REMAKE fanfiction from The Half Blood Vampire - karya TaniaMs

Cast : Shim Changmin, Cho Kyuhyun, and others

Warning : GS, Typo(s), Rate T

a/n: Fanfic ini merupakan karya milik TaniaMs. Saya hanya meREMAKE dan sedikit merubah tempat, nama serta mengurangi atau menambah kata seperlunya untuk keperluan cerita.

.

.

.

"Appa tidak boleh melakukannya! Apa appa tahu, Changmin ini vampire! Kenapa aku dijodohkan dengannya?!" bentak Kyuhyun.

Semua orang menatap Kyuhyun tak percaya.

"Apa maksudmu?" Changmin ikut bangkit dari duduknya. "Jangan asal bicara!" bentak Changmin.

"Aku tidak asal bicara! Kalau kau dan seluruh keluargamu ini bukan vampire, kau tidak mungkin bisa membaca pikiranku! Heechul oppa juga tidak mungkin bisa mendengar apa yang kau bisikan pada Minho, dan Yunho ahjussi juga tidak akan mengerti apa yang sedang kita bicarakan!" ucap Kyuhyun panjang lebar. "Jika kau bukan vampire, kenapa aku bisa memimpikan hal yang sama beberapa hari, dalam mimpi itu kau mempunyai taring! Dan sebelum kesini kau juga memberikan pernyataan tersirat bahwa kau adalah vampire!"

Mata Changmin berubah menjadi kuning karena emosi.

"Lihat! Matamu berubah warna! Apa manusia biasa bisa melakukan itu, hah?" tanya Kyuhyun. "Appa, aku tidak mau dijodohkan dengan vampire seperti dia!"

"Yak, jaga ucapanmu! Kau fikir, aku mau di jodohkan dengan manusia sepertimu?!" bentak Changmin.

"Hentikan!" lerai Yunho sambil memukul meja makan, membuat semua benda diatasnya bergetar. "Kalian berdua, duduklah." suaranya melunak.

Changmin dan Kyuhyun pun kembali duduk dengan emosi yang sama-sama masih bergejolak. Mereka saling menatap dengan tatapan membunuh.

"Kau pikir, aku takut dengan tatapanmu itu?!" pikir Kyuhyun.

"Lalu, kau pikir, aku peduli dengan semua ucapanmu itu?" tanya Changmin.

Kyuhyun menatap Changmin semakin garang.

"Kesialanku yang terbesar adalah ketika aku harus sekampus dengan vampire sepertimu!"

"Kau tahu, aku belum pernah meminum darah manusia. Mungkin, kau bersedia menjadi kelinci percobaanku." ucap Changmin santai.

"Aku bilang hentikan!" bentak Yunho.

Changmin dan Kyuhyun langsung menunduk.

"Apapun masalah diantara kalian, kalian akan tetap kami nikahkan." ujar Mr. Cho.

"Tapi appa, aku kan sudah bilang, Changmin dan..."

"Semuanya kecuali Jaejoong." potong Mr. Cho.

"Maksud appa?"

"Jaejoong manusia seperti kita. Sedangkan Yunho adalah vampire murni, dan anak-anak mereka adalah vampire berdarah campuran." jelas Mr. Cho.

"Jadi, appa sudah tahu?"

"Harusnya, kami yang bertanya padamu. Dari mana kau tahu?" Mrs. Cho angkat bicara.

"Umma juga tahu? Donghae oppa?" Kyuhyun menatap Donghae.

"Aku tidak tahu, Kyunnie." ucap Donghae.

"Jadi Kyuhyun, sejak kapan kau tahu bahwa kami adalah Vampire?" tanya Heechul.

Kyuhyun menatap Changmin. "Dia masuk kedalam mimpiku beberapa kali, dan disanalah ia menunjukkan kalau dia adalah Vampire."

Mimpimu?" tanya Yunho.

Kyuhyun mengangguk.

Yunho menatap Minho.

Kyuhyun mengikuti arah pandang Yunho. "Kenapa dengan Minho?" tanya Kyuhyun tak mengerti.

"Dia yang masuk kemimpimu dan meniru rupa Changmin." ujar Yunho.

"Ba..bagaimana mungkin?"

"Itu adalah kelebihannya." sahut Sulli yang dari tadi hanya diam. "Kalau aku bisa merubah diri menjadi kabut."

