depannya.

"Jongin, tolong Baekkie. Raksasa itu mengejar Baekkie." Adu Baekhyun pada Jongin.

Jongin melipat tangan di dada. "Yifan, kenapa kamu mengerjar Baekhyun?"

"Karena hhhh dia lari." Jelas Yifan sambil mengatur nafasnya.

"Raksasa gigi jelek, Baekkie lari karena kamu mengejar Baekkie." Sela Baekhyun sambil mengintip di balik lengan Jongin.

"Aku mengejar Baekkie karena Baekkie lari." Balas Yifan.

"Tapi kalau kamu tidak mengejar Baekkie kan Baekkie tidak akan lari."

"Tapi yang lari duluan kan Baekkie."

"Kalau begitu kenapa kamu mengejar Baekkie?"

"Ya karena Baekkie lari."

"Tapi kan Baekkie hanya mau lari-lari tapi kamu mengejar Baekkie, jadi Baekkie larinya tambah kencang."

"Tapi kan aku larinya tidak kencang, tapi Baekkie malah lari kencang jadi aku juga lari kencang."

"Baekkie lari kencang kan karena kamu mengejar Baekkie."

Jongin menatap Baekhyun dan Yifan dengan tatapan (—_—) secara bergantian. Dia ingin membantu tapi tak tau harus bagaimana. Biarlah mereka berdua menyelesaikan masalah mereka sendiri yang sepertinya tak akan selesai karena kalimatnya yang terus berputar.

Jongin memutuskan untuk pulang ke tempatnya dan Sehun tadi. Siapa tau Hunnie-nya sudah selesai memasak.

Dari jauh ia melihat Sehun sedang bersama Shrek.

"Shrek hyung jangan dekat-dekat Hunnie." Teriaknya, ia berdiri di antara Sehun dan Chanyeol yang ia panggi Shrek, jadi wajahnya dan Chanyeol berhadapan.

(Chanyeol bukan anak kecil, dia guru, pengawas atau apalah namanya. Saya kurang tau)

"Loh, memangnya kenapa Jongin?" Tanya Chanyeol sambil menampilkan senyum lebarnya. Ia sendiri sudah terbiasa dipanggil begitu oleh anak yang satu ini.

Jongin mendadak merinding melihat gigi Chanyeol, ia teringat adegan dimana Shrek mengancam akan memakan Si Keledai. Ia mengumpamakan dirinya sebagai Si keledai yang malang dan Chanyeol tentu sajaia Shrek.

"Karena Hunnie kekasih Jongin." Jawabnya takut-takut, tapi demi Hunnie-nya.

Chanyeol tertawa terbahak-bahak.

Jongin semakin bergidik ngeri. Chanyeol tertawa sangat lebar, Jongin bisa melihat gigi paling belakang Chanyeol bahkan pangkal tenggerokannya juga kelihatan.

"Jonginnie sudah pulang? Jonginnie mau makan?" Ujar Sehun yang berada di belakang Jogin. Ia ingin berperan sebagai istri yang baik. Ia mengabaikan perbincangan Chanyeol dan Jongin.

Jongin mengangguk, Sehun menyodorkan piring plastik kecil pada Jongin yang di atasnya terdapat apel plastik. Ia duduk berhadapan dengan Sehun dan memunggungi Chanyeol yang masih tertawa.

"Bagaimana pekerjaan Jonginnie?" Tanya Sehun, ia sering mendengar eomma-nya bertanya seperti itu pada appa-nya.

"Jongin akan cari pekerjaan lain saja, Hunnie." Jawab Kai. Ia menyerah jika harus menghadapi Baekhyun dan Kris. Ia lalu menyodorkan piring kosongnya pada Sehun. Apelnya sudah ia lempar ke belakang, untung tidak kena Chanyeol.

"Hunnie, Hyung boleh ikut main?" Sahut Chanyeol yang sudah menghentikan tawanya.

"Boleh. Tapi Hyung jadi apa? Hunnie jadi eomma dan Jonginnie appanya."

