Chapter 4

Pertempuran dimulai

Astoria menghela napasnya untuk entah keberapa kalinya. Suara sepatunya mengetuk-ngetuk tak sabar,membuat dirinya mendapatkan tatapan tajam dari seorang perawat yang berada di meja tepat si sebrang Astoria kini duduk.

Astoria pun segera melihat jam tangannya. Jam bewarna putih dan bermerek rolex itu menunjukkan jam 7.25. sial pikirnya. Lima menit lagi menuju 7.30,kali ini bagi Astoria itu sangat lama sekali. Diam-diam ia melirik si perawat barusan,namun perawat itu tengah sibuk mengetikan sesuatu di komputernya.

"eu…maaf…eu…mrs…." Ucap Astoria tak jelas,ia lupa nama perawat itu. Aduh siapa sih tadi namanya.

"brown" ucap si perawat,menatap Astoria malas.

"oh iya brown" Astoria tersenyum."eu…apa aku boleh naik keatas,lagipula waktunya hanya tinggal 5 menit lagi menuju 7.30"

"tidak" mrs brown menjawab dengan tegas. "waktu menjenguk di mulai dari jam 7.30 dan lagi pula kau baru menunggu 10 menit disana. Jadi apa salahnya untuk lebih bersabar dengan menunggu selama kurang dari 5 menit lagi miss greengrass?"

Astoria menghela napasnya. " baiklah mrs brown,aku akan menunggu dengan sabar" jawabnya dengan melipat kedua tangannya didada dan raut wajah yang cemberut. Astoria memang terkadang kekanak-kanakan.

"okelah mrs ku ijinkan naik"

Astoria bangkit berdiri, senyumnya melebar saat menatap wajah jutek mrs brown. " oh ya ampun makasih,I love you so much mrs brown." Ucapnya sambil segera berlari kearah tangga. Ia terlalu senang,hingga hamper lupa untuk mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk.

"Astoria" pekik sesorang ketika pintu terbuka mendadak.

"daphne" jerut Astoria balik. Ia segera memeluk kakaknya yang sedang berbaring di ranjang. Kedua wanita berambut pirang keemasan tersebut saling berpelukan. Sekilas jika dilihat dari jauh mereka berdua bagaikan saudara kembar identik,hanya saja daphne memiliki potongan rambut yang lebih pendek di banding Astoria yaitu sebahu.

Daphne melepaskan pelukkannya. Ia menata adiknya itu dengan rasa tak percaya. "aku tak tau kalau di London dan …eu…. Memakai…seragam sekolah?"

Senyum Astoria melebar."aku kembali" jerit Astoria histeris."maksudku benar-benar kembali"

Kedua alis daphne terangkat." Kau serius?"

"kenapa?apa kau tak suka?" Astoria bertanya balik,raut wajah kesenangannya tadi segera berubah menjadi raut sedih.

"enggak,bukan begitu. Maksudku hanya saja ini aneh as" daphne mulai berbicara dengan hati-hati." Well tahun lalu kan kau prergi secara mendadak dan kini kau kembali juga secara mendadak. Bukankah bagi orang lain itu terdengar aneh?"

"aku gak peduli dengan orang lain" sahut Astoria segera ikut berbaring di samping kakaknya. "alasan aku kembali,karena aku khawatir denganmu"

Dafhne tersenyum. " oh itu manis,tapi sungguh kau tak perlu khawatir denganku. Mereka memantauku dengan baik melalu cctv itu" daphne pun melirik keatas, kesalah satu cctv yang terpasang. Pandangan Astoria ikut mengarah ke cctv itu juga. Tiba- tiba perasaan kasihan terpancar melalui sorot matanya ketika ia menatap daphne. Sebulan setelah Astoria pergi daphne memang benar-benar buruk. Ia terjerumus ke segala hal negative,mulai dari alcoholic,lalu pemakai obat-obat terlarang dan yang terparah adalah percobaan bunuh dirinya. Pada akhirnya kini semua itu membekas dalam sebuah bekas luka sayatan di pergelangan tangan kirinya. Astoria lantas menyentuh tangan daphne tersebut. Daphne menoleh padanya dan ia tersenyum.

"luka ini cukup kerenkan?"ucapnya mencoba mmenghibur dirinya sendiri. " oh iya,ngomong-ngomong apa Hermione tau kau kembali"

Astoria menghela napasnya."entahlah,tapi sepertinya ia sudah tau"

"apa yang membuatmu seyakin itu?"

"apalagi kalau bukan London gossip" jawab Astoria malas. Sedangkan daphne malah tertawa terbahak-bahak.

