Salam kenal…. Aku author baru di fandom ini… kalian bisa panggil ku QieSa…
gomen buat update yang bener-bener kelewa telat, banyak halngan setiap mo update #curcol
ok... semoga kalian suka sama story ini… happy reading minna!~~~
Disclaimer:
Togashi-sensei
Title:
Me + You = Family (?)
Pairing:
Kuroro X fem Kurapika pastinya
Warning:
OOC, gaje, T (untuk sementara)
A/N:
DON'T LIKE DON'T READ... review please #puppy eyes
CHAPTER 2 - Parent
Suasana ramai telah terjadi di dalam kantor Hunter, walaupun jam masih menunjukan pukul 06:30 ini memang waktu yang masih terlalu awal untuk sebuah kantor mulai beroprasi, tapi orang-orang di kantor ini telah sibuk berlalu lalang di dalam kantor. Ada yang tengah sibuk membawa tumpukan berkas di tangannya sambil berlari kecil ke arah lift, ada juga yang sibuk menjawab telepon yang silih berganti berganti bagai musik yang tak berakhir, ada bagian lain lagi yang telah tenggelam di balik komputer di mejanya. Ini lah suasana pagi di kantor Hunter, kantor yang bagai tak memiliki waktu santai, mereka bekerja 24/7 setiap saatnya. Kantor ini memang bukan kantor biasa, di kantor inilah semua kasus kejahatan yang terjadi di kota metropolitan Yorkshin di tangani dengan baik. Para pegawai di kantor ini tak memiliki batasan usia, siapa pun yang memiliki kemampuan bisa bekerja di sini, tak heran bila anak-anak seperti killua dan gon bisa bekerja di sini.
Di suatu tempat di lobby kantor ada kelompok kecil orang-orang yang duduk paling santai di antara ombak kesibukan di kantor itu.
"hhuuaaahhhh!... aku masih mengantuk!" erang salah seorang anak seraya meregangkan tangannya ke udara.
"ini salah mu, killua... tadi malam aku dan bibi mito sudah meminta kau tidur cepat dan segera tidur agar pagi ini kau tak mengantuk, tapi kau malah bermain laptop" tegur salah seorang anak lain yang duduk di sampingnya.
"kau makin bawel gon..." jawab anak itu, santai.
"kurapika..." ucap orang lain lagi, tak menghiraukan perkataan dua orang anak-anak itu. dia jauh lebih cemas dengan gadis yang duduk di hadapannya ini. Tatapannya menyiratkan kecemasan.
"hm?" gadis itu menanggapi dengan santai, buku masih berada lekat di hadapannya.
"apa kau tidak apa-apa? Kita bisa menolak misi ini kalau kau keberatan" ucapan leorio kali ini sukses mengalihkan perhatian dua temannya yang lain, mereka berhenti dari percakapannya, saling menatap, lalu menatap leorio dan kurapika bergantian. Tak ada jawaban dari gadis itu, matanya masih tertuju ke bukunya.
"kurapika?" kali ini gon yang angkat bicara.
"... aku tak apa-apa... seperti yang di katakan netero-sama kemarin, aku tak dalam posisi untuk menolak misi ini, mereka membutuhkan kita..." ucapnya kemudian, di turunkannya buku itu dari hadapannya lalu di tutupnya matanya perlahan.
"tapi kita bisa menolaknya kalau kau keberatan" leorio mengulang kata-katanya.
"aku tak apa-apa leorio... lagipula aku tak mau karena ke egoisan dan keras kepala ku banyak nyawa yang terbuang sia-sia" ujar gadis itu mantap.
"baiklah kalau itu keputusan mu..." ia akhirnya mengalah. Gon dan killua tersenyum mendengar perkataan kurapika. 'sepertinya kurapika sudah benar-benar tenang' pikir mereka.
Terdengar derap langkah pelan dari arah belakang kurapika, langkah pelan itu melangkah mendekati mereka sampai akhirnya langkah itu terhenti di sebelah bangku kurapika. Gon, killua dan leorio menahan nafas sesaat melihat sosok tinggi dan tegap yang berdiri di sebelah bangku kurapika. Tatapan mereka tertuju pada tanda tatoo aneh di dahi dan tatapan dari pemilik mata gelap itu. setelah beberapa saat menahan nafas, mereka mengalihkan pandangannya ke arah kurapika. Cemas. Gadis itu tampak tenang, walaupun tangannya terlihat sedikit bergetar, tapi emosinya tak meledak-ledak seperti kemarin. Di angkatnya kembali bukunya sampai menutupi wajahnya.
