NOT YOUR FAULT
Chapter 3
by vvaulia
Cast: Park Chanyeol & Byun Baekhyun
Support cast: Oh Sehun , Luhan & others
Rate: T
Summary: penculikan dan pemerasan? Sungguh Baekhyun bosan mendengar gosipan aneh murid disekolahnya. Anyang High School, sekolah art ternama di daerah Gyeonggo tidak mungkin ada kasus aneh seperti itu | "Luhan!" "jangan berteriak bodoh" "bersembunyi disini saja" "mengapa cuma ada kita berdua di sekolah sialan ini" | "hei Baek bodoh, mengapa kau pergi kerumahnya terus" "maaf, Chanyeol tidak mahu bertemu denganmu"
WARNING: BOY × BOY . DONT BE PLAGIATORS . TYPO BERTEBARAN . HARAP MAKLUM
•●•●•●•●•
"berhenti berbisik dengan suara besar Lu. suaramu sangat mudah didengar. lihat apa yang kau lakukan? mereka semakin mendekat ke tempat tak higienis ini" Luhan mengarahkan pandangannya ke empat pria yang tengah berbincang, ralat. dua pria berbincang dan dua pria yang tengah berjalan slow ke arah tempat persembunyiannya
"mengapa cuma ada kita berdua di sekolah sialan ini" Luhan sibuk menggerutu sementara Baekhyun sibuk clingukan
"hoi Baek! jangan disitu? kita bisa_"
"apa kalian bersembunyi dariku?" Luhan membulatkan matanya ketika mendengar suara 'sedikit' asing itu
'mati kau Byun, eh kau juga Lu'
Baekhyun dan Luhan serentak mundur kebelakang ketika melihat pria jakung nan tinggi tengah tersenyum sinis ke arah mereka. Mungkin. Ia bisa melihat mata pria itu melengkung
"apa kau yang menangkap murid disekolah kami?!" dengan suara bergetar, Luhan bertanya pada sosok tinggi didepannya dengan Baekhyun yang sedikit bingung dengan gaya biacara Luhan sekarang
"kalian membacanya? jika begitu, bersiaplah manis" Baekhyun membulatkan matanya sementara Luhan yang masih sibuk bersembunyi dibelakang sahabatnya itu sembil berdoa-berzikir/?-agar selamat
'baek'
'baek'
'baek'
baiklah, Luhan putus asa hanya untuk memanggil Baekhyun dengan bisikannya. akhirnya dia mengambil jalan dengan menendang 'kuat' kaki kiri Baekhyun
"akhh! sakit pabbo!" Baekhyun merintih sambil memegang kakinya, lalu kembali menatap pria didepannya 'tidak ada cara lain, aku harus menghajarnya dan kabur bersama Luhan. dan persetan dengan resepnya yang sangat menyusahkan itu'
Baekhyun mengambil ancang-ancang untuk menendang pria jakung didepannya. Pria tinggi itu malah terkekeh melihat Baekhyun seperti ingin menghajarnya. Oh sungguh manis kau Byun
Baekhyun ingin melayangkan tendangannya pada pria jakung didepannya, tentu saja. Tapi pria jakung itu tidak bodoh untuk mengelak terlebih dahulu. Jadi yang terjadi sekarang adalah...
"AKHH"
Kaki Byun Baekhyun terkilir sejak hujung ibu jari kakinya menempel ke lantai semen. Pria jakung itu tersenyum sinis-lagi-sementara Luhan sibuk clingak clinguk di tembok yang hanya sebatas lehernya. Matanya membulat ketika salah seorang dari klompotan 'jahat' itu memandang ke arahnya.
"mau kubantu?" Luhan kembali memandang seorang Byun Baekhyun yang masih sibuk meringkuk sambil mengurut kaki kanannya, tapi bukan itu yang menjadi titik fokusnya melainkan tangan besar yang terhulur di depan wajah manis Baekhyun.