"situs bodoh yg telah membicarakanmu sejak smp itu?"

"yap tepat sekali"

Daphne makin tertawa. Ini pertama kalinya lagi ia tertawa selepas itu. " ya ampun ini benar-benar lucu"

Astoria mendengus sebagai renspons akan tawa kakaknya itu." Kau takkan tertawa seperti sekarang jika kau jadi aku daph"

Daphne masih tertawa. " oh tidak-tidak. Aku tak mau jadi dirimu"

"kau benar,aku juga tak mau menjadi diriku." Sahut Astoria sedih. " sungguh saat ini aku mau menjadi orang lain"

"kenapa kau berkata begitu?" Tanya daphne berhenti tertawa." Apa ini karena Hermione?"

Astoria menoleh. Ia menatap daphne dengan mata yg berkaca-kaca. "sebenarnya iya"

"dengar as, itu sudah masa lalu. Lagipula kau sudah minta maafkan"

"apa menurutmu meminta maaf melalui sms itu dapat di teriama heh?"

"soal itu aku tak tau" jawab daphne jujur. "tapikan setidaknya kau sudah meminta kudengar hubungannya dengan cedric membaik. Maksudku mereka berdua kembali pacaran. Apa kau tak tau?"

"aku tau. Aku membacanya di London gossip"

"nah apa lagi yg kau khwatirkan heh? Tanya daphne dgn bersemangat. "sekarang ada baiknya kau berangkat kesekolahmu dan mulai lagi bersahabat dengan Hermione. Bagaiman?"

"oke" Astoria bangkit berjalan kearah pintu dan melambaikan tangannya pada sang kakak. Ia lalu memutar kenop pintu,namun ketika pintu terbuka ia malah menoleh kembali kebelakang.

"bagaimana kalau aku tak berhasil?"

"memang apa sih yg gak bisa di buat seorang greengass? Kau pasti biasa as."

Astoria tersenyum.

#

"ayolah jenny" seorang berteriak. Ia adalah pria berusia 40 tahunan dgn rambut panjang sebahu yang agak keriting. Namanya adalah Sirius black. Ia adalah ayah angkat dari harry dan jenny potter. Sirius menatap kearah harry. Pria berambut hitam legam acak-acakkan dan pria berkaca mata itu menatap balik kearah Sirius.

"apa adikmu belum bangun?" tanyanya dan harry hanya terkekeh tertawa.

"dia sudah bangun sejak jam 5 pagi" jawab harry sambil memakan roti bakarnya.

Kening Sirius mengerut. "lalu kenapa dia tak keluar dari kamarnya?"

Harry mengangkat kedua bahunya dengan sikap tak peduli dan acuh. "entahlah,dari tadi ia sibuk mengurusi penampilannya"

"apa dia ada kencan dgn seorang pria?" Sirius bertanya dgn waspada. Terkadang ia memang sangat bersikap bagaikan seorang ayah yg agak over."kalau iya,kita harus memantaunya harry"

"tenanglah Sirius. Aku jamin dia tak memiliki kencan dgn siapapun"

"lalu?"

"well… dia hanya mempersiapkan dirinya dalam sebuah audisi"

"audisi seperti apa?"

Tiba-tiba salah satu pintu kamar terbuka,seorang wanita berambut cokelat terang yang mendekati pirang muncul. Ia telah memakai seragam sekolahnya,stocking hitam,dan flatshoes dan bando bewarna hijau yang menghiasi rambutnya yang terurai itu.

"seperti audisi Hogwarts club"

"apa itu?" Tanya Sirius kepada jenny.

Jenny memutar kdua matanya. Ia segera duduk di samping harry dan mulai memakan roti bakarnya. Tak berniat sedikitpun utk menjawab. Maka harrylah yg menjawab. Well dia memang anak yg baik.

"itu hanyalah perkumpulan cewek-cewek manja,centil,dan dok keren,Sirius. Pokoknya tak penting"

Jenny segera melototi kakaknya itu."jaga mulutmu harry. Jika Hermione granger mendengarnya kau akan habis,dan aku takkan membantumu nanti"

"oh yg benar saja" harry mengeluh tak suka."kau saja belum tentu masuk kedalam klub tolol itu."

" aku akan masuk harry. Hermione granger akan menerimaku. Well.. kau tak lihat ya penampilannku sangat sempurna"

"sempurna apanya?aku sungguh tak mengerti maksud sempurna yang kau ucapkan. Asal kau tau jenny,aku sgt kecewa kau menghabiskan tabunganmu selama sebulan hanya demi berpenampilan seperi Hermione granger?"