"maaf... ada pesan dari ketua Netero untuk kalian" teguran lembut dari seorang gadis itu mampu sedikit menghancurkan suasana cekam yang sempat tercipta tadi.
"pesan apa?" ucap kuroro dan kurapika yang tak di duga bersamaan. Kurapika tampak sedikit terkejut dan membuang muka, tapi kuroro santai saja sambil melihat ke arah gadis pembawa pesan itu.
"eh? Ano... mereka meminta kalian datang ke tempat ini untuk melakukan pertemuan di sana" ucap gadis itu seraya memberikan secaraik memo berwarna hijau ke arah mereka yang langsung di sambut oleh killua.
"eh?! Ganti tempat janjian lagi?! Apa sih maunya kakek tua itu?!" keluh killua saat selesai membaca isi memo itu.
"lagi?!" kali ini keluhan leorio terdengar tak kalah kesal.
"kali ini di mana?" kurapika melihat mereka.
"taman kota yorkshin" jawab gon sambil membaca isi memo dari balik punggung killua.
"kenapa kakek tua itu senang sekali mengadakan pertemuan di temapt ramai seperti ini?"
"daripada terus mengeluh, lebih baik kita segera menuju tempat itu... leorio, kau yang bawa mobil ya..." perintah kurapika seraya bangkit dari duduknya dan melangkah.
"baiklah..." leorio mengikuti langkahnya dengan malas. Gon dan killua mengikuti langkah kedua temannya itu, lalu gon terhenti dan menengok ke belakang.
"kuroro-san... apa kau mau bareng dengan kami? Ku rasa mobil leorio masih cukup untuk satu orang lagi" ajak gon ramah. Senyumnya terkembang dengan manis.
'baka! Apa dia mau memulai pertempuran antara kuroro x kurapika dengan ajakannya itu?!' pikir killua dan leorio. Keringat dingin mengucur di dahi mereka menanti jawaban dari pria berjubah hitam itu. mereka sama menyilangkan kedua jarinya berharap pria itu menolak.
"... tidak... terima kasih... aku membawa mobil ku sendiri" tolak pria itu sopan, senyum tipis terukir di wajah pucatnya.
'huft... syukurlah...' killua dan leorio menarik nafas lega mendengar tolakan itu.
"baiklah kalau begitu... sampai ketemu di taman" kata-kata gon riang, seraya melambaikan tangan ke arah kuroro lalu mengejar teman-temannya yang lain.
PLETAK!
Gon di hadiahi jitakan keras di kepalanya oleh killua. Gon hanya bisa bingung dan protes kepada killua dan meminta penjelasan atas jitakan itu, tapi tak di beri tanggapan oleh killua, dia masih berjalan. Kuroro melihat ke arah mereka, di tatapnya lekat-lekat empat orang itu. 'menarik...' pikirnya seraya berjalan di belakang mereka menuju parkiran.
Kurapika's dream
Sinar putih tiba-tiba menusuk mata ku yang tengah tertutup, ku buka perlahan kedua kelopakmata ku, namun karena sinar yang datang terlalu terang, aku masih belum terbiasa dengan sinarnya. Indra penciuman ku menerima sebuah aroma yang pernah ku cium sebelumnya, entah di mana. Setelah beberapa detik, mata ku akhirnya dapat beradaptasi dengan cahaya di sekitar.
"mama... ayo cepat... nanti papa marah lagi kalau kita terlambat ke meja makan untuk sarapan..." aku mendengar suara itu, suara yang pernah ku dengar sebelumnya, suara riang dari anak kecil. Aku segera menengok, mencari sumber suara itu.
"hai... hai... papa mu memang bawel... ayo kita keluar" suara lain itu terdengar, aku terkejut mendengar suara itu, suara yang sangat mirip dengan suara ku. aku segera berbalik, dan betapa terkejutnya diri ku melihat sosok yang ada di belakang ku.
'apa-apaan ini? Ini gila!' pekik ku dalam hati melihat ke anehan yang terjadi di depan mata ku.
'gadis itu... kenapa dia mirip sekali dengan ku? siapa dia? Dimana aku? Ini tak mungkin terjadi kan?' aku menyentuh wajah ku, tak percaya, mata ku masih terbelalak karena tak percaya. Aku memperhatikan gadis itu lekat-lekat.
