"Sini kubantu." Kyuhyun merebut adonan kue yang tengah Heechul aduk.
"Aku meragukan kau bisa." Heechul dengan tangan yang bersedekap menatap remeh Kyuhyun yang tengah serius mengaduk adonan hingga alisnya menyatu.
"Hanya pekerjaan kecil seperti ini aku juga bisa. Selain makan tentunya." Heechul tertawa kecil.
"Kau sedang marah ataupun sedang serius, ekspresimu sama saja Kyu. Lihat ini, sudah kubilang jangan menyatukan alis seperti ini. Nanti kau cepat tua. Kau memang tak berbakat menjaga wajahmu tetap awet muda sepertiku haha."
"Sudah sana. Kau beli soju saja. Biar aku selesaikan ini. Tenang saja. Aku tak akan merusak dapurmu Heechul."
"Memangnya aku bisa percaya begitu saja huh? Kau saja Kyu. Aigoo... kakiku.. kram. Cepat kau saja sana. Kakiku... aigoo... kka~ sana pergi."
"Neo. Aisshh...jinjja!"
"Igo. Alismu menyatu lagi." Sepeninggalnya Kyuhyun, Heechul tertawa keras. Kaki Heechul baik-baik saja sebenarnya, tetapi karena minimarket jauh dari rumahnya, ia jadi malas untuk kesana. Beruntung ada Kyuhyun yang bisa di bodohi.
"Apa-apaan dia. Tunggu. Tadi dia dengan seenaknya menendang pantatku! Woah... cari masalah dia. Katanya kakinya kram. Tch. Awas kau Kim Heechul." Dengan semangat membara ingin menjadikan Heechul sebagai tempat pembalasan dendamnya, Kyuhyun sampai berlari menuju minimarket terdekat.
"Mati Kau Kim Heechul..."teriak Kyuhyun seraya menambah kecepatan berlarinya. Tak ia hiraukan anak kecil yang di lewatinya dan tiba-tiba menangis akibat kaget oleh teriakannya karena mengira Kyuhyun seperti memarahinya.
.
.
"Ini." Heechul tersenyum berterimakasih.
"Gomawoyo Chagiya." Bisik Heechul sambil mengelus pundak Kyuhyun yang sedang berlutut dan mengambil napasnya kuat-kuat akibat berlari tadi.
"Najis. Ya! Kim Heechul! Kucingmu ada di atas atap rumah. Kulihat dia belum turun-turun sejak aku berangkat tadi. Oh kasihan sekali."
"Mworago?! Heebum?!" Kyuhyun mengangguk polos. Ia sedang memijit kakinya yang kelelahan di bangku terdekat dari dapur tempat mereka berdua sedang bertarung dengan makanan. Heechul dengan sekejap berlari ke arah depan ingin membuktikan bahwa perkataan Kyuhyun benar adanya. Kyuhyun yang melihat Heechul berlari tergopoh-gopoh hanya bisa tertawa keras setelah tak mendapati Heechul di ruangan itu.
"Rasakan pembalasanku. Mianhe Heebum-ah hahhahha" tawa nista Kyuhyun puas dengan hasil pembalasan dendamnya. Sebelum berangkat pergi ke minimarket tadi, Kyuhyun secara kebetulan bertemu dengan Heebum di depan rumah entah dia habis main darimana, dengan satu kali lemparan, Kyuhyun berhasil melemparkan Heebum ke atap rumah Heechul. Kyuhyun pikir, biasanya kucing akan mencari cara untuk turun, tetapi setelah melihat Heebum masih di situ saja, membuat Kyuhyun teramat senang. Dasar kucing manja. Entah apa yang ia tunggu.
"Cho Kyuhyun! Pegangi tanggaku cepat!" Teriak Heechul dari luar rumah yang sudah membawa tangga lipat dari gudang rumahnya.
Mendengar teriakan Heechul dari luar, malah semakin membuat Kyuhyun terkocok perutnya.