Jenny memutar kedua bola matanya. Harry sangat menyebalkan. "Hermione granger adalah trendcenter fashion di sekolah harry. Semua orang suka gayanya"

"terserahmu saja" ucap harry malas. Apalago kalau berdebat dengan jenny tak kan pernah ada hentinya.

Sirius yg sejak tadi terdiam tak mengerti kini mengekuarkan suaranya." Ngomong-ngomong siapa itu Hermione granger?" secara kompak jenny dan harry menghela napas mereka. Kakak beradik itu lantas malah bangkit berdiri,membawa tas mereka dan pergi kearah pintu keluar.

"hey kids,kalian mau kemana heh?"

"sekolah tentu saja." Jawab jenny tampa menoleh. Ia telah berjalan duluan ke luar,kemudian di susul harry yang melambai kea rah Sirius. "bye" ucapnya.

Mungkin sepertinya Sirius harus lebih sering lagi menintin tv ataupun membaca majalah. Kan aneh saja bila ia tak mengenal hermionegranger. Jelas-jelas hamper tiap orang di London mengenal siapa itu keluarga granger?

Aku jadi bertanya-tanya,apakah dia juga tak mengenal keluarga greengrass? Well…kalau iya,dia keterlaluan. Jelas- jelas greengrass jauh lebih terkenal dibanding granger,khususnya Astoria greengrass.

#

High school. Mendengar kata itu semua orang pasti akan setuju jika aku mengatakan bahwa high school adalah segalanya yg menentukan kebahagiaan masa remajamu. Iya, kita tau high school adalah masa-masa terindah bagi para remaja. Khususnya bagi kalian-kalian yg termasuk kedalam anak-anak gol popular.

Seperti yg sekarang terlihat. Sekelompok gadis dengan headband di kepala mereka,kalung berbentuk kunci yg mereka kenakan,stocking hitam,rok hijau gelap bermotif kotak-kotak,kemeja lengan panjang bewarna putih,dan sebuah dasi bewarna senada dengan rok mereka. Jelas ke empat wanita itu adalah seorang pelajar di sebuah sekolah swasta nan elit bernama Hogwarts. Dan keempat wanita itu adalah kelompok popular yg selalu menjadi pusat perhatian seluruh murid Hogwarts. Mereka terkenal dengan Hogwarts club.

Pengikut pertama bernama padma. Dia adalah keturunan india murni. Orang tuanya berprofesi sebagai arsitek yg lumayan terkenal di London. Sedangkan pengikut kedua adalah kembaran padma yg bernama patil. Pengikut ketiga bernama lavender brown. Ia berasal dari kelurga pengusaha kapal persiar,dan dia juga dapat di katakana tangan kanan dari pimpinan mereka.

Dan yang terakhir tentunya ada sang ratu atau orang-orang menyebutnya dengan queen bee. Ia bernama Hermione jean granger. Gadis biasa cantik,perfecsionis,fashionable,dan sangat ambisius ini jelas layak unyuk memjadi seorang queen b.

Mereka berempat berjalan dalam sebuah formasi. Hermione berjalan di depan dan ketiga pengikutnya berada dua langkah di belakangnya. Diam-diam murid yg lain memerhatikan mereka berempat,namun diantara mereka tak ada yg peduli akan pandangan2 tdb.

"girl, kalian sudah melakukan semua yg ku perintahkan,iyakan?" Tanya Hermione tampa sedikutpun menoleh pada ketiga pengikutnya. Pandangan matanya tetap terfokud ke depan. Berjalan dgn anggunya sambil menentang sebuah tas mewah terang bermerek chanel,sepatu dari Christian louboutin,dan mantel merah selutut dari Gucci,tak lupa bando merah dari bahan kasmir berbentuk pita buatannya sendiri. Lihatlah betapa fashionnya Hermione.

"pastinya" jawab si kembat dengan ceria. Walau jujur mereka agak kesulitan berjalan dgn membawa map-map yg bertumpuk di tangan mereka.

"dan mione kami bahkan menyudunnya menjadi 3 bagian kelas. Bagaimana menurutmu?" kali ini lavender yang berbicara. Ia sangat bersemangat akan audisi anggota baru mereka.

"bagus" sahut Hermione begitu saja. Nada suaranya benar-benar gak peduli." Dan bagaimana dengan lembar nilainya?"

Seketika ketiga pengikut Hermione terdiam dengan wajah pucat. Mereka bahkan berhenti berjalan secara kompak. Menyadari tak ada jawaban,Hermione berhenti berjalan dan berbalik kebelakang. Tatapannya menyipit curiga. Ia melangkah mendekat.