"Jadi, sejak kapan appa tahu kalau mereka adalah vampire?" Donghae berhati-hati saat mengucapkan kata Vampire.

"Sejak awal bertemu." ujar Mr. Cho. "Yunho menyelamatkan appa saat appa akan di gigit oleh vampire lain. Karena itulah kami bersahabat."

"Umma?" Donghae beralih pada Mrs. Cho.

"Saat Umma sedang mengandungmu."

"Sebenarnya, makan siang ini untuk memberitahukan tentang perjodohan Kyuhyun dan Changmin." ujar Yunho. "Dan, seharusnya, bukan hari kau dan Kyuhyun mengetahui yang sebenarnya."

"Suka atau tidak suka, kau akan menikah dengan Kyuhyun." ujar Jaejoong.

Sehun, Sulli dan Arrum bertepuk tangan heboh. "Sebentar lagi, kalian akan punya adik." ucap Arrum pada Sehun dan Sulli.

"Diamlah!" bentak Changmin kesal.

"Kalian berdua akan menikah secepatnya, pada bulan ini." ujar Mrs. Cho.

"Kenapa tidak aku saja?" tawar Donghae. "Kenapa tidak aku yang saja yang dijodohkan dengan... Arrum misalnya?" Donghae memperbaiki kalimatnya.

Arrum yang sadar namanya disebut hanya bisa menunduk malu, dengan wajah merah.

"Maaf Hae. Perjanjiannya, anak yeoja dari Appa." ucap Mr. Cho.

"Mungkin, kau harus menunggu Arrum lulus., baru boleh menikahinya?" goda Heechul.

Ruang makan itu kembali riuh.

Namun, Kyuhyun hanya diam. Ia merasa dunianya berputar. Ia terlalu syok untuk menerima semua ini. Sekelas dengan vampire sudah cukup buruk. Sekarang, hidupnya akan semakin buruk karena harus menikah dengan vampire itu sendiri. Apa tak ada cobaan yang lebih ringan dari ini? Atau mungkin ada yang mau menyerahkan tiket menuju surga padanya, karena ia tak sanggup berada didunia ini.

.

.

.

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Putih. Itu lah yang ia lihat pertama kali. Dengan nyawa yang belum seutuhnya sempurna, ia duduk di tempat tidur, lalu memandang keseliling.

Ia berada disebuah kamar. Namun, bukan kamar Donghae, apalagi kamarnya.

"Lalu, ini kamar siapa?" pikir Kyuhyun.

"Kamarku!" teriak seseorang dari kamar mandi.

Kyuhyun merasa pernah mendengar suara itu. Tapi dia lupa, dimana ia mendengarnya.

Ceklek!

Pintu kamar mandi terbuka. Keluar sosok namja dengan rambut basah dan hanya mengenakan celana jeans panjang. Sosok yang sangat ia takutkan. Changmin.

"AAAAAAARRGH!" Kyuhyun berteriak sekuat tenaga.

Dalam satu kedipan mata, Changmin sudah tiba di samping Kyuhyun. Ia langsung membekap mulut yeoja itu.

"Jangan berteriak! Jangan buat orang salah paham!" bentak Changmin.

Kyuhyun mengerang.

"Kalau kau berteriak, maka kau akan berakhir di dalam peti mati!"

Kyuhyun mengangguk lemah.

"Yeoja pintar." Changmin pun melepaskan bekapannya.

Kyuhyun langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan bersandar pada sandaran tempat tidur.

"Kau jangan berpikiran macam-macam." ujar Changmin sambil memilih baju yang akan dikenakannya. "Aku tidak melakukan apapun padamu. Kemarin, saat tengah makan siang, kau pingsan, dan ternyata baru pagi ini kau siuman. Kalau kau tidak percaya pada ucapanku, kau boleh tanya pada kakakmu itu. Dia di kamar Heechul, tepat disebelah kamarku." Changmin menutup lemarinya, lalu berjalan kearah meja rias.

"Lalu, kau tidur dimana?"

"Aku tidak tidur." ucap Changmin sambil menyisir rambutnya.

"Tidak mungkin." batin Kyuhyun.

Changmin memutar tubuhnya kearah Kyuhyun. "Apanya yang tidak mungkin? Aku ini vampire berdarah campuran. Pada siang hari aku menjadi manusia, sedangkan malam hari aku menjadi vampire."

