After wedding party
.
.
.
Hunkai gs
.
.
.
"Kai!"
"..."
"Kau tidak ingin bangun?"
"Diam lah Sehun! Aku masih mengantuk."
"Kau tahu ini jam berapa?"
"Jam 9."
"Apa? Kukira ini jam 7." Sehun terlonjak kaget pasalnya jam didinding kamar menundukkan pukul 7 lebih lima menit.
"Jam di kamar ku mati aku malas mengganti baterai nya." Kai menjawab dengan mata yang masih menutup. Kai sebenarnya sudah bangun 5menit yang lalu sebelum Sehun membangunkan nya dan dia juga sempat mengecek jam di ponsel yang tergeletak di nakas sebelah ranjangnya.
"Aku sudah bilang kan kalau hari ini aku ada pemotretan!"
"Tak ada pemotretan untuk mu hari ini."
"Hyung manager akan menghajarku kalau aku tidak segera datang, waktu ku tinggal 30menit lagi."
"Dan apa-apa an itu iklan untuk celana dalam." Kai memberengut saat mengatakan itu.
"K-kau tahu?"
"Tentu saja!"
"Dari mana?"
"Apa?"
"Darimana Kau tahu? Apa Kau menanyakan pada manager hyung?"
"Seminggu Kau meninggalkan ku, jika hari ini Kau sampai pergi aku..." Ucapan Kai terpotong dengan jeda panjang.
Sehun memang meninggalkan Kai untuk seminggu untuk pemotretan nya di Hawai setelah empat minggu pernikahan nya. Kai marah tentu saja, bukan hanya karena jadwal bulan madu yang harus diundur tapi lebih kepada dia yang kesal karena Sehun pergi dini hari saat Kai masih tidur dan Kai kesal bukan main karena tak menemukan suaminya di pagi hari.
Kai marah dan dia pulang ke rumah ibunya setelah ijin pada ayah dan ibu mertuanya tentu saja. Tapi tak mengatakan pada Sehun, Kai balas dendam.
Sehun tentu saja langsung menyusul Kai saat tahu dimana istrinya berada. Apalagi saat pulang ia mendapat kabar Kai sakit dari Chanyeol, Sehun merasa sangat bersalah pada Kai.
Rumah Kai itu sepi, Ayah Kai sudah meninggal jadi hanya ada ibunya. sebenarnya ada adik ibu Kai yang juga seorang janda tinggal dirumah Kai, tapi mereka berdua pergi berwisata entah kemana Kai tidak tahu karena hanya ada pesan sedang berwisata di pintu rumah nya. Kai kembali marah saat mendapati orang-orang yang dia sayangi suka seenaknya pergi tanpa memberitahu nya. Kai yang memang membawa kunci cadangan rumah itu pun masuk dan tidur di kamar lamanya, baru 1 bulan dia pergi dari kamar tersayang nya tapi rasanya sudah lama sekali.
"Kau apa? Kumohon Kai, hanya satu hari setelah itu kita bisa pergi bulan madu."
"Aku sudah tidak ingin bulan madu! Buat apa bulan madu jika kita sudah bisa mendapatkan aegi sekarang. Ah bukan kita, aku yang mendapatkan aegi... karena jika Kau berani pergi hari ini aku akan membesarkan aegi sendiri karena Kau sudah tidak peduli padanya dan tidak mau mengantarku ke rumah sakit untuk melihat aegi." Walau Kai mengatakan itu dengan nada mengancam tapi dia tambah memeluk erat Sehun.
Sehun terdiam masih mencerna kata-kata Kai.
.
.
.
"Kenapa wajah mu pucat sekali Kai?" Baekhyun menghampiri Kai yang duduk di lantai berkarpet bersama Taehyung yang telungkup mengerjakan pr nya -mewarnai gambar-gambar hewan dan tumbuhan sesuai petunjuk Kai -
"Eomma pulang hoorrrreeeee." Taehyung yang mendengar suara eomma langsung bangun dari kegiatannya dan bersorak gembira.
"Ah apa begitu terlihat? Padahal aku sudah memakai make up." Kai tersenyum bodoh.