"kenapa malah diam?jangan katakana kalian lipa membuatnya?"

Lavender padma dan patil saling melirik lalu hanya bisa tersenyum kaku kearah Hermione.

"apa maksud senyum kalian itu?"

"eu…eu…eu…oh iya tertinggal Hermione" ucap lavender terpaksa berbohong.

"dimana?"

"eu…di loker patil" jawab padma

"heh…lokerku…? Patil tak mengerti.

"iya di lokermu masa kau lupa."

"oh gitu ya"

Hermione menghela napasnya. Ia kesal sekarang." Jika memang demikian kenapa kalian masih di sini heh? Cepat ambil"

Mendengar Hermione marah,seketika mereka berbalik pergi secepat kilat. Memang ada baiknya menghindar dari Hermione yg sedang marah. Tapi sepertinya tidak dgn malah menghampiri Hermione dan memeluknya dari belakang.

"hai" bisiknya tepat di telingga Hermione,membuat amarah Hermione mereda. Ia tau betul siapa yg memeluknya,maka dengan penuh gembira ia berbalik. Senyum ceria terpancar dari wajahnya.

"hai juga" sapa Hermione."kau sungguh datang tepat waktu"

"benarkah?"Tanya cedric tersenyum,kemudian menunduk mencium bibir Hermione. Awalnya Hermione memekik kaget tapi akhirnya ia malah dengan senang hayi membuka mulutnya menyambut lidah cedric yg telah menggodanya. Pria itu melumatnya,dan Hermione balas ikut melumat sama lembutnya seperti yang cedric menit ciuman romantic itu berlangsung. Bahkan Hermione benar-benar telah terbawa suasana dengan merengkuh leher meremasnya lembut,dan cedric sendiri telah merengkuh erat lingkar pinggang Hermione. Bagi Hermione semuanya terasa sempurna saat itu tapi tiba-tiba suara yg sangat menganggu terdengar. Siapa lagi kalau bukan draco malfoy.

"nah di sini rupanya kau diggori" ucap draco berdiri beberapa langkah di belakang punggung Hermione.

Hermione menggeram. Moment romantisnya musnah saat itu juga. Sialan mallfoy.

Cedric juga merasa terganggu,tapi ia merasa tak enak akan malfoy. Apalagi sahabatnya itu sangat tak suka untuk di cuekin. Maka dengan berat hati ia mencoba menarik diri dari rengkuhan Hermione,namun sepertinya Hermione berpikiran lain.

Enak saja malfoy berani merusak kan ku biarkan itu terjadi. Jika dia mau melihat orang berciuman,maka tontonlah ini.

Hermione menggeram. Ia mempererat rengkuhannya terhadap cedric. Tampa malu-malu tangannya beranjak naik keatas rambut cedric. Ia membelai lembut dan lama-lama berubah menjadi remasan lembut. Bibirnya pun bergerak tak ragu. Ia melumat dan menghisap mulut cedric dan bermain dengan lidah pacarnya tersebut. Ini sungguh membuat cedric terkejut. Ia senang tapi ia juga merasa malu. Secara ini adalah tempat umum dan draco sedang ada di hadapan mereka.

Bersusah payah ia menarik dirinya. Napanya naik turun tak teratur. Begitu pula Hermione.

"kenapa ced?"

"ini tempat terlalu berlebihan" ucap cdric menjelaskan.

Draco terkekeh tertawa." Wah…wah granger,diggory itu pria terhormat yg menjaga kesopanan di depan umum. Eh kau malah menciumnya dengan liar."

Hermione berbalik. Ia mentap tajam draco. " bilang saja kau iri malfoy."

"dalam mimpimu granger, kau tau sendiri tiap saat aku selalu bercumbu dengan setiap wanita yg kutemui"

Hermione mendengus." Itu berari bibirmu benar-benar murahan malfoy dan betapa lebih terhormatnya diriku di banding dirimu,karena aku hanya mencium cedric tak ada yg perlu di banggakan dari itu."

Tatapan malfoy menajam." Hubungan yg terikat itu membosankan tak berniat memiliki ikatan seperti hubunganmu dengan diggory"

"itulah lebih baiknya cedric di banding kau" saat itu Hermione segera berbalik. Ia menatap cedric dan segera memberikan kecupan cepat di pipi pria itu. "sampai ketemu di rumahmu oke"

"baiklah"

Hermione pun melangkah pergi,ia tak peduli lagi akan teriakan malfoy padanya.

