Author's Note :
HUWAAAAA ~ Mian ru update XD
Lanjutttt ~
Title : A Poor Life.
Part : 1 (One).
Genre : Romance, General.
Warning : BL,PG-17,Maybe Typo (s).
Summary :
Jaejoong dan Yunho adalah namja yang hidup dalam takdir yang berbeda. Namun, jalan lain mempertemukan mereka dalam keadaan yang buruk. Malam itu,Yunho yang rupanya adalah salah satu faktor semangat Jaejoong, namun, namja itu justru adalah yang pertama kali 'menyentuh' dirinya.
Disclaim : SME Present.
Author : julycassieelfshawol.
"Tuhan, apa yang terjadi? Kenapa harus di waktu ini? Kenapa Kau beri aku cobaan yang lebih berat lagi? Aku mohon, jangan ambil nyawa yeoja yang begitu aku cinta & sayangi dari yeoja manapun ini. Tuhan, apakah aku memang haru menyerahlan tubuhku?"
...
JJ-POV
Aku menggeliat malas ketika kurasakan seseorang menguncang-guncangan tubuhku. Ash, paling itu Taemin yang usil, jadi aku tidak memperdulikannya. Aku masih ngantuk sekali.
"Hiks, Hyung. Bangunlah, hyung!" Samar-samar kudengar suara isakan dan bentakan kesal dari seseorang yang tengah mengguncangku ini. Hee? Isakan? Taemin menangis? Ada apa?
Aku mengerjapkan mataku dan mendapati dongsaengku dalam keadaan wajah basah. Tentu aku heran, kenapa pagi-pagi buta dia sudah cengeng begini? "Saeng, ada apa?" Tanyaku berat. Sesekalu aku menguap lebar.
"Hiks... hyung, hyung... umma," Entah kenapa sepertinya Taemin sulit sekali untuk bicara. Apakah dia benar-benar sedih? Ada apa dengan umma? Belum sempat aku bertanya lagi, Taemin sudah meneruskan perkataannya. "Umma hyung, dia.. dia tak sadarkan diri, hiks, aku takut, hyung..."
Mataku langsung membeludak sempurna. Dengan segera aku menuruni ranjang & berlari kekamar umma. Kudengar langkah Taemin yang berada jauh di belakangku. Ketika aku mendobrak pintu kamar umma, aku kaget... ya, aku takut, aku terkejut & aku ingin menangis ketika umma terbaring diam dengan darah yang keluar dari lukanya semalam.
Kudekati umma dengan tangan bergetar. Oh tuhan, wajah umma pucat & dia benar-benar dingin. Apakah Kau sudah membawanya pergi dariku dan Taemin? Kenapa Tuhan? Aku mohon jangan ambil dia sebelum aku membahagiakannya...
"Umma?...Umma?...Ummaaaa!" Aku menggoyangkan tubuhnya pelan namun tak ada respon. Itu membuatku khawatir kalau umma benar-benar tiada & aku tak bisa menahan tangisku saat ini juga. Sedangkan Taemin sudah menangis sejak tadi dengan mulut diam.
Tidak! Umma masih hidup! Umma sudah berjanji tidak akan meninggalkan kami sebelum kami lulus dari sekolah & universitas. Ya, umma tidak mungkin mengingkari janjinya bukan?
"Saeng, ambil jaket umma & kau juga, bergegaslah pakai jaketmu." Jelasku parau.
"Tapi, hyung. Ini masih pagi." Kudengar Taemin membantah pelan. Kurasa dia tahu maksudku. Tapi aku tak peduli. Satu-satunya tujuanku pagi petang ini adalah menyelamatkan umma.
...
Aku menggendong tubuh umma & berlari-lari sedang untuk menuju rumah sakit yang sedikit jauh. Rumah sakit satu-satunya yang paling dekat dari rumahku. Ada Taemin yang juga mengikuti di sampingku. Dia juga panik, tentu saja karena bagiku & Taemin, umma lebih berharga dari apapun. Umma lebih berarti dari kehidupan kami sekalipun.