"Bahkan Chanyeol yang orang awan saja bisa melihatnya bagaimana mungkin kau bisa mengelabuhi ku." Dengan Taehyung dipangkuan nya, Baekhyun menarik tangan kanan Kai bermaksud memeriksa. Chanyeol yang akan pergi bekerja ke studio musik tadinya bermaksud menitipkan Taehyung ke rumah orang tuanya karena memang dia tidak menyewa pengasuh harus mengurungkan niatnya karena kedatangan Kai yang memaksa membiarkan Taehyung bersama dirinya meski Chanyeol menolak karena melihat kondisi Kai yang pucat. Jadi Chanyeol menghubungi Baekhyun agar cepat pulang jika pekerjaannya sudah selesai karena tak ingin berlama-lama merepotkan apalagi harus menjagaTaehyung yang hiperaktif. "Astaga!"
"Ada apa eonni? Apa aku punya penyakit serius?"
"Ani. Taehyung Kau duduk bersama imo dulu." Baekhyun segera bangun dari duduk nya dan masuk ke kamar.
"Cepat ke kamar mandi." Baekhyun kembali dan menyodorkan benda pipihnya kepada Kai.
"Apa ini eonni?"
"Aku tahu Kau tak sebodoh itu Kai?"
"Ta-tapi itu tidak mungkin eonni?"
"Kenapa tidak mungkin? Kau sudah menikah, jangan bilang Kau tidak pernah mengijinkan Sehun menyentuhmu?"
"Tak ku ijin kan pun Sehun akan terus memaksa eonni." Wajah Kai semerah kepiting rebus, bahkan menundukkan wajah nya, Kai terlalu risih untuk mengatakan cerita ranjangnya bersama Sehun. "Lagipula kami baru sebulan menikah rasanya itu mustahil." Kata Kai sambil memilih jari-jari tangannya untuk menghilang kan rasa gugupnya.
"Apa kau tidak tahu? Aku dan Chanyeol mendapatkan Taehyung setelah 3 bulan menikah. kalian sehat dan masih muda, aku tahu Sehun punya banyak stamina dan semangat jadi bukan tidak mungkin kalian mendapat kannya lebih cepat dariku."
"Tapi eonni aku mendapatkan tamu bulananku kemarin?"
"Kapan?"
"Tiga hari setelah men-" tiba-tiba Kai teringat sesuatu. "Ya Tuhan!"
Baekhyun terkejut karena Kai tiba-tiba berteriak membuat Taehyung yang tak mengerti apa-apa terjengkit kaget.
"Aku baru ingat eonni hari ini seharusnya aku mendapat tamu bulananku, ani, tiga hari lalu tepatnya. Apa mungkin?!"
"Aku sudah bilang, sana Kau coba tes."
"Ba-baiklah."
Kai melangkah menuju kamar mandi dengan terus berbalik untuk menatap Baekhyun, Baekhyun terus menggumamkan kata "fighting" untuk Kai, dia tahu Kai sedang cemas dan berdebar, ini wajar karena hadirnya bayi pertama selalu menghadirkan perasaan tak biasa orang tuanya, karena bayi pertama itu istimewa.
"Imo kenapa eomma?"
"Imo sedang eomma periksa. Kenapa? Apa Taehyung mau eomma periksa juga?" Baekhyun membawa Taehyung kepangkuannya dan mulai menggelitiki namja kecil kesayangannya.
"Haha stop haha eomma hahaha stop." Taehyung menepuk pipi Baekhyun meminta menghentakkan.
"Tidak akan!" Baekhyun bahkan malah lebih senang mengerjai Taehyung dengan berpura-pura memakan perut tummy Taehyung.
"Khahahahaha sudah hahaha eommaaaa hahaha."
Ceklek
Baekhyun langsung menghentakkan aksi 'mari gelitiki Taehyung' saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.
"Bagaimana?"
"Aku tidak tahu." Kai menyodorkan tespek hasil tes urinnya.
"Ini dua garis Kai. yah walaupun garis satu nya masih samar terlihat tapi aku sudah merasakannya dinadimu. Besok datanglah ke rumah sakit untuk memastikan nya. Datanglah bersama Sehun, besok dia pulang kan?"
"Baik lah, tapi aku tidak tahu kapan Sehun akan pulang. Aku sedang marah padanya."
"Hampir seminggu dia pergi apa Kau tidak rindu padanya?"
"Kadang saat malam aku merindukan pelukannya tapi jika ingat Sehun meninggalkanku dini hari tanpa pamit padaku dulu membuat emosiku naik."
"Begitu lah ibu hamil emosi akan naik turun tak menentu."