"Apa buktinya kalau kau tidak menyentuhku?" tanya Kyuhyun.

"Kau bisa tanyakan pada semua orang yang ada dirumah ini."

"Bagaimana kalau kalian bersekongkol?"

"Perlu kau ketahui, kalau pun nanti kita sudah menikah, aku tak akan menyentuhmu!" Changmin pun membanting pintu kamar sangat keras.

"Dasar sombong!" batin Kyuhyun.

"Aku dengar yang kau ucapkan." teriak Changmin.

Kyuhyun mendengus. "Dasar namja sombong! Jadi vampire saja sudah sombong, apalagi dia benar-benar manusia!" gerutu Kyuhyun.

"Changmin memang begitu." ujar seseorang di depan pintu kamar.

Dari suaranya, ia tahu kalau itu adalah Heechul.

Tiba-tiba ia teringat kata-kata Changmin. Walaupun mereka sudah menikah, Changmin tidak akan menyentuhnya. Berarti, perjodohan konyol itu bukan salah satu dari mimpi buruknya.

Pintu kembali terbuka, masuklah Changmin. Ia berjalan menuju meja belajar tanpa menatap Kyuhyun.

"Sedang apa dia?" pikir Kyuhyun.

Changmin hanya diam dan terus memasukan beberapa buku kedalam tas. Kyuhyun mengerutkan keningnya. Changmin menatapnya.

"Cepatlah turun. Kita akan sarapan." ujar Changmin sambil berjalan menuju pintu.

"Tunggu!" cegah Kyuhyun saat Changmin akan menutup pintu.

Changmin menatap Kyuhyun bingung. "Kenapa?"

"Kau bukan Changmin. Kau Minho." ucap Kyuhyun.

Minho kembali ke wujudnya semula sambil tertawa. "Bagaimana kau bisa tahu?"

"Kau tak bisa membaca pikiran." ucap Kyuhyun.

"Bagaimana dengan ini?" Minho merubah dirinya, menyerupai Kyuhyun.

"Hei! dadaku tak sebesar itu!" ujar Kyuhyun kesal.

Minho kembali pada dirinya. "Aku tak bisa sempurna meniru orang lain. Karena pada dasarnya, manusia itu di ciptakan oleh Tuhan. Dan sebagai ciptaan Tuhan, aku tak bisa meniru karya-Nya."

Kyuhyun mengangguk mengerti.

"Ayo, Changmin hyung bisa marah kalau aku lama membawakan tasnya."

"Kau mau disuruh-suruh olehnya?" tanya Kyuhyun tak percaya.

"Bukan. Ini resiko karena aku kalah taruhan tadi malam."

"Taruhan tadi malam?"

"Kami bertaruh, siapa yang..."

"Bukan urusanmu!" potong Changmin yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka berdua. "Minho, jangan kau jawab lagi pertanyaan yang dia ajukan!"

Minho mengangguk pasrah.

.

.

.

Kyuhyun melangkahkan kakinya di pelataran kampus dengan malas.

Hari ini dia bolos satu mata kuliah, karena tragedi pingsannya ia dirumah Changmin itu. Ketika Changmin berangkat kuliah, dia malah baru menuju rumah. Dan tiba dirumah, ia kembali di ceramahi tentang perjodohannya dengan Changmin oleh Mrs. Cho. Dan ketika tiba dikampus, Kibum memberitahunya, bahwa mata kuliah pertama di hari itu sudah berakhir. Benar-benar menyebalkan!

Di ujung lorong ia melihat Kibum tengah melambaikan tangan padanya. Dengan malas ia membalasnya.

"Ayo, kita bisa terlambat pada mata kuliah berikutnya, kalau tak bergegas." Ucap Kibum.

Tanpa mendapat persetujuan dari Kyuhyun, Kibum langsung menarik tangan yeoja itu menuju kelas berikutnya.

Mereka berpapasan dengan sang dosen ketika akan masuk kelas. Dosen itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kyuhyun dan Kibum terpaksa memisahkan diri karena bangku yang kosong itu tidak berdekatan. Dan naas, Kyuhyun duduk bersebelahan dengan Changmin.

"Hari yang sangat buruk!" gerutu Kyuhyun dalam hati.

Ia menatap kearah Changmin. Namja itu seolah tak mendengar ucapan batinnya.

Dia menekankan dalam hatinya. "Changmin bodoh!"

