Pair: .Kris-han
.Yun-Jae
Cast: .Kris sbg Kris a.k.a Wu Yifan
.Luhan sbg Jung Luhan (GS)
.Park Chanyeol sbg Park Chanyeol
.Lee Taemin sbg Lee Taemin (GS)
.Jung Yunho sbg Jung Yunho
.Kim Jaejoong sbg Jung Jaejoong (GS)
.Do Kyungso sbg Kyungsoo (maid-GS)
.Kim Jongin sbg Kim Jongin
Choi Minho sbg Choi Minho
dan cast lain yang muncul di setiap chapter
GS, typo bertebaran, cerita agak maksa
Gak suka, jangan baca
.
.
.
prev story..
"Ya!, Krissie-hyung, tersenyumlah sekali-kali. kau tak lihat cuaca pagi ini cerah sekali?!" Suara bass Chanyeol menggema bagaikan ucapan 'selamat datang di kelas' bagi Kris- si namja tampan bermuka datar
"Berhenti memanggilku dengan nama itu, Dobby!" Ucapnya datar sambil menyamankan duduknya setelah mengambil sebuah benda pipih berwarna putih dari saku celananya
"Aku heran padamu, hyung. Tak bosan-bosannya kau memasang tampang mengerikan seperti itu. Apakah urat senyummu sudah lama putus? Ternyata memiliki wajah tampan hanya sebuah keberuntungan bagimu"
"Bahkan sekarang kau sudah berani mengomentariku"
"Bukan begitu, hyung. Ah, hyung, apa kau juga sudah mendengar berita yang sedang hangat di bicarakan se-antero sekolah?"
.
.
"Kau memanfaatkan telinga lebarmu dengan baik,Dobby"
"Ck, bahkan kau selalu memanggilku dobby."Chanyeol menggerutu sebal, sebelum ekspresi mukanya kembali cerah dan melanjutkan celotehannya "Yang menjadi trending topik kali ini adalah berita tentang siswi pindahan di tingkat pertama. Kau tahu, hyung, mereka bilang bahwa yeoja pindahan itu bukanlah seorang yeoja biasa."
"Maksudmu semacam wonderwomen?"
"Issshhh.. bukan seperti itu. Menurut yang aku dengar, yeoja itu sangat cerdas, terbukti dari beberapa prestasi yang ia torehkan untuk sekolah ini saat masih tingkat junior dulu. Dan kabarnya, dia adalah siswi yang di anak-emaskan oleh Song Kyojangnim. Bukan karena apa-apa, hanya karena otaknya yang cemerlang dan sifatnya yang sedikit aneh. Jadi intinya adalah, dia bukanlah siswi baru, karena dulu dia menempuh sekolah menengah pertamanya di sini." Chanyeol menerangkan panjang lebar
"Lalu?"
"Apa kau tak penasaran ,hyung? Setidaknya tanyakan siapa dia. Siapa! Karena aku yakin, kau tak akan menyesal telah menanyakannya"
"Tapi aku sudah menyesal mendengar ocehanmu"
"Ya! Hyung!" Chanyeol memekik kesal sebelum dia menghela nafas panjang berkali-kali. Karena dia tau, dia harus memiliki kesabaran ekstra saat mengobrol dengan makhluk sedingin es yang sudah dia anggap seperti hyung-nya sendiri.
"Baiklah... siapa dia?" Akhirnya Kris bertanya walau dengan nada malas.
"Dia adalah... jeng jeng jeng...aku lupa siapa namanya.. hehehe..." Kris memutar bola matanya malas saat Chanyeol sengaja mendramatisir ucapannya
"..yang pasti dia adalah si Rusa Cantik itu, hyung." Chanyeol menyelesaikan kalimatnya dengan nada antusias. Dan kali ini sukses menyita perhatian Kris yang langsung menghujani Chanyeol dengan tatapan yang sulit di artikan. Walau sedetik kemudian wajah Kris kembali datar dan fokus pada ponselnya.