"Benarkah?"
"Hum!"
Kai tersenyum mendengar jawaban dari Baekhyun.
Kai menatap mata polosTaehyung dengan mata berbinar dan tak disangka tiba-tiba jiwa evilnya bekerja.
Ngek.
"Aaaaaaaaaa..sakittttt."
Kai menarik kedua pipi Taehyung sampai bocah itu kesakitan.
"Ya! Kau menyakiti anakku."
Baekhyun melepaskan cubitan kedua tangan Kai di pipi anaknya. Taehyung bahkan hampir menangis.
"Hehehe Maaf eonni pipi Taehyung menggemaskan sekali sih seperti bakpao." Kai tertawa bodoh sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
.
.
.
Sehun sudah melupakan bagaimana nasibnya saat bertemu manager nya nanti karena terlalu senang mendengar berita bahwa dia akan menjadi Ayah sebentar lagi. Sehun lebih memilih mengantar Kai, istrinya, memastikan diagnosa Baekhyun tentang kehamilan Kai. Dan benar saja Dokter mengatakan Kai memang hamil. Sehun tak bisa berhenti tersenyum semenjak keluar dari ruang Dokter Kang, dokter kandungan teman kerja Baekhyun di rumah sakit.
Sehun menunggu Kai diruang tunggu Rumah sakit, Kai ingin menemui Baekhyun terlebih dahulu.
"Chimin malah thama mama, mama thekalang tidak mau lagi menemani chimin tidul!"
"Kenapa?"
"Kalena adik bayi akan menangith kalau tidak digendong!"
"Adik bayi nakal?!"
"Ne, adik bayi tidak mau thaat aku ajak main. Dia juga tidak menjawab thaat aku ajak bicala. Jadi jangan mau punya adik bayi kalena Taehyung juga akan dicampakkan sepelti chimin! Dulu Kata mama adik bayi bitha diajak main jika lahil tapi chimin diboongin mama!"
Obrolan anak kecil yang suara nya Sehun kenal, membuat Sehun penasaran dan memastikan itu benar suara Taehyung, ponakannya, atau bukan. Dan benar saja tempat main anak-anak yang berada tepat disebelah ruang tunggu itu, duduk manis dua namja kecil diatas mainan jungkat jungkit sambil mengobrol serius -tapi menggelikan jika orang dewasa yang mendengarkan- terlihat Taehyung mendengarkan curhatan teman nya yang bernama Jimin, berbeda dengan Taehyung yang sudah fasih untuk berkata 'S' dan 'R', Jimin masih cadel jadi kata-kata yang keluar dari bibir bocah itu membuat Sehun tersenyum geli teringat dulu nya dia begitu diusia Taehyung.
"Taehyung!"
Mendengar nama nya disebut Taehyung langsung menoleh. Senyum nya langsung mengembang karena selama seminggu dia tidak melihat 'musuh' kesayangannya. Taehyung langsung turun dari mainan jungkat jungkit tadi dan langsung memeluk samchonnya yang hanya bisa Taehyung raih sebatas paha Sehun.
"Samchon pergi lama sekali Taehyungie rindu!" Taehyung mendongak mengerjapkan matanya imut pada Sehun.
"Eyy~~sejak kapan Kau suka beragyeo padaku?" Sehun menggoda Taehyung, Taehyung tak menjawab malah mengulurkan tangannya minta digendong.
Sehun dengan senang hati mengangkat Taehyung dan menggendong nya seperti koala yang bergelayut pada induknya.
"Samchon membawa oleh-oleh untuk Taehyung?"
"Ah, jadi Kau merindukan samchon karena oleh-oleh ya?" Sehun berkata dengan cemberut bermaksud merajuk. "Mianne. Samchon lupa karena terburu-buru pulang saat tahu Kai imo sakit."
"Sakit?"
"Iya Kai imo muntah-muntah, apa Taehyung tidak menjaga imo saat samchon pergi?"
"Kai imo tidak sakit. Kai imo sedang mengandung, ada aegi disana kata eomma."
"Eh? Kau pintar sekali jagoan." Sehun mencubit hidung gemas, tak menyangka Taehyung sudah mengerti keadaan Kai.
"Jadi samchon tidak bawa oleh-oleh untuk Taehyungie?" Taehyung masih bersikukuh meminta oleh-oleh yang tak pernah absen Sehun beli kan untuknya.