Tetap saja tak ada reaksi dari Changmin. Namja itu terus mencatat penuturan dari dosen. Kyuhyun menjentikan jarinya tanda mengerti. Yang disampingnya ini bukan Changmin, tapi Minho.

Kyuhyun merobek selembar kertas dari bukunya, lalu mulai menulis.

"Kau Minho kan?"

Ia melempar kertas itu ke meja Changmin alias Minho. Minho menatapnya lalu tersenyum dan mengangguk.

"Kemana Changmin?" bisik Kyuhyun.

Bukannya apa-apa, ia merasa jauh lebih baik jika tidak berdekatan dengan Changmin. Jika didekat namja itu, ia merasa tertekan, karena takut akan jadi mangsa.

Minho menulis sesuatu dikertas tadi. Setelah selesai, ia menyerahkan kertas itu pada Kyuhyun tanpa sepengetahuan dosen.

"Dia sedang ujian dikelasku. Dia menggantikanku. Karena aku tak mengerti mata kuliah yang itu. Jadi, aku menggantikannya disini."

Alis Kyuhyun bertaut. "Memangnya, dia juga bisa berubah jadi orang lain?"

Minho menggeleng. "Aku mengerahkan sedikit kekuatanku padanya agar bisa melakukan itu. Tapi biasanya, hanya bisa bertahan 20 menit."

Kyuhyun mengangguk ragu. "Memangnya dia bisa mengerjakan seluruh dalam waktu sesingkat itu?"

Minho tertawa pelan. "Kau tahu, dia yang paling pintar dikeluarga kami."

"Shim Changmin dan Cho Kyuhyun, ada apa?" tanya Dosen.

Kyuhyun terkesiap. "Bukan apa-apa."

Dosen itu menurunkan kacamatanya, menatap Kyuhyun curiga.

"Dia mau meminjam catatanku pada mata kuliah pertama. Karena saat itu dia tak masuk." ujar Changmin alias Minho.

"Sebaiknya, itu didiskusikan nanti saja."

Minho dan Kyuhyun mengangguk patuh.

"Maaf sir, saya permisi ketoilet." Minho bangkit dari duduknya.

Dosen mengangguk. "Jangan terlalu lama."

Belum sampai lima menit, Changmin alias Minho kembali masuk kekelas. Kyuhyun merasa bulu kuduknya tiba-tiba berdiri. Ia menggelengkan kepalanya, lalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosen.

"Minho!" panggil Kyuhyun pelan.

Ia tak tahu jawaban dari soal-soal ini, apa yang akan dikumpulkannya nanti? Makanya dia memanggil Minho.

Lima kali panggilan, tetap saja Minho tak menyahut. Dengan kesal, Kyuhyun kembali berkutat dengan soal-soal dihadapannya.

"Dia itu kenapa? Dipanggil tidak menoleh." pikir Kyuhyun.

Sebuah gulungan kertas mampir dimejanya. Ia pun membukanya.

"Tentu saja aku tidak menoleh! Namaku Changmin, tapi kau memanggilku Minho! yeoja aneh!"

Glek! Kyuhyun menelan ludah. Jadi disampingnya ini adalah Changmin. Pantas saja, ia merasa aura disekitarnya tiba-tiba berubah.

Tanpa membalas kertas itu, Kyuhyun kembali melanjutkan aktivitasnya. Menatapi soal-soal dihadapanya sambil menunggu keajaiban, sehingga ia bisa menjawab soal-soal itu.

Dari sudut matanya, ia dapat melihat Changmin bangkit dari duduknya. Lalu berjalan kedepan kelas dan memberikan selembar kertas pada dosen, ia pun keluar.

Kyuhyun mendesah. Saat ia akan meletakan kepalanya dimeja, ia mendapat sebuah gulungan kertas lain diatas mejanya itu. Dengan penasaran, Kyuhyun membuka gulungan kertas itu.

Gulungan kertas itu berisi jawaban atas soal-soal itu. Dari tulisan, ia tahu kalau gulungan kertas itu berasal dari Changmin.

"Jangan salah paham! Aku melakukannya karena terpaksa. Setelah punyamu selesai, temui aku di lorong perpustakaan! Awas kalau kau tidak datang!"

"Tentu saja aku tidak akan datang!" gumam Kyuhyun.

Tiba-tiba ia merasa hembusan nafas di sekitar lehernya, membuat tubuhnya menggigil.