"Lain kali aku akan melarangmu datang ke apartemen ku"
"Kau tahu, hyung. Ternyata yeoja itu jauh lebih cantik dan seksi. Tidak gembil lagi seperti foto masa kecilnya yang ada di kamar apartemenmu itu. Walau begitu aku tetap menyukai foto masa kecilnya yang dikelilingi bunga matahari itu, terlihat menggemaskan. Hahaha. Tak salah jika saat hari pertama dia kembali ke sekolah ini, banyak sekali yang membicarakannya. Dia memang begitu istimewa. Seperti 'Bunga Matahari' .Ya benar, itu cocok untuknya, hyung. Dia cantik seperti bu..." Celotehan Chanyeol menggantung saat menyadari Kris tak lagi duduk di tempatnya dan berlalu pergi begitu saja sambil tetap fokus pada ponselnya
"Ya! hyung, mau kemana kau? Dari tadi kau tak mendengarkanku, eoh?" Chanyeol benar-benar naik pitam kali ini. Demi semua naga kutub yang kalau memang benar ada, ingin rasanya Chanyeol menendang bokong Kris hingga terpental keluar angkasa dengan kaki-kaki panjangnya tanpa khawatir dia akan menemukan hyung kutub-nya itu kembali di dunia ini. Dan karena Chanyeol memang dasarnya suka bertingkah absurd, masih sempat-sempatnya dia terkekeh geli saat membayangkan jika dia benar-benar berhasil membully hyung naga-nya.
"Chanyeol-ah, Kris memanggilmu, katanya kau akan kehilangan masa depanmu jika kau tak segera datang" Chanyeol sempat men-death glare siswa nerd yang membawa pesan penting sebelum dia sendiri berlari kalang kabut menyusul Kris. Menghindari naga kutub yang mungkin saja akan mengamuk karena Chanyeol tak segera datang.
.
.
.
Dua manusia berwajah 'bening' itu berjalan bak model kawakan dengan penuh kharisma. Benar benar seperti di hembuskan angin dari surga bagi setiap yeoja yang melihatnya. Memang siapa yang terang-terangan menolak pesona kedua namja kebanggaan sekolah ini. Sebut saja Chanyeol, namja yang di juluki prince charming berkat senyum lima jarinya ini. Sudah tampan, pintar, kaya, ringan tangan, pemegang posisi Shooting Guard di club basket. Meski terkadang tingkahnya sedikit absurd, justru itu di anggap sebagai nilai plus untuknya di mata fans-fans yeoja. Lain cerita dengan si naga kutub yang di juluki Ice Prince, Kris memang benar-benar bagaikan pangeran. Terbukti dari segala kelebihan yang dia miliki, seperti wajah tampan tanpa cela, rambut pirang yang mencolok, kulit putih sehalus porselen dan tubuh tinggi tegap ber-abs yang membuat para yeoja yang beruntung bisa melihatnya akan lupa diri. Belum lagi beberapa tipe mobil mewah yang sering dia pakai, berbagai aksesoris ber-merk yang harganya jauh dari kata murah, serta pembawaannya yang cuek dan sedikit angkuh memaksa semua orang ikut tunduk padanya. Meskipun tak ada yang benar-benar tahu latar belakang keluarganya, namun sifat misterius dan dinginnya menjadi sesuatu yang membuat penasaran para yeoja. Kelihaiannya memasang strategi dan juga kecepatan dan ketepatan dalam menge-shoot bola basket membuatnya menyandang status play maker di club basket. Ya, selama ini dia memang hanya cerewet di lapangan saja.
Benar-benar angin segar untuk para yeoja, tapi kenapa tak ada segar-segarnya bagi dua namja yang di puja-puja hampir seantero Empire High School ini. Sudah hampir satu jam mereka mengelilingi seluruh pelosok gedung dua sekolah mewah dengan kualitas pendidikan yang tidak dapat diragukan ini. Dari lantai dasar hingga lantai empat. Tapi yang dicari belum juga ketemu.
