Cast : Kim JongIn, Oh Sehun, Xiao Luhan, Kim Minseok, Wu Yifan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun and other
Pair : KaiHun/SeKai
Genre : Romance, Drama
Rating : T
Disclaimer: Cerita murni milik saya, entah bagaimana Yesung memiliki saya LOL
Summary : Ketika dua seme dinikahkan dan ketika sang uke berhasil merebut dominasi malam pertama mereka. BL, MPREG, RnR. Kaihun/SeKai.
Warning : Sho-ai, MPREG, BL,BoyXBoy,Cerita aneh, OOC, Buruk, jelek, absurd, Alur ga jelas dan masih dalam pembelajaran, miss Typos
READ—REVIEW—DON'T BASH ME—PLEASE
Jongin mematut dirinya di cermin. Matanya menatap setengah tak percaya pada pantulan dirinya di sana. Tuxedo putih membungkus apik tubuh tan sexy-nya. Rambut yang terbiasa diberantakannya tertata rapi, kelewat klimis malah. Setidaknya dia tidak dalam keadaan berkelahi sekarang. Kalaupun iya, sudah bisa dipastikan lawannya akan mati semenit kemudian setelah dihajarnya karena menertawakannya.
Cih, brengsek. Seandainya perjodohan yang tak lebih dianggapnya lelucon ini tak benar-benar ada, sudah dipastikan dia berada di gang sempit sekarang. Yah, sekedar melatih kemampuan bertarungnya di minggu pagi yang cerah ini. Tapi apa nyatanya sekarang? Dia dipaksa menghadap pria tua botak separuh yang akan menyumpahnya diusia belia? Kalau dia orang baik-baik mungkin dia akan berlari ke depan, menatap altar sambil berteriak,
APA DOSAKU SEBENARNYA!
Dan sayangnya dia tak lebih dari pendosa yang bakal dapat ceramah gratis tentang dosa-dosa yang tak terhitung itu jika dia benar-benar melakukan hal konyol semacam itu. Jerk.
"Jong? Kau sudah siap?"
Suara lembut menyapu gendang telinganya. Bisa dilihatnya pria berwajah kalem menghampirinya, mengecup sekilas pipinya sebelum malingkarkan tangan putih itu di lehernya. Jongin tersenyum saat senyum tulus istri Daddynya itu terpantul di depannya, "sudah mom".
Pria itu melebarkan senyumnya, namun setetes air mata mengalir melewati hidungnya, "Anak mommy sudah dewasa heum? Berarti tidak ada kelon mommy lagi eoh?", Hangeng terkikik di tengah air matanya yang berderai. Jongin hanya memutar bola matanya jengah.
Pria tan itu berbalik, balas memeluk mommy-nya itu lembut lalu berbisik, " selamaya aku tetap menyayang mommy", kalimat sederhana yang mampu membuat air mata Hangeng mengalir lebih deras.
"Mommy juga sayang Jongin"
Jongin tersenyum miris. Dia bersyukur, masih ada Hangeng yang masih bersedia membalas kalimat sayangnya. Meskipun itu akan jauh lebih baik jika kalimat itu berasal dari hati ibunya. Ya, dia bersyukur.
$13 is Ghazy$
Heechul mengoleskan lipstick pink di bibir putranya. Wait, putranya? Tapi bagaimana bisa sosok cantik dengan dress pernikahan putih sepanjang lutut berambut ikal coklat sebahu dan ber make up tipis itu adalah seorang putra? Jelas-jelas sosok itu perempuan kan?
"Ma, kenapa harus aku yang didandani dengan pakaian menggelikan ini?", Oke, dia memang pria dengan suara berat itu. Tapi come on, dia benar-benar cantik dan sambit author kalau author hanya membual.
Heechul mendesah lelah, sudah 13 kali putranya itu menanyakan hal yang sama selama semenit belakangan, "sudahlah! Ikuti permainan mama atau ku penggal lidah cadelmu itu", ckckck. Kalian sudah tau sifat sadis dari siapa yang dituruni Sehun bukan?
Sehun mengerucutkan bibirnya lalu mulai mendumel panjang lebar soal 'kenapa harus aku', ' tidak adil, atau , ' seharusnya si dekil pesek itu saja'.