"Mmm bagaimana kalau Hyung jadi anaknya saja." Jawab Chanyeol antusias.

Sehun mengangguk senang.

"Tidak. Chanyeol hyung tidak boleh ikut main." Tolak Jongin, mana mungkin ia merelakan Sehunnya dekat dengan Chanyeol.

"Kenapa?" Tanya Chanyeol dan Sehun bersamaan.

"Mm karena Hunnie kekasih Jongin, jadi Hunnie tidak boleh bermain bersama orang lain. Ha-nya-Jong-in." Tegasnya.

"Aaa benarkah Jonginnie?" Tanya Sehun berbinar. Sepertinya ia menyukai keposesifan Jongin terhadap dirinya.

Jongin mengangguk dengan wajah serius.

Chanyeol semakin terkikik geli melihat pemandangan itu. Ia memang senang sekali mendekati Sehun karena ia anak yang pintar polos dan menggemaskan.

"Aaah Jadi Chanyeol hyung tidak boleh ikut main?" Tanya Chanyeol pura-pura sedih.

Jongin mengangguk semangat.

"Maaf~" Lirih Sehun.

"Hyung juga harus cari kekasih kalau mau bermain." Nasihat Jongin pada Chanyeol.

Chanyeol akhirnya meninggalkan Sehun dan Jongin setelah mendapat kalimat yang menyayat hati dari bibir seorang Kim Jongin. Ia berkeliling mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Aa~ ia menggantikan pekerjaan Jongin rupanya.

.

Jongin's House

"Noonaa~"

"Mm"

"Noonaa~~~"

"Apa Jonginniee~"

"Ish Noona tidak usah melotot begitu, nanti mata Noona jatuh."

Luhan, Noona Jongin hanya bisa menggeram marah gara-gara tingkah adiknya. Dia sedang menonton dan adiknya yang hitam ini terus saja mengganggunya.

"Noona punya kekasih?" Tanya Jongin.

"Tidak."

"Aaa kalau begitu noona jadi kekasih Chanyeol hyung saja. Jadi dia tidak akan mengganggu Hunnie lagi."

Luhan kembali melotot pada sang adik yang malah tersenyum sangat lebar.

FIN

Updatenya lama ya? Trus pas update ceritanya pendek? aaaa maafkan diriku, otakku bisanya cuma segitu. Soalnya aku terus kepikiran kisah yang lain dan tidak mungkin kusatukan disini karena akan melenceng dari judulnya. Jadi nanti bakal di buat cerita lain lagi, tinggal nunggu waktu buat diketik.

Terimakasih teman-teman readers yang sudah menyempatkan diri untuk review di cerita sebelumnya. Bukannya sombong, aku cuma shock liat review kalian, ternyata banyak yang suka. jadi pas selesai ketik langsung update trus lupa nulis nama reviewers-nya. Semuanya, maafkan diriku.

Hitam:

evilfish1503; shakyu; alcici349; krsyl; askasufa; rinie hun; Milky; bbuingbbuingaegyo; cecilia; Ichizuki Takumi; sehunaaa; xxx; mjjeeje; ; mii-ah; Cho Ai Lyn; 12Wolf; Jung Ha Ki; lollydaepop; Keepbeef Chiken Chubu; Oh Dhan Mi; loliloli.

Kencan:

miszshanty05; Milky; Mir-acleKim; alcici349; asdindas; evilfish1503; bbuingbbuingaegyo; Dazzling kpopers; askasufa; sehunkai; xxx; myuu myuu; krsyl; ; Oh Dhan Mi; Keepbeef Chiken Chubu; GLux99; hyunieeeh; Cho Ai Lyn; loliloli; Jjongie chaca Yixing ; BertaburCinta; baekhyunaa; Ichizuki Takumi; mii-ah; nin nina.

Tidak ada yang tertinggal kan?

Sekali lagi TERIMAKASIH SEMUA AKU CINTA KALIAN. Sampai jumpa di cerita selanjutnya /lambai-lambai/