"Ya! hyung, sebenarnya kita ini mau kemana? Kau tak bermaksud menyerahkan nyawamu secara suka rela pada guru 'rubah' itu karena membolos di jam-nya bukan?" Chanyeol yang jengah mulai protes.
"Salahkan pelatih 'beruang-bau' itu yang seenaknya menyuruh kita berkumpul di saat seperti ini"
"Bahkan sebentar lagi kita akan menjadi mahasiswa dan pindah gedung. Jangan-jangan kedua guru killer itu memang bekerja sama agar kita tetap tinggal kelas? Bagaimana ini, hyung?"
Kekhawatiran Chanyeol memang beralasan mengingat keduanya yang saat ini menyandang status sebagai siswa senior tingkat akhir yang dianjurkan untuk lebih fokus pada materi dan persiapan ujian kelulusan. Bukannya malah tetap aktif mengikuti kegiatan club basket seperti ini. Salahkan keduanya yang memang memiliki otak cerdas dan bakat emas, hingga membuat sang pelatih enggan melepaskan mereka begitu saja.
"Berhenti mengoceh tak jelas dan bantu aku mencari letak lapangan basket indoor"
Langkah Chanyeol berhenti seketika sebelum mata lebarnya menatap horor Kris, jangan tanyakan bagaimana ekspresi Kris sendiri. Sudah pasti tak ada bedanya dengan tatakan setrika. Datar.
"Katakan sekali lagi, hyung!" Chanyeol masih belum merubah ekspresinya walaupun Kris memperlihatkan pesan Kang-saem di ponselnya pada Chanyeol.
"Apa! Kenapa tak bilang dari tadi, hyung? Lapangan basket indoor ada di lantai dasar. Bahkan kita sudah dua kali melewatinya"
"Mana aku tahu"
Chanyeol melengos begitu saja, kiranya dia sebal karena tingkah menyebalkan Kris yang terkadang memang sangat menguji kesabaran. Jika saja Kris bilang dari awal, tentu keduanya tak akan membuang banyak waktu dan tenaga untuk mencari letak lapangan basket indoor yang jelas-jelas berada di lantai dasar. Meski bukan tanpa alasan Kris tak mengetahui hal itu karena selama berlatih dan bertanding, mereka selalu memakai lapangan basket outdoor yang terletak di belakang gedung tiga. Terlebih Kris sebenarnya juga adalah siswa transfer setahun yang lalu. Namun semua itu tak meredakan kekesalan Chanyeol yang memuncak. Dia terlihat gusar dengan berjalan dengan tempo cepat, dengan Kris yang mengekor di belakangnya. Benar-benar terlihat kesal karena tak memperdulikan apapun yang ada di depannya. Seperti sudah dengan suka rela, siapapun yang sedang berdiri jarak dua meter dari arah Chanyeol, akan lebih memilih untuk segera minggir, mengalah dengan melapangkan jalannya. Atau namja jangkung bertelinga lebar ini akan menabraknya dengan tak berperasaan.
Namun sepertinya memang malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, yeoja polos yang tak tahu apa-apa ini, tak menyadari aura gelap yang menguar di sekitar Chanyeol. Dialah Luhan yang melenggang santai dengan beberapa buku yang ada dalam dekapannya, mau tak mau harus menerima akibat karena tak siaga menghadapi kekesalan Chanyeol. Entah disebut hukuman atau malah keberuntungan saat tubuh mungilnya berbenturan dengan lengan Chanyeol hingga tubuhnya limbung karena kehilangan keseimbangan. dan.
HAP!
Bruk!
Tenang.. Suara itu adalah suara buku yang jatuh.