Heechul menyeringai sebelum menatap Sehun dengan sedikit jarak, " karena kau yang harus dihamili sayang, bukan Jongin", Heechul lalu meletakkan lipstick yang telah dioleskan ke bibir Sehun, " okay, sudah selasai. Waktunya menikah sayang!", Heechul menarik Sehun riang tak menyadari seringaian serupa dirinya menghiasi bibir putranya itu.
'Cih, lihat siapa yang akhirnya berada di bawah'
Emergency for you Jongin-ah. Pangeran kegelapan berusaha bangkit. khekhekhe
$13 is Ghazy$
Jongin menatap ke arah tamu dengan wajah masam. Dia bisa melihat mama sehun, ayahnya, ibunya, daddynya dan mommynya yang menatap kearahnya. Rasa gugup tiba-tiba menyeruak di dadanya. Padahal dia selalu bisa mengendalikan situasi meski itu saat ganknya tersudut sekalipun. Dan semua tak jauh lebih baik saat pintu gereja itu terbuka. Menampilkan calon papa mertuanya dan mempelainya yang tampak begitu cantik. Dadanya bergemuruh nyaris meledak.
"Hey Jong! Jangan melamun", teguran Jungsoo menyadarkan Jongin dari dunianya.
Pria tan itu tersenyum canggung sebelum mengambil jemari lentik Sehun dari tangan papa mertuanya itu, "maaf".
Jungsoo tersenyum, menampilkan dimple tunggalnya yang begitu menawan, "jaga bocah es itu", lalu pria paruh baya itu turun dan duduk di sebelah Heechul (istrinya).
Jongin tersenyum di sela giginya yang nyaris gemeretak mendengar gumaman Sehun yang tak jauh dari kalimat, 'menurutmu siapa yang akan menjaga dan dijaga'
Jongin berusaha menahan emosinya dan balik berbisik, "kau cantik babby", dengan nada mengejek yang kentara, tepat mendapatkan hadiah injakan kaki dari bagian runcing hels. Percayalah itu sungguh sakit mengingat Jongin langsung memekik. Bahkan undangan ikut meringis ketika Jongin mengibas-ngibaskan kaki kirinya dengan wajah kesakitan.
"Ehm, baiklah tuan-tuan, bisa saya memulai pekerjaan saya?", pendeta berkepala botak itu menginterupsi adegan sadis penganiayaan mempelai wanita terhadap mempelai prianya sendiri. Ckckck, pernikahan sepasang mempelai sinting. Entah kenapa membuat pendeta itu merasa dejavu tentang penganiayaan antar mempelai. Kalau dia tidak salah ingat mempelai prianya tampan, mapan nan perhatian dengan istrinya yang rambutnya jabrik mencuat sana sini dengan kacamata separuh wajah. Apakah author juga harus menyebutkan nama mereka juga?
"Silahkan", Jongin menjawab masih dengan ekspresi meringis. Sehun sendiri hanya menatap datar sang pendeta yang membuat Jongin ingin sekali menukar jiwa Sehun dengan di kaya ekspresi Chanyeol.
"Baiklah kalau begitu. Untuk saudara Kim Jongin apakah..."
Dan sumpah suci itupun berjalan dengan wajar sewajar-wajarnya orang tak wajar. =="
$13 is Ghazy$
Di ruang tengah kecilnya Jongin bersimpuh. Menunduk menatap karpet yang menjadi alasnya. Mencoba menghindari atapan mengintimidasi yang seakan mencekiknya nyaris membuatnya tak bisa bernafas. Keluarganya mengelilinginya, bahkan Luhan (kekasih Minseok) dan Joonmyeon (kekasih Kris)pun seakan ikut menyudutkannya. Sayangnya tak ada Sehun disini. Paling tidak istrinya itu cukup menenangkannya maskipun hanya tatapan datar dan mengejek yang ada di sana. Namun disamping itu, ketakutannya akan teralihkan dengan perasaan kesal jika bisa menatap ekspresi mengesalkan pria itu.
"Jelaskan", suara berat ayahnya membuat buku kuduknya merinding seketika. Aura ayahnya adalah yang terbaik nomor satu sebelum sodako.
Jongin mendongak lalu menunduk lagi. Jujur ini lebih menegangkan daripada menghadapi yakuza Jepang tahun lalu yang hampir memasukkankannya ke liang lahat abadi, "maaf ayah", hanya dua kata itu yang bisa diucapnya dari ribuan alasan di otaknya.
