Note: Sekali lagi ini cerita sasugaasaku slight ShikaIno jd shikaino perannya g sebanyak mereka bertiga tp klw ad yg g suka sama shikaino, udah g usah baca.
oh ya untuk yg nanya, ini gaasakusasu atw sasusaku. sebenarnya aku udah mutusin pairing terakhirnya siapa tp aku g bakalan ksi tw, kan g seru klw kalian udah tw endingnya.
FYI aku bakalan update setiap hari Senin, jd yg nungguin cerita aku buka aja pas hari Senin.
Disclaimer: Sakura, Gaara, Sasuke, Naruto, shikamaru ataupun Ino bukan milikku. Mereka buatan Kishimoto Masashi-Sensei
Happy Reading Guys! Jangan lupa review
Hari selanjutnya dimulai, Gaara kembali bergabung dengan Sakura dan yang lainnya yang langsung mendapat delikan tidak suka dari Ino namun gadis itu tetap diam, seolah menerima keberadaan Gaara di sekitar mereka. Naruto yang memang mudah bergaul mulai mengakrabkan diri dengan Gaara, yang hanya mendapat respon seadanya. Sementara Sakura hanya tersenyum sesekali menanggapi celotehan Naruto, seperti hari-hari biasanya. Semua terjadi seperti kemarin. Ah satu hal berbeda, ada seseorang yang merasa terabaikan di sana.
Hari-hari selanjutnya pun berlalu, semuanya masih sama kecuali beberapa keadaan yang tak ditunjukkan saat manusia itu berkumpul di kantin, misalnya keadaan Sakura yang setiap harinya di antar jemput Gaara, keadaan Sakura yang tak pernah sekali pun berbicara dengan Sasuke, keadaan Sakura yang setiap malamnya selalu berkomunisasi dengan Gaara, keadaan hati Sakura yang semakin tertaut pada satu manusia. Seperti yang terjadi hari ini
"Sakura, aku ingin bertanya sesuatu?" Gaara membuka suara, saat ini mereka tengah berada dalam mobil Gaara, mengulang rutinitas yang telah Gaara lakukan dua minggu terakhir, mengantar pulang Sakura.
"apa?" gadis itu menoleh pada Gaara yang masih memandang ke depan
"hari pertama aku di sini, aku mendengar kisah cintamu dengan Sasuke tentang…" Gaara menggantung kalimatnya, takut menyakiti gadis di sampingnya
"tentang cintaku yang tak berbalas" Sakura menyambungnya sambil menatap ke depan, Gaara hanya mengangguk lalu kembali bersuara
"tapi selama aku di sini, aku tak melihat itu" akhirnya Gaara menyuarakan apa yang tengah dipikirkannya sejak pertemuan pertamanya dengan Sasuke
"karena aku sudah menyerah, tepat sehari sebelum kau masuk" lalu keduanya terdiam, tak ada yang bersuara hingga hampir sepuluh menit selanjutnya.
"lalu apa artinya kau sudah tak mencintainya lagi?" Gaara bertanya namun tak ada jawaban yang terdengar hingga beberapa menit selanjutnya.
"kau diam berarti-"
"bukan, maksudku aku …. Aku tak tahu"
Sakura memotong kalimat Gaara, tak ingin pria di sampingnya salah mengartikan kediamannya. Lalu keduanya kembali terdiam hingga tanpa Sakura sadari mobil Gaara telah berhenti tepat di depan rumahnya. Namun mereka tetap diam, seakan masih banyak yang harus dibicarakan
"aku menyukai … tidak … aku mencintaimu Sakura" terucaplah kata itu.
Gaara memandang Sakura dengan tatapan damba, tatapan yang membuat kupu-kupu di perut Sakura beterbangan, tatapan yang membuat jantung Sakura kembali berdetak kencang, seakan akan ingin melompat keluar.
Wajah Gaara mendekat dan kembali Sakura tak bisa bergerak, seperti dejavu di hari pertama Gaara bertemu Sakura, wajah itu semakin dekat dan Sakura menutup mata sambil menahan nafas, menunggu adegan selanjutnya.
Gadis itu dapat merasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuh keningnya, mengantarkan sedikit kejut listrik ke seluruh sel tubuh Sakura, lalu kembali Ia merasakan kedua matanya dikecup secara bergantian, membuat kedua mata itu semakin erat terpejam, beberapa detik berlalu hingga Sakura mengira ini sudah selesai namun kembali Ia merasakan hidungnya disentuh sesuatu dan Sakura masih menutup mata, menunggu bagian terpenting wajahnya untuk disentuh
"aku akan mengambil yang terakhir saat kau telah siap" Gaara berbisik, membuat mata Sakura terbuka dan memandang pria di depannya lalu seulas senyum tercipta di sana.
"terima kasih" Sakura menyadari mulutnya berucap dan entah dari dorongan mana tubuhnya memeluk Gaara, merasakan kehangatan pria yang telah membuatnya kembali melihat indahnya cinta, pria yang setia menunggunya dan Sakura berjanji, tak akan membuat pria itu menunggu lama, sudah cukup dia yang merasakan betapa pedihnya menunggu cinta sesseorang.