Karena untung saja dengan cekatan lengan kekar itu berhasil menahan tubuh mungil Luhan hingga tak sampai menyentuh dinginnya lantai. Tapi tunggu.. Lengan kekar siapa yang berhasil menahan tubuh Luhan kalau Chanyeol justru celingukan kekanan dan kekiri dengan muka cengo-nya. Seolah tak menyadari tragedi apa yang baru saja terjadi. Barulah saat dia menoleh kebelakang, kedua mata bulat Chanyeol membelalak horor untuk kedua kalinya saat melihat pemandangan ekstrim dan tak biasa di depannya. Seorang Kris yang biasanya akan tetap cuek dan berdiri angkuh dengan muka datarnya walau sedang melihat siapapun jatuh hingga berguling-guling di depannya seolah tak terjadi apa-apa dan tak ada yang memerlukan pertolongan. Tapi yang di depannya ini nyata. KRIS. MENAHAN TUBUH LUHAN. DENGAN LENGANNYA yang menyangga leher Luhan. Satu lagi. DENGAN POSISI EKSTRIM. Bagaimana tidak ekstrim? Kedua tatapan mereka saling terkunci. Jarak kedua mata mereka bahkan sangat dekat. Kedua cuping hidung mereka hampir saja menempel. Bahkan bisa dipastikan mereka bisa saling merasakan hangat hembusan nafas masing-masing.
"Ehm.. hmm ehm..ehm" Dehaman konyol Chanyeol sukses membuyarkan adegan ekstrim, sekaligus menegangkan, sekaligus menghebohkan, sekaligus *aaah autor sekaligus-sekaligus mulu* kedua manusia ini. Kris segera membantu Luhan berdiri saat keduanya saling melepaskan tatapan. Dan yang terjadi saat ini bahkan keduanya saling membuang muka.
"Maafkan aku tadi.. tadi.. aku benar-benar tak senga.." Suara Chanyeol menggantung begitu saja ketika tiba-tiba Luhan berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bahkan buku-buku Luhanyang jatuhpun masih berserakan di lantai.
"Hyung, kau menakutinya dengan wajahmu yang mirip tatakan setrika itu." Ucap Chanyeol asal sambil memunguti buku Luhan yang berserakan tanpa memperdulikan Kris yang masih mematung di posisinya.
"Aahh, orangnya sudah pergi tapi aroma parfumnya masih tertinggal disini." Gumam Chanyeol saat mengendus udara kosong, kemudian beralih ke buku-buku milik Luhan yang dia pegang" Bahkan buku-bukunya jadi ikut wangi. Hmm.. Haaahhh.."
.
.
.
Bel istirahat berbunyi beberapa menit yang lalu. Sebagian besar siswa senior Empire High School menghabiskan waktu istirahatnya di kantin. Seperti halnya dua yoeja mungil yang memilih duduk di bangku paling sudut dekat jendela. Taemin, si yoeja cantik berdimple dan bersurai hazel sebahu ini tengah menikmati spaghetti bolognese di temani Luhan yang duduk di samping kirinya. Sedang sibuk dengan susu kotak vanilanya.
"Kau yakin tak memesan apapun? Atau kau mau mencoba spaghetti ku?" Taemin bertanya dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Sementara Luhan hanya menggeleng mantab sebagai jawaban yang tepat untuk Taemin.
"Apa kau akan kenyang hanya dengan sepotong sandwich dan susu kotak sekecil itu?"
"Tentu saja"
"Apa kau sedang menjalani progam diet, Lu?"
"Mwo?" Taemin terkekeh geli melihat ekspresi terkejut Luhan yang malah terlihat menggemaskan. Dalam hatinya masih saja membenarkan bahwa pantas saja jika sahabat rusanya memiliki tubuh yang mungil, makanannya saja hanya sedikit.
"Taem!"