BRAK
Jongin berjengit ketika ibunya melempar PSP kearahnya (dan itu nyaris mengenainya), " dasar bocah tak berguna! Apa yang bisa kau hasilkan selain masalah HAH!", Jongin tau makna tersirat dari kalimat itu. Makna yang lebih dalam dari sekedar memarahi putra pembuat onarnya, makna yang jauh lebih menyakitkan, "bahkan kelahiranmu saja adalah masalah", itu maksudnya.
Jongin menunduk semakin dalam. Dia bukan lagi bocah sepuluh tahun yang akan menangis meraung ketika ibunya memarahinya. Tidak, bahkan tujuh tahun terakhir dia sama sekali tak mengeluarkan setetes air matapun sejak dia tau ibunya membencinya, bukan memarahinya.
"Kyu!", suara berat Siwon menggema. Menatap nyalang kearah Kyuhyun yang menurutnya kelewat batas.
"Tau apa kau! Kemana kau sebelum dua tahun ini, HA? Kemana? Lari dari tanggung jawab dan membebankan masalah itu padaku saja? Kheh! Aku tau kau sama saja, kau tak pernah menginginkan bocah sial itu kan?".
Jongwoon memendam kepala Kyuhyun di dadanya, berniat membungkam mulut kelewatan istrinya itu, "jangan dengarkan ibumu Jong"
Jongin mendongak, menatap tegas kearah Jongwoon, "aku tak memiliki ibu sejak aku dilahirkan dan dibenci".
Jongin bisa melihat tubuh ibunya menegang. Dia tak berniat untuk berkata begitu sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi, emosi seakan tak mengijinkannya untuk menjaga ucapannya. Mungkin selama ini dia sudah cukup bersabar, tapi harus sesabar apalagi dia?
"Jong!", Minseok mencoba menegur. Mengingatkan bahwa kalimat adiknya itu sama keterlaluannya.
"Apa?", Minseok berjengit mendengar adiknya itu membentaknya untuk pertama kali, "apa yang harus ku lakukan? Berdiam diri lalu mati bunuh diri setelah putus asa? Kalian juga harus tau, aku terluka! Dia bahkan tak pernah menyentuhku selama aku hidup. Aku harus apa sekarang?"
Hening
Jongin bangkit tanpa sepatah katapun lagi. Berjalan menuju pintu keluar dan tepat berpapasan dengan istrinya yang hanya menatapnya datar, "kau mau kemana?", Jongin menghiraukannya dan memilih pergi begitu saja.
Sehun mengangkat bahunya acuh dan melanjutkan masuk ke rumahnya, menemukan ruang tengah yang sangat ramai orang, meski hening, "wooo, ada acara apa ini? Kenapa kalian ada disini?", ucapnya tak sopan.
Seluruh perhatian kini mengarah pada sumber kekacauan utama, "kau dari mana saja?", Jungsoo membuka suaranya. Matanya menatap heran wajah datar anaknya yang tampak tanpa beban itu.
"Game Centre", Jawabnya acuh. Pria zombie itu mendekat lalu duduk di samping Joonmyeon (dan jangan lupa tangan jailnya yang sesekali menoel-noel bokong pria manis itu).
"Yakk! Jaga tanganmu setan!", Kris menampik kasar tangan Sehun di aset berharga yang bahkan belum pernah disentuhnya itu.
Jungsoo hanya bisa mendesah lelah melihat kelakuan anak bungsunya itu, "jangan terlalu banyak kelayapan, kasihan kandunganmu".
Sehun menaikkan sebelah alisnya heran, "kandungan? Siapa yang hamil?"
Heechul menunjuk Sehun dengan ekspresi polos, "kau".
"Ha? Tidak, aku tidak hamil. Dapat informasi konyol darimana?"
Kris mengerjap, "Minhyuk saenim bilang-", speechless. Dia baru menyadari kesalahannya.
"Oo haha, itu? Kemarin aku hanya masuk angin, tapi Jongin malah mengira aku hamil. Berhubung aku menginginkan manga NaruSasu yang dibawa Minhyuk saenim kemarin, jadi aku memanfaatkan kesempatan brilian itu", jeda, " lagipula aku melakukannya baru kemarin malam, mana bisa langsung hamil, dasar bodoh".