0ooo0
Shikamaru menutup mata. Tidak. Ia tak tidur. Tubuhnya hanya sedang merilekskan diri, sambil meresapi aroma bunga dari tubuh kekasihnya. Tidak. Mereka sedang tak berada di ranjang dan tak habis melakukan apa yang kalian pikirkan. Ino hanya duduk dengan kepala Shikamaru yang tertidur di pahanya, dengan jari-jari lentik Ino yang memijat-mijat pelan kepala kekasihnya. Mereka baru saja menyelesaikan pertengkaran sejak 15 menit yang lalu dan berakhir seperti ini.
"jadi kau sudah tahu bahwa Gaara akan pindah ke sini?" Ino membuka suara, mengundang gumaman 'Hn' kekasihnya pertanda 'iya'
"bagaimana kau bisa yakin bahwa Gaara dan Sakura akan saling jatuh cinta?" Ino kembali bersuara, kali ini onyx sang jenius terbuka menatap paras ayu kekasihnya.
"Sejujurnya setiap pria yang melihat senyuman tulus dan wajah cantik Sakura pasti akan jatuh cinta, terutama pria monoekspresif seperti Gaara" Jawaban Shikamaru sontak mengundang delik tajam dari Ino
"apa kau baru saja mengatakan bahwa Sakura lebih cantik dari pada aku?" Nada Ino meninggi, shikamaru mengubah posisinya menjadi duduk, sepertinya pertengkaran part 2 mereka akan segera berlangsung.
"Mendokusei Ino, tentu saja ti-" Ino memotong "kau bilang setiap pria, berarti kau juga" Oh Tuhan sepertinya Ino benar-benar marah
"aku tak tahu bahwa selam-hmffttt" seketika nada tinggi itu berhenti, berganti dengan suara mulut tersumbat yang detik selanjutnya berubah menjadi suara kecapan. Intensitasnya bunyi kecapan semakin tinggi hingga lama kelamaan berubah menjadi desahan kala lidah sang pria kini menyentuh leher putih sang Barbie menciptakan ruam-ruam kemerahan yang takkan hilang satu atau dua hari.
"biar pun, aku diberi seribu Sakura. Aku akan tetap memilihmu Ino" suara bisikan terdengar, membuat Ino yang masih terengah memerah. Tangannya masih mengalung di leher kekasihnya, akuamarinnya menatap onyx pria di depannya yang tampak sayu, tanda pria itu tengah bergairah.
"aku tahu" dua kata terucap di bibir Ino, lalu sang pria kembali mendekatkan wajah "shikaaa" Ino bersuara dengan nada mengingatkan membuat shikamaru berhenti, menarik nafas dan membuangnya lalu kembali meletakkan kepalanya di pangkuan Ino.
"lalu bagaimana kau yakin bahwa Sakura juga akan jatuh cinta dengan Gaara?" mereka kembali seperti beberapa menit yang lalu, dengan jari-jari lentik Ino yang mengusap rambut kekasihnya
"mereka berdua setipe. Gaara dan Sasuke" raut kebingungan masih menghiasi wajah Ino "seperti saat kau menginginkan suatu gaun berwarna ungu namun stoknya telah habis, yang ada hanya gaun model yang sama dengan warna berbeda.
Mungkin kau akan berpikir sejenak tapi tak dapat kau pungkiri bahwa ada bagian dirimu yang tertarik pada gaun itu, namun ketika mereka memberikanmu dengan harga yang lebih murah, kau tentu akan langsung membelinya tanpa berpikir lagi"
Ino tahu, shikamaru hanya akan berkalimat panjang ketika menjelaskan sesuatu yang rumit, namun Ino sedikit banyak sepertinya mengerti.
"jadi maksudmu gaun ungu itu Sasuke dan gaun berwarna lain Gaara. Sakura yang notabene pembeli tentu akan mengambil gaun berwarna lain selain hanya itu yang tersedia harganya juga lebih murah"
Ino bersuara "stok yang dimaksud adalah cinta. Karena Sasuke tak memiliki apa yang diinginkan Sakura dan Gaara memiliki keduanya, apa yang dimiliki Sasuke dalam hal ini kepribadian Sasuke dan tentunya apa yang diinginkan Sakura dalam hal ini cinta, bahkan Gaara memberikannya dengan cuma-Cuma, maka tak heran Sakura akan langsung jatuh cinta pada Gaara"
"Tapi Shika, bukankah itu berarti …." Kalimat Ino menggantung
"Hn, tapi tak ada yang tahu Ino. Kita hanya mampu memberikan yang terbaik untuk Sakura"
"menurutmu Gaara yang terbaik?" Ino memandang kekasihnya "aku sudah bilang, Sasuke dan Gaara setipe. Apa menurutmu Sasuke pria jahat?"
Ino menggelengkan kepala. Ia telah mengenal Sasuke selama waktu persahabatannya dengan Sakura dan selain keperibadiannya yang memang khas Uchiha, tak ada hal negative lain tentang Sasuke.
Ino memandang kekasihnya yang saat itu sedang menutup mata lalu memberikan kecupan di bibir pria itu
"terima kasih"
TBC
Please let me know what you think!
Cepat tidaknya update tergantung dari banyaknya yang review