Baekhyun tidak sama sekali memandang ke arah tangan raksasa itu melainkan memandang marah ke arah pria jakung itu. hey Baek, apa kau pikir raksasa sepertinya akan takut? Lihat saja pria itu telah berjongkok dihadapan Baekhyun sambil membelakanginya
Dan seketika, Luhan merasa dongkol. apa gunanya dia disini? dan kedongkolan Luhan bertambah ketika pria itu memutar badannya menghadap Baekhyun. Bukan, bukan itu yang membuat Luhan merasa dongkol hampir mati. Tetapi cara pria itu menggendong Baekhyun. itu terlihat seperti...
ayah yang menggenong bayinya. Apakah Baekhyun seringan itu? Luhan menggeram frustasi. Apa yang dia fikirkan? temannya sedang diculik dan dia hanya melongo tanpa bergerak se-inchipun? Bodoh
Luhan tersadar dari fantasi bodohnya ketika tiga orang pria asing menyeretnya secara paksa. hey! tunggu, ini tidak adil. Baekhyun digendong seperti chimpanzee, sementara dia diseret seperti karung berisi barang lusuh
"yak! pabbo! aku bukan sampah yang seenak dahimu kau seret-seret" Luhan merasa ingin mati ketika ketiga pria itu malah semakin menyeretnya. Gila
•●•●•●•●•
"aku harap ini hanya mimpi sial" Baekhyun yang sibuk memperhati ruangan gelap itu sekarang telah menoleh ke arah pria cantik disebelahnya. Berisik
Luhan sibuk menggerutu sambil menggaru-garu lengannya yang tak gatal. Well, itu hanya untuk menandakan bahwa dia tak nyaman berada disitu. Baekhyun memetik jarinya gembira ketika ilhamnya yang sedari tadi blank terbangun
"kenapa menjadi manusia bodoh jika mempunyai akal. Payah" Luhan mengerutkan dahinya bingung, apa yang Baekhyun maksudkan? Baekhyun sama sekali tak memandang Luhan malah bangun dari posisinya.
KLIK
Luhan tersenyum haru melihat temannya menjadi begitu cerdas. Baekhyun menghidupkan saklar lampu. Tiba tiba Luhan merasa bangga. Bukannya terbalik? Kau yang terlalu bodoh Luhan
"apa hanya kita yang akan dikurung berdua?" Baekhyun bertanya pada Luhan ketika pria cantik itu hendak bertanya, kau sangat kerterlaluan Baek, temanmu ingin bicara dulu, mengapa kau memotongnya
"aku...mana ku tau. Mengapa kau malah bertanya padaku seolah-olah aku yang akan menetukan berapa orang disini. Aku tidak akan betah disini, aku-" Baekhyun memutar matanya, jengah. Sungguh, apakah Luhan tidak bisa berhenti mengoceh seperti ibu penagih uang kos?
"Ini gara-garamu Lu"
"tapi-"
"gara-gara resep sialmu itu"
"hei! jan-"
"aku belum makan semenjak kemarin"
CKLEK
Kedua pria cantik nan anggun lagi jelita itu sontak menoleh ke arah pintu yang sekarang sudah sedikit terbuka
"sekarang aku berfikir, mengapa kita tidak kabur dari tadi?" Baekhyun berkata pelan, Luhan mengangguk meng-iyakan perkataan Baekhyun. Dan keduanya merasa sangat bodoh untuk hanya memikirkan pemikiran praktis itu
"apa kalian ingin makan?" suara itu, Baekhyun seperti mengenal suara itu. Baekhyun menatap seseorang yang tengah memegang gagang pintu dan sebuah nampan di tangan kirinya.
jangan tanya kabar Luhan yang sekarang tengah meraba dahinya, guna untuk memstikan dia demam atau tidak. mungkin. Dia merasa seperti dunia berputar dan nafasnya memburu dengan jantungnya berdetak tak sinkron
"apa kau...Chanyeol?"
•●•●•●•●•
TBC