Sehun benar, mereka memang bodoh. Dan yang lebih bodoh lagi-
"Bagaimana bisa kau percaya pada Minhyuk", Luhan menggeplak kepala Kris sadis, membuat pria tinggi itu meringis.
"Ya mana ku tau, satu sekolahan saja percaya! Bagaimana aku tak ikut percaya!"
Hening
Penyesalan menyeruak, terutama bagi seorang yang memang sudah menyesal sejak awal. Seharusnya hal ini tidak terjadi kan.
$13 is Ghazy$
Jongin mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Membelah cahaya temaram lampu kota yang dilewatinya. Pandangannya setengah kosong meskipun tetap terarah. Dia tak mau mati konyol hanya karena melamun.
Ckiitt
Pria tan itu mengerem motornya di sekitar jalan yang jarang di lalui orang biasa. Saat itu juga suara deru motor yang dipacu keras menggetarkan gendang telinganya. Tempat balap motor liar yang biasa dikunjunginya memang tujuan pelariannya sejak awal.
Jongin turun dari motornya sesaat melihat Chanyeol yang berjongkok di sebelah motor kuning cerah dan kemudian langsung menghampiri bocah bermotor nyentrik itu.
"Hey, Yeol!", Jongin menepuk pundak Chanyeol sekilas, membuat atensi bocah tiang itu teralihkan padanya.
"Oh kau? Ku kira kau tak datang", Chanyeol bangkit dan menepuk tangannya yang kotor.
"Hn", Jongin bergumam. Pria tan itu mengeluarkan sebatang rokok dari dus kecil yang dikeluarkannya dari saku. Mematik korek gasnya dan menyulutnya ke ujung rokoknya.
Jongin melirik kearah Chanyeol lalu menyodorkan kotak rokoknya ke Chanyeol berniat menawarkan.
"Tidak, tidak. Changmin akan membunuhku saat mencium bau rokok dari mulutku", Chanyeol mengibas-ngibaskan tangannya dengan gestur menolak.
"Tiang ditambah tiang samadengan galah jemuran", gumam Jongin dengan nada menyebalkan di telinga besar Chanyeol.
Pria kelebihan kalsium itu merengut, "biar, tiang tiang begitu, aku mencintainya".
Kali ini kekehan remeh yang keluar dari bibir tebal Jongin, "yayayayaya".
Chanyeol berdecak, "kau ini kenapa? Ish, mau ku tendang?".
Jongin menghembuskan nafas kasar. Moodnya benar-benar buruk. Hahh, kenapa emosinya begitu labil belakangan ini. Seperti wanita PMS saja. Berikutnya Jongin menjedukkan kepalanya ke pohon terdekat menyadari pemikiran konyolnya.
"5 ribu won", sosok pria mungil berlari kecil menghampiri mereka, "eh, Jong! Kau datang?", pria itu cukup terkejut sesaat melihat pria lain tengah bersandar di motor kuning teman tiangnya.
Jongin hanya tersenyum kecil, "boleh aku mengambilnya?", seringai setan khas ibu serta mertuanya tercetak jelas di raut tannya.
Sesaat Chanyeol dan Baekhyun melepas pandangan satu sama lain, seringai tak kalah mengerikan tercetak, "tentu saja pangeran", Chanyeol menggosok kedua tepalak tangannya dengan ekspresi bengis, "kita dapatkan taruhannya".
"Benar", Baekhyun menyeringai tak kalah keji, "dan uangnya untuk mengencani Kyungsoo ma baby", Chanyeol dan Jongin sweetdrop jamaah. Apa apaan bocah itu. Seme tak modal.
Melihat ekspresi Jongin dan Chanyeol, Baekhyun melunturkan seringaiannya dengan raut bingung, "apa?", namun tak berselang lama seringaian lebih keji tercetak di bibir merahnya, "menyeringailah..menyeringai...hihihi..hahahahaha...huahahaha".
Chanyeol bergidik ngeri. Baekhyun itu psyco ya?
"Papa Sehun sebenarnya tak jauh beda dari dia", bisik Jongin pada Chanyeol seakan menegaskan bahwa, malaikat itu adalah iblis yang sebenarnya, dan rasanya Chanyeol ingin pingsan saja selamanya.