"Kau tidak bisa membohongiku. Kau tahu? Aku bisa menghilang. Jadi jangan harap bisa terlepas begitu saja dariku." bisik suara itu. Suara Changmin.

Mau tak mau Kyuhyun mengangguk. Ia sudah terperangkap!

.

.

.

Dengan langkah perlahan, Kyuhyun berjalan menuju perpustakaan yang berada di lantai tiga. Ia semakin takut saat akan tiba di lantai tiga. Selama perjalanan, ia merasa ada yang mengikutinya. Namun, saat ia menoleh kebelakang, tak ada siapapun. Ia yakin itu adalah Changmin.

Ia pun tiba dilorong perpustakaan. Namun, tak ada seorangpun disana. Perpustakaan pun tutup. Kyuhyun terus mondar mandir sambil menunggu Changmin.

Sudah lebih 20 menit, namun Changmin tak juga muncul. Kakinya mulai pegal, namun ia malas untuk duduk. Ia mulai berpikir kalau Changmin hanya mengerjainya.

Kyuhyun mendesah. Seandainya disini ada Minho, mungkin ia tak akan sebosan ini. Walaupun Minho itu juga manusia setengah vampire seperti Changmin, tapi ia tak merasa ketakutan saat bersama Minho. Ia menganggap Minho itu manusia, sama sepertinya.

Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dari Kibum.

"Yeoboseo?" ucapnya sambil duduk dibangku panjang, lorong.

"Kau dimana?" tanya Kibum diseberang.

"Kenapa?" Kyuhyun balik bertanya.

"Emm, aku ingin mengajakmu makan siang bersama. Bagaimana?"

"Mian Kibum. Aku ada janji dengan seseorang."

"Oh begitu." suara Kibum terdengar kecewa. "Ya sudah. Bye."

Kyuhyun menyimpan ponselnya di saku roknya. Ia menguap, dan tanpa sadar, ia tertidur.

Sebenarnya, Changmin sudah ada dilorong itu. Ia datang bersama Kyuhyun, karena ia mengikuti yeoja itu. Ia membuat dirinya tak tertelihat, sehingga Kyuhyun tidak menyadari keberadaannya.

Ia sengaja tidak langsung muncul, karena ia ingin mengetes yeoja itu. Sampai kapan yeoja itu akan bertahan. Sampai saat ini, dia sudah cukup kagum pada Kyuhyun, karena sudah bertahan selama 30 menit.

Dering ponselnya membuat Kyuhyun terbangun dari tidur sesaatnya. Ia segera merogoh saku roknya. Telfon dari Mrs. Cho.

"Ne umma?"

"Kau dimana?" tanya Mrs. Cho lembut.

"Aku di kampus, kenapa?"

"Apa kau sudah bertemu Changmin?"

"Be... Sudah. Dia sedang berjalan kearahku." jawab Kyuhyun saat melihat Changmin sedang berjalan kearahnya.

"Baguslah. Ikuti kata-katanya. Oke?"

"Baik umma."

Kyuhyun kembali menyimpan ponselnya, lalu mendongakkan kepalanya menatap Changmin. Changmin memang lebih tinggi darinya. Ia hanya sebatas dagu Changmin.

"Kenapa kau baru datang?" tanya Kyuhyun halus.

Ia tak berani membentak Changmin disaat seperti ini. Jika ia melakukannya, itu sama saja minta dikirimkan kesurga secepatnya. Dengan kata kasarnya adalah DIE!

"Ada urusan." ujar Changmin dingin. "Ayo, ikut denganku."

"Bb..bagaimana dengan mobilku?"

"Kita akan pergi dengan mobilmu."

"Lalu mobilmu?"

"Bukankah Mrs. Cho menyuruhmu untuk mengikuti kata-kataku, bukan mengintrogasiku?" tanya Changmin dengan wajah dinginnya.

Kyuhyun tak berkutik lagi.

Ia pun berjalan dibelakang Changmin. Tak berani untuk sekedar berjalan disamping namja itu.

"Aku minta cincin pernikahan." pinta Changmin, tetap tanpa senyum.

Saat itu mereka tengah berada di toko perhiasan untuk membeli sepasang cincin untuk pernikahan mereka. Sedangkan Kyuhyun berada sedikit jauh dari Changmin, ia sedang melihat kalung.

"Yang ini saja." ujar Changmin tanpa berdiskusi dengan Kyuhyun.