Tanpa menolehpun Taemin sudah paham benar suara siapa yang lancang memanggilnya dengan nada setinggi itu. Benar saja, tak berselang lama, muncullah seorang namja berkulit tan dengan cengiran lebarnya yang langsung ikut duduk bergabung tepat di depan Taemin. Diikuti pria manis bermata lebar yang juga langsung duduk di sampingnya. Mereka adalah Kim Jongin dan Choi minho. Kalau dilihat dari pakaian khas tim basketnya yang kucel dan sedikit basah, sudah bisa dipastikan kedua namja ini baru saja selesai bermain basket.
"Ya! kalian membolos lagi pagi ini hanya untuk bermain basket. Lihat saja aku akan mengadukan hal ini pada Kim Saem" Ancam Taemin dengan garbu yang ia tunjuk-tunjukan di depan muka Jongin dan Minho.
"Ya! Dengar dulu, Taem-ah. Kami sama sekali tidak membolos. Bahkan Kang Saem yang memberikan dispensasinya kepada kami pagi tadi"
"Kau pikir aku akan dengan mudah percaya pada kalian begitu saja? Mimpi saja kalian!"
"Tentu saja kau bisa percaya pada kami. Benarkan Minho?" Jongin menyiku lengan Minho sebelum namja bermata lebar ini mengangguk mantap tanpa bisa berkata-kata. Hanya Minho yang bisa membuat Taem anteng. Bukan karena apa-apa, hanya saja Taemin tahu jika Minho sebenarnya telah menyimpan perasaan padanya. Taemin sengaja pura-pura tak peka sampai Minho menyatakan sendiri perasaannya pada Taemin.
"Lain kali atur jadwal bermain kalian agar tidak mengganggu pelajaran. Kalian bisa tidak lulus uji kompentensi bulanan jika terus ketinggalan materi" Nada bicara Taemin mulai melembut kali ini. Dan bukan Jongin namanya jika tidak bisa menguasai keadaan dengan baik.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita berempat belajar kelompok saja?" Tawar Jongin separuh bersemangat, separuh modus."
"Tidak bisa! Sepulang sekolah nanti aku sibuk!" Ya, sinyal modus seorang Jongin ternyata dengan cepat terdeteksi oleh Taem.
"Kalau begitu nanti malam saja, di rumah Taem, atau di rumahmu juga boleh Luhan, kau tak keberatan kan kalau kita belajar kelompok di rumahmu?" Tepat sasaran. Jongin telah meluncurkan jurus modus tingkat satunya pada Luhan dengan mulus tanpa hambatan. Membuat target yang sedari tadi diam, sedikit melirik Taem yang saat ini melihat ke arahnya.
"Kamjong, kau tak bermaksud melupakan pertandingan basket sore ini bukan? Aku tak mau membantumu keluar dari mulut naga kutub itu jika kau sengaja membuatnya mengamuk dengan tak datang di pertandingan nanti" lirih Minho panjang lebar yang bahkan masih bisa didengar Luhan dan Taemin.
"Ah,aaa t..tentu saja aku ingat. Itu kan acara penting bagiku. Ah, Taem kau bisa datangkan, bersama Luhan?" Jurus modus kedua Jongin sudah dilancarkan.
"Sudah kubilang aku akan sibuk sepulang sekolah nanti."sahut Taemin cepat "Dan Luhan juga akan sibuk. Bukannya hari ini kau akan langsung ada kelas tambahan?" Luhan membenarkan ucapan Taemin dengan mengangguk dua kali.
"Yaah, sayang sekali. Padahal kami juga butuh penyemangat agar kami menang" Ucap Jongin dengan nada menyesal yang di buat-buat.
Taemin hanya mencibir ,sperti sudah hafal dengan kelakuan teman gelapnya itu. *Maksudnya teman berkulit gelap. Jangan mikir aneh-aneh. hahaha*
"Aku mau ke toilet" pamit Luhan yang langsung beringsut tanpa menunggu persetujuan yang lain.