Kenapa aku & Taemin berlari? Ya, kami tidak punya kendaran dan dilingkunganku, pagi buta begini tentu belum ada kendaraan. Aku juga tahu kalau rumah sakit juga pasti belum dibuka. Tapi biarlah, aku benar-benar ingin melihat mata umma lagi. Aku ingin merasakan lagi sentuhan umma di dahiku semalam. Aku dan Taemin mana mau kehilangan umma.
...
Dokter keluar dari ruang UGD. Aku yang daritadi terduduk was-was langsung menghampirinya. Syukurlah, ternyata rumah sakit ini sudah dibuka jam 2 pagi tadi.
"Bagaimana dokter?" Tanyaku cemas.
Dokter menghela nafas sebentar. "Keadaannya kritis. Pendarahan akibat luka yang terbuka di lehernya cukup fatal. Kami harus memberikan donor darah sebanyak mungkin."
"Donorkan aku saja." Sela Taemin. Aku juga mau mendonorkan darahku! Tapi, sukarela kami dijawab gelengan dari sang dokter.
"Maafkan kami tuan-tuan. Kulit kalian pucat seperti itu. Kami tidak mungkin mengambil darah kalian. Tenang saja, kami akan menyediakannya." Jelas dokter.
"Ya! Terserahlah! Aku mohon selamatkan ummaku!" Pintaku.
"Kami akan berusaha sebaik mungkin." Setelah mengucapkan itu, dokter meninggalkan kami. Taemin melirikku dengan wajah was-was.
"Hyung." Desahnya. Aku tahu maksudnya. Biaya rumah sakit itu mahal & kami tidak punya uang banyak untuk membayarnya. Aku tahu ketakutan Taemin itu. Ia takut kalau umma tidak bisa terobati karena kami tak ada biaya.
"Jangan takut, saeng. Hyung akan bekerja keras untuk mendapatkan uang. Kau jangan khawatir ya." Saranku dengan senyum, berusaha menenangkan Taemin. Ya, apapun caranya asal mendapatkan uang. Cuma itu.
...
Aku sampai di gerbang universitas. Ash, pokoknya aku harus bekerja keras lebih dari biasanya! Hari ini, aku buru-buru untuk melesat kekedai Sungmin Ahjusshi.
"Hyung!" Kulihat seorang anak SMA yang tengah bersandar di dekat gerbang sambil memegang iPod-nya dan tengah melambai kearahku.
"Changmin-ah. Kau sudah masuk sekolah? Kau sudah pulang?" Tanyaku dengan sedikit senyum senang. Dia Kang Shim Changmin, kakak kelas dongsaengku juga rekan kerjaku di kedai.
"Nde, home schooling mulu. Aku bingung dengan pelajaran privatnya." menghilang selama 3 hari & Sungmin Ahjusshi bilang, anak ini ada les di apartemennya. "Yo! Mari kita kekedai!" Ujarnya riang sambil menarik tanganku. Ah, bocah ini selalu membuatku merindukan semangatnya itu.
...
Hari ini, aku benar-benar giat lebih dari biasanya ketika bekerja di kedai. Sungmin ahjusshi, Changmin & pegawai lain selain kami yang bernama Kim Ryeowook juga sepertinya heran dengan tingkahku ini. Begitu giatnya atau mungkin bisa dibilang panik, aku sampai menumpahkan cangkir-cangkir yang tengah kubawa ini.
"Kau kerja bisa lihat-lihat, tidak?" Pelanggan yang terkena tumpahan kopi panas itu geram ketika aku yang tak sengaja menumpahkan nampan ketika melewatinya.
"Ah, mian, mianhae, aku tak sengaja." Tundukku merasa bersalah & dengan beberapa kali membungkuk. Namun, pelanggan itu tetap menggertakan giginya kesal sambil membersihkan noda dipakaiannya.
"Tuan, maafkan pegawaiku. Aku akan mengganti kerugiannya." Sungmin ahjusshi & Changmin menghampiriku. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya karena Changmin membawaku masuk kedapur.
...
"Hyung, kau baik-baik saja?" Changmin-ah langsung menyuruhku duduk & Wookie langsung menghambur kearahku juga. "Hyung, kau pucat. Apa yang terjadi?" Changmin sepertinya tahu gelagat anehku. Aku diam dengan paras shock. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan saat ini selain umma yang sekarang belum diketahui kabarnya. Ya, aku butuh uang.