Changmin menunjuk cincin, emas putih dengan permata putih, namun didalamnya ada bongkahan pertama yang lebih kecil berwarna ungu.

"Silahkan dicoba nona."

Kyuhyun memasukan cincin itu di jari manis tangan kanannya. Baru saja ia akan memperhatikan cincin itu, Changmin langsung menarik cincin itu.

"Bungkus yang ini." ujar Changmin.

Kyuhyun menatap Changmin kesal.

"Apa?" tanya Changmin garang.

Mendengar suara Changmin, nyalinya langsung ciut. "Bukan apa-apa."

Setelah dari toko itu, mereka menuju butik Jaejoong yang berada ditengah kota Seoul.

"Akhirnya kalian datang juga." sambut Jaejoong senang.

Kyuhyun tersenyum tipis, sedangkan Changmin tetap dengan wajah datarnya.

"Mari kutunjukan gaun pengantinmu." Jaejoong mengajaknya kesebuah ruangan, sedang Changmin tetap menunggu di depan.

15 menit kemudian, Kyuhyun keluar dari ruangan itu, menghampiri Changmin.

"Changmin, bagaimana calon istrimu?" tanya Jaejoong.

Changmin mengangkat kepalanya dari majalah. "Cantik."

Tentu saja hal itu membuat Kyuhyun tersenyum.

"Maksudku, gaunnya."

Kyuhyun memakai gaun berwarna putih gading, dengan bahu terbuka dan belahan dada yang sedikit renda, sangat panjang hingga menutupi mata kakinya.

"Changmin!" bentak Jaejoong.

"Jujur, aku suka melihat Kyuhyun memakai gaun seperti itu." ujar Changmin. "Lebih memudahkanku untuk mengisap darah dilehernya." sambungnya.

Kyuhyun hanya bisa menatap Changmin dengan wajah kesal. Kemudian, seperti mendapat kekuatan, ia mengambil gelas yang masih berisi minuman lalu menumpahkan air berwarna itu pada wajah Changmin. "Rasakan itu!"

.

.

.

Dengan sedikit gemetaran, Kyuhyun berjalan menuju Altar didampingi oleh ayahnya Mr. Cho. Yang datang cukup banyak. Mengingat Jaejoong termasuk perancang busana yang terkenal di Seoul. Banyak juga wartawan dari berbagai stasiun televisi yang meliput pernikahan mereka. Belum lagi, teman bisnis Mr. Cho yang juga diundang, membuat gereja yang berada di pusat kota Seoul itu semakin ramai.

Akhirnya, Kyuhyun tiba disamping Changmin yang terlihat gagah dengan tuxedo putihnya dan kemeja ungu didalamnya.

"Kehidupan menyedihkan pun dimulai." batin Kyuhyun.

"Aauw!" Kyuhyun meringis karena punggung kakinya sengaja di injak Changmin. "Kau akan mendapat balasan nanti!" desis Kyuhyun.

"Akan ku tunggu." ujar Changmin tenang.

Acara Pernikahan mereka pun dimulai.

"Ya, aku bersedia." ucap Kyuhyun dengan suara -sudut matanya mulai basah karena air mata.

Entah kenapa, ia tiba-tiba saja teringat pada mantan kekasihnya, Choi Siwon yang sedang di Paris. Mereka putus bukan karena ada masalah, tapi karena saat itu Siwon harus pergi ke Paris untuk melanjutkan studynya. Bahkan, dia yang memutuskan Siwon dengan alasan tak bisa berhubungan jarak jauh. Jujur saja, ia masih punya perasaan pada Siwon, dan menyesal memutuskan Siwon. Kalau saja dia melanjutkan hubungannya, pasti pernikahan ini tak akan terjadi.

"silahkan pasangkan cincin ini dijari istrimu."

Mereka pun berhadapan. Changmin memasangkan cincin yang ia beli beberapa hari yang lalu ke jari Kyuhyun, dan Kyuhyun juga memasangkan cincin di jari Changmin tanpa menatap namja itu.

"Dan terakhir, berikan ciuman kasih yang di berkati Tuhan pada istrimu."

Changmin membuka cadar pengantin yang menutupi sebagian wajah Kyuhyun. Ia mengangkat dagu Kyuhyun agar yeoja itu menatapnya. Ia dapat melihat air mata di sudut mata Kyuhyun. Entah air mata apa itu. Bahagiakah? Atau sebaliknya.