"Hum." Sehun mengangguk. "Bagaimana dengan es krim pelangi? Taehyung mau?samchon akan traktir." Itu es krim warna warni dengan berbagai rasa favorit Taehyung.
"Chimin ikut?" Taehyung menoleh pada teman bermain nya yang sedari tadi diam memperhatikan interaksi Taehyung dan Sehun.
Gelengan kepala yang Taehyung dapat kan.
"Sebental lagi papa chimin mau pulang." Jimin segera bangun dan berlari ke dalam area rumah sakit.
"Apa Ayah teman Taehyung juga kerja disini?"
"Hu-uh." Taehyung menggangguk semangat. "Ayah Jimin kerja jadi Dokter bedah seperti eomma Taehyung."
.
"Enak?"
Taehyung tidak memberikan jawaban untuk Sehun tapi menunjukkan 2 jempol tanggannya untuk samchonnya.
"Kalau begitu habis kan." Sehun mengusak rambut mangkok Taehyung.
Tring
Pesan masuk pada ponsel Sehun.
Kau dimana?_Kai
Dikedai es krim depan rumah sakit, kemari lah!_Sehun
Bersama Taehyung?_Kai
Iya_Sehun
Ah syukurlah, eonni mencari Taehyung, eonni akan pulang sedikit terlambat ada pasien datang mendadak_Kai
Katakan padanya dia akan pulang bersama kita_Sehun
Baiklah_Kai.
Klining
Sehun mengalihkan pandangan nya saat mendengar orang masuk dan benar saja itu Kai. Sehun mengangkat tangannya memberitahu keberadaannya pada Kai yang memang kedai itu sedang ramai pengunjung. Kai melihatnya, dia pun segera duduk disamping Taehyung yang duduk didepan Sehun.
"Seperti nya enak. Apa imo boleh minta?"
Taehyung menghentikan kegiatan makan es krim nya dan berkedip melihat mata samchonnya bukan Kai.
"Kau ingin pelangi seperti punya Taehyung? Aku akan memesankan untuk mu." Sehun sudah akan bangun tapi berhenti saat Kai mengatakan hanya meminta sedikit saja.
"Hanya sedikit, bolehkan Taehyungie?" Taehyung yang tak tega melihat imo nya terlihat memelas pun menggeser gelas es krim nya ke hadapan Kai.
Kai pun menerima dengan mata berbinar-binar seperti mendapat hadiah lotere. "Terima kasih Taehyungie."
Orang hamil bisa mendapatkan apapun yang ia mau, batin Kai senang.
Sehun sebenarnya kasihan pada Taehyung yang sedari tadi tak melepaskan pandangan pada Kai yang memakan es krimnya. Tapi karena Taehyung yang diam saja dia kira ponakannya memang iklas memberikan nya pada Kai.
"Imo," blazer Kai ditarik oleh Taehyung, membuat kegiatan mari 'cicip es krim' Taehyung terhenti. "Es krim Taehyung." Menunjuk es krimnya. "Jangan di habis kan! Taehyung baru makan sedikit." Taehyung memang baru makan seperempat dari gelas es krimnya.
"Taehyung." Sehun buru-buru berdiri dan mengajak Taehyung. "Kita beli lagi! Imo sedang haus jadi es krimnya untuk imo saja ya?"
"Terima kasih Sehun." Kai memberikan senyuman paling manis untuk Sehun.
Lain Kai lain Taehyung. Namja kecil itu masih menatap es krimnya walau tubuhnya sudah ada di gendongan Sehun. Perasaan tak rela menggelayuti hatinya.
"Maaf tuan, es krim pelangi nya habis, tinggal rasa coklat dan vanila saja. Bagaimana?" Jawab Penjaga konter sopan.
"Hanya ada rasa Vanila dan Coklat, apa Taehyung mau?" Taehyung menggeleng.
"Maaf nona, jagoan ini tidak mau."
"Ya tuan." Jawab Penjaga konter tersenyum sopan.
"Selain es krim Taehyung ingin apa?"
"Pulang."
"Ne?"
"PULANG!"
"Baiklah." Sehun paham. Taehyung sedang merajuk. Jadi saat kembali ke bangkunya tadi dan mendapat Kai sudah menghabiskan es krimnya Sehun segera mengajak Kai pulang, bukan ke rumah Kai tapi ke rumah Sehun.
.
.