$13 is Ghazy$
Kyuhyun menunduk di ruang tamu rumah kecil putranya (itupun kalau dia masih mau mengakui Jongin anaknya). Tatapannya mengarah kosong pada meja di depannya. Sebenarnya dia tau selama ini dia salah, bahkan tak jarang dia meneteskan air matanya saat melihat Jongin pulang dengan tubuh penuh lebam. Dia sadar, Jongin hanya butuh pelarian atas sikapnya. Mencoba merasakan sakit yang nyata dibalik rasa sakit semu yang nyatanya jauh lebih menyakitkan.
Pria manis itu terjengit saat sebuah tangan halus menyeka air matanya yang entah sejak kapan menetes. Mendongak dan didapatinya Hangeng yang tersenyum lembut kearahnya.
"Aku tau kau menyayanginya", senyum bijaksana khas Hangeng tersemat dibibir pria yang sebenarnya tampan itu, membuat Kyuhyun berfikir mungkin akan jauh lebih baik kalau Hangeng menjadi seme saja dihubungan konyolnya bersama Siwon.
PLAKK
Hangeng menggeplak kepala Kyuhyun ketika tatapan pria evil itu berubah aneh, "Aku uke"
Kyuhyun menggeleng prihatin, 'kasihan', padahal dia sendiri uke.
Hangeng menatap datar, "aku hanya mau bilang, perbaiki sekarang atau menyesal seumur hidup", dan pria itupun melenggang pergi sesaat setelah menggumamkan kata, 'drama queen', dengan ekspresi menyindir melihat perubahan drastis wajah Kyuhyun kembali ke mode 'merana'.
"Si cina oleng itu benar. Lalu sekarang aku harus apa?", raut Kyuhyun terlihat semakin mengenaskan.
Hening
Aha!
Lampu kuning lima watt muncul dengan ajaibnya diatas kepalanya.
"Bagaimana dengan gaya Heechul yang mencairkan suasana", berfantasi, " eerrr... not bad", menyeringai.
Bahkan dia mendapat ilham dari kaisarnya raja setan-.-" ck, tidak adakah yang sedikit normal disini?
$13 is Ghazy$
Jongin memasuki rumahnya (dan sehun) pelan. Beberapa lebam tercetak jelas di wajah serupa Siwon itu (entah darimananya, anggap saja begitu). Untuk itu salahkan kaki jenjangnya yang (dengan gatalnya) menendang lawan balap motornya sampai menabrak tiang listrik sebelum nyungsep dipagar hingga terguling di semak-semak dan berakhir dengan tawuran dua kubu berbeda beserta omelan Baekhyun soal kencannya yang gagal karena uang anggaran kencan yang melayang. Lupakan soal seme crewet itu.
Jongin yang memang mulanya menunduk, mendongak. Mendapati ibunya yang berkacak pinggang di depannya, "dari mana saja pulang tengah malam begini? Baru jadi batman? Superman? Atau wonderwoman heoh? Mau jadi apa kau anak muda! Superhero tak tau diri dengan celana dalam wanita di luar? Atau pengemis jalanan yang tidur di atas kardus setiap malamnya?", Jongin menaikan sebelah alisnya. Bukan karena kalimat yang terdengar aneh dan err.. Heechul sekali, tapi sejak kapan ibunya itu peduli?
Kyuhyun mendekatkan wajahnya keara Jongin, mengamati dengan jelas sesuatu yang baru disadarinya, "kau dapat hidung itu dari mana Jong?", meraba hidungnya sendiri untuk memastikan hidungnya masih mancung, "aku baru sadar Siwon menurunkan gen hidung 'flat' padamu".
Jongin sweetdrop, ibunya itu apa-apaan? Kesambet roh Heechul? Hiii~ setan kesambet kaisar raja setan.
Tidak mendapat respon putranya itu, Kyuhyun tersenyum. Pria manis itu menyentuh lebam di wajah Jongin pelan dengan jari tengahnya, "ibu mau tidur dulu", menurunkan tangannya, "langsung tidur besok kau harus sekolah kan? Dan untuk Sehun", jeda, "dia hanya mengerjaimu jadi tak usah khawatir dengan kehamilan", dan pria itupun pergi setelah berguman, "dasar, pembuat onar", pelan.