Perlahan Changmin mendekatkan wajahnya kewajah Kyuhyun yang dilapisi make up tipis. Ia mencium bibir yeoja itu lembut. Menikmati setiap incinya. Ia menggigit kecil bibir bawah Kyuhyun, agar yeoja itu membuka mulutnya, namun ia merasa wajahnya basah. Ia membuka matanya sedikit, dan mendapati air mata Kyuhyun yang mengalir mengikuti lekuk wajah yeoja itu. Changmin pun mengakhiri ciuman itu. Tak lama kemudian, terdengar suara riuh tepuk tangan dari para tamu.

Mereka pun keluar dari gereja, dan disambut oleh kilatan kamera para wartawan. Setelah wawancara sebentar, Keluarga Changmin dan keluarga Kyuhyun pun menuju rumah Kyuhyun, tempat resepsi diadakan.

Setelah tiba dirumah, Kyuhyun langsung menuju kamarnya untuk mengganti gaun pengantinnya dengan gaun yang lain yang sudah di siapkan Jaejoong.

Baru saja akan membuka gaunnya, Changmin sudah masuk kekamar itu tanpa mengetuk. Tanpa menatap Changmin yang sedang di rebahan kasurnya, Kyuhyun kembali keluar menuju kamar Donghae. Sebelum memakai gaun yang baru, Kyuhyun membasuh wajahnya karena jelas terlihat ia habis menangis.

Setelah memakai gaun baru dan merias wajahnya, ia kembali keluar dari kamar. Ia dikejutkan oleh Changmin yang berdiri di sebelah pintu.

"Didepan ada temanmu." ujar Changmin datar.

Kyuhyun tersentak. Kibum dan Eunhyuk. Ia memang tak memberi kabar pada Kibum dan Eunhyuk tentang pernikahannya.

Dengan Changmin disampingnya, Kyuhyun menemui Kibum dan Eunhyuk.

"Ya ampun Kyuhyun, kau cantik sekali!" puji Kibum.

Kyuhyun tersenyum tipis. "Terima kasih."

"Sebaiknya, aku bergabung mereka." ujar Changmin lembut, sambil menunjuk Donghae, Heechul dan Minho.

Kyuhyun mencoba tersenyum lalu mengangguk.

"Dia pandai berakting." batin Kyuhyun.

Sesaat ia melihat ke balik punggung Kibum. Changmin tengah menatapnya tajam. Changmin pasti mendengarnya.

"Ternyata, ucapannya tak sedingin wajahnya itu." ucap Eunhyuk.

"Aku juga berpikir begitu." ujar Kibum. "Sikapnya begitu manis padamu."

Kyuhyun tersenyum tipis. "Dia memang begitu, kelihatannya saja dingin."

"Jadi, bagaimana kalian bisa menikah?"

Kyuhyun tak boleh mengatakan pada siapapun kalau mereka menikah karena perjodohan. Mereka telah merangkai sebuah cerita untuk pertanyaan seperti itu.

"Tentu saja bisa." Ujar Kyuhyun yakin. "Kami itu sahabat lama. Kami sudah bersahabat sejak kecil, jadi bisa dibilang, cinta masa kecil kami berkembang."

"Kau dan dia saling mencintai?" tanya Eunhyuk tak yakin.

"Bukannya dulu, kau begitu takut padanya?"

"Memang, itu sebelum aku tahu kalau dia adalah sahabat masa kecilku. Waktu akan masuk JHS kami berpisah karena Changmin harus pergi ke London, ikut ibunya."

"Bagaimana cintamu dengan Siwon?" tanya Kibum.

Kyuhyun tak punya kekuatan untuk menjawab. Ia merasa, matanya kembali memanas.

Tiba-tiba si kecil Sulli datang menghampirinya dengan berlinang air mata.

"yeoja manis, kau kenapa menangis?" tanya Kyuhyun lembut.

Sulli mengadu kalau Minho, Changmin dan Heechul melarangnya memakan kue bertingkat itu. Kue pengantinnya.

Kyuhyun mempunyai alasan untuk kabur dari pertanyaan Kibum.

"wah, dia manis sekali." puji Kibum.

Yes!

TBC

Saengil chukka hamnida Changmin oppa ^_^

Selamat ulang tahun dan selamat untuk pernikahannya dengan BabyKyu. ^^