"Kakiku pegal Heechul! Aku tak bisa membantumu!" Balas teriak Kyuhyun dari dalam rumah. Padahal sesungguhnya Kyuhyun tengah mencicipi kue buatan Heechul dan makanan yang sudah jadi.
Sementara di luar rumah, pemandangan Heechul yang sedang meniti anak tangga satu-persatu, menjadi pemandangan langka. Heechul mengedarkan pandangannya ke arah luar pagar rumahnya saat ada rombongan anak kecil yang sepertinya ingin bermain bola melewati depan rumahnya dan melihat kearahnya.
"Apa lihat-lihat." Cecar Heechul galak. Seketika rombongan anak itu menertawakannya.
Baru saja Heechul akan menaiki anak tangga ketiga, dirinya tiba-tiba terjatuh hingga menimbulkan suara yang sangat keras akibat sandal rumahnya yang licin.
"Suara apa itu? Jangan-jangan Heechul betulan mati! Andwe! Aku belum puas mengerjainya!" Kyuhyun dengan mulut yang penuh makanan, langsung berlari begitu ia mengeluarkan spekulasi mengerikan mengenai Heechul.
"Aahh...pantatku pantatku...aigoo pantatku! Sakit! A-a-a-a...Aish! Ya!" Meski di tengah kesakitannya, Heechul masih sempat menendang tangga dan akibatnya adalah tangga itu yang jatuh menimpanya. Tepat saat Heechul di timpa tangga, Kyuhyun tiba di depan rumah dan langsung tertawa terbahak-bahak menertawakan sahabatnya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.
"Cho Kyuhyun! Ya! Berhenti tertawa! Atau... adudududuh...pantatku..."
"Hahhahahaha..."
.
.
.
.
.
Persiapan perayaan ulang tahun ibunya Heechul sudah siap. Meski sisanya Kyuhyun sendiri yang mengerjakan dengan bantuan arahan dari Heechul. Heechul sendiri masih mengeluh sakit di pantatnya dan tak bisa berbuat banyak. Ya, mereka berdua akan merayakan ulang tahun ibunya Heechul makanya dari pagi mereka berdua sudah sibuk memasak ini itu. Entah rasanya bisa di terima lidah atau tidak tetapi tadi Kyuhyun mencicipi dengan lahap. Salah, memakannya dengan beringas. Sehingga selain Kyuhyun harus bekerja keras, ia selalu mendapat omelan dari si cetar Kim Heechul.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya. Kyuhyun dan Heechul yang mabuk semalaman, datang ke kampus dengan masih setengah nyawa. Kyuhyun tentu saja menginap di rumah Heechul dan tidur sembarangan karena mabuk setelah perayaan. Tiba-tiba seorang namja tampan duduk di sebelah kanan Kyuhyun yang masih menggeletakkan kepalanya di meja dengan tangan terkulai ke bawah. Pemandangan yang suram bagi seorang mahasiswa yang ingin menuntut ilmu hari ini, begitu pula keadaan Heechul. Heechul sampai lupa menyisir rambutnya yang biasanya terlihat mempesona kini acak-acakan.
"Boleh aku duduk disini?" Kyuhyun mengangkat sedikit kepalanya dan menjawab "Eoh." Singkat. Sedetik kemudian, ia mengangkat kepalanya dan melotot ke arah orang tampan yang duduk di sebelahnya. Dia Kim Kibum! Kim Kibum duduk di sebelahnya! Kim Kibum woey! Member boyband sebutan dari Heechul! Oh Tuhan... wangi parfumnya saja sudah membuat jantung Kyuhyun berpacu dengan kecepatan gila. Jangan-jangan Kyuhyun...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
Apdet asap... Fi Mohon Maaf lahir dan batin ya selama ini sering berbuat salah baik sengaja maupun tidak di sengaja. Semoga ff ini bisa menghibur puasa kalian^^
Terimakasih.