" memang lebih terhormat di banding aku. Tapi semua orang tau bahwa aku lebih mengairahkan granger. Dan kau sama sekali tak mengairahkan. kau dengar aku heh?"

"draco hentikan. Hermione pacarku oke? Jau terlalu kasar padanya" ucap cedric kepada malfoy.

"hay dude,kusarankan kau putus saja darinya. Menurutku kalian benar-benar gak cocok."

Cedric menghela napasnya. Ia benar-benar sudah menyerah akan permusuhan draco dengan Hermione.

#

Kedua mata Hermione memincing dengan tatapan tajam. Dahinya yang mulus mengerut. Jelas ia tak suka melihat seseorang di apapun yg ia tampilkan. Sungguh hal tsb membuatnya merasa mual,namun sebagai seorang pemimpun yg baik Hermione tetap mencioa tersenyum walau dalam hati ia merasa jijik.

"oh aku benar-benar paham sekarang dari mana semua otot-otot di tubuhmu itu dear." Sekali lagi Hermione tersenyum. Anak tahun ke2 di hadapnnya ini dari luar Nampak manis dan feminism,tapi setelah ia melepas rompi sekolah nya ,oto-otot yg ia miliki jelas jelas mengerikan bagi Hermione yg memang menjunjung tinggi kelembutan dan feminimnya seorang wanita.

Lavender dan si kembar india juga ikut tersnyum. Namun sebenarnya mereka begitu ketakutan karena sekarang Hermione secara diam-diam melirik mereka dengan tajam. Jelas sesudah ini mereka bakal di marahin.

" oh dear…kau sungguh mempesonaku. Kecintaanmu terhadap olahraga sangat luar biasa . tapi…."

"tapi apa?"

Hermione tersenyum. Ia sangat mellihat orang tegang karenanya." Well…sepertinya kau tak cocok dalam Hogwarts club. Jadi maafkan aku. Kau tal lulus. Eu..pecundang" ucap Hermione tampa basa-badi lagi. Ia sudah merasa muak menghabiskan waktunya yg berharga itu hanya utk sebuah audisi yg sama sekali belum menghasilkan hasil sedikitpun.

"ya ampun. Kupikir dia adalah wanita yg tanguh. Tapi ternyata ia malah perdi sambil menangis. Apa dia gak malu dengan otot-ototnya" kata lavender dan ia tersenyum

"kau benar" kikik padma senang.

Patil hanya menatap sedih." Sungguh menyedihkan melihat orang menangis"

"oh ayolah patil ini menyenangkan. Lagian suruh siapa mereka terlahir pecundang" ucap lavender lalu membuat padma dan patil tertawa. Sedangkan Hermione hanya memutar bola matanya sambil menghela napas. Ia muak dengan ketiga pengikutnya.

"sebenarnya guys…aku sangat arah pada kurada ini bukan waktunya bagi kalian utk menertawakan nasip orang lain sementara nadip kalian sendiri sedang di pertanyakan"

Mendengar ucapan Hermione tersebut,membuat mereka bertiga bangkit berdiri dari posisi duduknya di tangga utama mereka terlihat terkejut dan ketakutan. Jelas meraka gak mau di keluarkan dan menjadi pecundang. Dengan segera mereka memohon.

"maaf kan kami Hermione. Kami bertiga sungguh sudah sangat bekerja keras untuk audisi ini. Kesalahan-kesalahan tadi dangat di luar perkiraan kami" jelas lavender.

"lavender benar Hermione" kali ini padma yg bersuara.

"kau tak kan mengeluarkan kami kan?" Tanya patil

Hermione tak memandang sedikitpun kearah mereka. Perhatiannya lebih focus akan kuku-kuku bercat merahnya yg baru saja di menikur."tergantung?"

"tapi kami tak melakukan sebuah pengkhianatan seperti yang di lakukan Astoria Hermione?" ucap patil menciba membela diri. Ia juga kan gak mau di keluarkan.