"Jaejoong-ah." Sungmin ahjusshi masuk keruangan kami. Aku takut, aku takut akan di pecat. Tapi, namja berparas imut itu tetap terlihat tenang melihat kearahku.
Aku langsung beranjak dari tempatku dan menghampiri tubuh gumpal itu dengan hati kacau. "Ahjusshi, aku minta maaf. Aku akan mengganti kerugiannya tapi aku mohon, jangan pecat aku." pintaku. Ahjusshi menepuk pundakku pelan sehingga membuat rasa panikku terhenti.
"Tidak apa. Sudah kuganti kerugiannya. Sekarang, kau tenang dulu & beristirahatlah. Mukamu pucat Jaejoong-ah." Sarannya. Mendengar itu, aku diam, aku rasa aku harus menetralisirkan rasa panik ini dulu. Lalu Sungmin ahjusshi menyuruhku duduk & menyuruh Changmin & Wookie untuk kembali bekerja. "Katakan padaku, apa yang terjadi?" Tanyanya lagi dengan halus.
"Anu... mian ahjusshi, aku panik... umma sedang dirawat dirumah sakit & aku butuh uang." Terangku pelan.
"Ini, ambillah." Sungmin ahjusshi meletakkan lembaran-lembaran uang ditanganku. "Maaf, aku hanya punya segini. Aku harap ini bisa membantu biaya rumah sakit." Jelasnya dengan senyum. Tuhan, syukurlah aku kenal dengan orang sebaik dia... aku sampai ingin menangis mendapat perlakuannya.
"Gomawo, Ahjusshi." Isakku sambil memeluknya.
"Nde. Sekarang kau disini saja & beristirahat." Ujarnya sambil beranjak meninggalkanku sendirian.
...
"Aku pulang dulu, kamsahamnida." Aku pamit pada Sungmin ahjusshi, Wookie dan Changmin. Aku malu, aku takut kalau Changmin & Wookie mencurigai tingkahku hari ini. Aku tidak mau mereka tahu kalau aku sedang membutuhkan berjuta-juta won untuk biaya umma. Dengan wajah tertunduk, aku meninggalkan kedai kecil itu.
"Ahjusshi, kau memecatnya?" Tanya Changmin khawatir.
"Andwae! Jahat sekali aku memecat namja sebaik Jaejoong." Jawab Sungmin yang masih memandang tubuhku yang semakin menjauh.
"Lalu, apa yang terjadi dengan Jaejoong-hyung?" Tanya Changmin lagi dengan paras cemas. Yang Changmin tahu, aku tidak bekerja seperti tadi setiap kalinya.
"Sepertinya, dia hanya butuh uang." Ujar Sungmin tenang sambil masuk kekedai ketika punggungku mulai menghilang. Changmin & Wookie yang masih mengenakan seragam kerja juga mengikuti masuk.
(A/N : Ceritanya yang bagian ini JJ'a gag denger, key?)
...
"MWO? Kau mau bekerja di pub? Andwae! Andwae Joongie-ah!" Histeris Heechul sambil memegang bahuku seraya meyakinkan kalau pub bukanlah tempat yang menyenangkan. Aku tetap menatap tuan Shin yang masih setengah berpikir & tidak menjawab kekhawatiran Heechul. Ada Kibum dan Yoochun juga diruang ini & tetap memilih duduk diam menatap kami.
"..." Tuan Shin menatapku bingung. "Kau yakin? Padahal aku sudah merekomendasikannya." Tanyanya. Heechul mengeratkan pegangannya terhadapku dan tetap saja, percuma Heechul-hyung, aku akan tetap pada keputusanku ini & mengangguk mantap.
"Andwae Joongie-ah..." Desah Heechul menyerah.