"Taem, apa dia benar teman lamamu? Apa dari kecil dia seperti itu?" Tanya Jongin lirih nyaris berbisik seolah Luhan yang mungkin kini sudah di toilet akan mendengarnya.
"Tentu saja. Memang kenapa? Masalah buatmu?" Jawab Taem lantang, sukses membuat Jongin mengkerut.
"Kau mau kemana?" Tanya Jongin polos saat Taem mulai beranjak dari kursinya
"Menyusul Luhan. Sebentar lagi bel masuk berbunyi" Jawab Taem sebelum dia melengos pergi
"Saat marah pun dia tetap terlihat cantik" Suara memuja itu keluar dari mulut Minho. Jika tadi dia berusaha stay cool, maka yang ada sekarang adalah ekspresi mupeng berlebihan.
"Hanya berani kalau orangnya sudah pergi" decih Jongin
"Kau lihat sendiri dia tak mudah di dekati" Minho membela dirinya sendiri.
"Lalu kau mau sampai tua hanya melihatnya dari jauh tanpa berusaha menyatakan perasaanmu yang sebenarnya? Terus saja begitu sampai MeongGu berubah menjadi naga"
.
.
.
Pagi ini masih seperti pagi sebelumnya. Sejak kedatangan Luhan kembali ke Empire High Scholl, dia akan selalu menjumpai hal aneh yang sedikit mengganggunya. Sticky note ke sekian kalinya tertempel lagi dan lagi di lokernya. Masih berisi pesan yang sama. 'Diam di tempatmu dan jangan berulah'. Begitulah isinya. Awalnya Luhan hanya menyangka itu perbuatan orang iseng saja, karena bagaimanapun juga dia menjadi siswa baru. Luhan jadi semakin penasaran, siapa yang melakukannya? Dan untuk apa dia melakukannya? Ini menyulitkan Luhan mencari tahu siapa pelakunya,karena sampai saat ini Luhan masih merahasiakan teror itu dari siapapun. Tapi haruskah Luhan membicarakan ini dengan Taemin?
"Apa ini?"
Luhan terkejut ketika sebuah suara menginterupsinya dari belakang. Dan secepat kilat sticky note misterius itu sudah berpindah tangan pada orang yang tepat. Taemin.
"Apa maksudnya ini ?" Tanya Taemin penasaran. Luhan hanya mengendikan bahu setelah menyimpan mantelnya kedalam loker. Sebelum mata Taemin menangkap kertas warna warni yang terselip di bawah mantel Luhan dan mengambilnya.
Mata Taemin membulat sempurna ketika membaca tulisan disetiap sticky note warna-warni itu.
"Luhan, sejak kapan kau mendapatkan semua ini. Apa kau merasa melakukan suatu kesalahan atau semacamnya lalu lup meminta maaf?" Pekik Taemin sedikit emosi. Benar saja, belum genap seminggu Luhan bersekolah di sini dan dia sudah mendapatkan teror.
"Aku tak melakukan apapun" Jawab Luhan seadanya
"Lalu kenapa kau menda..." Ucapan Luhan menggantung begitu saja ketika ekor matanya melihat sesorang yang mencurigakan sedang mengawasi mereka di balik koridor.
"Ya! Siapa disana? Keluarlah jangan jadi pengecut!"
.
Tbc
.
.
.
Kyaaaa! Saya datang lagi bawa kelanjutan chapter SUNFLOWER *yeeey*
Mian di chapter ini Krishan momen masih dikit hahaha #digampar
Ah, bocoran dikit, chapter depan ada banyak tokoh yang dateng.
Siapa mereka?
Jeng jeng jeng...#nyengiralaPCY
Tunggu aja di chapter depan. ok
Big hug buat yang udah nge-repiew chapter kemaren KIM YUTA, NOONALU, KIM SOHYUN, AKAINDE
niii udah next.
okehlah gitu aja. RnR akan membuat saya tambah semangat update cepat.
pai pai...