Tatapan Hermione pun segra beralih. Ia menatap ketiga pengikutnya tsb dengan penuh perhatian."kali ini kau ada benarnya juga. Aku akan memaafkan kalian mengingat kalian sudah sangat setia padaku,ya…walaupun kerja kalian sgt buruk. Tapi tak apalah. Setidaknya kalian bukanlah pengkhianat seperti yang sekarang baru tiba"

Astoria memang baru tiba. Ia Nampak keluar dari taksi. Rambut pirang keemasannya itu tertiup-tiup angin. Ia dangat terlihat bagaikan deorang model kenamaan,walau dia hanya memakai seragam sekolah. Entah kenapa ia selalu terlihat menawan dengan gayanya sendiri. Jika Hermione terlihat begitu rapih,klasik,dan sangat feminim,Astoria sungguh jauh lebih kasual dan modern. dengan dasi yg tak terpasang dengan benar dan hanya tergantung bagaikan sebuah kalung di lehernya,rambut yg terirai dengan seenaknya,kancing kemeja yg hampir seperempat terbuk,tah heran belahan dadanya terlihat sedikit. Tak lupa sebuah stoking hitam dan sepatu booth selutut bewarna cokelat yang menghiasi kakinya yg jenjang . Astoria terlihat sangat cantik sekaligus liar. Well dulukan ia memang di juluki si ratu pesta.

Wanita itu tersenyum kearah Hermione the gang yg telah berkumpul di tangga suci mereka. diam-diam kini semua perhatian tertuju pada Astoria dan Hermione.

"hay guys" sapa Astoria,mencoba tak peduli dengan tatapan jijik dari para pengikut Hermione. Lavender padma dan patil hanya mengangguk seadanya. Mereka lantas berdiri membentuk formasi menutupi Hermione.

"mulai sekarang kau di larang mendekati Hermione dalam jarak lebih dari 1 m" ucap lavender

Astoria tertawa. Tawanya jelas antara campuran terkejut dan tak percaya. "ayolah guys,aku hanya perlu bicara dengan Hermione"

"ehemz" kini patil berdeham dan padma pun segera berbicara kepada Astoria. " dan mulai sekarang juga kau tak boleh menyebut nama Hermione dengan Hermione atau mione"

Astoria menggelengkan kepalanya tak percaya."lalu harus memanggilnya apa?"

Seketika Hermione berdiri dari posisi duduknya dan segera bergabung dengan para pengikutnya."kau tau harus memanggilku apa as?"

"ayolah jgn main-main"

" aku tak main-main. Karena sekarang aku pimpinan Hogwarts club kau harus memanggilku queen b"

"yang benar saja ini sahabatmu,bukan pengikutmu oke?"

"kau bukan sahabatku lagi. Jadi panggil aku dengan B atau jangan pernah memanggilku,paham" ucap Hermione penuh penekanan,akan setiap kta yg ia ucapkan.

Astoria menghela napsnya." Hermione aku sudah meminta maaf bukan?apa perlu aku minta maaf lagi?"

Hermione sejenak tersenyum."tak perlu repot-repot as. Aku takkan memaafkanmu"

"tapi Hermione,bagaiman a bisa kau begitu padaku? Dengar selama 14 thn kita bersahabat aku selau meaafkanmu dan juga selau mengalah untukmu,tapi kenapa kau tak bisa memaafkan ku juga"

Hermione tertawa. Ia pun menoleh kebelakang,kearah ketiga pengikutnya. Maka lavender padma dan patil tertawa. "kau benar-benar lucu ya as"

"lucu apa maksudmu?"

"lucu karena kau tak mau mengakui saja bahwa kau adlah seorang pencundang"

"apa maksudmu itu heh?"

Lagi-lagi Hermione tersenyum. Ia melangkah turun dari tangga dan segera berhadap –hadapan dengan Astoria." Maksudku ku pecundang dan aku adalah pemenang" Hermione lantas mendorong astoetia tak sampai jatuh.

Astoria mengepal tangannya, kini kesabarannya habis." Hermione jangan lagi mendorongku seperi tadi"

"memang kenapa heh?"

"kau akan menyesal"

"dalam mimpimu greengrass" Hermione pun mendorong Astoria,kali ini dengan dorongan yg keras.

Tak tahan lagi di balas mendorong. Semua orang pun makin banyak yang menontoni perkelahian dorong-mendorong antara Hermione degan Astoria. Memang kedua sahabat itu terlibat insiden dorong-mendorong,bahkan mereka saling berteriak penuh benci.

"kau menyebalkan Hermione"

"kau kira kau itu apa heh? Kau jauh lebih menyebalkan dariku"

"kata siapa heh? Hamper setiap orang di sini diam-diam membencimu tau"

"heh? Itu karena mereka semua iri padaku,dan sekarangkau pun iri sama seperti mereka Astoria. Akui saja"

"aku tak pernah iri padamu. Kau yang selalu iri karena aku jauh lebih berbakat di banding mu"

"terserahmu. Yg penting otakku jauh lebih pintar dari mu yg idiot"

"aku tak butuh otak besarmu yg sok tau itu. Yamg jelas orang2 lebih menyukaiku di banding kau…. Buktinya cedric lebih memilihku di banding kau"

Mendengar hinaan yg kuar biasa itu, membuat Hermione mendorong lebih kuat dan menyebabkan Astoria tersungkur jatuh. "kau adalah wanita terjalang yg pernang kutemui,bitch" jerit Hermione sekeras mungkin. Ia tak peduli lagi akan imagenya sebagai queen bee. Jadi mengapa tak sekalian ja melakukan tindakan extreme.