"Tapi, kalau Kim Junsu ataupun siapapun yang mau, apa kau bisa bertahan? Aku tidak ingin-"
"Aku siap tuan Shin." Aku memotong perkataan bertele-tele tuan Shin. Tuan Shin memang paling menyayangi kami ketimbang pekerja lain karena kami dekat dengan Kibum. Sebelumnya, Kibum terus dilabrak oleh pekerja lain karena mereka iri dengan nasib Kibum yang lebih beruntung. Hanya kami bertiga yang mau berteman & melindungi Kibum.
Tuan Shin menatap lurus kearah mataku seraya bertanya kenapa baru kali ini aku meminta kerja di pub. "Aku benar-benar butuh uang." Tambahku tegas.
"Kalau uang, sebenarnya aku juga bisa-"
"Berapa! Berapa yang kau butuhkan? Aku akan meminjamkannya padamu." Heechul-hyung langsung memotong perkataan tuan Shin sambil merogoh tasnya, mencari-cari dompetnya mungkin.
"Hentikan itu hyung! Aku mohon jangan lakukan! Walaupun kalian meminjamkan, aku tetap pada pilihanku. Aku bekerja disini dan aku juga harus merasakan apa yang hyung & Yoochun-ah rasakan." Jelasku. Entahlah, entah apa yang membuat aku berbicara seperti ini. Rasanya, pikiranku sedang kacau.
Semua tertunduk. Aku rasa Kibum sedang mencerna sesuatu, Tuan Shin seperti terlihat meratapi segalanya, Yoochun-ah terlihat sedih walau ia hanya jadi bulan-bulanan Junsu & Heechul-hyung... aku rasa, dia yang paling sedih. Lelaki berparas cantik yang sempurna itu diam dari gerakan paniknya.
Setelah suasana berubah jadi hening, aku kembali bicara. "Ya, aku akan bekerja sekarang." Tegasku lalu meninggalkan ruang ini & pergi ke bar. Apapun yang terjadi padaku, apapun yang aku ambil & putuskan, aku hanya ingin melakukan segalanya demi Umma dan Taeminku. Aku rela bernasib buruk asalkan umma & Taemin tidak menjadi sepertiku yang menyedihkan ini.
Aku sampai di bar. Lagu-lagu disko mulai mendentum di telingaku & keramaian sudah menyeruak dimataku. Ash, aku harus mencari mangsa yang berkantung tebal. Ayolah Jaejoong! Hadapi semua ini!
Baru sekali aku melangkah, aku terpaku. Aku tertegun saat melihat Junsu di meja bartender yang tengah mengobrol dengan temannya.
'Omo? Bagaimana ini?' Batinku ketika kulihat dia menatap kearahku & melambaikan tangannya padaku...
-THIRD-
RnR lagi yah Chinggu ~
REPLAY ~
dfaFallenAngel :
Nde … Aku lanjut nih ~
Buat NC mungkin nti agak lama ~ XD
khususia :
Ne, nih aku lanjutttt XD
Arisa Adachi:
Wah, bagus itu, saia juga dulu sukanya suju, tapi sekarang lagi suka DBSK nih ~ XD
Nde, nih aku mau update :3
RizmaHuka-huka :
Hehehe, makasih komentnya XD
Nde, maklum, bukan Author terlatih jadi masih banyak kesalahan XD
Tunggu aj bagian NC muh :3
ELFishyShfly :
Anyeong ~ appa tetp pilih jeje dunk ~
Nde, buat chapie depan kalo ga salah POV'baby tetem loh *buka notes lagi*
Appa Jae and Tae? Tentu Kangin deh kayaknya (?)
sizunT hanabi :
Iya, akun yang ANA-RYHAN itu ~
Eh, maksud rpiu yang ke2 apa yah? O.0a
Ga tau aku juga apa yang kan dilakuin appa ke umma X3
Tunggu ajah dah ~
Buat di fandom Naruto, aku gak janji T.T
Evil Baby Snow:
Iya, ada tapi Cuma sekilas, ga mau deskripsiin lebih, akunya maluuuu ~ hyahahahha, nti aku ganti kok ratenya XD
jongwoonieswife-sj :
Saia juga ga sabar negtik bagian yang itu ~ tapi, mian, Cuma sekilas Chinguuuu ~
NYooo, mian kalau ada salah gelar, Ripiu-ripiu dah, mian juga kalao banyak miss typo ==