"Apa benar yang di katakan Sehun nak?" Ibu Sehun bertanya pada Kai untuk lebih meyakinkan.
"Ne eomma."
"Ah syukurlah. Eomma senang sekali nak terima kasih." Ibu Sehun langsung memberikan pelukan sayang nya pada Kai. "Jika Kau ingin makan sesuatu katakan pada eomma, eomma akan buatkan."
Kai hanya tersenyum pada perhatian mertuanya.
"Halmoni Taehyung mau paha ayam itu!" Taehyung diajak pulang ke rumah Sehun karena orang tuanya belum ada yang pulang.
"Taehyung makan bagian dada dulu ya. Imo kan suka paha ayam sekarang giliran untuk imo dulu." Ayah Sehun yang kalem pun senang bukan main mendengar dia akan punya cucu, cucu dari darah dagingnya sendiri. Dan diapun berusaha menyenangkan menantunya, Kai suka makan ayam terutama paha.
Bibir Taehyung turun kebawah. Mempoutkan bibir nya, merajuk. Tak mendapati orang yang memperhatikannya, Taehyung memilih turun dari kursinya dan berlari kepada Sehun yang baru turun setelah mandi.
"Ada apa Taehyung?"
"Pulang."
"Eommamu belum pulang."
"Pulang."
Ting tong
Mendengar bel rumah berbunyi Taehyung segera berlari.
Ceklek.
"Taehyung."
"Appa!" Itu Ayah Taehyung, Chanyeol.
"Kau sudah makan?"
"Pulang!"
"Eh?"
"Kita pulang sekarang!"
"Eoh?"
"Appa pulang!"
"Iya iya tapi biar appa memberi salam pada halmoni dan haraboji dulu."
"Tidak mau! Pulang." Chanyeol menggendong Taehyung, dia tidak tahu kenapa anaknya marah.
"Pulang lah Hyung! Daritadi siang Taehyung rewel, aku baru tahu dia bisa menahan tangis selama itu hehe."
"Apa?Taehyung apa Samchon jahat padamu?"
"Pulang,pulang,pulang." Taehyung memukul-mukul dada ayahnya tidak mau tahu karena yang dia ingin kan sekarang hanya pulang kerumahnya.
"Baiklah. Sehun sampai kan salamku pada paman dan bibi, terima kasih sudah menjaga Taehyung, aku pulang dulu."
"Iya. Hati-hati dijalan Hyung."
.
.
.
Kring
"Hallo hyung?" Dengan mata yang masih tertutup Sehun mengangkat telfon yang sempat ia lirik siapa yang menelfonnya malam-malam sekali.
"Ini gara-gara dirimu kan!"
"Apa lagi?"
"Taehyung menangis, dan Kau tahu ini jam berapa?"
"Jam berapa?"
"Jam 12 malam. Dan Taehyung tidak mau berhenti menangis karena tidak ingin punya adik. Baekhyun menyuruhku mengurusi Taehyung. Aku pusing tahu!"
"Hah!?"
.
.
Well Taehyung cuman terbawa cerita chimin, jadi dia gampang menboong karena kekurangan kasih sayang.
Taehyung sedang sedih, ingin nya dimanja semua orang tapi apalah daya ya Tae. Taehyung dapat 'musuh' baru nih ye.
.
.
.
.
Tamat
.
.
.
Ini gantung?
Gk lah ya
Kan judulnya after wedding party jadi ya udah, dari mantenannya udah kelewat jauh tuh :'v
Ini udah dapet aegi jadi mereka bukan penganten baru lagi y
Btw anyway busway, ini cerita temenku, cow, manten baru, yang suka nya curhat mana curhat nya suka bocor tuh mulut author yang masih polos ini kan jadi imajinasi kemana-mana #waks maklum nih author kan abal-abal jadi butuh masukan cerita kkkkk dia punya ponakan suka ngikut kemana pun dia pergi bahkan ke rumah sakit buat jaga imo nya. Sakit nya itu... turut berduka buat aegi nya temenku, soalnya istrinya keguguran diusia janin ke 2 bulan T.T hiks cus dapet cus ilang :'( moga cepet dapet lagi deh, kasihan temenku menboong dari kemarin.
Kok curhat y, ah dikit gk pa kan?
.
.
Akhir kata
Please RnR y
Thanks buat semua muachhhh
(Btw ada yang mau tahu kisah hunkai nya sebelum nikah gk?) Hoho