'Rambut pirangnya, mata birunya, kulitnya, anting merah yang terlihat dari telinga kirinya, bahkan senyumnya... dia benar-benar mirip dengan ku! yah... walaupun aku tak ingat punya senyum selembut itu, tapi di lihat dari sisi mana pun gadis itu benar-benar mirip dengan ku' aku benar-benar tak percaya.
"... kurapika... sampai kapan kau mau terus di dalam? Ayo cepat ajak anak mu sarapan!" suara lain terdengar dari luar kamar. Suara bariton yang terkesan dalam itu lagi. Aku memegang dagu ku, aku yakin pernah mendengar suara itu entah di mana.
"hai... hai... ini juga kan anak mu,..." senyum terkembang di wajah 'kurapika' lain itu, dia menggandeng anak laki-laki tadi ke arah luar kamar.
'hei... sial! Kenapa aku tak bisa mendengar nama laki-laki itu... siapa laki-laki yang di panggil 'papa' itu? ah! Sial!' aku menggerutu kesal. Aku berusaha mengikuti 'kurapika' lain itu. tiba-tiba.
"... pika!.. hei!... kurapika! Bodoh!" aku mendengar suara lain. Suara yang ku kenal. Itu suara killua dan gon memanggil nama ku"
"hm..." aku menggeliat pelan dalam tidur ku. ku buka lagi perlahan mata ku.
'eh?... tadi itu mimpi? Mimpi yang aneh...' pikir ku, aku melihat sekitar. Aku masih berada di dalam mobil sedan putih. Di samping ku ada teman-teman baik ku. aku mengucek-ngucek kedua mata ku.
"kau tidur benar-benar pulas... ayo turun... kita sudah sampai..." ajak leorio seraya membuka pintu mobil.
end Kurapika's dream
Suasana mencekam hadir di antara sekitar kumpulan kecil orang-orang yang tengah berkumpul di taman kota Yorkshin. Gadis berambut pirang itu terlihat mengepal kan tangannya dengan sangat kencang, giginya bergemerutuk pelan menahan emosi, mata merahnya menatap penuh emosi kepada pria bermantel hitam panjang di hadapannya. Tangan seorang pria tinggi telah melingkar di pinggang gadis pirang itu menahan emosinya yang sudah meluap-luap. Kedua teman mereka pun ikut menahan gadis itu. pria bermantel hitam itu melihat gadis pirang itu dengan santai.
"brengsek kau, kuroro! Mati kau!" maki gadis itu.
"kurapika... tenanglah... kami mohon... tahan emosi mu sedikit..."
"ya kurapika! Tenanglah..."
"... kau gadis yang penuh emosi, kurapika-chan" ucap kuroro, masih dengan nada tenang.
"jangan panggil aku dengan nama itu!"
"kenapa? Sebentar lagi kita akan jadi teman satu tim... kita akan menjadi 'keluarga'... jadi wajar kan kalau aku memanggil mu dengan nama itu?" ucapnya santai.
"aku tak sudi menjadi 'keluarga' dengan pria brengsek seperti mu!" gadis itu meronta makin keras.
"bukan kah tadi kau yang menerima misi ini dari netero? Kau siap menerima semua konsekuensinya" mata pria itu menatap gadis pirang itu santai.
Flashback
"karena semua sudah berkumpul, mari kita mulai pertemuan misi kali ini..." pria tua melihat kumpulan 5 orang yang ada di hadapannya. Kelima orang itu melihat pria tua itu
"kalian harus menghadapi para pelaku human traficing kali ini... tapi mereka bukan musuh yang cukup mudah... nama kelompok mereka 'egmont'... kurasa kuroro-kun tau tentang mereka..." pria tua itu melihat perubahan reaksi yang di tunjukan oleh kuroro, walau hanya sekilas.
"... yah... kami pernah beberapa kali berhadapan langsung dengan mereka... bisa di bilang kelompok kami adalah 'kawan lama'..." jelas pria itu tenang.
"kalau begitu lebih baik... kau pasti tahu tentang mereka lebih baik..."
"nobu, paku dan machi yang lebih paham dengan mereka..."
"kalau begitu bisa kau minta mereka untuk ikut?"
"baiklah"
"ok... ah ya... kurapika cs kalian bisa bantu mereka dalam penyelidikan dan penyerangannya?"
"baik"
"ok... ah ya... satu hal lagi... kurapika-san dan kuroro-kun, ada satu misi lagi untuk kalian"
"eh? Apa?" ucap mereka berbarengan.
"aku minta kalian menjadi 'orang tua' untuk dua orang anak..."
"APA?!" kurapika teriak, kaget.