"wah…wah…wahhh….sepertinya aku tek=lah melewatkan tontonan yg seu heh?" ucap draco malfoy yg entah dari mana muncul secara tak terduga sambil membawa dua gadis disisi kanan dan kiri tangannya. Ia memang playboy sejati. "sungguh god girl kita berubah menjadi bad girl" saat itu ia menatap Hermione." Dan bad girl berubah menjadi god girl yg teraniaya,lucu sekali" ia menatap ke Astoria.

Astoria mendengus."jangan sok tau malfoy .aku bukan god girl teraniaya" saat itu juga Astoria bangkit berdiri dan langdung menerjang Hermione. Mereka berdua saling guling-guling,berteriak dan menjambak rambut bahkan cakar mencakar.

" dengar Hermione mulai sekarang aku tak kan mengalah lagi sudah muak."

"siapa yg menyuruhmu mengalah heh bicth"

"kau yang bicth…."

"bukan"

"kau"

"bukan"

Insiden guling2 itu terus terjadi bersamaaan dengan perdebatan konyol mereka. Draco sendiri hanya menyerinagi,bahkab tak berniat utk memisahkan. Sedangkah orang-orang yg menonton pertarungan itu sejak tadi pun hanya mematung karena terlalu syock

Untunglah masih ada yg berpikiran waras. Cedric yg melihat itu segera berlari dan menarik tubuh Astoria dari Hermione. "apa-apaan kalian ini heh?" bentak cedric,telah megurung Astoria dalam dekapannya. Sementara Hermione masih terbaring di tanah dengan naps yg naik turun. Jujur ini pertama kalinya ia berkelahi. Jadi wajar jika Astoria lebih unggul.

Astoria pun kewalahan. Ia pun segera menangkis tangan cedric. Tatapannya menajam kearah cedric.

"jgn sentuh aku" ucapnya marah

"terserahmu oke." Kini cedric ikut terpancing marah."tapi jangan berkelahi seperti itu lagi dengan Hermione"

"oh bela saja pacar idiot mu itu diggory" Astoria segera berbalik pergi. Membuat cedric hanya bisa menghela napasnya. Ini benar-benar kacau. Tiba-tiba terdengar suara kesakitan. Itu Hermione.

Saat itu ia telah bangkit duduk sambil memegang salah satu kakinya. " owwww ini sakit."

Cedric hanya menatap . itu adalah tatapan kecewa. " ayolah Hermione jangan memperburuk tau kau sedang berakting"

"ced….aku tak…"

"sudahlah….kurasa kau perlu sendiri dan memikirkan semua yg telah kau lakukan kau sudah berpikiran waras baru hubungi aku." Cedric pun pergi. Itu membuat perasaan Hermione terasa hancur berantakkan. Air mata menumpuk di matanya. Melihat hal tsb draco malfoy hanya mendengus.

"oh bagus sekali,apa sekarang kau juga akan menangis granger?"

Mendengar suara malfoy yg sgt menyebalkan itu,Hermione jadi tak berniat utk menangis. Ia menatap tajam dan penuh marah kearah malfoy."aku takkan menangis karena hal iini malfoy"

"baguslah" sahut malfoy tak peduli,lalu malah tersenyum menggoda kearah wnita-wanitanya,membuat Hermione semakin jengkel. Penuh marah ia memanggil para pengikutnya. Lavender, patil segera dating membantu Hermione berdiri.

"owww..." pekik Hermione

"kenapa Hermione?" Tanya padma.

Wajah Hermione mengernyit menahan rasa sakit di kakinya." kaki kiriku terasa sakit"

"aku tak menyangka Astoria berani menyakitimu" sahut lavender histeris " dia benar-banar jalang"

"kau perlu di gendong mione" ucap patil panik

"jgn blb han patil"

"oh tak blb han. Kau memang harus di akan mencari cedric"

Patil pun segera pergi secepat kilat. Membuat Hermione menghela napsnya kesal. Saat ini jujur saja ia tak mau bertemu cedric. Oleh sebab itu Hermione lantas malah menangkis tangan lavender dan padma. Kemudian malah berjalan seorang diri dengan kaki terpincang-pincang.