Jongin sadar ibunya baru saja mengibarkan bendera damainya. Pria itu tersenyum lembut untuk beberapa saat sebelum wajah masam terpasang di wajah tampannya, "sial, aku dikerjai", kali ini untuk Sehun.
Jongin melangkahkan kakinya ke kamarnya (dan Sehun) dengan cepat. Dibukanya pintu kamar yang sama dengan tergesa dan mendapati istrinya itu tidur dengan posisi aneh yang malah membuatnya iba. Hancur sudah moodnya untuk memberikan pelajaran pada bocah es itu. Bagaimana bisa bocah itu selalu terlihat polos disaat dia kesal.
Jongin hanya menghela nafas panjang sebelum mendekat. Pria tan itu mengangkat kepala (yang entah bagaimana bisa menggantung di ujung ranjang bagian bawah) dan tubuh bocah es itu sampai pada posisi setengah duduk sebelum memutarnya ketempat yang seharusnya. Pria tan itu menyamankan posisi Sehun untuk yang terakhir kalinya sebelum menyelimuti tubuh setara dengannya itu sebatas dada.
Jongin menatap lekat kearah Sehun, jemarinya menyingkirkan anak rambut yang menutupi dahi mulus itu sebelum di sentilnya pelan, "hukumanmu ku tunda dulu bocah", bisik pria Kim itu sebelum masuk ke selimut yang sama dengan istrinya dan mulai terseret mimpi.
A/N : Udah lelet, updatenya pagi-pagi pula. Siapa saya? #plakk. Maaf yang sudah menunggu lama, memang ada ya? #jduakk. Yang atas itu flashback pernikahan Sehun, ada yang request soalnya..hihihi...Sudahlah kebanyakan bicara saya nanti. Maaf jika jelek dan masih banya typos. review lagi yang buanyaaaak. Hehehe. See you next time.
Balasan Review akan dijawab cast:
Ghazy : Baiklah pertama untuk kehamilan sehun, menurut kalian bagaimana?
Sehun : Apa maksudmu aku hamil? Tidak akan!
Kai : Tapi kau akan hamil nanti.
Sehun : Ogah, kau saja
Kai : (menatap datar) Kris hyung saja
Ghazy : (memotong Kris yang mau protes) Lupakan mereka, Sehun akan hamil kok, tapi tidak sekarang. Mungkin Chap depan.
1313131
Ghazy : Kris! Ada yang memanggilmu om!
Kris: Apa! Aku muda dan tampan! Iya kan Joon?
Suho: (mengerjap polos) tentu! Seperti aku!
Kris : Jidatmu!
1313131
Ghazy : Yakk! Sasuke itu suamiku! Yakan baby!
Sasuke : Hn
Naruto : Enak saja! Sasuke itu isteriku!
Sasuke : (menatap datar Naruto) Kau yang istriku!
Naruto : (bergaya ala Sasuke) Hn
1313131
Ghazy : Mereka meragukan Kesemeanmu Hun! Sebutkan mantan ukemu!
Sehun: err... TOP, GD, Ren, Yongguk, Kris..blah blah blah
Kris : Bocah gila
Kai : dia memang gila
Kris : pacaran kok sama kakaknya sendiri
Kai : itu kau kris...
131313131
Minhyuk : Kami memang kalem, ya kan Hyung
Jungshin : Apa urusanku
Minhyuk : Kau bukan Hyungku
Jungshin : (angkat bahu acuh) itu karena kau tua!
Minhyuk : Mama!
Yonghwa : Sudahlahh...
Jonghyun : Yonghwa Hyung benar
Jungshin : itu karena Kalian semua tua!
Ghazy : LOL guling guling! Review please...
Thanks for :
Mr. Jongin albino, Benivella, daddykaimommysehun, DiraLeeXiOh, KaihunnieEXO, DarKid Yehet, askasufa, ayanesakura chan, AQuariisBlue, UnicornTry, MPREG Lovers, Adilia. Taruni. 7, SehunBubbleTea1294, IXOLUCKY, oracle88, InvinitelyLove, YoungChanBiased, nikendd. 88, LKCTJ94, kireimozaku, Yunhoman, Guest, aizu-chan, sayakanoicinoe, vephoenix, chuapEXO31, HchY, Lulu Auren, GaemGyu92, ririen. petoalways, Yunjou, Oh Sehrin, KeepBeef Chiken Chubu.
Sign
Ghazy