End flashback
"sampai mati pun aku tak mau menjadi bagian keluarga mu!" teriak kurapika lagi.
"hati-hati dengan ucapan mu... sebentar lagi kau akan menjadi seorang 'lucifer'"
"aku tak sudi!"
"sudahlah kurapika... ini kan hanya sementara..."
"kalau begitu kau saja yang jadi 'istri' orang itu, leorio!" ucapnya emosi.
"eh?" leorio kaget.
"maaf saja... aku bukan gay... sekalipun aku gay, aku masih memilih... aku tak sembarangan memilih, apalgi orangnya jelek seperti dia..."
"apa kau bilang?!" persimpangan muncul di dahi leorio, kesal.
"sudahlah leorio... jangan ikut emosi juga..." gon melerai mereka, anak itu berdiri di tengah mereka.
"aku paham kenapa kurapika benar-benar benci dengan pria menyebalkan ini" leorio terbawa emosi
"makanya kau harus tenang, ossan..." killua ikut melerai.
"diam kau rambut putih!" mendelik ke killua.
"ini bukan putih! Ini silver, pria tua!" killua terbawa emosi. Mereka kemudian saling bertengkar dan berteriak. Gon tertunduk diam, persimpangan banyak muncul di kepala jabriknya.
"DIIIIAAAAMMMMM!" akhirnya gon berteriak, tak kuasa menahan emosi.
"eh?" ketiga orang temannya itu terkejut dan melihat ke arah gon, mereka langsung terdiam.
"maaf gon... kami terbawa emosi..." ucap ketiga orang itu kemudian, tertunduk, merasa bersalah.
"kalian jangan seperti ini lagi ya... kurapika juga jangan terlalu cepat terbawa emosi... nanti kita tanya netero kenapa dia memilih kau dan kuroro sebagai 'orang tua'... dan kau, kuroro!.. jangan buat kami ikut emosi!" gon menatap kurapika dan emberikan penekanan ke kata-katanya pada kuroro.
"baik... maaf..." kurapika menunduk, senyum tipis terukir di wajah manisnya. Kuroro hanya menatap gon, dingin.
"ku maafkan!" gon tersenyum lebar. Senyum itu mampu membuat ketiga orang temannya ikut tersenyum. Tiba-tiba.
"mama... papa..." suara seorang anak laki-laki kecil menginterupsi mereka.
"eh? Nak... apa kau tersesat?" kurapika melihat anak itu. berjongkok di depan anak laki-laki itu. di perhatikannya baik-baik penampilan anak itu. dia hanya memakai jaket hijau yang tak terlalu tebal dan celana biru pendek, rambut hitamnya sangat berantakan dengan potongan yang terlihat sangat asal, ada sebuah tas yang mencurigakan di belakangnya.
"apa kau tersesat nak?" Merasa tak dapat jawaban dari anak di depannya itu, kurapika mengulang pertanyaannya. Mata saphire miliknya bertemu dengan mata biru anak itu, warna yang sangat indah, seindah samudra.
"... mama..." setelah terdiam beberapa lama, anak itu akhirnya angkat bicara. Tangan mungilnya mengarah ke kurapika dan memberikan sebuah pelukan kecil ke gadis pirang itu.
"eh?" gadis itu bingung, di lihatnya anak kecil itu.
"... mama... papa..." tanpa menghiraukan kebingungan kurapika, anak itu tetap memeluknya. Lalu anak itu mengalihkan pandangan ke seluruh orang di sekitarnya dan pandangannya berhenti pada kuroro dan memanggilnya 'papa'.
"apa?!" tiba-tiba kurapika merasa menjadi bodoh. Di lepaskan pelan pelukan anak itu.
"mama... papa..." anak itu menatap kurapika dengan mata birunya, lalu menunjuk kurapika dan kuroro secara bergantian.
"EEEEHHHH?!" keempat orang yang ada di situ tampak terkejut.
Contenyuuu~~~ ^^v
ok... segitu dulu minna... tapi next chapi langsung QieSa update hari ini juga... sebagai permohonan maaf cz telat update...
jawaban review di chapi berikutnya ya...
oya... buat yang bingung sama plotnya,gomen -.-"
QieSa usahakan sebisanya biar kalian gamakin bingung sama plotnya, semogadi chapi ini kalian gamakin bingung...
terakhir... review please #puppyeyes
buat yang mau Flame juga silakan, QieSa terima dengan lapang dada, tapi kasih alsan yang logis ya #angel's smile