"Hermione?" teriak lavender tapi Hermione tak menoleh.

Patil menatap lavender penuh Tanya." Ada apa dgnnya?"

"mana ku tau?"

Mereka berdua pun kembali menatap Hermione dari kejauhan. Awalnya tatapan mereka berdua Nampak penuh Tanya dan tak mengerti,namun lama-lama raut wajah mereka berubah terkejut melihat pemandangan yg mereka tak duga tsb.

"oh my god"

#

sebelum berikutnya ajukan pertanyaan email masuk foto

Hi grils….

Seperti perkiraanku,hogwart pagi hari ini penuh dengan kejutan. Pagi-pagi begini kita sudah di hebohkan dgn perang dunia ke3 antara queen b dng A. lalu di susul dengan dengan episode percintaan di antara mereka. Yups saat itu pangeran C ada diantara pertengkaran sengit itu,tapi si tampan sepertinya tak mau memihak kepada siapapun. Bahkan kepacarnya sendiri yaitu queen B yg Nampak kesakitan karena A telah mendorongnya sampai jatuh.

Jujur saja andai aku di akan berpikir betapa malangnya B. ia memiliki sahabat,tapi sekarang mereka malah saling membenci. Lalu ia mempunyai kekasih,tapi sepertinya C Nampak mulai muak dengan segala sikap B. oh boy…hidup ini memang bagaikan roda yg berputar. Terkadang kau diatas tapi kemudian kau di bawah. Itulah hidup. Namun sepertinya B benar2 memiliki hidup yg menyenangkan. Ia memang tengah down, tapikan siapa yg bakal menolak bila pria luar biasa tampan datang menolong bagaikan kesatria pemberani dan gagah.

Inilah yg membuatku tertarik. Kita tau sendiri si kesatri a penolong itu sebenarnya sangat menyebalkan,angkuh,dab playboy sejati. Maka akan dangat heran sekali bila ia merasa lebih tertarik membantu B di banding bermesraan dengan para wanitanya. Aku jadi penadaran apakah mereka mempunyai hubungan special di belakang C.

Siapa yg tau kan? Yg jelas sih C melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau B di gendong dengan gaya pengantin yg hendak bulan madu oleh D. well setelah melihat itu C pergi begitu saja. Wah…wah…wahhh hubungan percitaan B benar2 rumit ya.

Kita semua pasti ingintau apakah B dan A dapat bersahabat kembali tau mlah semakin membenci?

Dan apakah B dan C dapat mempertahankn hub mereka? Atau malah bakal berpisah. Lagipula bisa sajakan C masih cinta dgn A dan B sendiri mungkin malah akan tertarik dgn sisi bad dari kesatrianya yaitu D.

Well siapa yg tau?

Email masuk.

Z: hei LG (London gossip)

Aku sependapat dgnmu. Sepertimya B mempunyai hub dgn D. buktinya saja aku baru melihat D mengendong B dan membawanya masuk ke mobil limonsinnya. Ini benar-benar gila. Lihat saja gambar ini.

(foto )

Aku jadi ya reaksi C?

By eliana11

X : dear eliana11

Well aku juga sgt penadaran,taoi sih ada 2 kemungkina reaksi dari C tentang masalah ini. Pertama ia mungkin bakal memutuskan B dan yg kedua mungkin ia justru tak rela B di rebut oleh cowok lain. Seperti yg kita tau kan mereka pacaran sudah cukup lama. Yah… tinggal kita tunggu daja kana pa yg terjadi? Ngomong2 trims ya utk fotonya.

By londongossip

Z: dear LG

Hari ini B tak sekolah,begitupula dgn D. semua orang di Hogwarts sungguh bertanya-tanya kemana mereka pergi?mereka gak ke hotelkan?tapi sih jujur saja aku suka bila mereka jadi bahkan udah buat julukab baru bwt mereka. Yaitu dramione. Bagaimana menurutmu?

By catycute

X: dear catycute

Tak perlu khawatir. Aku yakin kok B dan D takkan ke hotel. Lagi pulakan kita tau kalau B itu sangat menjaga sampai ia berusia 17 thn dan ultahnya sendiri masih 1 bln tak perlu cemac. Oh iya aku suka julukan dramione itu. Makasih ya.

By londongossip

Ps: semua nama tempat dan peristiwa asli telah di ubah/di singkat demi melindungi pihak yg tdk bersalah yaitu aku.

XOXO .you know you love me. LondonGossip

# nah samapi di sini R&R ya….. maaf juga kalu gj dan banyak typonya. Abis buru-buru sih.